BAB II
LANDASAN TEORI
A. Koleksi Rujukan
Dalam perpustakaan terdapat berbagai koleksi yang dapat membantu pemustaka dalam mencari informasi yang dibutuhkannya salah satu koleksi yang dimiliki sebuah perpustakaan adalah koleksi referensi.
1. Pengertian Koleksi Referensi
Bagi para penguna perpustakaan, koleksi bahan rujukan merupakan koleksi yang terdiri dari buku-buku atau bahan pustaka lainnya, yang memuat informasi mengenai hal tertentu. Koleksi tersebut diangap sangat bermanfaat karena dapat digunakan sebagai rujukan atau acuan dalam memberi jawaban terhadap pertanyaan yang mereka hadapi. Bahan rujukan umum atau reference source disebut juga koleksi referensi. Dalam American Library Assocation Glossary of Library Terms disebutkan dua definisi untuk bahan rujukan, yaitu : (a) sebuah buku yang disusun dan diolah sedemikian rupa untuk digunakan sebagai sumber menemukan informasi tertentu dan tidak untuk dibaca secara keseluruhan dan (b) sebuah buku yang penggunaannya terbatas dalam gedung perpustakaan. (Mustafa B. &., 1994)
Menurut Pressley (2008) dalam Harrod’s Librarians Glossary memberikan pendapat bahwa Reference material. Sources of information (databases, abstracts, journals, books, etc.) which are used for answering enquiries in a library. Such items are not normally lent, but consulted only on the premises.
Sebuah buku dapat disebut koleksi rujukan apabila informasi yang tercantum didalamnya disusun sedemikian rupa yang ditujukan untuk kepentingan konsultasi, tidak dimaksudkan untuk dibaca secara keseluruhan, terdiri dari entri yang terpotong-potong, tidak untuk dipinjamkan dan disusun berabjad untuk memudahkan penelusuran secara cepat dan menyeluruh sehingga informasi yang terkandung didalamnya mudah diakses. (Basuki, 1993)
Koleksi rujukan atau referensi adalah kumpulan koleksi pustaka yang bersifat memberitahu/ menunjukkan informasi-informasi tertentu yang disusun secara sistematis dan digunakan sebagai alat petunjuk atau konsultasi. (Sumardji P. , 1992)
Dari pendapat diatas dapat dinyatakan bahwa koleksi referensi sangat dibutuhkan oleh penggunanya. Koleksi referensi tidak digunakan untuk dibaca
keseluruhan atau terus menerus seperti halnya buku teks, tapi hanya dibaca pada bagian informasi yang dibutuhkan saja. Koleksi referensi juga tidak dapat dipinjamkan untuk dibawa pulang melainkan hanya dapat dibaca saja.
2. Ciri – ciri Koleksi Referensi/Rujukan
Koleksi rujukan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a) Koleksi rujukan ditujukan untuk keperluan konsultasi. Lazimnya hanya bagian tertentu saja yang digunakan untuk suatu kepentingan.
b) Koleksi rujukan tidak dimaksudkan untuk dibaca seperti buku biasa. Novel ditulis supaya dibaca sampai lengkap. Tidak demikian halnya dengan buku rujukan. Sebagai contoh tidak seorang pun akan membaca kamus atau ensiklopedi atau Direktori dari halaman pertama hingga halaman terakhir. c) Di perpustakaan, koleksi rujukan biasanya tidak dipinjamkan, karena buku
tersebut diperlukan setiap waktu untuk konsultasi.
d) Informasi disusun untuk memudahkan penelusuran secara cepat dan menyeluruh. Susunannya bisa menurut abjad, judul, subjek, atau kronologis disertai indeks untuk keperluan temu balik. (Basuki, 1993)
3. Macam- macam koleksi rujukan
1) Menurut sifat informasi, koleksi referensi:
a) Koleksi referensi umum yaitu koleksi referensi yang berisi atau menyajikan informasi yang bersifat umum, ruang lingkupnya tidak terbatas hanya mengenai subyek subyek informasi tertentu atau batas lain yang dapat memberikan kekhususan/ spesifikasi informasi.
b) Koleksi referensi khusus yaitu koleksi referensi yang yang berisi informasi khusus mengenai subyek informasi atau pokok bahasan bidang pengetahuan tertentu
2) Menurut macam dan isi informasi a) Almanak b) Buku Pegangan c) Buku Tahunan d) Direktori e) Ensiklopedia f) Kamus
4. Manfaat Koleksi Rujukan
Manfaat menggunakan koleksi rujukan antara lain adalah memberikan keterangan mendasar tentang suatu hal yang ingin diketahui, baik mengenai asal kata/istilah, seluk-beluk serta keadaan suatu negara atau tempat-tempat lain di
dunia ini bahkan mengenai tempat yang belum pernah kita kunjungi, memberikan informasi tentang riwayat hidup tokoh-tokoh terkemuka dan terkenal di dunia. Dengan demikian manfaat koleksi rujukan dapat meningkatkan keterampilan dalam menggunakan bahan rujukan, dapat mendukung penelitian yang sedang dilaksanakan yaitu dengan menggunakan data yang diperoleh dari sumber koleksi rujukan itu misalnya statistik, direktori, peta, hand book, gazetter, untuk memudahkan pustakawan dalam menjawab pertanyaan pengguna perpustakaan. Jadi koleksi rujukan memberikan petunjuk kepada pengguna, kemana mereka harus menemukan informasi yang dicari. (Mustafa B. &., 1994)
B. Direktori
1. Pengertian Direktori
Dalam judul bahasa asing (Inggris), Direktori sama dengan “Directory”. Direktori ini merupakan buku acuan yang berisi: daftar nama orang (pejabat), lembaga, badan, organisasi dilengkapi dengan alamat, kegiatan, kode, dan lain-lain. Direktori disusun secara sistematis biasanya secara alfabetis atau urutan kode-kode nomor. (Sumardji P. , 1992)
Raandom House dictionary of the English Language mengemukakan bahwa direktori itu adalah a book containing an alphabetical index of the names or of a particular class of people. Jadi intinya bahwa direktori merupakan suatu daftar nama-nama (orang/organisasi) dan golongan/organisasi orang-orang tertentu (Trimo, 1997).
Direktori yaitu daftar nama orang dan atau organisasi dalam bidang tertentu yang disusun sistematis. Ada yang disusun alfabetis, ada pula yang disusun menurut golangan ilmu pengetahuan. Biasanya disertai juga alamat, organisasi/orang dalam bidang tertentu, jumlah staf, jenis kegiatan dan sebagainya. Direktori berguna bagi lembaga, kantor yang sering ingin mengadakan komunikasi dan kerjasama dalam bidang tertentu. (Hafiah, 2009)
Direktori adalah daftar tokoh atau organisasi atau lembaga yang disusun secara sistematik, biasanya menurut abjad atau susunan kelas/sabjek dan memberikan data mengenai nama, alamat, afiliasi, kegiatan, dan sebagainya (Darmono, 2004). Direktori sering disebut juga dengan buku alamat sebab didalamnya antara lain memuat alamat-alamat seseorang, nomor telpon, dan keterangan lain tentang seseorang atau badan yang didaftarnya. Daftar alamat ini disusun berdasarkan urutan abjad mana orang atau badan. (Yusuf & Suhendar, 2005)
Menurut Richard, dalam bukunya yang berjudul Reference and Information Service An Introduction (2011) pengertian direktori adalah
“a list of people, companies, institutions, organization, etc., in alphabetical or clas-sifed order, providing contact information (names, addresses, phone/fax numbers, etc.) and other petinent details
(aaffiliations, conference, publications, membership, etc.) in brief format, often published serially”.
Direktori adalah sebuah buku yang berisikan acuan atau petunjuk praktis dalam menemukan alamat, No telepon, atau keterangan lainnya tentang seseorang atau suatu instansi, seperti Direktori perpustakaan Indonesia, contoh lainnya seperti Direktori doctor Indonesia yang berisikan daftar nama doktor, perguruan tinggi asal doctor, kapan tahun menjadi doktor. (Syahyuman, 2012). Diriktori dapat diartikan sebagai mesin pencarian yang mengelompokan website dalam hararki dan direktori berdasarkan sabjek atau topik tertentu. (Muin, 2014)
Menurut Richard E Bopp dan Linda C Smith dalam bukunya yang berjudul “Reference and Information Services An Introduction” defenisi direktori by the ALA Glosssary of Library and information science as a list of person or organizations, systematically arranged, usually in alphabetic or classed order, giving address, affiliations ,etc. for individuals, and address, officers, functions, and smilar data for organizations, directories a very important type of reference souece. They are used to locate organizations, institutions,and people. The are also used to verify the name of an organizations or the spelling of a person’s name, as well as to match individuals with organizations they can answer their information needs when they have go to beyond the resources of the library (Bopp & Smith, 2001)
Maksudnya sebagai daftar orang atau organisasi, disusun secara sistematis, biasanya dalam urutan abjad atau klasifikasi, memberikan alamat, afiliasi, dll. Direktori merupakan jenis referensi yang sangat penting, bagi pengguna bisa menemukan organisasi, institusi, dan orang. Yang digunakan untuk memverifikasi nama organisasi atau nama seseorang, dan juga untuk mencocokkan individu dengan organisasi dapat menjawab kebutuhan informasinya saat mereka melampaui sumber perpustakaan.
Menurut Kay Ann Cacsell dan Uma Hiremath direktori adalah the U. S. government manual is the best single source of information abaut the various branches and agencies in the federal government. It provides basic information about each government department and agency and quasi-government agencies including chief officials, addresses, phone numbers, and summary of the areas of responsibility (Cacsell & Hiremath, 2004).
Maksudnya yaitu sumber informasi tunggal tentang agensi-agensi dan cabang pemerintahan pusat. Menyediakan informasi tentang departemen pemerintahan, lembaga-lembaga, quasi pemeritahan termaksud kepala jabatan, alamat, nomor telepon, dan ringkasan lain. Selain itu, direktori menyajikan informasi mengenai orang, organisasi, atau dokumen yang ada pada sebuah priode atau pun bidang khusus. Direktori dibedakan menurut jenisnya seperti berikut:
a. Direktori buku yang tersedia di pasaran. Misalnya Cummulative book index b. Direktori buku yang akan terbit, mencatat buku yang akan terbit pada priode
yang akan ditentukan. Misalnya British books in print: the reference catalog of current literature.
c. Direktori organisasi (kadang-kadang disebut buku tahunan organisasi), memberikan alamat dan deskripsi ringkas mengenai berbagai organisasi yang bergerak dalam sebuah bidang baik pada tingkat nasional maupun international. Misalnya world index of social institutions. Direktori pemerintahan mencatat badan pemerintahan, direktori professional dan buku tahunan menyajikan informasi mengenai perusahaan dan spesialis dalam sebuah cabang aktivitas biasanya disertai dengan indeks sabjek dan geografi. d. Direktori nama, anggota asosiasi, atau organisasi professional memberikan
nama alamat serta bidang spesialis dan fungsi mereka. Hanya saja direktori semacam ini tidak memberikan riwayat hidup tokoh yang bersangkutan, lain halnya dengan direktori biografi. Direktori tujuan umum seperti buku telepon merupakan alat yang berguna untuk mengetahui sumber informasi.
e. Direktori proyek penelitian atau penelitian yang sedang berlansung, biasanya diterbitkan oleh bidang spesialis atau disiplin khusus dari sebuah organisasi yang bertanggung jawab atas penelitian. Dapat pula diterbitkan oleh badan pemberi dana maupun pusat penelitian nasional. Umumnya menyajikan rincian ringkas namun jelas mengenai tujuan dan kemampuan penelitian yang bersangkutan.
f. Direktori tesis dan disertasi, diterbitkan oleh badan yang bergerak dalam bidang pendidikan (departemen maupun universitas) atau oleh pihak penerbit swasta. Merupakan sumber informasi yang bermanfaat bagi peneliti karena menyajikan hasil penelitian yang telah diterima dan dipertahankan terhadap keberadaan universitas. Hanya saja ada kelemahannya dibandingkan dengan direktori penelitian karena tidak menyajikan berita mengenai kemajuan sebuah penelitian. Contohnya Dissertation Abstracth berisi disertasi yang diterima oleh universitas si AS, Inggris, dan beberapa negara Eropa Barat lainnya. g. Direktori kontrak, mumuat keterangan mengenai penelitian dan kajian yang
dibiayai oleh badan tertentu, yayasan tertentu atau semua organisasi tingkat nasional yang membantu karya penelitian (misalnya foundation grants index) (Basuki, 1992).
Direktori tidak hanya memberikan nama-nama dari orang-orang dan organisasi-organisasi akan tetapi memberikan alamat, fungsi, afiliasi-afiliasi, dan
sebagainya. Jadi, kalau diringkas maka suatu Direktori itu adalah suatu publikasi berkala (setahun sekali) yang mempunyai karakteristik sebagai berikut:
a. Isinya:
1) Perkembangan-perkembangan yang terbaru dalam suatu bidang atau subjek. 2) Daftar statistik.
3) Nama orang, organisasi, alamat, fungsi, afiliasinya, publikasinya, dan seterusnya.
b. Susunannya: sistematis (alfabetis atau classified) c. Kriteria penyeleksian
1) Perhatikan relevansi direktori tersebut dengan bidang-bidang cakupan instansi yang menjadi penaung perpustakaan.
2) Kekompetensian dari penyusun atau penerbit direktori itu. 3) Kecermatan data-datanya.
4) Kekomprehensifan dari artikel tentang perkembangan-perkembangan dalam bidang atau subjek tertentu.
5) Indeks dan lampiran-lampirannya.
Jadi dapat disimpulkan bahwa direktori merupakan buku rujukan yang berisi daftar seperti nama orang, lembaga, badan, organisasi yang dilengkapi dengan alamat, kode, dan informasi lain yang dianggap penting serta disusun secara sistematis ataupun alfabetis. Dengan direktori kita dapat menemukan informasi tentang keberadaan suatu organisasi, lembaga, badan atau perorangan.
2. Fungsi Direktori
Direktori berfungsi sebagai sumber informasi bagi lembaga, kantor yang ingin mengadakan komunikasi dan kerjasama dalam bidang tertentu. Direktori juga berfungsi untuk mencari informasi berikut (Tambusai, 2007).
a. Alamat atau nomor telepon tentang seseorang atau perusahaan atau instansi. b. Nama lengkap seseorang, perusahaan, organisasi atau instansi.
c. Keterangan mengenai instansi, mengenai produk pabrik tertentu dan pelayanan suatu biro jasa tertentu.
d. Keterangan tentang siapa yang menjadi kepala suatu instansi, direktur suatu perusahaan, rektor suatu perguruan tinggi, kepala sekolah dan sebagainya, pada saat ini atau pada suatu periode tertentu.
Kebanyakan masyarakat terutama mahasiswa sangat kesulitan dalam mencari sebuah informasi yang mereka butuhkan, khususnya informasi mengenai suatu objek tertentu, seperti informasi suatu lembaga. Dalam pencarian informasi tentu kita sebagai pencari informasi menginginkan informasi yang tepat serta menginginkan informasi yang mudah didapat tanpa memerlukan waktu yang lama serta tidak mengeluarkan biaya yang banyak dalam pencarian suatu informasi. Adapun tujuan dari pembuatan direktori pengobatan tradisional yaitu memberikan informasi lengkap tentang pengobatan tradisional, memandu dalam menemukan pengobatan tradisional.
Direktori juga bertujuan untuk menjawab pertanyaan masyarakat tentang nama, alamat, nomor telepon dan data pribadi lain seseorang atau organisasi. Untuk lebih jelasnya tujuan direktori yaitu sebagai berikut (Tambusai, 2007). a. Memberikan kepastian informasi alamat tentang seorang tokoh maupun
lembaga yang dapat dihubungi sewaktu-waktu.
b. Memperlancar komunikasi antar tokoh, antar bidang dan antar lembaga. Sebab dengan adanya alamat yang lengkap (nama dan nomor jalan, nomor telepon, nomor faksimile, nomor teleks) akan mempercepat komunikasi.
c. Dengan adanya data tersebut diharapkan akan mempercepat pertukaran informasi keilmuan. Dengan demikian akan dapat dipercepat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Menurut Katz (2002) tujuan direktori adalah sebagai berikut.
a. An individuals or a firms (including e-mail) or the telephone number. b. The full name of and individuals, a firm, or an organizations
c. A description of a particular manufacturers product or a service, or d. The name of the president of a particular firm, or the head of a school. 4. Manfaat Direktori
Manfaat direktori adalah untuk mengetahui tentang profil seseorang atau suatu lembaga. Jika ingin mengadakan hubungan kerja dengan pihak tertentu, maka sebelum melakukan kontrak langsung dengan orang atau lembaga tersebut, maka informasi sekilas mengenai lembaga atau orang itu sudah dapat diketahui melalui Direktori yang memuat informasi mengenai pihak tersebut. Direktori juga bermanfaat untuk mencari keterangan tulisan mengenai sesuatu yang berkaitan dengan suatu objek dalam buku petunjuk atau direktori. (Saleh, 2009)
Direktori sangat bermanfaat, karena dengan adanya direktori bisa memudahkan seseorang dalam pencarian penelusuran informasi mengenai suatu objek tertentu. Adapun manfaat direktori ini nantinya yaitu memberikan informasi kepada pengguna sehingga memudahkan pengguna dalam mencari informasi yang dibutuhkan secara cepat dan akurat. Informasi dalam direktori ini merupakan salah satu informasi yang sangat relevan artinya, informasi yang terkandung di dalam direktori terpecaya karena, penelitian yang dilakukan langsung ke lapangan dan benar-benar dapat dibuktikan kebenarannya.
Menurut Abdul Rahman Saleh manfaat direktori adalah:
a. Buku rujukan jenis ini berisi informasi mengenai nama lengkap, alamat, nomor telpon, kegiatan profesi seseorang /lembaga.
b. Buku rujukan ini bermanfaat untuk mendapatkan informasi mengenai profil seseorang atau lembaga.
c. Direktori juga bermanfaat untuk mencari keterangan tentang suatu yang berkaitan dengan badan yang ada dalam daftar suatu buku petunjuk direktori.
d. Buku rujukan seperti ini cukup banyak diterbitkan, ada yang memberikan keterangan sangat singkat mengenai suatu lembaga atau perorangan. (Saleh & Jati G., 2009)
5. Jenis-jenis Direktori
Menurut Azhary Tambusai (2007) jenis direktori dapat dibagi menjadi dua golongan yaitu sebagai berikut.
a. Direktori Umum
1. Buku petunjuk yang bersifat lokal, misalnya buku telepon, petunjuk kota, alamat, dan sebagainya.
2. Buku petunjuk yang berhubungan dengan pemerintah, misalnya petunjuk tentang kantor pos, kantor polisi, kantor wali kota, kantor gubernur dan instansi-instansi pemerintah lainnya. Buku petunjuk kelompok ini sering juga memuat informasi tentang badan-badan internasional.
3. Buku petunjuk yang memuat informasi tentang badan-badan instansi, misalnya sekolah, yayasan, perpustakaan, rumah sakit, museum dan informasi yang sejenis.
Contoh:
- The Word of Learning. London: Europa Publications, 1947. - Buku Petunjuk Telepon
b. Direktori Khusus
1) Buku petunjuk tentang suatu profesi, misalnya ahli hukum, ahli perpustakaan, dokter, dan sebagainya.
2) Buku petunjuk yang memuat informasi tentang perdagangan dan industri, misalnya pabrik, perusahaan, biro jasa, dan lain-lain.
Contoh:
- American Universities and Colleges. Washington: American Council on Education, 1973.
- The Amarican Library Directory. New Year: R.R Bowker Co; 1923 to date, biennial
Berdasarkan jenis-jenis Direktori di atas, maka Direktori Pengobatan Tradisional di Kota Padang yang penulis buat termasuk kejenis Direktori umum, karena buku Direktori pengobatan tradisional yang penulis buat berisi tentang petunjuk dan informasi mengenai pengobatan tradisional yang ada di kota Padang.
C. Pengobatan Tradisional
Pengobatan tradisional adalah pengobatan dan atau perawatan dengan cara, obat, dan pengobatannya yang mengacu pada pengalaman dan keterampilan turun-temurun dan diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku dalam masyarakat. Obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (generik) atau campuran dari bahan tersebut secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. (Zulkifli, 2004)
Tujuan pengobatan tradisional yakni sebagai pengobatan alternatif selain pengobatan modren saat sekarang ini. Meningkatnya pendayagunaan pengobatan tradisional baik secara tersendiri atau terpadu pada sistem pelayanan kesehatan, baik dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Dengan demikian pengobatan tradisional adalah merupakan salah satu alternatif yang relatif lebih disenangi masyarakat. Oleh karenanya kita harus melestarikan dan mendayagunakan pengobatan tradisional tersebut.