ANALISIS DEFENSE DIPLOMACY MELALUI PT. AUVIA
GAYA PERKASA
LAPORAN KERJA PRAKTIK
Oleh:
Rona Nadyatullah Azira 106218004
FAKULTAS KOMUNIKASI DAN DIPLOMASI
PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL
UNIVERSITAS PERTAMINA
2021
LEMBAR PERSETUJUAN LAPORAN KERJA PRAKTIK
Judul Kerja Praktik : Analisis Defense Diplomacy Melalui Pt. Auvia Gaya Perkasa
Nama Mahasiswa : Rona Nadyatullah Azira Nomor Induk Mahasiswa : 106218004
Program Studi : Hubungan Internasional
Fakultas : Komunikasi dan Diplomasi
Tanggal Seminar : 4 April 2021
Jakarta, 4 April 2021 Menyetujui, Pembimbing Instansi,
Adhitiya Wibhawa, S.Sos. Manajer Operasi PT. Auvia Gaya Perkasa
Pembimbing Program Studi,
Dr. Ian Montratama, MEB, MSi (Han) NIP. 116117
KATA PENGANTAR
Atas segala rasa syukur dan puji bagi Allah SWT, serta segala nikmat dan karunia-Nya, penulis dapat menyelesaikan Kerja Praktik dan Laporan Kerja Praktik yang berjudul “Analisis Defense
Diplomacy Melalui Pt. Auvia Gaya Perkasa”. Penulisan laporan ini bertujuan untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan untuk kegiatan Kerja Praktik di Program Studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina. Harapannya, laporan ini dapat memberikan informasi dan wawasan baru bagi para pembaca dan akademi dalam bidang hubungan internasional. Melalui program ini, penulis belajar dan memahami pelaksanaan dunia kerja. Penulis juga ingin mengucapkan terima kasih terhadap dukungan dari berbagai pihak sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan dengan tepat waktu, khususnya kepada:
1. Ibu Dra. Emilia S. Widowati selaku Direktur Utama PT. Auvia Gaya Perkasa.
2. Bapak Marsma TNI (Purn) Djoko Santoso, S.E. selaku Direktur Umum PT. Auvia Gaya Perkasa.
3. Bapak Dr. Ian Montratama, MEB, MSi (Han) selaku dosen pembimbing mata kuliah Kerja Praktik dan Direktur Operasi PT. Auvia Gaya Perkasa.
4. Ibu Silvia Dian Anggraeni selaku dosen wali selama 3 tahun berkuliah.
5. Bapak Adhitiya Wibhawa, S.Sos selaku pembimbing instansi dan Manager OperasiPT. Auvia Gaya Perkasa.
6. Seluruh teman-teman Kerja Praktik di PT. Auvia Gaya Perkasa.
Penulis merasa bahwa di dalam penulisan laporan ini terdapat berbagai kekurangan. Maka, penulis mengharapkan adanya kritik serta masukan terhadap hasil penelitian ini agar menjadi lebih baik.
Jakarta, 4 April 2021
DAFTAR ISI
LEMBAR PERSETUJUAN ... I KATA PENGANTAR ... II DAFTAR ISI ... III DAFTAR GAMBAR... IV
BAB I PENDAHULUAN ... 1
BAB II PROFIL INSTANSI ... 2
2.1LATARBELAKANGSINGKATPT.AUVIAGAYAPERKASA ... 2
2.2LOKASIPERUSAHAAN ... 2
2.3VISIDANMISIPERUSAHAAN ... 3
BAB III KEGIATAN KERJA PRAKTIK ... 4
3.1.PENGENALANDANORIENTASI ... 4
3.2.PEMAPARANMATERIMENGENAIPENGENALANPRODUK ... 4
3.3WEBINARPENDANAANTERORISME ... 5
3.4.MENGIKUTIWEBINARTALKINGASEANON“MYANMARMILITARYCOUP, ASEAN’SROLEANDTHECHALLENGEFORDEMOCRACY" ... 6
3.5.SEMINARPETAHANANDANKEAMANANNASIONAL ... 8
3.6.SEMINARONLINEJAPAN’SGRANDSTRATEGYINTHEINDOPACIFIC:DEBATE, DIALOGUEANDDELIBERATIONS ... 9
3.7.KONSEPARMSSALESDIPLOMACYDANEXTERNALBALANCING ... 10
3.8.MATERIPILIHANIMPORSENJATAAMERIKAVSEROPA ... 11
3.9.WEBINARPROSPEKBUMN2021SEBAGAILOKOMOTIFPENDANSOVEREIGN WEALTHFUND ... 11
3.10.PENELITIANCLOSEDGROUP... 13
BAB IV HASIL KERJA PRAKTIK ... 14
BAB V TINJAUAN TEORITIS ... 15
BAB VI SIMPULAN DAN SARAN ... 17
SIMPULAN ... 17
SARAN ... 17
DAFTAR PUSTAKA ... 18
LAMPIRAN ... 19
SURATKETERANGANPELAKSANAANKERJAPRAKTIK ... 19
LEMBARBIMBINGANKERJAPRAKTIKPTAUVIAGAYAPERKASA... 20
SURATKETERANGANSELESAIKERJAPRAKTIK ... 21
LEMBARPENILAIANKERJAPRAKTIK... 22
LEMBARKEHADIRANKERJAPRAKTIK ... 23
DAFTAR GAMBAR
Gambar 1: Tampak depan PT. Auvia Gaya Perkasa ... 3
Gambar 2: Struktur Organisasi PT Auvia ... 3
Gambar 3: Dokumentasi hari pertama KP ... 4
Gambar 4: Poster Acara Pendanaan Terorisme ... 5
Gambar 5: Poster Acara Talking on ASEAN ... 7
Gambar 6: Dokumentasi Webinar Pertahanan dan Keamanan Nasional ... 9
Gambar 7: Poster Seminar Online Japan’s Strategy Hari Pertama... 10
BAB I PENDAHULUAN
Kerja praktik menjadi salah satu mata kuliah wajib dalam kurikulum Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Komunikasi dan Diplomasi Universitas Pertamina dengan bobot sebanyak dua Satuan Kredit Semester (SKS). Tujuan dasar dari kegiatan kerja praktik adalah untuk meningkatkan kemampuan dan ilmu mahasiswa Hubungan Internasional pada bidang industri dan aplikasi ilmu pengetahuan serta dapat membandingkan ilmu di lapangan dengan ilmu yang telah diterima di perkuliahan. Laporan ini ditujukan untuk memberikan gambaran sampai sejauh mana mahasiswa peserta KP Universitas Pertamina di dalam memahami hal-hal terkait dengan Kerja Praktik yang telah dilakukan pada perusahaan PT Auvia Gaya Perkasa. Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di dalam konsultasi alat utama sistem senjata (alutsista), perusahaan mampu memberikan gambaran yang jelas mengenai cara di dalam dunia Hubungan Internasional bergerak.
Topik penelitian di dalam kerja praktik yang penulis ajukan adalah “Analisis Defense
Diplomacy Melalui Pt. Auvia Gaya Perkasa”. Topik ini kemudian dipilih oleh penulis karena
sejalan dengan visi dan misi PT Auvia Gaya Perkasa sebagai konsultan Boeing, Defense,
Space & Security (BDS) untuk mendukung program pemenuhan industri pertahanan seperti
pesawat terbang bagi Indonesia. Kegiatan Kerja Praktik berlangsung selama kurang lebih 1 bulan dengan tepatnya sejak 8 Februari hingga 5 Maret 2021.
BAB II
PROFIL INSTANSI PT AUVIA GAYA PERKASA 2.1 Latar belakang singkat PT. Auvia Gaya Perkasa
PT Auvia Gaya Perkasa (Auvia) bergerak di dalam industri pertahanan sejak tahun 2013 sebagai konsultan penjualan Alutsista asing seperti Boeing, Defense, Space & Security (BDS), TCOM LP (USA) dan Daher Kodiak (USA). BDS memproduksi pesawat militer seperti F-15 Eagle, F-18 Super Hornet, AH-64E Apache, CH-47F Chinook, KC-46 Pegasus, P-8 Poseidon, B737 AEW&C, UAV Scaneagle, dan lain-lain. Beberapa munisi seperti AGM-B4 Harpoon, SDB dan JDAM juga disediakan oleh BDS. Sedangkan TCOM LP memproduksi beberapa aerostat ukuran besar dengan besar lebih dari 14 meter. Lalu, Daher Kodiak menyediakan pesawat single-engine turboprop Kodiak 100. Harapannya, Auvia akan berusaha menambah klien baru seperti Ingalls Huntington, Honda jet, General Atomic, dan lain-lain.
Beberapa pertemuan dengan sejumlah klien dan pejabat negara juga sering dilakukan oleh Auvia. Selain itu, Auvia juga melakukan beberapa usaha kajian dan sejak 2019 sudah berhasil mendapatkan kontrak dengan BPPK Kementerian Luar Negeri RI.
2.2 Lokasi perusahaan
PT Auvia Gaya Perkasa terletak di Komplek Perkantoran Pondok Gede Indah, Jalan Raya Pondok Gede, nomor 18F, Lubang Buaya, Jakarta Timur.
Gambar 1: Tampak depan PT. Auvia Gaya Perkasa 2.3 Visi dan misi perusahaan
Visi PT Auvia Gaya Perkasa adalah be the most professional defense and strategic
issue consultant in Indonesia. Misi PT Auvia Gaya Perkasa adalah to provide market analysis, academic research, meeting arrangements, and engagement with local strategic partners.
BAB III
KEGIATAN KERJA PRAKTIK 3.1. Pengenalan dan orientasi
Sebagai bentuk dari Corporate Social Responsibility (CSR), PT. Auvia Gaya Perkasa memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk melakukan Kerja Praktik khususnya mahasiswa tingkat 3 program studi Hubungan Internasional Universitas Pertamina. Bentuk keterlibatan mahasiswa di dalam kegiatan KP ini terdapat berbagai hal seperti pembuatan
company profile, mencari klien baru, menyusun surat, merapihkan konten website, membuat
naskah kajian, dan membuat lamaran surat kerja serta curriculum vitae. Kegiatan KP berlangsung selama 150 jam sesuai dengan standar yang berlaku di Universitas Pertamina.
Gambar 3: Dokumentasi hari pertama KP 3.2. Pemaparan materi mengenai pengenalan produk
Di dalam memberikan gambaran mengenai bisnis yang berlangsung di dalam Auvia, peserta kerja praktik diberikan pemahaman mengenai produk-produk yang melibatkan Auvia diantaranya adalah: (1) F-15EX Eagle, pesawat tempur air superioriy dengan sistem
first look, first shot. (2) F-18 Superhornet Block 3, pesawat generasi 4.5 terbaik di dunia
dengan karakter utamanya adalah low observable dengan penerbangan yang lebih cepat dan lebih jauh. (3) Bell Boeing V-22 Osprey, pesawat tempur militer yang memiliki teknologi tiltrotor sayap tinggi (high wing) dengan memanfaatkan cara kerja vertikal helikopter dengan
kecepatan dan jangkauan sayap pesawat. (4) P-8 Poseidon, yang memiliki self protection
system dan ESM untuk melihat adanya ancaman. (5) AH-64E Apache, tipe helikopter militer
yang bisa diterbangkan dalam berbagai keadaan cuaca. (6) AH-6i, helikopter pengintai bersenjata berkemampuan tinggi yang dirancang khusus dengan karakteristik kinerja superior dan peralatan misi yang fleksibel dan mudah dikonfigurasi. Menjadi perusahaan yang bergerak di bidang pertahanan, menjadi hal yang sangat penting bagi para peserta KP untuk mempelajari produk-produk apa saja yang pernah dikerjakan oleh Auvia.
3.3 Webinar Pendanaan Terorisme
Gambar 4: Poster Acara Pendanaan Terorisme
Di dalam kegiatannya, webinar yang dirasa selaras dengan program Auvia menjadi salah satu pemenuhan KP di dalam PT. Auvia. Dengan mendapatkan ilmu baru dari berbagai ahli di bidangnya masing-masing, webinar menjadi wadah bagi para peserta KP untuk mendapatkan ilmu baru. Webinar pendanaan terorisme diadakan oleh Lembaga Kagama dari Tangerang Selatan dengan Moderator acara ini adalah Pak Haryoko R.W dengan mengundang berbagai pembicara seperti Irjen Pol. (Purn) Ir. Hamli ME, Dr. Dian Ediana sebagai Kepala PPATK, Pak Garnadi Walanda selaku Regional Head dari Counter-Terrorist
Financing Division IACSP Southeast Asia, dan Pak Arif Budi Setyawan. Kenyataannya,
keadaan dunia saat ini yang sangat terganggu kestabilannya akibat adanya keberadaan terorisme, menjadikan pembahasan mengenai pertukaran informasi secara global mengenai aksi teror menjadi sangat penting. Di Indonesia sesuai dengan Peraturan Presiden,
pengaturan mengenai tindak pidana terorisme dengan mengoptimalisasi pertukaran informasi dari tiap instansi.
Pendanaan aksi teror biasanya dilakukan untuk aksi teror maupun pelatihan, caranya melalui donasi perorangan, pencurian, perampokan, dan jaringan kelompok jihadis radikal lain. Para narapidana ingin melakukan aksi teror sebenarnya karena kebutuhan untuk mendanai keluarga yang ditinggal seperti anak dan istri, media nya biasanya melalui internet maupun media sosial. Beberapa narapidana juga menjadi sangat ketergantungan dari hasil pendapatan yang diperoleh melalui aksi ini, sehingga ketika sudah berhasil keluar dari penjara pun tetap berusaha melakukan kesalahan untuk dapat kembali masuk ke dalam penjara. Proses distribusi biaya biasanya tidak melalui bank secara langsung melainkan menggunakan metode penggunaan kurir dengan cash, pengiriman barang umum yang di dalamnya diselipkan dana tersebut, dan salah satu bank utama yang sering digunakan adalah
Western Union.
Webinar ini sangat bermanfaat bagi para peserta KP mengingat, orang-orang disekitar dan disekeliling kita juga harus kita perdulikan siapa dan apa yang dilakukan, bahkan bisa jadi itu berasal dari keluarga kita. Ciri-ciri yang disebutkan di dalam webinar tersebut adalah selalu mengasingkan diri, kritis terhadap pemerintah secara negatif. Memahami bahaya dari terorisme dan bagaimana cara terorisme bekerja, dapat membuat peserta KP lebih hati-hati di dalam bertindak dan lebih peka terhadap lingkungan di sekitarnya.
3.4. Mengikuti webinar Talking ASEAN on “Myanmar Military Coup, ASEAN’s Role
and the Challenge for Democracy"
Hari Rabu, 17 Februari 2021 The Habibie Center mengadakan sebuah webinar bersama dengan ASEAN dengan topik pembahasan mengenai Myanmar. Hal ini dijadikan sebagai latar belakang cerita karena pada Senin dini hari, 1 Februari 2021, militer Myanmar melancarkan kudeta yang menggulingkan pemerintah sipil yang dipimpin oleh Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD). Pengambilalihan militer terjadi beberapa bulan setelah kemenangan telak NLD selama pemilu November 2020 - hasil yang sangat diperdebatkan oleh militer. Penasihat Negara Aung San Suu Kyi, Presiden Win Myint dan para pemimpin NLD lainnya ditangkap dan keadaan darurat satu tahun diumumkan. Kekuasaan sekarang berada pada Jenderal Senior Min Aung Hlaing dan dalam keadaan darurat, militer telah
menutup jaringan komunikasi dan memberlakukan pembatasan berbasis internet untuk menghalangi akses ke informasi.
Gambar 5: Poster Acara Talking on ASEAN
Di dalam webinar ini dibahas bagaimana kondisi Myanmar saat ini pasca kudeta militer dan implikasinya baik secara domestik maupun regional, peran ASEAN dalam mengatasi masalah ini dengan keterbatasan “ASEAN Way” dan peluang dalam pembuatan kebijakan ke depan. Dengan menghadirkan berbagai pembicara seperti: (1) Yuyun Wahyuningrum, Representative of Indonesia to the ASEAN Intergovernmental Commission
on Human Rights-AICHR (2) Aung Kyaw Moe, Pendiri dan Direktur Eksekutif Center for Social Integrity-CSI, Myanmar (3) Rene Pattiradjawane, Associate Fellow of The Habibie
Center. Acara ini juga dimoderatori oleh Marina Ika Sari, Peneliti Program Studi ASEAN, The Habibie Center.
Dari sisi ASEAN, permasalahan mengenai Myanmar ternyata pernah menjadi pembicaraan bersama-sama namun karena tidak memenuhi hasil konsensus, tidak ada kebijakan tegas yang dikeluarkan secara institusional dari ASEAN. Tahun ini terdapat ASEAN Summit yang diadakan pada 5 Februari dengan pembahasan mengenai Irregular
Migration di Indian Ocean untuk merespon adanya kapal orang-orang Rohingya di Laut
Indonesia, Malaysia, Singapura dan Thailand juga mengirimkan surat urgensi kepada ASEAN.
Sebagai mahasiswa Hubungan Internasional, peserta KP merasa sangat beruntung dengan adanya pengadaan keikutsertaan peserta KP PT Auvia di dalam webinar ini. Isu mengenai Myanmar memang selalu menjadi pembicaraan hangat di kalangan akademisi Hubungan Internasional. Berbagai informasi maupun ilmu baru dari keadaan di Myanmar membuat peserta KP merasa sangat kaya akan informasi dari adanya webinar ini.
3.5. Seminar Petahanan dan Keamanan Nasional
Pada hari Kamis, 15 Februarj 2021 Institut Teknologi Bandung melakukan sebuah seminar berjudul “Seminar Pertahanan Negara dan Keamanan Nasional: Disrupsi Teknologi Pada Industri Pertahanan dan Pengembangan Siber Indonesia”. Acara ini dibagi menjadi dua sesi Pada webinar sesi 1 dibahas terkait industri pertahanan cerdas untuk keamanan dan ketahanan negara dengan pembicara Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal TNI Muhammad Herindra, M.A., M.Sc yang disini posisinya menggantikan Menteri Pertahanan Prabowo yang tidak dapat hadir. Lalu dimoderatori oleh I.. G. B. Baskara Nugraha, S.T., M.T., PH. D. seorang peneliti dari SCCIC sebagai moderator.
Memahami visi pertahanan Indonesia yaitu untuk menjaga dan melindungi kedaulatan negara, keutuhan wilayah negara, serta keselamatan segenap bangsa dirasa sangat sesuai dan perlu bagi peserta KP di dalam melakukan KP ini. Tidak lupa di dalam webinar ini juga disebutkan mengenai sistem pertahanan semesta Indonesia. Berbagai kemajuan teknologi saat ini telah mendorong berbagai macam pembaharuan di berbagai sektor seperti pendidikan, transportasi, kesehatan, pemerintahan, dan industri. Revolusi industri 4.0 juga mendorong lahirnya dimensi pertempuran yang awalnya berisikan darat, laut, udara saat ini muncul dimensi ruang angkasa dan ruang siber. Teknologi yang sudah semakin canggih melahirkan berbagai perubahan di berbagai bidang yang tidak terkecuali ancaman-ancaman baru seperti ancaman cyber.
Melalui adanya webinar ini, peserta KP mampu menyelaraskan nilai-nilai PT Auvia Gaya Perkasa dengan kepentingan Indonesia mengingat apa yang dikatakan di dalam webinar ini bahwa citra dan nilai pertahanan negara juga ditentukan oleh keberadaan teknologi dan industri pertahanan terutama alat utama sistem senjata atau alutsista dan
non-alutsista, tidak terkecuali adanya big data, machine learning, dan robot. Indonesia harus dapat meningkatkan teknologi nasional.
Gambar 6: Dokumentasi Webinar Pertahanan dan Keamanan Nasional
3.6. Seminar online Japan’s Grand Strategy in The Indo Pacific: Debate, Dialogue and
Deliberations
Di dalam pengadaannya, seminar ini berlangsung selama empat hari berturut-turut. Seminar online ini diselenggarakan oleh Centre for East Asian Studies Jawaharlal Nehru dari University New Delhi dan Japan Foundation. Pembahasan utama di dalam webinar ini secara garis besar membicarakan mengenai grand strategy Jepang dengan studi kasus wilayah kawasan Indo-Pasifik. Berbagai isu global menyangkut negara seperti yang saat ini terjadi COVID-19, nampaknya semakin menyadarkan Jepang untuk melakukan sebuah hubungan kerjasama secara multilateral dan bilateral. Salah satunya adalah hubungan antara Jepang dan India serta Jepang dan ASEAN.
Gambar 7: Poster Seminar Online Japan’s Strategy Hari Pertama
Pembahasan utama di dalam seminar hari kedua dibuka oleh Zhiqun Zhu, dari
Bucknell University yang menjelaskan mengenai keberadaan geopolitik China dan
Indo-Pasifik dimana beliau menjelaskan hubungan antara China dan Amerika sangat menentukan hubungan seperti apa yang akan terjadi di dalam Indo-Pasifik. Selain itu, beliau menegaskan seharusnya dunia tidak hanya berfokus pada permasalahan geopolitik saja, namun isu-isu seperti pembangunan dan perubahan iklim harus dijadikan sebagai kepentingan negara yang utama juga. Kemudian juga ada penjelasan mengenai kepentingan US melalui the Quad terhadap Indo-Pasifik, pentingnya keseimbangan kekuatan di dalam Asia Pasifik, tantangan dan keuntungan dari ASEAN centrality, kebijakan non-alignment policy Indonesia di era saat ini, keberadaan Vietnam di dalam Kebijakan Jepang, hingga pembahasan mengenai kebijakan maritim Jepang di Indo-Pasifik. Di hari ketiga, penjelasan mengenai Belt Road
Initiative China, keberadaan Organisasi seperti G20 dapat menjadi peran penting di dalam
pembahasan ekonomi di Indo Pasifik, hubungan Australia dan Jepang sebagai Special
Strategic Partnership dan Rules Based Order.
Pada hari terakhir, di tanggal 26 Februari membicarakan mengenai pendekatan multi dimensi di dalam memelihara kerjasama di Indo-Pasifik. Dengan berbagai pendekatan melalui beberapa negara, Jepang terlihat mulai menginvestasi ke wilayah Afrika, Asia Selatan dan Asia Tenggara, contohya adalah investasi Nacala Port di Mozambique sebanyak $320 million, pinjaman $4.5 billion untuk India mengembangkan indsutri di Delhi-Mumbai. Indo-Pasifik harus selalu berkomitmen terhadap nilai-nilai liberal, membangun sistem saling ketergantungan dan koperasi ekonomi di kawasan Indo Pasifik Berkontribusi pada fondasi berbasis aturan berdasarkan kerjasama; misalnya, melalui peran kepemimpinannya dalam CPIPP.
3.7. Konsep arms sales diplomacy dan external balancing
Arm Sales berarti perdagangan senjata, seperti yang diketahui, setiap negara
memiliki anggaran pertahanannya masing-masing. Negara dengan anggaran pertahanan terbesar adalah Amerika Serikat, China, Arab Saudi, India, Inggris, Jerman dan Jepang. Berkebalikan, negara berkembang cenderung memiliki anggaran pertahanan yang terbatas. Keuntungan dapat digunakan oleh kedua negara baik penjual dan negara pembeli, untuk negara penjual biasanya dapat meningkatkan manfaat ekonomi (prosperity). Penjualan yang meningkat juga akan membuat industri pertahanan dapat mengembangkan teknologinya
untuk menghasilkan sistem persenjataan yang lebih efektif. Sementara bagi negara pembeli, penentuan negara penjual memiliki potensi penciptaan "external balancing" yang (dapat) lebih efektif dari pada "internal balancing", namun volume pembelian akan berpengaruh terhadap nilal "external balancing" yang dibangun. Keseimbangan eksternal berarti mencari aliansi atau mencoba untuk melemahkan aliansi lawan. Tapi bagi negara non aligned seperti Indonesia, "external balancing" sulit (bukan berarti tidak bisa) dilakukan. Perlu kreativitas untuk me-redefinisi "external balancing" di mana instrumen yang dipakai bukanlah "aliansi" namun bentuk kerja sama pertahanan lain, seperti "kemitraan strategis". Indonesia telah membangun kemitraan strategis dengan sejumlah negara. Pembahasan mengenai konsep ini dirasa sangat penting bagi peserta KP mengingat sifat dari perusahaan PT Auvia Gaya Perkasa yang bergerak di bidang industri alutsista. Selaras dengan salah satu mata kuliah di tingkat 3 yaitu Sistem Pertahanan Indonesia, materi ini sangat berguna bagi peserta KP. Pemahaman akan kedua konsep ini akan membawa para peserta KP ke dalam dinamika pertahanan dan keamanan negara secara umum. Menganalisa dari sisi Indonesia juga dapat menggunakan kedua konsep ini.
3.8. Materi pilihan impor senjata Amerika vs Eropa
Dengan adanya berbagai ancaman yang muncul saat ini, Indonesia sebagai negara yang sangat memperhatikan segala aspek pertahanan dan keamanan, termasuk juga pilihan barang alutsista, materi ini dirasa sangat penting bagi peserta KP. Memahami dari sisi PT Auvia sebagai perusahaan konsultan, materi ini memberikan pembekalan dan sudut pandang baru bagi peserta KP. Mempelajari adanya berbagai macam ancaman, dari yang tradisional hingga non tradisional, hubungan antara kekayaan sumber daya alam dengan militer, hingga pemahaman politik bebas aktif Indonesia di dalam penerapan strategi pertahanan dan keamanan negara. Sejak Orde Baru hingga saat ini, perencanaan anggaran pertahanan dilihat dari capability based: kemampuan keuangan negara. Akibatnya, postur pertahanan negara dibangun tanpa mengindahkan balance of power dan dinamika ancaman non-traditional yang dihadapi. Kemudian peserta KP juga mempelajari perbedaan mendasar di dalam penjualan alutsista model Amerika dan Eropa, dengan beberapa keunggulan dan kekurangan ditiap negaranya. Fokus utamanya adalah menghubungkan keadaan politik, anggaran dan nilai bangsa Indonesia dengan target pembelian alutsista.
Menghadirkan berbagai narasumber ternama dan profesional acara ini dibagi menjadi tiga sesi. Pada sesi pertama, acara dibuka oleh Prof. Ari Kuncoro, S.E., M.A., Ph.D sebagai rektor Universitas Indonesia. Acara ini dipimpin oleh seorang moderator yaitu Eko Sakapurnama, Kasubdit Kerjasama Pendidikan dan Pemerintah UI. Sesi dimulai dengan penyampaian materi oleh Pahala Masury selaku Wakil Menteri BUMN RI. Topik utamanya adalah pembahasan mengenai PEN yang akan menjadi instrumen utama. Peran BUMN selama COVID-19 juga dijabarkan dimana terdapat 70 RS BUMN di 18 provinsi, infrastruktur dan kelengkapan medis RS Darurat Wisma Atlet, vaksin program pemerintah dengan 426.8 juta dosis, pengembangan vaksin merah putih, aplikasi “Peduli Lindungi” dan dana bantuan. Selaras dengan kampus para peserta KP yaitu, Universitas Pertamina, Ibu Nicke Widyawati, selaku Direktur Pertamina juga hadir di dalam acara ini dengan menyampaikan topik terkait “Pembangunan Sektor Energi dan Potensi Pemanfaatan SWF”. Disampaikan bahwa dalam jangka waktu 2020-2024 terdapat setidaknya 300 proyek yang berpotensi mendapatkan pendanaan dari INA untuk sektor energi. Sumber pendanaan SWF yang berbasiskan equality dapat menjaga optimasi pendanaan dengan optimalisasi internal
fund sebanyak 38% dan external fund sebesar 62%. Dengan adanya omnibus law juga
menguntungkan Pertamina di dalam beberapa hal, diharapkan tujuan utama Pertamina untuk menjadi perushaaan global energi dapat terwujud.
3.10. Penelitian closed group
Sebuah pengalaman yang sangat berkesan bagi peserta KP di dalam kegiatan 150 jam di PT Auvia, karena dapat turut berkontribusi di dalam sebuah penelitian yang dilakukan untuk salah satu klien Auvia.
BAB IV
HASIL KERJA PRAKTIK
Melalui kerja praktik yang dilakukan di PT Auvia Gaya Perkasa, peserta mendapatkan ilmu serta pengalaman yang sangat berharga. Walaupun dilakukan secara Work From Home
(WFH) kegiatan kerja praktik ini sangat berkesan bagi peserta. Peserta juga mampu
mempelajari secara langsung bagaimana perusahaan konsultan seperti PT Auvia Gaya Perkasa bergerak. Selain ilmu yang bermanfaat, peserta kerja praktik mendapatkan pembelajaran terkait cara-cara bekerja dengan sistem perusahaan, yang mana selalu mengutamakan disiplin, tanggung jawab dan menghormati peraturan yang berlaku. Budaya kerja perusahaan yang dibangun selama kerja praktik berlangsung juga mengajarkan beberapa etika dasar pekerjaan. Pengalaman dan ilmu ini sangat bermanfaat bagi peserta kerja praktik untuk perjalanan kehidupan kedepannya. Tugas-tugas yang diberikan juga menjadi salah satu sumber ilmu yang selalu dapat dipelajari sehingga membawa nilai-nilai positif bagi peserta kerja praktik. Melalui tugas-tugas tersebut dapat menjadi masukan dan bahan evaluasi untuk memperbaiki kekurangan dan mengembangkan kelebihan yang dimiliki oleh peserta kerja praktik.
BAB V
TINJAUAN TEORITIS
Di tengah lingkungan konflik yang semakin dinamis dan tidak teratur, Indonesia harus dapat menempati dirinya untuk mengerahkan sumber daya yang dimiliki untuk berada di berbagai pertempuran. Ketika terjadi perang, Kementerian Pertahanan memainkan peran diplomatik garis depan dengan berinteraksi langsung dengan penduduk setempat atau memberikan bantuan dan bantuan kemanusiaan sambil memulihkan infrastruktur di daerah yang dilanda perang. Sebelum atau pasca-konflik, peran-peran ini biasanya diisi oleh kombinasi upaya diplomatik dari Kementerian Luar Negeri. Dengan keberadaan dua kementerian ini, tujuan utamanya adalah menyediakan pasukan serta pasokan militer yang dibutuhkan untuk mencegah perang dan untuk melindungi keamanan negara serta secara aktif memulai strategi untuk membangun keamanan yang stabil di dalam negeri. Sebuah studi kasus yang dapat dicontoh menjadi sebuah teori di Indonesia adalah Amerika Serikat dengan membentuk sebuah inisiatif bernama “Three D’s: Defense, Diplomacy and
Development” (Hamilton, Cameron dan Geoff Nattans May, 2010). Salah satu hal yang
harus ditingkatkan adalah pembangunan negara sebagai pilar utama dari strategi keamanan nasional digabungkan dengan diplomasi pertahanan sehingga dapat memperkuat koordinasi antara kepentingan dan aktor negara.
Diplomasi pertahanan mewakili paradoks penting (Chang, J., & Jenne, N, 2020). Di satu sisi, ini adalah kegiatan kooperatif untuk membangun kepercayaan strategis dan moralistik antar negara dan dengan demikian secara positif membentuk lingkungan di mana kebijakan luar negeri dibuat. Di sisi lain, diplomasi pertahanan juga melibatkan persaingan dan demonstrasi kekuatan militer, yang dapat bertentangan dengan tujuannya untuk membangun kepercayaan moralistik dan merusak kepercayaan antar negara. Selain itu, diplomasi pertahanan sejak akhir Perang Dingin mencakup berbagai kegiatan mulai dari tindakan penyeimbang hingga operasi pemeliharaan perdamaian dan penegakan perdamaian (Cottey, Andrew dan Anthony Forster, 2004). Konsep ini awalnya disempurnakan dalam the United
Kingdom’s 1998 Strategic Defence Review yang mendefinisikan diplomasi pertahanan
sebagai salah satu dari delapan misi inti angkatan bersenjata dengan tujuan untuk 'menghilangkan permusuhan, membangun dan memelihara kepercayaan dan membantu dalam pengembangan angkatan bersenjata yang bertanggung jawab secara demokratis,
konflik' (Robertson, George, 1998). Cottey dan Forster (2004) kemudian memberikan daftar kegiatan diplomasi pertahanan, yang meliputi: pertukaran antara perwira militer atau pejabat pertahanan sipil, penunjukan atase pertahanan ke negara lain, perjanjian tentang militer kerjasama, pelatihan personel asing, pemberian bantuan dalam bentuk peralatan militer atau barang lainnya, atau latihan antar militer, dan lain-lain.
PT Auvia Gaya Perkasa yang bergerak di dalam bidang pertahanan sebagai perusahaan konsultan memiliki beberapa hal yang biasa dilakukan untuk klien diantaranya: menilai perkembangan politik dan ekonomi yang memengaruhi kepentingan klien; bernegosiasi dengan pejabat asing untuk menghilangkan hambatan akses pasar dan profitabilitas, seperti: tarif tinggi, persyaratan perizinan, pembatasan investasi asing, pajak diskriminatif, dan peraturan pemerintah yang memberatkan; menyelesaikan perselisihan komersial dengan mitra asing, pemasok, atau pelanggan dengan tujuan untuk mendapatkan hasil yang sama-sama menguntungkan berdasarkan mobilisasi berbagai sumber daya dan pengaruh, termasuk kepentingan pemerintah Indonesia yang sesuai; serta mengidentifikasi calon mitra asing dan bernegosiasi dengan tujuan yang sukses. Dalam ekonomi global yang semakin meningkat, organisasi termasuk perusahaan multinasional, badan pemerintah, dan nirlaba semuanya mempekerjakan konsultan internasional untuk membantu mendorong keputusan bisnis dan mengembangkan rencana strategis.
Auvia bekerja berdasarkan prinsip yang saling menguntungkan dalam mengidentifikasi kebutuhan klien, merumuskan solusi, mengirimkan barang dan/atau jasa, serta menjaga kualitas & kinerja terbaik. Berfokus pada penerbangan militer, sistem persenjataan dan sistem informasi, PT Auvia Gaya Perkasa secara tidak langsung menjadi aktor non-negara bagi diplomasi pertahanan Indonesia. Dengan berperan sebagai jembatan yang menghubungi perusahaan produksi alutsista seperti Boeing kepada klien khususnya menerima konsultasi dari End-users ke Kementerian Pertahanan dan selebihnya Auvia hanya akan memantau dan melaporkannya kepada Boeing.
BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN 4.1. Simpulan
Melalui pelaksanaan program kerja praktik di PT Auvia Gaya Perkasa, peserta kerja praktik mendapatkan pengalaman dan ilmu baru yang sangat berguna untuk nantinya memasuki dunia kerja setelah mendapatkan gelar Sarjana. Kesempatan kerja praktik di PT Auvia Gaya Perkasa yang berfokus pada sektor konsultan pertahanan dan keamanan memberikan wawasan baru terutama dalam dinamika pertahanan dan keamanan nasional, regional, dan internasional serta mengetahui sistem pengadaan alutsista nasional dan bagaimana aktor non-negara seperti Auvia dalam terlibat dalam proses kerjasama tersebut.
4.2. Saran
Sebagai salah satu perusahaan yang bergerak di bidang konsultan pertahanan dan keamanan yang telah lama berkecimpung dan mengetahui dinamika pertahanan dan keamanan oleh karena itu, sebagai salah satu tugas dari peserta kerja praktik menyarankan PT Auvia Gaya Perkasa untuk sering melibatkan masyarakat luas atau memberikan pengetahuan umum kepada masyarakat mengenai kompleksitas dan dinamika perusahaan konsultan alutsista, terutama di dalam bidang pertahanan dan keamanan.
DAFTAR PUSTAKA
Auvia. (2017). About. Diakses pada 30 Maret 2021 melalui https://auvia.co.id/about/ Chang, J., & Jenne, N. (2020). Velvet fists: The paradox of defence diplomacy in Southeast
Asia. European Journal of International Security, 5(3), 332-349. DOI:
10.1017/eis.2020.16
Cottey, Andrew dan Anthony Forster. (2004). Reshaping Defense Diplomacy: New Roles
for Military Cooperation and Assistance, Adelphi Paper 365. London: Oxford
University Press, pp. 6–8.
Hamilton, Cameron dan Geoff Nattans May. (2010). Defense, Diplomacy and Development.
A McLean Group Whitepaper. Diambil dari:
http://www.mcleanllc.com/pdf/Defense_Diplomacy_Development.pdf
Emmers, Ralf. (2012). The Five Power Defence Arrangements and Defense Diplomacy in
Southeast Asia. JOUR Asian Security, vol 8. DOI: 10.1080/14799855.2012.723921
Robertson, George. (1998). Strategic Defence Review. United Kingdom Ministry of Defence, pp. 106–07.
LAMPIRAN Surat keterangan pelaksanaan kerja praktik