• Tidak ada hasil yang ditemukan

Energi total sistem A dan tandon A`

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Energi total sistem A dan tandon A`"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

Ensambel

Ensambel

dan

(2)

Ensambel dan Sistem Interaktif

Ensambel dan Sistem Interaktif

Topik

Topik--topik yang akan dibahas:

topik yang akan dibahas:

Ensambel Mikrokanonik (tanpa interaksi,

Ensambel Mikrokanonik (tanpa interaksi,

bab IV)

bab IV)

Ensambel Kanonik (interaksi termal)

Ensambel Kanonik (interaksi termal)

(3)

Ensambel

Ensambel Kanonik

Kanonik ((interaksi

interaksi termal

termal))

Tinjau 2 sistem A dan A` yang berinteraksi termal, hanya ukurannya yang

sangat berlainan, tepatnya salah satu sistem jauh lebih besar dari sistem

lainnya. Sistem yang besar dapat dipandang sebagai

tandon/reservoar

Sistem yang apabila berinteraksi dengan sistem

yang lain seolah-olah tidak mengalami perubahan

apapun setelah proses berlangsung dan mencapai

A`, E`

A*

apapun setelah proses berlangsung dan mencapai

keseimbangan.

A, E

Energi total sistem A dan tandon A`

E

*

=

E

+

E`

Keadaan makro sistem dengan energi E mempunyai banyak sekali keadaan

mikro. Interkasi termal menyebabkan aliran panas dari tandon ke dalam

sistem (atau sebaliknya) sampai terjadi keadaan seimbang

Dalam keadaan seimbang, berapa probabilitas P

r

yaitu probabilitas untuk

mendapatkan sistem A berada pada suatu keadaan tertentu r yang berenergi

(4)

Dalam keadaan seimbang, berapa probabilitas P

r

yaitu probabilitas untuk

mendapatkan sistem A berada pada suatu keadaan tertentu r yang berenergi

E

r

?

Tinjau Sistem A*

Jumlah total keadaan yang diizinkan pada sistem A* adalah Ω*total

Jumlah keadaan yang diizinkan pada sistem A* dimana sistem A berenergi E adalah Ω*(E)

Sehingga probabilitas untuk mendapatkan sistem A berada pada suatu keadaan yang berenergi E adalah

(E) * Ω C (E) * Ω * Ω 1 * Ω (E) * Ω P(E) Tot Tot = = =

Ω*(E) dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah keadaan yang diizinkan pada sistem A dan sistem A’

Jika sistem A berenergi E dan jumlah keadaannya adalah Ω(E), maka

sistem A’ berenergi E’ = E* ˗ E dan jumlah keadaannya adalah Ω’(E* ˗ E), sehingga

E)

*

(E

Ω'

Ω(E)

C

P(E)

sehingga

E),

*

(E

Ω'

Ω(E)

(E)

*

=

=

(5)

Contoh

Sistem A dan A’ dapat berinteraksi dan berada dalam sistem yang terisolir A*.

Kedua sistem mengalami kesetimbangan dengan energi sistem A* adalah 13 satuan E. Tabel berikut menunjukkan energi yang dimiliki sistem A dan A’ dan jumlah keadaan yang berkaitan:

No ETotal EA EA’ Ω (E) Ω’(E’) Ω* (E)

1 13 3 10 2 40 80 2 13 4 9 5 26 130 3 13 5 8 10 16 160 4 13 6 7 17 8 136 4 13 6 7 17 8 136 5 13 7 6 25 3 75

Berapakah probabilitas Pr untuk mendapatkan sistem A berada pada suatu keadaan tertentu r yang berenergi Er = 3 satuan E ?

E)

*

(E

Ω'

Ω(E)

C

P(E)

=

581

80

2.40

.

581

1

P(E)

=

=

Hitung juga probabilitas untuk mendapatkan sistem A dengan energi yang lain (Er = 4, 5, 6 dan 7 satuan E ?

Keadaan mana yang berpeluang besar mewakili sistem dalam keadaan setimbang tersebut?

(6)

Tinjau kembali sistem A dan A’ yang dapat berinteraksi dan berada dalam sistem yang terisolir A*

E)

*

(E

Ω'

Ω(E)

C

P(E)

=

Probabilitas P untuk mendapatkan sistem A berada pada suatu keadaan tertentu yang berenergi E adalah

Selanjutnya kita ingin mengetahui kondisi seperti apa saat

terjadi keseimbangan antara sistem A dan A’

E)

*

(E

Ω'

ln

Ω(E)

ln

C

ln

P(E)

ln

E)

*

(E

Ω'

Ω(E)

C

P(E)

+

+

=

=

Saat seimbang, P(E) bernilai maksimum

E)

*

(E

Ω'

ln

Ω(E)

ln

C

ln

P(E)

ln

=

+

+

ln P(E) bernilai maksimum

0 P(E) ln E = ∂ ∂

{

ln

C

ln

(E

)

ln

'

(E

*

E)

}

0

E

+

+

=

0 E E) * E ( ' ln E Ω(E) ln = ∂ − Ω ∂ + ∂ ∂ 0 E' ) E' ( ' ln E Ω(E) ln = ∂ Ω ∂ − ∂ ∂ E' ) E' ( ' ln E Ω(E) ln ∂ Ω ∂ = ∂ ∂

)

'

(

'

β

)

(

β

E

=

E

(7)

)

'

(

'

β

)

(

β

E

=

E

E' ) (E' Ω' ) (E' ' 1 E' ) E' ( ' ln ) ' E ( ' β E Ω(E) ) (E 1 E Ω(E) ln ) E ( β ∂ ∂ Ω = ∂ Ω ∂ = ∂ ∂ Ω = ∂ ∂ =

Dua kuantitas penting:

ln Ω

dan

β

β

satuannya adalah: (energi)˗1

E

Ω(E)

Ω(E)

1

kT

1

β

=

=

k

: konstanta Boltzmann T : Temperatur Absolut

E

Ω(E)

kT

T : Temperatur Absolut

ln Ω

Jadi saat setimbang:

β

(

E

)

=

β

'

(

E

'

)

T

=

T

'

=

k

ln

S

S : Entropi

(8)

Sistem yang Kontak Termal dengan Reservoar Kalor

A`, E`

A, E A*

A`: Reservoar Kalor A : Sistem yang Kecil

Probabilitas sistem A dalam keadaan tertentu r yang berenergi Er adalah Pr

)

E

*

(E

Ω'

)

Ω(E

C

)

(E

P

r

(E

r

)

=

C

Ω(E

r

)

Ω'

(E

*

E

r

)

P

r r

=

r

r r β' r r r r e *) E ( ' ) E * E ( ' E β' *) E ( ' ln E ' E ' ln *) E ( ' ln ) E * E ( ' ln − Ω = − Ω − Ω =       ∂ Ω ∂ − Ω = − Ω Sehingga r r β'E E β' r r r

(E

)

C

Ω(E

)

Ω'

(E*)e

Ke

P

=

=

− A : konstantaβ‘ : karakteristik reservoar =1/kT’

(9)

1

Ke

)

E

(

P

r βE r r r r

=

=

=

r βEr

e

K

1

r E β' r r

(E

)

Ke

P

=

Fungsi Distribusi Kanonik:

Konstanta K dapat ditentukan dari syarat normalisasi:

β

'

β

− −

=

r kT E kT E r r r r

e

e

)

E

(

P

(10)

Contoh Penggunaan

Distribusi Kanonik

Distribusi Kanonik

(11)

1. Paramagnetisme

Kita akan menyelidiki sifat magnetik suatu material yang terdiri N0 atom magnetik persatuan volume yang ditempatkan dalam medan magnet luar B dan material tersebut bersuhu T

Bext.

Kasus sederhana : tiap atom magnetiknya berspin ½ dan momen magnetiknya µ0

Tinjau sebuah atom magnetik, berapakah momen magnetik rata-rata dari sebuah atom tersebut?

Keadaan partikel pada sistem di atas adalah sebagai berikut:

1. Ada partikel yang memiliki momen magnetik yang searah dengan medan magnet luar;

2. Ada partikel yang memiliki momen magnetik yang berlawanan arah dengan medan magnet luar.

(12)

Distribusi kanonik:

P

r

= Ce

-βEr P+ = Ce -βE+ dan P -= Ce -β E-Energinya: E+ = -(B) (+µo) = -Bµo E- = -(B) (-µo) = Bµo Sehingga:

P

+

= Ce

β Bµo

dan P- = Ce-

β Bµo

Karena hanya ada dua keadaan, maka :

P- + P+ = 1 Ce-βBµo + Ceβ Bµo = 1

,

sehingga o o βBµ βBµ

e

e

1

C

+

=

(13)

Pernyataan momen magnetik partikel rata-rata dinyatakan oleh:

=

P

r

µ

r

µ

o o o o βBµ βBµ βBµ o βBµ o

e

e

)e

µ

(

)e

µ

(

− −

+

+

+

=





+

=

o o o o βBµ βBµ βBµ βBµ o

e

e

e

e

µ

µ

dimana secara umum harga :

tanh

θ

e

e

e

e

θ θ θ θ

=





+

− − sehingga

µ

µ

tanh(µ

β

B)

o o

=

e

e

+

Jika digunakan definisi

kT 1

β=

maka harga momen magnetik rata-rata tiap satuan volume dari material (Magnetisasi): µ N M =

kT

B

µ

tanh

M

=

o o

(14)

Deret Mc. Laurin tanh

x

adalah :       − + − +       + + +       − + − −       + + + = ... ! 2 ! 1 1 ... ! 2 ! 1 1 ... ! 2 ! 1 1 ... ! 2 ! 1 1 tanh 2 2 2 2 x x x x x x x x x . ! 2 2 2 ! 3 2 2 1 1 tanh 2 3 x x x x + + + − =

1

kT

B

µ

o

<<

Kasus harga µoB << kT maka nilai

Maka untuk harga

x

<< 1, tanh

x

= 2

x

/2 =

x

      = kT B µ Nµ M o o sehingga





=

kT

B

M

2 o       = kT Nµ χ 2 o χ: suseptibilitas material

kT

B

µ

tanh

M

=

o o

maka harga momen magnetik rata-rata tiap satuan volume dari material (Magnetisasi):

(15)

1

kT

B

µ

o

>>

kT Bµ kT Bµ kT Bµ kT Bµ o o o o o e e e e kT B µ tanh − − + − = 1 e e kT B µ tanh kT Bµ kT Bµ o o o ≈ =

Kasus harga µoB >> kT maka nilai

maka harga momen magnetik rata-rata tiap satuan volume dari material (Magnetisasi):

0

M

=

(Magnetisasi):

(16)

2. Energi Total Rata-Rata Gas Ideal

Tinjau sebuah gas yang terdiri dari N buah molekul identik, masing-masing

bermassa m yang ditampatkan pada sebuah kotak 3-D dengan sisi-sisi Lx , Ly , Lz dan gas bersuhu T

Penyederhanaan Sistem (Idealisasi):

1. Energi potensial interaksi sangat kecil dibanding energi kinetik 2. Non degenerasi

3. Molekul gas monoatomik

Berapakah energi total rata-rata gas ideal tersebut?

NkT

2

3

E

=

Penggunaan Distribusi Kanonik:

Tinjau sebuah molekul dalam gas ideal tersebut (sistem kecil)

Berapakah probabilitas menemukan molekul tersebut dalam keadaan kuantum r yang energinya εr ? r βε r r

(E

)

Ke

P

=

(17)

r βε r r

(E

)

Ke

P

=

− −

=

r kT ε kT ε r r r r

e

e

)

(E

P

Pernyataan εr untuk sistem ini?





+

+

=

2 z 2 z 2 y 2 y 2 x 2 x 2 2 r

L

n

L

n

L

n

2m

π

ε

h

Energi rata-ratanya? r r r

ε

P

ε

=

− −

=

kT ε βε r r r r

e

e

ε





L

x

L

y

L

z

2m

r

r kT

e

( )

β

β

β

=

=

=

− − −

Z

r r r r r βε βε βε r r

e

e

e

ε

Perhatikan pembilangnya!

Partisi

Fungsi

:

e

Z

r βεr

=

Sehingga energi rata-ratanya:

β

β

=

=

Z

Z

Z

ln

1

ε

(18)

Fungsi partisi sebuah molekul: z y x n 2 z 2 z 2 y 2 y 2 x 2 x 2 2 n n r βε

Z

Z

Z

L

n

L

n

L

n

2m

βπ

exp

e

Z

z y x r

=

+

+

=

=

h

dengan:





=

x n 2 x 2 x 2 2

L

n

2m

βπ

exp

Z

x

h

=

2 2 y 2 2

L

n

2m

βπ

exp

Z

y

h

Karena bentuknya mirip, kita hitung salah satu saja, misal Zx:

Aproksimasi, nx, ny, nz variabel kontinu:

n

βπ

2 2 2

h

=

y n 2 y

L

2m

exp

Z

y





=

z n 2 z 2 z 2 2

L

n

2m

βπ

exp

Z

z

h

konstanta)

:

(b

L

b

dn

L

n

2m

βπ

exp

Z

2 1 x x 0 2 x 2 x 2 2 x

β

=





=

h

Hal serupa untuk Zy dan Zz:

L

b

dan Z

L

b

Z

2 1 z z 2 1 y y

β

β

=

=

Z

Z

Z

Z

b

L

L

L

b

V

2 3 3 2 3 z y x 3 z y x

β

β

=

=

=

(19)

kT

3

3

lnβ

3

3lnb

lnβ

2

3

lnV

β

β

lnZ

β

Z

Z

1

ε

=

=

=

+

=

=

=

Energi rata-rata sebuah molekul:

V

b

Z

2 3 3

β

=

kT

2

β

2

=

=

=

Energi rata-rata gas ideal:

NkT

2

3

ε

N

E

=

=

(20)

3. Tekanan Rata-Rata Gas Ideal

f

r Lx y x Ly gas ideal

f

r : Gaya dalam arah x yang diberikan oleh sebuah molekul pada dinding kanan kotak, dimana molekul tersebut dalam keadaan kuantum r dan energinya εr

Misalkan dinding kanan berubah secara lambat sebesar dLx Misalkan dinding kanan berubah secara lambat sebesar dLx

Maka, molekul melakukan usaha pada dinding sebesar fr dLx

Molekul kehilangan energi sebesar ‒ dεr

x r r r x r

L

ε

f

dL

f

=

=

Sehingga:

(21)

Gaya rata-rata oleh sebuah molekul pada dinding:

− − −





=

=

=

r βε r x r βε r βε βε r r r r r r r r r

e

L

ε

e

e

e

f

f

P

f

Perhatikan pembilang:

L

Z

e

L

r

=

=





− −

β

β

βε

1

1

L

ε

e

βεr r x r x

L

e

L

=

=





β

β

L

e

r x Sehingga x x x

L

lnZ

β

1

L

Z

βZ

1

Z

L

Z

β

1

f

=

=

=

L

L

L

b

Z

2 3 z y x 3

β

=

Diperoleh gaya rata-rata oleh sebuah molekul pada dinding:

x x

L

kT

L

=

=

=

β

1

L

lnZ

β

1

f

x

(22)

Gaya rata-rata oleh N molekul pada dinding: x

L

NkT

f

N

F

=

=

Tekanan rata-rata oleh N molekul pada dinding kanan seluas LyLz:

V

NkT

L

L

L

NkT

L

L

f

N

A

F

P

z y x z y

=

=

=

=

NkT

V

P

=

Persamaan Keadaan Gas Ideal

Catatan: Perhitungan P pada dinding yang lain, akan menghasilkan persamaan yang sama

Gambar

Tabel berikut menunjukkan energi yang dimiliki sistem A dan A’ dan jumlah keadaan yang berkaitan:

Referensi

Dokumen terkait

Hal ini dapat meningkatkan rasio jumlah udara bahan bakar (AFR) dan proses pencampuran udara bahan bakar berlangsung lebih sempurna. 3) Sirkulasi udara dalam ruang

Adapun model pembelajaran pemecahan masalah yang dikembangkan lewat penelitian ini dengan karakteristik sebagai berikut: (1) berbasis fase-fase Polya dalam me- mecahkan

Pujisyukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi ini dengan baik guna memenuhi salah satu syarat

Berdasarkan permasalahan yang telah diuraikan, yaitu masalah untuk mengungkapkan lingkungan bermain siswa (peer group play station) dan perilaku sosial di dalam

5e%akaian sitostatiska belu% %e%uaskan$ biasan&#34;a &amp;ad+al #e%berian sitostatiska &amp;ad+al #e%berian sitostatiska tidak sa%#ai selesai karena keadaan u%u% %e%buruk$

Dari hasil analisis deskriptif pada variabel budaya organisasi di Kantor Kecamatan Sinjai Borong Kabupaten Sinjai sudah sangat baik dilaihat dari nilai

Mesin tanam presisi memberikan penempatan yang tepat dari setiap benih pada interval yang sama dalam setiap alur tanam. Jarak antara alur tanam atau sering juga

Berdasarkan dari latar belakang di atas, maka ditemukan masalah yang menjadi titik acuan penulis dalam melakukan penelitian yaitu, media pendingin mana yang paling baik, dan