• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH VITAMIN E TERHADAP PERKEMBANGAN GONAD UDANG WINDU (Penaeus monodon) ASAL TAMBAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH VITAMIN E TERHADAP PERKEMBANGAN GONAD UDANG WINDU (Penaeus monodon) ASAL TAMBAK"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Penelitian Perihanan Indoneaia VoI.II No.2Iohun

lggi

PENGARUH

VITAMIN

E

TERHADAP

PERKEMBANGAN

GONAI)

UDANG

WINDU

(Penaeus tnonodon) ASAL

TALBAK

M.

Marzuqil, Ketut Suwirya')

dan T.

Tsumura-)

ABSTRAK

Induk udang windu asal tambak mempunyai kualitas yang lebih rendah dibandingkan

indul

dari alam seperti lambatnya pematangan gonad. Peningkatan kualitas induk dapafdilakukan melalui perbaikan pakan. Kandungan vitamin E pakan dapat mempengaruhi pematangan gonad induk udang.

Tujuan penelitian untuk menguji pengaruh vitamin E terhadap perkembangan gonad udang windu asal tambak. Perlakuan berupa pakan dengan kadar vitamin E (e-tocopherct) yary berbeda, yaitu 0,00%i l,O0o/o; 1,50% dan 2,00o/o. Penelitian menggunakan induk betina asal tambak dengan kisaran bobot awal 91,90-91,95 g dan induk jantan dengan kisaran bobot awal

67,00'67,20 g. Induk udang dipelihara selama 80 hari dalam bak pematangan gonad bervolume

16 m3 dengan kepadatan 40 ekor/bak. Perbandingan betina denjanjantan aaalatr l:1. Setelah pemeliharaan 60 hari induk udang diablasi. Pada 5 hari dan 20 hari setelah ablasi mata dilakukan pemeriksaan terhadap indeks gonad somatik (IGS) dan indeks hepatopankreas somatik (rHS).

Hasil penelitian menunjrrkltan bahwa perlakuan kadar vitamin E berpengaruh nyata (p<0,06) terhadap perkembangan gonad. Nilai IGS 20 hari setelah ablasi pada p""hk,r"tt vitamin b t,roX

lebih tinggi bila dibanding dengan perlakuan tanpa vitamin E telapi tidak berbeda nyata dengan perlakuan vitamin E I,OO% maupun 2,OOo/o, sedangkan nilai IHS antar perlakuan tidak berbeda nyata (F>0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan vitamin E sangat penting dalam pakan induk udang untuk pematangan gonad.

ABSTRACT:

The Effect of Vitamin E on the Gonadal Development of pond-reared

Tiger

Prawn (penaeus monodonl Broodstock. By: M.Marzuqt, Ketut Suutirya and T. Tsumura

Pond reared tiger prawn broodstock has lower quality compared to those of wild broodstock in terms of their slow maturation through ablation. Improvement of broodstock quality

"o"ia U" done, through the enhancement of feed quality. Vitamin E contained

in

the

iiut

""o

induce

gonadal maturation of tiger prawn.

The purpose of this experiment was to examine the effect of vitamin E on the gonadal

development of pond-reared broodstock of tiger prawn. Feed treated with d.ifferent level

ofltamin

E namely 0.00% (control); 1.00%; 1.50% and 2.oo?o were tested in the experiment. pond-reared female broodstock

of

g1.9^0-91.95 g and male broodstock of

67.00-67.2O ginitial average body weight were kept in 16 m3 tanks during 80 days at initial density of 40 fish/tank withiatio of male and female of 1:1. Bilateral eyestalk ablation was performed within 60 days after feeding with experimental diets. Within 5 and 20 days after ablation, GSI and HSI were examined.

The experiment showed that elfect of dietary vitamin E was significant (P<0.0b) on the gonedal development of pond-reared tiger prawn broodstock. At 20 days afler ablation, GSI value of,tained from the diet

with

r'5o% of vitamin E was higher than those without vitamin E but not signifrcantly different either with 1.00% or 2.00% vitamin E. The HSI value was not significantly dilferent among the treatments (F>0.05). The experiment showed the importance of sulplemental vitamin E in the diet of pond-reared btoodstock of tiger prawn for gonadal du.relopment.

KEYWORDS: Vitamin E, gonad.al development, penaeue monod.on.

Peneliti pada Loka Penelitian Perikanan Pantai Gondol. Bali. Japan International Cooperation Agency (JICA), Jepang.

(2)

Morzuqi, M.; Suwirya, K. dan Tsumura T'

PENDAHULUAN

Induk

udang

windu

dari

alam

(wild'

etcck) merupakan sumber utama bagi panti benih untuk memproduksi benih.

Hal

ini

dapat

mengakibat-kan

menurunnya

jumlah

populasi

induk

alam

karena

penangkapan

yang

berlebihan. Upaya

untuk

menggantikan keterbatasan

induk

dari alam dengan

induk

yang berasal

dari

tambak mulai diteliti, namun satu di antara kendala yang dihadapi adalah lambatnya perkembangan gonad

walaupun dilakukan ablasi

(Ruchimat

et

aI-, 1992).

Pendekatan

yang dilakukan

untuk

mem-peroleh kematangan gonad pada udang windu

tambak

adalah

melalui

pakan buatan. Pakan dengan komposisi

khusus

merupakan faktor penting dalarrr mendukung keberhasilan proses reproduksi dan laju perkembangan gonad udang (Primavera, 1985). Beberapa peneliti telah mem' fokuskan penelitian terhadap pengaruh

kandung-an vitamin

dalam pakan seperti penambahan vitamin A, E, dan C terhadap pertumbuhan dan proses pematangan gonad udang. Pemanfaatan vitamin E dan C terhadap perkembangan gonad udang Penaeus japonicus d,an Penacue monodon telah dilakukan (Alava et

ol.,

L993'; Alava et dI., 1993b;

Jtfui

et

o/.,

1993), namun informasi ke-butuhan vitamin E yang optimum

untuk

udang

tersebut

khususnya

induk

udang

windu

asal

tambak

belum diketahui.

Berdaearkan

hal

tersebut

maka dilakukan penelitian

tentang pengaruh konsentrasi

vitamin E

dalam pakan terhadap perkembangan gonad udang windu asal tambak (Penaeus monodon).

BAHAN DAN

METODE

Penelitian

dilakukan

di

Laboratoritim

Inka

Penelitian Perikanan Pantai Gondol. Penelitian menggunakan 4 kadar

vitamin

E (a-tocopherot) yaitu 0,00% ( kontrol), l,O0yo, L,6Oyo dan 2,00%, dengan formula pakan seperti pada Table 1.

Table

1.

The composition of the basal diet used in the experiment'

d-tocopherol

('/o)

Ingred,ient

Squid meal Shrimp meal Fish meal Rice bran Cholesterol Cod liuer

oil

Vitornin

rnix') Minerol

mix"'

BHT

Gluten

a-tocopherol"')

Cellulose

30.00

30.00

20.00

20.00

20.00

20.00

4.58

4.58

0.50

0.50

6.00

6.00

2.82

2.82

6.00

6.00

0.10

0.10

8.00

8.00

1.50

2.00

0.50

0.00 30.00 20.00 20.00 4.58 0.50 6.00 2.82 6.00 1.10 8.00 0.00 2.00 30.00 20.00 20.00 4.58 0.s0 6.00 2.82 6.00 0.10 8.00 1.00 1.00 TotaI 100.00 100.00

100.00

100,00

Vitamin compoeitinn (mS/ 100 S dict) : p-amino benzoic aci.d 15,80; Bintin 0,63; Irweitol 632,00;

Niuin

63,20;

Ca-panthotenate 94,801

foriio*inc-HCl

18,96; Riboflauin 16,64; Thiamine-HCl 6,32; Foli.c acid l'26;

Cyinaabolaminc 0,13; Clwline Chloride 948,00; Menad.ion 6,34; Cholecalciferol 1,88; Vitomin C (phosphiurt)

1,000,00; F-carotene I 5,00),

Mincrat conpositian

fil

u;6

s

dint) : KrIIPoo 1,403; Car(Po), 1,909; Mg sooT Hzo 2,134;

NaHfon2EQ)

0,554.

(3)

Pakan yang digunakan berupa pelet dengan bahan perekat gluten dan diberikan 2

kali

sehari (pagi

dan

sore) dengan dosis 3-4%

dari

bobot udang. Dalam penelitian

ini

wadah yang diguna-kan untuk pematangan gonad berupa bak semen volume 16 ms sebanyak 4 buah. Rancangan

pene-litian

yang digunakan adalah rancangan acak

lengkap dengan individu sebagai ulangan. Semua

bak

dilengkapi aerasi

dan

dengan sistem air mengalir. Dasar bak dibuat dengan sistem dasar rangkap dengan

diisi

pasir

laut

setebal 10 cm. Setiap hari dilakukan penyiphonan kotoran dan sisa pakan. Penyinaran diatur 12 jam terang dan

12 jam gelap.

Setiap bak diiai air laut dengan salinitas 32-34 ppt dan ditebar 40 ekor induk udang asal tambak dengan perbandingan

betina

dan

jantan

1:1. Bobot awal

induk

udang betina berkisar 91,90-91,95

g

dan bobot awal udang

jantan

berkisar 67,00

g

sampei 67,2O

g. Untuk

memudahkan

identifikasi

masing-masing

induk

betina diberi tanda karet yang bernomor.

Induk udang windu asal tambak dipelihara

se-lama 80 hari. Untuk mengetahui respon terhadap pakan penelitian yang diberikan maka setiap 30 hari dilakukan penimbangan bobot tubuh seluruh

Jurrwl Penelitian Perikanan IndamaioVol.II No.2 Tahun lgg6

individu

udang pada masing-masing bak pene-litian. Pada penimbangan bobot tubuh yang ke-2 (60

hari),

sekaligus

dilakukan

ablasi mata dan selanjutnya

dipelihara

eelama

20

hari.

peng-amatan perkembangan gonad dilakukan setiap

hari.

Untuk

mengetahui kecepatan tingkal

perkembangan gonad pada maeing-masing bak penelitian maka eetelah 5 hari ablasi mata induk udang betina

diambil

sejumlah b0%

dari

total

udang betina

untuk

dibedah

sedangkan sisa induk udang betina dipelihara dan diamati per. kembangan gonadnya hingga penelitian berakhir. Parameter utama yang diamati adalah indeks gonad somatik (IGS) dan didukung dengan data pertumbuhan, indeks hepatopankreas eomatik

(IHS) serta kualitas

air.

Semua

induk

udang betina dihitung IGS dan IHS. Data dioleh Bccara

statistik

dengan

uji

F. Sebelum data dianaliaie,

terlebih dahulu

ditransformasikan

ke

dalam bentuk Arcein.

HASIL

DAN

PEMBAHASAI{

Hasil penelitian dengan perlakuan perbedaan kadar vitamin E (e-tocopherol) dalam patan ter-hadap perkembangan gonad induk udang windu asal tambak dicantumkan pada Table p.

Table

2.

Growth, suruiual rate, gonadosomatic index (GSI) and hepatosomatic

inder

(HSI)

of

pond-reared tiger prawn (Penaeuc monodon) broodstock fed with di.ets at different leuele of vitamin E (a-tocopherol) (Auerage

t

Standard deviation).

Variables

o-tocopherol

(o/ol

0.00 1.00 1.30 2.00

Final

Suruiual rate

Auerage Body weight of female (g)

Initial

(%)

Auerage of

GSI

(%)

5 days after ablation 20 days after ablation

Auerage of

HSI

(%)

5 days after ablation 20 days after ablation

91.95

r.

11.52

91.95 t. 10.07 91.90

t

10.88 95.72

t

9.39 87.50" 0.9tr r.0.40 0.91"

r

1.12

3.Ie

r.0.40

3.0f

!.0.45 98.52

!.

13.59 95.00"

97.11t

10.79 90.00" 91.90

r.

11.30 95.83 r. 12.90 87.50" 1.84r.0.71

t.zP

r

1.09

3.2f

t

0.74 3.54

x

1.48

I3r

t

0.86 13rt

0.14

1.5*

t 1.22

1.59

t

1.09 3.04 x

0.45

3.tC

t

0.63

3.5f

t

0.61

3.5e r.0.47 Note: valuee in rows followed by same letters are not aignificantly different (p>0.05).

(4)

Marzuqi, M.; Suwirya, K. dan Tsumura T.

Sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan penambahan kadar vitamin E dalam pakan mem' berikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap

tingkat

perkembangan gonad udang windu asal tambak eetelah 20 hari dilakukan ablaei. Uji beda nyata terkecil (BNT)

menunjukkan

bahwa IGS pada 5

hari

setelah ablasi mata menunjukkan

tidak

berbeda

nyata antar

perlakuan

pakan, sedangkan pada 20 hari setelah ablasi mata, per' lakuan tanpa vitamin E (kontrol) berbeda nyata dengan

perlakuan pakan

dengan 1,00% dan l,6}0/o

vitamin E, tetapi tidak

berbeda nyata dengan perlakuan pakan dengan z,O0yo vitamin

E.

Sedangkan pengamatan 5

hari

dan 20

hari

stelah ablasi mata induk udang asal tambak

ter'

hadap IHS tidak berbeda nyata (P>0,05).

Pada Table

2

terlihat

pengambilan

b hari

setelah ablasi mata IGS induk udang windu asal tambak rata-rata berkisar O,93-L,37o/o, eedangkan setelah 20 hari ablasi mata tampak tingkat per-kembangan

gonad

induk

udang windu

aeal tambak dipengaruhi oleh kadar vitamin E dalam pakan. Pada

vitamin

E

1,50%

didapat

indeks kematangan gonad udang

yang paling

tinggi,

yaitu

1,59% menyusul kadar

vitamin

E

1,00%,

2,O0o/o dan 0,00% masing-masing 1,52, 1,24 dan O,91Yo.

Tanpa

penambahan

vitamin

E

dalam pakan, induk udang asal

tambak

menunjukkan IGS yang rendah.

Kadar asam lemak dalam gonad induk udang windu asal tambak antar perlakuan ditunjukkan pada Table 3.

Table

3. Fatty acid

composition

in

the gonad

of

pond-reared

tiger

prawn

broodstock (Penoeuc monod.on) fed with diet at different leuels of uitamin E (a-tocopherol).

Fatty

acid. (%)

a-tocopherol

(%)

0.00 1.00 1.50 2.00 16:0 18:1n-9 20:1n-9 20:3n3-20:4n-4 20:5n-3 22:6n-B 58.61 26.76 0.80 2.41 7.64 3.76 55.49 28.19 L42 1.09 7.95 5.84 42.85 38.63 2.63 0.86 9.77 5.27 56.40 28.12 0.62 1.70 9.10 4.04

Dari

data

di

atas

(Table 3) tampak bahwa

pakan

dengan penambahan

kadar

vitamin

E dalam pakan rnenghasilkan asam lemak 20:5n-3 (EPA) dan 22:6n-3 (DHA) cenderung lebih tinggi dalam

ovari

daripada pakan tanpa

vitamin

E

(kontrol).

Hal

ini

didukung

oleh

penelitian Middleditch et a1.,198O yang menyatakan bahwa asam

lemak

rantai

panjang (HUFA)

penting

untuk

pembentukan "vitellogenesis"

udang penaeid.

Asam lemak tak jenuh (HUFA) dalam pakan udang merupakan komponen yang penting yang diketahui sebagai antioksidan (Kanazawa, 1985).

Vitamin E sangat berperan dalam pakan (NRC, 1983).

Agar

asam

lemak

esensial digunakan

4

dengan

baik oleh

udang maka

penambahan

vitamin

E

dalam pakan

memainkan peranan yang penting dalam pertumbuhan, sintasan dan proses pematangan gonad.

Vitamin

E berfungsi untuk mencegah oksidasi asam lemak tak jenuh HUFA dalam pakan dan diperlukan untuk pakan induk udang Penaeus indicus yang dapat mem-pengaruhi perkembangan gonad, kualitae

telur

dan sintasan (Cahu et

al.,l99I).

Dari hasil pene-litian tampak bahwa peningkatan kadar

vitamin

E

sampai

2,O0yo

dapat

menurunkan

tinghat kematangan gonad udang

windu

asal tambek. Udang membutuhkan komposisi

nutrien

pakan

yang

optimum, sehingga dengan peningkatan nutrien pakan khususnya vitamin E pakan yang tidak seimbang

justru

mengganggu metabolieme

(5)

Jurnal Penelitian Perikanant, Indoneaia Vol.II No.2 Tohun lgg6

dalam tubuh udang. Pada pengamatan terhadap induk udang windu betina pada semua perlakuan sebelum ablasi mata hanya pakan dengan pe-nambahan kadar

vitamin

E

L,\O%o yang dapat

mencapai tingkat kematangan

II

akhir, sedang-kan pasedang-kan yang lainnya tidak ada yang mencapai kematangan

gonad.

Sedang

pada

penelitian sebelumnya (Jufri et ol., 1993) bahwa

penambah-an vitamin

E

1,00% memberikan pemijahan, jumlah telur, dan daya tetas telur yang lebih baik

daripada

yang

diberi

pakan

dengan

kadar vitamin E 0,10% dan 0,50%. Perbedaan hasil

ini

mungkin dikarenakan penggunaan ukuran dan umur serta lokasi sumber induk yang berbeda.

Hasil pengamatan kualitas

air

menunjukkan bahwa suhu,

salinitas,

pH,

nitrit

dan

amonia masing-masing adalah 27,60-29,50"C, 32- 34 ppt, 8,27 -8,65, 0,002-0,016 ppm dan 0,081-0,157 ppm dan data ini masih dalam batas kelayakan untuk pemeliharaan udang.

KESIMPULAN

DAN SARAN

-

Penambahan kadar

vitamin

E (a-tocopherol) dalam pakan berpengaruh ter-hadap tingkat kematangan gonad

induk

udang

windu

asal tambak,

tetapi

tidak

berpengaruh terhadap sintasan dan indeks hepatopankreas somatik.

-

Pemberian

vitamin E

(a-tocopherol) dengan kadar 1,OO%o-l,5oo/o dapat mempercepat kema-tangan gonad induk udang windu asal tambak dan tidak berbeda dengan kadar

2,OO%--

Untuk

pematangan

induk

udang

windu

di-sarankan pemberian

pakan

dengan kadar vitamin E antara l,O0o/o sampai l,5oo/o.

DAFTAR

PUSTAKA

Alava, R.A., A. Kanazawa, S. Teshima and S. Koshio. 1993". Effect

of

dietary

vitamin

L-ascorbyl-2-phosphate Magnesium on gonadal maturation of Penozusjaponicus. Bull. Jap. Soc. Sci. Fish. bg(4): 691-696.

Alava, R.A., A. Kanazawa, S. Teehima and S. Koshio.

1993b. Effect of dietary vitamin A, E and C on the ovarian development of. Penacua japonieue. Bull. Jap. Soc. Sci Fish. 59(7'): I235-t24t.

Cahu, C., M. I'akhfakh, and P. Quazuguel. 1991. Elfect of dietary c-tocopherol level on reproduction of Penaeus indicus.

p.

242-244. .In. p. Lavens, p.

Sorgeloos, E. Jaspers, and F. Ollevier (Eds.). Larvi

'91- Fish and Crustacean Larviculture Symposium. European Aquac. Soc. Special publ. No. lb. Gent. Belgium.

Jufri, M.

Marzuqi, N.A.

Giri

dan C. Kuma. 1g93.

Pengaruh penambahan vitamin E terhadap per-kembangan gonad udang windu, penmue monadon

asal tambak. J.Pen. Budidaya pantai 9(2):117.L26. Kanazawa, A. 1985. Nutrition of penaeid prawn and shrimp. .[n. Taki, Y., J.H. primavera, and J.A. Llobrera (Eds.), Proceeding

of

the First

Inter-national Conference on Culture of penaeid

hawnd

Shrimps. SEAFDEC, Aquaculture Departement, Iloilo, Philippines.

Middleditch, 8.S., S.R. Missler, H.B. Hines, J.p. McVey, A. Brown, D.G. Ward, and A.L. Lawrence.

1980. Metabolic profiles of penaeid shrimp: Dietary lipids and ovarian maturation. J. Chromatogr, lg5:

359-368.

National Research Council (N R C). 19g8. Nutrient Requirements of Warmwater Fishes and Shell_

frshes. Revised Edition, National Academy press, Washington, D.C., USA. p.102.

Primavera J.H. 1985. A review of maturation in close

thelicum penaeid prawn, shrimp. p. t8-22..I2 Taki

Y.,

J.H.

Primavera, and

J.A.

Llobrera (Eds.). Proceeding ofthe First International Conference on the Culture of Penaeid prawns/shrimps. SEAFDEC,

Aquaculture Departement, Iloilo, philippines. Ruchimat,

T..

Tridjoko,

T.

Sutarmat

dan

S.

Makinouchi. 1992.

Teknik

pematangan gonad induk udang windu. prosiding Upaya penanggu-langan Penyakit Benur di Hatchery Udang. Fue-litbangkan kerjasama AppU KOMDA Jatim dan Dinas Perikanan Dati

I

Jawa Timur. Surabava. Pros. Puslitbangkan No. 2411992.

Gambar

Table  1.  The  composition  of the basal diet  used  in  the  experiment'
Table  2.  Growth,  suruiual  rate,  gonadosomatic  index (GSI)  and  hepatosomatic  inder  (HSI)  of  pond- pond-reared  tiger  prawn  (Penaeuc monodon)  broodstock  fed with  di.ets  at different  leuele  of  vitamin E (a-tocopherol)  (Auerage  t  Standa
Table  3. Fatty  acid  composition  in  the gonad  of  pond-reared  tiger  prawn  broodstock  (Penoeuc monod.on)  fed  with  diet at different  leuels  of  uitamin  E (a-tocopherol).

Referensi

Dokumen terkait

Judul : Identifikasi Histopatologi Insang Udang Windu ( Penaeus monodon ) Di Tambak Sekitar Semburan Lumpur Lapindo Sidoarjo.. Skripsi ini telah diterima

Judul : PENGARUH PENGGUNAAN LAMPU TERHADAP OKSIGEN TERLARUT DI DASAR TAMBAK UDANG WINDU (Perznerls nzonodorz Fab.).. Nama Mahasiswa : Parda

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui adanya cemaran bakteri patogen pada udang windu panen, setelah ditangani petambak dan setelah ditangani pengumpul dan

Hal ini menunjukkan bahwa kondisi habitat tambak penelitian dengan jenis pupuk organik pada tambak udang windu dihuni oleh jenis plankton yang relatif serasi untuk pertumbuhan

Dengan demikian pengamatan kualitas spermatozoa induk udang jantan asal perairan Sumbawa lebih baik dibanding dengan kuatitas induk udang asal perairan Banyuwangi

Penelitian bertuluan untuk mengetahui tingkat patogenisitas beberapa bakteri Vibrio yang diisolasi dari sedimen tambak terhadap udang windu , Penaeus monodon.. penelitian

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan untuk budi- daya udang windu di tambak Kabupaten Brebes Provinsi Jawa Tengah, sehingga dapat dijadikan

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi pakan induk udang windu serta feeding regime-nya untuk mendukung usaha domestikasi udang windu baik di tambak maupun dalam