Cara Menghindari Terjadinya Kecelakaan Kerja Ditempat Kerja

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Cara menghindari terjadinya Kecelakaan Kerja ditempat

Cara menghindari terjadinya Kecelakaan Kerja ditempat

kerja

kerja

Keselamatan Kerja adalah merupakan suatu bagian yang sangat penting bagi tenaga kerja Keselamatan Kerja adalah merupakan suatu bagian yang sangat penting bagi tenaga kerja dalam melaksanakan pekerjaannya yang bersasaran di segala tempat dan segenap kegiatan dalam melaksanakan pekerjaannya yang bersasaran di segala tempat dan segenap kegiatan ekonomi. Keselamatan kerja adalah tugas semua orang pekerja bagaimana dapat melindungi ekonomi. Keselamatan kerja adalah tugas semua orang pekerja bagaimana dapat melindungi dirinya dan menciptakan situasi tempat kerja yang aman selamat. Keselamatan kerja dirinya dan menciptakan situasi tempat kerja yang aman selamat. Keselamatan kerja menngkatkan produksi dan produktifitas. Produktifitas adalah perbandingan hasil kerja dan menngkatkan produksi dan produktifitas. Produktifitas adalah perbandingan hasil kerja dan upaya yang digunakannya agar dapat membantu peningkatan produksi atas dasar menjamin upaya yang digunakannya agar dapat membantu peningkatan produksi atas dasar menjamin  perlindungan

 perlindungan keselamatan keselamatan dan dan keamanan keamanan kerja, kerja, jelas jelas bahwa bahwa keselamatan keselamatan kerja kerja adalah adalah satu satu segisegi aspek penting dari perlindungan tenaga kerja, dalam hubungan ini berkaitan dengan bahaya da aspek penting dari perlindungan tenaga kerja, dalam hubungan ini berkaitan dengan bahaya da resiko kerja.

resiko kerja.

Keselamatan kerja adalah sarana utaam untuk pencegahan kecelakaan , cacat dan Keselamatan kerja adalah sarana utaam untuk pencegahan kecelakaan , cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. Keselamatan kerja yang baik adalah pintu gerbang kematian sebagai akibat kecelakaan kerja. Keselamatan kerja yang baik adalah pintu gerbang  bagi keamanan tena

 bagi keamanan tenaga kerja. Kecelakaan ga kerja. Kecelakaan selain menjadi sebab selain menjadi sebab hanbatan-hambatan langsung hanbatan-hambatan langsung jugajuga merupakan kerugian-kerugian secara tidak langsung yakni kerusakan mesin atau alat merupakan kerugian-kerugian secara tidak langsung yakni kerusakan mesin atau alat kerjanya.Hal-hal yang mempengaruhi dan dapat menciptakan hasil kerja bagi keselamatan kerja kerjanya.Hal-hal yang mempengaruhi dan dapat menciptakan hasil kerja bagi keselamatan kerja antara lain :

antara lain : a.

a. Tingkat keselamatan kerja yang tinggi dapat dikuranginya kecelakaan yang mungkinTingkat keselamatan kerja yang tinggi dapat dikuranginya kecelakaan yang mungkin terjadi ditekan sekecil-kecilnya.

terjadi ditekan sekecil-kecilnya.  b.

 b. Tingkat keselamatan kerja yang tinggi sejalan dengan pemeliharaan dan penggunaanTingkat keselamatan kerja yang tinggi sejalan dengan pemeliharaan dan penggunaan  peralatan kerja yang lebih akurat.

 peralatan kerja yang lebih akurat. c.

c. Tingkat keselamatan kerja yang tinggi menciptakan kondisi-kondisi yang mendukungTingkat keselamatan kerja yang tinggi menciptakan kondisi-kondisi yang mendukung kenyamanan serta kegairahan kerja.

kenyamanan serta kegairahan kerja. d.

d. Praktek keselamatan kerja tidak bisa dipisah-pisahkan dari keterampilan, keduanyaPraktek keselamatan kerja tidak bisa dipisah-pisahkan dari keterampilan, keduanya mendukung kenyamanan serta kegairahan kerja.

mendukung kenyamanan serta kegairahan kerja. e.

e. Keselamatan kerja yang dilaksanakan sebaik-baiknya dengan partisipasi pengusahaKeselamatan kerja yang dilaksanakan sebaik-baiknya dengan partisipasi pengusaha dan buruh akan membawa iklim keamanan dan ketenagaan kerja.

dan buruh akan membawa iklim keamanan dan ketenagaan kerja. A.

A. Tujuan keselamatan kerjaTujuan keselamatan kerja

Adapun tujuan dari keselamatan kerja itu berguna untuk: Adapun tujuan dari keselamatan kerja itu berguna untuk:

a.

a. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamtannya dalam melakukan pekerjaan untuk Melindungi tenaga kerja atas hak keselamtannya dalam melakukan pekerjaan untuk  kesejahteraan hidup dan meningkatkan Produksi dan Produktifitas nasional.

kesejahteraan hidup dan meningkatkan Produksi dan Produktifitas nasional.  b.

 b. Menjamin keselamatan kerja orang lain yang berada di tempat kerja.Menjamin keselamatan kerja orang lain yang berada di tempat kerja. c.

c. Sumber produksi dijaga, dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien.Sumber produksi dijaga, dipelihara dan dipergunakan secara aman dan efisien. B.

B. Kerugian akibat kecelakaan kerjaKerugian akibat kecelakaan kerja

Kerugian-kerugian yang disebabkan kecelakaan akibat kerja : Kerugian-kerugian yang disebabkan kecelakaan akibat kerja :

a.

a. KerusakanKerusakan  b.

 b. Kekacauan organisasiKekacauan organisasi c.

c. Keluhan dan kesedihanKeluhan dan kesedihan d.

(2)

e.

e. KematianKematian C.

C. PencegahanPencegahan

Kecelakaan akibat kerja dapat dicegah dengan: Kecelakaan akibat kerja dapat dicegah dengan:

a.

a. Peraturan Perundangan yaitu ketentuan-ketentuan yang diwajibkan mengenai kondisiPeraturan Perundangan yaitu ketentuan-ketentuan yang diwajibkan mengenai kondisi kerja pada umunya, perencanaan konstruksi, perawatan, pengawasan, pengujian dan kerja pada umunya, perencanaan konstruksi, perawatan, pengawasan, pengujian dan cara kerja peralatan.

cara kerja peralatan.  b.

 b. Standarisasi yaitu penetapan standar-standar resmi, setengah resmi atau hak resmiStandarisasi yaitu penetapan standar-standar resmi, setengah resmi atau hak resmi mengenai misalnya : konstruksi yang memenuhi syarat-syarat keselamatan jenis-jenis mengenai misalnya : konstruksi yang memenuhi syarat-syarat keselamatan jenis-jenis  peralatan kerja.

 peralatan kerja. c.

c. Pengawasan yaitu : Pengawasan tentang dipatuhinya ketentuan-ketentuan perundang-Pengawasan yaitu : Pengawasan tentang dipatuhinya ketentuan-ketentuan perundang-undangan yang diwajibkan

undangan yang diwajibkan d.

d. Pendidikan yang menyangkut pendidikan keselamatan dalam kemajuan teknik.Pendidikan yang menyangkut pendidikan keselamatan dalam kemajuan teknik. e.

e. Latihan-latihan yaitu : Latihan kerja peningkatan keterampilan atau praktek kerjaLatihan-latihan yaitu : Latihan kerja peningkatan keterampilan atau praktek kerja khusunya tenaga kerja baru dalam keselamatan kerja.

khusunya tenaga kerja baru dalam keselamatan kerja. f.

f. Asuransi yaitu insentif pada setiap orang tenaga kerja untuk meningkatkanAsuransi yaitu insentif pada setiap orang tenaga kerja untuk meningkatkan  pencegahan kecelakaan.

 pencegahan kecelakaan. g.

g. Usaha Usaha keselamatan keselamatan pada pada tingkat tingkat perusahaan.perusahaan. Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk  Keselamatan dan kesehatan kerja difilosofikan sebagai suatu pemikiran dan upaya untuk  menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat makmur  khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat makmur  dan sejahtera. Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan dan sejahtera. Sedangkan pengertian secara keilmuan adalah suatu ilmu pengetahuan dan  penerapannya

 penerapannya dalam dalam usaha usaha mencegah mencegah kemungkinan kemungkinan terjadinya terjadinya kecelakaan kecelakaan dan dan penyakit penyakit akibatakibat kerja.

kerja.

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) tidak dapat dipisahkan dengan proses produksi  baik

 baik jasa jasa maupun maupun industri. industri. Perkembangan Perkembangan pembangunan pembangunan setelah setelah Indonesia Indonesia merdekamerdeka menimbulkan konsekwensi meningkatkan intensitas kerja yang mengakibatkan pula menimbulkan konsekwensi meningkatkan intensitas kerja yang mengakibatkan pula meningkatnya resiko kecelakaan di lingkungan kerja.

meningkatnya resiko kecelakaan di lingkungan kerja.

Hal tersebut juga mengakibatkan meningkatnya tuntutan yang lebih tinggi dalam Hal tersebut juga mengakibatkan meningkatnya tuntutan yang lebih tinggi dalam mencegah terjadinya kecelakaan yang beraneka ragam bentuk maupun jenis kecelakaannya. mencegah terjadinya kecelakaan yang beraneka ragam bentuk maupun jenis kecelakaannya. Sejalan dengan itu, perkembangan pembangunan yang dilaksanakan tersebut maka disusunlah Sejalan dengan itu, perkembangan pembangunan yang dilaksanakan tersebut maka disusunlah UU No.14 tahun 1969 tentang pokok-pokok mengenai tenaga kerja yang selanjutnya mengalami UU No.14 tahun 1969 tentang pokok-pokok mengenai tenaga kerja yang selanjutnya mengalami  perubahan menjadi UU No.12 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan.

 perubahan menjadi UU No.12 tahun 2003 tentang ketenaga kerjaan.

Dalam pasal 86 UU No.13 tahun 2003, dinyatakan bahwa setiap pekerja atau buruh Dalam pasal 86 UU No.13 tahun 2003, dinyatakan bahwa setiap pekerja atau buruh mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral mempunyai hak untuk memperoleh perlindungan atas keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat serta nilai-nilai agama. dan kesusilaan dan perlakuan yang sesuai dengan harkat dan martabat serta nilai-nilai agama. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, maka dikeluarkanlah peraturan Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, maka dikeluarkanlah peraturan perundangan-undangan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja sebagai pengganti peraturan sebelumnya undangan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja sebagai pengganti peraturan sebelumnya

(3)

yaitu Veiligheids Reglement, STBl No.406 tahun 1910 yang dinilai sudah tidak memadai yaitu Veiligheids Reglement, STBl No.406 tahun 1910 yang dinilai sudah tidak memadai menghadapi kemajuan dan perkembangan yang ada.

menghadapi kemajuan dan perkembangan yang ada.

Peraturan tersebut adalah Undang-undang No.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja Peraturan tersebut adalah Undang-undang No.1 tahun 1970 tentang keselamatan kerja yang ruang lingkupnya meliputi segala

yang ruang lingkupnya meliputi segala lingkungan kerja, baik di lingkungan kerja, baik di darat, didalam tanah,darat, didalam tanah,  permukaan

 permukaan air, air, di di dalam dalam air air maupun maupun udara, udara, yang yang berada berada di di dalam dalam wilayah wilayah kekuasaan kekuasaan hukumhukum Republik Indonesia. Undang-undang tersebut juga mengatur syarat-syarat keselamatan kerja Republik Indonesia. Undang-undang tersebut juga mengatur syarat-syarat keselamatan kerja dimulai dari perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemasangan, dimulai dari perencanaan, pembuatan, pengangkutan, peredaran, perdagangan, pemasangan,  pemakaian,

 pemakaian, penggunaan, penggunaan, pemeliharaan pemeliharaan dan dan penyimpanan penyimpanan bahan, bahan, barang barang produk produk tekhnis tekhnis dandan aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan.

aparat produksi yang mengandung dan dapat menimbulkan bahaya kecelakaan.

Walaupun sudah banyak peraturan yang diterbitkan, namun pada pelaksaannya masih Walaupun sudah banyak peraturan yang diterbitkan, namun pada pelaksaannya masih  banyak

 banyak kekurangan kekurangan dan dan kelemahannya kelemahannya karena karena terbatasnya terbatasnya personil personil pengawasan, pengawasan, sumber sumber dayadaya manusia K3 serta sarana yang ada. Oleh karena itu, masih diperlukan upaya untuk  manusia K3 serta sarana yang ada. Oleh karena itu, masih diperlukan upaya untuk  memberdayakan lembaga-lembaga K3 yang ada di masyarakat, meningkatkan sosialisasi dan memberdayakan lembaga-lembaga K3 yang ada di masyarakat, meningkatkan sosialisasi dan kerjasama dengan mitra sosial guna membantu pelaksanaan pengawasan norma K3 agar terjalan kerjasama dengan mitra sosial guna membantu pelaksanaan pengawasan norma K3 agar terjalan dengan baik.

dengan baik. D.

D. Sebab-sebab KecelakaanSebab-sebab Kecelakaan

Kecelakaan tidak terjadi begitu saja, kecelakaan terjadi karena tindakan yang salah atau Kecelakaan tidak terjadi begitu saja, kecelakaan terjadi karena tindakan yang salah atau kondisi yang tidak aman. Kelalaian sebagai sebab kecelakaan merupakan nilai tersendiri dari kondisi yang tidak aman. Kelalaian sebagai sebab kecelakaan merupakan nilai tersendiri dari teknik keselamatan. Ada pepatah yang mengungkapkan tindakan yang lalai seperti kegagalan teknik keselamatan. Ada pepatah yang mengungkapkan tindakan yang lalai seperti kegagalan dalam melihat atau berjalan mencapai suatu yang jauh diatas sebuah tangga. Hal tersebut dalam melihat atau berjalan mencapai suatu yang jauh diatas sebuah tangga. Hal tersebut menunjukkan cara yang lebih baik selamat untuk menghilangkan kondisi kelalaian dan menunjukkan cara yang lebih baik selamat untuk menghilangkan kondisi kelalaian dan memperbaiki kesadaran mengenai keselamatan setiap kar

memperbaiki kesadaran mengenai keselamatan setiap kar yawan pabrik.yawan pabrik.

Diantara kondisi yang kurang aman salah satunya adalah pencahayaan, ventilasi yang Diantara kondisi yang kurang aman salah satunya adalah pencahayaan, ventilasi yang memasukkan debu dan gas, layout yang berbahaya ditempatkan dekat dengan pekerja, pelindung memasukkan debu dan gas, layout yang berbahaya ditempatkan dekat dengan pekerja, pelindung mesin yang tak sebanding, peralatan yang rusak, peralatan pelindung yang tak mencukupi, mesin yang tak sebanding, peralatan yang rusak, peralatan pelindung yang tak mencukupi, seperti helm dan gudang yang kurang baik.

seperti helm dan gudang yang kurang baik.

Diantara tindakan yang kurang aman salah satunya diklasifikasikan seperti latihan sebagai Diantara tindakan yang kurang aman salah satunya diklasifikasikan seperti latihan sebagai kegagalan menggunakan peralatan keselamatan, mengoperasikan pelindung mesin kegagalan menggunakan peralatan keselamatan, mengoperasikan pelindung mesin mengoperasikan tanpa izin atasan, memakai kecepatan penuh, menambah daya dan lain-lain. mengoperasikan tanpa izin atasan, memakai kecepatan penuh, menambah daya dan lain-lain. Dari hasil analisa kebanyakan kecelakaan biasanya terjadi karena mereka lalai ataupun kondisi Dari hasil analisa kebanyakan kecelakaan biasanya terjadi karena mereka lalai ataupun kondisi kerja yang kurang aman, tidak hanya satu saja. Keselamatan dapat dilaksanakan sedini mungkin, kerja yang kurang aman, tidak hanya satu saja. Keselamatan dapat dilaksanakan sedini mungkin, tetapi untuk tingkat efektivitas maksimum, pekerja harus dilatih, menggunakan peralatan tetapi untuk tingkat efektivitas maksimum, pekerja harus dilatih, menggunakan peralatan keselamatan.

keselamatan. E.

E. Faktor - faktor KecelakaanFaktor - faktor Kecelakaan

Studi kasus menunjukkan hanya proporsi yang kecil dari pekerja sebuah industri terdapat Studi kasus menunjukkan hanya proporsi yang kecil dari pekerja sebuah industri terdapat kecelakaan yang cukup banyak. Pekerja pada industri mengatakan itu sebagai kecenderungan kecelakaan yang cukup banyak. Pekerja pada industri mengatakan itu sebagai kecenderungan

(4)

kecelakaan. Untuk mengukur kecenderungan kecelakaan harus menggunakan data dari situasi kecelakaan. Untuk mengukur kecenderungan kecelakaan harus menggunakan data dari situasi yang menunjukkan tingkat resiko yang ekivalen.

yang menunjukkan tingkat resiko yang ekivalen.

Begitupun, pelatihan yang diberikan kepada pekerja harus dianalisa, untuk seseorang Begitupun, pelatihan yang diberikan kepada pekerja harus dianalisa, untuk seseorang yang berada di kelas pelatihan kecenderungan kecelakaan mungkin hanya sedikit yang yang berada di kelas pelatihan kecenderungan kecelakaan mungkin hanya sedikit yang diketahuinya. Satu lagi pertanyaan yang tak terjawab ialah apakah ada hubungan yang signifikan diketahuinya. Satu lagi pertanyaan yang tak terjawab ialah apakah ada hubungan yang signifikan antara kecenderungan terhadap kecelakaan yang kecil atau salah satu kecelakaan yang besar. antara kecenderungan terhadap kecelakaan yang kecil atau salah satu kecelakaan yang besar. Pendekatan yang sering dilakukan untuk seorang manager untuk salah satu faktor kecelakaan Pendekatan yang sering dilakukan untuk seorang manager untuk salah satu faktor kecelakaan terhadap pekerja adalah dengan tidak membayar upahnya. Bagaimanapun jika banyak pabrik  terhadap pekerja adalah dengan tidak membayar upahnya. Bagaimanapun jika banyak pabrik  yang melakukan hal diatas akan menyebabkan berkurangnya rata-rata pendapatan, dan tidak  yang melakukan hal diatas akan menyebabkan berkurangnya rata-rata pendapatan, dan tidak  membayar upah pekerja akan membuat pekerja malas melakukan pekerjaannya dan terus membayar upah pekerja akan membuat pekerja malas melakukan pekerjaannya dan terus membahayakan diri mereka ataupun pekerja yang lain. Ada kemungkinan bahwa kejadian secara membahayakan diri mereka ataupun pekerja yang lain. Ada kemungkinan bahwa kejadian secara acak dari sebuah kecelakaan dapat membuat faktor-faktor kecelakaan tersendiri.

acak dari sebuah kecelakaan dapat membuat faktor-faktor kecelakaan tersendiri. F.

F. Masalah Kesehatan Dan Keselamatan KerjaMasalah Kesehatan Dan Keselamatan Kerja

Kinerja (performen) setiap petugas kesehatan dan non kesehatan merupakan resultante dari Kinerja (performen) setiap petugas kesehatan dan non kesehatan merupakan resultante dari tiga komponen kesehatan kerja yaitu kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja yang tiga komponen kesehatan kerja yaitu kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja yang dapat merupakan beban tambahan pada pekerja. Bila ketiga komponen tersebut serasi maka bisa dapat merupakan beban tambahan pada pekerja. Bila ketiga komponen tersebut serasi maka bisa dicapai suatu derajat kesehatan kerja yang optimal dan peningkatan produktivitas. Sebaliknya dicapai suatu derajat kesehatan kerja yang optimal dan peningkatan produktivitas. Sebaliknya  bila

 bila terdapat terdapat ketidak ketidak serasian serasian dapat dapat menimbulkan menimbulkan masalah masalah kesehatan kesehatan kerja kerja berupa berupa penyakitpenyakit ataupun kecelakaan akibat kerja yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja.

ataupun kecelakaan akibat kerja yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas kerja. G.

G. Usaha-usaha pencegahan terjadinya kecelakaan kerjaUsaha-usaha pencegahan terjadinya kecelakaan kerja

Di abad ke-21 ini semua bangsa tidak dapat lepas dari proses industrialisasi. Indikator  Di abad ke-21 ini semua bangsa tidak dapat lepas dari proses industrialisasi. Indikator  keberhasilan dunia industri sangat bergantung pada kualitas tenaga kerja yang produktif, sehat keberhasilan dunia industri sangat bergantung pada kualitas tenaga kerja yang produktif, sehat dan berkualitas. Kita ambil contoh industri bidang konstruksi, yang merupakan kegiatan di dan berkualitas. Kita ambil contoh industri bidang konstruksi, yang merupakan kegiatan di lapangan, memiliki fenomena kompleks yang menyangkut perilaku dan manajemen keselamatan. lapangan, memiliki fenomena kompleks yang menyangkut perilaku dan manajemen keselamatan. Di dalam industri konstruksi terjadinya kecelakaan berat lima kali lipat dibandingkan industri Di dalam industri konstruksi terjadinya kecelakaan berat lima kali lipat dibandingkan industri  berbasis

 berbasis manufaktur. manufaktur. Pekerjaan Pekerjaan dan dan pemeliharaan pemeliharaan konstruksi konstruksi mempunyai mempunyai sifat sifat bahaya bahaya secarasecara alamiah. Oleh sebab itu masalah bahaya harus ditempatkan pada urutan pertama program alamiah. Oleh sebab itu masalah bahaya harus ditempatkan pada urutan pertama program keselamatan dan kesehatan. Di sebagian besar negara , keselamatan di tempat kerja masih keselamatan dan kesehatan. Di sebagian besar negara , keselamatan di tempat kerja masih memprihatinkan. Seperti di Indonesia, rata-rata pekerja usia produktif (15

memprihatinkan. Seperti di Indonesia, rata-rata pekerja usia produktif (15 –  – 45 tahun) meninggal45 tahun) meninggal akibat kecelakaan kerja. Kenyataanya standard keselamatan kerja di Indonesia paling buruk  akibat kecelakaan kerja. Kenyataanya standard keselamatan kerja di Indonesia paling buruk  dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara. dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara.

Kecelakaan kerja bersifat tidak menguntungkan, tidak dapat diramal, tidak dapat Kecelakaan kerja bersifat tidak menguntungkan, tidak dapat diramal, tidak dapat dihindari sehingga tidak dapat diantisipasi dan interaksinya tidak disengaja. Berdasarkan dihindari sehingga tidak dapat diantisipasi dan interaksinya tidak disengaja. Berdasarkan  penyebabnya,

 penyebabnya, terjadinya terjadinya kecelakaan kecelakaan kerja kerja dapat dapat dikategorikan dikategorikan menjadi menjadi dua, dua, yaitu yaitu langsung langsung dandan

tidak langsung.

tidak langsung.

Adapun sebab kecelakaan tidak langsung terdiri dari faktor lingkungan(zat kimia yang tidak  Adapun sebab kecelakaan tidak langsung terdiri dari faktor lingkungan(zat kimia yang tidak 

(5)

aman, kondisi fisik dan mekanik) dan faktor manusia(lebih dari 80%). aman, kondisi fisik dan mekanik) dan faktor manusia(lebih dari 80%). Pada umumnya kecelakaan terjadi karena kurangnya pengetahuan dan pelatihan, kurangnya Pada umumnya kecelakaan terjadi karena kurangnya pengetahuan dan pelatihan, kurangnya  pengawasan,

 pengawasan, kompleksitas kompleksitas dan dan keanekaragaman keanekaragaman ukuran ukuran organisasi, organisasi, yang yang kesemuanyakesemuanya mempengaruhi kinerja keselamatan dalam industri konstruksi. mempengaruhi kinerja keselamatan dalam industri konstruksi. Para pekerja akan tertekan dalam bekerja apabila waktu yang disediakan untuk  Para pekerja akan tertekan dalam bekerja apabila waktu yang disediakan untuk  merencanakan, melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan terbatas. Manusia dan beban kerja merencanakan, melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaan terbatas. Manusia dan beban kerja serta faktor-faktor dalam lingkungan kerja merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, serta faktor-faktor dalam lingkungan kerja merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan,

yang disebut roda keseimbangan dinamis.

yang disebut roda keseimbangan dinamis.

Untuk mencegah gangguan daya kerja, ada beberapa usaha yang dapat dilakukan agar  Untuk mencegah gangguan daya kerja, ada beberapa usaha yang dapat dilakukan agar   para buruh tetap produktif dan mendapatkan jaminan perlindungan keselamatan kerja, yaitu:

 para buruh tetap produktif dan mendapatkan jaminan perlindungan keselamatan kerja, yaitu: a.

a. Pemeriksaan kesehatan sebelum bekerja (calon pekerja) untuk mengetahui apakah calonPemeriksaan kesehatan sebelum bekerja (calon pekerja) untuk mengetahui apakah calon  pekerja tersebut serasi dengan pekerjaan barunya, baik secara fisik maupun mental.

 pekerja tersebut serasi dengan pekerjaan barunya, baik secara fisik maupun mental.  b.

 b. Pemeriksaan kesehatan berkala/ulangan, yaitu untuk mengevaluasi apakah faktor-faktor Pemeriksaan kesehatan berkala/ulangan, yaitu untuk mengevaluasi apakah faktor-faktor   penyebab itu telah menimbulkan gangguan pada pekerja.

 penyebab itu telah menimbulkan gangguan pada pekerja. c.

c. Pendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja diberikan kepada para buruh secaraPendidikan tentang kesehatan dan keselamatan kerja diberikan kepada para buruh secara kontinu agar mereka tetap waspada dalam menjalankan pekerjaannya.

kontinu agar mereka tetap waspada dalam menjalankan pekerjaannya. d.

d. Pemberian informasi tentang peraturan-peraturan yang berlaku di tempat kerja sebelumPemberian informasi tentang peraturan-peraturan yang berlaku di tempat kerja sebelum mereka memulai tugasnya, tujuannya agar mereka mentaatinya.

mereka memulai tugasnya, tujuannya agar mereka mentaatinya. e.

e. Penggunaan pakaian pelindung.Penggunaan pakaian pelindung. f.

f. Isolasi terhadap operasi atau proses yang membahayakan, misalnya proses pencampuranIsolasi terhadap operasi atau proses yang membahayakan, misalnya proses pencampuran  bahan kimia berbahaya, dan pengoperasian mesin yang sangat bising.

 bahan kimia berbahaya, dan pengoperasian mesin yang sangat bising. g.

g. Pengaturan ventilasi setempat/lokal, agar bahan-bahan/gas sisa dapat dihisap danPengaturan ventilasi setempat/lokal, agar bahan-bahan/gas sisa dapat dihisap dan dialirkan keluar.

dialirkan keluar. h.

h. Substitusi bahan yang lebih berbahaya dengan bahan yang kurang berbahaya atau tidak Substitusi bahan yang lebih berbahaya dengan bahan yang kurang berbahaya atau tidak   berbahaya sama sekali.

 berbahaya sama sekali. i.

i. Pengadaan ventilasi umum untuk mengalirkan udara ke dalam ruang kerja sesuai denganPengadaan ventilasi umum untuk mengalirkan udara ke dalam ruang kerja sesuai dengan kebutuhan.

kebutuhan.

Dapat disimpulkan bahwa pekerja sebagai sumberdaya dalam lingkungan kerja Dapat disimpulkan bahwa pekerja sebagai sumberdaya dalam lingkungan kerja konstruksi harus dikelola dengan baik, sehingga dapat memacu produktivitas yang tinggi. konstruksi harus dikelola dengan baik, sehingga dapat memacu produktivitas yang tinggi. Keinginan untuk mencapai produktivitas yang tinggi harus memperhatikan segi keselamatan Keinginan untuk mencapai produktivitas yang tinggi harus memperhatikan segi keselamatan kerja, seperti memastikan bahwa para pekerja d

kerja, seperti memastikan bahwa para pekerja dalam kondisi kerja aman.alam kondisi kerja aman.

H.

H. Konsepsi penyebab kecelakaan kerjaKonsepsi penyebab kecelakaan kerja a.

a. Sebelum Revolusi Industri :Sebelum Revolusi Industri :

Kecelakaan itu terjadi karena nasib semata-mata, sehingga pada waktu itu belum ada Kecelakaan itu terjadi karena nasib semata-mata, sehingga pada waktu itu belum ada usaha secara rasional yang diarahkan untuk mencegah kecelakaan.

usaha secara rasional yang diarahkan untuk mencegah kecelakaan.

b.

(6)

Herbert W Heinrich memprakarsai teori dasar penyebab dan pencegahan kecelakaan atau Herbert W Heinrich memprakarsai teori dasar penyebab dan pencegahan kecelakaan atau yang dikenal dengan teori

yang dikenal dengan teori“Domino Kecelakaan”.“Domino Kecelakaan”. Dia mengatakan bahwa sebagianDia mengatakan bahwa sebagian

 besar kecelakaan (

 besar kecelakaan ( ± 80% ) ± 80% ) disebabkan karena faktor disebabkan karena faktor manusia atau dengan manusia atau dengan perkataan lainperkataan lain tindakan tidak aman dari manusia.

tindakan tidak aman dari manusia. I.

I. Kapasitas KerjaKapasitas Kerja

Status kesehatan masyarakat pekerja di Indonesia pada umumnya belum memuaskan. Status kesehatan masyarakat pekerja di Indonesia pada umumnya belum memuaskan. Dari beberapa hasil penelitian didapat gambaran bahwa 30-40% masyarakat pekerja kurang Dari beberapa hasil penelitian didapat gambaran bahwa 30-40% masyarakat pekerja kurang kalori protein, 30% menderita anemia gizi dan 35% kekurangan zat besi tanpa anemia. Kondisi kalori protein, 30% menderita anemia gizi dan 35% kekurangan zat besi tanpa anemia. Kondisi kesehatan seperti ini tidak memungkinkan bagi para pekerja untuk bekerja dengan produktivitas kesehatan seperti ini tidak memungkinkan bagi para pekerja untuk bekerja dengan produktivitas yang optimal. Hal ini diperberat lagi dengan kenyataan bahwa angkatan kerja yang ada sebagian yang optimal. Hal ini diperberat lagi dengan kenyataan bahwa angkatan kerja yang ada sebagian  besar

 besar masih masih di di isi isi oleh oleh petugas petugas kesehatan kesehatan dan dan non non kesehatan kesehatan yang yang mempunyai mempunyai banyak banyak  keterbatasan, sehingga untuk dalam melakukan tugasnya mungkin sering mendapat kendala keterbatasan, sehingga untuk dalam melakukan tugasnya mungkin sering mendapat kendala terutama menyangkut masalah PAHK dan kecelakaan kerja.

terutama menyangkut masalah PAHK dan kecelakaan kerja. J.

J. Beban KerjaBeban Kerja

Sebagai pemberi jasa pelayanan kesehatan maupun yang bersifat teknis beroperasi 8 - 24 Sebagai pemberi jasa pelayanan kesehatan maupun yang bersifat teknis beroperasi 8 - 24  jam sehari, dengan demikian kegiatan pelayanan kesehatan pada laboratorium menuntut adanya  jam sehari, dengan demikian kegiatan pelayanan kesehatan pada laboratorium menuntut adanya  pola kerja bergilirdan tugas/jaga malam. Pola kerja yang berubah-ubah dapat menyebabkan  pola kerja bergilirdan tugas/jaga malam. Pola kerja yang berubah-ubah dapat menyebabkan

kelelahan yang meningkat, akibat terjadinya perubahan pada bioritmik (irama tubuh). Faktor lain kelelahan yang meningkat, akibat terjadinya perubahan pada bioritmik (irama tubuh). Faktor lain yang turut memperberat beban kerja antara lain tingkat gaji dan jaminan sosial bagi pekerja yang yang turut memperberat beban kerja antara lain tingkat gaji dan jaminan sosial bagi pekerja yang masih relatif rendah, yang berdampak pekerja terpaksa melakukan kerja tambahan secara

masih relatif rendah, yang berdampak pekerja terpaksa melakukan kerja tambahan secara  berlebihan. Beban psikis ini dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan stres.

 berlebihan. Beban psikis ini dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan stres. K.

K. Lingkungan KerjaLingkungan Kerja

Lingkungan kerja bila tidak memenuhi persyaratan dapat mempengaruhi kesehatan kerja Lingkungan kerja bila tidak memenuhi persyaratan dapat mempengaruhi kesehatan kerja dapat menimbulkan Kecelakaan Kerja (Occupational Accident), Penyakit Akibat Kerja dan dapat menimbulkan Kecelakaan Kerja (Occupational Accident), Penyakit Akibat Kerja dan Penyakit Akibat Hubungan Kerja (Occupational

Penyakit Akibat Hubungan Kerja (Occupational Disease & Work Related Diseases).Disease & Work Related Diseases). L.

L. Kecelakaan kerjaKecelakaan kerja

Berdasarkan konsepsi sebab kecelakaan tersebut diatas, maka ditinjau dari sudut keselamatan Berdasarkan konsepsi sebab kecelakaan tersebut diatas, maka ditinjau dari sudut keselamatan kerja unsur-unsur penyebab kecelakaan kerja mencakup 5 M yaitu :

kerja unsur-unsur penyebab kecelakaan kerja mencakup 5 M yaitu : a.

a. ManusiaManusia  b.

 b. Manajemen ( unsur pengatur )Manajemen ( unsur pengatur ) c.

c. Material ( bahan-bahan )Material ( bahan-bahan )

d.

d. Mesin ( peralatan )Mesin ( peralatan ) e.

e. Medan ( tempat kerja / lingkunganMedan ( tempat kerja / lingkungan kerja )

kerja )

Semua unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu sistem tersendiri. Semua unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu sistem tersendiri. Ketimpangan pada salah satu atau lebih unsur tersebut akan menimbulkan kecelakaan / kerugian. Ketimpangan pada salah satu atau lebih unsur tersebut akan menimbulkan kecelakaan / kerugian. Berikut contoh bentuk-bentuk ketimpangan unsur 5M tersebut.:

Berikut contoh bentuk-bentuk ketimpangan unsur 5M tersebut.: a.

a. Unsur Manusia, antara lain :Unsur Manusia, antara lain : 

(7)

 Kurangya pengetahuan / keterampilan.Kurangya pengetahuan / keterampilan. 

 Ketidakmampuan fisik / mental.Ketidakmampuan fisik / mental. 

 Kurangnya motivasi.Kurangnya motivasi.

 b.

 b. Unsur Manajemen, antara lain :Unsur Manajemen, antara lain :

 Kurang pengawasan.Kurang pengawasan. 

 Struktur organisasi yang tidak jelas dan kurang teStruktur organisasi yang tidak jelas dan kurang te pat.pat. 

 Kesalahan prosedur operasi.Kesalahan prosedur operasi. 

 Kesalahan pembinaan pekerja.Kesalahan pembinaan pekerja.

c.

c. Unsur Material, antara lain :Unsur Material, antara lain :

 Adanya bahan beracun / mudah terbakar.Adanya bahan beracun / mudah terbakar. 

 Adanya bahan yang mengandung korosif.Adanya bahan yang mengandung korosif.

d.

d. Unsur Mesin, antara lain :Unsur Mesin, antara lain :

 Cacat pada waktu proses pembuatan.Cacat pada waktu proses pembuatan. 

 Kerusakan karena pengolahan.Kerusakan karena pengolahan. 

 Kesalahan perencanaan.Kesalahan perencanaan.

e.

e. Unsur Medan, antara lain :Unsur Medan, antara lain :

 Penerangan tidak tepat ( silau atau gPenerangan tidak tepat ( silau atau gelap ).elap ). 

 Ventilasi buruk dan housekeeping yang jelek.Ventilasi buruk dan housekeeping yang jelek.

M.

M. Pencegah KecelakaanPencegah Kecelakaan

Berdasarkan uraian diatas, maka kecelakaan terjadi karena adanya ketimpangan dalam Berdasarkan uraian diatas, maka kecelakaan terjadi karena adanya ketimpangan dalam unsur 5M, yang dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok yang saling terkait, yaitu : Manusia, unsur 5M, yang dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok yang saling terkait, yaitu : Manusia, Perangkat keras dan Perangkat lunak. Oleh karena itu dalam melaksanakan pencegahan dan Perangkat keras dan Perangkat lunak. Oleh karena itu dalam melaksanakan pencegahan dan  pengendalian

 pengendalian kecelakaan kecelakaan adalah adalah dengan dengan pendekatan pendekatan kepada kepada ketiga ketiga unsur unsur kelompok kelompok tersebut,tersebut, yaitu :

yaitu : a.

a. Pendekatan terhadap kelemahan pada unsur manusia, antara lain :Pendekatan terhadap kelemahan pada unsur manusia, antara lain :

 Pemilihan / penempatan pegawai secara tepat agar diperoleh keserasian antara bakatPemilihan / penempatan pegawai secara tepat agar diperoleh keserasian antara bakat

dan kemampuan fisik pekerja dengan tugasnya. dan kemampuan fisik pekerja dengan tugasnya.

 Pembinaan pengetahuan dan keterampilan melalui training yang relevan denganPembinaan pengetahuan dan keterampilan melalui training yang relevan dengan

 pekerjaannya.  pekerjaannya.

 Pembinaan motivasi agar tenaga kerja bersikap dan bertndak sesuai denganPembinaan motivasi agar tenaga kerja bersikap dan bertndak sesuai dengan

keperluan perusahaan. keperluan perusahaan.

 Pengarahan penyaluran instruksi dan informasi yang lengkPengarahan penyaluran instruksi dan informasi yang lengk ap dan jelas.ap dan jelas. 

 Pengawasan dan disiplin yang wajar.Pengawasan dan disiplin yang wajar.

 b.

 b. Pendekatan terhadap kelemahan pada perangkat keras, antara lain :Pendekatan terhadap kelemahan pada perangkat keras, antara lain :

 Perancangan, pembangunan, pengendalian, modifikasi, peralatan kilang, mesin-Perancangan, pembangunan, pengendalian, modifikasi, peralatan kilang,

mesin-mesin harus memperhitungkan keselamatan kerja. mesin harus memperhitungkan keselamatan kerja.

(8)

 Pengelolaan penimbunan, pengeluaran, penyaluran, pengangkutan, penyusunan,Pengelolaan penimbunan, pengeluaran, penyaluran, pengangkutan, penyusunan,

 penyimpanan

 penyimpanan dan dan penggunaan penggunaan bahan bahan produksi produksi secara secara tepat tepat sesuai sesuai dengan dengan standar standar  keselamatan kerja yang berlaku.

keselamatan kerja yang berlaku.

 Pemeliharaan tempat kerja tetap bersih dan aman untuk pekerja.Pemeliharaan tempat kerja tetap bersih dan aman untuk pekerja. 

 Pembuangan sisa produksi dengan memperhitungkan kelestarian lingkungan.Pembuangan sisa produksi dengan memperhitungkan kelestarian lingkungan. 

 Perencanaan lingkungan kerja sesuai dengan kemampuan manusia.Perencanaan lingkungan kerja sesuai dengan kemampuan manusia.

c.

c. Pendekatan terhadap kelemahan pada perangkat lunak, harus melibatkan seluruh levelPendekatan terhadap kelemahan pada perangkat lunak, harus melibatkan seluruh level manajemen, antara lain :

manajemen, antara lain :

 Penyebaran, pelaksanaan dan pengawasan dari safety policy.Penyebaran, pelaksanaan dan pengawasan dari safety policy. 

 Penentuan struktur pelimpahan wewenang dan pembagian tanggung jawab.Penentuan struktur pelimpahan wewenang dan pembagian tanggung jawab. 

 Penentuan Penentuan pelaksanaan pelaksanaan pengawasan, pengawasan, melaksanakan melaksanakan dan dan mengawasimengawasi

sistem/prosedur

sistem/prosedur kerja kerja yang yang benar.benar.

 Pembuatan sistem pengendalian bahaya.Pembuatan sistem pengendalian bahaya. 

 Perencanaan sistem pemeliharaan, penempatan dan pembinaan pekerja yangPerencanaan sistem pemeliharaan, penempatan dan pembinaan pekerja yang

terpadu. terpadu.

 Penggunaan standard/code yang dapat diandalkan.Penggunaan standard/code yang dapat diandalkan. 

 Pembuatan sistem pemantauan untuk mengetahui ketimpangan yang ada.Pembuatan sistem pemantauan untuk mengetahui ketimpangan yang ada.

N.

N. Tinjauan Tentang Tenaga KesehatanTinjauan Tentang Tenaga Kesehatan a.

a. Pengertian Tenaga KesehatanPengertian Tenaga Kesehatan

Kesehatan merupakan hak dan kebutuhan dasar manusia. Dengan demikian Pemerintah Kesehatan merupakan hak dan kebutuhan dasar manusia. Dengan demikian Pemerintah mempunyai kewajiban untuk mengadakan dan mengatur upaya pelayanan kesehatan yang dapat mempunyai kewajiban untuk mengadakan dan mengatur upaya pelayanan kesehatan yang dapat dijangkau rakyatnya. Masyarakat, dari semua lapisan, memiliki hak dan kesempatan yang sama dijangkau rakyatnya. Masyarakat, dari semua lapisan, memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mendapat pelayanan kesehatan.

untuk mendapat pelayanan kesehatan.

Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau ketermpilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang serta memiliki pengetahuan dan atau ketermpilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan, baik berupa untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan, baik berupa  pendidikan

 pendidikan gelar-D3, gelar-D3, S1, S1, S2 S2 dan dan S3-; S3-; pendidikan pendidikan non non gelar; gelar; sampai sampai dengan dengan pelatihan pelatihan khususkhusus kejuruan khusus seperti Juru Imunisasi, Malaria, dsb., dan keahlian. Hal inilah yang kejuruan khusus seperti Juru Imunisasi, Malaria, dsb., dan keahlian. Hal inilah yang membedakan jenis tenaga ini dengan tenaga lainnya. Hanya mereka yang mempunyai pendidikan membedakan jenis tenaga ini dengan tenaga lainnya. Hanya mereka yang mempunyai pendidikan atau keahlian khusus-lah yang boleh melakukan pekerjaan tertentu yang berhubungan dengan atau keahlian khusus-lah yang boleh melakukan pekerjaan tertentu yang berhubungan dengan  jiwa dan fisik manusia, serta lingkungannya.

 jiwa dan fisik manusia, serta lingkungannya.

Tenaga kesehatan berperan sebagai perencana, penggerak dan sekaligus pelaksana Tenaga kesehatan berperan sebagai perencana, penggerak dan sekaligus pelaksana  pembangunan

 pembangunan kesehatan kesehatan sehingga tanpsehingga tanpa tersedianya a tersedianya tenaga tenaga dalam jumlah dalam jumlah dan jenis dan jenis yang sesuai,yang sesuai, maka pembangunan kesehatan tidak akan dapat berjalan secara optimal.

maka pembangunan kesehatan tidak akan dapat berjalan secara optimal.

Kebijakan tentang pendayagunaan tenaga kesehatan sangat dipengaruhi oleh kebijakan Kebijakan tentang pendayagunaan tenaga kesehatan sangat dipengaruhi oleh kebijakan kebijakan sektor lain, seperti: kebijakan sektor pendidikan, kebijakan sektor ketenagakerjaan, kebijakan sektor lain, seperti: kebijakan sektor pendidikan, kebijakan sektor ketenagakerjaan, sektor keuangan dan peraturan kepegawaian. Kebijakan sektor kesehatan yang berpengaruh sektor keuangan dan peraturan kepegawaian. Kebijakan sektor kesehatan yang berpengaruh

(9)

terhadap pendayagunaan tenaga kesehatan antara lain: kebijakan tentang arah dan strategi terhadap pendayagunaan tenaga kesehatan antara lain: kebijakan tentang arah dan strategi  pembangunan

 pembangunan kesehatan, kesehatan, kebijakan kebijakan tentang tentang pelayanan pelayanan kesehatan, kesehatan, kebijakan kebijakan tentang tentang pendidikanpendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan, dan kebijakan tentang pembiayaan kesehatan. Selain dari pada dan pelatihan tenaga kesehatan, dan kebijakan tentang pembiayaan kesehatan. Selain dari pada itu, beberapa faktor makro yang berpengaruh terhadap pendayagunaan tenaga kesehatan, yaitu: itu, beberapa faktor makro yang berpengaruh terhadap pendayagunaan tenaga kesehatan, yaitu: desentralisasi, globalisasi, menguatnya komersialisasi pelayanan kesehatan, teknologi kesehatan desentralisasi, globalisasi, menguatnya komersialisasi pelayanan kesehatan, teknologi kesehatan dan informasi. Oleh karena itu, kebijakan pendayagunaan tenaga kesehatan harus memperhatikan dan informasi. Oleh karena itu, kebijakan pendayagunaan tenaga kesehatan harus memperhatikan semua faktor di atas.

semua faktor di atas. b.

b. Jenis Tenaga KesehatanJenis Tenaga Kesehatan

Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang Tenaga Kesehatan adalah setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau ketermpilan melalui pendidikan di bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau ketermpilan melalui pendidikan di bidang kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan, kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan,  baik

 baik berupa berupa pendidikan pendidikan gelar-D3, gelar-D3, S1, S1, S2 S2 dan dan S3-; S3-; pendidikan pendidikan non non gelar; gelar; sampai sampai dengandengan  pelatihan kh

 pelatihan khusus kejuruan usus kejuruan khusus seperti khusus seperti Juru Imunisasi, Juru Imunisasi, Malaria, dsb., Malaria, dsb., dan dan keahlian. Hal keahlian. Hal inilahinilah yang membedakan jenis tenaga ini dengan tenaga lainnya.

yang membedakan jenis tenaga ini dengan tenaga lainnya.

Hanya mereka yang mempunyai pendidikan atau keahlian khusus-lah yang boleh Hanya mereka yang mempunyai pendidikan atau keahlian khusus-lah yang boleh melakukan pekerjaan tertentu yang berhubungan dengan jiwa dan fisik manusia, serta melakukan pekerjaan tertentu yang berhubungan dengan jiwa dan fisik manusia, serta lingkungannya.

lingkungannya.

Jenis tenaga kesehatan terdiri dari : Jenis tenaga kesehatan terdiri dari :

 PerawatPerawat 

 Perawat GigiPerawat Gigi 

 BidanBidan 

 FisioterapisFisioterapis 

 Refraksionis OptisienRefraksionis Optisien 

 Radiographer Radiographer  

 Apoteker Apoteker  

 Asisten Apoteker Asisten Apoteker  

 Analis FarmasiAnalis Farmasi 

 Dokter UmumDokter Umum 

 Dokter GigiDokter Gigi 

 Dokter SpesialisDokter Spesialis 

 Dokter Gigi SpesialisDokter Gigi Spesialis 

 AkupunkturisAkupunkturis 

 Terapis Wicara danTerapis Wicara dan 

 Okupasi Terapis.Okupasi Terapis.

O.

(10)

Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat saling berkaitan. Pekerja yang menderita Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja dapat saling berkaitan. Pekerja yang menderita gangguan kesehatan atau penyakit akibat kerja cenderung lebih mudah mengalami kecelakaan gangguan kesehatan atau penyakit akibat kerja cenderung lebih mudah mengalami kecelakaan kerja. Menengok ke negara-negara maju, penanganan kesehatan pekerja sudah sangat serius. kerja. Menengok ke negara-negara maju, penanganan kesehatan pekerja sudah sangat serius. Mereka sangat menyadari bahwa kerugian ekonomi (

Mereka sangat menyadari bahwa kerugian ekonomi (lost benefit lost benefit ) suatu perusahaan atau negara) suatu perusahaan atau negara akibat suatu kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja sangat besar dan dapat ditekan akibat suatu kecelakaan kerja maupun penyakit akibat kerja sangat besar dan dapat ditekan dengan upaya-upaya di bidang kesehatan dan keselamatan kerja.

dengan upaya-upaya di bidang kesehatan dan keselamatan kerja.

Di negara maju banyak pakar tentang kesehatan dan keselamatan kerja dan banyak buku Di negara maju banyak pakar tentang kesehatan dan keselamatan kerja dan banyak buku serta hasil penelitian yang berkaitan dengan kesehatan tenaga kerja yang telah diterbitkan. Di era serta hasil penelitian yang berkaitan dengan kesehatan tenaga kerja yang telah diterbitkan. Di era globalisasi ini kita harus mengikuti

globalisasi ini kita harus mengikuti trend trend yang ada di negara maju. Dalam hal penangananyang ada di negara maju. Dalam hal penanganan kesehatan pekerja, kitapun harus mengikuti standar internasional agar industri kita tetap dapat kesehatan pekerja, kitapun harus mengikuti standar internasional agar industri kita tetap dapat ikut bersaing di pasar global. Dengan berbagai alasan tersebut rumah sakit pekerja merupakan ikut bersaing di pasar global. Dengan berbagai alasan tersebut rumah sakit pekerja merupakan hal yang sangat strategis. Ditinjau dari segi apapun niscaya akan menguntungkan baik bagi hal yang sangat strategis. Ditinjau dari segi apapun niscaya akan menguntungkan baik bagi  perkembangan

 perkembangan ilmu, ilmu, bagi bagi tenaga tenaga kerja, kerja, dan dan bagi bagi kepentingan kepentingan (ekonomi) (ekonomi) nasional nasional serta serta untuk untuk  menghadapi persaingan global.

menghadapi persaingan global.

Bagi fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah ada, rumah sakit pekerja akan menjadi Bagi fasilitas pelayanan kesehatan yang sudah ada, rumah sakit pekerja akan menjadi  pelengkap

 pelengkap dan dan akan akan menjadi menjadi pusat pusat rujukan rujukan khususnya khususnya untuk untuk kasus-kasus kasus-kasus kecelakaan kecelakaan dandan  penyakit

 penyakit akibat akibat kerja. kerja. Diharapkan Diharapkan di di setiap setiap kawasan kawasan industri industri akan akan berdiri berdiri rumah rumah sakit sakit pekerjapekerja sehingga hampir semua pekerja mempunyai akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang sehingga hampir semua pekerja mempunyai akses untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang komprehensif. Setelah itu perlu adanya rumah sakit pekerja sebagai pusat rujukan nasional. komprehensif. Setelah itu perlu adanya rumah sakit pekerja sebagai pusat rujukan nasional. Sudah barang tentu hal ini juga harus didukung dengan meluluskan spesialis kedokteran okupasi Sudah barang tentu hal ini juga harus didukung dengan meluluskan spesialis kedokteran okupasi yang lebih banyak lagi. Kelemahan dan kekurangan dalam pendirian rumah sakit pekerja dapat yang lebih banyak lagi. Kelemahan dan kekurangan dalam pendirian rumah sakit pekerja dapat diperbaiki kemudian dan jika ada penyimpangan dari misi utama berdirinya rumah sakit tersebut diperbaiki kemudian dan jika ada penyimpangan dari misi utama berdirinya rumah sakit tersebut harus kita kritisi bersama.

harus kita kritisi bersama.

Kecelakaan kerja adalah salah satu dari sekian banyak masalah di bidang keselamatan dan Kecelakaan kerja adalah salah satu dari sekian banyak masalah di bidang keselamatan dan kesehatan kerja yang dapat menyebabkan kerugian jiwa dan materi. Salah satu upaya dalam kesehatan kerja yang dapat menyebabkan kerugian jiwa dan materi. Salah satu upaya dalam  perlindungan

 perlindungan tenaga tenaga kerja kerja adalah adalah menyelenggarakan menyelenggarakan P3K P3K di di perusahaan perusahaan sesuai sesuai dengan dengan UU UU dandan  peraturan

 peraturan Pemerintah Pemerintah yang yang berlaku. berlaku. Penyelenggaraan Penyelenggaraan P3K P3K untuk untuk menanggulangi menanggulangi kecelakaankecelakaan yang terjadi di tempat kerja. P3K yang dimaksud harus dikelola oleh tenaga kesehatan yang yang terjadi di tempat kerja. P3K yang dimaksud harus dikelola oleh tenaga kesehatan yang  professional.

 professional.

Yang menjadi dasar pengadaan P3K di tempat kerja adalah UU No. 1 Tahun 1970 tentang Yang menjadi dasar pengadaan P3K di tempat kerja adalah UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja; kewajiban manajemen dalam pemberian P3K, UU No.13 Tahun 2000 tentang keselamatan kerja; kewajiban manajemen dalam pemberian P3K, UU No.13 Tahun 2000 tentang ketenagakerjaan, Peraturan Mentri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.03/Men/1982 tentang ketenagakerjaan, Peraturan Mentri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan Kerja ; tugas pokok meliputi P3K dan Peraturan Mentri Tenaga Kerja No. Pelayanan Kesehatan Kerja ; tugas pokok meliputi P3K dan Peraturan Mentri Tenaga Kerja No. 05/Men/1995 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

05/Men/1995 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan. Dengan kita mengerti tentang penyebab, Pencegahan lebih baik daripada penanggulangan. Dengan kita mengerti tentang penyebab, akan

akan meminimalisir adanya akibat. Dengan mengutamakan BERDO’A kepada ALLAH SWTmeminimalisir adanya akibat. Dengan mengutamakan BERDO’A kepada ALLAH SWT kita juga wajib berikhtiar. Beberapa hal

(11)

a.

a. Peraturan-peraturanPeraturan-peraturan yaitu ketentuan-ketentuan yg diwajibkan mengenai kondisi kerjayaitu ketentuan-ketentuan yg diwajibkan mengenai kondisi kerja  pada

 pada umumnya, umumnya, PERENCANAAN, PERENCANAAN, KONSTRUKSI, KONSTRUKSI, PERALATAN PERALATAN dandan PEMELIHARAAN, PENGAWASAN, PENGUJIAN dan cara kerja peralatan industri, PEMELIHARAAN, PENGAWASAN, PENGUJIAN dan cara kerja peralatan industri, tugas-tugas pengusaha dan buruh, latihan supervisi medis, P3K dan pemeriksaan tugas-tugas pengusaha dan buruh, latihan supervisi medis, P3K dan pemeriksaan kesehatan.

kesehatan.  b.

 b. StandarisasiStandarisasi. Yaitu penetapan standar-standar resmi, setengah resmi atau tak resmi. Yaitu penetapan standar-standar resmi, setengah resmi atau tak resmi mengenai misalnya konstruksi yang memenuhi syarat-syarat keselamatan jenis-jenis mengenai misalnya konstruksi yang memenuhi syarat-syarat keselamatan jenis-jenis  peralatan industri tertentu, praktek-praktek keselamatan dan hygiene umum atau alat-alat  peralatan industri tertentu, praktek-praktek keselamatan dan hygiene umum atau alat-alat  perlindungan diri.

 perlindungan diri. c.

c. PengawasanPengawasan. Yaitu pengawasan tentang dipatuhinya ketentuan-ketentuan perundang-. Yaitu pengawasan tentang dipatuhinya ketentuan-ketentuan perundang-undangan yg diwajibkan.

undangan yg diwajibkan. d.

d. Penelitian bersifat tekhnik Penelitian bersifat tekhnik . Yang meliputi sifat ciri-ciri bahan-bahan yg berbahaya.. Yang meliputi sifat ciri-ciri bahan-bahan yg berbahaya. Penyelidikan tentang pagar penaman, pengujian alat-alat perlindungan diri, penelitian Penyelidikan tentang pagar penaman, pengujian alat-alat perlindungan diri, penelitian tentang pencegahan peledakan gas dan debu atau penelaahan tentang bahan-bahan dan tentang pencegahan peledakan gas dan debu atau penelaahan tentang bahan-bahan dan desain paling tepat untuk lambang pengangkat dan peraltan pengangkat lainnya.

desain paling tepat untuk lambang pengangkat dan peraltan pengangkat lainnya. e.

e. Riset medisRiset medis. Yang meliputi terutama penelitian tentang efek-efek FISIOLOGIS dan. Yang meliputi terutama penelitian tentang efek-efek FISIOLOGIS dan PATOLOGIS faktor-faktor lindungan dan tekhnologis serta keadaan-keadbn fisik yg PATOLOGIS faktor-faktor lindungan dan tekhnologis serta keadaan-keadbn fisik yg mengakibatkan kecelakaan.

mengakibatkan kecelakaan. f.

f. Penelitian psikologisPenelitian psikologis. Yaitu penyelidikan tentang pola-pola kejiwaan yg menyebabkan. Yaitu penyelidikan tentang pola-pola kejiwaan yg menyebabkan terjadinya kecelakaan.

terjadinya kecelakaan. g.

g. Penelitian secara statistik Penelitian secara statistik . Untuk menetapkan jenis-jenis kecelakaan yg terjadi,. Untuk menetapkan jenis-jenis kecelakaan yg terjadi,  banyaknya mengenai siapa saja dalam pekerjaan apa, dan apa sebab

 banyaknya mengenai siapa saja dalam pekerjaan apa, dan apa sebab -sebabnya.-sebabnya. h.

h. PendidikanPendidikan yg menyangkut pendidikan keselamatan dalam kurikulum tehnik sekolah-yg menyangkut pendidikan keselamatan dalam kurikulum tehnik sekolah-sekolah perniagaan atau kursus-kursus pertukangan.

sekolah perniagaan atau kursus-kursus pertukangan. i.

i. Latihan-latihanLatihan-latihan Yaitu latihan praktek bagi tenaga kerja khususnya bagi tenaga kerja ygYaitu latihan praktek bagi tenaga kerja khususnya bagi tenaga kerja yg  baru, dalam keselamatan kerja.

 baru, dalam keselamatan kerja.  j.

 j. PenggairahanPenggairahan. Yaitu insentif finansial untuk meningkatkan pencegahan kecelakaan. Yaitu insentif finansial untuk meningkatkan pencegahan kecelakaan misalnya dalam bentuk pengurangan premi yg dibayar oleh perusahaan, jika misalnya dalam bentuk pengurangan premi yg dibayar oleh perusahaan, jika tindakan-tindakan keselamatan sangat baik.

tindakan keselamatan sangat baik. k.

k. UsahaUsaha keselamatan pada tingkat perusahaan, yg merupakan ukuran utama efektif keselamatan pada tingkat perusahaan, yg merupakan ukuran utama efektif  tidaknya penerapan keselamatan kerja. Pada perusahaanlah, kecelakaan-kecelakaan tidaknya penerapan keselamatan kerja. Pada perusahaanlah, kecelakaan-kecelakaan terjadi. Sedangkan pola-pola kecelakaan pada suatu perusahaan sangat tergantung pada terjadi. Sedangkan pola-pola kecelakaan pada suatu perusahaan sangat tergantung pada tingkat kesadaran keselamatan kerja semua pihak yg bersangkutan.

tingkat kesadaran keselamatan kerja semua pihak yg bersangkutan.

Untuk pencegahan kecelakaan akibat kerja diperlukan kerjasama aneka keahlian dan Untuk pencegahan kecelakaan akibat kerja diperlukan kerjasama aneka keahlian dan  profesi sep

 profesi seperti perti pembuat embuat undang-undang, undang-undang, pegawai pegawai pemerintah, pemerintah, ahli-ahli ahli-ahli tehnik, tehnik, dokter, dokter, ahli ahli ilmuilmu  jiwa, ahli statistik, guru dan sudah barang tentu pengusaha dan buruh.

 jiwa, ahli statistik, guru dan sudah barang tentu pengusaha dan buruh.

P.

P. Pengendalian Melalui Jalur kesehatan (Medical Control)Pengendalian Melalui Jalur kesehatan (Medical Control) Pengendalian

Pengendalian Melalui Melalui Jalur Jalur kesehatan kesehatan (Medical (Medical Control) Control) Yaitu Yaitu upaya upaya untuk untuk  menemukan gangguan sedini mungkin dengan cara mengenal (Recognition) kecelakaan dan menemukan gangguan sedini mungkin dengan cara mengenal (Recognition) kecelakaan dan

(12)

 penyakit akibat k

 penyakit akibat kerja yang daperja yang dapat tumbuh at tumbuh pada setiap jenis pada setiap jenis pekerjaan di unpekerjaan di unit pelayanan kit pelayanan kesehatanesehatan dan pencegahan meluasnya gangguan yang sudah ada baik terhadap pekerja itu sendiri maupun dan pencegahan meluasnya gangguan yang sudah ada baik terhadap pekerja itu sendiri maupun terhadap orang disekitarnya.

terhadap orang disekitarnya.

Dengan deteksi dini, maka penatalaksanaan kasus menjadi lebih cepat, mengurangi Dengan deteksi dini, maka penatalaksanaan kasus menjadi lebih cepat, mengurangi  penderitaan

 penderitaan dan dan mempercepat mempercepat pemulihan pemulihan kemampuan kemampuan produktivitas produktivitas masyarakat masyarakat pekerja. pekerja. DisiniDisini diperlukan system rujukan untuk menegakkan diagnosa penyakit akibat kerja secara cepat dan diperlukan system rujukan untuk menegakkan diagnosa penyakit akibat kerja secara cepat dan tepat (prompt-treatment). Pencegahan sekunder ini dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan tepat (prompt-treatment). Pencegahan sekunder ini dilaksanakan melalui pemeriksaan kesehatan  pekerja yang meliputi :

 pekerja yang meliputi : a.

a. Pemeriksaan Awal Adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum seseorangPemeriksaan Awal Adalah pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sebelum seseorang calon/pekerja (petugas kesehatan dan non kesehatan) mulai melaksanakan pekerjaannya. calon/pekerja (petugas kesehatan dan non kesehatan) mulai melaksanakan pekerjaannya. Pemeriksaan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang status kesehatan calon Pemeriksaan ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang status kesehatan calon  pekerja

 pekerja dan dan mengetahui mengetahui apakah apakah calon calon pekerja pekerja tersebut tersebut ditinjau ditinjau dari dari segi segi kesehatannyakesehatannya sesuai

sesuai dengan dengan pekerjaan pekerjaan yang yang akan akan ditugaskan ditugaskan kepadanya. kepadanya. Anamnese Anamnese umum.umum. Pemerikasaan kesehatan awal ini meliputi:

Pemerikasaan kesehatan awal ini meliputi:

 Anamnese pekerjaanAnamnese pekerjaan 

 Penyakit yang pernah dideritaPenyakit yang pernah diderita 

 AlergiAlergi 

 Imunisasi Imunisasi yang yang pernahpernah

didapat didapat

 Pemeriksaan badanPemeriksaan badan 

 Pemeriksaan Pemeriksaan laboratoriumlaboratorium

rutin Pemeriksaan tertentu : rutin Pemeriksaan tertentu :

o

o Tuberkulin tesTuberkulin tes o

(13)

 b.

 b. Pemeriksaan Berkala Adalah pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan secara berkalaPemeriksaan Berkala Adalah pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan secara berkala dengan jarak waktu berkala yang disesuaikan dengan besarnya resiko kesehatan yang dengan jarak waktu berkala yang disesuaikan dengan besarnya resiko kesehatan yang dihadapi. Makin besar resiko kerja, makin kecil jarak waktu antar pemeriksaan berkala. dihadapi. Makin besar resiko kerja, makin kecil jarak waktu antar pemeriksaan berkala. Ruang lingkup pemeriksaan disini meliputi pemeriksaan umum dan pemeriksaan khusus Ruang lingkup pemeriksaan disini meliputi pemeriksaan umum dan pemeriksaan khusus seperti pada pemeriksaan awal dan bila diperlukan ditambah dengan pemeriksaan seperti pada pemeriksaan awal dan bila diperlukan ditambah dengan pemeriksaan lainnya, sesuai dengan resiko kesehatan yang dihadapi dalam pekerjaan.

lainnya, sesuai dengan resiko kesehatan yang dihadapi dalam pekerjaan. c.

c. Pemeriksaan Khusus Yaitu pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada khusus diluar Pemeriksaan Khusus Yaitu pemeriksaan kesehatan yang dilakukan pada khusus diluar  waktu pemeriksaan berkala, yaitu pada keadaan dimana ada atau diduga ada keadaan waktu pemeriksaan berkala, yaitu pada keadaan dimana ada atau diduga ada keadaan yang dapat mengganggu kesehatan pekerja. Sebagai unit di sektor kesehatan yang dapat mengganggu kesehatan pekerja. Sebagai unit di sektor kesehatan  pengembangan

 pengembangan K3 K3 tidak tidak hanya hanya untuk untuk intern intern laboratorium laboratorium kesehatan, kesehatan, dalam dalam halhal memberikan pelayanan paripurna juga harus merambah dan memberi panutan pada memberikan pelayanan paripurna juga harus merambah dan memberi panutan pada masyarakat pekerja di sekitarnya, utamanya pelayanan promotif dan preventif. Misalnya masyarakat pekerja di sekitarnya, utamanya pelayanan promotif dan preventif. Misalnya untuk mengamankan limbah agar tidak berdampak kesehatan bagi pekerja atau untuk mengamankan limbah agar tidak berdampak kesehatan bagi pekerja atau masyarakat disekitarnya, meningkatkan kepekaan dalam mengenali unsafe act dan masyarakat disekitarnya, meningkatkan kepekaan dalam mengenali unsafe act dan unsafe condition agar tidak terjadi kecelakaan dan sebagainya.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :