• Tidak ada hasil yang ditemukan

1 PENGARUH PENDELEGASIAN WEWENANG DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MAJALENGKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "1 PENGARUH PENDELEGASIAN WEWENANG DAN KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MAJALENGKA"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH PENDELEGASIAN WEWENANG DAN

KOMITMEN ORGANISASI TERHADAP PRESTASI KERJA PEGAWAI DINAS PENDIDIKAN KABUPATEN MAJALENGKA

Oleh :

ELI ACHMAD MAHIRI *) email : elimahiri@gmail.com

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan pada pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka dengan tujuan untuk mengetahui deskripsi pendelegasian wewenang, komitmen organisasi, dan prestasi kerja pegawai serta untuk mengetahui pengaruh pendelegasian wewenang dan komitmen organisasi terhadap prestasi kerja pegawai baik secara parsial maupun secara simultan.

Metode yang digunakan adalah metode survey dan dirancang sebagai penelitian deskriptif verifikatif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka yang berjumlah 76 orang.Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Pengujian instrumen dilakukan dengan uji validitas, reliabilitas dan uji normalitas data, sedangkan analisis data menggunakan koefisien korelasi dan koefisien determinasi. Pengujian hipotesis menggunakan uji t untuk uji parsial, dan uji F untuk uji simultan

Hasil penelitian menemukan bahwa pendelegasian wewenang termasuk dalam kategori baik, komitmen organisasi berada pada kategori tinggi dan prestasi kerja pegawai berada pada kategori tinggi. Hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa pendelegasian wewenang dan komitmen organisasi baik secara parsial maupun simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka.

Kata Kunci : Pendelegasian Wewenang, Komitmen Organisasi dan Prestasi Kerja

*)

Dosen Tetap Fakultas Ekonomi Universitas Majalengka

PENDAHULUAN

Latar Belakang Penelitian

Organisasi atau perusahaan selalu mempunyai berbagai macam tujuan yang hendak dicapai. Untuk mencapai tujuan organisasi, diperlukan kerjasama antara semua unit atau bagian di dalam organisasi. Tanpa adanya kerjasama sulit bagi organisasi untuk mencapai sukses. Adapun kiranya dalam pecapaian tujuan tersebut, organisasi atau perusahaan seharusnya turut

membantu menciptakan prestasi kerja karyawan.

(2)

pekerjaan karyawan, memotivasi, meningkatkan keterampilan kerja, dan termasuk untuk promosi pada jenjang karir yang lebih tinggi, pemberhentian, dan penghargaan atau penggajian.

Banyak faktor yang mempengaruhi terciptanya prestasi kerja karyawan adalah pendelegasian wewenang dan komitmen organisasi yang dapat menjadi pendukung. Menurut Stoner dalam Rifly Kesumanjaya6) (2010) pendelegasian wewenang adalah pelimpahan wewenang formal dan tanggung jawab kepada seorang bawahan untuk menyelesaikan aktivitas tertentu. Pendelegasian wewenang oleh atasan kepada bawahan adalah perlu demi tercapainya efesiensi dari fungsi-fungsi dalam organisasi. Menurut Baron dan Greenberg dalam Allen dan Meyer1) (1997) menyatakan bahwa komitmen organisasi memiliki arti penerimaan yang kuat individu terhadap tujuan dan nilai-nilai perusahaan, di mana individu akan berusaha dan berkarya serta memiliki hasrat yang kuat untuk tetap bertahan di perusahaan tersebut. Maka dengan keduanya akan menimbulkan suatu keberhasilan dalam pencapaian tujuan dari organisasi dengan baik.

Setiap instansi, baik berbentuk instansi pemerintah ataupun instansi swata tentunya mempunyai organisasi dan struktur organisasinya, dimana garis wewenang terlihat jelas di dalam struktur organisasi. Struktur organisasi pada Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka berbentuk organisasi garis, dimana terlihat adanya kesatuan perintah atau komando, yaitu garis wewenang dan tanggung jawab berjalan secara vertikal, yang berarti wewenang turun dari atasan kepada bawahan langsung dan tanggung jawab dari bawah ke atasan.

Pendelegasian wewenang dan komitmen organisasi memiliki hubungan yang cukup erat dengan prestasi kerja, artinya pegawai diberi kepercayaan dan wewenang penuh untuk menyelesaikan suatu tugas, sehingga komitmen organisasi pada Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka bertambah dan juga akan memberikan kemudahan untuk memberikan penilaian prestasi kerja yang baik. Para pegawai diselaraskan serta diberi wewenang untuk mencapai tujuan instansi, sarana dan prasarana dimanfaatkan untuk mencapai tujuan.

Melihat hal tersebut maka penulis melakukan penelitian dengan mengambil judul Pengaruh Pendelegasian Wewenang dan Komitmen Organisasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka.

Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang diuraikan diatas, maka perumusan masalah pada penelitian ini :

1. Bagaimana deskripsi pendelegasian wewenang, komitmen organisasi, dan prestasi kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka.

2. Bagaimana pengaruh pendelegasian wewenang dan komitmen organisasi terhadap prestasi kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka baik secara parsial maupun simultan.

Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui deskripsi

(3)

2. Untuk mengetahui pengaruh pendelegasian wewenang dan komitmen organisasi terhadap prestasi kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka baik secara parsial maupun simultan.

KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN DAN HIPOTESIS Kajian Pustaka

Pendelegasian Wewenang

Menurut Malayu Hasibuan4) (2007:68), Pendelegasian wewenang adalah memberikan sebagian pekerjaan atau wewenang oleh delegator (pemberi wewenang) kepada delegate (penerima wewenang) untuk dikerjakannya atas nama delegator.

Menurut Stoner dalam Rifly Kesumanjaya6) (2010), pendelegasian wewenang adalah pelimpahan wewenang formal dan tanggung jawab kepada seorang bawahan untuk menyelesaikan aktivitas tertentu. Pendelegasian juga dilakukan agar pimpinan dapat mengembangkan bawahan sehingga lebih memperkuat organisasi.

Berdasarkan pendapat beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa pendelegasian wewenang adalah pemberian wewenang dan tangung jawab kepada orang-orang yang ditunjuk oleh pemegang wewenang. Pendelegasian wewenang oleh atasan kepada bawahan adalah perlu demi tercapainya efesiensi dari fungsi-fungsi dalam organisasi.

Komitmen Organisasi

Komitmen organisasi secara umum dapat diartikan sebagai keterikatan pegawai pada organisasi dimana pegawai tersebut bekerja. Menurut Alwi dalam Nanda5) dkk (2013), komitmen organisasi adalah sikap

karyawan untuk tetap berada dalam organisasi dan terlibat dalam upaya-upaya mencapai misi, nilai-nilai dan tujuan organisasi. Menurut Robbins dan Judge7) (2009:100), komitmen organisasi adalah tingkat sampai mana seseorang karyawan memihak sebuah organisasi serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut. Berdasarkan pendapat beberapa ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa komitmen organisasi merupakan suatu keadaan di mana karyawan memihak dan peduli kepada organisasi tertentu dan tujuan-tujuannya, serta berniat memelihara keanggotaannya dalam organisasi itu.

Dari beberapa definisi yang diuraikan di atas bahwa komitmen merupakan suatu ikatan psikologis karyawan pada organisasi ditandai dengan adanya :

a. Kepercayaan dan penerimaan yang kuat terhadap tujuan dan nilai-nilai organisasi b. Kemauan untuk mengusahakan

tercapainya kepentingan organisasi c. Keinginan yang kuat untuk

mempertahankan kedudukan sebagai anggota organisasi.

Manfaat Komitmen Organisasi.

Manfaat dengan adanya komitmen dalam organisasi adalah sebagai berikut, (Ari Juniar3), 2011:23) :

a. Para pekerja yang benar-benar menunjukkan komitmen tinggi terhadap organisasi mempunyai kemungkinan yang jauh lebih besar untuk menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi dalam organisasi.

(4)

sekarang dan dapat terus memberikan sumbangan bagi pencapaian tujuan. c. Sepenuhnya melibatkan diri pada

pekerjaan mereka, karena pekerjaan tersebut adalah mekanisme kunci dan saluran individu untuk memberikan sumbangan bagi pencapaian tujuan organisasi.

Prestasi Kerja

Setiap organisasi mempunyai tujuan yang harus dicapai. Namun dalam pencapaiannya, prestasi kerja karyawan merupakan salah satu hal yang sangat penting artinya bagi perusahaan. Menurut Malayu Hasibuan4) (2007:105), prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan tugas-tugas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta waktu. Prestasi kerja dipengaruhi oleh tiga faktor yakni kemampuan dan minat seorang pekerja, kemampuan dan penerimaan atas penjelasan delegasi tugas dan peran, serta tingkat motivasi seorang pekerja. Menurut Anwar Prabu Mangkunegara2) (2007: 67), prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Berdasarkan beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan bahwa prestasi kerja merupakan hasil yang dapat dicapai oleh seseorang baik secara kualitas dan kuantitas di dalam melakukan pekerjaan yang menjadi tugasnya dan segala hasil tersebut akan dinilai oleh perusahaan ataupun atasannya. Prestasi tidak hanya diukur dari segi berapa banyak yang telah

disumbangkan, tapi suatu hal yang penting adalah loyalitas terhadap perusahaan.

Pengukuran Prestasi Kerja

Pengukuran tingkat kinerja maksimal atau pelaksanaan pencapaiaan sasaran maka harus ditentukan hal-hal yang menjadi tolak ukur serta kriterianya. Menurut Dharma dalam Nanda5) dkk (2013:22), ada tiga cara pengukuran yang dapat digunakan dalam hal ini antara lain:

a. Kuantitas hasil kerja

Kuantitas berkaitan dengan jumlah yang harus diselesaikan.

b. Kualitas hasil kerja

Yaitu berkaitan dengan baik buruknya atau mutu yang dihasilkan.

c. Ketepatan waktu

Yaitu berkaitan sesuai tidaknya dengan waktu yang telah ditetapkan. Dalam hal ini penetapan standar waktu biasa ditentukan berdasarkan pengalaman sebelumnya atau berdasar studi gerak waktu.

Kerangka Pemikiran

Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka merupakan salah satu lembaga yang berada dibawah naungan Departemen Pendidikan Nasional. Unit ini dibuat untuk melaksanakan program kerja dinas pendidikan serta untuk mempermudah dalam mengkoordinasikan semua hal dalam pelaksanaan program kerja.

(5)

Menurut Anwar Mangkunegara2) (2007: 67), prestasi kerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Untuk mencapai prestasi kerja karyawan yang optimal diperlukan integrasi pendelegasian wewenang dan komitmen organisasional agar dapat mencegah terjadinya kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Menurut Malayu Hasibuan4) (2007:68), Pendelegasian wewenang adalah memberikan sebagian pekerjaan atau wewenang oleh delegator (pemberi wewenang) kepada delegate (penerima wewenang) untuk dikerjakannya atas nama

delegator. Jelas manfaat pendelegasian

wewenang sangat menentukkan terselenggaranya tujuan perusahaan yang ingin dicapai dari sisi perusahaan. Sedangkan dari sisi karyawan bermanfaat dalam meningkatkan prestasi kerja karyawannya karena pendelegasian wewenang menuntut tanggung-jawab karyawan yang berkaitan dengan prestasi kerja yang dicapai.

Komitmen organisasi yang dimiliki oleh para karyawan juga turut membantu dalam meningkatkan prestasi kerja karyawan, dikarenakan karyawan dan perusahaan merupakan dua pihak yang saling membutuhkan dan masing-masing mempunyai tujuan. Menurut Robbins dan Judge7) (2009:100), komitmen organisasi adalah tingkat sampai mana seseorang karyawan memihak sebuah organisasi serta tujuan-tujuan dan keinginannya untuk mempertahankan keanggotaan dalam organisasi tersebut. Tingginya komitmen organisasi dapat membuat karyawan bekerja

lebih giat dan menghindari perilaku yang kurang produktif yang akan meningkatkan prestasi karyawan. Komitmen ini diperlukan oleh organisasi dan merupakan faktor penting bagi perusahaan dalam rangka mempertahankan kinerja organisasi. Sedangkan bagi karyawan komitmen organisasi dapat mendukung pendelegasian wewenang yang akan mempengaruhi prestasi kerja karyawan.

Berdasarkan uraian di atas maka dapat digambarkan paradigma penelitian sebagai berikut :

Gambar 2.1 Paradigma Penelitian

Hipotesis

Berdasarkan pada kerangka pemikiran diatas, maka dapat dirumuskan hipotesis sebagai berikut :

H1 : Pendelegasian wewenang berpengaruh terhadap prestasi kerja H2 : Komitmen organisasi berpengaruh

terhadap prestasi kerja

H3 : Pendelegasian wewenang dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap prestasi kerja

METODE PENELITIAN

Objek dari penelitian yang dilakukan ini yaitu pendelegasian wewenang, komitmen organisasi dan prestasi kerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka. Populasi dalam penelitian ini

(6)

adalah pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka yang berjumlah 76 orang. Rancangan analisis data menggunakan metode analisis deskriptif dan verifikatif. Metode analisis deskriptif digunakan untuk menggambarkan karakteristik responden dan variabel penelitian. Sedangkan analisis verifikatif digunakan untuk meneliti hubungan antar variabel yang diteliti, selanjutnya dianalisis secara statistik untuk memperoleh suatu kesimpulan yaitu dengan menggunakan uji normalitas data, analisis koefisien korelasi

Pearson Product Moment, Koefisien

Determinasi, dan pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F.

HASIL PENELITIAN

Deskripsi Pendelegasian Wewenang, Komitmen Organisasi, dan Prestasi Kerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka

Berdasarkan hasil tanggapan responden terhadap variabel pendelegasian wewenang, diperoleh total skor untuk seluruh item pernyataan sebesar 1846. Hal ini membuktikan bahwa hasil penelitian mengenai pendelegasian wewenangberada pada kategori tinggi. Indikator yang paling dominan adalah bertanggung jawab atas keputusan yang diambil. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pegawai melaksanakan tugas sesuai porsi dan jabatannya masing-masing. Sedangkan indikator yang terkecil adalah kebebasan memilih tugas, hal ini dikarenakan organisasi memiliki target pekerjaan yang ingin dicapai.

Berdasarkan hasil tanggapan responden terhadap variabel komitmen organisasi, diperoleh total skor untuk seluruh item pernyataan sebesar 1791. Hal ini membuktikan bahwa hasil penelitian mengenai komitmen organisasi berada pada kategori tinggi.Indikator yang paling dominan adalah senang bekerja dalam

organisasi. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pegawai merasa nyaman dan puas bekerja di Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka. Sedangkan indikator yang terkecil adalah mendapatkan kerugian finansial jika meninggalkan organisasi, hal ini dikarenakan karena pegawai merasa memiliki kesempatan besar untuk bekerja di organisasi lain yang mungkin memberikan gaji yang lebih besar dan peluang karir yang lebih menjanjikan.

Berdasarkan hasil tanggapan responden terhadap variabel prestasi kerja pegawai, diperoleh total skor untuk seluruh item pernyataan sebesar 1907. Hal ini membuktikan bahwa hasil penelitian mengenai prestasi kerja pegawai berada pada kategori tinggi. Indikator yang paling dominan adalah waktu penyelesaian pekerjaan. Hal ini menunjukkan bahwa setiap pegawai bekerja keras untuk selalu menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu. Sedangkan indikator yang terkecil adalah mengerjakan tugas yang sesuai dengan harapan atasan, hal ini dikarenakan pegawai merasa memiliki persepsi sendiri terhadap hasil kerja yang telah dilakukanya dan atasan juga memiliki persepsi sendiri juga sehingga terkadang tidak bisa selalu sesuai harapan atasan.

Pengaruh Pendelegasian Wewenang Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka

(7)

keeratan hubungan antara pendelegasian wewenang dengan prestasi kerja pegawai dalam kategori korelasi kuat yaitu berada pada interval 0,60-0,799 dan bernilai positif.

Pendelegasian wewenang mempunyai pengaruh sebesar 52,7% dan sisanya sebesar 47,3% dipengaruhi oleh faktor lain.Dengan probabilitas signifikansi variabel pendelegasian wewenang memiliki nilai 0,009 < 0,05 dan nilai thitung> ttabel yaitu 2,678 > 1,993. Berarti Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga hipotesis pertama yang menyatakn bahwa terdapat pengaruh signifikan antara pendelegasian wewenang terhadap prestasi kerja pegawai dapat dibuktikan kebenarannya.

Pengaruh Komitmen Organisasi

Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka

Hasil penelitian variabel komitmen organisasi terhadap prestasi kerja pegawai dengan bantuan SPSS 20 menyatakan bahwa variabel komitmen organisasi berpengaruh positif terhadap pretasi kerja pegawai.Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian sebesar 0,836, maka keeratan hubungan antara komitmen organisasi dengan prestasi kerja pegawai dalam kategori korelasi sangat kuat yaitu berada pada interval 0,80-1,000 dan bernilai positif.

Komitmen Organisasi mempunyai pengaruh sebesar 69,9% dan sisnya sebesar 30,1% dipengaruhi oleh faktor lain.Dengan probabilitas signifikansi variabel komitmen organisasi memiliki nilai dengan probabilitas 7,268 bertanda positif dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai thitung> ttabel yaitu 7,268 > 1,993. Berarti Ho ditolak dan Ha diterima, sehingga hipotesis pertama yang menyatakn

bahwa terdapat pengaruh signifikan antara komitmen organisasi terhadap prestasi kerja pegawai dapat dibuktikan kebenarannya.

Dapat disimpulkan bahwa hipotesis kedua Komitmen Organisasi berpengaruh secara signifikan terhadap Prestasi Kerja Pegawai Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka.

Pengaruh Pendelegasian Wewenang dan Komitmen Organisasi Terhadap Prestasi Kerja Pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka

Hasil penelitian variabel Pendelegasian Wewenang dan Komitmen Organisasi secara simultan berpengaruh dan signifikan terhadap Prestasi Kerja Pegawai. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien korelasi antara Pendelegasian Wewenang dan Komitmen Organisasi secara simultan dengan Prestasi Kerja Pegawai yaitu sebesar 0,852. Koefisien tersebut memiliki keeratan hubungan yang sangat kuat, karena terletak pada interval 0,80-1,000. Terdapat pengaruh Pendelegasian Wewenang dan Komitmen Organisasi secara simultan terhadap Prestasi Kerja Pegawai dapat dibuktikan kebenarannya. Hal ini dibuktikan dengan nilai koefisien determinasi yang menunjukkan pengaruh sebesar 72,6% dan sisanya 27,4% (100%-72,6% = 27,4%) ditentukan oleh variabel lain yang tidak dijelaskan dalam penelitian ini.

(8)

Sehingga dapat disimpulkan hasil hipotesis ketiga diterima yaitu bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Pendelegasian Wewenang dan Komitmen Organisasi terhadap Prestasi Kerja Pegawai dapat dibuktikan kebenarannya.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengaruh pendelegasian wewenang dan komitmen organisasi terhadap prestasi kerja pegawai serta melihat analisis data, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Pendelegasian wewenang pada pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka menurut tanggapan jawaban responden berada pada kategori baik, komitmen organisasi berada pada kategori tinggi dan prestasi kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka berada pada kategori tinggi. 2. Pendelegasian wewenang berpengaruh

positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan searah antara pendelegasian wewenang dengan prestasi kerja pegawai. Jika pendelegasian wewenang baik, maka prestasi kerja pegawaipun akan tinggi. 3. Komitmen organisasi berpengaruh

positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan searah antara komitmen organisasi dengan prestasi kerja pegawai. Jika komitmen organisasi tinggi maka prestasi kerja pegawaipun ikut tinggi

4. Pendelegasian wewenang dan komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi kerja pegawai pada Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka.

Saran

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut :

1. Hasil penelitian ini menunjukkan secara umum pendelegasian wewenang berada pada kriteria yang baik, sehingga perlu dipertahankan. Akan tetapi masih terdapat beberapa indikasi lemah, hal ini dibuktikan dari hasil jawaban responden bahwa persentase yang paling sedikit pada variable pendelegasian wewenang adalah pada pernyataan saya mendapat kebebasan untuk memilih tugas apa yang harus didahulukan. Maka disarankan Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka perlu menetapkan waktu penyelesaian tugas dengan jelas, agar pegawai dapat memperkirakan dan memilih tugas mana yang harus didahulukan agar sesuai dengan deadline yang ditetapkan.

(9)

dengan cara memberikan reward baik finansial maupun nonfinansial.

3. Secara umum prestasi kerja pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka berada pada kategori tinggi, sehingga perlu dipertahankan. Tetapi masih ada beberapa indikasi lemah, hal ini terbukti dari jawaban responden pada

pernyataan saya mengerjakan tugas yang sesuai dengan harapan atasan. Maka sebaiknya Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka menetapkan standar pekerjaan yang lebih jelas sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi hasil pekerjaan antara pegawai dengan atasan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Allen, N. J. & J. P. Meyer, 1997. Commitment in The Workplace Theory Research and Application. Califotnia: Sage Publications.

2. Anwar Prabu Mangkunegara, 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT. Remaja Resdakarya.

3. Ari Juniar Susanto, 2011. Komitmen Organisasi. Education Policy Analysis archives, (Online), (http://juniarari.blogspot.com/2011/11/komitmen-organisasi.html, diakses 19 April 2016)

4. Malayu S.P Hasibuan, 2007. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta : PT Bumi Aksara

5. Nanda, Irfan dkk, 2013. Pengaruh Komitmen Organisasional terhadap Prestasi Kerja (Studi Pada Karyawan AJB Bumiputera Kantor Cabang Batu). Universitas Brawijaya, Vol.6 No.2.

6. Rifly Kesumanjaya. 2010. Pengaruh Pendelegasian Wewenang dan Komitmen terhadap Prestasi Kerja Karyawan pada bagian Sumber Daya Manusia (SDM) PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero) Medan. Skripsi, Universitas Sumatera Utara: Medan.

Referensi

Dokumen terkait

Metodologi adalah kesatuan metode- metode yang digunakan oleh suatu ilmu pengetahuan, seni atau disiplin yang lainnya. Sedangkan metode adalah suatu cara, teknik

Hal itu sejalan dengan pendapat beberapa hasil penelitian diantaranya: Mason (2008) yang menyatakan bahwa tidak sedikit guru yang hanya menyajikan materi dan memberikan

Siapapun yang mengembangkan, model ELR dapat membantu manajer tidak hanya untuk mengukur tingkat kesiapan lembaga untuk mengimplemantasikan e-learning, tetapi

Informasi adalah hasil pengolahan data yang diperoleh dari setiap elemen sistem menjadi bentuk yang mudah dipahami oleh penerimanya dan informasi ini menggambarkan

Pengertian kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan fungsinya sesuai dengan

Kinerja karyawan (prestasi kerja) adalah hasil secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab yang

Orang-orang menjadi dipertobatkan ketika mulai menja- lankan asas Injil yang dipulihkan dan merasakan Roh Kudus meneguhkan kepada mereka bahwa apa yang sedang mereka lakukan

Pengertian kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan