• Tidak ada hasil yang ditemukan

( ) ( 1) ( ) ( ) ( ) ( ) 3 Ú Ú Ú Ú ÚÚ Ú Ú Ú ÚÚ Ú Ú. Ú dx sukar dihitung. ÚÚ ÚÚ ÚÚ. Contoh Hitunglah. Cara lain. e dy sukar dihitung.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "( ) ( 1) ( ) ( ) ( ) ( ) 3 Ú Ú Ú Ú ÚÚ Ú Ú Ú ÚÚ Ú Ú. Ú dx sukar dihitung. ÚÚ ÚÚ ÚÚ. Contoh Hitunglah. Cara lain. e dy sukar dihitung."

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)

001

Integral lipat dua pada daerah persegi panjang y Dxi y=f (x) 0 a ci b x Luas D= N 0 [ , ]a b f x dx( ) ≥

Ú

¾ Integral tunggal Integral dari fungsi kontinu y =

f(x) pada selang tutup [a,b] didefinisikan sebagai

1 [ , ] ( ) ( ) || ||lim0 ( ) b n i i i a b f x dx= a f x dx= P Æ

Â

= f c Dx

Ú

Ú

,

P={a=x0,x1,º,xn=b} suatu partisi untuk [a,b],

ciŒ[xi-1,xi], Dxi=xi-xi-1, dan

1 || || maks i i n P x £ £ = D . z z=f (x,y) y R x dA N 0 Volum ( , ) R B f x y dA ≥ =

ÚÚ

y d c 0 a dA b x

¾ Integral lipat dua Integral lipat dua dari fungsi

kontinu z = f(x,y) pada persegi panjang tutup R = {(x,y):a£x£b,c£y£d} didefinisikan sebagai

1 || || 0 ( , ) lim n ( , )i i i i R f x y dA= P Æ

Â

= f c d DA

ÚÚ

,

Psuatu jaring untuk R, (ci,di)Œkomp.jaring ke-i,

DAi = DxiDyi, dan 1 || || maks i i n P A £ £ = D .

¾ Integral berulang Integral lipat dua ( , )

R f x y dA

ÚÚ

dihitung dengan menyatakannya sebagai

( , ) b d ( , ) d b ( , )

R f x y dA= a c f x y dydx= c a f x y dxdy

ÚÚ

Ú Ú

Ú Ú

.

Keduaintegral yang terakhirdikenal sebagai inte-gral berulang. D B 0 c d a b

(2)

Contoh Hitunglah ( 2 2 ) , {( , ): 1 2,1 3} R x - xy dA R= x y - £ £x £ £y

ÚÚ

.

(

)

3 2 3 2 2 2 2 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 1 1 ( 2 ) ( 2 ) (3 9 ) (2 8 ) 6. R x xy dA x xy dy dx x y xy dx x x x x dx x x dx - -- -- = - = -= - - + = - =

-ÚÚ

Ú Ú

Ú

Ú

Ú

Cara lain

(

)

(

)

( )

2 3 2 3 2 2 3 2 1 1 1 1 3 3 1 1 1 3 8 1 3 3 ( 2 ) ( 2 ) 4 3 1 6. R x xy dA x xy dxdy x x y dy y y dy y dy - -- = - = -= - + + = - =

-ÚÚ

Ú Ú

Ú

Ú

Ú

Contoh Hitunglah /2 sin

0 0 sin ( )

y

I =

Ú Ú

p p x y e+ dydx.

¾ Ubahlah urutannya dalam dx dy karena

Ú

sin (x y e+ ) sinydy sukar dihitung.

(

)

( )

/2 sin /2 sin 0 0 0 0 /2 sin /2 sin 0 0 0 /2 /2 sin sin 0 0 sin ( ) sin ( ) ( ) cos ( ) 2cos 2 (sin ) 2 2( 1) 3, 4366. y y y y y y I x y e dydx e x y d x y dy e x y dy e y dy e d y e e p p p p p p p p p = + = + + = - + = ◊ = = = - ª

Ú Ú

Ú

Ú

Ú

Ú

Ú

Contoh Hitunglah 1 2 3 / 0 1 . y x I =

Ú Ú

x e- dx dy

¾ Ubahlah urutannya dalam dy dx karena

Ú

x e-3 y x/ dx sukar dihitung.

( )

( )

( )

( )

( )

1 2 3 / 2 1 3 / 2 1 2 / 0 1 1 0 1 0 1 2 2 / 2 2 1/ 2 2 1/ 2 2 1 0 1 1 1 2 2 1/ 2 2 1/ 2 1 1 1 1 1 1 1 2 1 2 ( 1) 1 0,5696 y x y x y x y x x x x x y x x x I x e dx dy x e dy dx x e d dx x e dx x e dx x e dx x dx e d x dx e e e e e - - -- - - -= = = = = - = -= - - = - + = - + + -= - - ª

Ú Ú

Ú Ú

Ú Ú

Ú

Ú

Ú

Ú

Ú

Ú

(3)

Integral lipat dua pada daerah bukan persegi panjang y persegi panjang R d c 0 a b x y fungsi y=b(x) fungsi y=a(x) 0 a x b x Daerah D Tipe 1 y d fungsi fungsi x =g(y) x=d(y) g(y) d(y) c 0 x Daerah D Tipe 2

¾ Akan dihitung integral lipat dua dari fungsi kontinu z = f(x,y) pada dae-rahD.(gambar kiri)Daerah D dibatasibeberapakurvakontinu dandapat dibingkai oleh persegi panjang R = {(x,y):a£x£b,c£y£d}.

¾ Daerah tipe-1 Proyeksi D terhadap sumbu x adalah selang tutup [a,b],

batas bawahnya kurva kontinu y = a(x) dan batas atasnya kurva kontinu y = b(x), yaitu D = {(x,y):a£x£b,a(x)£y£b(x)}. (gambar tengah) Integral berulang dari fungsi z= f(x,y) pada daerah D tipe-1 adalah

( ) ( ) ( , ) b x ( , ) D f x y dA a x f x y dydx b a =

ÚÚ

Ú Ú

.

¾ Daerah tipe-2 Proyeksi D terhadap sumbu y adalah selang tutup [c,d],

batas bawahnya kurva kontinu x = g(y) dan batas atasnya kurva kontinu x = d(y), yaitu D = {(x,y):c£y£d,g(y)£x£d(y)}. (gambarkanan) Integral berulang dari fungsi z= f(x,y) pada daerah D tipe-2 adalah

( ) ( ) ( , ) d x ( , ) D f x y dA c x f x y dxdy d g =

ÚÚ

Ú Ú

.

¾ Integral berulang pada daerah tipe-1 dapat diubah ke daerah tipe-2 de-ngan cara mencari invers batas daerahnya.

¾ Bentuk limit jumlah integral lipat dua pada daerah tipe-1 dan tipe-2

1 || || 0 ( , ), ( , ) ( , ) lim ( , ) , ( , ) 0 , ( , ) n i i i i D P f x y x y D f x y dA F c d A F x y x y R D = Æ Œ Ï = D = Ì Œ -Ó

Â

ÚÚ

,

Psuatu jaring untuk R, (ci,di)Œkomp.jaring ke-i,

DAi = DxiDyi, dan 1 || || maks i i n P A £ £ = D . D D b (x) a (x) D y

(4)

Arti geometri integral lipat dua pada daerah bukan persegi panjang z S:z=f(x,y), (x,yD bidang x tetap (//yoz) irisan S dengan bidang x tetap 0 d a y a(x) b(x) daerah D x y bergerak x tetap z S:z=f(x,y), (x,yD bidang y tetap (//xoz) irisan S de- ngan bidang y tetap 0 d a y daerah D x y tetap x bergerak Untuk bidang x tetap (a£x£b) yang memotong

daerah D di a(x) dan b(x), luas irisannya adalah

( ) ( ) ( ) x ( , ) x L x b f x y dy a =

Ú

Volum benda padatnya adalah

( ) ( ) ( ) ( , ) b b x a a x V L x dx b f x y dydx a =

Ú

=

Ú Ú

Untuk bidang y tetap (c£y£d) yang memotong daerah D di g(x) dan d(y), luas irisannya adalah

( ) ( ) ( ) y ( , ) y L y d f x y dx g =

Ú

Volum benda padatnya adalah

( ) ( ) ( ) ( , ) d d y c c y V L x dx d f x y dxdy g =

Ú

=

Ú Ú

Integral lipat dua untuk menghitung luas daerah Untuk menghitung

luas daerah D tipe-1 dan tipe-2 ambillah z = f(x,y) = 1, maka secara nu-merik volum benda yang dihasilkan sama dengan luas daerah D.

z bidang z= 1 0 c d a y b x

¾ Luas daerah tipe-1

D={(x,y):a£x£b,a(x)£y£b(x)} adalah ( ) ( ) b x DdA a x dy dx b a =

ÚÚ

Ú Ú

.

¾ Luas daerah tipe-2

D={(x,y):c£y£d,g(y)£x£d(y)} adalah ( ) ( ) d y DdA c y dx dy d g =

ÚÚ

Ú Ú

. D D c g( y) d(y) y b x b c

(5)

Contoh Gambarkan daerah pengintegralan 2 42 3 4 2

0 x

I=

Ú Ú

x x +y dydx,

ubahlah urutan integralnya kemudian hitunglah I.

y y= 4 3 y=x2 2 x= 0 x= y 0 1 2 x Daerah pengintegralan ¾ Dari bentuk 2 42 3 4 2 0 x

I=

Ú Ú

x x +y dydx diperoleh

ren-tang x dari 0 sampai 2, batas atasnya garis y=4, dan batas bawahnya parabol y= x2. Jadi daerah pengin-tegralan I adalah

D = {(x,y):0£x£2, x2£y£4}, yang diperlihatkan gambar di samping.

¾ Untuk mengubah urutan integralnya, proyeksi dae-rah D diubah dari ke sumbu x menjadi ke sumbu y. Hasilnya adalah rentang y dari 0 sampai 4, batas ki-rinya adalah sumbu y (garis x=0), dan batas kanan-nya adalah invers fungsi y=x2.

¾ Karenainversdari y=x2, 0£x£2adalah x = y , 0£y£4, maka daerah D dapat ditulis dalam bentuk

D = {(x,y):0£y £4, 0£x£ y}.

¾ Jadi perubahan urutan integral I adalah

2 2 4 3 4 2 4 3 4 2 0 0 0 y x I =

Ú Ú

x x +y dydx =

Ú Ú

x x +y dxdy. ¾ Integral I adalah

(

)

( ) ( )

(

)

(

)

(

)

4 3 4 2 4 4 2 4 2 0 0 0 0 3/ 2 3/ 2 3 / 2 4 4 2 4 2 2 0 0 0 4 3 3 4 3 0 0 1 4 1 2 1 4 3 6 1 1 2 6 6 3 ( ) 2 2 2 2 2 1 10 2 2 1 . y y y I x x y dxdy x y d x y dx x y dy y y dy y y dy y dy = + = + + Ê ˆ Ê ˆ = Ë + ¯ = Ë - ¯ = - = - =

-Ú -Ú

Ú Ú

Ú

Ú

Ú

Ú

¾ Catatan Dalam kasus ini integralnya lebih mudah dihitung dengan cara

diatas karenafungsiprimitif dari u(y)=

Ú

x3 x4+y dy2 sukarditentukan.

4

1

(6)

Contoh Hitunglah volum benda padat yang dibatasi tabung x2+y2=a2 dan tabung x2+z2=a2. z x2+y2=a2 a x2+z2=a2 a y a x z z= a2-x2 a y a x2+y2=a2

Benda B1 di oktan pertama Volum B= 8 kali volum B1

y a y= a2-x2 0 a x Daerah pengintegralan untuk benda B1 ¾ Pada gambar kiri diperlihatkan dua tabung yang beririsan dengan kedua

sumbu berpotongan di titik asal (0,0,0). Irisan kedua tabung adalah ben-da B yang di oktan pertama diperlihatkan gambar kiri.

¾ Pada gambar tengah diperlihatkan irisan kedua tabung di oktan pertama. Benda B1 terletak di bawah permukaan tabung z = a2-x2 dan di atas

lingkaranx2+y2=a2dibidang xoy yang terletak di kuadran 1. Volum ta-bung yang akan dicari sama dengan 8 kali volum benda B1.

¾ Padagambar kanan diperlihatkan daerah pengintegralan untuk bendaB1,

yaitu daerah D di kuadran pertama yang dibatasi lingkaran x2+ y2 =a2. Daerah D dapat dituliskan dalam bentuk

2 2

{( , ) : 0 , 0 }

D = x y £ £x a £ £y a -x

¾ Volum benda B yang dibatasi dua tabung adalah

(

)

(

) (

)

2 2 2 2 2 2 1 0 0 2 2 2 2 2 2 0 0 0 2 2 2 3 3 3 3 0 0 1 1 1 3 3 3 8 volum 8 8 8 8 8 8 5 . a a x a a x a a a V B a x dy dx a x dy dx a x a x dx a x dx a x x a a a -= = -= - = - ◊ -= - = - = - =

Ú Ú

Ú

Ú

Ú

Ú

0 B1 a D x B 0

(7)

y 4 (2,4) 3 2 y= x2 y=x+2 (-1,1) -1 0 1 2 x

Ilustrasi Kurva y=x2 dan garis y=x+2 yang

ber-potongan di (-1,1) dan (2,4) membentuk daerah

2 {( , ): 1 2, 2} D= x y - £ £x x £ £ +y x Luas D adalah

(

)

2 2 2 2 2 1 1 2 2 3 1 8 1 1 1 1 1 2 3 3 2 3 2 ( 2 ) 2 2 4 2 4 . x D x L dA dydx x x dx x x x + - -= = = + -= + - = + - - + - =

ÚÚ

Ú Ú

Ú

Contoh GambarkandaerahD yangdibatasikurva x= y, garis y=x+2,

dan sumbu x. Nyatakan luas D sebagai integral lipat dua dalam dua cara kemudian hitunglah luas D.

y 4 (2,4) y=x+2 3 x= y 2 x=y-2 y=x2,x≥0 -2 -1 0 1 2 x

¾ Kurva x= y dan garis y = x + 2 berpotongan di titik (2,4) karena x ≥ 0.

¾ Proyeksi D pada sumbu y adalah selang [0,4], batas kirinya garis x= y- 2, dan batas kanan-nya kurva x= y. Akibatnya,

{( , ):0 4, 2 }

D= x y £ £y y- £ £x y

dan luas D adalah

4 0 2 y D y L dA dxdy -=

ÚÚ

=

Ú Ú

.

¾ Proyeksi D pada sumbu x adalahselang [-2,2] = [-2,0] » [0,2]. Dengan melihat batas atas dan batas bawahnya di setiap selang ini diperoleh

2

{( , ): 2 0,0 2} {( , ):0 2, 2}

D= x y - £ £x £ £ - »y x x y £ £x x £ £ -y x

dan luas D adalah

2 0 2 2 2 2 0 0 x x D x L dA + dy dx + dy dx -=

ÚÚ

=

Ú Ú

+

Ú Ú

¾ Dengan integral lipat dua yang pertama, luas daerah D adalah

(

)

(

)

(

)

4 4 4 0 2 0 0 4 2 0 2 1 1 1 3 2 3 3 ( 2) 2 2 5 8 8 5 . y y L dxdy y y dy y y dy y y y y -= = - - = - + = - + = - + =

Ú Ú

Ú

Ú

D 1 D 1

(8)

P(r,q)

r radius

vektor

O q

titikkutub sumbukutub y ( 2, 2 3) P rP=4 q -2 -1 0 1 2 x ttk-ktb sb-ktb y y P(r,q) P(x,y) r q x 0 r cosq x y 2 r =2sinq 1 x2+y2=2y 0 x y r=c c parameter 0 x y q=k 0 x k parameter

Koordinat kutub Sistem koordinat kutub terdiri

dari duakomponen,titik kutubO dansumbukutub

berbentuk sinar dari O ke kanan. Dalam sistem ini titik PŒ\2diidentifikasi sebagai

P(r,q), r = OP dan q =–(OP,sb-kutub). Radius vektor OP ≥ 0; q positif jika berlawanan ja-rum jam dan q negatif jika searah jarum jam.

¾ Ilustrasi Jarak titik P( 2, 2 3)- ke O(0,0)

ada-lah 4 dan q=–(OP,sb-kutub) = 23p p+n ,nŒ]. Koordinat kutubnya:P(4,32p),P(4,-34p)," Kaitan koordinat kutub dengan kartesis

P(r,q) P(x,y) r= x2+y2 x = rcosq q memenuhi y = rsinq cosq = xr, sinq = yr

Fungsi dalam kordinat kutub Fungsi dengan

pe-ubahbebasqdanpeubah takbebasr sehingga (r,q) membentuk koordinat kutub dinamakan fungsi da-lam koordinat kutub, ditulis r = f(q).

¾ Ilustrasi Lingkaran x2+y2=2y dalam koordinat

kutub diperoleh dengan penggantian x = r cosq dan y = rsinq. Dari r2=2rsinq diperoleh persa-maan lingkarannya r = f(q) = 2sinq.

¾ Ilustrasi Aturan r = c, c parameter adalah

kelu-arga lingkaran berpusat di (0,0) dan q = k, k pa-rameter adalah keluarga sinar berasal dari (0,0). rsinq

(9)

Integral lipat dua dalam koordinat kutub y q=b q=qi q=qi-1 jaring kutub r=b r=ri r=ri-1 r=a 0 x * i i i i A r r q D = D D

¾ Dengan transformasi integral ke koordinat kutub (x,y)=(rcosq,rsinq) diperoleh

* ( , ) ( cos , sin ) , D f x y dA= D f r q r q rdrdq

ÚÚ

ÚÚ

D*={(r,q):a£q£b, p(q)£r£q(q)} ¾ Luas daerah D*={(r,q):a£q£b, p(q)£r£q(q)} adalah ( ) * * ( ) . q D dA D rdrd p rdrd b q a q q q = =

ÚÚ

ÚÚ

Ú Ú

¾ Buatlahjaringuntukkoordinatkutub(lihatgambar)rkonstan(lingkaran) danq konstan (sinar). Pilihlah titik

(

ri*, *qi

)

ŒDAi dengan 1 1

2 * ( ) i i i r = r- +r . ¾ Karena

(

2 21

)

1 1 1 2 2 ( )( ) * i i i i i i i i i i i i A Dqp p r r- q r r- r r- r r q D = ◊ - = D + - = D D , maka

da-lam koordinat kutub berlaku dA = r dr dq.

Contoh GambarkandaerahD di kuadran pertama yang terletak dalam

lingkaran x2+y2=2x dan di luar lingkaran x2+y2=2y kemudian hitung-lah luasnya dengan integral lipat dua sistem koordinat kutub.

y 2 x2+y2=2y 1 (1,1) daerah D -1 0 1 2 x -1 x2+y2=2x y q=p/4 1 r =2cosq r=2sinq q=0 0 daerah D 2 x

¾ Gunakan transformasi (x,y)=(rcosq,rsinq), di-peroleh x2+y2=2x ¤ r2=2rcosq¤ r=2cosq dan x2+y2=2y ¤ r2=2rsinq ¤ r=2sinq.

¾ Kedua lingkaran berpotongan di (0,0) dan (1,1), yang dalam koordinat kutub (0,q) dan

(

2,14p

)

.

¾ Luas D={( , ):0rq £ £q 14p, 2sinq £ £r 2cos }q ∫

( )

(

)

2cos /4 2cos /4 2 0 2sin 0 2sin /4 2 2 /4 0 0 /4 0 1 2

2(cos sin ) 2cos2 sin 2 1. L r drd r d d d q p q p q q p p p q q q q q q q q = = = - = = =

Ú Ú

Ú

Ú

Ú

D DAi Dri Dqi (ri*,qi*) q=a D D

(10)

Contoh JikadaerahDterletak didalam lingkaran x2+y2=2y dan di luar lingkaran x2+y2=1, hitunglah I = 2 2 D x +y dA

ÚÚ

. y 2 r=2sinq q=5p/6 q=p/6 -1 1 x -1

¾ Gunakan transformasi (x,y) =(rcosq,rsinq), di-peroleh x2+y2= 2y ¤ r= 2sinq dan x2+y2= 1

¤ r=1. Kedua lingkaran ini berpotongan di titik

( )

1

6

1, p dan

( )

1,56p , sehingga daerah D adalah

{

1 5

}

6 6

( , ) : ,1 2sin

D = rq p q p£ £ £ £r q .

¾ Gunakan

Ú

sin3q qd = -

Ú

(1 cos- 2q) cosd q =13cos3q -cosq +C, diperoleh

( )

(

)

(

)

2sin 5 /6 2sin 5 /6 2 2 3 /6 1 /6 1 5 /6 5 /6 3 3 /6 /6 1 3 8 1 1 3 3 3 5 1 1 2 3 6 6 9

(8sin 1) cos 8cos

3 4 3 3 4 3 2 3 2,766. D I x y dA r r drd r d d q p q p p p p p p p q q q q q q q p p p = + = ◊ = = - = - -= - + - - + - = - ª

ÚÚ

Ú Ú

Ú

Ú

Contoh Hitunglah volum benda padat yang dibatasi tabung x2+y2= 4,

bidang xoy, dan bidang y+z=4.

z y+z=4 bidang datar x2+y2=4 tabung tegak -2 2 y x y 2 -2 2 x -2 D={(x,y):0£q£2p,0£r£2}

¾ Gunakan transformasi (x,y)=(rcosq,rsinq), di-peroleh

y+z=4 ¤ z=4-rsinq dan daerah pengintegralannya adalah

D={(x,y):0£q£2p,0£r£2}

¾ Volum benda padatnya adalah

(

)

(

)

(

)

2 2 0 0 2 2 2 3 2 0 0 0 2 0 8 1 3 3 8 8 8 3 3 3 (4 sin ) 2 sin 8 sin 8 cos 16 0 16 . D V z dA r r dr d r r d d p p p p q q q q q q q q p p = = -= - = -= + = + - - =

ÚÚ

Ú Ú

Ú

Ú

0 D D D

(11)

Contoh Hitunglah volum benda padat B yang dibatasi paraboloida z=x2+y2 dan bidang z=4. z z= 4 -2 2 y x y 2 x2+y2=4 -2 2 x -2

¾ ProyeksiBpada xoyadalah D={( , ):x y x2+ £y2 4}. ¾ Gunakan transformasi (x,y)=(rcosq,rsinq), di-perolehbatas bawahBadalahz=x2+yz=r2, batas atas B adalah z = 4, dan daerah D adalah

{( , ):0 2 ,0 2}.

D= rq £ £q p £ £r

¾ Volum benda padat B adalah

(

)

2 2 2 2 2 0 0 2 2 2 3 2 2 4 0 0 0 0 2 0 1 4 4 ( ) (4 ) (4 ) 2 4 8 .

(

)

D V x y dA r rdrd r r drd r r d d p p p p q q q q p = - + = -= - = -= =

ÚÚ

Ú Ú

Ú Ú

Ú

Ú

Contoh Hitunglah volum benda padat B yang dibatasi paraboloida

z=x2+y2 dan bidang z=2y.

z bidang z=2y benda padat B 0 2 y x y 2 x2+ y2=2y 0 2 x -2

¾ Proyeksi B pada xoy adalah daerah

2 2

{( , ): 2 }.

D= x y x + £y y

¾ Gunakan transformasi (x,y)=(rcosq,rsinq), di-perolehbatas bawahBadalahz=x2+yz=r2, batas atasB adalah z=2y¤z=2rsinq, dan dae-rah D adalah D={( , ):0rq £ £q p,0£ £r 2sin }.q ¾ Volum benda padat B adalah

(

)

(

)

2 2 2sin 2 0 0 2sin 3 4 4 0 0 0 0 2 1 4 3 4 3 3 3 4 1 1 4 1 3 8 2 8 3 8 2 2 ( ) (2 sin ) sin sin cos2 cos 4 .

(

)

D V y x y dA r r rdrd r r d d d p q q p p p q q q q q q q q q p p = - + = -= - = = - + = ◊ =

ÚÚ

Ú Ú

Ú

Ú

Ú

D B 0 2 D 0 B D D

(12)

Contoh Hitunglah 2 4 16 2 2 3/2 2 0 ( ) x I =

Ú Ú

- x +y dy dx. y q=p/3 4 (2,2 3) y= 16-x2 r= 4 x=2 r =2secq 0 2 q= 0 4 x

¾ Daerah pengintegralannya adalah

2

( , ):2 4,0 16

{

}

D= x y £ £x £ £y -x .

¾ Titik potong kurva y= 16-x2 dengan garis x = 2 adalah 2, 2 3

(

)

, yang dalam koordinat kutub adalah

( )

4,13p .

¾ Gunakan transformasi (x,y)=(rcosq,rsinq), diperoleh x = 2 ¤ rcosq= 2 ¤ r = 2secq,

2

16

y= -x ¤ x2+y2=16, y≥0 ¤ r2=16, 0£q£p ¤ r=4, 0£q £p, dan sumbu x positif ¤ q=0, sehingga dalam koordinat kutub

1 3

{( , ) : 0 , 2sec 4}

D= rq £ £q p q £ £r .

Dalam koordinat kutub: f x y( , ) (= x2+y2)-3/2 ¤ f r( , ) ( )q = r2 -3/2=r-3.

¾ Integral lipat duanya adalah

( )

(

)

(

)

(

)

(

)

2 4 16 2 2 3/2 /3 4 3 /3 4 2 2 0 0 2sec 0 2sec 4 /3 1 /3 /3 0 2sec 0 0 /3 0 1 1 1 4 2sec 4 1 1 1 1 4 4 3 12 ( ) 2cos 1 2sin 3 (3 3 ). x I x y dy dx r rdrd r drd r d d d p p q q p p p q p q q q q q q q q q p p - - -= + = = = - = - - = -= - = - =

-Ú -Ú

Ú Ú

Ú Ú

Ú

Ú

Ú

Contoh Hitunglah (x2 y2) , {( , ): 2 2 2, 0. D I =

ÚÚ

e- + dA D= x y x + £y a a> y a x2+y2=a2 -a a x -a

¾ Gunakan transformasi (x,y)=(rcosq,rsinq), daerah D menjadi D={(r,q)|0£q£2p,0£r£a}. ¾ Integralnya adalah

( )

2 2 2 2 2 2 2 2 0 0 0 0 2 2 0 0 0 1 2 1 1 2 2 ( ) (1 ) (1 ) . a r a r a r a a I e rdrd e d r d e d e d e p p p p q q q q p - -- - -= = - -= - = - =

-Ú -Ú

Ú Ú

Ú

Ú

D D 0

(13)

Transformasi integral lipat dua ke koordinat kurvilinear ¾Transformasi x = rcosq dan y = rsinq menghasilkan

* ( , ) ( cos , sin ) D f x y dA= D f r q r q rdrdq

ÚÚ

ÚÚ

, dengan D={(r,q)|a£q£b, p(q)£r£q(q)}. Karena 2 2 ( , ) ( , ) cos sin (cos sin ) sin cos x x x y r r y y r r r r r q q q q q q q q q ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ -= = = + = ,

maka transformasi integral lipat dua ke koordinat kutub dapat ditulis

( , ) ( , ) ( , ) ( cos , sin ) D D x y r f x y dA= f r q r q ∂ q dr dq

ÚÚ

ÚÚ

.

¾Secara umum,transformasix=x(u,v)dany=y(u,v)dari koordinat(x,y) ke koordinat (u,v) mengikuti pola terakhir sehingga kita mempunyai

( , ) ( , ) ( , ) ( , ) ( ( , ), ( , )) D D D x y u v f x y dA= f x y dxdy= f x u v y u v du dv

ÚÚ

ÚÚ

ÚÚ

,

dengan D={(u,v):a£u£b,p(uv£q(u)} dan ( , )

( , ) x x x y u v u v y y u v ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ ∂ = .

Pada transformasi ini ( , )

( , )

x y u v

∂ dikenal sebagai determinan Jacobi dan

(u,v) dinamakan koordinat kurvilinear.

y

u tetap

v tetap

y

0 x x

®Komponen jaring: r = r(u,v) = x(u,v)i + y(u,v)j.

®u tetap r(v) =x(v)i+y(v)j fi ∂rv = ∂vxi+ ∂yv j.

®v tetap r(u) =x(u)i+y(u)jru = uxi+ uy j.

®Dalam (u,v): dA = ur ¥∂vr du dv = ( , ) ( , ) x y u v ∂ ∂ dudv.

¾Jika dari (u,v) ditransformasikan kembali ke (x,y), maka

( , ) ( , ) ( , ) ( , ) ( , ) ( , ) D D x y u v u v x y f x y dx dy = f x ydx dy

ÚÚ

ÚÚ

. Akibatnya ( , ) ( , ) ( , ) ( , ) 1 x y u v u v x y ∂ ∂ ∂ ◊∂ = , sehingga ( , )( , ) 1 ( , )( , ) x y u v x y u v ∂ ∂ ∂ ∂ = . dA

(14)

Contoh Hitunglah luas daerah di kuadran pertama yang dibatasi oleh hiperbol xy = 1, hiperbol xy = 4, garis y = 2x, dan garis y = 12x

y 4 y =2x 3 2 xy=4 y=12x 1 0 1 2 3 4 x

¾ Garis batas daerah D adalah xy=12 dan yx =2.

¾ Buatlah transformasi u=xy dan v= xy, maka 1£ =u xy £ 4 dan 12 £ = £v yx 2, sehingga da-lam (u,v) daerah pengintegralannya adalah

1 2

{( , ) :1 4, 2}

D = u v £ £u £ £v .

¾ Determinan Jacobi transformasinya adalah

( , ) ( , ) 2 1 1 ( , ) 2 ( , ) 2 1 1 1 x y u v y y x y x v u v x x y x ∂ ∂ ∂ ∂ = = - = =

¾ Luas daerah D adalah

( )

1 1 2 2 4 2 4 2 4 1 1 1 ( , ) 1 1 ( , ) 2 2 ln (ln2) 3ln 2. D D x y u v v dA= ∂ du dv = dvdu= v du = du=

ÚÚ

ÚÚ

Ú Ú

Ú

Ú

Contoh Jika daerah D di kuadran pertama dibatasi kurva hiperbol

x2-y2=1, x2-y2=9, xy = 4, dan xy = 8, hitunglah ( 2 2) D x +y dA

ÚÚ

. y 5 xy=8 x2-y2=1 3 x2-y2=9 1 0 1 2 3 4 5 x

¾ Buatlah transformasi u=x2-y2 dan v=xy, ma-ka D ={( , ) :1u v £ £u 9, 4£ £v 8}.

¾ Ubahlah f(x,y) = x2+y2 ke dalam u dan v. Dari (x2+y2)2= (x2-y2)2+4(xy)2=u2+4v2 dipero-leh x2+ =y2 u2+4v2, sehingga

2 2

( , ) 4 .

f u v = u + v

¾ Determinan Jacobi transformasinya adalah

2 2 2 2 ( , ) ( , ) 1 1 ( , ) ( , ) 2( ) 2 4 2 2 1 1 x y u v x y u v x y u v x y y x ∂ ∂ ∂ ∂ = = - = + = + . ¾ Jadi 2 2 9 8 2 2 2 2 9 8 1 4 1 4 1 1 2 2 4 ( ) 4 16. D x +y dA= u + vu + v dvdu = dv du =

ÚÚ

Ú Ú

Ú Ú

D xy=1 xy=4 D

(15)

Aplikasi integral lipat dua untuk pusat massa dan momen inersia y persegi panjang R d c 0 a b x y fungsi y=b(x) fungsi y=a(x) 0 a x b x y d fungsi fungsi x =g(y) x=d(y) c 0 x

¾ Diketahui keping datar D yang rapat massanya di setiap (x,y)ŒD adalah

r(x,y), r kontinu pada D. Keping D dapat ditulis dalam dua bentuk, D={(x,y):a£x£b,a(x)£y£b(x)}, a, b kontinu pada [a,b], D={(x,y):c£y£d,g(y)£x£d(y)}, g, d kontinu pada [c,d].

®massa keping D adalah ( , ) . D

M =

ÚÚ

r x y dA

®momen massa keping D terhadap sumbu x adalah x ( , ) .

D

M =

ÚÚ

yr x y dA

®momen massa keping D terhadap sumbu y adalah y ( , ) . D

M =

ÚÚ

xr x y dA

®pusat massa keping D adalah titik ( , ),x y dengan x= MMy dan Mx. M

y=

®momen inersia keping D terhadap sumbu x adalah x 2 ( , ) . D

I =

ÚÚ

y r x y dA

®momen inersia keping D terhadap sumbu y adalah y 2 ( , ) .

D

I =

ÚÚ

x r x y dA

®momen inersia keping D terhadap titik (0,0) adalah I0= +Ix Iy.

Ilustrasi Untuk keping D ={( , ):0x y £ £x 2,x y£ £2 }x , jika rapat massa

di setiap titik (x,y)ŒD adalah r(x,y)=1+xy, tentukan pusat massanya.

y y =2x x =2 y = x 0 x 2 2 0 0 ( , ) x(1 ) 8. D M =

ÚÚ

r x y dA =

Ú Ú

+xy dydx= 2 2 0 0 14 15 ( , ) x (1 ) 18 . x D M =

ÚÚ

yr x y dA =

Ú Ú

y +xy dydx= 2 2 0 0 4 15 ( , ) x (1 ) 12 . y D M =

ÚÚ

xr x y dA=

Ú Ú

x +xy dydx=

Pusat massa keping D adalah ( , ),x y x =1158 dan y = 21130.

D pusat massa D pusat massa D pusat massa D

(16)

Ilustrasi Untuk keping D ={( , ):0x y £ £x 2,x y£ £2 }x , jika rapat massa di setiap titik (x,y)ŒD adalah r(x,y)=1+xy, tentukan momen inersia D terhadap sumbu x, sumbu y, dan titik (0,0).

y

y =2x

x =2

y = x 0 x

Momen inersia D terhadap sumbu x, y dan titik 0 adalah

2 2 2 2 0 0 1 3 ( , ) x (1 ) 53 . x D I =

ÚÚ

y r x y dA =

Ú Ú

y +xy dydx= 2 2 2 2 0 0 2 3 ( , ) x (1 ) 18 . y D I =

ÚÚ

x r x y dA =

Ú Ú

x +xy dydx= 2 2 2 2 0 0 0 ( )(1 ) 5313 1823 72 x x y I = + =I I

Ú Ú

x +y +xy dydx= + = .

Contoh Keping D terletak di kuadran pertama, dibatasi sumbu x, garis

3

y x= , lingkaran x2+y2=1, dan lingkaran x2+y2=4. Jika rapat massa di setiap (x,y)ŒD adalah jarak (x,y) ke (0,0), tentukan pusat massanya.

y 2 y x= 3 x2+ =y2 4 1 x2+ =y2 1 0 1 2 x

¾ Buatlah transformasi ke koordinat kutub, batas D adalah sinar q =13p ¤ =y x 3 di kuadran I, sinar

0 sb-x

q = ¤ positif, lingkaran r=1 ¤ x2+y2=1, dan lingkaran r=2 ¤ x2+y2=4.

¾ Jadi D={( , ):0rq £ £q 31p,1£ £r 2}dan rapat massa di setiap (r,q)ŒD adalah r(r,q) = r.

¾ Massa, momen massa terhadap sumbu x dan sumbu y keping D adalah

( )

2 /3 2 /3 2 2 /3 3 0 1 0 1 0 1 7 7 1 1 3 3 3 9 ( , ) . M =

Ú Ú

p r qr rdrdq =

Ú Ú

p r drdq =

Ú

p r dq = ◊ p = p

( )

(

)

/3 2 /3 2 3 0 1 0 1 2 /3 4 /3 /3 0 0 1 0 15 15 15 7 1 4 4 4 8 8 ( , ) ( sin ) ( , ) sin

sin sin cos 1 .

x D M y x y dA r r rdrd r drd r d d p p p p p r q r q q q q q q q q q = = = = = = - = =

ÚÚ

Ú Ú

Ú Ú

Ú

Ú

( )

(

)

/3 2 /3 2 3 0 1 0 1 2 /3 4 /3 /3 0 0 1 0 15 15 15 7 1 4 4 4 8 8 ( , ) ( cos ) ( , ) cos

cos cos sin 3 1 3.

y D M x x y dA r r rdrd r drd r d d p p p p p r q r q q q q q q q q q = = = = = = = =

ÚÚ

Ú Ú

Ú Ú

Ú

Ú

¾ Pusat massa keping adalah( , ),x y dengan x=MMy =1,33dan y= MMx =0,77.

D

(17)

Gambar

Ilustrasi   Kurva y = x 2  dan garis y = x + 2 yang ber- ber-potongan di (-1,1) dan (2,4) membentuk daerah
Ilustrasi   Untuk keping  D = {( , ):0 x y £ £ x 2, x y £ £ 2 } x , jika rapat massa  di setiap titik (x,y) Œ D adalah  r (x,y) = 1 + xy, tentukan pusat massanya
Ilustrasi   Untuk keping  D = {( , ):0 x y £ £ x 2, x y £ £ 2 } x , jika rapat massa  di setiap titik (x,y) Œ D adalah  r (x,y) = 1 + xy, tentukan momen inersia D  terhadap sumbu x, sumbu y, dan titik (0,0)

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa studi yang berkaitan dengan partisipasi anggaran antara lain Jalaluddin dan Bahri (2009), dalam jurnalnya mengemukakan bahwa secara parsial terdapat pengaruh

Oleh karena itu, cacing tanah yang hidup dalam tanah (media) yang kaya bahan organik dapat berfungsi sebagai pemusnah bahan organik (dekomposer) dan vermikompos yang dihasilkan

Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah kasus-kontrol ( case-control study ) yang dilaksanakan untuk mengetahui hubungan paparan asap rokok pada ibu hamil dengan

• Functional areas are served by information systems, which capture, process, and store data to provide information needed for decision

Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas rumusan masalah yang akan dibahas adalah Bagaimana penerapan dan hasil deteksi tepi menggunakan metode Frei- Chen, Morphologi,

(reputation) dari eksportir, yang berarti pula akan kehilangan kesempatan untuk memperoleh pesanan ulang (repeat order). Pembayaran juga bisa tertunda sampai

Dalam rangka penelitian mengenai tingkat kredibilitas komunikator terhadap citra polisi dalam program Polisi Sahabat Anak di Polresta Yogyakarta, saya Proklamawaty Patricia

NB : Statemen break dalam blok pemilihan switch, digunakan untuk menghentikan pengulangan apabila telah ditemukan nilai kontan yang sesuai dengan ekspresi.. Statemen