• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN PRODUK DOMESTIK BRUTO"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

Triwulan II-2009

 Perekonomian Indonesia secara tahunan (yoy) pada triwulan

II-2009 tumbuh 4,0%, lebih rendah dari pertumbuhan triwulan sebelumnya (4,4%). Sementara itu, perekonomian secara triwulanan (qtq) tumbuh 2,3%, meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya (1,7%).

 Dari sisi produksi, pertumbuhan secara tahunan didorong oleh

peningkatan pertumbuhan sektor pengangkutan & komunikasi (17,5%) dan sektor listrik, gas dan air bersih (15,4%), sedangkan dari sisi penggunaan didorong oleh pertumbuhan permintaan domestik, terutama konsumsi pemerintah (17,0%).

Di tengah keterpurukan ekonomi dunia sebagai dampak dari krisis keuangan global, perekonomian Indonesia pada triwulan II-2009 masih mencatat pertumbuhan positif. Pada triwulan II-2009, PDB atas dasar harga berlaku tercatat sebesar 1.365,5 triliun dan PDB atas dasar harga konstan tercatat sebesar 540,1 triliun. Secara tahunan (yoy), pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2009 tercatat sebesar 4,0%, lebih rendah baik dibandingkan dengan pertumbuhan triwulan sebelumnya (4,4%), maupun dengan pertumbuhan triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar 6,4%. Perekonomian secara triwulanan (qtq) tumbuh sebesar 2,3%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada triwulan sebelumnya (1,7%), namun lebih rendah dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya (2,8%).

Secara sektoral, pertumbuhan ekonomi tahunan pada triwulan II-2009 terjadi pada hampir seluruh sektor ekonomi, kecuali sektor perdagangan, hotel & restoran yang mengalami kontraksi (-0,1%). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pengangkutan dan komunikasi (17,5%), diikuti oleh sektor listrik, gas & air bersih (15,4%) dan sektor jasa-jasa (7,4%). Sementara itu, peningkatan tertinggi PDB dari sisi penggunaan terjadi pada konsumsi pemerintah (17,0%) diikuti oleh konsumsi rumah tangga (4,8%).

Grafik 1 Pertumbuhan PDB -6.00 -4.00 -2.00 0.00 2.00 4.00 6.00 8.00

I II III IV I II III IV I II III IV I II 2006 2007* 2008** 2009***

Pertumbuhan PDB (q-t-q) Pertumbuhan PDB (y-o-y) (%)

Metodologi

Statistik Produk Domestik Bruto yang dilaksanakan oleh BPS disajikan berdasarkan lapangan usaha (sektoral) dan pengeluaran (penggunaan). Data PDB menurut lapangan usaha (sektoral) merupakan jumlah nilai produk barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit produksi dalam negara Indonesia selama periode tertentu, dan dibagi ke dalam sembilan sektor, sedangkan data PDB menurut pengeluaran (penggunaan) merupakan

PERKEMBANGAN

PERKEMBANGAN

PERKEMBANGAN

PERKEMBANGAN

PRODUK DOMESTIK BRUTO

PRODUK DOMESTIK BRUTO

PRODUK DOMESTIK BRUTO

PRODUK DOMESTIK BRUTO

Pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2009 secara tahunan sebesar 4,0 dan secara triwulanan sebesar 2,3%

(2)

Grafik 2

Perkembangan PDB atas dasar harga berlaku dan konstan

100,000 300,000 500,000 700,000 900,000 1,100,000 1,300,000 1,500,000

I II III IV I II III IV I II III IV I II

2006 2007* 2008** 2009***

Atas Dasar Harga Berlaku Atas Dasar Harga Konstan

(Miliar

(Miliar (Miliar

Perkembangan PDB Sektoral

Dari sisi lapangan usaha/sektoral, pertumbuhan ekonomi secara tahunan (yoy) pada triwulan II-2009 terjadi pada hampir seluruh sektor ekonomi, kecuali sektor perdagangan, hotel & restoran yang mengalami kontraksi (-0,1%). Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor pengangkutan & komunikasi (17,5%) yang terutama terjadi pada sub sektor komunikasi (26,8%), diikuti oleh sektor listrik, gas & air bersih (15,4%) terutama terjadi pada subsektor gas kota yang tumbuh sebesar 42,6%, dan sektor jasa-jasa (7,4%) dengan pertumbuhan tertinggi terutama terjadi pada subsektor jasa swasta yang tumbuh sebesar 8,2%.

Berdasarkan kontribusi sektoralnya, pertumbuhan ekonomi secara tahunan sebesar 4,0% terutama disumbang oleh sektor pengangkutan & komunikasi (1,4%), diikuti oleh sektor jasa-jasa (0,7%), dan sektor keuangan, real estate & jasa perusahaan (0,5%). Sementara menurut rincian subsektor, sumbangan terbesar terhadap pertumbuhan tahunan tersebut bersumber dari subsektor komunikasi dan subsektor industri makanan, minuman & tembakau masing-masing sebesar 1,1%, diikuti oleh subsektor jasa swasta (0,4%), subsektor jasa pemerintahan umum (0,3%) dan subsektor pengangkutan (0,3%). Sementara itu, beberapa sub sektor mengalami penurunan dengan sumbangan terbesar terjadi pada sub sektor industri alat angkutan, mesin & peralatan yang memberikan sumbangan sebesar -0,6%. Perkembangan kontribusi sektoral, selengkapnya pada grafik 3.

Grafik 3

Kontribusi Sektor Terhadap Pertumbuhan PDB tahunan

-0.1 0.1 0.3 0.5 0.7 0.9 1.1 1.3 1.5

Pertanian Pertambangan & Penggalian

Industri Pengolahan

Listrik, Gas & Air bersih

Bangunan Perdagangan, Hotel & Restoran

Pengangkutan & Komunikasi Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan Jasa-jasa (%)

Tw II-08** Tw III-08** Tw IV-08** Tw I-09*** Tw II-09***

Produk Domestik Bruto

Hampir seluruh sektor ekonomi mengalami ekspansi, kecuali sektor perdagangan, hotel & restoran

Sektor pengangkutan & komunikasi memberikan kontribusi tertinggi terhadap pertumbuhan ekonomi

(3)

Grafik 4

Kontribusi Subsektor Terhadap Pertumbuhan PDB

-0.8 -0.5 -0.2 0.1 0.4 0.7 1.0 1.3 1.6 Alat angkutan, mesin & peralatannya Makanan, minuman & tembakau Perdagangan besar & eceran

Pertambangan tanpa migas

Komunikasi Bangunan Tanaman Bahan Makanan (%)

Tw II-08** Tw III-08** Tw IV-08** Tw I-09*** Tw II-09***

Pertumbuhan ekonomi secara triwulanan (qtq) sebesar 2,3% terjadi pada seluruh sektor ekonomi. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor listrik, gas & air bersih (8,1%) yang bersumber dari peningkatan pada subsektor gas kota (11,5%) dan subsektor listrik (8,4%). Peningkatan yang tinggi pada sektor pengangkutan & komunikasi (4,7%) terutama berasal dari subsektor angkutan rel dan subsektor angkutan udara sebagai pengaruh dari musim liburan sekolah pada akhir triwulan II-2009. Sementara itu, peningkatan pada sektor pertanian (3,5%) didorong oleh pertumbuhan pada subsektor tanaman perkebunan dan subsektor kehutanan.

Perkembangan PDB Penggunaan

Dari sisi penggunaan, pertumbuhan ekonomi secara tahunan (yoy) sebesar 4,0% bersumber pada konsumsi domestik yang masih menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 6,3%. Selain konsumsi domestik, pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTB) juga menunjukkan ekspansi sebesar 2,7%. Sementara itu, ekspor dan impor barang/jasa pada triwulan II-2009 mengalami kontraksi masing-masing sebesar -15,7% dan -23,9%. Kontraksi impor yang lebih besar dibandingkan ekspor menyebabkan secara neto neraca perdagangan masih menunjukkan pertumbuhan yang positif sebesar 21,5%. Dilihat dari sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi secara tahunan, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi paling tinggi yakni sebesar 2,7%, diikuti oleh kontribusi dari konsumsi pemerintah sebesar 1,3%, dan kontribusi komponen Pembentukan Modal tetap Domestik Bruto (PMTB) sebesar 0,6%.

Grafik 5

Kontribusi PDB menurut Pengeluaran

-0.50 0.00 0.50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00 3.50 4.00 Konsumsi Rumah Tangga

Konsumsi Pemerintah Investasi (PMTB) Net Ekspor (%)

Tw II-08** Tw III-08** Tw IV-08** Tw I-09*** Tw II-09*** Konsumsi masih menjadi

pendorong pertumbuhan ekonomi.

(4)

Konsumsi domestik secara tahunan pada triwulan II-2009 tumbuh positif sebesar 6,3% meskipun melambat dibandingkan dengan kondisi pada triwulan I-2009 (7,3%). Berdasarkan komponen konsumsi, pengeluaran konsumsi pemerintah dalam bentuk belanja barang mengalami ekspansi tertinggi yaitu sebesar 28,9%, diikuti oleh konsumsi pemerintah dalam bentuk belanja pegawai dan penyusutan (6,4%), konsumsi rumah tangga bukan makanan (5,8%), dan konsumsi rumah tangga dalam bentuk makanan (3,6%).

Grafik 6

Pertumbuhan Pengeluaran Konsumsi

0 4 8 12 16 20 Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II 2007* 2008** 2009***

Pengeluaran Konsumsi Rumahtangga Pengeluaran Konsumsi Pemerintah Konsumsi makanan Konsumsi bukan makanan (%)

Pengeluaran investasi (PMTB) secara tahunan pada triwulan II-2009 tumbuh sebesar 2,7% atau melambat dibandingkan dengan pertumbuhan sebesar 3,4% pada triwulan sebelumnya. Berdasarkan komposisinya, pertumbuhan investasi tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan investasi bangunan (6,4%) serta pertumbuhan alat angkutan luar negeri (5,2%). Sementara itu, investasi dalam bentuk mesin & perlengkapan dari luar negeri menunjukkan penurunan terbesar yaitu -13,1%.

Grafik 7

Pertumbuhan Pengeluaran Investasi

-40 -20 0 20 40 60 80 Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II Tw III Tw IV Tw I Tw II 2007* 2008** 2009***

Bangunan Mesin dan Perlengkapan Dalam Negeri Mesin dan Perlengkapan Luar Negeri Alat Angkutan Dalam Negeri Alat Angkutan Luar Negeri Lainnya Dalam Negeri Lainnya Luar Negeri

(%) Belanja barang pemerintah

mengalami ekspansi tertinggi terhadap pertumbuhan konsumsi

pada triwulan II-2009

Pengeluaran investasi secara tahunan tumbuh, namun melambat dibandingkan dengan periode sebelumnya

(5)

Masih menurunnya permintaan produk-produk ekspor yang berasal dari Indonesia sebagai akibat resesi ekonomi dunia telah menyebabkan kontraksi yang cukup tinggi pada nilai ekspor barang dan jasa Indonesia triwulan II-2009. Secara tahunan (yoy), ekspor mengalami kontraksi sebesar -15,7%, atau sedikit lebih rendah dari triwulan sebelumnya (-18,7%).

Kontraksi nilai ekspor tersebut disebabkan oleh pertumbuhan negatif yang terjadi baik pada komponen ekspor barang (-17,0%) maupun ekspor jasa (-3,0%). Namun demikian, tren penurunan ekspor barang maupun jasa yang terjadi sejak triwulan II-2008 telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan sebagaimana melambatnya kontraksi ekspor baik barang maupuan jasa pada triwulan II-2009 dibandingkan triwulan I-2009.

Grafik 8

Pertumbuhan dan Trend Pertumbuhan Ekspor Barang dan Jasa

-25 -20 -15 -10 -5 0 5 10 15 20 25 30

I II III IV I II III IV I II III IV I II

2006 2007* 2008** 2009***

(%)

Ekspor Barang dan Jasa Ekspor barang Ekspor jasa Trend pertumbuhan ekspor barang

Trend pertumbuhan ekspor jasa

Sejalan dengan kontraksi yang terjadi pada komponen ekspor, impor barang dan jasa secara tahunan (yoy) pada triwulan II-2009 juga mengalami kontraksi sebesar -23,9%, dengan sumber kontraksi terbesar pada impor barang yaitu sebesar -29,0%, diikuti oleh kontraksi impor jasa sebesar -3,9%. Dibandingkan dengan periode sebelumnya, pernurunan impor baik barang maupun jasa telah mengalami perlambatan.

Grafik 9

Pertumbuhan dan Trend Pertumbuhan Impor Barang dan Jasa

Trend pertumbuhan impor barang

Trend pertumbuhan impor jasa

-40 -30 -20 -10 0 10 20 30

I II III IV I II III IV I II III IV I II 2006 2007* 2008** 2009*** (%)

Impor barang dan jasa Impor barang Impor jasa

Tren penurunan impor barang dan jasa juga melambat Ekspor barang dan jasa masih

kontraksi, namun melambat dibandingkan periode sebelumnya.

(6)

Pertumbuhan ekonomi secara triwulanan (qtq) sebesar 2,3% terutama didorong oleh ekspansi yang cukup tinggi dari konsumsi pemerintah sebesar 23,7%, diikuti oleh ekspor barang & jasa (7,4%) dan PMTB (2,4%). Peningkatan konsumsi pemerintah lebih didorong oleh tingginya belanja barang. Sementara itu pembayaran gaji ke13 di akhir triwulan II-2009 hanya meningkatkan konsumsi pemerintah untuk keperluan belanja pegawai sebesar 5,9%. Setelah pada triwulan sebelumnya mengalami kontraksi, komponen ekspor dan impor barang & jasa pada triwulan II-2009 mengalami peningkatan masing-masing sebesar 7,4% dan 7,8%.

Dilihat dari sumbangan terhadap pertumbuhan ekonomi secara triwulanan, konsumsi pemerintah memberikan kontribusi paling tinggi yakni sebesar 1,7%, diikuti oleh kontribusi dari net ekspor sebesar 0,7% dan komponen Pembentukan Modal tetap Domestik Bruto (PMTB) sebesar 0,6%.

Perkembangan PDB Deflator

Perkembangan PDB Deflator sebagai cerminan dari perkembangan harga pada triwulan II-2009 menunjukkan tren pertumbuhan yang melambat secara tahunan yaitu dari 11,5% pada triwulan I-2009 menjadi 6,8% pada triwulan II-2009. Tren perlambatan pertumbuhan deflator secara tahunan telah berlangsung sejak triwulan IV-2008. Di sisi lain, pertumbuhan PDB Deflator menunjukkan peningkatan sebesar 2,5% (q-t-q) lebih tinggi dari triwulan sebelumnya (0,5%).

Grafik 10 Pertumbuhan PDB Deflator -5.0 0.0 5.0 10.0 15.0 20.0 25.0 0 40 80 120 160 200 240 280

I II III IV I II III IV I II III IV I II

2006 2007* 2008** 2009***

Pertumbuhan (%) (Indeks )

PDB Deflator Pertumbuhan (q-t-q) Pertumbuhan (y-o-y)

Pertumbuhan ekonomi secara triwulanan didorong oleh ekspansi pengeluaran/konsumsi pemerintah

Pertumbuhan PDB deflator pada triwulan II-2009 melambat secara tahunan.

(7)

Perkembangan Indikator Sektor Riil Terpilih

1

Perkembangan Indikator Sektor Riil Terpilih

7

7

Tabel 1

Perkembangan Produk Domestik Bruto berdasarkan Lapangan Usaha

2008** 2008** 2008** 2008** 2008** 2008** 2008**

Tw II Tw I Tw II Tw II Tw I Tw II Tw II Tw I Tw II Tw II Tw I Tw II Tw II Tw I Tw II Tw II Tw I Tw II Tw II Tw I Tw II

1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan & Perikanan 178.641,6 203.534,8 213.481,2 74.070,4 73.292,7 75.838,6 14,6 15,6 15,4 4,8 5,2 2,4 0,8 0,7 0,3 6,3 19,7 3,5 0,8 2,3 0,4

2. Pertambangan & Penggalian 144.595,6 118.103,9 120.140,2 42.764,7 43.450,2 43.786,2 11,7 9,0 8,9 (0,5) 2,4 2,4 0,0 0,2 0,2 0,8 (0,2) 0,8 0,0 0,0 0,0

3. Industri Pengolahan 335.156,3 355.320,8 362.811,0 138.667,5 138.750,8 140.756,3 27,3 27,3 26,6 4,2 1,5 1,5 1,1 0,4 0,4 1,4 (0,5) 1,4 0,5 (0,1) 0,4

4. Listrik, Gas & Air Bersih 10.181,7 11.198,4 12.131,6 3.737,5 3.989,1 4.313,6 0,8 0,8 0,9 11,8 11,4 15,4 0,0 0,1 0,1 4,4 3,6 8,1 0,0 0,0 0,0

5. Konstruksi 100.794,6 126.984,9 136.571,5 32.218,6 33.454,5 34.271,0 8,2 9,8 10,0 8,1 6,3 6,4 0,5 0,4 0,4 2,4 (1,3) 2,4 0,1 (0,1) 0,2

6. Perdagangan, Hotel & Restoran 169.465,0 174.204,4 181.725,2 89.966,5 87.498,3 89.876,9 13,8 13,4 13,3 8,1 0,5 (0,1) 1,3 0,1 0,0 3,4 (4,8) 2,7 0,6 (0,8) 0,4

7. Pengangkutan & Komunikasi 74.168,0 84.228,5 86.947,4 40.518,4 45.477,9 47.613,1 6,0 6,5 6,4 17,3 17,1 17,5 1,2 1,3 1,4 4,3 2,5 4,7 0,4 0,2 0,4

8. Keuangan, Real Estat dan Jasa Perusahaan 90.480,5 98.757,7 99.622,0 49.172,3 51.504,8 51.801,0 7,3 7,6 7,4 8,7 6,3 5,3 0,9 0,6 0,5 1,5 0,8 0,6 0,2 0,1 0,1

9. Jasa-jasa 126.162,1 129.456,6 152.025,1 48.243,4 50.253,2 51.802,9 10,3 10,0 11,1 6,7 6,8 7,4 0,6 0,6 0,7 2,5 1,3 3,1 0,2 0,1 0,4

Produk Domestik Bruto 1.229.645,4 1.301.790,0 1.365.455,2 519.359,3 527.671,5 540.059,6 100,0 100,0 100,0 6,4 4,4 4,0 6,4 4,4 4,0 2,8 1,7 2,3 2,8 1,7 2,3

PDB Tanpa Migas 1.087.666,9 1.207.434,8 1.263.531,3 483.794,9 492.338,5 505.073,3 88,5 92,8 92,5 6,9 4,8 4,4 6,4 4,5 4,1 3,0 1,9 2,6 2,8 1,8 2,4 PDB Migas 141.978,5 94.355,2 101.923,9 35.564,4 35.333,0 34.986,3 11,5 7,2 7,5 0,8 (0,8) (1,6) 0,0 (0,1) (0,1) (0,1) (0,9) (1,0) 0,0 (0,1) (0,1) Sumber : BPS (diolah) Kontribusi thd. Pertumbuhan (q-t-q) 2009*** 2009*** Pertumbuhan q-t-q Pertumbuhan (y-o-y) Kontribusi thd. Pertumbuhan

(yoy)

LAPANGAN USAHA (SEKTOR)

Harga Berlaku (miliar Rp) Harga Konstan (miliar Rp) Pangsa terhadap PDB (%)

2009***

(8)

2

8 Perkembangan Produk Domestik Bruto berdasarkan Penggunaan

2008** 2008** 2008** 2008** 2008** 2008** 2008**

Tw II Tw I Tw II Tw II Tw I Tw II Tw II Tw I Tw II Tw II Tw I Tw II Tw II Tw I Tw II Tw II Tw I Tw II Tw II Tw I Tw II

1. Pengeluaran Konsumsi 843.932,1 908.339,8 944.403,1 335.221,0 346.482,5 356.239,8 68,6 69,8 69,1 5,5 7,3 6,3 3,5 4,7 4,0 3,8 (3,5) 2,8 2,4 (2,5) 1,8

2. Konsumsi rumah tangga 738.937,6 808.412,6 808.660,1 294.673,5 308.150,2 308.811,7 60,1 62,1 59,2 5,5 6,0 4,8 3,1 3,5 2,7 1,3 0,9 0,2 0,7 0,5 0,1

3. Konsumsi pemerintah 104.994,5 99.927,2 135.743,0 40.547,5 38.332,3 47.428,1 8,5 7,7 9,9 5,3 19,2 17,0 0,4 1,2 1,3 26,1 (28,7) 23,7 1,7 (3,0) 1,7

4. Investasi 329.634,7 397.555,7 429.569,7 121.694,6 119.600,6 124.890,1 26,8 30,6 31,5 10,7 (0,8) 2,6 2,5 (0,2) 0,6 0,9 (5,1) 4,4 0,2 (1,2) 1,0

5. Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto 327.656,1 400.578,8 426.728,9 120.867,7 121.132,1 124.074,2 26,6 30,8 31,3 12,0 3,4 2,7 2,7 0,8 0,6 3,2 (5,4) 2,4 0,7 (1,3) 0,6

6. Perubahan Inventory 1.978,7 (3.023,1) 2.840,8 826,9 (1.531,4) 815,9 0,2 (0,2) 0,2 (58,5) (143,9) (1,3) (0,2) (1,0) 0,0 (76,3) 26,8 153,3 (0,5) 0,1 0,4

Diskrepansi Statistik 49.796,4 (44.931,3) (47.966,4) 14.570,7 6.846,6 776,9 4,1 (3,6) (3,5) 26,1 (46,5) (94,7) 0,5 (1,3) (2,5) 13,8 129,8 (88,7) 0,4 5,7 (1,1)

7. Permintaan domestik 1.173.566,8 1.305.895,6 1.373.972,8 456.915,6 466.083,1 481.130,0 95,4 100,4 100,6 6,8 5,1 5,3 6,0 4,5 4,6 3,0 (3,9) 3,2 2,6 (3,7) 2,8

8. Ekspor bersih 6.282,2 40.825,7 39.448,8 47.873,0 54.741,8 58.152,7 0,5 3,2 2,9 (1,9) 12,1 21,5 (0,1) 1,2 1,9 (2,0) (3,4) 6,2 (0,2) (0,3) 0,6

9. Ekspor barang dan jasa 377.603,3 308.158,9 322.649,2 263.976,5 207.385,2 222.628,3 30,7 23,7 23,6 12,4 (18,7) (15,7) 6,0 (9,4) (8,0) 3,4 (16,7) 7,4 1,7 (8,0) 2,9

10. Impor barang dan jasa 371.321,1 267.333,2 283.200,4 216.103,5 152.643,4 164.475,6 30,2 20,5 20,7 16,1 (26,0) (23,9) 6,1 (10,6) (9,9) 4,7 (20,7) 7,8 1,9 (7,7) 2,3

Produk Domestik Bruto 1.229.645,4 1.301.790,0 1.365.455,2 519.359,3 527.671,5 540.059,6 100,0 100,0 100,0 6,4 4,4 4,0 6,4 4,4 4,0 2,8 1,7 2,3 2,8 1,7 2,3

Sumber : BPS (diolah) Pertumbuhan (q-t-q) 2009*** Kontribusi thd Pertumbuhan (q-t-q) 2009*** Kontribusi thd. Pertumbuhan (yoy) Pangsa terhadap PDB (%) Pertumbuhan (y-o-y)

PENGELUARAN

Harga Berlaku (miliar Rp) Harga Konstan (miliar Rp)

Gambar

Grafik 1  Pertumbuhan PDB  -6.00-4.00-2.000.002.004.006.008.00
Grafik 10  Pertumbuhan PDB Deflator  -5.00.05.0 10.015.020.025.004080120160200240280

Referensi

Dokumen terkait

Diakses pada 30 April 2020 dari Babble:

Dari hasil perhitungan secara manual dan menggunakan fungsi yang telah dibuat dari macro visual basic akan mendapat hasil penulangan.. Perbandingan antar

bahwa berdasarkan rapat Pimpinan Universitas Andalas mengenai Penetapan Hasil Seleksi Mandiri yang diselenggarakan pada tanggal 23 Agustus 2020, telah dihasilkan peserta

Rumusan ini memiliki tiga makna di dalamnya (1) manusia adalah penentu esensinya sendiri, maka tidak ada lingkungan atau esensi lainnya yang dapat membatasi diri untuk

Meningkatkan minat belajar dan hasil belajar siswa dapat dilakukan dengan cara menerapkan Model pembelajaran Kooperatif Tipe TGT. Model pembelajaran ini dinilai dapat

Obat-obat vasodilator lebih lama digunakan untuk mengurangi impedansi (tekanan) terhadap penyemburan darah oleh ventrikel. Obat-obat ini memperbaiki pengosongan

1. Data .txt tersebut diimport ke software Geopsy dengan cara membuka software Geopsy, lalu pada toolbar File, klik Import dan pilih data-datanya. Nama komponen dan frekuensi

Karena itu, dampak lingkungan atau suatu rencana usaha atau kegiatan, yang penentuannya didasarkan pada perubahan sendi-sendi kehidupan pada masyarakat tersebut dan jumlah