MAKALAH PARASITOLOGI
MAKALAH PARASITOLOGI
BRUGIA
BRUGIA MALAYMALAYII
DISUSUN OLEH KELOMPOK II : DISUSUN OLEH KELOMPOK II :
A
ALLFFIIYYAAN N : : 202011440044000011 N
NUURRNNAABBIILLLLAAHH :: 220011441144002222 T
TRRIIWWAAHHYYUUNNIINNGGSSI I LLOOKKLLOOMMIINN :: 220011441144002255 R
ROOBBIIAATTI I SSAARRAAGGIIH H :: 220011441144003344
DOSEN PENGAMPU : ANGEL MAINAKE, S. s DOSEN PENGAMPU : ANGEL MAINAKE, S. s
YAYASAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PAPUA !YPMP" YAYASAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT PAPUA !YPMP" SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN !STIKES" PAPUA SORONG SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN !STIKES" PAPUA SORONG
PROGRAM STUDI FARMASI PROGRAM STUDI FARMASI
Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa yang selalu melimpahkan karunia-Nya kepada kita semua. Sehingga saya dapat menyusun makalah ini yang berjudul “Brugia Malayi” dengan baik dan lanar.
Mudah-mudahan makalah ini dapat berman!aat bagi penulis pada khususnya pembaa pada umumnya. Makalah ini masih jauh dari sempurna yang tentu masih terdapat kekurangan. "leh karena itu saran atau kritik yang membangun dari berbagai pihak akan kami terima dengan senang hati demi penyempurnaannya.
S#r#ng$ %uni &'()
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... ii DAFTAR ISI... iii BAB I PENDAHULUAN
(.& +umusan Masalah ... & (., Tujuan Penulisan ... & BAB II PEMBAHASAN
&.( Pengertian ... &
&.&
#spes dan Nama Penyakit ... &&.,
Klasi!ikasi ...
&
&.
/istribusi 0e#gra!i ...
,
&.1
/aur idup dan M#r!#l#gi ...
,
&.)
Siklus idup ...
&.2
Patal#gi dan 0ejala Klinik ...
&.3
/iagn#sis ...
&.4
Peng#batan dan Pr#gn#nis ...
1
&.('
5pidemi#l#gi ...
1
&.((
5pidemi#l#gi 6ilariasis ... )&.(&
#spes ... )&.(,
#spes +eser7#ir ... 2&.(
8ekt#r ... 2&.(1
6akt#r *ingkungan ... 2 BAB III PENUTUP,.(. Kesimpulan ... 3 ,.& Saran ... 3 DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. L$%$& B'($)$*+
Brugia malayi pertama kali diakui #leh *ihentenstein dan brug sebagai path#gen yang berbeda pada tahun (4&2. Mereka melap#rkan terjadinya suatu spesies !ilariae manusia di Sumatera 9tara baik !isi#l#gis dan m#r!#l#gis yang berbeda dari :. banr#!ti mir#!ilaria umumnya ditemukan di %akarta dan bernama path#gen 6ilaria malayi. Namun demikian$ meskipun studi epidemi#l#gi mengidenti!ikasi malayi 6ilaria di ;ndia$ Sri *anka$ <ina$ 8ietnam 9tara$ dan Malaysia pada tahun (4,' an$ hip#tesis *ihentensten dan Brug tidak diterima sampai (4' an$ ketika +a# dan Mapelst#n mengidenti!ikasi aing de=asa di ;ndia.
Berdasarkan kesamaan dengan :. banr#!ti$ +a# dan Mapelst#ne mengusulkan untuk menyebutnya parasit :uhereria malayi pada tahun (4)'$ bagaimanapun Bukley mengusulkan untuk membagi genus tua :uhereria dan nama 6ilaria malayi brugia malayi sebagai hasilnya. :uhereria :. banr#!ti$ yang sejauh ini hanya ditemukan mengin!eksi manusia dan he=an$ serta spesies >##n#sis lainnya.
1.2. R-s$* M$s$($
(. ?pa yang dimaksud dengan Brugia malayi @ &. Bagaimana siklus hidup Brugia malayi @
,. Bagaimana ara penegahan dan peng#batan !ilariasis malayi @ 1.3. T/$*
Tujuan pembuatan makalah ini adalah selain sebagai salah satu tugas yang diberikan #leh d#sen juga untuk menambah =a=asan dan ilmu pengetahuan kepada para pembaa mengenai Brugia malayi.
PEMBAHASAN &.( P'*+'&%$*
Brugia malayi adalah Nemat#da %aringan Aaing gelang$ salah satu dari tiga agen penyebab !ilariasis lim!atik pada manusia. 6ilariasis lim!atik$ juga dikenal sebagai kaki gajah$ adalah k#ndisi yang ditandai #leh pembengkakan pada tungkai ba=ah. /ua penyebab !ilaria lain dari !ilariasis lim!atik adalah Wuchereria bancrofti dan Brugia timori $ yang berbeda dari B. Malayi m#r!#l#gis$ gejalanya$ dan dalam batas ge#gra!is.
&.& Hs's $* N$-$ P'*$)%
Brugia malayi dapat dibagi dalam dua 7arianC yang hidup pada manusia dan yang hidup pada manusia dan he=an$ misalnya kuing$ kera$ dan lain-lain. Penyakit yang disebabkan #leh brugia malayi disebut !ilariasis malayi dan kadang-kadang disebut sebagai !ilariasis brugia.
&., K($s)$s KerajaanC ?nimalia 6ilumC Nemat#da "rd#C Spirurida Kelas C Seernentea 6amiliC "nh#eridae 0enusC Brugia SpesiesC B. malayi
&. Ds%&s +'+&$)
brugia malayi hanya terdapat di ?sia$ dari ;ndia sampai ke %epang$ termasuk ;nd#nesia.
&.1 D$& $* -&(+
<aing de=asa jantan dan betina hidup disaluran dan pembuluh lim!e$ bentuknya halus seperti benang dan ber=arna putih susu. Yang betina berukuran 11 mm D '$() mm A brugia malayi $ dan yang jantan &&-&, mm D '$'4 A brugia malayi . <aing betina mengeluarkan mikr#!ilaria yang bersarung . ukuran mikr#!ilia brugia malayi adalah &''-&)' mikr#n D 3
mikr#n.
Peri#disitas mikr#!ilia brugia malayi adalah peri#dik n#kturna$ subperi#dik n#kturna atau n#n peri#dik. Brugia malayi yang hidup pada manusia ditularkan #leh nyamuk Anopheles barbirostris dan yang hidup pada manusia dan he=an ditularkan #leh nyamuk Mansonia. /aur hidup parasit ini ukup panjang$ tetapi lebih pendek dari pada :. banr#!i. Masa pertumbuhan didalam nyamuk kurang lebih (' hari dan pada manusia kurang lebih , bulan. /i dalam tubuh nyamuk parasit ini juga mengalami dua kali pergantian kulit$ berkembang dari lar7a stadium ; menjadi lar7a stadium ;; dan ;;;$ menyerupai perkembangan parasit W. bancrofti. /i dalam manusia perkembangan parasit ini juga sama dengan perkembangan W. bancrofti.
&.) S)(s H
&.2 P$%(+ $* G'/$($ K(*s
0ejala klinis !ilariasis malayi sama dengan gejala klinis !ilariasis timori. 0ejala klinis penyakit tersebut berbeda dengan gejala klinis !ilariasis banr#!ti. Stadium akut ditandai dengan serangan demam dan gejala peradangan saluran dan kelenjar lim!e$ yang timbul berulang kali.
&.3 D$+*ss
/iagn#sis dibuat berdasarkan gejala klinis dan dibuktikan dengan menemukan mikr#!ilaria di dalam darah tepi.
(. /iagn#sis parasit#l#gi C sama dengan pada !ilarasis bancrofti$ keuali sampel berasal dari darah.
2. +ad#diagn#sis umunya tidak dilakukan pada !ilariasis malayi. ,. /iagn#sis imun#l#gi belum dapat dilakukan pada !ilariasis malayi.
&.4 P'*+$%$* $* P&+*ss
ingga sekarang /5< masih merupakan #bat pilihan. /#sis yang dipakai dibeberapa Negara ?sia berbeda-beda. /i ;nd#nesi d#sis yang dianjurkan adalah 1 mgEkg berat badanE hari selama (' hari. 5!ek samping /5< pada peng#batan !ilariasis brugia jauh lebih berat$ bila dibandingkan dengan yang terdapat pada peng#batan !ilariasis bancrofti. 9ntuk peng#batan masal pemberian d#sis standard an d#sis tunggal tidak dianjurkan. Yang dianjurkan adalah pemberian d#sis rendah jangka panjang A ('' mgEminggu selama ' minggu atau garam /5< '$& F '$ G Selma 4 F (& bulan. Peng#batan dengan ;n!ermektin sama dengan pada !ilariasis banr#!ti. 9ntuk mendapatkan hasil pemyembuhan yang sempurna$ perlu peng#batan ini diulang beberpa kali. Stadium mikr#!ilaremia$ gejala peradangan dan lim!edema dapat disembuhkan dengan peng#batan /5<. kadang-kadang ele!antiasis dini dan beberapa kasus ele!antiasis lanjut$ dapat pula di#bati dengan /5<.
&.(' E'-(+
Brugia malayi hanya terdapat di pedesaan$ karena 7ekt#rnya tidak dapat berkembangbiak di perk#taan. Brugia malayi hanya hidup pada manusia yang biasanya terdapat di daerah persa=ahan$ sesuai dengan tempat perindukan 7ekt#rnya$ An. barbirostris. Brugia malayi yang terdapat pada manusia dan he=an biasanya terdapat dipinggir pantai atau aliran sungai$ dengan ra=a-ra=a. Penyebaran brugia malayi bersi!at !#kal$ dari Sumatera sampai ke pulau Maluku. Yang terkena penyakit ini terutama adalah petani dan nelayan. Kel#mp#k umur de=asa muda paling sering terkena penyakit ini$ sehingga pr#dukt7itas penduduk dapat berkurang akibat serangan adenolimfangitis yang berulang kali. <ara penegahan sama dengan !ilariasis bancrrofti.
&.(( E'-(+ F($&$ss
Penyakit !ilariasis terutama ditemukan di daerah khatulisti=a dan merupakan masalah didaerah dataran rendah. Tetapi kadang-kadang dapat juga ditemukan di daerah bukit yang tidak terlalu tinggi. /i ;nd#nesia penyakit ini lebih banyak ditemukan di daerah pedesaan. Yang terdapat di k#ta hanya W. bancrofti yang telah ditemukan di k#ta %akarta$ Tangerang$ Pekal#ngan dan Semarang dan mungkn di beberapa k#ta lainyya.
/i ;nd#nesia !ilariasis tersebar luas H daerah endemi terdapat dibanyak pulau di seluruh Nusantara$ seperti Sumatera dan sekitarnya$ %a=a$ Kalimantan$ Sula=esi$ NTT$ Maluku dan ;rian %aya A Papua dan masih banyak daerah lain yang belum diselediki.
Pre7alensi in!eksi sangat 7ariableH ada daerah yang n#n Fendemik dan ada pula daerah-daerah dengan derajat endemi yang tinggi seperti di ;rian %aya A Papua dan pulau Baru dengan derajat in!eksi ang dapat menapai 2'G. Pre7alensi in!eksi dapat berubah-ubah dari masa ke masa dan pada umumnya ada tendensi menurun dengan adanya kemajuan dalam pembangunan yang menyebabkan perubahan lingkungan. 9ntuk dapat memahami epidemi#l#gi !ilariasis$ perlu diperhatikan !akt#r-!akt#r seperti h#spes$ h#spes reser7#ir$ 7et#r dan keadaan lingkungan yang sesuai untuk menunjang kelangsunagn hidup masing-masing.
&.(& Hs's
Manusia yang mengandung parasit selalu dapat menjadi sumber in!eksi bagi #rang lain yang rentan A suseptibel . Biasanya pendatang baru ke daerah endemi A transmigran lebih rentan terhadap in!eksi !ilariasis dan lebih menderita daripada penduduk asli. Pada umumnya laki-laki banyak yang terkena in!eksi$ karena lebih banyak kesempatan untuk
laki-&.(, Hs's R's'&6&
Tipe brugia malayi yang dapat hidup pada he=an merupakan sumber in!eksi untuk manusia. Yang sering ditemukan mengandung in!eksi adalah kuing dan kera terutama jenis presbytis$ meskipun he=an lain juga terkena in!eksi.
&.( 7')%&
Banyak spesies nyamuk telah ditemukan sebagai 7ekt#r !ilariasis$ tergantung pada jenis aing !ilarianya. Brugia malayi yang hidup padea manusia dan he=an biasanya di tularkan #leh berbagai spesies Mans#nia seperti Mn. Bonneae, Mn. Dives dan lain-lain$ yang berkembangbiak di daerah ra=a di Sumatera$ Kalimantan$ Maluku dan lain-lain.
Brugia malayi yang peri#dik di tularkan #leh An. Barbirostri yang memakai sa=ah sebagai tempat perindukannya$ seperti di daerah Sula=esi. &.(1 F$)%& L*)*+$*
6akt#r lingkungan yang menunjang kelangsungan hidup h#spes$ h#spes reser7#ir dan 7et#r$ merupakan hal yang sangat penting untuk epidemi#l#gi !ilariasis. /engan demikian$ !ilariasis yang ada di suatu daera endemi dapat di duga jenisnya dengan melihat keadaan lingkungan.
9ntuk penegahan !ilriasis$ hingga sekarang hany dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk. 9ntuk dapat in!eksi diperlukan gigitan nyamuk yang banyak sekali.
9ntuk pemberantasan$ peng#batan masl dengan /5< selalu menurunkan angka !ilariasis dengan jelas. Penegahan dengan #bat-#batan masih dalam tara! penelitian.
BAB III PENUTUP
,.( K's-($*
?dapun kesimpulan yang dapat ditarik dari pembahasan ini yaitu aing Brugia Malayi merupakan jenis parasit yang ditularkan #leh nyamuk ?n#pheles dan nyamuk Mans#nia yang dapat menyebabkan penyakit !ilar is. ,.& S$&$*
Pada penyusunan makalah diatas kami menyarankan kepada pembaa agar dapat memberi kritik dan saran yang bersi!at membangun
DAFTAR PUSTAKA
httpsCEEid.m.=ikipedia.#rgE=ikiEBrugiaJmalayi@ JeJpiJ2G&<P?05J;/('G&<(,4))(321