3 BAB 2
LANDASAN PERANCANGAN
2.1 Tinjauan Data
2.1.1 Kucing
Kucing adalah salah satu hewan yang paling disukai orang untuk dijadikan sebagai binatang peliharaan di rumah. Namun banyak juga yang menjadi kucing liar tapi tetap disukai keberadaan binatang berbulu tersebut di lingkungan manusia. Binatang ini hampir dapat kita jumpai di daerah yang terdapat penghuni manusia, mulai dari daerah perkotaan hingga daerah perkampungan.
Kucing domestik yang sering kita jumpai ini adalah leluhur kucing modern baru yang sudah ada sejak 100.000 tahun lalu atau 8000 SM yaitu African Wildcat. Perilaku memburu mangsa hewan-hewan kecil seperti tikus atau burung pun diturunkan oleh African Wildcat. Kucing domestik memiliki perilaku manja, tenang dan lucu, berbeda dengan nenek moyangnya yang galak yaitu Miacids.
Dalam bahasa Mesir, panggilan untuk kucing adalah “mau”. Kemungkinan kata tersebut berasal dari kata meow yang berarti melihat. Hal tersebut berdasarkan oleh masyarakat Mesir yang percaya kucing mempunyai kekuatan untuk melihat kebenaran dan kehidupan setelah mati. Menurut para ahli sejarah, manusia telah hidup berdampingan dengan kucing sejak 5000 tahun silam pada zaman Mesir kuno. Masyarakat Mesir memanfaatkan kucing sebagai penjaga lumbung gandum dan memburu tikus-tikus yang datang menyerang di sepanjang sungai Nil.
Gambar 2.1 Kucing Dewasa dan Anak Kucing Liar Di Sekitar Rumah Sumber : koleksi pribadi
Kucing, atau istilahnya Felis Silvestris Catus, adalah hewan karnivora yang biasanya merujuk pada kucing yang telah dijinakkan, namun bisa juga merujuk pada kucing besar seperti singa dan harimau. Nenek moyang kucing rumahan tidak terlalu dekat dengan pemiliknya. Akibatnya kebanyakan pemilik kucing menganggap kucing adalah hewan yang tidak terlalu peduli dan mandiri, padahal kucing dapat sangat dekat dengan pemiliknya, terutama jika ia dibesarkan sejak kecil dengan penuh perhatian.
2.1.1.1 Perilaku Kucing
1. Berurin
Kegiatan spraying (menyemprotkan air seni) rutin dilakukan setiap hari pada kucing jantan berusia 8-9 bulan, saat itu kucing telah dewasa kelamin. Urin kucing mengandung hormon feromon yang memiliki aroma khas sehingga menjadi media komunikasi, terutama dalam hal territorial.
2. Menggaruk
Kadang kita melihat kucing menggaruk benda apa saja yang ia temui, hal itu merupakan salah satu kebiasaan kucing yang sudah muncul sejak kecil sebagai cara untuk memotong kukunya yang panjang.
3. Muntah
Bila kucing terlihat sedang makan rumput, berarti dia ingin muntah untuk mengeluarkan gumpalan bulu yang tertelan saat menjilati tubuhnya dari perutnya. Hal itu dilakukan karena rumput merangsang kucing untuk muntah.
4. Menggali
Kebiasaan menggali dilakukan kucing saat selesai berurin (buang air kecil atau besar). Tujuannya adalah agar aromanya tidak tercium.
5. Manja
Kucing sangat ingin dimanja layaknya seorang anak. Apapun dilakukan demi menarik perhatian si pemilik atau manusia yang dekat dengannya, bahkan dengan santainya tidur-tiduran di pangkuan manusia.
6. Mencuri
Memang mencuri adalah kebiasaan buruk, tapi biasanya hal itu dilakukan karena sedang kesulitan mencari makan hingga dia memakai kesempatan untuk mencuri makanan saat ada celah. Bila dididik dengan benar, kucing juga bisa santun.
7. Minggat
Layaknya seorang petualang, kucing bosan dengan lingkungan yang ditempatinya sehingga terkadang dia minggat ke tempat lain untuk berpetualang seperti melihat suasana baru atau mencari kucing lain.
8. Pengemis
Sering kali kucing mondar-mandir, mengeong berkali-kali atau menggesekkan tubuh ke kaki kita saat kita sedang makan. Hal itu dilakukan untuk meminta makanan yang ada di atas meja. Kebiasaan ini berlanjut jika si kucing sering diberi makan dengan cara melempar makanan ke lantai.
2.1.1.2 Keistimewaan Kucing Liar / Kampung
1. Mudah ditemukan, kucing kampung hampir dapat kita temukan dimanapun kita berada, terutama di tempat-tempat yang ramai seperti di jalanan, pasar atau warung makan.
2. Perawatan lebih mudah bila memelihara kucing kampung karena mereka sangat menjaga kebersihan diri agar tetap bersih meski tanpa dipelihara.
3. Mudah dijinakkan dan diajak bermain.
2.1.1.3 Menjinakkan Kucing
Sulit tidaknya menjinakkan kucing berbeda-beda, ada yang cepat jinak, ada juga yang susah dijinakkan hingga berbulan-bulan, tergantung pada sifat dan karakteristik si kucing.
Berikut tingkatan mudah-sulitnya menjinakkan kucing mulai dari yang termudah hingga yang tersulit:
1. Anak kucing dibawah 3 bulan dan kucing yang dibuang. Mudah dekat dengan manusia.
2. Anak kucing umur 3-6 bulan. Kucing di umur ini juga mudah dekat dengan manusia karena terdorong rasa penasaran.
3. Kucing berumur diatas 6 bulan. Biasanya kucing di umur ini mengamati dulu manusia yang berusaha menjinakkannya.
4. Kucing dewasa (lebih dari 1 tahun), terutama yang pernah mengalami kekerasan dari manusia ini sulit dijinakkan karena mereka trauma dan sulit untuk percaya lagi kepada manusia.
Menjinakkan kucing kampung harus dilakukan secara perlahan. Sama seperti manusia, sebelum berinteraksi, harus diawali dengan perkenalan atau pendekatan. Berikut tahap menjinakkan kucing kampung atau liar:
1. Sebelum menjinakkan, cobalah untuk cari tahu terlebih dahulu informasi kucing yang ingin dijinakkan. Seperti dimana biasanya dia main, dimana biasanya dia tidur, dimana biasanya dia sering muncul atau terlihat oleh kita, dan lainnya.
2. Pendekatan yang diawali dengan perkenalan. Dalam perkenalan ini, kita harus menunjukkan kesan bahwa kita bersikap baik kepada kucing. Hal ini harus dilakukan dengan sabar dan dapat membuat si kucing menumbuhkan rasa percaya bahwa kita bukanlah ancaman atau segala sesuatu yang dapat menyakitinya. Lakukan secara perlahan, jika terburu-buru maka akan sulit untuk mengulangi perkenalan dari awal karena akan makan waktu lebih lama untuk menjinakkannya.
3. Jaga jarak. Bila jarak kita dengan si kucing terlalu dekat menurut kucing, maka si kucing akan menjauh karena mengira kita adalah ancaman. Jika kucing menunjukkan sikap waspada seperti melipat telinga ke belakang atau merendahkan badan, sebaiknya kita mundur sampai dengan jarak yang nyaman bagi kucing.
4. Bila ingin mengelus kucing tersebut, sebaiknya jangan dilakukan dulu karena hal tersebut hanya akan memojokkan si kucing yang dapat berakibat buruk. Cukup dekati sedikit demi sedikit, dan sekali lagi harus dilakukan dengan kesabaran.
5. Selama belum jinak, jangan langsung dibawa ke rumah. Hal itu justru meningkatkan rasa trauma dan menjadi hilang kepercayaan terhadap manusia. Kitalah yang harus mendekati atau memasuki lingkungan atau wilayah mereka dulu.
6. Buktikan niat baik kita dengan memberi makanan, karena kucing juga butuh makanan untuk bertahan hidup. Taruh sedikit makanan di lokasi yang terlihat oleh si kucing, kalau perlu buat si kucing dapat melihat bahwa kita sedang menaruh makanan. Setelah menaruh makanan, kita mundur perlahan, biarkan si kucing perlahan jalan menuju makanan yang kita taruh lalu amati reaksi si kucing. Lakukan secara rutin di waktu yang sama, misalnya kita bisa kasih makanan jam 3 sore, maka besoknya berikan makanan lagi di jam yang sama.
Untuk memanggilnya, bisa menyebut “puss..” dengan nada tinggi agar dapat didengar kucing dari kejauhan atau bunyikan bel, tepuk tangan atau bunyian lainnya yang dapat memancing perhatian kucing bahwa si pembuat bunyi akan memberikan makanan. Tingkatkan porsi makanan sedikit demi sedikit.
Gambar 2.2 Kucing sedang makan Sumber : koleksi pribadi
2.1.1.4 Daerah Kekuasaan
Kucing dikenal sebagai hewan penyendiri, namun biasanya kucing dapat membentuk koloni liar tapi tidak menyerang dalam berkelompok seperti singa. Setiap kucing memiliki daerahnya sendiri, mereka menandainya dengan melakukan spraying yaitu menyemprotkan air seninya dengan posisi badan berdiri (untuk kencing normal posisi badan agak jongkok). Tempat yang biasanya diberi spraying oleh kucing adalah pojokan atau tepian vertical, seperti pojokan dinding.
Kucing jantan yang aktif secara seksual memiliki wilayah terbesar, sedangkan yang sudah disteril memiliki wilayah paling kecil. Namun selalu ada daerah netral dimana para kucing dapat saling bertemu tanpa adanya konflik teritorial atau agresi. Di luar daerah netral, penguasa daerah biasanya akan mengejar kucing asing.
Gambar 2.3 Dua kucing bertatap muka sambil menggeram Sumber : catsadvices.com
Tindakan yang biasanya penguasa daerah lakukan adalah menatap, mendesis bahkan menggeram. Bila si kucing asing bersikeras diam di tempat pertanda tidak mau pergi, bisa terjadi perkelahian. Tidak heran beberapa kucing liar atau kampung yang kita lihat terkadang memiliki luka-luka, karena perkelahian sesama kucing juga dapat menimbulkan luka akibat terkena serangan kucing rivalnya.
2.1.2 Penyelamatan Kucing
Mungkin kita mengira kucing hidup tidak butuh bantuan manusia. Tapi sebenarnya tidak demikian. Kucing juga bisa mengalami kecelakaan yang dapat menyebabkan luka parah seperti tertabrak benda berat, bekas terjepit di selokan dan semacamnya yang tidak mungkin sembuh sendiri meski dengan dijilat oleh lidahnya sendiri, bahkan dapat menyebabkan kematian bila tidak segera ditolong dengan tenaga manusia.
Berikut foto-foto contoh nyata kondisi kucing sebelum dan sesudah ditolong dengan bantuan manusia.
Gambar 2.4 Sebelum dan sesudah ditolong dengan bantuan manusia Sumber : izismile.com
Gambar 2.5 Sebelum dan sesudah ditolong dengan bantuan manusia Sumber : izismile.com
2.1.3 Kisah Nyata
1. A Street Cat Named Bob
Gambar 2.6 Bob dan deretan buku novel karya James Bowen Sumber: english.cntv.cn
Sebuah buku yang ditulis oleh James Bowen berisikan kisah nyata tentang James Bowen, seorang pecandu narkoba yang sedang masa pengobatan menemukan seekor kucing jalanan yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan di koridor rumah susunnya. James yang memang suka dengan kucing dan sedih melihat kondisi tersebut, James pun merawat Bob hingga sembuh.
Tak disangka, Bob yang merasakan ketulusan hati dari James telah mengubah hidup James yang bertahan hidup dengan hasil mengamen yang tak menentu penghasilannya menjadi lebih baik, hingga Bob tetap mengikuti James kemanapun dia pergi bahkan ikut mengamen bersama James dan menjalin persahabatan. Pemandangan Bob yang sering meringkuk di bahu James pun sudah menjadi hal yang lumrah bagi warga kota London.
Adanya kehadiran Bob membuat kehidupan James menjadi tertata dan lebih baik. Sambil ditemani sahabatnya, Bob, James berusaha untuk melepaskan diri dari jeratan narkoba. James yang dulunya hidup berantakan dan mencoba melarikan diri dari kenyataan dengan narkoba, telah berubah menjadi kehidupan indah dengan persahabatan seekor kucing bernama Bob yang telah menyadarkan diri James.
Gambar 2.7 James memberi toss kepada Bob Sumber : kittyarmy.com
Buku A Street Cat Named Bob telah diterjemahkan ke 30 bahasa dan bertahan di Top List Best Seller Sunday Times selama 76 minggu, bahkan di United Kingdom penjualan bukunya lebih dari satu juta kopi. James Bowen juga membuat 1 karya buku lagi yang
berjudul The World According to Bob. Buku ini merupakan kelanjutan dari kisah kehidupan Bob dan James Bowen yang bertahan hidup di jalanan.
2.1.4 Pulau Kucing
Tempat yang memiliki jumlah populasi kucing mengalahkan
populasi manusia? Lokasi tersebut ada di pulau bagian selatan Jepang, yaitu pulau Aoshima yang kerap dijuluki sebagai Pulau Kucing. Di desa nelayan tersebut, kucing bebas keluar-masuk rumah penduduk dan berkeliaran di semua tempat di pulau tersebut.
Awalnya leluhur kucing di pulau ini dimanfaatkan oleh para nelayan untuk mengusir kucing yang menggerogoti badan kapal nelayan, namun seiring waktu berjalan, kucing terus berkembang biak hingga jumlah populasinya mengalahkan manusia, yaitu enam berbanding satu dengan jumlah kucing 120 ekor sedangkan jumlah manusia hanya 20 jiwa yang mayoritas adalah pensiunan perang yang hijrah bersama gelombang migran pencari kerja setelah Perang Dunia II.
Kucing-kucing di pulau Aoshima tidak terlalu pemilih dalam hal makanan, mereka bahkan dapat bertahan hanya dengan butiran nasi atau kentang yang diberikan turis yang berkunjung. Sedangkan warga lokal pulau Aoshima tidak semuanya menyukai kucing, bahkan sudah melakukan tindakan kebiri setidaknya 10 kucing untuk mencegah lonjakan populasi kucing.
Gambar 2.8 Kerumunan kucing di pulau Aoshima Sumber : cnnindonesia.com
2.1.5 Kekerasan Terhadap Kucing
2.1.5.1 Penyiksaan Hewan Dalam Hukum
Sebagian dari kita telah mengetahui setidaknya 1 kasus penyiksaan terhadap kucing. Biasanya penyayang kucing merasa ragu karena apakah kita bisa melaporkan adanya tindak pidana penyiksaan dan atau pembunuhan terhadap satwa (terutama kucing dan anjing) dapat diproses dengan jalur hukum oleh kepolisian apa tidak.
Ternyata hal tersebut dapat kita lakukan, dengan syarat pelapor berusia minimal 17 tahun, sehat rohani dan memiliki KTP maka kita memiliki hak untuk melakukan pengaduan tindak pindana satwa kepada pihak yang berwajib. Disarankan pengaduan dilakukan secara bersama, seperti komunitas penyayang hewan yang nantinya akan diwakilkan satu orang untuk menjadi juru bicara.
Berikut pasal yang berkaitan dengan pidana penyiksaan satwa:
a.) Pasal 302 ayat (1) dan (2) KUHP yang menyatakan :
(1) Diancam dengan pidana penjara paling lama tiga bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan :
1. Barangsiapa tanpa tujuan yang patut atau secara melampaui batas, dengan sengaja menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya ;
2. Barangsiapa tanpa tujuan yang patut atau melampaui batas yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu, dengan sengaja tidak memberi makan yang diperlukan untuk hidup kepada hewan, yang seluruhnya atau sebagian menjadi kepunyaannya dan ada dibawah pengawasannya atau hewan yang wajib dipeliharanya.
(2) Jika perbuatan itu mengakibatkan sakit lebih dari seminggu, atau cacat atau menderita luka-luka berat lainnya atau mati yang bersalah diancam dengan pidana penjara 9 bulan atau pidana denda paling banyak Rp. 300,- karena penganiayaan hewan.
Bahwa berdasar Perma (Peraturan Mahkamah Agung) nomor 2 Tahun 2012 tentang “Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Jumlah Denda dalam KUHP” pada Pasal 3 menyatakan :
“Mengenai denda, dipersamakan dengan pasal penahananpada Perma nomor 2 Tahun 2012 yaitu dikalikan 10 ribu dari tiap-tiapdenda misalnya Rp. 250,- menjadi Rp. 2.500.000,- sehingga denda dibawah Rp. 2.500.000,- tidak perlu masuk dalam upaya hukum Kasasi,
b.) Pasal 406 ayat (2) KUHP yang menyatakan :
(1) Barangsiapa dengan sengaja dan melawan hak membinasakan, merusakkan, membuat sehingga tidak dapat dipakai lagi atau menghilangkan sesuatu barang yang sama sekali atau sebagian kepunyaan orang lain dihukum penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 4.500,-
(2) Hukuman serupa dikenakan juga kepada orang yang dengan sengaja dan melawan hak membunuh, merusakkan membuat sehingga tidak dapat digunakan lagi atau menghilangkan binatang, yang sama sekali atau sebagiannya kepunyaan orang lain.
c.) Undang-undang No. 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental satwa menurut ukuran perilaku alami satwa yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi satwa dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap satwa.
Pasal 66 yang menyatakan :
(1) Untuk kepentingan kesejahteraan hewan dilakukan tindakan yang berkaitan dengan penangkapan dan penanganan; penempatan dan pengandangan; pemeliharaan dan perawatan; pengangkutan; pemotongan dan pembunuhan; serta perlakuan dan pengayoman yang wajar terhadap hewan.
(2) Ketentuan mengenai kesejahteraan hewan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan secara manusiawi yang meliputi:
a. penangkapan dan penanganan satwa dari habitatnya harus sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan di bidang konservasi;
b. penempatan dan pengandangan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga memungkinkan hewan dapat mengekspresikan perilaku alaminya;
c. pemeliharaan, pengamanan, perawatan, dan pengayoman hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari rasa lapar dan haus, rasa sakit, penganiayaan dan penyalahgunaan, serta rasa takut dan tertekan;
d. pengangkutan hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari rasa takut dan tertekan serta bebas dari penganiayaan;
e. penggunaan dan pemanfaatan hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari penganiayaan dan penyalahgunaan;
f. pemotongan dan pembunuhan hewan dilakukan dengan sebaik-baiknya sehingga hewan bebas dari rasa sakit, rasa takut dan tertekan, penganiyaan, dan penyalahgunaan; dan
g. perlakuan terhadap hewan harus dihindari dari tindakan penganiayaan dan penyalahgunaan.
(3) Ketentuan yang berkaitan dengan penyelenggaraan kesejahteraan hewan diberlakukan bagi semua jenis hewan bertulang belakang dan sebagian dari hewan yang tidak bertulang belakang yang dapat merasa sakit.
1. FREEDOM FROM HUNGER & THIRST 2. FREEDOM FROM DISCOMFORT
3. FREEDOM FROM PAIN, INJURY AND DISEASE 4. FREEDOM FROM FEAR AND DISTRESS
5. FREEDOM TO EXPRESS BEHAVIOR.
2.1.5.2 Kasus Penembakan Kucing Liar oleh Danang
Kasus ini berawal dari adanya orang yang mengunggah foto kucing yang mati akibat ditembak oleh senapan angin di media sosial Facebook Dengan bangganya telah menembak kucing yang sempat kejang-kejang akibat sempat merasakan sakitnya. Diketahui bahwa nama akun tersebut adalah Danang Sutowijoyo.
Keberadaan foto tersebut pun lalu di-screenshot oleh salah seorang kaskuser untuk dijadikan bukti yang kemudian dimasukkan ke dalam thread pembahasan tentang penembakan anak kucing oleh Danang. Semakin ramainya bahasan tersebut, hingga akhirnya kasus ini tercium oleh aktivis kesejahteraan satwa yang menjadi emosi hingga akhirnya menyebar menjadi berita di beberapa media berita via internet.
Gambar 2.9 Foto Danang, si pelaku penembakan kucing Sumber : tempo.co
Semakin menyebarnya kasus tersebut di kalangan masyarakat, akhirnya sampai ke pihak berwajib dan langsung menangkap Danang. Danang mengaku telah membunuh 9 anak kucing dengan alasan kucing-kucing tersebut sering mencuri makanannya, hingga akhirnya dia memutuskan untuk membunuh kucing tersebut sambil menguji coba senapan angin. Meski telah ditangkap pihak berwajib, Danang tidak menyesal telah melakukan perbuatan keji tersebut.
Diketahui ada sekitar 2 orang yang merupakan teman Danang juga melakukan perbuatan yang sama. Tak hanya terancam pidana KUHP 302 tentang kesejahteraan satwa, namun Danang juga dapat dipidana atas penyalahgunaan pemakaian senjata api karena hal tersebut juga dapat membahayakan masyarakat.
2.1.6 Riset dan Data Survei
Penulis melakukan dua survei secara online dengan media internet guna mendukung ilmu yang ingin dimasukkan ke dalam animasi juga untuk mengetahui sedalam apa masyarakat mengetahui seluk beluk kehidupan suka dan duka kucing liar yang sering ditemui di lingkungan sekitar.
1. Survei Pertama
Untuk survei pertama, penulis mendapat respon dari 36 orang yang didominasi oleh orang-orang yang berumur 16 tahun hingga 25 tahun. Berikut hasil survey pertama dengan pertanyaan yang penulis ajukan:
Darimana anda mendapatkan kucing untuk dijadikan peliharaan?
Pungut dari luar : 23 orang Adopsi : 11 orang Datang sendiri : 2 orang
Saat sedang jalan diluar, anda melihat seekor kucing melewati anda. Apa yang biasanya anda lakukan? (jawaban lebih dari satu)
Berhenti sebentar lalu menggendong/mengelus kucing : 22 orang Meniru suara meongan untuk memancing perhatian kucing : 22 orang Terus berjalan sambil melewati si kucing : 2 orang
Kasih makan : 3 orang
Berhenti sebentar lalu mengambil foto : 4 orang
Apabila anda memiliki sisa / sedikit makanan, apakah anda akan berikan kepada si kucing?
Ya : 33 orang Tidak : 2 orang Ragu-ragu : 1 orang
Ada kucing yang dilukai / disiksa oleh orang hingga luka-luka, baik dilakukan oleh anak kecil maupun orang dewasa. Apa yang akan anda lakukan? (jawaban lebih dari 1)
Nasehati orang tersebut, lalu mengobati kucing : 15 orang Menolong kucing tanpa menggubris orangnya : 14 orang Cukup menasehati orang tersebut agar kucing dapat bebas : 4 orang Mencari orang yang dapat mengobatinya : 1 orang
2. Survei Kedua
Untuk survei yang kedua, penulis mendapat respon dari 30 orang, didominasi oleh orang yang berumur 21-25 tahun. Berikut hasil survey yang kedua:
Apakah anda sering melihat kucing di lingkungan sekitar anda?
Sering : 27 orang
Kadang-kadang : 3 orang Jarang : 0 orang
Dimanakah biasanya anda dapat temukan kucing? (jawaban lebih dari satu)
Di sekitar lingkungan rumah : 27 orang
Pasar : 12 orang
Tempat Makan : 15 orang Other (kampus, warnet) : 5 orang
Apakah anda pernah mendengar atau mengetahui kasus terjadinya kucing yang disiksa atau luka-luka akibat perbuatan buruk manusia?
Ya : 26 orang Tidak : 4 orang
Jika pernah, darimana anda mengetahui kasus tersebut? Melihat sendiri secara langsung : 4 orang
Dari cerita orang sekitar : 3 orang Berita di TV atau internet : 12 orang
Media sosial : 22 orang
3. Survei Ketiga
Untuk survei yang ketiga, penulis mendapat respon dari 10 orang usia 6-12 tahun. Selain pertanyaan, penulis juga merangkum hasil respon audiens setelah menonton hasil animasi penulis.
Suka kucing? Ya : 8 orang Tidak : 2 orang
Dimanakah biasanya anda temui kucing liar? (jawaban lebih dari satu)
Jalanan : 9 orang Sekitar rumah : 8 orang Tempat makan : 5 orang Sekitar sekolah : 5 orang Pet shop : 1 orang
Apakah anda menentang kekerasan terhadap kucing? Ya : 8 orang
Tidak tahu : 2 orang
Apakah anda paham dengan pesan dari animasi ini? Ya : 7 orang
Berdasarkan hasil survei yang penulis rangkum, dapat dilihat bahwa sebagian besar masyarakat sering melihat kucing liar atau jalanan di lingkungan sekitar. Namun masih banyak yang belum mengetahui faktor kucing jalanan memiliki luka-luka di tubuhnya adalah mendapat kekerasan fisik dari orang padahal si kucing tidak mengganggunya, responden hanya mengetahui si kucing dipukul oleh orang karena mencuri makanan.
2.2 Tinjauan Teori
2.2.1 Animasi 2D (Animasi Dua Dimensi)
Gracer, F dan Blagen,M W (1970:35) Animasi adalah film yang dibuat dengan cara menggambar dengan tangan lalu kumpulan gambar-gambar tersebut akan menjadi film yang bergerak. Awalnya film animasi dibuat dengan cara gambar frame by frame (tumpukan lembaran gambar yang nantinya digerakkan dengan tangan) atau disebut animasi 2D, namun seiring waktu berjalan dan perkembangan teknologi, animasi kini meluas sejak munculnya animasi dalam bentuk tiga dimensi atau biasa disebut dengan animasi 3D.
Meski sekarang ini animasi 3D makin menjamur karena kemudahan dalam proses pembuatan animasi lebih cepat dan praktis, namun animasi 2D masih banyak dibuat oleh para animator karena animasi 2D memiliki kelebihan yang tidak ada pada animasi 3D, seperti kemudahan menggambar dan penyampaian ekspresi yang lebih bervariasi. Sekarang ini animasi 2D banyak dibuat dengan software komputer, salah satunya Macromedia Flash / Adobe Flash
2.2.2 Prinsip Animasi
Frank Thomas & Ollie Johnston (1995:47) Dalam membuat animasi, baik itu dua dimensi maupun tiga dimensi, ada 12 prinsip animasi yang harus diingat agar hasil animasi menjadi “hidup”.
Berikut 12 prinsip animasi tersebut:
1. Solid Drawing
Prinsip ini merupakan dasar utama animasi yang harus dimiliki animator. Animator harus bisa menggambar dan mengerti mengenai anatomi, komposisi, berat, keseimbangan, pencahayaan dan komponen lainnya.
2. Timing & Spacing
Timing adalah menentukan waktu untuk melakukan gerakan, sedangkan Spacing adalah menentukan tingkat kecepatan suatu pergerakan.
3. Squash & Stretch
Squash & Stretch adalah pemberian efek plastis pada objek atau figure untuk memberikan efek gerakan yang lebih hidup dan dinamis, seperti gerakan bola yang memantul ke tanah ada frame tertentu yang bentuk bola tersebut sedikit melonjong dari bentuk aslinya yang bulat.
4. Anticipation
Anticipation adalah gerakan awal atau ancang-ancang menuju suatu gerakan utama. Seperti gerakan akan memukul meja, sebelumnya tangan bergerak mundur ke atas untuk mengumpulkan kekuatan memukul.
5. Slow In & Slow Out
Slow In adalah gerakan awal secara melambat menjadi cepat, sedangkan Slow Out adalah kebalikannya yaitu secara cepat menjadi melambat.
6. Arcs
Arcs adalah pola gerakan dari sistem pergerakan tubuh makhluk hidup, sehingga gerakan mereka terlihat lebih smooth dan realistis.
7. Secondary Action
Secondary Action adalah gerakan tambahan untuk memperkuat dan mengalihkan perhatian dari gerakan utama. Misalnya gerakan saat berjalan sambil memainkan tangan.
8. Follow Through & Overlapping Action
Follow Through adalah gerakan bagian tubuh tertentu yang masih bergerak meski tubuh seseorang sedang berhenti bergerak. Sedangkan Overlapping Action adalah gerakan persilangan, misalnya gerakan tangan dan kaki yang bergantian posisi depan dan belakang.
9. Straight Ahead Action & Pose to Pose
Straight Ahead Action adalah pembuatan animasi secara frame by frame seorang diri. Sedangkan Pose to Pose adalah pembuatan animasi yang juga secara frame by frame namun untuk in-between frame dikerjakan oleh animator yang berbeda.
10. Staging
Staging adalah pembuatan lingkungan atau latar belakang yang mendukung suasana sesuai scene yang akan digunakan.
11. Appeal
Appeal adalah gaya visual dalam animasi, namun ada juga yang berpendapat bahwa appeal adalah penokohan dan kharisma dari sang karakter.
12. Exaggeration
Exaggeration adalah usaha mendramatisir gerakan animasi yang bersifat hiperbolis. Prinsip ini paling sering kita jumpai di film dengan genre komedi.
2.2.3 Edukasi
Edukasi, atau yang lebih dikenal dengan kata pendidikan adalah proses pembelajaran atau bimbingan baik secara formal maupun informal, individu maupun bersama-sama dengan tujuan mengembangkan potensi diri pada peserta didik.
Menurut Ki Hajar Dewantara (2009) pengertian pendidikan adalah tuntutan dari masa pertumbuhan anak-anak yang menuntut segala kekuatan kodrat di dalam diri anak-anak agar mereka sebagai manusia juga anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.
2.2.4 Komponen Desain Grafis
Hendi Hendratman (2014) Komponen desain grafis terdiri dari 6 komponen, yaitu:
1. Garis
2. Bentuk (Shape)
3. Warna, tekstur dan cahaya. 4. Ilustrasi / gambar
5. Tipografi 6. Ruang (Space)
Sedangkan untuk prinsip desainnya adalah: 1. Keseimbangan (Balance)
2. Irama / Urutan (Sequence / Rhythm) 3. Penekanan (Emphasis / Focus) 4. Kesatuan (Unity)
2.2.5 Teori Warna
Warna merupakan salah satu elemen desain untuk membentuk keindahan juga persepsi baik dari segi psikologis maupun sugesti serta suasana tertentu. Setiap warna yang kita gunakan menyampaikan dua hal, yaitu nada dan makna yang sangat penting untuk mempengaruhi penilaian audiens.
Adams Morioka dan Terry Stone (2008) mengatakan bahwa “teori warna adalah kumpulan petunjuk berbagai prinsip yang dapat digunakan untuk keharmonisan kombinasi warna.” Warna tidak hanya sekedar fenomena visual, namun juga bahasa emosional yang unik dan alat simbolis untuk semua desainer.
Gambar 2.10 Basic Color Wheel Sumber : cool-kids-rooms.com
Ada 3 kategori dasar warna, yaitu: 1. Warna aditif / primer
Warna dasar dari semua warna-warna yang ada. Warna dasar tersebut adalah merah, kuning dan biru.
2. Warna substraktif / secondary
Adalah penggabungan warna dari 2 warna primer. Warna tersebut adalah hijau, oranye dan ungu.
3. Warna tertiary
Adalah warna dari penggabungan dua warna primer dan warna substraktif
Adams Morioka dan Terry Stone (2008:20) Salah satu cara terbaik untuk visualisasi hubungan antar warna adalah color wheel. Color wheel ini bisa hanya terdiri sebagian kecil jenis warna, bisa juga menjadi lebih banyak jumlahnya.
2.2.6 Analisa SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat)
• Strength
Daya tarik atau kekuatan dari animasi edukasi ini adalah:
- Adanya 2 karakter yang mengisi animasi edukasi ini, yaitu yang satu berperan sebagai orang yang menjelaskan mengenai tema edukasinya dan yang satu lagi sebagai orang yang masih dalam tahap belajar dan banyak bertanya untuk mencari tahu.
- Bahasa yang digunakan dalam percakapan selama durasi animasi ini bersifat informal, agar audience tidak mudah bosan dan menikmati animasi edukasi ini sambil belajar.
- Style animasi edukasi ini menerapkan visual berwarna hangat atau
warm namun cerah yang dapat dinikmati oleh semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
• Weakness
Kelemahan dari animasi edukasi ini adalah hanya menarik perhatian audiens yang suka atau memiliki minat dengan kucing.
• Opportunity
Kesempatan yang ada dalam animasi edukasi ini adalah perkembangan animasi yang menjadi media belajar yang handal dan lebih menarik, terutama untuk tema edukasi.
• Threat
Kemungkinan ancaman yang dapat terjadi adalah masyarakat yang masih menganggap bahwa animasi atau kartun hanya dikonsumsi untuk anak-anak dan juga masih meremehkan kualitas animasi lokal.