• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH SOSIAL MEDIA TERHADAP PERUBAHAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENGARUH SOSIAL MEDIA TERHADAP PERUBAHAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS METODOLOGI RISET

PENGARUH MEDIA SOSIAL (FACEBOOK) TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL DI MASYARAKAT

Oleh: Kelompok 11

Fahreza Ganjar Tirtajati 1312500307

Fitriani Lestari 1312501180

Rika Yusup 1312502030

Putri Afiyanti 1312502345

Aini Mufidah 1312503087

PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI

UNIVERSITAS BUDI LUHUR

(2)

PENGARUH MEDIA SOSIAL (FACEBOOK) TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL DI MASYARAKAT

ABSTRAK

Media sosial merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi dalam bidang informasi dan komunikasi. Pengaruh Media Sosial berbeda –beda terhadap setiap individu. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan pola pikir, perbedaan sifat yang berdampak pada pengambilan sikap, hubungan sosial sehari-hari, dan perbedaan budaya. Perubahan sosial dimasyarakat berorientasi pada pembentukan unsur baru, serta berorientasi pada nilai-nilai yang telah ada masa lampau.

Facebook adalah salah satu media sosial dikalangan masyarakat baik muda ataupun usia tua pasti mereka mengenal apa itu facebook. Seperti yang diketahui, facebook sudah menjadi bagian dari kehidupan dizaman masa kini. Pemanfaatan facebook banyak dilakukan oleh pihak tertentu mulai dari Bisnis Online, Forum untuk belajar bahkan sampai tindak kriminalitas.

(3)

DAFTAR ISI

4.1. Facebook dikalangan masyarakat Griya Kencana II...6

4.2. Pengguna Media Sosial di Indonesia (Facebook)...6

4.3. Pengaruh Media massa (facebook) terhadap perubahan sosial masyarakat...6

4.4. Dampak positif dan negatif facebook...7

(4)
(5)

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Era globalisasi memiliki pengaruh yang kuat disegala dimensi kehidupan masyarakat. Hal ini menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan sosial baik secara positif maupun negatif. Perkembangan teknologi membuat masyarakat terapit diantara dua pilihan. Disatu pihak masyarakat menerima kehadiran teknologi, dipihak lain kehadiran teknologi modern justru menimbulkan masalah-masalah yang bersifat struktural yang kemudian merambah disemua aspek kehidupan masyarakat.

Keberadaan media sosial saat ini menjadi suatu kebutuhan yang tidak bisa lepas dari manusia, keefektifan dan peranannya yang begitu hebat menjadikan media sosial sebagai salah satu komponen penting bagi pembentukan kepribadian, prilaku dan pengalaman kesadaran masyarakat. Peranan media sosial berpengaruh terhadap perubahan sosial yang di alami masyarakat, terutama perubahan mentalitas atau struktur masyarakat, pola pikir dan prilaku masyarakat didalam melakukan interasinya. Sehingga tidak heran bila ada suatu komunitas masyarakat yang kurang siap menghadapi perkembangan tersebut dan mengakibatkan terjadinya krisis nilai dan norma didalam masyarakat.

Sebenaranya media sosial tidak hanya mempunyai dampak negatif tetapi juga banyak terdapat dampak positif nya. Media sosial memberikan manfaat yang begitu besar tetapi di lain pihak media sosial menjadi suatu media informasi yang tidak mudah dibatasi, berbagai macam informasi dalam berbagai bentuk dan tujuan bercampur menjadi satu di mana untuk mengaksesnya hanya perlu satu sentuhan jari saja.

Misalnya saja facebook, sebagai salah satu media sosial yang paling diminati masyarakat karena sistemnya yang mudah di mengerti ini telah menjadi kebutuhan yang sangat melekat dalam kehidupan manusia, tidak hanya para remaja bahkan anak kecil dan para orang tua pun tidak luput dari sasaran.

Selain sebagai media perantara komunikasi antar pengguna, facebook juga telah berhasil membuat interaksi yang awalnya hanya di kota-kota besar kini sudah ke daerah-daerah terpencil, bahkan tidak sedikit pasangan yang berawal dari perkenalan di facebook. Di sisi lain, facebook juga berdampak negatif, banyak kriminalitas yang terjadi akibat adanya facebook, dengan motif pendekatan antar penggunanya seperti pencurian dan penipuan baik itu dalam bentuk penjualan produk maupun transaksi uang. Masih banyak lagi manfaat dan akibat yang memuat perubahan sosial di masyarakat semakin meningkat.

(6)

positif dan negatif, semua hal apapun pasti ada dampak positif dan negatif, ada sebab ada akibat. Namun semua itu kembali pada para penggunanya, bagaimana kita memanfaatkannya, dan kemana mengarahkannya menjadi suatu hal yang sangat berguna, baik untuk individu si pengguna maupun masyarakat luas serta negara kita.

1.2. Rumusan Masalah

1. Bagaimanakah pengaruh media sosial (facebook) terhadap perubahan sosial di masyarakat?

2. Dampak positif dan negatif dari facebook?

1.3. Batasan Masalah

Penelitian hanya dilakukan pada lingkungan masyarakat sekitar Griya Kencana II. Penelitian dilakukan pada masyarakat di berbagai kalangan mulai dari remaja dan orangtua.

1.4. Tujuan Penelitian

1. Mengetahui pengaruh media sosial ( facebook) terhadap perubahan sosial di masyarakat.

2. Mengetahui dampak positif dan negatif dari facebook. 1.5. Manfaat Penelitian

Adapun yang diperoleh dari penelitian masalah PENGARUH MEDIA SOSIAL (FACEBOOK) TERHADAP PERUBAHAN SOSIAL DI MASYARAKAT adalah :

1. Bagi masyarakat , diharapkan dapat menjadi masukan dan sebagai bahan pertimbangan dalam memahami perubahan dan perilaku masyarakat akibat pengaruh media sosial (facebook).

(7)

BAB II LANDASAN TEORI 2.1. Pengertian Media Sosial

Media sosial adalah salah satu hal yang membantu setiap individu untuk berkomunikasi dengan pihak dibelahan dunia, asalkan ada koneksi internet maka komunikasi di seluruh dunia terintegrasi dengan baik. Pada dekade terakhir ini, media sosial menjadi favorit untuk berinteraksi bagi setiap individu, memudahkan manusia untuk mengekspresikan perasaan, keinginan dan lain sebagainya. Media sosial juga membantu manusia memahami dunia dengan mudah, lebih cepat mengetahui informasi dan pekembangan dunia.

Media sosial dinilai oleh berbagai pihak merupakan buah dari teknologi yang kebablasan, berbagai pro dan kontra muncul dari kaum konvensional dan kaum modern. Kaum konvensional menilai bahwa media sosial tidak membuat manusia bertumbuh secara komunikatif dengan manusia lainnya. Teori medium berpendapat bahwa, ketika teknologi terintegrasikan kedalam suatu ‘cara hidup’, maka manusia mungkin akan sullit untuk hidup. (David Holmes.2012:383).

McLuhan (David Holmes.2012:382) mengatakan bahwa dalam masyarakat media, individu-individu dimana-mana menemui diri sendiri dalam dunia yang menjadi tertutup dan tervirtualisasi, seperti kisah Narcissus, membutuhkan pesona dengan media yang bisa memperluas gelembung tertutup dimana orang lain menjadi terlarut kedalam gambaran kita sendiri. Katarsis, demikian kata yang tepat untuk diberikan kepada pengguna media sosial yang aktif dan intens. Katarsis adalah upaya untuk menyalurkan emosi dan mendapatkan perhatian.

2.2. Facebook

Facebook berawal ketika Mark Zuckerberg, seorang mahasiswa Harhard kelahiran 14mei 1984 dn mantan murid Ardsley Hight School membuat sebuah situs jejaring sosial Facebook.

Facebook adalah sebuah jejaring sosial yang banyak menyediakan featur yang menarik dan sangat mudah digunakan. Facebook juga menjadi sarana untuk menemukan teman lama hingga teman baru, yang saling terhubung dan berinteraksi secara online yang tidak dibatasi oleh ruang dan waktu, banyak orang yang mengekspresikan perasaan mereka ke facebook dengan cara meng-update status yang mereka rasakan. Facebook juga banyak dimanfaatkan untuk bisnis online hingga aksi kriminalitas yang sekarang ini marak di dunia maya. 2.3. Perubahan Sosial

(8)

yang diamati antara sebelum dan sesudah jangka waktu tertentu untuk dapat mengetahuinya harus diketahui dengan cermat meski terus berubah.

Rogers et.al. mengemukakan bahwa perubahan sosial adalah suatu proses yang melahirkan perubahan-perubahan didalam struktur dan fungsi dari suatu sistem kemasyarakatan.

Selo Soemardjan mengemukakan bahwa perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Tekanan pada definisi tersebut terletak pada lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia, perubahan-perubahan mana kemudian mempengaruhi segi-segi struktur.

2.4. Masyarakat

Masyarakat adalah sekumpulan orang yang saling berinteraksi dan berkumpul dalam suatu wilayah baik secara individu maupun kelompok,yang saling membutuhkan satu lain.

(Ricard T.Schaefer dan Robert P.Lamm,1998) mengungkapkan: “Sejumlah besar orang yang tinggal dalam wilayah yang sama, relatif independen dan orang-orang diluar wilayah itu, dan memiliki budaya yang relatif yang sama.

(9)

BAB III

METODE PENELITIAN 3.1. Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian yang berupa observasi yang bertujuan memperoleh gambaran nyata dari suatu fenomena yang ada pada masyarakat, yaitu pengaruh media sosial (facebook) terhadap masyarakat di Griya Kencana II.

3.2. Subyek Penelitian

Penelitian ini mengambil tempat di Griya Kencana II dijalan H.O.S Cokroaminoto. Oleh Karena itu , subyek dalam penelitian ini masyarakat dikalangan remaja dan orangtua.

3.3. Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini warga di Griya Kencana II yang berjumlah ± 35 kepala keluarga, sedangkan sampel yang diambil sebanyak 25 kepala keluarga dari warga Griya Kencana II.

3.4. Metode Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data yang kami lakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Metode Observasi

Yaitu, dilakukan dengan cara pengamatan secara langsung terhadap aktivitas masyarakat di lapangan.

b. Metode wawancara

Yaitu, dilakukan dengan cara mengadakan wawancara secara langsung kepada para responden dan informan yang telah dilakukan di masyarakat sekitar.

c. Metode Study Pustaka

(10)

BAB IV PEMBAHASAN

2.1. Facebook dikalangan masyarakat Griya Kencana II

Di era modernisasi seperti ini masyarakat sangat mudah untuk menggunakan sosial media terlebih lagi kaum remaja bahkan hingga orang tua. Tidak dipungkiri bahwa sosial media terlebih facebook sangat familiar dan mudah digunakan.

Dari hasil penelitian ada beberapa pendapat mengenai kepemilikan facebook hanya untuk memilkinya dan mengikuti kemajuan teknologi saat ini. Ada 67% masyrakat mengatakan bahwa facebook sangatlah penting dan suatu keharusan untuk memilikinya, sebagai sarana informasi dan melakukan hal positif lainnya seperti forum belajar dan melakukan jual beli online. Dan 33% masyarakat berpendapat bahwa memiliki facebook hanya untuk menyesuaikan perkembangan zaman, dan apabila tidak memiliki akun facebook akan menemui kendala dalam mencari informasi. Dari pendapat tersebut secara tidak langsung mereka mengatakan bahwa mempunyai akun facebook itu penting, hanya saja ada berbagai alasan yang mereka gunakan untuk mengungkapkanya.

Dari 25 kepala keluarga yang diwawancara, mereka mengatakan bahwa memiliki smartphone untuk membuka facebook dan digunakan saat waktu senggang.Mengingat penting informasi yang dibutuhkan sebagian mereka menggunakan smartphone untuk mengakses dan membagikan informasi yang diketahui.

2.2. Pengguna Media Sosial di Indonesia (Facebook)

(11)

Media memperlihatkan pada masyarakat bagaimana standar hidup layak bagi seseorang manusia, sehingga secara tidak langsung menyebabkan masyarakat menilai apakah lingkungan mereka sudah layak atau apakah ia telah memenuhi standar tersebut dan gambaran ini banyak dipengaruhi dari apa yang di lihat, di dengar dan di baca dari media. Pergeseran pola tingkah laku yang di akibatkan oleh media sosial dapat terjadi di lingkungan keluarga, sekolah, dan dalam kehidupan bermasyarakat. Wujud perubahan pola tingkah laku lainnya yaitu gaya hidup.

Dampak yang ditimbulkan media massa bisa beraneka ragam diantaranya terjadinya perilaku yang menyimpang dari norma-norma sosial atau nilai-nilai budaya. Di jaman modern ini umumnya masyarakat menganggap hal tersebut bukanlah hal yang melanggar norma, tetapi menganggap bagian dari trend massa kini. Selain itu juga, perkembangan media sosial yang teramat pesat dan dapat dinikmati dengan mudah mengakibatkan masyarakat cenderung berfikir praktis. Dampak lainnya yaitu adanya kecenderungan makin meningkatnya pola hidup konsumerisme.

2.4. Dampak positif dan negatif facebook 2.4.1. Dampak positif facebook

1) Dapat memberikan edukasi terhadap masyarakat. 2) Membuat forum belajar.

3) Membuat toko online

4) Dapat mengembangkan UKM.

5) Memberikan Informasi yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

2.4.2. Dampak Negatif facebook

1) Terjadinya tindakan kriminalitas yang semakin meningkat. 2) Menghina etnis tertentu.

(12)

BAB V PENUTUP 5.1. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan terhadap warga Griya Kencan II , facebook adalah suatu jejaring sosial yang mempunyai dampak positif dan dampak negatif, tetapi pada dasarnya tergantung pada diri kita dalam menggunakan facebook .

Dalam hal ini media sosial berwajah ganda. Informasi yang sampai kemasyarakat dapat ditanggapi berbeda-beda oleh setiap individu-individu tergantung pada kepentingannya masing-masing serta tergantung dari kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan informasi yang datang secara proporsional.

Dampak yang paling kontras dirasakan dikalangan masyarakat ialah perubahan gaya hidup dan pola tingkah laku yang menuntut masyarakat bersikap serba instant sehingga menyeabkan terjadinya pergeseran nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat.

5.2. Saran

(13)

DAFTAR PUSTAKA

http://ryanjrkamsas.blogspot.co.id/2014/10/perubahan-sosial-pengertian-perubahan.html http://www.apapengertianahli.com/2014/09/pengertian-masyarakat-menurut-para-ahli.html

https://id.techinasia.com/talk/statistik-pengguna-internet-dan-media-sosial-terbaru-di-indonesia/

Referensi

Dokumen terkait

Data lain juga dari Wijaya (2014) bahwa jumlah pengguna aktif internet di Indonesia sekitar 72,7 juta jiwa dengan media sosial yang biasa digunakan adalah Facebook sebesar

Sejak awal pemerintahan Orde Baru hingga di era Reformasi sekarang ini, perkembangan ekonomi Indonesia tampaknya selalu dipengaruhi oleh gejolak harga bahan bakar

pengguna Internet, hal ini yang kemudian membuat Sosial Media dan Internet menjadi tidak terpisahkan. Tidak heran, jika mendengar kata Sosial Media maka pikiran orang orang tentu

Berdasarkan data statistik yang diterbitkan oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) pengguna internet terbanyak pada rentang usia 19-34 tahun, dan

Path memungkinkan pengguna untuk membagikan lokasi berada dengan pengguna lain. Fitur ini dapat tersambung dengan jejaring sosial Foursquare apabila pengguna memiliki akun di

Hasil uji statistik didapatkan nilai p, 0,001 lebih kecil dari 0,005 (0,001 <0,05) sehingga data disimpulkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak yang artinya

Sejak awal pemerintahan Orde Baru hingga di era Reformasi sekarang ini, perkembangan ekonomi Indonesia tampaknya selalu dipengaruhi oleh gejolak harga bahan bakar

Hal ini didukung dengan pembatasan usia pengguna tiktok oleh kementerian komunikasi dengan rentang usia yang dominan pengguna internet dari 13 tahun sampai 64 tahun titik selain itu