DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
COVER ... i COVER ... i DAFTAR ISI ... ii DAFTAR ISI ... ii KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR ... ... ... 11 BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. A. Latar Belakang ... 2Latar Belakang ... 2B. B. Rumusan Masalah ... 2Rumusan Masalah ... 2
BAB II PEMBAHASAN BAB II PEMBAHASAN A. A. Definisi Jual Definisi Jual Beli Beli ... ... 33 B. B. Larangan dalam Jual Beli ... 4-25Larangan dalam Jual Beli ... 4-25 BAB III PENUTUP BAB III PENUTUP A. A. Kesimpulan Kesimpulan ... ... 26... 26 DAFTAR PUSTAKA
BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
A.
A. Latar Latar BelakangBelakang
Manusia dijadikan Allah SWT sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan Manusia dijadikan Allah SWT sebagai makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lain. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia harus berusaha antara satu dengan yang lain. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, manusia harus berusaha mencari karunia Allah yang ada dimuka bumi ini sebagai sumber ekonomi. Allah SWT mencari karunia Allah yang ada dimuka bumi ini sebagai sumber ekonomi. Allah SWT berfirman:
berfirman:
Artinya : “Dan Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allahkepadamu(kebahagiaan)
Artinya : “Dan Carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allahkepadamu(kebahagiaan)
negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuatbaiklah
berbuatbaiklah (kepada (kepada orang orang lain) lain) sebagai sebagai mana mana Allah Allah telah telah berbuat berbuat baik baik kepadamu, kepadamu, dandan janganlah
janganlah kamu kamu berbuat berbuat kerusakan kerusakan di di (muka) (muka) bumi. bumi. Sesungguhnya Sesungguhnya Allah Allah tidak tidak menyukaimenyukai
orang-orang-
orang yang berbuat kerusakan.”(QS Az Zumar : 39)
orang yang berbuat kerusakan.”(QS Az Zumar : 39)
Jual beli dalam bahasa Arab terdiri dari dua kata yang mengandung makna berlawanan Jual beli dalam bahasa Arab terdiri dari dua kata yang mengandung makna berlawanan yaitu Al
yaitu Al
Bai‟ yang artinya jual dan Asy Syira‟a yang artinya Beli. Menurut istilah hukum
Bai‟ yang artinya jual dan Asy Syira‟a yang artinya Beli. Menurut istilah hukum
Syara, jual beli adalah penukaran harta (dalam pengertian luas) atas dasar saling rela atau tukar Syara, jual beli adalah penukaran harta (dalam pengertian luas) atas dasar saling rela atau tukar menukar suatu benda (barang) yang dilakukan antara dua pihak dengan kesepakatan (akad) menukar suatu benda (barang) yang dilakukan antara dua pihak dengan kesepakatan (akad) tertentu atas dasar suka sama suka (lihat QS Az Zumar : 39, At Taubah : 103, hud : 93tertentu atas dasar suka sama suka (lihat QS Az Zumar : 39, At Taubah : 103, hud : 93
Oleh karena pada makalah ini akan dibahas mengenai hadis tentang larangan jual beli. Oleh karena pada makalah ini akan dibahas mengenai hadis tentang larangan jual beli.
B.
B. Rumusan Rumusan masalahmasalah
1. Sebutkan Definisi dari Jual Beli ! 1. Sebutkan Definisi dari Jual Beli !
2. Jelaskan Larangan- Larangan dari Jual Beli! 2. Jelaskan Larangan- Larangan dari Jual Beli!
BAB II
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
A.
A. Definisi Definisi jual jual belibeli
Secara etimologi, jual beli berarti menukar harta. Sedangkan secara terminogi jual beli Secara etimologi, jual beli berarti menukar harta. Sedangkan secara terminogi jual beli memiliki arti penukaran selain dengan fasilitas dan kenikmatan. Ada pun pengertian jual beli memiliki arti penukaran selain dengan fasilitas dan kenikmatan. Ada pun pengertian jual beli secara terminologi yang didefenisikan oleh beberapa ulama :
secara terminologi yang didefenisikan oleh beberapa ulama : 1.
1. Menurut ulama Hanafiyah, jual beli adalah pertukaran harta atau benda dengan hartaMenurut ulama Hanafiyah, jual beli adalah pertukaran harta atau benda dengan harta berdsarkan cara khusus yang diperbolehkan.
berdsarkan cara khusus yang diperbolehkan. 2.
2. Menurui Imam Nawawi, jual beli adalah pertukaran harta dengan harta untukMenurui Imam Nawawi, jual beli adalah pertukaran harta dengan harta untuk kepemilikan.
kepemilikan. 3.
3. Menrut Ibnu Qudamah, jual Menrut Ibnu Qudamah, jual beli adalah pertukaran beli adalah pertukaran harta dengan harta, untuk salingharta dengan harta, untuk saling menjadikan milik.
menjadikan milik.11
Nabi pernah bersabda yakni: Nabi pernah bersabda yakni:
:
:
, ,
::
))
..
Dari Rifa'ah Ibnu Rafi' bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah ditanya: Pekerjaan Dari Rifa'ah Ibnu Rafi' bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah ditanya: Pekerjaan apakah yang paling baik?. Beliau bersabda: "Pekerjaan seseorang dengan tangannya dan setiap apakah yang paling baik?. Beliau bersabda: "Pekerjaan seseorang dengan tangannya dan setiap jual-beli yang bersih." Riwayat al-Bazzar. Hadits shahih menurut Hakim.
jual-beli yang bersih." Riwayat al-Bazzar. Hadits shahih menurut Hakim.(2)(2)
1 1
Adib Bisri Musthafa,
Adib Bisri Musthafa, Nailul Authar Jilid V Nailul Authar Jilid V , (Semarang: CV. Asy Syifa, 1994), hlm. 455-456., (Semarang: CV. Asy Syifa, 1994), hlm. 455-456.
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
ٕ
ٕٗٗ
ٟٟ
١١
(
(
?
?
١١
١١
ٖٖ
Jual beli itu ada tiga macam,
Jual beli itu ada tiga macam, yaitu:yaitu:
1.
1. Jual beli benda yang kelihatan, maka hukumnya adalah boleh.Jual beli benda yang kelihatan, maka hukumnya adalah boleh.
2.
2. Jual beli benda yang disebutkan sifatnya saja dalam perjanjian, maka hukumnya adalahJual beli benda yang disebutkan sifatnya saja dalam perjanjian, maka hukumnya adalah boleh, jika didapati sifat tersebut sesuai dengan apa yang telah disebutkan.
boleh, jika didapati sifat tersebut sesuai dengan apa yang telah disebutkan.
3.
3. Jual beli benda yang tidak ada (gaib) serta tidak dapat di lihat,maka tidak bolehJual beli benda yang tidak ada (gaib) serta tidak dapat di lihat,maka tidak boleh
Menjual setiap benda suci yang bisa diambil manfaatnya serta dapat dimiliki adalah sah. Menjual setiap benda suci yang bisa diambil manfaatnya serta dapat dimiliki adalah sah.
Rasulullah Shalallahu „Alaihi Wassalam melarang jual beli, yang dilakukan dengan cara yang
Rasulullah Shalallahu „Alaihi Wassalam melarang jual beli, yang dilakukan dengan cara yang
buruk,
buruk, mendatangkan mendatangkan madharat madharat (bahaya) (bahaya) bagi bagi orang orang lain, lain, serta serta mengambil mengambil harta harta seseorangseseorang dengan cara yang bathil. Berikut beberapa transaksi perniagaan atau jula beli yang dilarang. dengan cara yang bathil. Berikut beberapa transaksi perniagaan atau jula beli yang dilarang. Sedangkan menjual benda yang najis dan benda yang tidak ada manfaatnya adalah tidak sah. Sedangkan menjual benda yang najis dan benda yang tidak ada manfaatnya adalah tidak sah.(3)(3)
Rasulullah Shalallahu „Alaihi Wassalam melarang jual beli, yang dilakukan dengan cara yang
Rasulullah Shalallahu „Alaihi Wassalam melarang jual beli, yang dilakukan dengan cara yang
buruk,
buruk, mendatangkan mendatangkan madharat madharat (bahaya) (bahaya) bagi bagi orang orang lain, lain, serta serta mengambil mengambil harta harta seseorangseseorang dengan cara yang bathil. Berikut beberapa transaksi perniagaan atau jula beli yang dilarang. dengan cara yang bathil. Berikut beberapa transaksi perniagaan atau jula beli yang dilarang.44
B. Larangan-Larangan dalam Jual Beli B. Larangan-Larangan dalam Jual Beli
1.
1. Larangan Larangan memakan memakan riba.riba.
Riba terbagi dua: Riba terbagi dua: Pertama
Pertama, riba fadhl, yaitu tambahan pada salah satu dari alat tukar yang sejenis., riba fadhl, yaitu tambahan pada salah satu dari alat tukar yang sejenis. Contoh: Seseorang membeli dari orang lain 1.000 sha' gandum dengan bayaran 1200 sha' Contoh: Seseorang membeli dari orang lain 1.000 sha' gandum dengan bayaran 1200 sha' gandum, dan kedua belah pelaku akad melakukan transaksi di majlis akad.
gandum, dan kedua belah pelaku akad melakukan transaksi di majlis akad.
Demikian pula dalam alat tukar sejenis lainnya, yaitu: emas, perak, gandum, sya'ir, Demikian pula dalam alat tukar sejenis lainnya, yaitu: emas, perak, gandum, sya'ir, kurma, dan garam. Diqiaskan pula barang-barang yang sama 'illatnya, yaitu sama-sama dipakai kurma, dan garam. Diqiaskan pula barang-barang yang sama 'illatnya, yaitu sama-sama dipakai
2 2
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulug
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits hul Maram,Jual beli, hadits 601601
3 3
Syekh Abu Syuja, Ahmad bin Husain, Matnul Ghayah Wat Taqrib hal. 67 Syekh Abu Syuja, Ahmad bin Husain, Matnul Ghayah Wat Taqrib hal. 67
4 4
http://abuzubair.wordpress.com/2007/08/10/jual-beli-yang-dilarang-dalam-islam/ http://abuzubair.wordpress.com/2007/08/10/jual-beli-yang-dilarang-dalam-islam/
alat pembayaran pada emas dan perak, dan sama-sama ditakar dan ditimbang pada selain emas alat pembayaran pada emas dan perak, dan sama-sama ditakar dan ditimbang pada selain emas dan perak.
dan perak. Kedua
Kedua, riba Nasi'ah. Yaitu tambahan pada salah satu dari dua alat tukar sebagai ganti, riba Nasi'ah. Yaitu tambahan pada salah satu dari dua alat tukar sebagai ganti terhadap penundaan bayaran, atau terlambatnya serah terima pada jual beli barang yang sejenis terhadap penundaan bayaran, atau terlambatnya serah terima pada jual beli barang yang sejenis yang sama 'ilatnya pada riba fadhl, dimana salah satunya tidak kontan.
yang sama 'ilatnya pada riba fadhl, dimana salah satunya tidak kontan.
Contoh: Seseorang menjual 1000 sha' gandum dengan bayaran 1200 gandum untuk Contoh: Seseorang menjual 1000 sha' gandum dengan bayaran 1200 gandum untuk waktu setahun, sehingga tambahan sebagai ganti perpanjangan waktu, atau menjual satu kilo waktu setahun, sehingga tambahan sebagai ganti perpanjangan waktu, atau menjual satu kilo sya'ir dengan satu kilo bur, namun tidak langsung serah terima. Contoh riba nasi'ah juga adalah sya'ir dengan satu kilo bur, namun tidak langsung serah terima. Contoh riba nasi'ah juga adalah seseorang meminjam uang kepada orang lain 5000 rupiah, lalu meminta dikembalikan 5000 seseorang meminjam uang kepada orang lain 5000 rupiah, lalu meminta dikembalikan 5000 lebih. Lebihnya inilah riba.
lebih. Lebihnya inilah riba.
2
2..Jika akad jual beli itu menyulitkan ibadah, misalnya mengambil waktu shalat.Jika akad jual beli itu menyulitkan ibadah, misalnya mengambil waktu shalat.
Seorang pedagang sibuk dengan jual bel
Seorang pedagang sibuk dengan jual bel
i sampai terlambat melakukan shalat jama‟ah di
i sampai terlambat melakukan shalat jama‟ah di
masjid, baik tertinggal seluruh shalat atau masbuq. Berniaga yang sampai melalaikan seperti masjid, baik tertinggal seluruh shalat atau masbuq. Berniaga yang sampai melalaikan seperti ini dilarang. Allah berfirman:ini dilarang. Allah berfirman:
““
Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hariHai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat pada hari Jum’at,Jum’at, maka maka bersegeralah bersegeralah kamu kamu kepada kepada mengingat mengingat Allah Allah dan dan tinggalkanlah tinggalkanlah jual jual -beli.-beli. Yang de
Yang demikimiki an itu an itu leblebih ih baik bagbaik bagimu imu jiji ka kamu meka kamu mengengetahui. Atahui. A pabpabilil a tea telah lah di tundi tun aikanaikan s
shalat, maka bhalat, maka beertebrtebaranlah aranlah kamu di mukkamu di muk a bumi; a bumi; dadan carin cari lah klah k arunarun ia Alia Al lah dan ilah dan i ngatlahngatlah Al
Al lah banylah banyak- ak- banyak supaya kamu beruntung.”banyak supaya kamu beruntung.”(QS. Al Jumu’ah: 9(QS. Al Jumu’ah: 9-10)-10) Dalam ayat lain Allah berfirman:
““
HH ai orang-orang yang beai orang-orang yang beriri man, janganlah hman, janganlah h arta-hartamu dan anak-anakmu mearta-hartamu dan anak-anakmu melalailalai kankan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang- orang yang rugi.” orang yang rugi.” (QS. Al Munafiqun:9) (QS. Al Munafiqun:9)
3. Pengharaman Menjual Buah yang Masih di Pohon 3. Pengharaman Menjual Buah yang Masih di Pohon
--,,
))
, ,
, ,
Dari Jabir Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang Dari Jabir Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang jual-beli
jual-beli dengan dengan cara cara muhaqalah muhaqalah (menjual (menjual biji biji atau atau tanaman tanaman dengan dengan borongan borongan yang yang masihmasih samar ukurannya), muzabanah (menjual buah yang masih segar dengan yang sudah kering samar ukurannya), muzabanah (menjual buah yang masih segar dengan yang sudah kering dengan sukatan), mukhobarah (menyewakan tanah untuk ditanami tumbuhan dengan syarat si dengan sukatan), mukhobarah (menyewakan tanah untuk ditanami tumbuhan dengan syarat si pemilik tanah mendap
pemilik tanah mendapat keuntungan at keuntungan setengah atau setengah atau lebih dari hasilnlebih dari hasilnya), dan tsunaya), dan tsunaya (penjualanya (penjualan dengan memakai pengecualian), kecuali jika ia jelas. Riwayat Imam Lima kecuali Ibnu Majah. dengan memakai pengecualian), kecuali jika ia jelas. Riwayat Imam Lima kecuali Ibnu Majah. Hadits shahih menurut Tirmidzi.
Hadits shahih menurut Tirmidzi. 55
LM: 982 LM: 982
( ;
( ;
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
ٌٌ
, ,
ٌٌ
١١ ٌٌ
ٖٖ
Artinya: Artinya:Abbdullah bin Umar r.a. berkata: Nabi SAW melarang menjual buah di pohon sehingga terlihat Abbdullah bin Umar r.a. berkata: Nabi SAW melarang menjual buah di pohon sehingga terlihat baiknya, Nabi SAW melarang yang jual dan yang membeli ( Buchari Muslim)
baiknya, Nabi SAW melarang yang jual dan yang membeli ( Buchari Muslim) Sababul Wurud
Sababul Wurud
5 5
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 625 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 625
Diriwayatkan oleh Ahmad dan Albuchari dari Zaid bin Tsabit, ia berkata: Rasulullah Diriwayatkan oleh Ahmad dan Albuchari dari Zaid bin Tsabit, ia berkata: Rasulullah SAW tiba di Madinah, sedang (kebiasaan) kami adalah saling menjual buah-buahan sebelum SAW tiba di Madinah, sedang (kebiasaan) kami adalah saling menjual buah-buahan sebelum tampak kelayakannya, hingga Rasulullah SAW mendengar ada suara orang bertengkar. Beliau tampak kelayakannya, hingga Rasulullah SAW mendengar ada suara orang bertengkar. Beliau
berkata
berkata “ada
“ada apa
apa ini?”
ini?” lalu
lalu dilaporkan
dilaporkan pada
pada beliau
beliau : : mereka
mereka membeli
membeli buah
buah
-buahan, mereka-buahan, mereka berkata buah-buahanberkata buah-buahan itu terkena itu terkena ad-daman (buad-daman (buahnya membusuk) ahnya membusuk) dan dan At-tasyam (berguguran).At-tasyam (berguguran). Rasulullah SAW bersabda: janganlah kalian saling menjualnya sehingga tampak Rasulullah SAW bersabda: janganlah kalian saling menjualnya sehingga tampak kelayakannya.
kelayakannya.66
4.
4. Larangan Jual Beli Secara GhararLarangan Jual Beli Secara Gharar
Larangan berjual beli yang mengandung jahalah (ketidakjelasan), mengandung gharar Larangan berjual beli yang mengandung jahalah (ketidakjelasan), mengandung gharar (yang luarnya menipu pembeli, sedangkan bagian dalamnya majhul/tidak jelas), dan tipuan (yang luarnya menipu pembeli, sedangkan bagian dalamnya majhul/tidak jelas), dan tipuan Hadits Hadits
(
(
:
:
:
:
))
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah melewati sebuah tumpukan makanan. Lalu beliau memasukkan tangannya ke Sallam pernah melewati sebuah tumpukan makanan. Lalu beliau memasukkan tangannya ke dalam tumpukan tersebut dan jari-jarinya basah. Maka beliau bertanya: "Apa ini wahai penjual dalam tumpukan tersebut dan jari-jarinya basah. Maka beliau bertanya: "Apa ini wahai penjual makanan?". Ia menjawab: Terkena hujan wahai Rasulullah. Beliau bersabda: "Mengapa tidak makanan?". Ia menjawab: Terkena hujan wahai Rasulullah. Beliau bersabda: "Mengapa tidak engkau letakkan di bagian atas makanan agar orang-orang dapat melihatnya? Barangsiapa engkau letakkan di bagian atas makanan agar orang-orang dapat melihatnya? Barangsiapa menipu maka ia bukan termasuk golonganku." Riwayat Muslim
menipu maka ia bukan termasuk golonganku." Riwayat Muslim77
(
(
))
6 6 Mardani,Mardani, Ayat-ayat dan Hadis Ekonomi Syariah Ayat-ayat dan Hadis Ekonomi Syariah, (Jakarta: Rajawali Press, 2011), hlm. 120, (Jakarta: Rajawali Press, 2011), hlm. 120
7 7
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 636 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 636
, ,
ٙ١ٙ١ ٠٠
, ,
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
ٕ
ٕٗٗ
ٟٟ
٠٠
. .
٠٠
?
?
ٌٌ
٠٠
:
:
, ,
?
?
ٖٖ ٠٠
;
;
ٌٌ
١١
ٖٖ
ٚٚ
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
:
:
ٕ
ٕٗٗ
ٟٟ ٛٛ
;
;
ٖٖ
ٌٌ
, ,
Artinya: Artinya:
Dari Ibnu Mas‟ud. Ia berkata : telah bersabda Rasulullah SAW. “Janganlah kamu beli ikan
Dari Ibnu Mas‟ud. Ia berkata : telah bersabda Rasulullah SAW. “Janganlah kamu beli ikan
yang didalam air karena ia itu
yang didalam air karena ia itu gharar”
gharar”
88( :
( :
))
, ,
Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang jual-beli dengan cara melempar batu dan jual-beli gharar (yang belum jelas melarang jual-beli dengan cara melempar batu dan jual-beli gharar (yang belum jelas harga, barang, waktu dan tempatnya). Riwayat Muslim.
harga, barang, waktu dan tempatnya). Riwayat Muslim.
Terjadi perselisihan pendapat dalam memberikan tafsiran dalam kalimat: “Rasulullah
Terjadi perselisihan pendapat dalam memberikan tafsiran dalam kalimat: “Rasulullah
SAW melarang jual beli dengan cara melempar batu.” Ada yang berpendapat, bahwa hal itu
SAW melarang jual beli dengan cara melempar batu.” Ada yang berpendapat, bahwa hal itu
contohnya seperti
contohnya seperti
seseorang mengatakan: “Aku menjual kepadamu diantara pakaian
seseorang mengatakan: “Aku menjual kepadamu diantara pakaian
-pakaian-pakaianini, mana yang terkena lemparan batu ini, maka itulah yang aku jual.” Atau “Aku jual tanah ini
ini, mana yang terkena lemparan batu ini, maka itulah yang aku jual.” Atau “Aku jual tanah ini
sejauh lemparan batu yang aku lempar.” Ada yang berpendapat, yaitu syarat hak khiyar
sejauh lemparan batu yang aku lempar.” Ada yang berpendapat, yaitu syarat hak khiyar
(memilih) sampai batu dilemparkan. Pendapat terakhir tersebut diperkuat oleh riwayat Al (memilih) sampai batu dilemparkan. Pendapat terakhir tersebut diperkuat oleh riwayat Al
Bazzari dari Hafash bin Ashim, sesungguhnya dia mengatakan: “Yang
Bazzari dari Hafash bin Ashim, sesungguhnya dia mengatakan: “Yang
dimaksudkan hal dimaksudkan hal ituituialah, apabila batu sudah dilemparkan, maka jual beli itu pun jadi.”
ialah, apabila batu sudah dilemparkan, maka jual beli itu pun jadi.”
Yang termasuk jual beli secara gharar ialah seperti menjual ikan yang masih ada di Yang termasuk jual beli secara gharar ialah seperti menjual ikan yang masih ada di dalam air. Atau menjual burung dalam angkasa. Semuanya adalah termasuk dalam kategori dalam air. Atau menjual burung dalam angkasa. Semuanya adalah termasuk dalam kategori
jual beli secara gharar, yang tidak diperbolehkan berdasarkan ijma‟.
jual beli secara gharar, yang tidak diperbolehkan berdasarkan ijma‟.
5.
5. Larangan Jual Beli Dengan Cara Muhaqalah, Mukhadharah, Mulamasah,Larangan Jual Beli Dengan Cara Muhaqalah, Mukhadharah, Mulamasah, Munabadzah, Dan Muzabanah.
Munabadzah, Dan Muzabanah.
Larangan menjual buah sampai jelas baiknya dan selamat dari musibah. Jual beli ini Larangan menjual buah sampai jelas baiknya dan selamat dari musibah. Jual beli ini disebut dengan jual beli
disebut dengan jual beli mukhadharahmukhadharah (jual-beli buah yang masih hijau belum jelas baiknya di (jual-beli buah yang masih hijau belum jelas baiknya di akhir). Larangan
akhir). Larangan mulamasahmulamasah dan dan munabadzahmunabadzah.. Mulamasah Mulamasah adalah jual-beli yang dianggap jadi adalah jual-beli yang dianggap jadi
8 8
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 641 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 641
9 9
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 616 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 616
ٕٗٗ
ٕ
ٟٟ
٠٠
١١
١١
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
ٖٖ
9 9dengan sentuhan tanpa dilihat terlebih dahulu, sedangkan
dengan sentuhan tanpa dilihat terlebih dahulu, sedangkan munazabdzahmunazabdzah adalah jual-beli yang adalah jual-beli yang dianggap jadi dengan saling lempar-melempar tanpa dilihat terlebih dahulu. Larangan dianggap jadi dengan saling lempar-melempar tanpa dilihat terlebih dahulu. Larangan Muhaqalah
Muhaqalah dan dan muzabanahmuzabanah.. Muhaqalah Muhaqalah adalah jual beli gandum yang masih dalam bulirnya adalah jual beli gandum yang masih dalam bulirnya dengan gandum yang sudah dibersihkan karena tidak adanya kesamaan. Sedangkan
dengan gandum yang sudah dibersihkan karena tidak adanya kesamaan. Sedangkan muzabanahmuzabanah adalah membeli buah dengan kurma yang menempel di pohon
adalah membeli buah dengan kurma yang menempel di pohon..
1. Hadits 1. Hadits
, ,
, ,
, ,
,,
))
Artinya : Artinya :Anas berkata: Rasulullah Shallallaahu „alaihi wa Sallam melarang
Anas berkata: Rasulullah Shallallaahu „alaihi wa Sallam melarang
jual-beli dengan jual-beli dengan caracara muhaqalah, muhadlarah (menjual buah-buahan yang belum masak yang belum tentu bisa muhaqalah, muhadlarah (menjual buah-buahan yang belum masak yang belum tentu bisa dimakan), mulamasah (menjual sesuatu dengan hanya menyentuh), munabadzah (membeli dimakan), mulamasah (menjual sesuatu dengan hanya menyentuh), munabadzah (membeli sesuatu dengan sekedar lemparan), dan muzabanah. Riwayat Bukhari.sesuatu dengan sekedar lemparan), dan muzabanah. Riwayat Bukhari.1010
Bersumber dari Jabir:
Bersumber dari Jabir: “Sesungguhnya Nabi SAW melarang penjualan muhaqalah (menjual“Sesungguhnya Nabi SAW melarang penjualan muhaqalah (menjual gandum
gandum yang yang masih masih dalam dalam tangkalnya) tangkalnya) dan dan penjualan penjualan muzabanah muzabanah (menjual (menjual secara secara sukatan,sukatan, menjual anggur yang masih putik dengan yang sudah kering dengan sukatan) dan penjualan menjual anggur yang masih putik dengan yang sudah kering dengan sukatan) dan penjualan yang pengecualiannya desebut secara samar
yang pengecualiannya desebut secara samar (kabur, tidak jelas), terkecuali disebutkan dengan(kabur, tidak jelas), terkecuali disebutkan dengan jelas.”
jelas.” (HR. An-(HR. An-
Nasa‟I dan At
Nasa‟I dan At
-Turmudzy)-Turmudzy)1111Hadits ini menyatakan bahwasannya penjualan secara muhaqalah dan muzabanah, dan Hadits ini menyatakan bahwasannya penjualan secara muhaqalah dan muzabanah, dan menjual dengan menyebutkan pengecualian secara samar, tidak sah. Contohnya: seseorang menjual dengan menyebutkan pengecualian secara samar, tidak sah. Contohnya: seseorang menjual sepetak kebun dan dia mengecualikan sebatang pohon yang terletak di dalamnya menjual sepetak kebun dan dia mengecualikan sebatang pohon yang terletak di dalamnya dengan tidak secara jelas menentukan pohon yang dikecualikannya. Begitu pula seseorang dengan tidak secara jelas menentukan pohon yang dikecualikannya. Begitu pula seseorang menjual salah satu rumah dari sekian buah rumahnya (tanpa menentukan secara jelas rumah menjual salah satu rumah dari sekian buah rumahnya (tanpa menentukan secara jelas rumah yang akan dijualnya). Namun jika secara tegas disebutkan pengecualiannya, penjualan tersebut yang akan dijualnya). Namun jika secara tegas disebutkan pengecualiannya, penjualan tersebut sah.
sah.
10 10
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 626 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 626
11 11
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 625 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 625
ٟٟ
ٌٌ
ٌٌ
ٌٌ
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
(
( ::
ٌٌ
ٖٖ
Asy-Asy-
Syafi‟y berkata: jika pengecualiannya secara tegas disebutkan dalam penjualan, maka
Syafi‟y berkata: jika pengecualiannya secara tegas disebutkan dalam penjualan, maka
penjualannya sah. Jika pengecualiannya disebutkan secara samar, penjualan tersebut tidak sah. penjualannya sah. Jika pengecualiannya disebutkan secara samar, penjualan tersebut tidak sah. Sebagian ulama berkata: jika pengecualian itu dilakukan dengan meminta jangka waktu Sebagian ulama berkata: jika pengecualian itu dilakukan dengan meminta jangka waktu tertentu (untuk menentukan mana yang dikecualikan), penjualan seperti itu sah.tertentu (untuk menentukan mana yang dikecualikan), penjualan seperti itu sah.
Dhahir hadits ini, dengan jelas menerangkan bahwasannya setiap pengecualian yang Dhahir hadits ini, dengan jelas menerangkan bahwasannya setiap pengecualian yang samar, membatalkan akan jual beli. Hikmahnya adalah untuk menghindari adanya unsur samar, membatalkan akan jual beli. Hikmahnya adalah untuk menghindari adanya unsur penipuan dengan pengecualian secara samar itu.
penipuan dengan pengecualian secara samar itu.
6.
6. Larangan Tallaqi Rukban Dalam Jual BeliLarangan Tallaqi Rukban Dalam Jual Beli
Larangan melakukan
Larangan melakukan talaqqir rukbantalaqqir rukban, yaitu menjumpai (dengan membeli barang, yaitu menjumpai (dengan membeli barang dagangan) milik orang yang datang dari luar daerah yang membawa barang-barang dagangan, dagangan) milik orang yang datang dari luar daerah yang membawa barang-barang dagangan, padahal
padahal mereka mereka belum belum tiba tiba di di daerah daerah tersebut tersebut dan dan belum belum mengenal mengenal harga harga pasar, pasar, sehinggasehingga mereka dirugikan karena barang dagangan mereka dibeli dengan harga yang rendah. Jika sudah mereka dirugikan karena barang dagangan mereka dibeli dengan harga yang rendah. Jika sudah terjadi jual beli ini, maka dianggap sah namun penjual (orang yang datang dari luar daerah) terjadi jual beli ini, maka dianggap sah namun penjual (orang yang datang dari luar daerah) berhak khiyar (meneruskan atau membatalkan jual beli).
berhak khiyar (meneruskan atau membatalkan jual beli).1212
::
))
Artinya Artinya : :
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu „anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu „alaihi wa
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu „anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu „alaihi wa
Sallam bersabda: “Janganlah menghadang barang dagangan dari luar kota. Barangsiapa di
Sallam bersabda: “Janganlah menghadang barang dagangan dari luar kota. Barangsiapa di
hadang, kemudian sebagian barangnya dibeli, maka jika pemilik barang telah datang ke pasar, hadang, kemudian sebagian barangnya dibeli, maka jika pemilik barang telah datang ke pasar,
ia boleh memilih (antara membatalkan atau tidak).” Riwayat Muslim.
ia boleh memilih (antara membatalkan atau tidak).” Riwayat Muslim.
1313Ibnu Mas‟ud r.a menerangkan:
Ibnu Mas‟ud r.a menerangkan:
“Nabi SAW, melarang kita menunggu barang dagangan diluar“Nabi SAW, melarang kita menunggu barang dagangan diluar pasar.”pasar.” (HR. Al-Bukhary dan Muslim)(HR. Al-Bukhary dan Muslim) 12 12 http://wawasankeislaman.blogspot.com/2012/12/beberapa-larangan-dalam-jual-beli.html http://wawasankeislaman.blogspot.com/2012/12/beberapa-larangan-dalam-jual-beli.html 13 13
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 628 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 628
ٕٗٗ
ٕ
ٟٟ
٠٠
((
ٛٛ
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
١١
١١
, ,
ٖٖ
Jumhur ulama mengatakan bahwa menunggu barang dagangan diluar pasar (dipinggir Jumhur ulama mengatakan bahwa menunggu barang dagangan diluar pasar (dipinggir kota) tidak boleh. Mereka ada yang mengharamkan perbuatan itu dan ada pula yang kota) tidak boleh. Mereka ada yang mengharamkan perbuatan itu dan ada pula yang memakruhkan.
memakruhkan.
Abu hanifah membolehkan. Namun didalam kitab-kitab Hanafiah, perbuatan tersebut Abu hanifah membolehkan. Namun didalam kitab-kitab Hanafiah, perbuatan tersebut dimakruhkan. Pendapat Abu Hanifah ini adalah menurut Ibnul Munzir. Tentang dimakruhkan. Pendapat Abu Hanifah ini adalah menurut Ibnul Munzir. Tentang kemakruhannya jika hal itu menimbulkan kemudaratan bagi penduduk kota serta mengaburkan kemakruhannya jika hal itu menimbulkan kemudaratan bagi penduduk kota serta mengaburkan harga pasar kepada para pembeli.
harga pasar kepada para pembeli.1414
Sebagian ulama Malikiah dan Hanbaliah, tidak mensahkan transaksi ini. Setiap Sebagian ulama Malikiah dan Hanbaliah, tidak mensahkan transaksi ini. Setiap larangan memerlukan alasan tentang dasar hukumnya (bahwa yang dilarang adalah setiap larangan memerlukan alasan tentang dasar hukumnya (bahwa yang dilarang adalah setiap perbuatan yang tidak sah).
perbuatan yang tidak sah).
Para ulama berselisih pula tentang hak membatalkan transaksi (hak khiyar). Menurut Para ulama berselisih pula tentang hak membatalkan transaksi (hak khiyar). Menurut paham
paham hanbaliah, hanbaliah, si si penjual penjual punya punya hak hak penuh penuh untuk untuk membatalkan, membatalkan, walaupun walaupun tidak tidak ada ada unsurunsur
penipuan dalam transaksi tersebut. Inilah yang dipandang lebih shahih oleh golongan Syafi‟
penipuan dalam transaksi tersebut. Inilah yang dipandang lebih shahih oleh golongan Syafi‟
iah.iah.Menurut Malik, tidak sah jika menimbulkan kerugian bagi pihak penjual, dan menguntungkan Menurut Malik, tidak sah jika menimbulkan kerugian bagi pihak penjual, dan menguntungkan
si pembeli. Ulama Kufah dan Al Auza‟y, condong kepada pendapat ini.
si pembeli. Ulama Kufah dan Al Auza‟y, condong kepada pendapat ini.
Sebagian ulama mengatakan, bahwa yang haram adalah jika si penunggu barang Sebagian ulama mengatakan, bahwa yang haram adalah jika si penunggu barang sengaja melakukannya. Jika dia hanya kebetulan lewat, dan berjumpa dengan pembawa barang sengaja melakukannya. Jika dia hanya kebetulan lewat, dan berjumpa dengan pembawa barang yang kemudian terjadi transaksi jual beli, tidak diharamkan.
yang kemudian terjadi transaksi jual beli, tidak diharamkan.
Al Juwaini mengharamkan, jika pembelian itu jauh lebih rendah dari harga pasar. Al Juwaini mengharamkan, jika pembelian itu jauh lebih rendah dari harga pasar.
Menurut Al-Muntawalli diharamkan, jika si pembeli memperoleh harga murah dengan jalan Menurut Al-Muntawalli diharamkan, jika si pembeli memperoleh harga murah dengan jalan penipu,
penipu, misalnya misalnya menakut-nakuti menakut-nakuti dengan dengan mengatakan mengatakan bahwa bahwa dia dia akan akan memerlukan memerlukan ongkosongkos besar
besar jika jika menjualnya menjualnya sendiri sendiri di di pasar, pasar, ataupun ataupun mengatakan mengatakan bahwa bahwa preman preman pasar pasar akanakan memungut retribusi di luar peraturan resmi.
memungut retribusi di luar peraturan resmi.
7.
7. Haram Menjual Anaknya Binatang Yang Masih Dalam KandunganHaram Menjual Anaknya Binatang Yang Masih Dalam Kandungan
14 14
http://abuzubair.wordpress.com/2007/08/10/jual-beli-yang-dilarang-dalam-islam/ http://abuzubair.wordpress.com/2007/08/10/jual-beli-yang-dilarang-dalam-islam/
Larangan
Larangan bai'un natajbai'un nataj, yaitu melakukan akad jual-beli terhadap hewan yang masih dalam, yaitu melakukan akad jual-beli terhadap hewan yang masih dalam kandungan induknya. kandungan induknya.
( ;
( ;
, ,
))
Artinya: Artinya:Abdullah bin Umar R . a berkata: Rasulullah saw melarang menjual anaknya binatang Abdullah bin Umar R . a berkata: Rasulullah saw melarang menjual anaknya binatang yang masih dalam kandungan. Yaitu penjualan yang berlaku di masa jahiliyah, seorang yang masih dalam kandungan. Yaitu penjualan yang berlaku di masa jahiliyah, seorang membeli unta sehingga lahir yang di dalam kandungannya kemudian sampai beranak binatang membeli unta sehingga lahir yang di dalam kandungannya kemudian sampai beranak binatang yang telah lahir itu. (Bukhari, Muslim)
yang telah lahir itu. (Bukhari, Muslim)1515
,,
,,
(
( ::
,,
, ,
))
( :
( :
))
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang jual-beli anak hewan dalam kandungan dan mani ternak jantan. Riwayat al-Bazzar melarang jual-beli anak hewan dalam kandungan dan mani ternak jantan. Riwayat al-Bazzar dengan sanad lemah
dengan sanad lemah1616
8.
8. Larangan Memperdagangkan Benda Najis, Maksiat, dan Tidak BermanfaatLarangan Memperdagangkan Benda Najis, Maksiat, dan Tidak Bermanfaat (serta larangan atas harga kucing dan anjing)
(serta larangan atas harga kucing dan anjing)
-- ;
;
!!
,,
,,
,,
,,
::
??
,,
, ,
))
Atha‟ ibn Abi Rabbah menerangkan:
Atha‟ ibn Abi Rabbah menerangkan:
15 15
Imam Ibnu Hajar Al-Aqsh
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits alany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 614614
16 16
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 642 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 642
١١
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
٠٠
:
:
١١ ٌٌ
٠٠ ١١
, ,
, ,
ٌٌ
١١
١١ ٠٠
ٛٛ
١١ ٠٠ ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
ٗ١ٗ١
١١
ٗ١ٗ١
٠٠
٠٠
١١
(
( ::
, ,
٠٠ ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
٠٠
٠٠
::
ً١ً١
ٌٌ
١١ ٌٌ
١١
,,
١١ ٛٛ
ٝ
ٝ
,,
٠٠ ٛٛ
::
ٗ١
ٗ١
ٛٛ
١١
ٛٛ ١١
ٛٛ
, ,
, ,
١١
“Bahwasannya Jabir r.a. mendengar Nabi SAW, bersabda: Sesungguhnya Allah telah
“Bahwasannya Jabir r.a. mendengar Nabi SAW, bersabda: Sesungguhnya Allah telah
mengharamkan penjualan arak, bangkai, babi dan patung-patung (berhala). Seorang berkata: mengharamkan penjualan arak, bangkai, babi dan patung-patung (berhala). Seorang berkata: Ya Rasulullah, bagaimana pendapat engkau tentang lemak bangkai? Lemak itu biasanya Ya Rasulullah, bagaimana pendapat engkau tentang lemak bangkai? Lemak itu biasanya digunakan untuk mencat perahu, untuk menggosok kulit dan dijadikan penerang oleh manusia? digunakan untuk mencat perahu, untuk menggosok kulit dan dijadikan penerang oleh manusia? Maka beliau menjawab: Tidak boleh, itu haram. Kemudian beliau bersabda: Semoga Maka beliau menjawab: Tidak boleh, itu haram. Kemudian beliau bersabda: Semoga orang-orang Yahudi itu dikutuk Allah, sesungguhnya ketika Allah mengharamkan lemaknya, mereka orang Yahudi itu dikutuk Allah, sesungguhnya ketika Allah mengharamkan lemaknya, mereka
sama menghancurkannya, kemudian mereka menjualnya dan memakan uangnya.” (HR.
sama menghancurkannya, kemudian mereka menjualnya dan memakan uangnya.” (HR.
Jama‟ah
Jama‟ah
))1717Yang dimaksud dengan kalimat “bangkai” dalam hadits
Yang dimaksud dengan kalimat “bangkai” dalam hadits
tersebut ialah binatang yangtersebut ialah binatang yang sudah kehilangan nyawanya, namun tidak lewat penyembelihan yang diakui oleh agama, sudah kehilangan nyawanya, namun tidak lewat penyembelihan yang diakui oleh agama, kecuali bangkai ikan dan belalang.kecuali bangkai ikan dan belalang.
Kalimat “babi” ini merupakan dalil atas diharamkannya menjual binatang tersebut
Kalimat “babi” ini merupakan dalil atas diharamkannya menjual binatang tersebut
dengan semua bagaian-bagiann
dengan semua bagaian-bagiann
ya. Hal itu adalah berdasarkan ijma‟ atau kesepakatan para
ya. Hal itu adalah berdasarkan ijma‟ atau kesepakatan para
ulama. Menurut madzhab Maliki yang mengatakan, bahwa ada kemurahan terhadap rambut ulama. Menurut madzhab Maliki yang mengatakan, bahwa ada kemurahan terhadap rambut binatangbinatang tersebut tersebut yang yang tidak tidak seberapa. seberapa. Motiv Motiv diharamkannya diharamkannya menjual menjual babi babi dan dan juga juga menjualmenjual bangkai
bangkai ialah ialah adanya adanya unsur unsur najis, najis, demikian demikian menurut menurut pendapat pendapat jumhur jumhur ulama ulama dan dan itu itu berlakuberlaku bagi setiap yang najis. Tetapi pendapat Imam Malik
bagi setiap yang najis. Tetapi pendapat Imam Malik yang masyhur mengatakan, bahwa babi ituyang masyhur mengatakan, bahwa babi itu suci.
suci.
Adapun mengenai diharamkannya menjual patung-patung berhala ialah, karena benda Adapun mengenai diharamkannya menjual patung-patung berhala ialah, karena benda tersebut tidak adanya manfaat yang diperbolehkan. Jadi apabila benda tersebut bisa tersebut tidak adanya manfaat yang diperbolehkan. Jadi apabila benda tersebut bisa dimanfaatkan sesudah dipecah atau dihancurkan, maka menurut sebagian ulama hal itu boleh dimanfaatkan sesudah dipecah atau dihancurkan, maka menurut sebagian ulama hal itu boleh dijual. Namun mayoritas ulama tetap melarang atau mengharamkannya
dijual. Namun mayoritas ulama tetap melarang atau mengharamkannya
))
, ,
17 17
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 601 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 601
ٟٟ ٛٛ
ٌٌ
, ,
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
(
(
ٕ
ٕٗٗ
Dari Abu Mas'ud al-Anshory Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi Dari Abu Mas'ud al-Anshory Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang mengambil uang penjualan anjing, uang pelacuran, dan upah wa Sallam melarang mengambil uang penjualan anjing, uang pelacuran, dan upah pertenungan. Muttafaq Alaihi.
pertenungan. Muttafaq Alaihi.1818
,,
Dari Abdullah Ibnu Buraidah, dari ayahnya bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Dari Abdullah Ibnu Buraidah, dari ayahnya bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa membiarkan anggurnya pada musim panen untuk dijual Sallam bersabda: "Barangsiapa membiarkan anggurnya pada musim panen untuk dijual kepada orang-orang yang membuat minuman keras, maka sesungguhnya ia telah menempuh kepada orang-orang yang membuat minuman keras, maka sesungguhnya ia telah menempuh api neraka dengan sengaja." Riwayat Thabrani dalam kitab al-Ausath dengan sanad Hasan. api neraka dengan sengaja." Riwayat Thabrani dalam kitab al-Ausath dengan sanad Hasan.1919
Anas ibnu Malik r.a berkata:
Anas ibnu Malik r.a berkata: “Ras“Rasulullah SAW telah mengutuk sepuluh perkara terhadapulullah SAW telah mengutuk sepuluh perkara terhadap arak: yang memerasnya, yang menyuruh memerasnya, yang meminumnya, yang membawanya, arak: yang memerasnya, yang menyuruh memerasnya, yang meminumnya, yang membawanya, yang
yang dibawakan dibawakan kepadanya, kepadanya, yang yang membeli membeli minumannya, minumannya, yang yang menjualnya, menjualnya, yang yang makanmakan harganya dan membelinya dan yang dibelikan
harganya dan membelinya dan yang dibelikan untuknya.”untuknya.” (HR. At-Turmudzy dan Ibnu Majah)(HR. At-Turmudzy dan Ibnu Majah) Al-Madju Ibnu Taimiyah berdalil dengan hadits ini, bahwa menjual perasan anggur kepada Al-Madju Ibnu Taimiyah berdalil dengan hadits ini, bahwa menjual perasan anggur kepada orang yang akan menjadikannya arak dan menjual sesuatu yang membantu perbuatan maksiat, orang yang akan menjadikannya arak dan menjual sesuatu yang membantu perbuatan maksiat, haram.
haram.
Perbuatan-perbuatan ini diharamkan jika memang kita ketahui benar, bahwa apa yang kita Perbuatan-perbuatan ini diharamkan jika memang kita ketahui benar, bahwa apa yang kita jual
jual itu itu untuk untuk dijadikan dijadikan arak. arak. Jika Jika tidak tidak diketahui diketahui bahwa bahwa yang yang kita kita jual jual akan akan dijadikan dijadikan arak,arak, maka sebagian ulama membolehkan walaupun makruh.
maka sebagian ulama membolehkan walaupun makruh.
( ;
( ;
))
, ,
Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam Dari Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang menjual-belikan wala' dan menghadiahkannya. Muttafaq Alaihi.
melarang menjual-belikan wala' dan menghadiahkannya. Muttafaq Alaihi.2020
::
))
::
))
( :
( :
18 18
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 603 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 603
19 19
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 637 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 637
20 20
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 615 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 615
(
(
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
:
:
ٕ
ٕٗٗ
ٟٟ ٗ١ٗ١
, ,
٠٠
٠٠
٠٠
ٔٔ ٌٌ ٖٖ
)
)
, ,
٠٠
١١
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
١١
١١
١١
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
(
(
?
?
ٌٌ
ٖٖ
١١
ٌٌٕٕ
Abu al-Zubair berkata: Aku bertanya Jabir Radliyallaahu 'anhu tentang harga kucing Abu al-Zubair berkata: Aku bertanya Jabir Radliyallaahu 'anhu tentang harga kucing dan anjing. Ia berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang hal itu. Riwayat dan anjing. Ia berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang hal itu. Riwayat Muslim dan Nasa'i dengan tambahan: Kecuali anjing pemburu
Muslim dan Nasa'i dengan tambahan: Kecuali anjing pemburu2121
9.
9. Larangan Menjual Air yang Lebih dari Keperluan SendiriLarangan Menjual Air yang Lebih dari Keperluan Sendiri
--))
(
( ::
. .
))
( :
( :
Jabir Ibnu Abdullah berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang Jabir Ibnu Abdullah berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang menjual sisa kelebihan air. Riwayat Muslim. Dalam suatu riwayat ia menambahkan: Dan menjual sisa kelebihan air. Riwayat Muslim. Dalam suatu riwayat ia menambahkan: Dan mengupahkan persetubuhan unta jantan
mengupahkan persetubuhan unta jantan2222
Air laut, air sungai, dan semisalnya adalah hak bersama manusia. Dalam hadits disebutkan, Air laut, air sungai, dan semisalnya adalah hak bersama manusia. Dalam hadits disebutkan, bahwa manusia berserikat dalam
bahwa manusia berserikat dalam hal tiga; dalam hal hal tiga; dalam hal air, rumput, dan api air, rumput, dan api (HR. Ahmad dan Abu(HR. Ahmad dan Abu Dawud,
Dawud, Shahihul Jami' Shahihul Jami' no: 6713) akan tetapi, apabila seseorang mengumpulkannya, atau no: 6713) akan tetapi, apabila seseorang mengumpulkannya, atau menggali sumur pada tanah miliknya, atau menyiapkan alat untuk menyedot air, maka air itu menggali sumur pada tanah miliknya, atau menyiapkan alat untuk menyedot air, maka air itu menjadi miliknya, dan dalam keadaan seperti ini boleh baginya menjual air itu meskipun lebih menjadi miliknya, dan dalam keadaan seperti ini boleh baginya menjual air itu meskipun lebih utama adalah memberikannya secara cuma-cuma. Sama seperti ini adalah kayu bakar, jika utama adalah memberikannya secara cuma-cuma. Sama seperti ini adalah kayu bakar, jika seseorang mengumpulkannya, maka kayu-kayu itu boleh ia jual.
seseorang mengumpulkannya, maka kayu-kayu itu boleh ia jual.2323
Iyas Ibn „Abad menerangkan:
Iyas Ibn „Abad menerangkan:
“Bahwasannya Nabi SAW, melarang kita menjual air yang lebih dari keperluan kita”.
“Bahwasannya Nabi SAW, melarang kita menjual air yang lebih dari keperluan kita”. (HR.(HR. Ahmad dan Abu Daud,
An-Ahmad dan Abu Daud, An-
Nasa‟I, Ibnu Majah, At
Nasa‟I, Ibnu Majah, At
-Turmudzy)-Turmudzy)2424Menurut Al Qusyairi, hadits iyas tersebut atas syarat Imam Al Bukhari dan Imam Menurut Al Qusyairi, hadits iyas tersebut atas syarat Imam Al Bukhari dan Imam Muslim. Hadits ini memberikan petunjuk diharamkannya menjual kelebihan air, yakni Muslim. Hadits ini memberikan petunjuk diharamkannya menjual kelebihan air, yakni kelebihan dari keperluan yang bersangkutan. Menurut lahiriahnya hadits, dalam hal ini tidak kelebihan dari keperluan yang bersangkutan. Menurut lahiriahnya hadits, dalam hal ini tidak 21
21
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 608 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 608
22 22
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 612 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 612
23 23 http://wawasankeislaman.blogspot.com/2012/12/beberapa-larangan-dalam-jual-beli.html http://wawasankeislaman.blogspot.com/2012/12/beberapa-larangan-dalam-jual-beli.html 24 24
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits
١١
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
ٖٖ
ada bedanya apakah air yang berada di tanah hak milik, atau air untuk minum maupun untuk ada bedanya apakah air yang berada di tanah hak milik, atau air untuk minum maupun untuk keperluan lainny.
keperluan lainny.
Menurut Al Khithabi, secara lahiriyah yang terkandung dalam larangan hadits tersebut Menurut Al Khithabi, secara lahiriyah yang terkandung dalam larangan hadits tersebut ialah kelebihan air minum, itu yang lekas dipahami oleh orang.
ialah kelebihan air minum, itu yang lekas dipahami oleh orang. An
An
Nawawi
Nawawi menceritakan
menceritakan pendapat
pendapat beberapa
beberapa orang
orang sahabat
sahabat Imam
Imam Syafi‟i
Syafi‟i yang
yang
mengatakan, bahwa wajib menyumbangkan air yang berada di tanah lapang dengan beberapa mengatakan, bahwa wajib menyumbangkan air yang berada di tanah lapang dengan beberapa syarat sebagai berikut:syarat sebagai berikut:
Tidak ditemukannya sumber air yang lain buat memenuhi kebutuhanTidak ditemukannya sumber air yang lain buat memenuhi kebutuhan
Sumbangan air tersebut diperuntukkan buat hewan ternakSumbangan air tersebut diperuntukkan buat hewan ternak
Pemiliknya sudah tidak memerlukan air.Pemiliknya sudah tidak memerlukan air.
Yang diperbolehkan menjual air, apabila air yang sudah ditempatkan dalam bejana Yang diperbolehkan menjual air, apabila air yang sudah ditempatkan dalam bejana tertentu, kemudian air semacam aqua dan lain-lain yang sudah di kemas. Air seperti itu boleh tertentu, kemudian air semacam aqua dan lain-lain yang sudah di kemas. Air seperti itu boleh dijual
dijual2525
10.
10. Larangan Menjual Barang Dengan Cara NajasyiLarangan Menjual Barang Dengan Cara Najasyi
))
( :
( :
Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang berjualan dengan najasy (memuji barang dagangan secara berlebihan). Muttafaq Alaihi.
berjualan dengan najasy (memuji barang dagangan secara berlebihan). Muttafaq Alaihi.2626
Bersumber dari Abu Hurairah:
Bersumber dari Abu Hurairah: “Sesungguhnya Nabi SAW, melarang penduduk kota“Sesungguhnya Nabi SAW, melarang penduduk kota menjual barang yang dititipkan padanya oleh penduduk desa, dan menjual dengan cara menjual barang yang dititipkan padanya oleh penduduk desa, dan menjual dengan cara najasyi.”
najasyi.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)(HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Menurut istilah syara‟, najasyi ialah tidakan seorang pedagang yang sengaja menyuruh
Menurut istilah syara‟, najasyi ialah tidakan seorang pedagang yang sengaja menyuruh
orang lain agar memuji barang dagangannya atau menawarnya dengan harga tawaran yang orang lain agar memuji barang dagangannya atau menawarnya dengan harga tawaran yang
25 25
Adib Bisri Musthafa,
Adib Bisri Musthafa, Nailul Authar Jilid V Nailul Authar Jilid V , (Semarang: CV. Asy Syifa, 1994), hlm. 462, (Semarang: CV. Asy Syifa, 1994), hlm. 462
26 26
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 624 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 624
ٌٌٕٕ
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
١١
cukup tinggi, dengan maksud agar orang lain tertarik ikut-ikutan membelinya karena dia cukup tinggi, dengan maksud agar orang lain tertarik ikut-ikutan membelinya karena dia merasa harganya tidak mahal.
merasa harganya tidak mahal.
Imam Syafi‟i mengatakan: “Najasyi ialah seseorang menawar suatu barang padahal
Imam Syafi‟i mengatakan: “Najasyi ialah seseorang menawar suatu barang padahal
tidak bermaksud membelinya. Melainkan dia hanya bermaksud agar orang lain ikut tidak bermaksud membelinya. Melainkan dia hanya bermaksud agar orang lain ikut menawarnya, kemudian orang lain itu membelinya dengan harga yang lebih tinggi daripada menawarnya, kemudian orang lain itu membelinya dengan harga yang lebih tinggi daripada
harga yang semestinya.”
harga yang semestinya.”
11.
11. Larangan Orang Kota Menjual Sesuatu Kepunyaan Orang DesaLarangan Orang Kota Menjual Sesuatu Kepunyaan Orang Desa
,,
,,
(
( ::
,,
))
, ,
( :
( :
))
Ibnu Umar r.a berkata:
Ibnu Umar r.a berkata: “Nabi SAW, melarang pendudu“Nabi SAW, melarang penduduk kota menjual sesuatu barang yangk kota menjual sesuatu barang yang dititipkan kepadanya oleh orang desa.”
dititipkan kepadanya oleh orang desa.” (HR. Al-Bukhary dan An-(HR. Al-Bukhary dan An-
Nasai‟i)
Nasai‟i)
,,
--,,
::
))
:
:
Dari Thawus, dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu Dari Thawus, dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah engkau menghadang kafilah di tengah perjalanan 'alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah engkau menghadang kafilah di tengah perjalanan (untuk membeli barang dagangannya), dan janganlah orang kota menjual kepada orang desa." (untuk membeli barang dagangannya), dan janganlah orang kota menjual kepada orang desa." Aku bertanya kepada Ibnu Abbas: Apa maksud sabda beliau "Janganlah orang kita menjual Aku bertanya kepada Ibnu Abbas: Apa maksud sabda beliau "Janganlah orang kita menjual kepada orang desa?". Ibnu Abbas menjawab: Janganlah menjadi makelar (perantara). kepada orang desa?". Ibnu Abbas menjawab: Janganlah menjadi makelar (perantara). Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Bukhari.
Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut riwayat Bukhari. 2727
Hadits ini menunjukkan tidak dibolehkannya orang kota menjual barang orang desa, Hadits ini menunjukkan tidak dibolehkannya orang kota menjual barang orang desa, tanpa ada perbedaan antara orang-orang yang berkerabat ataupun bukan, baik dimasa mahal tanpa ada perbedaan antara orang-orang yang berkerabat ataupun bukan, baik dimasa mahal ataupun dimasa murah. Baik barang yang diperlukan oleh penduduk kota ataupun tidak, baik ataupun dimasa murah. Baik barang yang diperlukan oleh penduduk kota ataupun tidak, baik dijual secara diangsur atau tunai.
dijual secara diangsur atau tunai.
27 27
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 627 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 627
١١ ٠٠
ٛٛ
١١ ٠٠ ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
ٗ١ٗ١
١١
ٗ١ٗ١
٠٠
٠٠
١١
((
ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
::
١١ ٠٠
:
:
ٛٛ ٠٠
?
?
١١ ٠٠
ٌٌ ١١
Golongan hanafiyah berpendapat, bahwasannya larangan ini khusus di zaman mahal Golongan hanafiyah berpendapat, bahwasannya larangan ini khusus di zaman mahal dan khusus pula dengan barang-barang yang dibutuhkan penduduk kota.
dan khusus pula dengan barang-barang yang dibutuhkan penduduk kota.
Menurut Syafi‟iah dan Hambalilah, bahwa yang dilarang itu, ialah seorang penduduk desa
Menurut Syafi‟iah dan Hambalilah, bahwa yang dilarang itu, ialah seorang penduduk desa
datang ke kota membawa barang dengan maksud penjualannya dengan harga hari itu. Seorang datang ke kota membawa barang dengan maksud penjualannya dengan harga hari itu. Seorang p
p
enduduk kota (pasar) mengatakan: “letakanlah barang ini padaku, akan kujual berangsur
enduduk kota (pasar) mengatakan: “letakanlah barang ini padaku, akan kujual berangsur
--angsur dengan harga yang lebih mahal dari harga hari ini.” Dan dikaitkan dengan orang desa,
angsur dengan harga yang lebih mahal dari harga hari ini.” Dan dikaitkan dengan orang desa,
ialah mereka yang tidak mengetahui harga pasar. ialah mereka yang tidak mengetahui harga pasar.
12.
12. Larangan Menjual Atas Penjualan Orang Lain, Menawar Atas Tawaran OrangLarangan Menjual Atas Penjualan Orang Lain, Menawar Atas Tawaran Orang Lain, Terkecuali Penjualan Secara Lelang
Lain, Terkecuali Penjualan Secara Lelang
Ibnu Umar r.a menerangkan:
Ibnu Umar r.a menerangkan: “Janganlah kamu menjual atas penjualan saudaranya, dan“Janganlah kamu menjual atas penjualan saudaranya, dan jangan meminang atas pinangan saudaranya, terkecuali kalau sudah ada izin.”
jangan meminang atas pinangan saudaranya, terkecuali kalau sudah ada izin.” (HR. Ahmad)(HR. Ahmad) Menawarkan barang atas penawaran orang lain, adalah bila seseorang mengatakan Menawarkan barang atas penawaran orang lain, adalah bila seseorang mengatakan kepada si pembeli: Kembalikan barang tersebut, anda dapat membeli dari saya dengan harga kepada si pembeli: Kembalikan barang tersebut, anda dapat membeli dari saya dengan harga yang lebih murah, atau akan mendapatkan barang dengan kualitas yang lebih baik. Atau bisa yang lebih murah, atau akan mendapatkan barang dengan kualitas yang lebih baik. Atau bisa juga:
juga: Minta Minta kembali kembali barang barang tersebut, tersebut, saya saya akan akan membelinya membelinya dengan dengan harga harga yang yang lebih lebih tinggi.tinggi. Kedua macam jenis transaksi di atas haram, jika antara para pihak sebelumnya telah terjadi Kedua macam jenis transaksi di atas haram, jika antara para pihak sebelumnya telah terjadi kesepakatan harga.
kesepakatan harga.2828
13
13..Larangan Menerima Bayaran Untuk Hewan PejantanLarangan Menerima Bayaran Untuk Hewan Pejantan
Ibnu Umar r.a menerangkan: Ibnu Umar r.a menerangkan:
“Nabi SAW melarang kita menerima harga mani (sperma) hewan pejantan (landuk)”.
“Nabi SAW melarang kita menerima harga mani (sperma) hewan pejantan (landuk)”. (HR.(HR. Ahmad,
Al-Ahmad, Al-
Bukhary, An Nasa‟I)
Bukhary, An Nasa‟I)
-- ( :
( :
))
28 28 http://abuzubair.wordpress.com/2007/08/10/jual-beli-yang-dilarang-dalam-islam/ http://abuzubair.wordpress.com/2007/08/10/jual-beli-yang-dilarang-dalam-islam/ ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
ٖٖ
Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah S
Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah S2929hallallaahu 'alaihi wa Sallamhallallaahu 'alaihi wa Sallam melarang mengupahkan persetubuhan binatang jantan. Riwayat Bukhari.
melarang mengupahkan persetubuhan binatang jantan. Riwayat Bukhari.
Hadits ini mengemukakan, bahwa sesungguhnya menjual air (mani) pejantan dan juga Hadits ini mengemukakan, bahwa sesungguhnya menjual air (mani) pejantan dan juga menyewakannya itu hukumnya haram, soalnya ia tidak bisa dinilai, tidak bisa diketahui dan menyewakannya itu hukumnya haram, soalnya ia tidak bisa dinilai, tidak bisa diketahui dan tidak kuasa untuk diserahkan. Itulah pendapat jumhur dan juga pendapat ulama-ulama dari tidak kuasa untuk diserahkan. Itulah pendapat jumhur dan juga pendapat ulama-ulama dari
kalangan madzha Syafi‟i dan madzhab Hambali. Sedangkan Al Hasan
kalangan madzha Syafi‟i dan madzhab Hambali. Sedangkan Al Hasan
dan Ibnu Sirin yang dan Ibnu Sirin yang mengutip pendapat Imam Malik mengatakan, bahwa sesungguhnya boleh menyewakan mengutip pendapat Imam Malik mengatakan, bahwa sesungguhnya boleh menyewakan pejantan untuk bersetubuh dalam jangka waktu tertentu.pejantan untuk bersetubuh dalam jangka waktu tertentu.
14.
14. Jual Beli Tanpa Menghadirkan SaksiJual Beli Tanpa Menghadirkan Saksi
(
( ::
))
Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu Ibnu Mas'ud Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila dua orang yang berjual beli berselisih, sedang di antara 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila dua orang yang berjual beli berselisih, sedang di antara mereka tidak ada keterangan yang jelas, maka perkataan yang benar ialah apa yang dikatakan mereka tidak ada keterangan yang jelas, maka perkataan yang benar ialah apa yang dikatakan oleh pemilik barang atau mereka membatalkan transaksi." Riwayat Imam Lima. Hadits oleh pemilik barang atau mereka membatalkan transaksi." Riwayat Imam Lima. Hadits shahih menurut Hakim.
shahih menurut Hakim.3030
Syihab Az-Zuhry mengatakan:
Syihab Az-Zuhry mengatakan: “Bahwa pamannya menceritakan kepada Amrah“Bahwa pamannya menceritakan kepada Amrah (pamannya tersebut adalah sahabat Nabi), bahwa Nabi telah membeli seekor kuda dari Arab (pamannya tersebut adalah sahabat Nabi), bahwa Nabi telah membeli seekor kuda dari Arab Badui (penghuni
Badui (penghuni gurun), Nabgurun), Nabi menemuinya i menemuinya untuk membayar untuk membayar harga harga kuda. kuda. Nabi berjalan Nabi berjalan cepatcepat sedang
sedang sang sang Badui Badui berjalan berjalan lambat. lambat. Beberapa Beberapa orang orang mencegat mencegat orang orang Badui Badui dan dan menawarmenawar kudanya. Mereka tidak mengetahui bahwa Nabi telah membelinya. Karena itu sang badui kudanya. Mereka tidak mengetahui bahwa Nabi telah membelinya. Karena itu sang badui memanggil Nabi dan berkata: Jika anda jadi membeli kuda ini, bayarlah, jika tidak aku akan memanggil Nabi dan berkata: Jika anda jadi membeli kuda ini, bayarlah, jika tidak aku akan menjualnya kepada orang lain. Kala mendengar ucapan badui tersebut, Nabi mengatakan: menjualnya kepada orang lain. Kala mendengar ucapan badui tersebut, Nabi mengatakan: Bukankah
Bukankah kuda kuda ini ini sudah sudah saya saya beli? beli? Badui Badui menjawab: menjawab: tidak. tidak. Demi Demi Allah Allah saya saya tidaktidak menjualnya kepada anda. Nabi berkata: aku benar-benar telah membelinya. Sang Badui menjualnya kepada anda. Nabi berkata: aku benar-benar telah membelinya. Sang Badui 29
29
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 613 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 613
30 30
Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 602 Imam Ibnu Hajar Al-Aqshalany, Bulughul Maram,Jual beli, hadits 602
:
:
ٕ
ٕٗٗ
ٟٟ ٛٛ
١١ ١١
٠٠ ٗ١
ٗ١
ٝ
ٝ
٠٠
٠٠
, ,
١١
, ,
ٖٖ
menjawab: Ajukanlah saksi. Khuzaimah berkata: Sayalah sakinya, bahwa engkau telah menjawab: Ajukanlah saksi. Khuzaimah berkata: Sayalah sakinya, bahwa engkau telah menjualnya kepada Rasulullah. Mendengar itu Nabi mengatakan kepada Khuzaimah: dengan menjualnya kepada Rasulullah. Mendengar itu Nabi mengatakan kepada Khuzaimah: dengan cara apa engkau menjadi saksi? Khuzaimah menjawab: karena aku membenarkan anda, ya cara apa engkau menjadi saksi? Khuzaimah menjawab: karena aku membenarkan anda, ya Rasulullah.
Rasulullah. Nabi Nabi menjadikan menjadikan kesaksian kesaksian Khuzaimah Khuzaimah sebagai sebagai saksi saksi yang yang dilakukan dilakukan oleh oleh duadua orang.”
orang.” (HR. Ahmad, An-(HR. Ahmad, An-
Nasa‟I, dan Abu Daud)
Nasa‟I, dan Abu Daud)
Yang dimaksud saksi ialah seperti yang difirmankan oleh Allah dalam
Al-Yang dimaksud saksi ialah seperti yang difirmankan oleh Allah dalam Al-
Qur‟an: “Dan
Qur‟an: “Dan
persaksikanlah
persaksikanlah apabila
apabila kamu
kamu berjual
berjual beli.”
beli.” Namun
Namun perintah
perintah tersebut
tersebut tidak
tidak berkonotasi
berkonotasi wajib,
wajib,
melainkan sunnah. melainkan sunnah.
Ada yang berpendapat, bahwa atay tersebut sudah dinaskh (dibatalkan) oleh firman Ada yang berpendapat, bahwa atay tersebut sudah dinaskh (dibatalkan) oleh firman
Allah ta‟ala:
Allah ta‟ala: “Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagia yang lain.” Ada pula yang
“Akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagia yang lain.” Ada pula yang
berpendapat, bahwa ayat tersebut tetap berlaku dan tidak dinaskh. berpendapat, bahwa ayat tersebut tetap berlaku dan tidak dinaskh.
Asy-Asy-
Syafi‟y berkata: jika kehadiran saksi diperlukan pada saat transaksi jual beli
Syafi‟y berkata: jika kehadiran saksi diperlukan pada saat transaksi jual beli
tentulah Rasulullah tidak akan membeli sesuatu dari seseorang tanpa ada saksi. Karenanya, tentulah Rasulullah tidak akan membeli sesuatu dari seseorang tanpa ada saksi. Karenanya, perintahperintah Allah Allah agar agar setiap setiap perbuatan perbuatan harus harus disaksikan disaksikan oleh oleh orang orang ketiga, ketiga, merupakan merupakan perintahperintah sunat. Dengan perbuatan Nabi diatas, maka hukum wajib sudah dipalingkan menjadi hukum sunat. Dengan perbuatan Nabi diatas, maka hukum wajib sudah dipalingkan menjadi hukum sunat.
sunat.
Kata Ath-Thabarany, tidak halal bagi seseorang Muslim mengadakan transaksi jual Kata Ath-Thabarany, tidak halal bagi seseorang Muslim mengadakan transaksi jual beli, tanpa ada saksi, karena menyalahi kitabullah.
beli, tanpa ada saksi, karena menyalahi kitabullah.
Namun menurut Ibnu Araby, seluruh ulama sepakat bahwa kehadiran saksi bersifat sunat. Namun menurut Ibnu Araby, seluruh ulama sepakat bahwa kehadiran saksi bersifat sunat.3131
15.
15. Larangan Menjual Barang Sebelum Ditimbang KembaliLarangan Menjual Barang Sebelum Ditimbang Kembali
))
:
:
Jabir ibnu Abdullah berkata:
Jabir ibnu Abdullah berkata: “Nabi SAW, melarang kita menjual makanan sebelum disukat“Nabi SAW, melarang kita menjual makanan sebelum disukat (ditimbang) dua kali. Sukatan penjual dan sukatan pembeli.”
(ditimbang) dua kali. Sukatan penjual dan sukatan pembeli.” (HR. Ibnu Majah dan Ad-(HR. Ibnu Majah dan Ad-Daraquthni)
Daraquthni)3232
31 31
Adib Bisri Musthafa,
Adib Bisri Musthafa, Nailul Authar Jilid V Nailul Authar Jilid V , (Semarang: CV. Asy Syifa, 1994), hlm. 521., (Semarang: CV. Asy Syifa, 1994), hlm. 521.