• Tidak ada hasil yang ditemukan

Produksi Bunga Dan Biji Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Pada Beberapa Konsentrasi GA3 Dan Dosis Fosfor

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Produksi Bunga Dan Biji Bawang Merah (Allium Ascalonicum L.) Pada Beberapa Konsentrasi GA3 Dan Dosis Fosfor"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1.

DESKRIPSI TANAMAN BAWANG MERAH VARIETAS MEDAN

Asal : Lokal Samosir

Tipe Tumbuh : Determinate Tinggi Tanaman : 26,9 - 41,3 cm Sifat Alami : Mudah Berbunga Bentuk Daun : Silindris Berlubang Warna Daun : Hijau

Jumlah Daun : 22 - 43 helai

Bentuk Bunga : Seperti payung berwarna putih Umur Berbunga : 52 hari

Umur Panen : 70 hari Jumlah Anakan : 6 - 12 umbi

Banyak Bunga : 9 - 120 per tangkai Banyak Buah : 6 - 80 per tangkai

Bentuk Biji : Bulat, gepeng, dan berkeriput

Warna Biji : Hitam

Bentuk Umbi : Bulat dengan ujung meruncing Warna Umbi : Merah

Produksi Umbi Kering : 7,4 ton per hektar Susut umbi (basah-kering) : 24,7 %

Ketahanan terhadap penyakit : - Cukup tahan terhadap penyakit busuk umbi (Botritis alli)

- Peka terhadap penyakit busuk daun (Phytopthora porri) Keterangan : Baik untuk dataran rendah dan datarn tinggi

Peneliti : - Hendro Sunarjono - Prasojo

- Darliah

- Nasrun Horizon Arbain Nomor SK Mentan : 595/pts/TP/290/8/1984

(2)
(3)

20 cm

X X X X X

15 cm

X X X X X

X X X X X

X X X X X

X X X X X

Lampiran 3. Bagan Penanaman Pada Plot

120 cm

100 cm

(4)

Lampiran 4. Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Penelitian

JENIS KEGIATAN MINGGU KE-

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 1. Persiapan Lahan X

2. Pembuatan plot dan saluran

X

Penyiraman Disesuaikan dengan kondisi lapangan

Penyulaman X

Pemupukan X X

Penyiangan Disesuaikan dengan kondisi lapangan Pembumbunan Disesuaikan dengan kondisi lapangan Pengendalian Hama dan

Bobot kering umbi per rumpun X

(5)
(6)
(7)
(8)

Perlakuan BLOK Total Rataan

Lampiran 9. Sidik ragam panjang tanaman 2 MST

(9)

Lampiran 10. Data pengamatan panjang tanaman 3 MST (cm)

Perlakuan BLOK Total Rataan

I II III

Lampiran 11. Sidik ragam panjang tanaman 3 MST

(10)

Perlakuan BLOK Total Rataan

Lampiran 13. Sidik ragam panjang tanaman 4 MST

(11)

Lampiran 14. Data pengamatan panjang tanaman 5 MST (cm)

Perlakuan BLOK Total Rataan

I II III

Lampiran 15. Sidik ragam panjang tanaman 5 MST

(12)

Perlakuan BLOK Total Rataan

Lampiran 17. Sidik ragam panjang tanaman 6 MST

(13)

Lampiran 18. Data pengamatan panjang tanaman 7 MST (cm)

Perlakuan BLOK Total Rataan

I II III

Lampiran 19. Sidik ragam panjang tanaman 7 MST

(14)

Perlakuan Blok Total Rataan

Lampiran 21. Sidik ragam jumlah daun 2 MST

(15)

Lampiran 22. Data pengamatan jumlah daun 3 MST helai)

Perlakuan Blok Total Rataan

I II III

Lampiran 23. Sidik ragam jumlah daun 3 MST

(16)

Perlakuan Blok Total Rataan

Lampiran 25. Sidik ragam jumlah daun 4 MST

(17)

Lampiran 26. Data pengamatan jumlah daun 5 MST (helai)

Perlakuan Blok Total Rataan

I II III

Lampiran 27. Sidik ragam jumlah daun 5 MST

(18)

Perlakuan Blok Total Rataan

Lampiran 29. Sidik ragam jumlah daun 6 MST

(19)

Lampiran 30. Data pengamatan jumlah daun 7 MST (helai)

Perlakuan Blok Total Rataan

I II III

Lampiran 31. Sidik ragam jumlah daun 7 MST

(20)

Perlakuan Blok Total Rataan

Lampiran 33. Sidik ragam jumlah anakan per rumpun

(21)

Lampiran 31. Data pengamatan persentase tanaman berbunga per plot (%)

Perlakuan Blok Total Rataan

I II III

Lampiran 32. Sidik ragam persentase tanaman berbunga per plot

(22)

Lampiran 33. Data pengamatan (transformasi data arc sin √X) persentase tanaman berbunga per plot (%)

Perlakuan Blok Total Rataan

(23)

Lampiran 35. Data pengamatan jumlah umbel per sampel (umbel)

Perlakuan BLOK Total Rataan

I II III Lampiran 36. Sidik ragam jumlah umbel per sampel

(24)

Lampiran 36. Data pengamatan (transformasi data √X+0,5) jumlah umbel per sampel (umbel)

Perlakuan BLOK Total Rataan

I II III

(25)

Lampiran 38. Data pengamatan bobot biji per sampel (g)

Perlakuan Ulangan Total Rataan

1 2 3

Lampiran 39. Sidik ragam bobot biji per sampel

(26)

Lampiran 40. Data pengamatan (transformasi data √X+0,5 ) bobot biji per sampel (g)

Perlakuan BLOK Total Rataan

I II III Lampiran 41. Sidik ragam (transformasi data √X+0,5) bobot biji

(27)

Lampiran 42. Data pengamatan bobot biji per umbel (g)

Perlakuan BLOK Total Rataan

I II III

Lampiran 43. Sidik ragam bobot biji per umbel

(28)

Lampiran 43. Data pengamatan (transformasi data √X+0,5) bobot biji per umbel (g)

Perlakuan BLOK Total Rataan

I II III

(29)

Lampiran 45. Data pengamatan bobot biji per plot (g)

Perlakuan BLOK Total Rataan

I II III

Lampiran 46. Sidik ragam bobot biji per plot

(30)

Lampiran 47. Data pengamatan (transformasi data √X+0,5) bobot biji per plot (g)

Perlakuan BLOK Total Rataan

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Loso., dkk (2010) pertanaman bawang merah di sekitar kawasan Danau Toba tidak berkembang bahkan cenderung menurun akibat dari serangan hama dan penyakit,

Pemanfaatan Radiasi Sinar Gamma (Co-60) untuk Peningkatan Pertumbuhan dan Ketahanan Tanaman Kedelai terhadap Penyakit Pustul Daun.. Bawang Merah Budidaya Dan

Pengangkatan Lilit Batang X Pengendalian Hama dan penyakit Disesuaikan dengan kondisi di

Simulasi model penyebaran hama dan penyakit pada bawang merah Palu dilakukan menggunakan perangkat lunak Maple13 dengan memberikan nilai – nilai awal kelompok populasi ulat (U)

Penyiangan Satu kali seminggu dan disesuaikan dengan kondisi media tanam dan lahanc. Pengendalian hama dan penyakit Satu kali seminggu dan disesuaikan dengan

Dan macam varietas juga mempunyai pengaruh sangat nyata terhadap berat umbi bawang merah per tanaman, namun pengaruh perlakuan konsentrasi GA 3 menunjukkan

Penyiraman Disesuaikan dengan kondisi lahan Penyulaman Disesuaikan dengan kondisi lahan Penyiangan Disesuaikan dengan kondisi lahan Pengendalian hama

Perlakuan dosis pemupukan dan waktu penyiangan gulma berpengaruh nyata pada jumlah umbi per rumpun, bobot segar umbi per rumpun, bobot kering umbi per rumpun dan hasil panen per ha..