• Tidak ada hasil yang ditemukan

RUMAH SAKIT MATA BALI MANDARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RUMAH SAKIT MATA BALI MANDARA"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. GAMBARAN UMUM

Cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 adalah melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. Kesehatan sebagai salah satu unsur kesejahteraan umum harus diwujudkan melalui berbagai upaya kesehatan dalam rangkaian pembangunan kesehatan secara menyeluruh dan terpadu yang didukung oleh suatu sistem kesehatan nasional. Sejalan dengan amanat Pasal 28 H ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 telah ditegaskan bahwa setiap orang berhak memperoleh pelayanan kesehatan, kemudian dalam Pasal 34 ayat (3) dinyatakan negara bertanggung jawab atas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan dan fasilitas pelayanan umum yang layak.

Sumber daya manusia yang sehat jasmani dan rohani menjadi salah satu modal dasar pembangunan, karena dengan adanya SDM yang sehat akan menghasilkan masyarakat yang sehat pula yang akan menjadi pelaku dan sasaran pembangunan, sehingga Pemerintah diharapkan mempunyai peran yang sangat penting dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat.

Mewujudkan derajat kesehatan masyarakat adalah upaya untuk meningkatkan keadaan kesehatan yang lebih baik dari sebelumnya. Derajat kesehatan masyarakat yang optimal adalah tingkat kondisi kesehatan yang tinggi dan dapat dicapai pada suatu saat sesuai kondisi dan situasi serta kemampuan yang nyata dari setiap orang atau masyarakat yang harus selalu diusahakan peningkatannya secara terus menerus.

Penyelenggaraan pembangunan kesehatan meliputi upaya kesehatan dan sumber dayanya harus dilakukan secara terpadu dan berkesinambungan guna mencapai hasil yang optimal, sehingga upaya kesehatan yang semula dititikberatkan

(3)

pada upaya penyembuhan penderita secara berangsur-angsur berkembang kearah keterpaduan upaya kesehatan yang menyeluruh.

Adapun masalah kesehatan indera (Mata, THT, Kulit) di Indonesia dari hasil Survey Departemen Kesehatan adalah sebagai berikut :

1. Kesehatan Indera Penglihatan

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2007 angka kebutaan Provinsi Bali 1% dari penduduk Bali. Penyebab utama kebutaan adalah katarak (0,62 %), glaukoma (0,02 %), kelainan refraksi (0,14%), dan penyakit - penyakit lain yang menyebabkan kebutaan (0,22 %). Berdasarkan jumlah penduduk Bali tahun 2013 maka, diperkirakan prevalensi kebutaan adalah 1% dari 3.890.757 penduduk (38.908 orang) dan kebutaan baru karena katarak setiap tahun adalah 0,1 % dari 3.890.757 penduduk (3.891 orang)

2. Kesehatan Indera Pendengaran

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar tahun 2007, menunjukkan prevalensi ketulian 0,4 % dari jumlah penduduk. Kalau dilihat dari jumlah penduduk Bali maka prevalensi ketulian sebesar 15.563 orang.

Gangguan pendengaran dan ketulian berdampak buruk terutama jika diderita sejak lahir, karena menyebabkan gangguan perkembangan kegiatan psikologi dan sosial.

3. Kesehatan Indera Peraba

Penyakit kusta untuk di Provinsi Bali belum bisa dieleminasi namun yang paling penting adalah bagaimana kita mencegah kecacatan yang diakibatkan oleh kuman akut yang mengganggu produktifitas dari penderita. Prevalensi kusta di Provinsi Bali tahun 2013 sebesar 0,29/100.000 penduduk dengan kecacatan 2,6% dari jumlah penderita kusta baru.

Oleh karena itu, pembangunan kesehatan yang menyangkut Upaya Peningkatan Kesehatan (Promotif), Pencegahan Penyakit (Preventif), Penyembuhan Penyakit (Kuratif), dan Pemulihan Kesehatan (Rehabilitatif), harus dilaksanakan secara menyeluruh, terpadu, berkesinambungan, dan dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat.

(4)

B. DASAR HUKUM

Rumah Sakit Kusta didirikan oleh Pemerintah Provinsi Bali Tahun 1957 dengan tujuan untuk melayani masyarakat yang menderita penyakit kusta. Dalam perkembangannya pelayanan Rumah Sakit Kusta tidak hanya penyakit kusta saja tetapi mulai tahun 1998 muncul kunjungan pasien dengan penyakit THT. Pada tahun 1998 Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Kesehatan Provinsi Bali membentuk Unit Pelaksana Teknis daerah (UPTD) Balai Kesehatan Mata Masyarakat (BKMM).

Pada Tahun 2002 berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2002 yang disahkan pada tanggal 28 Pebruari 2002 tentang Pembentukan Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Termasuk Pelembagaan Badan Pelayanan Khusus Rumah Sakit Indera Masyarakat Provinsi Bali, dilakukan penggabungan antara UPTD RS Kusta dengan UPTD BKMM menjadi Badan Pelayanan Khusus Rumah Sakit Indera Masyarakat Provinsi Bali (BPRSI) (Struktur Organisasi terlampir). Pada Tahun 2008 BPRSI berubah menjadi Rumah Sakit Indera Provinsi yang ditetapkan berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 2 Tahun 2008 tanggal 8 Juli 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Provinsi Bali (Lembaran Daerah Provinsi Bali Tahun 2008 Nomor 2) (Struktur Organisasi terlampir). Rumah Sakit Indera Provinsi Bali adalah Rumah Sakit Khusus Kelas A sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 456/MENKES/SK/ V/2008 tanggal 9 Mei 2008.

Dasar hukum sebagai landasan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Indera Provinsi Bali adalah :

1) Undang – Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495).

2) Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2003 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4438).

3) Undang – Undang Nomor 32 tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah (Lembaran Negara tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4437).

4) UU RS No. 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit

5) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 38 tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi

(5)

dan Pemerintahan Kab/Kota, (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4737).

6) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah, (Lembaran Negara Tahun 2007 Nomor 89, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4741).

7) Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tata Cara Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Nomor 4817).

8) Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 131 / MenKes / II / SK / 2004, Tahun 2004 Tentang Sistem Kesehatan Nasional.

9) Peraturan Daerah Provinsi Bali No.4 Tahun 2011, tanggal 20 April 2011, tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah

10) Peraturan Gubernur Bali No. 87 tahun 2011, tanggal 15 November 2011 tentang Rincian Tugas Pokok Rumah Sakit Indera Provinsi Bali

11) Keputusan Gubernur Bali Nomor 1356/01-F/HK/2012 tanggal 14 Agustus 2012 tentang Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah RS Indera Provinsi Bali.

C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Indera Provinsi Bali berdasarkan Peraturan Gubernur Bali Nomor 87 Tahun 2011 tanggal 15 November 2011 tentang Rincian Tugas Pokok Rumah Sakit Indera Provinsi Bali. Rumah Sakit Indera Provinsi Bali dipimpin oleh seorang Direktur dengan sebutan Direktur Rumah Sakit Indera Provinsi Bali yang mempunyai Tugas Pokok membantu Gubernur dalam melaksanakan fungsi dan tugas dibidang pelayanan kesehatan.

Untuk melaksanakan tugas pokok tersebut Direktur Rumah Sakit Indera Provinsi Bali mempunyai fungsi pokok antara lain :

(6)

telah ditetapkan

2. Menetapkan kebijakan operasional rumah sakit

3. Mengkoordinasikan penyusunan rencana dan program kerja rumah sakit

4. Mengatur, mendistribusikan dan mengkoordinasikan tugas-tugas kepada bawahan

5. Mengevaluasi, mengendalikan dan membina pelaksanaan tugas bawahan 6. Memberikan petunjuk dan bimbingan teknis serta pengawasan kepada

bawahan

7. Melaksanakan sistem pengendalian intern

8. Menilai hasil kerja bawahan dan mempertanggungjawabkan hasil kerja bawahan

9. Melaksanakan tugas kedinasan lainnya yang ditugaskan oleh atasan

10. Melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah

D. STRUKTUR ORGANISASI

Susunan Organisasi Rumah Sakit Indera terdiri dari : 1. Direktur

2. Wakil Direktur Pelayanan.

3. Wakil Direktur Administrasi Sumber Daya. 4. Bidang Pelayanan Medik.

5. Bidang Perawatan. 6. Bidang Penunjang Medik. 7. Bagian Bina Program. 8. Bagian Keuangan. 9. Bagian Tata Usaha.

10. Kelompok Jabatan Fungsional. 11. SPI

12. Komite Medik

(7)

E. LINGKUNGAN STRATEGIS YANG BERPENGARUH

1. Lingkungan Internal 1.1. Kekuatan

1) Adanya Pelembagaan dan tugas pokok dan fungsi.

2) Adanya peraturan-peraturan (Surat Keputusan Menkes, Perda, Protap, dan Juknis).

3) Adanya tenaga profesional dan spesifikasi yang dibutuhkan. 4) Adanya pendanaan yang memadai.

5) Telah mendapatkan ISO 9001 – 2008.

6) Telah terakreditasi Penuh Tingkat Dasar (Administrasi dan Manajemen, Pelayanan Medis, Pelayanan Gawat Darurat, Pelayanan Keperawatan, dan Rekam Medik).

7) Mendapatkan anugerah Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden RI. 8) Sudah menjadi Badan Layanan Umum Daerah

9) Mendapat penghargaan sebagai unit kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)

1.2. Kelemahan

1) Terbatasnya sarana dan prasarana penunjang kegiatan. 2) Belum optimalnya sistem informasi manajemen rumah sakit. 3) Terbatasnya jumlah dokter spesialis mata

2. Lingkungan Eksternal 2.1. Peluang

1) Adanya komitmen pemerintah dan program JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara).

2) Adanya dukungan dari organisasi profesi (PERDAMI, PERDOKSI, dan PERHATI).

3) Adanya minat masyarakat yang tinggi terhadap pelayanan kesehatan indera spesialistik.

(8)

swasta.

5) Adanya kerjasama dengan asuransi kesehatan

6) Kondisi geografis wilayah Bali yang mudah untuk akses ke Rumah Sakit Indera Provinsi Bali.

7) Adanya target global di bidang kesehatan indera.

2.2. Ancaman

1) Pesaing rumah sakit pemerintah dan swasta.

2) Adanya perilaku masyarakat yang belum menyadari kecacatan indera yang diderita.

3) Perilaku masyarakat yang belum mendukung Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

(9)

BAB II

VISI, MISI, TUJUAN , SASARAN, DAN KEBIJAKAN

A. VISI DAN MISI

Visi dan Misi Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2009 – 2013 yang merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Bali tahun 2009-2013. Sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 8 tahun 2008 tentang Tata cara Penyusunan, Pengendalian, dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah pengertian “VISI” adalah rumusan umum mengenai keadaan yang diinginkan pada akhir periode perencanaan. Bedasarkan pengertian tersebut, Rumah Sakit Indera Provinsi Bali menetapkan Visi : “MENJADI PUSAT PELAYANAN DAN RUJUKAN KESEHATAN INDERA YANG PRIMA, BAGI MASYARAKAT BALI DAN SEKITARNYA UNTUK MEWUJUDKAN BALI YANG MAJU, AMAN, DAMAI, DAN SEJAHTERA “. Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan melalui misi yang merupakan rumusan umum mengenai upaya-upaya yang akan dilaksanakan untuk mewujudkan Visi tersebut, maka Misi Rumah Sakit Indera Provinsi Bali adalah :

1. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan indera secara paripurna,

bermutu, merata, efektif, efisien, dan akuntabel.

2. Menyelenggarakan pendidikan dan latihan keterampilan di bidang

kesehatan indera.

3. Menyelenggarakan penelitian kesehatan indera dalam rangka

(10)

B. TUJUAN, SASARAN, DAN KEBIJAKAN

Tujuan, sasaran, dan kebijakan yang dilaksanakan sesuai dengan Matrik Renstra tahun 2009-2013 dapat dijabarkan sebagai berikut :

1. Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai selama kurun waktu 2009 – 2013 yang dijabarkan setiap program dan kegiatan setiap tahun anggaran adalah sebagai berikut : 1). Terwujudnya pelayanan kesehatan indera secara paripurna, promotif,

preventif, kuratif, dan rehabilitative.

2). Terwujudnya pelayanan kesehatan indera yang bermutu bagi semua lapisan masyarakat.

3). Terselenggaranya pendidikan dan latihan dibidang kesehatan indera. 4). Terselenggaranya penelitian kesehatan indera dalam rangka

mendukung jejaring pendidikan dibidang kesehatan indera.

Dengan adanya tujuan tersebut diatas, maka dijabarkan lebih lanjut pencapaian sasaran.

2. Sasaran

Sasaran dapat ditetapkan sebagai berikut :

1) Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan indera. 2) Meningkatnya jumlah sarana dan prasarana.

3) Meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM.

4) Terselenggaranya pendidikan dan latihan tenaga kesehatan dan pemberdayaan masyarakat.

5) Terlaksananya penelitian kesehatan indera.

(11)

Untuk mencapai tujuan dan sasaran tidak bisa terlepas dari kebijakan yang telah ditetapkan, sehingga kebijakan yang telah ditetapkan untuk mencapai tujuan dan sasaran adalah :

1) Mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. 2) Pemenuhan standar sarana dan prasarana. 3) Pemenuhan standar tenaga.

4) Meningkatkan kualitas pendidikan dan latihan tenaga kesehatan. 5) Meningkatkan penelitian.

(12)

BAB III

PROGRAM DAN TREND KEGIATAN TAHUN 2009-2013

A. PROGRAM

1. Program yang dilaksanakan tahun 2013 adalah Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan pada BLUD, meliputi kegiatan :

a. Pelayanan Kesehatan pada BLUD

b. Pendukung Pelayanan Kesehatan Pada BLUD

B. HASIL KEGIATAN

Untuk menjabarkan program-program yang telah ditetapkan dalam Renstra, perlu diimplementasikan dalam kegiatan tahunan antara lain :

1. Sumber Pembiayaan

Sumber Pembiayaan Rumah Sakit Indera Provinsi Bali dari APBD I dapat dilihat pada tabel 1 :

Tabel 1

Jumlah Anggaran pada Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2009 – 2013

No. Tahun Anggaran

APBD I

Jumlah Belanja Langsung Belanja Tidak Langsung

1. 2009 5.672.062.000 ( 39,10 %) 8.834.138.265 (60,90%) 14.506.200.265 2. 2010 5.714.962.500 (32,08 % ) 12.099.509.642 (67,92%) 17.814.472.142 3. 2011 6.893.005.100 (29,71 %) 16.309.750.102 (70,29%) 23.202.755.202 4. 2012 9.275.367.983 (33,73 %) 18.221.170.327 (66,27 %) 27.496.538.310 5. 2013 APBD : 8.187.103.931 BLUD : 13.076.594.074 Total : 21.263.698.006 (59,91%) 14.227.130.363 (40,09%) 35.490.828.369

(13)

Grafik 1

Jumlah Anggaran Pada Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2009 - 2013

Dari tabel diatas tampak bahwa anggaran pada Rumah Sakit Indera Provinsi Bali, baik Belanja Langsung maupun Belanja Tidak Langsung dari tahun 2009-2013 mengalami peningkatan setiap tahunnya. Pada tahun 2013 terjadi peningkatan belanja langsung dimana 60% dari total belanja adalah belanja langsung

(14)

Tabel 2

Target dan Realisasi Pendapatan Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2009 – 2013 No. Tahun Anggaran Target (Rp.) Realisasi (Rp.) Prosentase (%) 1. 2009 2.100.000.000 3.230.938.363 153,85 2. 2010 4.500.000.000 6.394.197.646,33 142,09 3. 2011 9.502.000.000 10.888.831.615,34 114,60 4. 2012 18.000.000.000 20.428.477.817,76 113,49 5. 2013 21.525.000.000 25.597.999.098,91 118,92 Grafik 2

Target dan Realisasi Pendapatan di Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2009 - 2013

Dari tabel diatas, tampak bahwa realisasi pendapatan Rumah Sakit Indera Provinsi Bali pada tahun 2009 – 2013 selalu mencapai diatas 100% dan terjadi peningkatan pendapatan sebesar 1,25% pada tahun 2013 dibandingkan dengan tahun 2012.

(15)

Sumber pembiayaan dari masyarakat yang datang ke Rumah Sakit Indera Provinsi Bali dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 3

Sumber Pembiayaan dari Masyarakat yang Datang ke Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

Sumber Pembiayaan Jumlah ( Orang) Prosentase ( % )

Pasien Umum/Bayar 24673 38,40

JKBM (Jaminan Kesehatan Bali Mandara) 24669 38,39 JAMKESMAS 1775 2,76 ASKES 4343 6,76 JAMSOSTEK 1774 2,76 Veteran 32 0,05 Lain-lain 6986 10,87 Grafik 3

Sumber Pembiayaan Dari Masyarakat yang Datang ke Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

Dari tabel diatas terlihat bahwa kunjungan ke Rumah Sakit Indera paling banyak pada pasien umum/bayar ( 38,40 % ) dan JKBM ( 38,39 % )

(16)

Subsidi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali untuk masyarakat miskin dari tahun 2009 – 2013 dapat dilihat pada tabel dibawah ini :

Tabel 4

Subsidi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali Untuk Masyarakat Miskin di Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2009-2013

No. Tahun Anggaran APBD Provinsi Bali (Jaminan Kesehatan Bali

Mandara/JKBM) (Rp.) APBN (Program Jamkesmas) (Rp.) 1. 2009 3.350.256.569,00 402.295.934,06 2. 2010 5.000.000.000,00 293.613.000,00 3. 2011 6.300.000.000,00 445.620.988,00 4. 2012 13.709.592.989,00 554.766.753,76 5. 2013 18.773.729.151,00 537.292.406,00 Grafik 4

Subsidi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali Untuk Masyarakat Miskin di Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2009-2013

(17)

Tabel 5.

Subsidi Pemerintah dan Subsidi Rumah Sakit Indera Untuk Operasi Katarak Tahun 2013

No Jenis Jumlah kunjungan (Orang) Tarif PERDA No 2/thn 2011 (Rp) Dibayar berdasarkan INA-CBG (Rp) Subsidi (Rp) 1. JAMKESMAS 179 604.285.290 217.359.202 386.926.088

Dalam rangka pelaksanaan operasi katarak untuk tahun 2013, jumlah pasien yang dioperasi sebanyak 179 orang. Sesuai dengan tarif PERDA No. 2 tahun 2011, seharusnya dibayarkan sebanyak Rp 604.285.290, namun yang dibayar berdasarkan tarif INA-CBG sebesar Rp 217.359.202 sehingga total subsisi yang diberikan selama taun 2013 sebesar Rp 386.926.088

2. JENIS PELAYANAN

Jenis pelayanan yang diberikan oleh Rumah Sakit Indera Provinsi Bali adalah Pelayanan Rawat Jalan, Unit Gawat Darurat, dan Rawat Inap. Pelayanan Rawat Jalan meliputi : Klinik Mata, Klinik THT dan Klinik Kulit & Kelamin, Fisioterapi, Tindakan/Operasi, Laboratorium, Farmasi, dan Penunjang Diagnostik.

(18)

Sasaran pelayanan Rumah Sakit Indera Provinsi Bali yang dilaksanakan tahun 2012 adalah masyarakat dengan gangguan indera di seluruh Provinsi Bali. Realisasi Kegiatan Pelayanan yang dilaksanakan selama periode 2009-2013 sesuai dengan tabel 6 sampai dengan tabel 14 di bawah ini :

Tabel 6

Hasil Kunjungan Pasien

Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

No Jenis Pelayanan Kunjungan Prosentase ( % )

1 Indera Penglihatan ( Mata ) 45.499 70,81

2 Indera Pendengaran ( THT ) 4.463 6,95

3 Indera Peraba ( Kulit ) 14.290 22,24

TOTAL 64.252 100

Grafik 5

Hasil Kunjungan Pasien

Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

Dari tabel diatas, tampak bahwa kunjungan ke Rumah Sakit Indera terbanyak adalah dari Indera Penglihatan ( Mata ) : 70,81 %, Indera Peraba ( Kulit & Kelamin ) : 22,24 % dan Indera Pendengaran ( THT ) : 6,95 %.

(19)

Tabel 7

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

No. Penyakit Jumlah Kasus

1 Myopia 2327 2 Senile Cataract 1355 3 Conjunctivitis 1047 4 Cerumen 822 5 Presbyopia 796 6 Otitis Eksterna 669 7 Hypermetropia 632

8 Dermatitis Kontak Alergi 555

9 Pterygium 531

10 Tuba Catar 337

Grafik 6

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Pelayanan Rawat Jalan di Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

(20)

Tabel 8

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

No. Penyakit Jumlah Kasus

1 Ablatio Retina Regmatogen 26

2 Aphakia 19

3 Cataract Senile matur/imatur 17

4 Ablatio Retina 16

5 Proliperatif Diabetic Retinopati 11

6 Vitreous Opacities 6

7 Cataract Sub Capsular Posterior (KSKP) 5

8 Traumatic Cataract 4

9 Juvenile cataract 4

10 Glaucoma Secondary 3

Grafik 7

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Pelayanan Rawat Inap di Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

Dari 10 besar penyakit kunjungan di Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013, didominasi oleh penyakit pada Indera Penglihatan yaitu, Myopia, penyakit pada indera pendengaran yaitu Cerumen dan pada Indera Peraba yaitu Dermatitis Kontak Alergi.

(21)

Sedangkan untuk 10 besar penyakit pada masing-masing poli dapat dilihat pada tabel 9 – 11 :

Tabel 9

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Pelayanan Rawat Jalan Di Poli Mata Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

No. Penyakit Jumlah Kasus

1 Myopia 2327 2 Senile Cataract 1355 3 Conjunctivitis 1047 4 Presbyopia 796 5 Hypermetropia 632 6 Pterigium 531 7 Dry Eyes 208 8 Hordeolum 154 9 Glaukoma 147

10 Subjective Visual Disturbances 99

Grafik 8

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Pelayanan Rawat Jalan Di Poli Mata Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

(22)

Tabel 10

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Pelayanan Rawat Jalan Di Poliklinik THT Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

No. Penyakit Jumlah Kasus

1 Cerumen 822 2 Otitis Eksterna 669 3 Tuba Catar 337 4 OMSK 285 5 Rhinopharingitis Akut 281 6 Rhinitis Kronis 142 7 Tinitus 109 8 Pharingitis Akut 103 9 Rhinopharingitis Kronis 83 10 Rhinotonsilitis Akut 78 Grafik 9

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Pelayanan Rawat Jalan Di Poliklinik THT Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

(23)

Tabel 11

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Pelayanan Rawat Jalan Di Poliklinik Kulit Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

No. Penyakit Jumlah Kasus

1 Dermatitis Kontak Alergi 555

2 Acne Vulgaris 241 3 Scabies 194 4 Neurodermatitis 189 5 Urticaria 136 6 Dermatitis Atopi 127 7 Tenia Corporis 120 8 Vitiligo 114 9 Pytiriasis Versikolor 106 10 Dermatitis Seboroik 99 Grafik 10

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Pelayanan Rawat Jalan Di Poliklinik Kulit Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

(24)

Tabel 12

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Pelayanan Rawat Jalan Di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

No. Penyakit Jumlah Kasus

1 Erosi Kornea 115

2 Konjungtivitis 100

3 Corpus Alienum Mata 96

4 Otitis Ekterna 63

5 Corpus Alienum Telinga 60

6 Cerumen 38

7 Sub Konjungtiva Bleeding 29

8 Trauma Kimia 26

9 OMSK 23

10 Rhinopharingitis Akut 20

Grafik 11

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Pelayanan Rawat Jalan Di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

Dari tabel 10, terlihat bahwa hampir semua kunjungan di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Indera adalah yang terkait dengan kegawatdaruratan Indera Penglihatan, Indera Pendengaran dan indera Peraba.

(25)

Tabel 13

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Pelayanan Rawat Jalan di Fisioterapi Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

No. Penyakit Jumlah Kasus

1 Myalgia 39

2 Low Back Pain 17

3 Frozen Shoulder 11 4 Tuba Catar 10 5 Sinusitis Maxilaris 9 6 Ischalgia 7 7 Osteoporosis 7 8 Bell Palsy 6 9 Hemiparesis 5 10 Tinitus 4 Grafik 12

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Pelayanan Rawat Jalan di Fisioterapi Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

(26)

Sesuai dengan SK Gubernur No. 189/03-B/HK/2012,tanggal 29 Februari 2012 tentang Komite PGPK Provinsi Bali yang anggotanya terdiri dari PERDAMI, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, PKK dan RS Indera, melaksanakan kegiatan penanggulangan gangguan kebutaan dimana bekerjasama dengan Komite Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (PGPK) Kabupaten/Kota serta Puskesmas diseluruh Bali untuk menjemput/mengantar pasien ke RS Indera atau memberi pelayanan di Desa melalui bus klinik keliling. Hasil kegiatan pelayanan operasi katarak berupa rujukan medik spesialistik selain operasi dalam gedung. Hasilnya dapat dilihat pada tabel 14.

Tabel 14

Hasil Pelayanan Operasi Katarak di Dalam Gedung dan Rujukan Medik Spesialistik Tahun 2009-2013

No Tahun Operasi Dalam Gedung Jumlah Rujukan Medik Spesialistik 1 2009 830 1.062 1.892 2 2010 1.041 312 1.353 3 2011 1.699 500 2.199 4. 2012 2.125 525 2.650 5. 2013 2.585 482 3.067 JUMLAH 8.280 2.881 11.161 Grafik 13

Hasil Pelayanan Operasi Katarak di Dalam Gedung dan Rujukan Medik Spesialistik Tahun 2009-2013

(27)

Disamping pelayanan kesehatan indera yang dilaksanakan di Rumah Sakit Indera juga ada kegiatan pelayanan rujukan medik ke masyarakat berupa kegiatan screening dan bakti sosial. Hasil kegiatan screening akan dianalisa dan kemudian baru ditentukan pasien dengan indikasi untuk dioperasi. Sedangkan bakti sosial dilaksanakan pada momen-momen tertentu seperti hari-hari nasional, contohnya Bulan Bakti Gotong Royong, Hari Keluarga Nasional dan lain-lain disamping itu ada juga atas permintaan pihak swasta. Hasil Capaian Kinerja Pelayanan Rujukan Medik ke Masyarakat berupa screening dan bakti sosial dapat dilihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 15

Target dan Realisasi Capaian Kinerja Pelayanan Rujukan Medik ke Masyarakat di Rumah Sakit Indera Provinsi Bali

Tahun 2013 No

Rujukan Medik ke Masyarakat

Satuan Target Realisasi %

1 Pelayanan Screening orang 2.310 2.564 111,00 2 Pelayanan Baksos orang 1.300 3.940 303,08 Jumlah orang 3.610 6.504 180,17 Grafik 14

Target dan Realisasi Capaian Kinerja Pelayanan Rujukan Medik ke Masyarakat di Rumah Sakit Indera Provinsi Bali

(28)

Hasil kegiatan Screening di luar gedung untuk 10 besar penyakit mata

didominasi oleh penyakit Katarak dan Gangguan lain lensa, untuk jelasnya lihat tabel :

Tabel 16

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Screening Tahun 2013

NO PENYAKIT JUMLAH

KASUS

1. Katarak & Gangguan Lain Lensa 766

2. Gangguan Refraksi dan Akomodasi 438

3. Konjungtivitis & Gangguan Lain 284

4. Gangguan Lain Retina 78

5. Pseudofakia 73

6. Buta dan Rabun 66

7. Glaukoma 51

8. Gangguan Sistem Lakrimal & Orbita 43 9. Keratitis Dan Gangguan Sklera & Kornea 34

(29)

Sedangkan untuk kegiatan Bakti sosial, 10 besar penyakit mata luar gedung didominasi penyakit Gangguan Refraksi dan Akomodasi, untuk jelasnya lihat tabel 17

Tabel 17

10 Besar Penyakit Pada Kegiatan Baksos Tahun 2013

NO PENYAKIT JUMLAH

KASUS

1. Gangguan Refraksi dan Akomodasi 1.158

2. Katarak & Gangguan Lain Lensa 655

3. Konjungtivitis & Gangguan Lain 293

4. Gangguan Lain Retina 67

5. Pseudofakia 63

6. Gangguan Sistem Lakrimal & Orbita 47

7. Glaukoma 44

8. Buta dan Rabun 41

9. Keratitis Dan Gangguan Sklera & Kornea 31

10. Radang kelopak mata 22

4. Pengembangan SDM

Pada tahun 2013 Rumah Sakit Indera Provinsi Bali mengirim staf untuk mengikuti pelatihan-pelatihan, sebagai berikut :

Tabel 20

Daftar Peserta Pelatihan dan Workshop dengan Biaya APBD di Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

NO NAMA JENIS PELATIHAN WAKTU

PELATIHAN TEMPAT

1 2 3 4 5

1 Daftar nama terlampir

(perempuan : 15 orang dan laki-laki : 13 orang)

In House Training Audit Internal ISO 4 s/d 5 Februari

2013

Rumah Sakit Indera Provinsi Bali

Jl.Maruti No.10

Denpasar

2 dr. Pande Nyoman

Srijoni, M.Kes

Peningkatan Kompetensi Satuan

Pemeriksa/Pengawas Internal (SPI)

28 Februari s/d 2 Maret 2013 Ros In Hotel Yogyakarta 3 dr. Cynthia Sulaimin, M.Si 4 dr. I Ketut Widiyasa, MPH

Worshop Standar Akreditasi Rumah Sakit versi 2012 “Fokus Standar

Pelayanan Terhadap Pasien dan

Manajemen” 30 April s/d 1 Mei 2013 Hotel Grand Rosela, Yogyakarta 5 dr. Cynthia Sulaimin, M.Si

(30)

6 Dra. Rien Ayana, MM Seminar Persiapan Akreditasi Versi Baru Tahun 2012

4 Mei 2013 Hotel NIKI Jl. Gatot

Subroto IV/18

Denpasar

7 Dr. Cynthia Sulaimin,

M.Si

8 Drg. A.A. Istri Purnayu

Utami

9 Drs. Gede Suasta, Apt

10 Drs.I Wayan Sudana,

Apt

11 dr. A.A Gede

Bawanegara, Sp.THT

Symposium PERHATI-KL Medan 2013 ke -16

11 s/d 15 Juni 2013

Hotel J.W. Marriot, Medan

12 Dra. Cornelia Diah

Tresnati Mirah Rukmi, Apt

Seminar dan workshop “Standar

Pelayanan Kefarmasian Menuju

Akreditasi Internasional” 14 s/d 15 Juni 2013 Instalasi Farmasi RSUP Sanglah 13 Drs. I Wayan Sudana, Apt.

14 Ni Made Purna Dewi

Astuti, A.Md.Kep Pelatihan PPGD 25 s/d 29 Juni 2013 RSUP Sanglah Denpasar 15 I Ketut Suwita

16 Cok Istri Oktia Dewi

17 Gede Eka Sutarjaya,

S.Kep.Ns

Pencegahan dan Pengendalian Infeksi 3 s/d 16 Juli 2013

RSUP Sanglah

Denpasar

18 Gede Wardana Penjamin Mutu

19 dr. I Ketut Widiyasa,

MPH

Workshop Angkatan Ke-3

Penyelesaian Konflik dan Sengketa Medis di Rumah Sakit

17 s/d 19 Juli 2013

Hotel Dafam, Jl. Imam Bonjol 188 Semarang

20 I Putu Very Triana Putra,

Amd.Rad

Pelatihan Petugas Proteksi Radiasi (PPR) 26 s/d 31 Agustus 2013 Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang

21 Seluruh pegawai Rumah

Sakit Indera Provinsi

Bali

Inhouse Training Penanganan

Bencana Kebakaran

29 Juli s/d 20 Agustus 2013

Rumah Sakit Indera Provinsi Bali

22 Gede Wardana Pelatihan Evaluasi Standar Pelayanan

Minimal Rumah Sakit dan Indikator

Mutu berdasarkan Standar

Internasional Akreditasi Rumah Sakit

16 s/d 18

September 2013

Hotel Ros In,

Yogyakarta

23 Gede Eka Sutarjaya,

S.Kep., Ns.

Pelatihan Dasar Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit (PPIRS) 7 s/d 10 Oktober 2013 RSUP Sanglah Denpasar 24 dr. I Ketut Widiyasa, MPH

Bimbingan Teknis Pembagian Jasa

Tarif Paket Jaminan kesehatan

Nasional

21 s/d 23

Oktober 2013

Hotel Harris Kuta Beach

25 Komang Suendri Pelatihan / Magang Penjamin Mutu 11 s/d 23

November 2013

Rumah Sakit

Umum Pusat

Sanglah

26 Ni Made Sri Utami

27 Dra. Rien Ayana, MM Forum Mutu IHQN ke – IX “

Meningkatkan Daya Saing Layanan Kesehatan Berbasis Managed Care”

19 s/d 21 November 2013 Hotel Alila Pecenongan dan Eka Hospital BSD, Jakarta

28 dr. Putu Ayu Widiastuti,

MPH

29 dr. Ida Ayu Gita Puspita

30 dr. Ni Made Yuniti, MM Bimbingan Teknis Penyusunan &

Penilaian Laporan Kinerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)

25 s/d 27

Nopember 2013

Hotel Ros In,

Jln.Lingkar Selatan No. 110 Yogyakarta

(31)

31 Drs. I Gede Suasta,Apt. Workshop Akreditasi Internal Rumah Sakit dengan tema “Workshop Para Pimpinan & Pokja Akreditasi sebagai Asesor Internal Rumah Sakit”

3 s/d 4

Desember 2013

Harris Hotel &

Residences, Jln.

PuraMertasari, Sunset

32 drg. A.A. Istri Purnayu

Utami

33 dr. Ida Ayu Gita Puspita

34 Gede

Wardana,S.Kep.,Ns.

35 Gede Eka Sutarjaya,

S.Kep., Ns

36 dr. Putu Ayu Widiastuti,

MPH

Menyusun Clinical Pathway dan

Menghitung Cost of Care Menghadapi Penerapan Tarif INA CBG

17 s/d 19 Desember 2013 Hotel Kartika Graha, Jln. Jaksa Agung Suprapto No. 12 – 16 Malang

37 dr. A.A. Sagung Kumala

Ningrat

Tahun 2013, RS Indera didukung oleh 195 orang pegawai yang terdiri dari PNS 192 orang dan CPNS 3 orang.

5. Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan di Bidang Kesehatan Indera.

Pada tahun 2013, Rumah Sakit Indera telah mengadakan penelitian tentang Indeks Kepuasan Masyarakat, dengan nilai 82,499. Hasil surveinya adalah sebagai berikut:

a. Karakteristik Pasien

Jumlah responden sebanyak 300 orang dengan karakteristik yang dibahas mencakup 3 (tiga) aspek yaitu

1. Jenis Kelamin : - Laki-laki : 165 orang ( 55 % ) - Perempuan : 135 orang ( 45 %) 2. Pendidikan : - SD ke bawah : 30 orang ( 10 % ) - SLTP : 26 orang ( 8,67 % ) - SLTA : 155 orang ( 51,67 % ) - Diploma : 30 orang ( 10 % ) - Strata 1 : 52 orang ( 17,33% ) - Strata 2 keatas : 5 orang ( 2,33 % )

(32)

3. Jenis pekerjaan :

- PNS/TNI/POLRI : 48 orang ( 16 % ) - Pegawai Swasta : 92 orang ( 30,67 % )

- Wiraswasta/Usahawan : 65 orang ( 21,67 % ) - Pelajar/Mahasiswa : 35 orang ( 11,67 % ) - Lainnya : 60 orang ( 20 % )

b) Distribusi pasien/responden yang disurvey di tiap unit di Rumah Sakit Indera

Tabel 21

Distribusi Pasien/Responden yang disurvey di tiap unit di Rumah Sakit Indera Provinsi Bali Tahun 2013

No Lokasi Jumlah Kuesioner Prosentase (%) 1. OK Kulit 10 3,33 2. Poli Kulit 50 16,67 3. Poli THT 25 8,33 4. Fisioterapi 15 5,00 5. UGD 10 3,33 6. Loket Maruti 15 5,00 7. Lab Maruti 10 3,33 8. Apotik Maruti 15 5,00 9. OK Mata 35 11,67 10. Poli Mata 60 20,00 11 Loket Angsoka 20 6,67 12 Lab Angsoka 15 5,00 13 Apotik Angsoka 20 6,67 Total 300 100%

(33)

BAB IV

ANALISA HASIL KEGIATAN TAHUN 2013

A. Realisasi Pelaksanaan Keuangan

Pelaksanaan Program dan Kegiatan Belanja langsung Tahun 2013 yang sumber dananya dari APBD Provinsi Bali sebesar Rp. 24.696.986.889,50,- untuk mencapai kegiatan tersebut diatas baik yang dilaksanakan didalam gedung maupun diluar gedung dengan realisasi fisik 100 % dan realisasi keuangannya sebesar Rp. 21.263.698.005,- (86,10%). Untuk jelasnya lihat tabel dibawah ini:

Tabel 22

Realisasi Keuangan Tahun 2013

No PROGRAM KEGIATAN POKOK INDIKATOR KINERJA TARGET ANGGARAN (Rp) REALISASI (Rp) % 1 CAKUPAN PELAYANAN KESEHATAN INDERA (RUJUKAN ) PELAYANAN KESEHATAN INDERA : 52.820 ORANG PELAYANAN KESEHATAN INDERA PENGLIHATAN/ MATA 38.492 orang 24.696.986.889,50 21.263.698.005 86,10 PELAYANAN KESEHATAN INDERA PENDENGARAN/ THT 4.440 orang PELAYANAN KESEHATAN INDERA PERABA/KULIT DAN KELAMIN 9.888 orang

(34)

Secara umum, realisasi keuangan dimasing-masing program sudah diatas 80 %, hal ini disebabkan karena :

- Terdapat penghematan atau efisiensi pada penyediaan jasa komunikasi sumber daya air dan listrik serta jasa kebersihan kantor.

- Terdapat penghematan atau efisiensi pada pengadaan peralatan dan perbekalan kesehatan termasuk obat generik esensial.

- Terdapat penghematan pada kegiatan pemeliharaan, baik pada pemeliharaan logistik, gedung rumah sakit, peralatan medis, peralatan dan perlengkapan rumah sakit.

B. Hasil Pelayanan Kesehatan Indera

Hasil pelayanan kesehatan Indera tahun 2009 sampai dengan 2013 di Rumah Sakit Indera Provinsi Bali dapat dijelaskan sebagai berikut :

Tabel 23

Realisasi hasil pelayanan kesehatan Indera tahun 2009 s.d. tahun 2013

Sasaran strategis Tahun Target Realisasi %

Pelayanan Kesehatan Indera 2009 41.446 52.787 127,3 2010 43.908 58.058 132,23 2011 46.596 60.350 129,52 2012 49.758 60.380 121,35 2013 52.820 64.252 121,64 Grafik 19

(35)

Hasil pelaksanaan pelayanan Kesehatan Indera dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2013, dilihat dari kunjungan tahun 2009 sebanyak 52.787 dibandingkan dengan tahun 2010 sebanyak 58.058 orang, terjadi peningkatan sebanyak 5.271 orang (9,98%). Pada tahun 2011 kunjungan pasien sebanyak 60.350 orang, dibandingkan tahun 2010 terjadi peningkatan 2.292 orang ( 3,95 % ). Sedangkan tahun 2012 kunjungan pasien 60.380, dibandingkan dengan tahun 2011 terjadi peningkatan 30 orang ( 0,05 % ). Pada tahun 2013 kunjungan pasien sebanyak 64.252 orang, terjadi peningkatan sebanyak 3.872 orang dibandingkan tahun 2012 (6,03%)

Hal ini disebabkan karena Rumah Sakit Indera mempunyai Program Unggulan dan Program Inovasi :

1. Program Unggulan yaitu :

a. Indera Penglihatan/Mata

- Operasi katarak dengan Phaco adalah operasi katarak tanpa insisi sehingga penyembuhannya lebih cepat dan tidak menimbulkan astigmat.

- Penanganan Kelainan Retina, untuk menangani komplikasi-komplikasi penyakit degeneratif ke mata seperti Kencing manis ( Diabetes Mellitus ).

b. Indera pendengaran/THT

- Penanggulangan ketulian melalui skrining gangguan pendengaran pada bayi sehingga menemukan kasus gangguan pendengaran sedini mungkin dan dapat dilakukan rehabilitasi sesegera mungkin agar dampak cacat dengar bisa diatasi. c. Indera Peraba/Kulit dan Kelamin

- Spektra UVA/UVB, untuk beberapa pengobatan seperti vitiligo dan psoriasis - Penanganan penyakit kulit/ dermatitis luas

- Pencegahan kecacatan kusta

2.Program Inovasi yaitu :

1) Kerjasama dengan Komite Penanggulangan Gangguan Penglihatan dan Kebutaan (PGPK) Kabupaten/Kota dan Puskesmas untuk menjemput/mengantar pasien ke RS Indera atau memberi pelayanan di Desa melalui mobil klinik keliling. Dengan kegiatan :

- Screening awal, memeriksa pasien untuk mendapatkan pasien dengan penyakit katarak

(36)

- Operasi katarak dan penyakit mata lainnya - Follow up post operasi

2) Memberikan pelayanan prima bagi masyarakat yang sulit mangakses fasilitas pelayanan kesehatan.

3. Pengembangan SDM (Sumber Daya Manusia)

Rumah Sakit Indera Provinsi Bali sebagai rumah sakit jejaring pendidikan, bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dalam program pendidikan kedokteran. Pada tahun 2013 ada 283 orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang terdiri dari 199 orang dokter muda di bagian Mata, 21 orang di bagian THT, dan 83 orang di bagian Kulit dan Kelamin. Sedangkan untuk pendidikan spesialisasi telah diikuti oleh 33 orang dokter residen mata dan 5 orang residen kulit

4. Penelitian dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan di Bidang Kesehatan Indera.

RS Indera Provinsi Bali mengadakan survey Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) setiap tahunnya, untuk mengetahui tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan di RS Indera Provinsi Bali, dengan hasil sebagai berikut :

Tahun Nilai IKM

2008 78,73 2009 79,29 2010 82,345 2011 82,499 2012 82,502 2013 82,499 5. Akreditasi

Pada Tahun 2010 Rumah Sakit Indera Provinsi Bali telah mendapatkan Akreditasi Penuh dengan 5 (lima) pelayanan dasar yang surveynya dilaksanakan pada tanggal 25 – 26 Oktober 2010.

(37)

6. Pelaksanaan manajemen mutu (ISO 9001-2008)

Dalam rangka globalisasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan indera, maka Rumah Sakit Indera telah mendapatkan ISO 9001-2008. Secara internal dilaksanakan evaluasi Manajemen Mutu ( ISO-9001-2008) sebanyak 2 kali setiap tahun.

7. Citra Pelayanan Prima

Prestasi dalam rangka peningkatan kualitas pelayanan publik, Rumah sakit Indera telah memperoleh penghargaan :

1. Piagam penghargaan Gubernur Bali, tanggal 14 Agustus 2008 sebagai juara II Citra Pelayanan Prima Provinsi Bali

2. Piagam Penghargaan dari Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara, bulan Oktober 2008, atas prestasinya dalam peningkatan pelayanan publik di bidang Pelayanan dan Pemeliharaan Kesehatan Indera ( Mata, THT dan Kulit )

3. Piagam Gubernur Bali, tanggal 4 Agustus 2010, sebagai peringkat III atas prestasinya dalam peningkatan kualitas pelayanan publik.

8. Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK)

Pada tanggal 30 November 2012, Rumah Sakit Indera ditetapkan sebagai Unit Kerja berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi.

(38)

BAB V

PERMASALAHAN DAN PEMECAHAN

Dalam melaksanakan program dan kegiatan tahun 2013 tidak diketemukan permasalahan yang mempengaruhi pencapaian program. Mengingat Rumah Sakit Indera Provinsi Bali adalah Rumah Sakit Khusus Kelas A, maka pelayanan yang diberikan adalah pelayanan tingkat tersier. Untuk mencapai pelayanan tingkat tersier tersebut masih ada kendala yang dihadapi. Adapun kendala yang dihadapi berupa:

a. Rumah Sakit Indera terdiri dari 2 aspek yaitu manajemen dan pelayanan, sehingga ada perbedaan persepsi.

b. Jumlah dan Jenis Dokter Spesialis belum memadai c. Sarana dan Prasarana Rumah Sakit Belum memadai

Upaya-upaya yang akan dan terus dilakukan oleh Rumah Sakit Indera adalah : 1. Pertemuan terstruktur antara lain :

- Weekly report setiap hari Rabu

- Pertemuan Komite Medik satu kali sebulan - Pertemuan Komite Perawatan setiap 3 bulan - Rapim satu kali sebulan

2. Kerjasama dengan RSUP dan FK UNUD 3. Formasi Pengadaan Tenaga melalui BKD

4. Pembenahan/penataan lingkungan Rumah Sakit secara terus menerus dan mengusulkan penambahan alat kesehatan melalui APBD dan APBN

(39)

BAB VI

PENUTUP

Rumah Sakit Indera Provinsi Bali merupakan unsur pelaksana Pemerintah Provinsi Bali dalam bidang pelayanan kesehatan indera dan bertanggung jawab kepada Gubernur Bali. Sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 63 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas Pokok Rumah Sakit Indera Provinsi Bali, mempunyai tugas pokok membantu Gubernur dalam menyelenggarakan Pemerintahan dibidang Kesehatan Indera. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi Rumah Sakit Indera Provinsi Bali telah menyusun Rencana Stratejik 2008 – 2013, yang mengacu pada Rencana Stratejik Provinsi Bali. Dalam rencana stratejik tersebut tercantum Visi Rumah Sakit Indera yaitu “ Menjadi Pusat Pelayanan Dan Rujukan Kesehatan Indera Yang Prima, Bagi Masyarakat Bali Dan Sekitarnya Untuk Mewujudkan Bali yang Maju, Aman, Damai dan Sejahtera “.

Dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, Rumah Sakit Indera memberikan pelayanan spesialistik : kesehatan Mata, THT, Kulit dan Kelamin.

A. KESIMPULAN

1. Jumlah kunjungan ke Rumah Sakit Indera Provinsi Bali dari tahun ke tahun terus meningkat.

2. Kegiatan pelayanan kesehatan indera sudah dapat berjalan sesuai rencana dengan hasil kegiatan rata-rata diatas target yang telah ditetapkan.

(40)

B. SARAN

1. Untuk dapat mencapai pelayanan tingkat tersier, penambahan jumlah dan kualitas SDM perlu dilaksanakan secara berkesinambungan dan begitu pula untuk melengkapi sarana prasarananya.

2. Dalam menjaga dan meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit secara terus menerus dan berkesinambungan perlu mempertahankan ISO 9001 – 2008, CPP (Piagam dan Piala Citra Pelayanan Prima dari Presiden Republik Indonesia tahun 2010) berupaya pada melaksanakan persiapan untuk mengikuti penilaian akreditasi nasional versi 2012 pada tahun 2014.

Denpasar, Januari 2014 Direktur Rumah Sakit Indera Provinsi Bali

dr. Ni Made Yuniti, MM Pembina Tk.I

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik

Proses Penyusunan RENSTRA berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 Tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana

Peraturan Pemerintah Nomor 08 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian Dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara

Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan