• Tidak ada hasil yang ditemukan

ALUR PEMROSESAN ARTIKEL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ALUR PEMROSESAN ARTIKEL"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAGIAN 1. ALUR PEMROSESAN JURNAL

ALUR PEMROSESAN ARTIKEL

PENULIS

PELAKSANA TATUSAHA

KETUA/WAKIL KETUA PENYUNTING

PENYUNTING AHLI/MITRA PENYUNTING PELAKSANA SETTER CETAK KETUA/WAKIL KETUA PENYUNTING

REVISI

TOLAK

Gambar 1: Bagan alur Pemrosesan Artikel

Jurnal Online adalah sarana berbasis web untuk

mengelola sebuah jurnal ilmiah. Sarana ini

dimaksudkan sebagai wadah bagi pengelola dan penulis

Sekretaris

Cetak/Online Ketua Penyunting

(2)

2

dalam mempublikasikan karya-karya ilmiah. Sarana ini merupakan motivasi awal untuk membantu mahasiswa

dalam menerbitkan jurnal-jurnal ilmiah sebagai

persyaratan kelulusan (sesuai dengan SE Dirjen Dikti Nomor 152/e/2012. Untuk memberi gambaran proses yang harus dilakukan oleh calon penulis dalam jurnal, maka prosedur yang dilalui sebagai berikut.

1. Penulis mangajukan artikelnya ke pelaksana

(sekretaris) di jurusan masing-masing,

2. Sekretaris jurnal menyampaikan artikel itu ke ketua

penyunting jurusan untuk dikoreksi sesuai dengan ketentuan dalam selingkung jurnal.

3. Apabila dianggap layak, artikel diteruskan ke

Penyunting ahli/mitra.

4. Penyunting ahli/penyunting pelaksana mereview

artikel itu. Bila dianggap layak, artikel diteruskan ke setter

5. Setter mengedit artikel sesuai dengan format yang

ada di samping mengecek kesalahan ketik, selanjutnya meneruskannya ke ketua penyunting untuk siap diupload.

(3)

3

BAGIAN 2. STRUKTUR ORGANISASI / PENGELOLAAN JURNAL

Struktur organisasi/pengelola jurnal jurusan terdiri dari Ketua penyunting, Penyunting pelaksana,

Sekretaris, Setter dan Bebestari (reviewer).

Adapun deskripsi tugas dari pengelola jurnal adalah sebagai berikut.

1. Ketua Penyunting

Ketua penyunting bertugas untuk:

a. Mengkoordinasikan semua kegiatan jurnal

b. Menilai kelengkapan isi dan anatomi naskah awal

sesuai dengan gaya selingkung

c. Menilai kesesuaian isi dengan cakupan bidang

jurnal

d. Menunjuk penyunting ahli/mitra

e. Menunjuk penyunting pelaksana

f. Menyunting akhir dan pracetak/online

g. Melakukan penjaminan mutu proses, cetak, dan

terbitan

2. Sekretaris

(4)

4

a. Menerima naskah (fisik/online)

b. Membuat buku catatan naskah (tanggal terima;

fisik atau online; Nama penulis dan telpon; Judul artikel; jumlah halaman)

c. Membuat Buku perjalanan Naskah (Nama

Mitra/ahli; telepon ahli; Tgl ke ahli; Tgl kembali; Nama Penyunting Pelaksana; Tanggal ke setter

d. Korespondensi/komunikasi ke penulis (Humas)

e. Surat-menyurat (pengembalian naskah yang

ditolak; surat ke mitra bebestari; surat pengantar revisi artikel; kepastian Pemuatan;

3. Penyunting Ahli/Mitra

Penyunting ahli/mitra melaksanakan tugas untuk menilai substansi Artikel dari Hasil penelitian dan Kajian Pustaka, yang meliputi:

a. Originalitas isi

b. Pernah tidaknya dipublikasi

c. Keruntutan dan kesesuaian pembahasan

dengan masalah yang diangkat

d. Kemutakhiran teori/pustaka yang dirujuk

e. Kesesuaian metode penelitian

f. Ketepatan fakta

g. Kesalahan menghitung dan penafsiran

(5)

5

i. Ketepatan interpretasi dan pembahasan hasil

j. Ketepatan judul, tujuan dan kesesuaian

simpulan

4. Tugas Penyunting Pelaksana

Penyunting pelaksana bertugas

mencermati dan mengedit Artikel yang meliputi:

a. Pemilihan/penerjemahan kata/istilah

b. Penggunaan ejaan dan tanda baca

c. Penggunaan lambang/simbol

d. Pengalimatan (penambahan/pengurangan)

e. Penulisan kutipan

f. Penulisan daftar rujukan

g. Kesesuaian rujukan dan daftar rujukan

h. Penyajian tabel dan gambar

i. Penyesuaian judul, abstrak, identitas dan alamat

penulis

j. Kelayakan abstrak Indonesia dan Inggris

k. Membantu mencermati substansi artikel sesuai

dengan gaya selingkung

5. Setter, mempunyai tugas:

a. Menyeting naskah sesuai dengan tata tulis

Jurnal

(6)

6 BAGIAN 3. REVIEWER

Persyaratan reviewer

Reviewer yang ditunjuk bersifat fleksibel sesuai dengan bidang kepakarannya. Namun dengan adanya variasi di masing-masing jurusan, maka dalam mereview artikel dipersyaratkan sebagai berikut.

1. Jenis Artikel Hasil Penelitian Skripsi

Dipercayakan pada pembimbing skripsi, diatur secara proporsional antara pembimbing 1 dan 2 oleh Kajur terkait.

2. Jenis Artikel hasil kajian Teori.

1) Memiliki Jabatan Guru Besar yang berpendidikan

S3 pada bidang Ilmu yang relevan dengan Jurusan

2) Memiliki jabatan Lektor Kepala Gol. IV c yang

berpendidikan S2 pada bidang Ilmu yang relevan dengan Jurusan

3) Memiliki Jabatan Lektor, Gol. III c yang

berpendidikan S3 pada bidang Ilmu yang relevan dengan Jurusan (bagi Jurusan yang tidak memenuhi persyaratan 1,2 &3

4) Memiliki jabatan Lektor Kepala Gol. IIId yang

(7)

7

dengan Jurusan (bagi Jurusan yang tidak memenuhi persyaratan 1,2,3 dan 4)

5) Jurusan yang belum memenuhi persyaratan pangkat

dan golongan dapat melakukan sharing sumberdaya dengan jurusan lain yang terkait di lingkungan Undiksha

(8)

8

BAGIAN 4. GAYA SELINGKUNG E-JURNAL UNDIKSHA

Petunjuk bagi Calon Penulis E-Journal Undiksha

1. Artikel yang ditulis meliputi hasil penelitian (skripsi,

PKM/Lomba karya ilmiah) dan kajian pustaka terkait dengan bidang studinya (Lomba karya Ilmiah). Naskah diketik dengan huruf Times New Roman, ukuran 12 pts, spasi 1,5 dan dicetak pada kertas A4 sepanjang 7 s/d 10 halaman. Naskah diserahkan dalam bentuk print out sebanyak dua eksemplar beserta dengan softcopy-nya. Naskah (file) dibuat dengan Microsoft Word.

2. Nama penulis artikel dicantumkan tanpa gelar

akademik dan ditempatkan di bawah judul artikel. Penulis harus mencantumkan institusi asal dan

alamat email (bagi penulis utama) untuk

memudahkan komunikasi.

3. Artikel bisa ditulis dalam bahasa Indonesia atau

Inggris dengan format essei disertai judul pada masing-masing bagian artikel, kecuali bagian pendahuluan yang disajikan tanpa judul bagian. Judul artikel dan sub judul dari artikel ditulis dengan huruf besar (kecuali pendahuluan tanpa judul). Peringkat judul bagian ditulis dengan huruf besar pada setiap awal kata. Judul bagian dan peringkat judul bagian

(9)

9

semuanya tanpa nomor/angka, dicetak tebal, dan rata tepi kiri.

4. Sistematika artikel kajian pustaka adalah: (a) judul

(maks. 12 kata); (b) nama penulis (tanpa gelar akademik); (c) abstrak Indonesia (dalam satu paragraf, maks. 200 kata); (d) kata kunci (3-5); (e)

abstrak Inggris; (f) pendahuluan yang memuat

latar belakang dan tujuan atau ruang lingkup tulisan (maksimum 20% dari keseluruhan isi artikel); (g)

pembahasan (dapat dibagi ke dalam beberapa

sub-bagian); (h) simpulan yang memuat simpulan dan saran (tanpa subjudul); dan (i) daftar rujukan (hanya memuat sumber-sumber yang dirujuk).

5. Sistematika artikel hasil penelitian adalah: (a) judul

(maks. 12 kata); (b) nama penulis (tanpa gelar akademik); (c) abstrak Indonesia (dalam satu paragraf, maks. 200 kata) yang memuat tujuan, metode, dan hasil penelitian; (d) kata kunci (3-5); (e) abstrak Inggris; (f) pendahuluan yang memuat latar belakang, rangkuman kajian teoritik, dan tujuan penelitian (maksimum 40% dari keseluruhan isi artikel); (g) metode; (h) hasil dan pembahasan yang berisi bagian hasil (ada subjudul) dan bagian pembahasan (ada subjudul); (i) simpulan yang memuat simpulan dan saran (tanpa subjudul); dan (j)

(10)

10

daftar rujukan (hanya memuat sumber-sumber

yang dirujuk).

6. Tabel dan gambar diberi nomor dan judul.

Contoh: Penyajian tabel dan gambar.

Penyajian tabel

a. Judul tabel ditempatkan di atas tabel, Kata tabel

ditulis dipinggir diikuti nomor dan judul tabel, judul tabel ditulis dengan huruf besar pada huruf pertama setiap kata kecuali kata hubung. Jika lebih dari satu baris, baris kedua dan seterusnya ditulis sejajar dengan huruf awal judul dengan jarak satu spasi. Berilah jarak 3 spasi antara teks sebelum tabel dan teks sesudah tabel.

b. Nomor tabel ditulis dengan angka Arab sebagai

identitas tabel yang menunjukkan bab tempat tabel itu dimuat dan nomor urutnya dalam bab yang bersangkutan..

c. Tabel yang memerlukan tempat lebih dari

setengah halaman harus ditempatkan pada halaman tersendiri jika tabel cukup pendek sebaiknya diintegrasikan dengan teks.

(11)

11

Tabel 1.1 Tingkat Motivasi Berprestasi Mahasiswa Undiksha Tahun 2006

No Tingkat Motivasi FMIPA FIS FBS FIP FTK FOK Jumlah

1 Sangat Tinggi 50 45 32 40 35 43 245 2 Tinggi 45 65 55 35 32 32 274 3 Rendah 56 53 46 51 27 55 288 4 Sangat Rendah 20 25 10 12 19 16 102 Penyajian gambar

Istilah gambar mengacu pada grafik, chart, peta, sket, diagram danm gambar lainnya. Gambar dapat menyajikan data dalam bentuk visual yang dapat dengan mudah dipahami. Beberapa pedoman penggunaan gambar sebagai berikut.

a. Judul gambar ditempatkan di bawah gambar, cara

penulisan sama dengan penulisan judul tabel.

b. Gambar harus digunakan dengan hemat, terlalu

banyak gambar dapat mengurangi nilai penyajian data.

c. Gambar yang memerlukan tempat lebih dari

setengah halaman harus ditempatkan pada halaman tersendiri.

d. Penyebutan adanya gambar seharusnya

(12)

12

e. Gambar diacu dengan menggunakan angka,

bukan menggunakan “gambar di atas” atau “gambar di bawah”

f. Gambar yang dikutip dari suatu sumber, harus

disebutkan sumbernya.

g. Gambar buatan sendiri harus diberi keterangan,

misalnya “ Hasil pengamatan sendiri”

# # # # ## # # # # # # # # # # U T B S 3 0 3 KI LO M E T E R S KA L A 1 : 30 0. 00 0 11 4 31 ' 3 0 " B T 1 1 4 4 2 ' o 0" B T 11 4 5 2 ' 3 0 " B T 1 1 5 0 3 ' 0 0" B T 1 15 1 3 ' 3 0 " B T 11 5 24 ' 0 0 " B T 0 8 0 7' 3 0" L S 0 8 18 ' 0 0 " L S 08 1 8' 0 0" L S 0 8 07' 3 0" L S 11 5 24 ' 0 0 " B T 1 1 5 0 3 ' 0 0" B T 1 1 4 4 2 ' o 0" B T 11 4 5 2 ' 3 0 " B T 1 15 1 3 ' 3 0 " B T 11 4 31 ' 3 0 " B T # S03 # S04 # S01 # S02 # S06 #S05 # S07 # S08 # S09 # S10 # S11 # S12 # S13 # S14 # S15 # S16 K e ca m a t an : Ba n jar Bu le l en g Bu su n gb iu G e ro k ga k K u b utam b a h Sa w an Se ri r it Su ka s ad a T e ja k u la Ja la n Bat as K e c am a ta n Bat as K a b up at e n B at a s A d m in i st ra s i: N o Je n i s N a ma N o Jen is N a ma W is ata A la m 01 02 03 04 05 06 07 08 W is ata A la m W is ata A la m W is ata A la m W is ata A la m W is ata A la m W is ata A la m W is ata A la m A ir S a nih W i s a ta Bu da yaD esa T ua S i de ta pa W i s a ta Bu a tan W i s a ta Bu a tan 16 15 14 13 12 11 10 09 W i s a ta Bu da ya W i s a ta Bu da ya W i s a ta Bu da ya W i s a ta Bu da ya W i s a ta Bu da ya P a nt ai P e n aruk an P a nt ai Lo vina P a nt ai K ali bu kb uk A ir Te rju n S e k um pu l A ir Te rju n G itg it A ir P a na s B a nj ar P ula u M enjan gan

D esa T ua P e d a w a D esa T ua C e m p a ga G edo ng K ertya P ura P u la ki Se m bir a n E x. P ela b uh an B ul ele n g A gro w i s a ta Be n gk el Se b a r an S p a si a l P o t e n s i O b j ek W i sa t a: L E G E N D A Su m b e r: P et a K a bu pa te n Bu le le ng S ka la 1 : 30 0 .0 00 D irek to rat J en dral C ipt a K a r ya D e pa r te m en P eker ja an U m um T a hu n 20 03 P E T A S E B A R A N S P A S IA L P O T E N S I O B J E K W IS A T A K A BU P A T E N B U L E LE N G Dis a lin O le h : P rof . D r . I G ed e A s tra W e sn a w a , M .Si (K e tua P e n e lit i)

Uni ver si ta s Pe ndi dika n G an esh a Sin garaja T ahu n 2 012 11 4 30 ' 00 " B T 11 5 00 ' 00 " B T 08 10' 00" LS 08 40' 00" LS 08 40' 00" LS 08 10' 00" LS 11 5 30 ' 00 " B T 11 5 00 ' 00 " B T 11 4 30 ' 00 " B T Ka bu p ate n Bu lel e ng IN SE T P R OV I N S I B AL I U 11 5 30 ' 00 " B T SK A LA 1 : 2 .5 00. 00 0 K a b up a te n Je m b ra n a K a b up a te n T a b a n a n K a b u p a te n B a d u n g K a b u p a te n G i a n ya r K a b up a t e n B an g l i K e c. G e ro k g a k K e c. Se r i ri t K e c. B us u n g bi u K e c . B an ja r K e c. Su k a s ad a K e c . B u l el e ng K e c . Sa w an K e c . K u b u tam b ah an K ec . T e j ak u la S el at B ali L a u t B a li

Gambar 2.1. Peta Sebaran Spasial Potensi Objek Wisata Kabupaten Badung

(Sumber: Astra Wesnawa, 2011: 75)

7. Sumber yang dirujuk sedapat mungkin merupakan

pustaka-pustaka terbitan 10 tahun terakhir. Rujukan yang diutamakan adalah sumber-sumber primer berupa laporan penelitian (termasuk skripsi, tesis,

(13)

13

disertasi) atau artikel-artikel penelitian dalam jurnal atau majalah ilmiah.

8. Perujukan dan pengutipan menggunakan teknik

rujukan berkurung (nama, tahun). Pencantuman sumber pada kutipan langsung hendaknya disertai keterangan tentang nomor halaman tempat asal kutipan, contohnya (Bisnu, 2010: 47)

9. Daftar rujukan disusun dengan tata cara seperti

contoh berikut dan diurutkan secara alfabetis dan kronologis. Contoh penulisan daftar rujukan:

Buku

Joyce, B. & Weil, M. 1996. Models of Teaching (5th

Ed.). Boston: Allyn and Bacon.

Buku terjemahan

Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. 1976. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemahan oleh Arief Furhan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.

Buku kumpulan artikel

Saukah, A. & Waseno, M. G. (Eds). 2002. Menulis Artikel untuk Jurnal Ilmiah (Edisi ke- 4, cetakan ke-1). Malang: UM Press.

(14)

14

Romiszowski, A. 2009. Fostering Skill Development Outcome, dalam C. M. Reigeluth, & A. A. Carr-Cheliman (Eds.). Instructional-Design Theories and Models:Building a Common Knowledge Base, Vol.3 (hlm. 199-224), New York: Routledge.

Artikel dalam jurnal atau majalah

Kalyuga, S. & Sweller, J. 2004. Measuring Knowledge to Optimize Cognitive Load Factors During Instruction. Journal of Educational Psychology, 96(3): 558-568.

Artikel dalam jurnal online

Turkmen, H. 2006. What Technology Plays Supporting Role in Learning Cycle Approach for Science Education. The Turkish Online Journal of

Educational Technology. (Online), 5(2),

(http://www.eric.ed.gov/ERICWebPortal/recordDet ail?accno, diakses 20 Agustus 2008).

Artikel dalam koran:

Pitunov, B. 13 Desember, 2002. Sekolah Unggulan ataukah Sekolah Pengunggulan? Majapahit Post, hlm. 4 & 11.

Tulisan/berita dalam koran (tanpa nama pengarang)

Jawa Pos, 22 April, 1995. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm.3.

(15)

15 Dokumen resmi

Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2003. Jakarta: Pt Armas Duta Jaya.

Skripsi, Tesis, Disertasi, Laporan penelitian

Bisnu, K. 2010. Pengaruh Penggunaan Hypermedia dalam Pembelajaran Menggunakan Strategi Siklus Belajar terhadap Pemahaman dan Aplikasi Konsep Kimia Siswa SMP yang Memiliki Dua Gaya Belajar Berbeda. Disertasi tidak diterbitkan. Malang: PPS UM.

Makalah Seminar, lokakarya, penataran

Ardhana, W. 2000. Reformasi Pembelajaran

Menghadapi Abad Pengetahuan. Makalah

disajikan dalam Seminar dan Diskusi Panel Nasional Teknologi Pembelajaran V, Universitas Negeri Malang, Malang, 7 Oktober.

Internet (karya individual)

Hitchcocock, S., Carr, L. & Hall, W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-1995: The Calm

before the Storm, (Online),

(http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey.html, diakses 12 Juni 1996).

(16)

16

10. Semua naskah ditelaah secara anonim oleh mitra

bebestari (reviewers) yang ditunjuk oleh dewan penyunting menurut bidang kepakarannya. Penulis artikel diberi kesempatan untuk melakukan perbaikan (revisi) naskah atas dasar rekomendasi/saran dari mitra bebestari atau penyunting.

11. Segala sesuatu yang menyangkut perijinan

pengutipan atau penggunaan software komputer, atau ihwal lain yang yang terkait dengan HAKI yang dilakukan oleh penulis artikel, berikut konskuensi hukum yang mungkin timbul karenanya, menjadi tanggung jawab penuh penulis artikel tersebut.

ARTIKEL HASIL PENELITIAN

JUDUL ARTIKEL PENELITIAN (tidak lebih dari 12 kata)

Bisnu Suarnayuga (nama penulis utama, kedua, dst) Universitas/Instansi ..., Jln...(alamat instansi) e-mail: [email protected] (alamat email penulis utama)

Abstract: Article Title. Artikel harus

dilengkapi dengan abstrak berbahasa

Inggris yang merupakan terjemahan dari abstrak dalam bahasa Indonesia. Kata kunci tidak perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, cukup dalam bahasa Indonesia dan

(17)

17

dicantumkan setelah abstrak dalam bahasa Inggris.

Abstrak: Judul Artikel. Abstrak setidaknya memuat tiga hal pokok, yaitu: (a) tujuan penelitian, (b) metode penelitian, dan (c) hasil penelitian. Abstrak diketik

menggunakan spasi tunggal. Abstrak

dilengkapi dengan kata kunci (3 sampai 5

kata kunci) yang berfungsi untuk

memudahkan pencarian artikel ini secara elektronik (1 spasi, maksimum 200 kata).

Kata-kata kunci: kata kunci 1, kata kunci

2, kata kunci 3,...(3-5 kata kunci)

Pendahuluan tidak perlu diberikan subjudul

’PENDAHULUAN’. Pendahuluan memuat tiga hal

pokok, yaitu: latar belakang, rangkuman teoritik, dan tujuan penelitian. Tinjauan pustaka diintegrasikan dalam paparan pendahuluan. Semua referensi yang dirujuk dalam paparan, (Nama, tahun) untuk kutipan tidak langsung atau (Nama, tahun: hlm) untuk kutipan langsung, dicantumkan di dalam Daftar Rujukan.

Pendahuluan diharapkan maksimum 40 persen dari

(18)

18

Alenia berikutnya dari paparan pendahuluan dibuat menjorok ke dalam sesuai dengan penulisan alenia baru pada umumnya.

METODE

Metode penelitian disesuaikan dengan jenis penelitian. Penelitian kualitatif memiliki langkah metodologi yang berbeda dengan penelitian kuatitatif, seperti eksperimen. Walaupun demikian, pada bagian METODE diharapkan cukup jelas paparan tentang: rancangan penelitian, subjek/populasi-sampel/fokus dan objek penelitian, teknik pengumpulan data dan isntrumen penelitian, dan teknik analisis data.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Bagian hasil penelitian dibuat dalam satu subjudul yang terpisah dengan bagian pembahasan. Untuk penelitian kualitatif, bagian hasil dan pembahasan dapat dibuat secara terintegrasi.

Hasil

Data yang disajikan dalam hasil penelitian bukan berupa data ’mentah’, melainkan data yang sudah diolah. Hasil disajikan dalam bentuk tabel, grafik, atau bagan

yang dilengkapi dengan penjelasan. Penjelasan

(19)

19

melainkan mendeskripsikan/memformulasikan

maknanya. Tabel, grafik, atau bagan masing-masing diberikan nomor dan judul.

Pembahasan

Paparan pada pembahasan memuat hal-hal pokok berikut, yaitu: (a) menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian, (b) memaparkan logika diperolehnya temuan, (c) menginterpretasi temuan, dan (d) mengaitkan temuan dengan teori atau kajian empiris lain yang relevan. Semua referensi yang dirujuk dalam paparan, (Nama, tahun) untuk kutipan tidak langsung atau (Nama, tahun: hlm) untuk kutipan langsung, dicantumkan di dalam Daftar Rujukan.

SIMPULAN

Simpulan dibuat dalam paragraf pendek yang memuat tentang esensi dari hasil penelitian yang tertuang dalam tujuan penelitian. Simpulan harus relevan dengan temuan dan hindari generalisasi yang berlebihan.

DAFTAR RUJUKAN

Semua rujukan yang dimuat dalam paparan artikel harus dicantumkan pada daftar rujukan, atau sebaliknya. Sumber yang dirujuk sedapat mungkin (minimal 80%) merupakan pustaka-pustaka terbitan 10

(20)

20

tahun terakhir. Rujukan yang diutamakan adalah sumber-sumber primer berupa laporan penelitian (termasuk skripsi, tesis, disertasi) atau artikel-artikel penelitian dalam jurnal atau majalah ilmiah. Daftar rujukan disusun dengan tata cara seperti sudah diuraikan di bagian 4.

ARTIKEL KAJIAN PUSTAKA

JUDUL ARTIKEL HASIL PEMIKIRAN (tidak lebih dari 12 kata)

Bisnu Suarnayuga (nama penulis utama, kedua, dst) Universitas/Instansi ..., Jln...(alamat instansi) e-mail: [email protected] (alamat email penulis utama)

Abstract: Article Title. Artikel harus

dilengkapi dengan abstrak berbahasa

Inggris yang merupakan terjemahan dari abstrak dalam bahasa Indonesia. Kata kunci tidak perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, cukup dalam bahasa Indonesia dan dicantumkan setelah abstrak dalam bahasa Inggris.

Abstrak: Judul Artikel. Abstrak berupa

komentar atau pengantar dari penulis. Abstrak memuat: (a) tujuan penelitian, (b) isu-isu pokok, dan (c) alternatif pemecahan.

Abstrak diketik menggunakan spasi

tunggal. Abstrak dilengkapi dengan kata kunci (3 sampai 5 kata kunci) yang

(21)

21

berfungsi untuk memudahkan pencarian artikel ini secara elektronik (1 spasi, maksimum 200 kata).

Kata-kata kunci: kata kunci 1, kata kunci

2, kata kunci 3,...(3-5 kata kunci)

Pendahuluan tidak perlu diberikan subjudul

’PENDAHULUAN’. Pendahuluan memuat hal pokok,

yaitu: latar belakang atau acuan permasalahan, hal-hal menarik yang belum tuntas, perkembangan baru, dan tujuan penelitian. Semua referensi yang dirujuk dalam paparan, (Nama, tahun) untuk kutipan tidak langsung atau (Nama, tahun: hlm) untuk kutipan langsung, dicantumkan di dalam Daftar Rujukan. Pendahuluan

diharapkan maksimum 20 persen dari keseluruhan

artikel.

Alenia berikutnya dari paparan pendahuluan dibuat menjorok ke dalam sesuai dengan penulisan alenia baru pada umumnya.

PEMBAHASAN

Paparan pada pembahasan dapat dibagi menjadi beberapa subjudul. Pembahasan berupa kupasan yang sifatnya analitik, argumentatif, logis, dan kritis. Isi

(22)

22

pembahasan adalah cermin dari pendirian/sikap penulis terhadap permasalahan yang menjadi fokus tulisan. Semua referensi yang dirujuk dalam paparan, (Nama, tahun) untuk kutipan tidak langsung atau (Nama, tahun: hlm) untuk kutipan langsung, dicantumkan di dalam Daftar Rujukan.

SIMPULAN

Simpulan dibuat dalam paragraf pendek yang memuat tentang penegasan pendirian penulis dan saran-saran. Simpulan ditulis maksimum 10% dari keseluruhan isi artikel.

DAFTAR RUJUKAN

Semua rujukan yang dimuat dalam paparan artikel harus dicantumkan pada daftar rujukan, atau sebaliknya. Sumber yang dirujuk sedapat mungkin (minimal 80%) merupakan pustaka-pustaka terbitan 10 tahun terakhir. Rujukan yang diutamakan adalah sumber-sumber primer berupa laporan penelitian (termasuk skripsi, tesis, disertasi) atau artikel-artikel penelitian dalam jurnal atau majalah ilmiah. Daftar rujukan disusun dengan tata cara seperti sudah diuraikan di bagian 4.

(23)

23

BAGIAN 5. KEBERKALAAN JURNAL

Keberkalaan jurnal (volume dan nomor terbitan jurnal: bulanan, triwulan, catur wulan, semester) ditentukan sesuai dengan kondisi yang ada di masing-masing jurusan.

BAGIAN 6. LAIN-LAIN

Agar kewajiban mahasiswa untuk menulis makalah/artikel di jurnal ilmiah tidak menghambat proses kelulusannya, maka diharapkan mahasiswa sudah memiliki naskah artikel yang diterbitkan paling lambat akhir semester VII. Hal-hal teknis yang berkaitan dengan itu, agar dikoordinasikan di jurusan masing-masing.

(24)

24

Lampiran : Surat Keputusan Rektor Undiksha

Nomor : 280/UN48/KP/2012 Tanggal : 7 Maret 2012

Tentang: Tim Pengembang Format Karya Ilmiah dalam Jurnal

Pengarah : Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd

Penanggungjawab:

1. Prof. Dr. I Made Sutama, M.Pd.

2. Drs. I Nyoman Jampel, M.Pd.

3. Drs. I Gusti Ngurah Pujawan, M.Kes.

4. Drs. I Wayan Muderawan, M.S., Ph.D.

Ketua : Prof. Dr. I Gede Astra Wesnawa, M.Si

Sekretaris : Prof. Dr. I Made Ardana, M.Pd.

Anggota :

1. Prof. Dr. Ni Ketut Suarni, M.S. 2. I Gede Sudirta, S.Pd., M.Pd. 3. Drs. I Made Danu Budiartha, M.Pd 4. Prof. Dr. I Nyoman Adijaya Putra, M.A. Tim Ahli :

1. Prof. Dr. Anak Agung Istri Ngurah Marhaeni, M.A 2. Prof. Dr I Nengah Suandi, M.Hum

3. Dr. I Made Kirna, M.Si

Ditetapkan di : Singaraja Pada tanggal : 7 Maret 2012 Rektor,

Prof. Dr. I Nyoman Sudiana, M.Pd. NIP. 195712311985031013

(25)

Gambar

Gambar 1: Bagan alur Pemrosesan Artikel  Jurnal  Online  adalah  sarana  berbasis  web  untuk  mengelola  sebuah  jurnal  ilmiah
Tabel  1.1  Tingkat  Motivasi  Berprestasi  Mahasiswa Undiksha Tahun 2006

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesahihan metode HB-NAAT terhadap CB-NAAT dalam mendeteksi MDR-TB dengan menggunakan bahan pemeriksaan

Bahwa dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di UPTD Puskesmas Ajangale Kabupaten Bone sesuai dengan standar pelayanan yang telah ditetapkan, maka

bahwa dengan ditetapkannya Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga Atas Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler

 Merupakan polimer yg tersusun oleh monomer berupa monosakarida  jika jenis monosakarida sama disebut homopolisakarida , jika. monosakaridanya

Disiplin tentu tidak akan muncul begitu saja pada diri siswa tanpa didasari dengan penegakan peraturan yang efektif oleh pihak guru di sekolah, melalui

Dalam penelitian ini hipotesisnya adalah Ha diterima yaitu “Ada perbedaan antara nyeri persalinan kala I fase aktif sebelum dan sesudah diberikannya terapi murattal

Hasil yang sama juga terjadi pada pengamatan setelah aplikasi, kecuali pada tanaman berumur 11 MST yang menunjukkan perbedaan yang tidak nyata antara populasi WBC

KENDARAAN PERKARA TILANG DAN PENYELESAIANNYA.. : JUMAT : 24