KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PANGKALPINANG
NOMOR : 06/Kpts/KPU-Kota-009.436512/2013
TENTANG
PEDOMAN TEKNIS PEMANTAUAN DAN TATA CARA PEMANTAUAN
PADA PEMILIHAN UMUM WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA PANGKALPINANG TAHUN 2013
KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PANGKALPINANG,
Menimbang : a.
b.
c.
bahwa berdasarkan ketentuan Paragraf Keenam Pemantauan Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Pasal 113 dan Pasal 114 Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;
bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 10 ayat (3) huruf c Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, tugas dan wewenang KPU Kabupaten/Kota dalam penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota adalah menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan penyelenggaraan pemilihan bupati/walikota berdasarkan ketentuan peraturan perundangan-undangan;
bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b perlu menetapkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Pangkalpinang tentang Pedoman Teknis Pemantau dan Tata Cara Pemantauan dalam Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang Tahun 2013.
Mengingat : 1.
2.
Undang Nomor 28 Tahun 1959 tentang Penetapan Undang-Undang Darurat Nomor 4 Tahun 1956 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 55, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1091), Undang-Undang Darurat Nomor 5 Tahun 1956 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 56, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1091) dan Undang-Undang Darurat Nomor 6 Tahun 1956 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1956 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1091) tentang Pembentukan Daerah Tingkat II termasuk Kotapraja dalam lingkungan Daerah Tingkat I Sumatera Selatan sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821);
3.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437)sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5234)
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 101, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5246);
Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 92, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4865);
Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 31 Tahun 2008 tentang Kode Etik Penyelenggara Pemilihan Umum ;
Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 64 Tahun 2009 tentang Pedoman Pemantau dan Tata Cara Pemantauan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah;
MEMUTUSKAN :
Menetapkan : KEPUTUSAN KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PANGKALPINANG TENTANG
PEDOMAN TEKNIS PEMANTAUAN DAN TATA CARA PEMANTAUAN PADA PEMILIHAN UMUM WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA PANGKALPINANG TAHUN 2013
PERTAMA : Pedoman Teknis Pemantau dan Tata Cara Pemantauan dalam Pemilihan Umum
Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2013 sebagaimana terdapat dalam lampiran I dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.
KEDUA : Rincian jenis dan bentuk formulir Pemantau dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang Tahun 2013 sebagaimana terdapat dalam Lampiran II dan merupakan bagian tidak terpisahkan dari Keputusan ini.
Memperhatikan : 1. Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Pangkalpinang Nomor :
01/Kpts/KPU-Kota-009.436512/2012 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang Tahun 2013;
KETIGA : Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.
Ditetapkan di Pangkalpinang Pada tanggal 7 Januari 2013
KETUA,
Ttd.
RIWAN NEFO SETIAWAN, S.Ip
Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PANGKALPINANG
Sekretaris,
G.A ZUCHDI, S.H
Lampiran I : Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Pangkalpinang
1. Dalam rangka mewujudkan penyelenggaraan Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang Tahun 2013 yang demokratis dengan menjunjung tinggi prinsip-prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil serta menghasilkan pemimpin yang dapat memajukan, mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan masyarakat Kota Pangkalpinang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pangkalpinang memandang perlu melibatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan pemantauan penyelenggaraan Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang Tahun 2013;
2. Pedoman Teknis Pemantau dan Tata Cara Pemantauan dalam Pemilihan Umum Walikota
dan Wakil Walikota Pangkalpinang Tahun 2013 ini sebagai pedoman bagi Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam negeri yang memiliki akta notaris dan Lembaga berbadan hukum dalam negeri untuk melakukan Pemantauan Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang Tahun 2013.
II. TUJUAN
Pedoman Teknis Pemantau dan Tata Cara Pemantauan Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang Tahun 2013 bertujuan untuk memberikan pedoman mengenai tata cara pemantauan pada Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang Tahun 2013.
III. KETENTUAN UMUM
Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan:
1. Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, selanjutnya disingkat Pemilu Kada adalah Pemilu Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang Tahun 2013 sebagai sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat di Kota Pangkalpinang untuk memilih pasangan Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang masa jabatan 2013-2018 yang diselenggarakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.
2. Pemerintah Kota Pangkalpinang, selanjutnya disebut Pemerintah Kota adalah lembaga penyelenggara pemerintahan di daerah sebagaimana dimaksud didalam Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
3. Komisi Pemilihan Umum Kota Pangkalpinang, selanjutnya disingkat KPU Kota adalah lembaga penyelenggara Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota di tingkat Kota sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.
4. Panitia Pemilihan Kecamatan, selanjutnya disingkat PPK adalah Panitia yang dibentuk oleh KPU Kota untuk membantu menyelenggarakan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota di tingkat Kecamatan dan bersifat sementara.
5. Panitia Pemungutan Suara, selanjutnya disingkat PPS adalah Panitia yang dibentuk oleh KPU Kota untuk membantu menyelenggarakan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota di tingkat Kelurahan dan bersifat sementara.
6. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, selanjutnya disingkat KPPS adalah kelompok yang diangkat dan diberhentikan oleh PPS atas nama Ketua KPU Kota untuk menyelenggarakan pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara.
8. Panitia Pengawas Pemilu Kota Pangkalpinang, selanjutnya disingkat Panwaslu Kota adalah badan yang dibentuk oleh Bawaslu Provinsi yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum.
9. Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan, selanjutnya disingkat Panwaslu Kecamatan adalah panitia yang dibentuk oleh Panwaslu Kota yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota di wilayah Kecamatan.
10. Pengawas Pemilu Lapangan, selanjutnya disingkat PPL adalah petugas yang dibentuk oleh Panwaslu Kecamatan yang bertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota di Kelurahan.
11. Tim Kampanye Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang, selanjutnya disebut Tim Kampanye Pasangan Calon adalah Tim yang dibentuk dan disusun oleh pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota yang telah didaftarkan secara berjenjang kepada KPU Kota Pangkalpinang, PPK, dan PPS.
12. Tempat Pemungutan Suara, selanjutnya disingkat TPS adalah tempat dilaksanakannya pemungutan suara pada hari dan tanggal pemungutan suara yang telah ditetapakan. 13. Pemantau Pemilu Walikota dan Wakil Walikota, selanjutnya disebut Pemantau adalah
pelaksana pemantauan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota yang telah terdaftar dan memperoleh akreditasi dari KPU Kota, meliputi lembaga swadaya masyarakat dan badan hukum dalam negeri.
14. Pemantauan Pemilu adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pemantau.
15. Akreditasi pemberian persetujuan tertulis kepada pemantau yang telah memenuhi persyaratan oleh KPU Kota dengan memberikan sertifikat akreditasi.
16. Kode Etik Pemantau adalah prinsip-prinsip dasar etika pemantau dalam pelaksanaan pemantauan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota.
IV. PENGUMUMAN DAN PENDAFTARAN PEMANTAU
1. KPU Kota memberitahukan dan/atau mengumumkan pendaftaran pemantau melalui
website dan pengumuman di kantor KPU Kota Pangkalpinang.
2. Pemantau wajib mendaftarkan diri dan memperoleh akreditasi dari KPU Kota Pangkalpinang.
V. PERSYARATAN
1. Pemantauan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota dapat dilakukan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat dan badan hukum dalam negeri.
2. Pemantau Pemilu Walikota dan Wakil Walikota sebagaimana dimaksud dalam angka 1, harus memenuhi syarat :
a. Bersifat independent, bebas, non partisan dan tidak mempunyai afiliasi kepada peserta Pemilu Walikota dan Wakil Walikota;
b. Mempunyai sumber dana yang jelas;
c. Terdaftar serta mempunyai sertifikat akreditasi dari KPU Kota;
d. Mempunyai tujuan sesuai dengan asas penyelenggara Pemilu yang demokratis;
e. Mempunyai ketrampilan dan pengalaman dalam bidang pemantauan yang dibuktikan dengan surat pernyataan dari organisasi pemantau yang bersangkutan;
f. Wajib mentaati dan mematuhi semua ketentuan yang telah ditetapkan KPU, KPU Provinsi dan KPU Kota berkenaan dengan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota, kode etik Pemantau dan segala peraturan perundang-undangan.
VI. TATA CARA PENDAFTARAN DAN AKREDITASI
1. Untuk menjadi Pemantau Pemilu Walikota dan Wakil Walikota lembaga swadaya masyarakat dan badan hukum dalam negeri mendaftarkan kepada KPU Kota dengan mengisi formulir pendaftaran yang disediakan KPU Kota.
2. Menyerahkan formulir pendaftaran dengan menyertakan : a. Akta pendirian organisasi pemantau pemilu;
b. Susunan pengurus dan jumlah anggota pemantau dilengkapi dengan data nama, alamat dan pekerjaan serta melampirkan 2 (dua) pasfoto diri terbaru ukuran 4 x 6 berwarna;
d. Surat pernyataan bahwa pemantau Pemilu Walikota dan Wakil Walikota yang bersangkutan bersifat independen yaitu tidak mempunyai afiliasi kepada peserta Pemilu Walikota dan Wakil Walikota;
e. Menyebutkan sumber dana yang jelas dan jumlah dana yang dimiliki;
3. KPU Kota meneliti kelengkapan administrasi dan selanjutnya memberikan atau tidak memberikan persetujuan kepada calon pemantau Pemilu Walikota dan Wakil Walikota dengan mekanisme sebagai berikut :
a. Calon pemantau menyerahkan formulir dan dokumen pendaftaran;
b. KPU Kota melaksanakan penelitian dan verifikasi terhadap dokumen Pemantau Pemilu Walikota dan Wakil Walikota dan selambat-lambatnya 3 (tiga) hari memberitahukan hasilnya kepada calon Pemantau Pemilu Walikota dan Wakil Walikota yang mendaftar;
c. Bagi calon Pemantau Pemilu Walikota dan Wakil Walikota yang belum memenuhi persyaratan diberikan kesempatan selama 7 (tujuh) hari untuk melengkapinya; d. KPU Kota memberikan akreditasi bagi pemantau yang memenuhi syarat dan
selanjutnya diberitahukan kepada PPK, PPS, dan KPPS;
e. KPU Kota memberi tanda pengenal pemantau bagi anggota pemantau;
4. Calon Pemantau Pemilu Walikota dan Wakil Walikota yang tidak memenuhi kelengkapan persyaratan administrasi sebagaimana dimaksud pada angka 2, tidak dapat melakukan pemantauan pemilu dan tidak diberikan sertifikat akreditasi.
5. Dalam melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud pada angka 3, KPU Kota dapat membentuk Panitia Akreditasi.
6. Pemantau Pemilu yang telah mendapatkan akreditasi dari KPU/KPU Provinsi untuk memantau Pemilu anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi DPRD Kabupaten/Kota dan Pemilu Presiden dan Wakil Presiden diwajibkan mendaftarkan ulang kembali.
VII. TANDA PENGENAL
1. Dalam melaksanakan tugas pemantauan, setiap anggota lembaga pemantau wajib memakai kartu tanda pengenal pemantau yang dikeluarkan KPU Kota.
2. Kartu Tanda Pengenal Pemantau sebagaimana dimaksud pada angka 1 memuat informasi
tentang:
a. Nama dan alamat Lembaga Pemantau yang memberi tugas; b. Nama anggota pemantau yang bersangkutan;
c. Pasfoto diri terbaru anggota pemantau yang bersangkutan ukuran 4 cm x 6 cm berwarna;
d. Wilayah kerja pemantauan; e. Nomor dan tanggal akreditasi;
VIII. TAHAPAN PEMILU YANG PERLU DIPANTAU
Tahapan pelaksanaan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota, meliputi: 1. Pemutakhiran data pemilih dan penyusunan daftar pemilih; 2. Pendaftaran bakal pasangan calon;
1. Pemantau Pemilu berkewajiban melaporkan hasil pemantauannya kepada KPU Kota dan
kepada masyarakat.
2. Penyampaian hasil pemantauan kepada masyarakat dilakukan setelah menyampaikan laporan kepada KPU Kota.
3. Laporan hasil pemantauan disusun secara sistematis, objektif, akurat, berimbang dan tidak memihak, serta kebenarannya dapat diverifikasi.
Kode Etik Pemantau adalah sebagai berikut: 1. Non partisan dan netral
Pemantau menjaga sikap independen, non partisan dan tidak memihak (impartial); 2. Tanpa Kekerasan (nonviolence)
Pemantau tidak membawa senjata, bahan peledak, atau senjata tajam, selama melaksanakan pemantauan;
3. Menghormati Peraturan Perundang-Undangan
Pemantau menghormati segala peraturan perundang-undangan yang berlaku;
4. Kesukarelaan
Pemantau dalam menjalankan tugasnya secara sukarela dan penuh rasa tanggung jawab; 5. Integritas
Pemantau tidak melakukan provokasi yang dapat mempengaruhi pelaksanaan hak dan kewajiban penyelenggara Pemilu Walikota dan Wakil Walikota dan Pemilih;
6. Kejujuran
Pemantau melaporkan hasil pemantauannya secara jujur sesuai dengan fakta yang ada; 7. Obyektif
Pemantau melakukan pemantauan secara obyektif sesuai dengan tujuan pemantauan; 8. Kooperatif
Pemantau tidak mengganggu penyelenggaraan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota dalam melaksanakan tugas pemantauannya;
9. Transparan
Pemantau terbuka dalam melaksanakan tugas pemantauan dan bersedia menjelaskan metode, data, analisis dan kesimpulan berkaitan dengan laporan pemantauannya;
10. Kerahasiaan
Pemantau menjaga kerahasiaan dokumen lembaga sampai diizinkan oleh lembaga pemantauannya setelah terlebih dahulu melaporkannya kepada KPU Kota;
11. Kemandirian
Pemantau mandiri dalam pelaksanaan tugas pemantauan tanpa mengharapkan pelayanan dari penyelenggaraan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota dan/atau Pemerintah Kota; 12. Komprehensif dan relevan
Pemantau berusaha membuat kesimpulan tentan pemantauan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota secara komprehensif dan memperhatikan faktor-faktor yang relevan yang keseluruhannya dilaporkan kepada KPU Kota.
XI. HAK PEMANTAU
Pemantau mempunyai hak:
1. Mendapatkan akses di wilayah pemantauan sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan;
2. Mendapatkan perlindungan hukum dan keamanan;
3. Mengamati dan mengumpulkan informasi jalannya proses pelaksanaan Pemilu Walikota
dan Wakil Walikota dari tahap awal sampai tahap akhir;
4. Berada dilingkungan TPS pada hari dan tanggal pemungutan suara dan memantau jalannya proses pemungutan dan penghitungan suara sesuai dengan ketentuan;
5. Mendapatkan akses informasi dari KPU Kota;
6. Menggunakan perlengkapan untuk mendokumentasikan kegiatan pemantauan sepanjang
berkaitan dengan pelaksanaan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota;dan
7. Melaporkan setiap pelanggaran Pemilu Walikota dan Wakil Walikota kepada Panwaslu Kota, Panwaslu Kecamatan, dan Pengawas Pemilu Lapangan.
XII. KEWAJIBAN PEMANTAU
Pemantau mempunyai kewajiban:
1. Mematuhi Kode Etik Pemantau sebagaimana dimaksud dalam angka X;
2. Mematuhi permintaan untuk meninggalkan atau tidak memasuki daerah atau tempat tertentu atau untuk meninggalkan tempat pemungutan suara atau tempat penghitungan suara dengan alasan keamanan;
3. Menanggung sendiri semua biaya selama kegiatan pemantauan berlangsung;
4. Membantu pemilih dalam merumuskan pengaduan yang akan disampaikan kepada
5. Menyampaikan hasil pemantauan mengenai pemungutan dan penghitungan suara kepada KPU Kota dan kepada masyarakat sebelum pengumuman hasil pemungutan suara;
6. Menghormati peranan, kedudukan, dan wewenang penyelenggara Pemilu Walikota dan Wakil Walikota serta menunjukkan sikap hormat dan sopan kepada pihak penyelenggara Pemilu Walikota dan Wakil Walikota dan kepada pemilih;
7. Melaksanakan perannya sebagai Pemantau secara tidak berpihak dan obyektif;
8. Memastikan bahwa informasi yang dikumpulkan dan laporannya disusun secara sistematis, akurat dan dapat diverifikasi;
9. Melaporkan secara tertulis seluruh hasil pemantauan kepada KPU Kota paling lambat 7 (tujuh) hari setelah pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih;
XIII. LARANGAN
Pemantau dilarang :
1. Melakukan provokasi yang secara langsung dapat mempengaruhi dan mencampuri hak dan kewajiban penyelenggara Pemilu Walikota dan Wakil Walikota serta hak dan kewajiban Pemilih;
2. Mengganggu jalannya pelaksanaan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota;
3. Menunjukkan sikap dan perilaku yang memihak kepada peserta Pemilu Walikota dan Wakil Walikota;
4. Menggunakan seragam, warna atau atribut lain yang memberi kesan mendukung atau menolak peserta Pemilu Walikota dan Wakil Walikota;
5. Menerima hadiah atau fasilitas apapun dari peserta Pemilu Walikota dan Wakil Walikota; 6. Mencampuri dengan cara apapun kegiatan pihak-pihak yang berwenang dalam Pemilu
Walikota dan Wakil Walikota dan peserta Pemilu Walikota dan Wakil Walikota;
7. Menyentuh perlengkapan/alat pelaksanaan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota termasuk surat suara tanpa persetujuan petugas Pemilu Walikota dan Wakil Walikota; 8. Membawa senjata atau bahan/alat peledak selama melakukan tugas pemantauan;
9. Berkomunikasi dengan pemilih pada hari dan tanggal pemungutan suara dengan tujuan mempengaruhi suaranya atau dengan cara lain yang mengganggu kerahasiaan atau mengganggu jalannya proses pemungutan dan penghitungan suara, serta masuk secara tidak sah kedalam bilik pemberian suara;
10. Menyampaikan pengumuman atau pernyataan yang bersifat memihak tentang hasil Pemilu Walikota dan Wakil Walikota;
11. Melakukan kegiatan lain selain yang berkaitan dengan Pemantauan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota;
12. Menyampaikan laporan pemantauan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota kepada pihak
lain, sebelum menyampaikan laporan Pemantauan Pemilu Walikota dan Wakil Walikota kepada KPU Kota;
XIV. SANKSI
Dalam hal Pemantau Pemilu Walikota dan Wakil Walikota melanggar kewajiban dan larangan, maka Pemantau Pemilu Walikota dan Wakil Walikota dikenakan sanksi:
1. Pemantau yang melanggar kode etik, kewajiban dan larangan Pemantau, dicabut haknya sebagai Pemantau Pemilu Walikota dan Wakil Walikota oleh KPU Kota;
2. Perseorangan dan atau lembaga dapat melaporkan pelanggaran kode etik, kewajiban dan larangan Pemantau yang dilakukan Pemantau Pemilu kepada KPU Kota untuk ditindaklanjuti;
3. Laporan sebagaimana dimaksud pada angka 2, dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh pelapor dengan alamat yang jelas dan disampaikan kepada KPU Kota;
4. Pelanggaran atas kewajiban dan larangan yang bersifat tindak pidana dan/atau perdata dikenakan sanksi sesuai peraturan perundang-undangan;
XV. PENUTUP
Pemantau Pemilu bertanggung jawab sendiri atas semua rencana dan dukungan biaya dalam pelaksanaan kegiatannya serta tidak diperkenankan menggunakan barang-barang inventaris KPU, KPU Provinsi, dan KPU Kota.
Ditetapkan di Pangkalpinang Pada tanggal 7 Januari 2013
KETUA,
Ttd.
RIWAN NEFO SETIAWAN, S.Ip
Salinan sesuai dengan aslinya SEKRETARIAT KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PANGKALPINANG
Sekretaris,
G.A ZUCHDI, S.H NIP. 19570503 198103 1 012
Lampiran I : Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kota Pangkalpinang
Nomor : 06/Kpts/KPU-Kota-009.436512/2013
Tanggal : 7 Januari 2013
RINCIAN JENIS DAN BENTUK FORMULIR PEMANTAU
DALAM PEMILIHAN UMUM WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA PANGKALPINANG TAHUN 2013
Surat Pernyataan Sebagai Pemantau Pemilu Walikota dan Wakil Walikota yang bersifat Independen dan Tidak Mempunyai Afiliasi Kepada Calon Peserta dan/atau Peserta Pemilu Walikota dan Wakil Walikota
Tanda Pengenal Pemantau Pemilu Walikota dan Wakil Walikota
FORMULIR PEMANTAU PEMILIHAN UMUM WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA PANGKALPINANG TAHUN 2013
Yang bertanda tangan di bawah ini Kami dari organisasi pemantau :
1. Nama Pemantau
Demikian keterangan ini Kami buat dengan sebenar-benarnya apabila isian formulir tersebut diatas tidak benar, Kami bersedia menanggung akibat hukumnya dan Kami berkewajiban mentaati dan mematuhi segala ketentuan yang telah ditetapkan oleh KPU Kota.
KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PANGKALPINANG
KARTU AKREDITASI
PEMANTAU PEMILU WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA PANGKALPINANG TAHUN 2013
NAMA PEMANTAU : ………
NOMOR AKREDITASI : ………
ALAMAT PEMANTAU : ………
NAMA ANGGOTA PEMANTAU : ………
ALAMAT RUMAH ANGGOTA PEMANTAU : ………
………
WILAYAH PEMANTAUAN : ………
KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PANGKALPINANG
KETUA PANITIA AKREDITASI
MODEL PEMANTAU-2
Pas Foto
SURAT PERNYATAAN
MENGENAI SUMBER DANA PEMANTAUAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama : ………
Jabatan : ………
Menyatakan bahwa Pemantau Pemilu ……… memiliki dana sebesar ……….. yang berasal dari ………..
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya, dan jika dikemudian hari ternyata pernyataan yang saya buat tidak benar, maka saya bersedia dituntut di muka pengadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pangkalpinang, ………2013
( Nama Jelas )
MODEL PEMANTAU-3
Cap
SURAT PERNYATAAN
SEBAGAI PEMANTAU PEMILU WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA YANG BERSIFAT INDEPENDEN DAN TIDAK MEMPUNYAI AFILIASI
KEPADA PESERTA PEMILU WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA PANGKALPINANG TAHUN 2013
menyatakan bahwa Lembaga Pemantau Pemilu……… ……… adalah Lembaga yang independen dan tidak memihak kepentingan manapun.
Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya, dan jika dikemudian hari ternyata pernyataan yang saya buat tidak benar, maka saya bersedia dituntut di muka pengadilan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Pangkalpinang, ………2013
( Nama Jelas )
MODEL PEMANTAU-4
Cap
TANDA PENGENAL PEMANTAU
PEMILIHAN UMUM WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA PANGKALPINANG TAHUN 2013
MODEL PEMANTAU-5
KOMISI PEMILIHAN UMUM
KOTA PANGKALPINANG
PEMANTAU PEMILU WALIKOTA DAN WAKIL WALIKOTA
PANGKALPINANG TAHUN 2013
NAMA ORGANISASI : ……….
ALAMAT : ……….
NAMA PEMANTAU : ……….
WILAYAH PEMANTAUAN : ……….
Pangkalpinang, ………2013
KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PANGKALPINANG
KETUA,
RIWAN NEFO SETIAWAN, S.Ip
NOMOR :
KOMISI PEMILIHAN UMUM KOTA PANGKALPINANG MENYATAKAN BAHWA :
……….
Telah memenuhi Pasal 113 Undang-Undang Nomor Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 dan Pasal 117 Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 Pemilihan, Pengesahan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2008 serta Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 64 Tahun 2009 tentang Pedoman Pemantau dan Tata Cara Pemantauan Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Dan kepadanya diberikan AKREDITASI Sebagai
Pemantau Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Pangkalpinang Tahun 2013
Pangkalpinang, ………..2013
KETUA,
RIWAN NEFO SETIAWAN, S.Ip