• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prinsip IV : Penyimpanan Ikan Asin yang Sudah Jadi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "Prinsip IV : Penyimpanan Ikan Asin yang Sudah Jadi"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran 1. Lembar ObservasiHigiene Sanitasi Pembuatan Ikan Asin di Kota Sibolga Tahun 2012

Lembar Observasi

Higiene Sanitasi Pembuatan Ikan Asin di Kota Sibolga Tahun 2012

Nama Pemilik Usaha :

Umur :

Pendidikan :

Lokasi :

Lama Usaha :

Pernah Mendapatkan Pelatihan :

No. Objek Pengamatan Kategori Keterangan

Ya Tidak Prinsip I : Pemilihan Bahan Baku Ikan Asin

1. Bahan pembuat ikan asin dalam keadaan segar dan tidak busuk

2. Bahan pembuatan ikan asin masih baik dan utuh 3. Bahan pembuatan ikan asin di peroleh dari tempat

penjualan yang diawasi pemerintah

Prinsip II : Penyimpanan Bahan Baku Ikan Asin 4. Tempat penyimpanan bahan baku dalam keadaan

bersih

5. Tempat penyimpanan ikan tertutup

6. Tempat penyimpanan bahan baku terpisah dengan bahan jadi

Prinsip III : Pengolahan Ikan Asin Penjamah Makanan

7. Penjamah makanan tidak menderita penyakit menular : batuk, pilek, influenza, diare

(2)

menutup mulut saat mengolah ikan

10. Mencuci tangan setiap kali hendak menangani makanan

11. Tidak sambil merokok

12. Tidak sambil menggaruk anggota badan (telinga, hidung, mulut, atau bagian lainnya)

13. Tidak batuk atau bersin saat pengolahan ikan 14. Tidak menggunakan perhiasan

15. Tidak bercakap-cakap saat mengolah ikan Cara Pengolahan Ikan Asin

16. Menggunakan air bersih saat mencuci ikan 17. Menggunakan garam sesuai takaran

18. Penjemuran ikan dilakukan diatas wadah yang bersih

19. Pada saat penjemuran, ikan terhindar dari debu 20. Pada saat penjemuran, ikan terhindar dari lalat Peralatan Pengolahan Ikan Asin

21. Peralatan yang digunakan dicuci dahulu sebelum digunakan dalam setiap pengolahan

22. Peralatan yang telah dipakai dicucidengan sabun dan air yang mengalir

23 Peralatan yang telah dipakai dicuci dengan air yang mengalir

24. Peralatan yang digunakan tidak dalam keadaan rusak dan tidak menimbulkan pencemaran terhadap makanan, tidak mengeluarkan zat beracun dan mudah dibersihkan.

25. Menggunakan pisau yang tajam saat menyiangi dan membelah ikan

Tempat Pengolahan Ikan Asin

26. Tempat pengolahan mempunyai ventilasi yang cukup baik

27. Lantai terbuat dari bahan yang mudah dibersihkan, tidak licin, rata, dan kedap air

28. Atap rapat air, tidak bocor, cukup landai, tidak menjadi sarang tikus atau serangga lainnya

29. Ruangan bebas vektor (lalat, tikus,dll)

30 Tersedia tempat mencuci tangan dan peralatan 31. Tersedia tempat pembuangan sampah tertutup 32. Memiliki SPAL tertutup dari bahan kedap air 33. Tersedia air bersih yang cukup

(3)

makanan jadi

35. Tempat penyimpanan dalam keadaan bersih 36. Tempat penyimpanan tertutup dengan baik Prinsip V : Penangkutan Ikan Asin

37. Tersedia tempat khusus untuk mengangkut makanan jadi

38. Ikan diangkut dalam keadaan tertutup

39 Ikan asin diangkut dengan menggunakan kendaraan yang dalam keadaan bersih

Prinsip VI : Penyajian Ikan Asin 40. Wadah penyajian harus bersih 41. Wadah penyajian harus kering

42. Tempat/wadah penyajian bebas dari debu 43. Ikan asin disajikan dalam keadaan tertutup

(4)

Lampiran 2. Kuesioner Penelitian Pembuatan Ikan Asin di Kota Sibolga Tahun 2012

KUESIONER PENELITIAN

Pembuatan Ikan Asin di Kota Sibolga Tahun 2012

No. Sampel`` :

Nama Pemilik Usaha :

Lokasi :

Jenis Ikan yang Diproduksi :

Jumlah Produksi :

Jenis Ikan yang Didistribusikan ke Luar Daerah :

1. Bahan-bahan apa yang anda gunakan untuk mengawetkan ikan? a. Garam dan tawas

b. Garam dan formalin c. Hanya garam saja

2. Apakah yang anda ketahui tentang tawas? a. Tawas adalah bahan penjernih air

b. Tawas adalah bahan yang beraroma cukup menyengat dan bersifat antibakteri. c. Tawas adalah bahan yang dipakai untuk merontokkan kotoran pada ikan

berukuran besar yang sudah mulai rusak. 3. Apakah yang anda ketahui tentang formalin?

a. Formalin adalah bahan untuk mengawetkan mayat.

b. Formalin adalah cairan jernih yang tidak berwarna dengan bau yang menusuk, uapnya merangsang selaput lendir hidung dan tenggorokan.

(5)

4. Penggunaan tawas 1. Apa alasan anda

menggunakan tawas?

a. Memperpanjang daya simpan ikan

b. Mempercepat pengeringan c. Membuat tampilan ikan putih

bersih

Catatan :

2. Pada saat kapan

penggunaan tawas pada ikan asin?

a. Pada saat penggaraman b. Pada saat pencucian ikan

setelah penggaraman c. Pada saat pengeringan 3. Berapa lama waktu yang

dibutuhkan untuk

pengeringan ikan dengan penambahan tawas?

a. 1 hari b. 2 hari c. >2hari 4. Berapa lama daya tahan

ikan dengan penggunaan tawas?

a. <1 bulan b. 1-2 bulan c. >2 bulan 5. Penggunaan formalin

1. Apa alasan anda

menggunakan formalin?

a. Memperpanjang daya simpan ikan

b. Mempercepat pengeringan c. Membuat tampilan ikan putih

bersih

Catatan :

2. Pada saat kapan

penggunaan formalin pada ikan asin?

a. Pada saat penggaraman b. Pada saat pencucian ikan

setelah penggaraman c. Pada saat pengeringan 3. Berapa lama waktu yang

dibutuhkan untuk

pengeringan ikan dengan penambahan formalin?

a. 1 hari b. 2 hari c. >2hari 4. Berapa lama daya tahan

ikan dengan penggunaan formalin?

(6)

6. Tanpa penggunaan bahan pengawet 1. Apa alasan anda tidak

menggunakan bahan pengawet?

a. Dengan hanya menggunakan garam sudah cukup untuk mengawetkan ikan

b. Penggunaan bahan pengawet lainnya (tawas dan formalin) dilarang

c. Tidak ingin menambah biaya produksi

Catatan :

2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk

pengeringan ikan tanpa penambahan bahan pengawet?

a. 1 hari b. 2 hari c. >2hari

3. Berapa lama daya tahan ikan tanpa penggunaan bahan pengawet?

a. <1 bulan b. 1-2 bulan c. >2 bulan

7. Apa yang anda ketahui mengenai dampak penggunaan tawas pada makanan terhadap kesehatan?

a. Gangguan pencernaan (diare, mual, muntah) b. Iritasi organ pencernaan

c. Kanker (hati dan ginjal)

8. Apa yang anda ketahui mengenai dampak penggunaan formalin pada makanan terhadap kesehatan?

a. Gangguan pencernaan (diare, mual, muntah) b. Radang tenggorokan

c. Kanker (hati dan ginjal)

9. Dimana lokasi penjemuran ikan asin?

(7)

Lampiran 3. Lembar Wawancara Pengawasan LEMBAR WAWANCARA

Pengawasan Dinas Kesehatan Kota Sibolga Terhadap Tempat Produksi dan Hasil Produksi Ikan Asin Di Kota Sibolga Tahun 2012

Nama :

Umur :

Jabatan :

1. Apakah Dinas Kesehatan Kota Sibolga pernah melakukan pengawasan terhadap tempat-tenpat produksi ikan asin di Kota Sibolga?

Jika tidak, berikan alasan dan lanjut ke pertanyaan No. 3

2. Pengawasan yang bagaimana yang telah dilakukan Dinas Kesehatan Kota SibolgaTerhadap tempat-tempt produksi ikan asin tersebut?

3. Apakah pengawasan tersebut rutin dilakukan?

4. Apakah Dinas Kesehatan Kota Sibolga pernah melakukan pemeriksaan terhadap hasil produksi ikan asin di Kota Sibolga?

*Jika tidak, berikan alasan.

5. Jika ya, bagaimana hasil yang diperoleh, apakah ikan asin tersebut sesuai dengan Permenkes RI No. 1168/Menkes/PER/X/1999?

(8)

Lampiran 4. Dokumentasi Penelitian

Gambar 1. Pemilihan Bahan Baku Ikan Asin

(9)
(10)

Gambar 4. Pengolahan Ikan Asin (Penggaraman)

(11)

Gambar 6. Pengolahan Ikan Asin (Penjemuran)

(12)

Gambar 8. Pengangkutan Ikan Asin

(13)
(14)

Gambar Sampel Ikan Asin

Gambar 12. Ikan Asin Tamban

Gambar 14. Ikan Asin Pinang-pinang

Gambar 16. Ikan Asin Kepala Batu

Gambar 18. Ikan Asin Perak

Gambar 13. Ikan Asin Gembung

Gambar 15. Ikan Asin Pandan-pandan

Gambar 17. Ikan Asin Maning

Gambar

Gambar 1. Pemilihan Bahan Baku Ikan Asin
Gambar 3. Pengolahan Ikan Asin (Penyiangan)
Gambar 4. Pengolahan Ikan Asin (Penggaraman)
Gambar 6. Pengolahan Ikan Asin (Penjemuran)
+4

Referensi

Dokumen terkait

Skripsi dengan judul Penggunaan Berbagai Jenis Bahan Kemasan dalam Mempertahankan Mutu Ikan Asin Patin (Pangasills lzypoplztlzalmlls) Selama Penyimpanan ini dibuat dalam rangka

Kegunaan penelitian ini adalah sebagai informasi, referensi dan bahan acuan dalam upaya meningkatkan keamanan pangan produk ikan asin kering yang dipasarkan di

Uji organoleptik yang dilakukan oleh panelis dengan indikator penilaian warna, tekstur dan aroma respon tertinggi pada ikan asin dengan jenis gerih abang (A1)

Nilai kenampakan ikan teri galer asin kering dalam Tabel 2 menunjukkan perlakuan dengan penambahan asap cair pada penyimpanan hari ke 14 ialah 7,00±1,39, sedangkan

Pemutih merupakan bahan tambahan pangan yang seringkali digunakan pada ikan asin dan produk olahan lainnya, dengan maksud karakteristik warna putih yang merupakan ciri khas ikan

Nilai kenampakan ikan teri galer asin kering dalam Tabel 2 menunjukkan perlakuan dengan penambahan asap cair pada penyimpanan hari ke 14 ialah 7,00±1,39, sedangkan

Setelah dilakukan pengamatan secara ciri fisik pada sampel ikan asin di pasar tradisional Kedungprahu ditemukan sampel ikan asin dengan ciri warna cerah atau keputihan yang terindikasi

KESIMPULAN Dari penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa dalam ikan asin olahan nelayan Kota Bengkulu tidak terdapat kandungan yodium dan produknya belum sesuai dengan