GEMPA BUMI di indonesia SEISME

10 

Teks penuh

(1)

GEMPA BUMI (SEISME)

Pengertian Gempa Bumi

Gerakan keras dan terjadi secara tiba – tiba dibawah permukaan bumi disebut gempa bumi. Kadangkala bumi bergoncang hebat, sehingga bangunan rumah dan gedung – gedung runtuh, jalan dan jembatan rusak serta saluran air dan kawat listrik putus. Gempa merupakan peristiwa alam yang sangat menghancurkan. Gempa terjadi tidak dengan peringatan atau tanda – tanda awal, tetapi berlangsung begitu saja. Getaran dahsyat dapat

mengguncang dan membelah bumi. Akibatnya, bangunan – bangunan dipermukaan bumi rusak dan hancur

Jenis – jenis Gempa Bumi

Gempa bumi terjadi oleh beberapa penyebab. Secara umum, penyebab gempa bumi dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis yaitu tektonik, vulkanik, dan runtuhan.

1. Gempa Tektonik

Kebanyakan gempa bumi terjadi disebabkan oleh gejala tektonik, yaitu gerakan – gerakan sepanjang sesar atau retakan kerak

bumi. Gejala tektonik ini merupakan bagian yang dipelajari dalam teori lempeng tektonik. Menurut teori lempeng tektonik

pembentukan batuan baru terus – menerus berlangsung pada lapisan kerak bumi. Materi batuan dari bagian bumi yang sangat dalam muncul di sepanjang punggung bukit di dasar laut.

(2)

2. Gempa Vulkanik

Gempa yang menggoncang bumi dapat ditimbulkan oleh gejala vulkanik atau gunung api. Letusan gunung api terjadi disebabkan oleh aliran magma dari dalam bumi menerobos keatas pada

lapisan kerak bumi. Gempa vulkanik mungkin terasa sangat keras didaerah sekeliling gunung api. Pengaruh gempa vulkanik tidak sampai dalam radius jarak yang jauh. Intensitas gempa biasanya lemah sampai sedang.

3. Gempa runtuhan

Selain gempa tektonik dan gempa vulkanik, gempa bumi dapat terjadi karena runtuhan lapisan batuan bagian atas. Kegiatan penambangan bawah tanah menyisakan rongga-rongga dibawah tanah. Rongga-rongga bawah tanah yang berupa gua-gua juga dapat terbentuk oleh pelarutan batuan kapur. Apabila rongga-rongga bawah tanah itu runtuh,bumi akan bergetar. Gempa jenis ini bersifat lokal dan kekuatannya paling lemah bila dibandingkan kedua gempa di atas.

Gelombang Seismik

Gempa yang mengguncang bumi getarannya dapat dirasakan dalam radius jarak yang jauh. Mengapa demikian? Karena,gempa menciptakan sebuah gelombang yang disebut gelombang

seismik(gelombang gempa). Gelombang seismik ini merambat ke segala arah dari sumber atau titik asal gempa di bawah tanah. Gelombang seismik dapat diibaratkan gelombang yang terjadi bila kerikil yang dijatuhkan ke genangan air. Gelombang sesmik ada yang merambat lewat bagian dalam bumi dan ada yang merambat sepanjang permukaannya. Dengan alat pengukur gempa, ahli geologi telah mengidentifikasi tiga jenis gelombang seismik yaitu :

(3)

gelombang primer (P). Gelombang primer mempunyai sifat yang sama seperti gelombang bunyi yang merambat melalui udara. Gelombang primer (P) merupakan bentuk gelombang kompresi yang merambat melalui batuan dengan memanfaatkan dan memuaikan batuannya sendiri.

2. Gelombang kedua adalah gelombang sekunder (S) yang merambat menembus batuan dengan gerakan naik turun. 3. Bila gelombang P dan S mencapai permukaan, sebagian

berubah menjadi gelombang seismik jenis ketiga yang merupakan gelombang permukaan.

Gelombang P merambat paling cepat dan mudah merambat pada zat padat dan cair, sedangkan gelombang S hanya merambat pada zat padat dengan kecepatan di bawah gelombang P.

Perambatan gelombang makin cepat apabila batuan makin rapat dan keras. Gelombang permukaan mempunyai kecepatan paling lambat, tetapi mempunyai tenaga paling merusak. Gelombang ini dapat mengelilingi bumi beberapa kali sebelum mereda.

Gelombang seismik memancar dalam tiga dimensi dari sumber gempa. Gelombang yang mencapai episentrum, yaitu pusat gempa di permukaan bumi yang berada tepat di atas sumber gempa di dalam bumi, kemudian menyebar dalam lingkaran konsentris.

Penyebab Terjadinya Gempa Bumi

(4)

biasanya terjadi di perbatasan lempengan kompresional dan translasional. Besar kemungkinan terjadi karena materi lapisan litosfer yang terjepit ke dalam mengalami transisi fase pada pedalaman lebih dari 600 KM. Beberapa gempa bumi lain juga dapat terjadi karena bergeraknya magma di dalam gunung berapi. Gempa bumi seperti itu dapat menjadi gejala akan

terjadinya letusan gunung berapi. Beberapa gempa bumi (namun jarang) juga terjadi karena menumpuknya masa air yang sangat besar di balik Dam, seperti Dam Karabia, Zambia, Afrika.

Sebagian lagi (jarang juga) juga dapat terjadi karena injeksi

( atraksi) cairan dari atau ke dalam bumi. Contoh pada beberapa pembangkit listrik tenaga panas bumi dan di Rocky Mountain Orsenal. Terakhir gempa juga dapat terjadi dari peledakan bahan peledak. Gempa bumi yang disebabkan oleh manusia seperti ini dinamakan juga Seismisitas Terinduksi.

Akibat Gempa Bumi

Gempa bumi dapat menimbulkan bencana lingkungan berupa banjir besar yang menimbulkan celah permukaan bumi, tanah longsor, penurunan/ pengangkatan lapisan tanah, pencairan, atau pelumeran tanah, serta gempa susulan. Salah satu dampak yang paling merusak dari gempa bumi di daerah pantai adalah

terjadinya tsunami (bahasa Jepang: gelombang pelabuhan )

Cara Mengukur Gempa

Para ilmuwan mengukur kekuatan gempa dengan dua cara.

Pertama, menggunaka alat pengukur yang disebut Skala Richter. Mereka mengukur jumlah energy gempa yang dilepaskan dengan member sekala 0 sampai dengan 9. Gempa berkekuatan Skala Richter berarti 100 juta kali kuatnya dari gempa berskala 1.

(5)

memberi skor dari 1 sampai dengan 12. Skor 1 berarti gempa tidak berbahaya, tetapi skor 12 berarti gempa merusak seluruh bangunan.

Lokasi Gempa Bumi Dunia

Lapisan kerak bumi terdiri atas beberapa lempeng. Lempeng-lempeng yang membentuk lapisan luar bumi tidak bersifat diam, tetapi bergerak perlahan dengan kecepatan 10 cm pertahun. Geraka lempeng-lempeng tektonok ini ada yang saling

bertabrakan, saling menjauh dan saling bergesekan. Di sepanjang perbatasan dua lempeng merupakan lokasi atau sumber gempa bumi yang paling sering terjadi. Selain gempa bumi, disepanjang perbatasan itu juga merupakan jalur gunung api. Dengan

(6)

GUNUNG API

Vulkanologi (vulkano”gunung api” dan logos ”ilmu pengetahuan”. Jadi vulkanologi adalah ilmu yang mempelajari tentang gunung api. Vulkan ’magma’ yaitu suatu masa yang cair dan pijar yang keluar mencapai permukaan bumi.terusan kepundan (diatrema) yaitu sebuah pipa sentral dimana magma keluar. Magma yang keluar disebut lava. Gradien geotrem dimana semakin turun

kedalaman bumi, suhu semakin naik (1º). 25 – 50 mil temperatur berkisar antara 1000º – 1200ºC. Perubahan susunan magma/ diferensiasi magma/ perubahan komposisi susunan kimia yang disebabkan oleh kecepatan pembekuan magma di permukaan tanah. 99% gunung api di indonesia adalah gunung api strato (berlapis) kerucut.

ekstrusi --- batolit, lakolit, riolit

(7)

Sifat Lava :

a. lava cair (pembekuan pada bagian atas diasbut lava bongkah

b. lava kental (mudah terjadi pembekuan) disebut paloeloe lava

c. lava yang sangat cair (pembekuan lama sekali) disebut slags scoriae

Macam-macam erupsi :

Erupsi adalah keluarnya magma ke permukaan tanah (ekstruksi magma)

Jenis-jenis Erupsi Berdasarkan sifatnya erupsi dapat dibedakan: 1. Erupsi eksplosif (letusan), terjadi apabila letak dapur

magma dalam, volume gas besar, sifat magma asam. Material yang dikeluarkan adalah piroklastik dengan kandungan S1O2 tinggi, misalnya bongkah, bom, lapili, pasir, debu dan abu. Bentuk volkan adalah sharp cone

(8)

volkan yang dihasilkan adalah rounded cone.

3. Erupsi campuran, terjadi karena adanya variasi letak dapur magma, volume gas dan sifat magma yang tidak asam dan tidak basa (intermidier). Sebagian besar erupsi volkan di Indonesia bertipe campuran dengan material intermidier yang cenderung basa. Bentuk volkan yang dihasilkan adalah strato (kerucut) Berdasarkan bentuk dan lokasi kepundan tempat keluamya magma, erupsi dibedakan:

1. Erupsi celah/linier (Fissure eruption), terjadi melalui retakan/celah batuan kerak bumi.

Contoh: Plato Dekan di India tertutup lava dengan ketebalan rata-rata 667 meter,

meliputi luas 5xl05 km2 sebagai akaibat erupsi celah. 2. Erupsi areal (Areal Eruption), terjadi karena dinding

atas/atap batholith runtuh sehingga magma keluar ke permukaan meliputi daerah yang luas. Proses ini sering disebut de roofing karena prosesnya menimpa bagian atap batholith.

Contoh: Gunung api lumpur di Sumatra Selatan. 3. Erupsi pusat/Puncak (Central eruption/Pipe

eruption/Summit eruption), terjadi melalui pipa kepundan, pada umumnya berlangsung singkat. Apabila magma agak kental/kental kadang-kadang pipa kepundann tersumbat oleh magma yang membeku, disebut sumbat lava (lava plug). sumbat lava tersebut akan menghalangi keluarnya magma. Gas-gas yang menyertai magma menyusun kekuatan di bawahnya, dan apabila sudah cukup kuat sumbat lava didobrak ke atas sehingga terjadi erupsi berikutnya. Kadang-kadang sumbat lava itu sangat kuat sehingga magma mencari jalan lain, menerobos batuan yang lebih lemah dan terbentuk kepundan baru. Sebagian besar volkan di dunia mempunyai tipe erupsi pusat ini.

(9)

tipe, yaitu:

1. Erupsi magma (Magmatic eruption) yaitu erupsi yang dihasilkan langsung dari magma.

2. Hidro erupsi (Hydro eruption) adalah erupsi yang disebabkan oleh uap yang berasal dari pemansan air di luar magma.

3. Erupsi phreatik (Phreatic eruption) yaitu erupsi yang disebabkan oleh tekanan uap yang berasal dari air tanah yang mengalami pemanasan.

4. Erupsi phreato-magmatic (Phreato magmatic eruption) adalah gabungan erupsi magma dan phreatik.

*Secara geomorfologis material penyusun gunung api dibedakan menjadi:

1. Endapan volkanik muda, dengan ciri: belum memadat, berupa endapan fluviovolkanik. Bentuknya:

a. Medan abu dan pasir, contoh: Segara wedi - Bromo.

b. Kerucut "cinder", merupakan hasil gunung api fragmental, materi kasar.

Contoh : Galunggung.

c. Lahar, membentuk dataran dan lereng kaki fluviovolkanik. 2. Batuan volkanik muda, memadat.

Bentuknya:

a. Aliran lava dan medan lava, meliputi daerah luas hanya berupa aliran lava saja.

b. Kubah lava, berupa lava mengental pada crater/pipa kepundan. apabila volkan mati akan terbentuk sumbat lava (volcanic

plug/neck).

c. Lava pada kerucut gunung api strato, setelah erupsi akan membentuk puncak baru.

(10)

a. Abu, tuff, lapilli, cinder, lahar yang tertumpuk kuat. b. Endapan breksi, piroklastik terlapuk kuat.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...