• Tidak ada hasil yang ditemukan

T KIM 1201240 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "T KIM 1201240 Chapter5"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

72

SUCI MARYAM AZMIL, 2014

REKONSTRUKSI BAHAN AJAR IKATAN KIMIA MENGGUNAKAN KONTEKS KERAMIK UNTUK MENCAPAI LITERASI SAINS SISWA SMAUniversitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

|perpustakaan.upi.edu

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A.Kesimpulan

1. Pre-Konsepsi Siswa Mengenai Keramik, Ikatan Kimia dan Hubungan Keduanya

Siswa memiliki pre-konsepsi yang sempit mengenai keramik dan

pemanfaatannya. Dalam menghubungkan prinsip ilmu kimia dengan keramik,

seluruh siswa disimpulkan masih kebingungan. Siswa menunjukkan ketertarikan

untuk mengetahui lebih lanjut mengenai pembelajaran sains yang dihubungkan

dengan kehidupan sehari-hari, sehingga penyisipan aplikasi kehidupan sehari-hari

perlu dilakukan.

2. Perspektif Saintis Mengenai Keramik, Ikatan Kimia dan Hubungan Keduanya

Menurut perspektif saintis, keramik adalah bahan yang terdiri dari bahan

anorganik biasanya merupakan kombinasi dari unsur logam dan non logam dan

memiliki dua jenis mekanisme ikatan yaitu ionik dan kovalen. Keramik saat ini

banyak digunakan di bidang penerbangan, pekakas sehari-hari, otomotif,

kesehatan, militer, komputer, komunikasi, dan industri lainnya juga laboratorium.

Keramik terdiri dari keramik klasik dan keramik modern.

Definisi ikatan kimia berdasarkan perpektif saintis adalah suatu keadaan ketika

terdapat 2 atom atau ion yang saling berikatan, kita katakan bahwa terdapat ikatan

kimia diantara keduanya. Secara umum, terdapat 3 jenis ikatan kimia, ionik,

kovalen, dan logam.

Adanya korelasi yang jelas antara keramik dengan ikatan kimia, menghasilkan

suatu perpektif ahli bahwa konteks keramik dapat digunakan untuk menjelaskan

(2)

73

SUCI MARYAM AZMIL, 2014

REKONSTRUKSI BAHAN AJAR IKATAN KIMIA MENGGUNAKAN KONTEKS KERAMIK UNTUK MENCAPAI LITERASI SAINS SISWA SMAUniversitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

|perpustakaan.upi.edu

3. Rancangan Bahan Ajar Ikatan Kimia Menggunakan Konteks Keramik yang Berbasis Literasi Sains

Bahan ajar ikatan kimia menggunakan konteks keramik yang dikembangkan telah

disesuaikan dengan aspek berikut:

1. Kompetensi ilmiah PISA 2012.

2. Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) pada kurikulum 2013.

3. Tingkat perkembangan kognitif siswa yang dapat memenuhi kriteria

accesible.

4. Learning sequence (urutan kegiatan pembelajaran) dalam proyek Chemie im

Kontext (ChiK) dan pembelajaran Literasi Sains dan Teknologi (STL, Science

and Technological Literacy).

4. Hasil Penilaian Ahli Terhadap Desain Bahan Ajar Ikatan Kimia Menggunakan Konteks Keramik yang Berbasis Literasi Sains

Penilaian ahli yang dilakukan terhadap bahan ajar didasarkan pada 6 kriteria

penilaian, yakni ketepatan pengintegrasian materi ikatan kimia dan keramik untuk

tiap paragraf, kesesuaian antara tujuan pembelajaran dan materi/bahan ajar,

kesesuaian penggunaan bahasa/kalimat dalam setiap paragraf dengan kemampuan

membaca siswa, ketepatan penggunaan ilustrasi/gambar/simbol/sketsa dalam

membantu pemahaman konsep siswa, kesesuaian materi/bahan ajar dengan isu

yang berkembang saat ini, dan kemudahan bagi guru untuk mengajarkannya

kepada siswa. Berdasarkan keenam kriteria penilaian tersebut bahan ajar yang

dihasilkan layak untuk siswa SMA di Indonesia.

B.Saran

Untuk menghindari terjadinya miskonsepsi terkait ikatan ionik, guru disarankan

menggunakan keramik sebagai konteks pembelajaran ikatan kimia. Bahan ajar

yang telah disusun juga disarankan untuk diujicobakan bukan hanya sekedar

(3)

74

SUCI MARYAM AZMIL, 2014

REKONSTRUKSI BAHAN AJAR IKATAN KIMIA MENGGUNAKAN KONTEKS KERAMIK UNTUK MENCAPAI LITERASI SAINS SISWA SMAUniversitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu

|perpustakaan.upi.edu

sesuai dengan tahapan MER yang selanjutnya dan juga dilakukan proses

Referensi

Dokumen terkait

Pada pengerjaan skripsi dengan judul Implementasi Metode Simple Additive Weighting dan Profile Matching dalam Pemilihan Lahan Tembakau (Studi Kasus: PTPN II –

Penerapan model pembelajaran discovery-inquiry untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa (penelitian tindakan kelas di SMP Negeri 12 Bandung Tahun ajaran

LEMBAGA KONSULTASI KESEJAHTERAAN KELUARGA (LK3) “IJE JELA” DINAS SOSIAL KABUPATEN BARITO KUALA TAHUN 2017.. PATIMAH, S.Sos,

BUPATI  BARITO  KUALA PROVINSI  KALIMANTAN  SELATAN ITO  K KEPUTUSAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR 188.45/ 366 /KUM/2016 TENTANG

diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada”. Berdasarkan pendapat tersebut,

KEGIATAN MELIPAT KERTAS UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK TUNAGRAHITA SEDANG DI SLB-C SUMBERSARI BANDUNG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Dari hasil yang diperoleh maka kandungan minyak pada palm kernel sudah memenuhi standar perusahaan sebesar minimal 49 %.. Namun kandungan minyak pada palm kernel meal masih

baik agar kandungan minyak inti sawit tidak banyak terbuang pada sisa hasil.