• Tidak ada hasil yang ditemukan

SPESIFIKASI KADAR ION KLORIDA DALAM BETON

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SPESIFIKASI KADAR ION KLORIDA DALAM BETON"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

SNI 03-2854-1992

Standar Nasional Indonesia

SPESIFIKASI

KADAR ION KLORIDA DALAM BETON

(2)

DAFTAR RUJUKAN

1. American Concrete Institute (ACI), 1984, Building Code Requirements For Reinforced

Concrete,

2.British Standard Institution (BSI), 1973, Spesifikation forAggregates from Natural

Sources for Concrete (including granolithic), Part 2 Metric Units.

Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

Diterbitkan oleh Yayasan Lembaga Penyelidikan Masalah Bangunan

Jalan Tamansari no.84 Bandung

(3)

DAFTAR ISI

Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 718/KPTS/1990 ... i

Daftar Isi . ... iv

BAB I DESKRIPSI. ... 1

1.1 Maksud dan Tujuan ... 1

1.1.1 Maksud ... 1

1.2 Ruang Lingkup ... 1

1.3 Pengertian ... 1

BAB II SPESIFIKASI... 3

2.1 Bahan ... 3

2.2 Ketentuan Jumlah Ion Klorida Maksimum Dalam Beton... 4

LAMPIRAN A : Daftar Istilah... 5

(4)

BAB I DEKSKRIPSI

1.1 Maksud dan Tujuan 1.1.1Maksud

Maksud Spesifikasi Kadar Klorida Dalam Beton adalah sebagai pegangan bagi para perencana dan pelaksana dalam merencanakan dan melaksanakan kontruksi beton.

1.1.2 Tujuan

Tujuan dari spesifikasi ini adalah untuk mencegah korosi tulangan dan pelepuhan beton.

1.2 Ruang Lingkup

Standar ini memuat persyaratan jumlah ion klorida maksimum yang diizinkan dalam beton.

1.3 Pengertian

Yang dimaksud dengan :

1) beton adalah campuran antara semen Portland atau semen hidraulik yang lain, agregat halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan campuran tambahan membentuk masa padat;

2) beton bertulang adalah beto yang ditulangi besi baja dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum yang disyaratkan, dan kedua bahan tersebut bekerja bersama-sama dalam menahan beban;

3) beton-normal adalah beton yang mempunyai berat isi 2200-2500kg/m³ menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah yang tidak menggunakan bahan tambahan;

4) Beton pra tegang adalah beton yang bertulang yang telah diberikan tegangan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat pemberian beban yang bekerja; 5) Beton pracetak adalah beton yang dipabarikasi

6) Pozolan adalah bahan yang mengandung silika amorf, apabila dicampu dengan kapur dan air akan membentuk benda padat yang keras dan bahan yang tergolong pozolan adalah tras, semen merah, abu terbang dan bubukan terak tanur tinggi;

7) Semen Portland-pozolan adalah campuran semen Portland dengan pozolan antara 15-40% berat total campuran dan kandungan SiO2 +AI20 3+Fe203 dalam pozolan minimum 70%;

8) Semen Portland tipe I adalah semen Portland yang umum digunakan tanpa persyaratan khusus; 9) Semen Portland tipe II adalah semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan

terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang;

10) Semen Portland tipe III adalah semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan kekuatan awal yang tinggi;

(5)

10) Semen Portland tipe IV adalah semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan panas hidrasi yang rendah;

11) Semen Portland V adalah semen Portland yang dalam penggunaannya memerlukan ketahanan yang tinggi terhadap sulfat;

12) Bahan tambahan adalah suatu bahan bubukan atau cairan, yang dibubuhkan kedalam campuran beton selama pengadukan Dallam jumlah tertentu untuk merubah beberapa sifatnya.

(6)

BAB II SPESIFIKASI

2.1 Bahan

Bahan yang digunakan untuk perlindungan beton bertulang terhadap korosi pada tulangan adalah: 1) semen dengan tipe sebagai berikut:

(1) semen Portland tipe I - V; (2) semen Portland - pozolan;

2) agregat dengan mutu sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan gradasi agregat harus memenuhi ketentuan pada Tabel 1 dan Tabel 2;

TABEL I

GRADASI AGREGAT HALUS BATAS % BERAT YANG LEWAT AYAKAN

KHUSUS AYAKAN

MM

UMUM

KASAR SEDANG HALUS

10,00 100 - - - 5,00 89 – 100 - - - 2,36 60 – 100 60 - 100 65 - 100 80 – 100 1,18 30 – 100 30 – 90 45 – 100 70 - 100 0,60 15 – 100 15 – 54 25 – 80 55 – 100 0,30 5 – 70 5 - 48 5 – 48 5 - 70 0,25 0 - 15 - - -

(7)

TABEL 2

GRADASI AGREGAT KASAR

% BERAT YANG LEWAT AYAKAN UKURAN NOMINAL AGREGAT AYAKAN mm 40 – 5 mm 20 - 5 mm 10 - 5,0 mm 50,0 37,5 20,0 10,0 5,0 100 95 – 100 35 – 70 10 – 40 0 – 5 - 100 95 – 100 30 – 60 0 - 10 100 90 – 100 50 – 85 0 - 10

3) air dengan mutu sesuai ketentuan yang berlaku;

4) bahantambahanharus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

2.2 Ketentuan Jmlah Ion Klorida Maksimum Dalam Beton

Ketentuan Jmlah Ion Klorida Maksimum Dalam Beton adalah :

1) jumlah konsentrasi ion khlorida maksimum yang terdapat dalam beton yang telah mengeras pada umur 38 hingga 42 hari yang didapat dari bahan campuran termasuk air, agregat, bahan bersemen, dan bahan campuran tambahan tidak boleh melampaui nilai batas yang diberikan pada table 3.

TABEL 3

KETENTUAN JUMLAH ION KHLORIDA MAKSIMUM DALAM BETON

JENIS KOMPONEN STRUKTUR BETON

JUMLAH MAKSIMUM ION KHLORIDA (CI YANG LARUT DALAM AIR) DALAM BETON DINYATAKAN DALAM % TERHADAP MASA SEMEN Beton Pategang

Beton bertulang berhubungan dengan khlorida

Beton bertulang yang selalu kering atau terlindung dari lembab

0,06 0,15 1,00

(8)

LAMPIRAN A

DAFTAR ISTILAH

bahan tambahan

=

admixture

pozolan alami

=

tras

abu terang

=

fly ash

ayakan

=

sieve

bahan pengisi

=

filler

terak tanur tinggi

=

slag

(9)

LAMPIRAN B

DAFTAR NAMA DAN LEMBAGA

1) Pemrakarsa : Pusat penelitian dan Pengumbangan

Pemukiman Dep PU

2) Penyusun :

NO. NAMA LEMBAGA

(1) Ir. Dudung Kusmara (2) Dra. Nande Maryuani (3) Drs. Randing

Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman

3) Susunan Panitia Tetap Standarisasi

NO. JABATAN EX - OFFICIO NAMA 1. Ketua 2. Sekretaris 3. Anggota 4. Anggota 5. Anggota 6. Anggota 7. Anggota 8. Anggota 9. Anggota 10. Anggota

Kepala Badan Litbang PU Badan Litbang PU Ditjen Bina Warga Ditjen Cipta Karya Ditjen Pengairan Biro Hukum Biro B S P

Kepala Pusat Litbang Pengairan Kepala Pusat Litbang

Jalan

Kepala Pusat Litbang Pemukiman

Ir. Suyatin Sastromi- joyo

Dr. Ir. Bambang Sumitroadi Ir. Satrio

Ir. Soeratmo Notodipoero Ir. Mamad Ismail Ali Muhammad SH Ir. Nuzwar Nurdin Ir. Badruddin Mahbub Ir. Soedarmanto Darmonogoro Ir.S.M.Ritonga

(10)

4) Susunan Panitia Keraja Standardisasi

NO. JABATAN NAMA LEMBAGA 1. Ketua Merangkap anggota 2. Ketua Keselamatan Bangunan merangkap anggota 3. Sekretaris 4. Anggota 5. Anggota 6. Anggota 7. Anggota 8. Anggota 9. Anggota 10. Anggota 11. Anggota 12. Anggota 13. Anggota Ir.Soeratmo Noto- dipoero Ir. Noersaidji Dipl.SE. Ir. S.M. Ritonga Ir.H.R. Sidjabat Suwandojo Siddiq, Dipl.E.E

Ir. Felisia Simarmata Drs. Randing Ir. Atyanto Moctar, Arch. Ir. Wiratman Wangsadinata Drs. Nyoman Parka, Dipl.Act. Drs. Usman Cecilia Lauw;MSc Ir. Danu Tirta Gunawan, MSc

Sekretariat Ditjen Cipta Karya Direktorat Tata Bangunan

Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Direktorat Tata

Bangunan Konsultan

PT. Jaya Ready Mix

Balai Besar Penelitian Bahan dan Barang teknik

Universitas Universitas

(11)

5) Daftar Peserta Konsensus

NO. NAMA LEMBAGA 1. Ir Lannake Tristanto 2. Gembong Antariksa 3. Suroso D. 4. U, Subajo 5. Imat R.Z. 6. Deddy R. 7. Drs. Nano Tresna 8. Drs. Usman 9. Santoso 10. Ir. Sarwan

11. Ir. Endun Rusmawan 12. Subardjo Yuwono, BE 13. Drs. Nyoman Parka 14. Ir. Dudung Kusmara 15. Ir. Wiratman 16. Ir. Pentas Hutapea 17. Ir. Cecilia Lauw 18. Ir. Rizwan Lutfi 19. R. Subarna

20. Suwandjono Siddiq, Dipl. EE 21. Witarso, BE

22. Cecep Bakheri, BE 23. Ir. Nadhiroh Masruri 24. Dra. Nande Maryuani 25. Suyitno

26. Ir. K.S. Achmad 27. Ir. Tjitji. W.S. 28. Ir. Murdiati Munandar 29. Ir. Lutfi Faisal 30. Agus Hasyim 31. Ir.H.R. Sidjabat 32. Dra. Sri Astuti 33. Ir. Felisia Simarmata 34. Ir. Gundhi Marwati 35. Nandang Keswara,BE

Pusat Litbang Jalan PT.Waskita Karya Pusat Litbang Pengairan Pusat Litbang Pengairan Balai Besar Peneitian Bahan dan Barang Teknik

Balai Besar Peneitian Bahan dan Barang Teknik

Balai Besar Peneitian Bahan dan Barang Teknik

Balai Besar Peneitian Bahan dan Barang Teknik

C.V Gwan Building Pusat Litbang Pengairan Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman PT. Jaya Ready Mix Pusat Litbang Pemukiman PT. Wiratman Ass GAPENSI

Universitas Parahyangan Pusat Litbang Pemukiman Kanwil Deaprtemen PU Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman PT. Pembangunan Perumahan Pusat Litbang Jalan

Pusat Litbang Jalan Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman PT. Pembangunan Perumahan Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman

(12)

6. Peserta Pemuktahiran Konsep

NAMA LEMBAGA 1. Ir. Suryatin Sastromijoyo

2. Ir. Soedarmanto Darmonegoro 3. Nandang SY

4. Ir. Sunaryo Soemadji 5. Anas A G

6. Ir. Carlina S.,Dipl.HE. 7. Saktyanu

8. Ir. Sarwan 9. Dra. Euny K.I. 10. Ir. Soesmaryanto 11. Machlyaudin 12. Darmoyo, SH 13. Ir. Felisia Simarmata 14. Ir. Nadhiroh

15. Drs. Randing 16. Ir. Gundhi Marwati 17. Ir. Dedi Surwandi 18. Ir. Dudung Kumara 19. Erry

20. Dra. Inggariwati 21. Ir. Lolly Martina M

Ketua Badan Litban PU Pusat Litbang Jalan Pusat Litbang Jalan Badan Litbang PU

Bina Progam Dirjen Bina Marga Pusat Litbang Air

Bina Progam Dirjen Bina Marga Pusat Litbang Pengairan Badan Litbang PU Badan Litbang PU

Biro Bina Sarana Perusahaan Biro Hukum Dept. PU Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Pemukiman Pusat Litbang Jalan Ditjen Cipta Kraya Badan Litban PU

Referensi

Dokumen terkait

Merupakan suatu kekebalan pada populasi yang memiliki persentase vaksinasi yang tinggi , dengan angka vaksinasi yang tinggi tersebut akan terjadi penularan

Dari amatan yang dilakukan di sekolah tersebut, Peneliti memperoleh gambaran bahwa lesson study mampu membangun suasana kekeluargaan dalam kolaborasi, baik pada

Sehingga dari beberapa penjelasan diatas dapat disumpulkan bahwa pelayanan public adalah kegiatan melayani yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompk orang atau

Pada penelitian ini pengertian insentif yang digunakan adalah daya perangsang atau tambahan jasa yang sengaja diberikan pada para karyawan supaya dalam diri mereka

Fokus ini dipilih karena menarik untuk diteliti mengenai bagaimana dampak dari perangkapan jabatan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta oleh Sri Sultan Hamengku Buwono

Beberapa dampak negatif yang timbul, antara lain munculnya ketergantungan subkontraktor dengan prinsipal karena pihak subkontraktor melakukan proses produksi

Zato smo se v podjetju odločili za pripravo standardiziranega postopka selekcije kandidatov za zaposlitev, saj smo izhajali iz naslednje predpostavke: Oseba, ki želi uspešno

Dalam skripsi ini secara garis besar membahas “ Persepsi Wisatawan Asing Terhadap Pusat Informasi Pariwisata Kota Surabaya (Surabaya Tourism Information Center”.. Hasil