1 1.1. Latar Belakang Masalah
Problema Umum
Berdasarkan data yang dikutip dari laman resmi Perserikatan Bangsa – bangsa (PBB), tercatat ada 193 negara yang merupakan anggota dari PBB hingga saat ini, terakhir pada tahun 2011 negara Sudan selatan menjadi anggota dari PBB. Pada umumnya jumlah negara yang terdaftar tersebut yang akui sebagai negara yang merdeka didunia. Tentunya dari negara – negara tersebut terdapat pola kehidupan social, ekonomi, pendidikan, dan kebudayaan yang berbeda antar satu dengan yang lainya.
Pada saat ini kita mengenal berbagai istilah untuk pengkategorian ke 193 negara tersebut, ada yang menyebutkan istilah developed country (negara telah berkembang), developing country (negara sedang berkembang) hingga under-developing country atau least developed country (negara tertinggal). Jika merujuk pada klasifikasi negara yang dikemukakan oleh Immanuel Wallerstain dunia juga terbagi kedalam tiga jenis yakni negara inti, negara semi – pinggiran dan negara pinggiran, Wallerstain mengklasifikasikan negara – negara tersebut
FRAME WORK PROPOSAL KUALITATIF JUDUL
ANALISIS KONFLIK SEBAGAI PENYEBAB KEMISKINAN DISEBUAH NEGARA (SUATU PERBANDINGAN REPUBLIK DEMOKRATIK KONGO DAN REPUBLIK ISLAM
AFGHANISTAN)
2 berdasarkan division of labour yang merujuk pada geografis dan kebudayaan negara tersebut. Dan jika merujuk pada istilah klasifikasi negara yang digunakan bank dunia melalui metode PNB (Produk National Bruto) perkapitanya, maka terdapat empat jenis negara yang ada didunia yakni, negara berpendapatan tinggi ($12,616 atau lebih), negara berpendapatan menengah ke atas ($4,086 hingga $12,615), negara berpendapatan menengah kebawah ($1,036 hingga $4,085) dan negara berpendapatan rendah ($1,035 ke bawah)
Negara inti atau negara maju merupakan negara yang menduduki hirarki teratas, dimana negara ini pada umumnya di tandai dengan kekuatan industrialisasi yang mapan serta memiliki pendapatan perkapita yang tinggi. Sedangkan negara semi pinggiran atau negara yang sedang berkembang yang menurut Wallerstain bertindak sebagai penyangga antara negara inti dan negara pinggiran, dewasa ini, negara sedang berkembang terbagi kedalam dua bentuk sesuai dengan pendapatan negara tersebut menengah keatas atau kebawah.
3 diseluruh negara yang ada di dalam kategori ini pernah mengalami konflik bersenjata yang berkepanjangan dan sebagian masih tetap berlanjut hingga saat ini.
Oleh karena itu, dalam penelitian ini peneliti mencoba untuk mengurai secara mendalam tentang kemiskinan sebuah negara yang disebabkan oleh konflik. Untuk membuat penelitian ini lebih menarik, peneliti mengangkat dua buah negara yang merupakan penghuni kategori negara tertinggal atau negara miskin, yang kemudian nantinya peneliti akan memperbandingkan kedua negara tersebut. Adapun kedua negara tersebut adalah Republik Demokratik Kongo dan Republik Islam Afghanistan.
Peneliti melihat bahwasanya kedua negara yang akan diperbandingkan ini memiliki perbedaan dan persamaan yang cukup dekat, menurut data yang dikeluarkan dari IMF (International Monetary Fund) pada tahun 2013, menempatkan Afghanistan pada urutan kesepuluh negara termiskin didunia, sementara Republik Demokratik Kongo menjadi sebagai negara termiskin urutan pertama didunia. Selanjutnya perbedaan yang mendasar adalah dari segi letak geografis kedua negara tersebut.
4 Persamaan lainya adalah yang ada dikeduanya adalah, Baik Afghanistan maupun Demokratik Kongo mengalami perang dan konflik yang berkepanjangan. Demokratik Republik Congo pada akhir tahun 90-an terkenal dengan perang dunia Afrika yang melibatkan tujuh negara berperang di Kongo, sementara Afghanistan terus berkecamuk dalam konflik panjang yang diawali oleh invasi Uni Soviet dimasa lalu dan dilanjutkan oleh pengejaran Amerika Serikat terhadap Taliban dan Al – Qaeda pasca serangan sebelas September 2001.
Oleh karena itu dalam kajian penelitian ini, peneliti akan melihat secara mendalam permasalahan konflik yang terjadi dikedua negara tersebut, yang berimplikasi pada kemiskinan yang terjadi di Afghanistan dan Republik Demokratik Kongo.
Seharusnya
Seharusnya, jika mengacu kepada tujuan Negara sebagaimana yang di kemukakan oleh Harold J.Laski “creation of those conditions under which the members of state may attain the maximum satisfication of their desires”
5 dan keamanan yang sangat baik.
Selanjutnya jika melihat dari fungsi mutlak sebuah Negara terhadap kepentingan rakyatnya,yakni :
1. Melaksanakan Penertiban (law and order)
2. Mengusahakan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat 3. Pertahanan
4. Menegakkan keadilan.
Maka tidak sepatutnya sebuah Negara berada dalam lingkar kemiskinan, seandainya keempat fungsi diatas berjalan dengan baik, dan terlebih lagi sebagaimana penjelasan sebelumnya, bahwasnya kedua negar yang menjadi objek dari penelitian ini merupakan negara yang kaya akan sumber mineralnya. Untuk Republik Demokratik Kongo memiliki berbagai deposito mineral dalam skala besar yang meliputi berlian, emas, tembaga, kobalt, seng and koltan, sedangkan Afghanistan memiliki kekayaan mineral yang belum terjamah yang ditaksir bernilai satu triliun dollar Amerika
Masalah Yang Terjadi Dilokasi
6 (UNDP).
Untuk HDI menurut data yang dikeluarkan tahun 2013, Afghanistan menempati urutan 169 dunia (0.468 poin) sementara Republik Demokratik Kongo berada pada urutan 186 dunia (0.338 poin) dengan rata – rata dunia sebesar 0.702 poin
Dampak Yang Di rasakan
Akibat konflik yang dialami di kedua negara tersebut maka dampak yang utama yang dirasakan dikedua negara tersebut adalah stabilitas politik yang tidak menentu, yang pada akhirnya menggangu berbagi dimensi kehidupan social serta bernegara di Afghanistan dan Demokratik Kongo
7 Alasan dan
Pertimbangan Penelitian Perlu
Dilakukan
Dalam penelitian ini, peneliti mengangkat isu kemiskinan di dua negara yakni, Demokratik Republik Kongo dan Afghanistan dengan mengambil sudut pandang dari sisi konflik yang terjadi di negara tersebut sebagai mata pisau untuk menganalisis penyebab kemiskinan di Demokratik Kongo dan Afghanistan.
Dengan menggunakan metode komparatif deskriptif, penelitian ini akan mencoba menjelaskan latar belakang dan pola konflik yang terjadi di kedua Negara tersebut, latar belakang tersebut meliputi aspek geografis, politik, social, ekonomi, sejarah dan kebudayaan dari masing – masing Negara.
8 1.2. Fokus Penelitian
Fokus Masalah Penelitian
Fokus pada penelitian ini terletak pada pengaruh yang ditimbulkan oleh konflik selama puluhan tahun yang pada akhirnya membuat ketidakstabilan kondisi dalam negara, yang pada akhirnya berimbas pada minimnya kesejahteraan dan kemakmuran yang didapatkan oleh penduduk dinegara tersebut. Untuk mendapatkan analisis lebih dalam peneliti membataskan permasalahan penelitian pada dua buah negara yang dianggap sesuai dengan tema penelitian ini,
Adapun kedua negara yang diambil adalah Republik Demokratik Kongo Dan Republik Islam Afghanistan, yang mana keduanya merupakan dua buah negara yang kaya akan sumber mineral akan tetapi masuk kedalam jajaran negara miskin dan negara yang terperangkap dalam konflik yang berkepanjangan.
1.3. Permasalahan
Rumusan Masalah
1. Seberapa jauh konflik yang terjadi di Republik Demokratik Kongo dan Republik Islam Afghanistan mempengaruhi keadaan di kedua negara tersebut yang berimbas pada kemiskinan dikeduanya?
9 1.4. Tujuan Penelitian
Tujuan Penelitian Dilakukan
Tujuan Penelitian ini adalah untuk mencari tahu serta menggali lebih dalam terhadap permasalahan yang berkaitan dengan keberadaan sebuah negara miskin atau negara tertinggal yang dipengaruhi oleh ketidakstabilitasan kondisi negara tersebut akibat konflik yang terjadi.
1.5. Manfaat Penelitian
1. Manfaat Teoritis
2. Manfaat Praktis
1. Diharapkan Penelitian ini dapat menjawab pertanyaan penelitian, terkait hubungan antara kemiskinan dengan konflik yang terjadi di sebuah negara, sehingga keberadaan hasil dari penelitian ini dapat menambah khazanah keilmuan dalam bidang ilmu politik, khususnya dengan tema pembangunan politik dan konflik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Syiah Kuala
10 Penelitian
Terdahulu
Topik tentang yang berkaitan antara konfik dan kemiskinan telah banyak dilakukan penelitian sebelumnya, salah satu yang melakukannya adalah Suzanne Verstegen dalam sebuah jurnal singkatnya yang berjudul Poverty and Conflict: an entitlement perspective yang dipublikasikan oleh Stiftung
Wissenschaft und Politik (SWP), pada tahun 2001.
Dalam Penelitiannya Suzzane memfokuskan pada berbagai aspek kemiskinan yang berkaitan dengan konflik yang ditemukan secara spesifik, termasuk corak dari ketidaksetaraan, kemelaratan, marginalisasi dan hubungan alamau antara kelompok dengan kelompok lainnya, ataupun antara kelompok dan negara.
11 dengan pendekatan entitlement perspective. Sementara dalam penelitian ini peneliti akan memberikan perbandingan dari dua buah negara yang terkait dengan tema penelitian.
1.6. Metode Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Dikarenakan penelitian ini bersifat library research (Penelitian Kepustakaan) maka untuk lokasi penelitiannya dilakukan di beberapa perpustakaan yang ada di Banda Aceh, yang diantaranya UPT.Perpustakaan Universitas Syiah Kuala, Perpustakaan Wilayah Aceh dan Perpustakaan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Syiah Kuala.
2. Pendekatan Penelitian
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan komparatif deskriptrif. Dimana pendekatan komparatif adalah jenis penelitian yang ingin mencari jawaban secara mendasar tentang sebab akibat, dengan mengganalisa factor – factor penyebab ataupun munculnya suatu fenomena tertentu.
12 terhadap suatu ide atau suatu prosedur kerja.
Dalam ilmu politik fungsi utama perbandingan adalah untuk mengembangkan, menguji, dan menyempurnakan teori. Sehingga pendekatan komparatif deskriptif pada penelitian ini nantinya akan mengurai analisis permalahan kemiskinan yang berkaitan konflik yang terjadi didua buah Negara yakni, Republik Demokratik Kongo dan Republik Islam Afghanistan secara sistematis dan seobyektif mungkin.
Perbandingan yang dilakukan terhadap kondisi kedua negara tersebut untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari pola konflik yang membuat kedua negara yang kaya akan sumber daya mineral itu menjadi negara miskin.
3. Informan Penelitian
4. Sumber Data Mengingat penelitian ini bersifat kajian kepustakaan maka untuk sumber data yang terdapat dalam penelitian ini seluruhnya berasal dari berbagai literature yang meliputi Buku, ebook, Jurnal, Skripsi, Artikel hingga Kumpulan berita yang dimuat dalam bentuk cetak maupun elektronik
5. Tehnik Pengumpulan
13 Data berbagai informasi, berita analisis, konsep – konsep hasil pemikiran para ahli yang dimuat dalam buku, karya tulis ilmiah, jurnal, artikel, internet, media cetak maupun elektronik.
6. Tehnik Analisis Data
Analisis data akan dilakukan dengan instrument deduktif dan komparatif. Dimana deduktif sendiri bermakna sebagai cara berfikir yang bertumpu pada kaidah – kaidah yang bersifat umum yang nantinya akan memberikan penilaian terhadap terhadap hal – hal yang bersifat khusus. Dalam penelitian ini, peneliti mencoba untuk menjelaskan tentang konsep dan pola dan dampak konflik yang terjadi disebuah Negara secara umum kemudian akan dikhususkan pada keadaan mengapa sebuah Negara yang hidup dalam konflik secara berkepanjangan akhirnya menjadi menjadi Negara miskin.
14 1.7. Kepustakaan
Referensi Pendukung
Penelitian
Buku – Buku
Arikunto, Suharsimi. 1998. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan
Praktek, Jakarta : Rineka Cipta.
Budiarjo, Miriam. 2008. Dasar – dasar ilmu politik, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
Crichton, Michael. 1995. Congo = Kongo, Jakarta : PT. Gramedia Pustaka Utama
David Marsh dan Gerry Stroker.2010. Teori dan Metode dalam ilmu politik, Bandung : Nusa Media
Hungtington, Samuel P. 2004. Tertib politik pada masyarakat yang sedang berubah, Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
Kreijen, Gerard Peter Hubert. 2003. State failure, sovereignty and effectiveness, Leiden : Universitas Leiden
Margolis, Eric S. 2000. War at the top of the world: the struggle for Afghanistan, Kashmir, and Tibet, New York : Routledge
Rall, Ted. 2001. To Afghanistan And Back, New York : Nantier-Beall-Minoustchine
Rodee, Carlton Clymer dkk. 2000. Pengantar Ilmu Politik. Jakarta : PT RajaGrafindo Persada
15 Boston: Pearson Education, Inc.
Makalah dan Jurnal
Suzanne Verstegen, Poverty and Conflict: an entitlement perspective.. 2001. Stiftung Wissenschaft und Politik (SWP).
Website
http://www.bbc.com
http://www.data.worldbank.org
http://www.foxbusiness.com
http://www.gfmag.com
http://undp.org