• Tidak ada hasil yang ditemukan

STATISTIK DAERAH KECAMATAN MATTIRO SOMPE 2016

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STATISTIK DAERAH KECAMATAN MATTIRO SOMPE 2016"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

http://pinrangkab.bps.go.id

KATALOG BPS: 1103001.7315020

BADAN PUSAT STATISTIK

KABUPATEN PINRANG

STATISTIK DAERAH

KECAMATAN MATTIRO SOMPE

(2)

http://pinrangkab.bps.go.id

STATISIK DAERAH

KECAMATAN MATTIRO SOMPE

(3)

http://pinrangkab.bps.go.id

ISBN

: 978-602-6927-22-4

Katalog BPS

: 11030001.731520

Ukuran Buku

: 15 cm x 21 cm

Jumlah Halaman

: 20 Halaman

Naskah:

Fajar

Gambar Kulit:

Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik

Diterbitkan oleh:

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pinrang

(4)

http://pinrangkab.bps.go.id

Kata Pengantar

Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Mattiro Sompe 2016 ini merupakan publikasi yang tergolong baru, berfungsi untuk melengkapi publikasi-publikasi statistik yang sudah terbit secara rutin setiap tahun.Berbeda dengan publikasi yang telah terbit sebelumnya, publikasi ini juga turut menyertakan analisis sederhana sehingga memudahkan pengguna data dalam menginterpretasikan data.

Bahasan yang disajikan dalam Statistik Daerah Kecamatan Mattiro Sompe Tahun 2016 memuat berbagai informasi/indikator terpilih seputar perkembangan pembangunan di berbagai sektor di Kecamatan Mattiro Sompe dan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan/kajian dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan.

Saya berharap, publikasi Statistik Daerah ini mampu memberikan informasi secara cepat dan tepat kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang dapat digunakan sebagai dasar perencanaan, monitor dan evaluasi mengenai perkembangan pembangunan di berbagai sektor serta membantu para pengguna data lainnya dalam memahami kondisi umum daerahnya.

Kritik dan saran yang sifatnya membangun kami harapkan dari semua pihak untuk penyempurnaan penerbitan selanjutnya. Akhirnya, saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah berpartisipasi hingga terbitnya publikasi ini, dan semoga Allah SWT senantiasa meridhoi usaha kita.

Langnga, Agustus 2016 KSK Mattiro Sompe,

(5)

http://pinrangkab.bps.go.id

iv

Statistik Daerah Kecamatan Mattiro Sompe 2016

DAFTAR ISI 1. LETAK GEOGRAFIS... 1 2. PEMERINTAHAN ... 2 3. PENDUDUK... 4 4. PENDIDIKAN... 7 5. KESEHATAN... 8 6. PERTANIAN... 9

7. INDUSTRI DAN PERDAGANGAN...10

8. TRANSPORTASI DAN KOMUNIKASI... 13

9 KEUANGAN DAN KOPERASI...15

(6)

http://pinrangkab.bps.go.id

Kecamatan Mattiro Sompe adalah kecamatan yang

terletak di arah barat Kabupaten Pinrang.

KEL / DESA LUAS (Km2) J A R A K (Km) KETINGGIAN DARI PERMUKAAN AIR LAUT (meter) DARI IBUKOTA KECAMATAN DARI IBUKOTA KABUPATEN (1) (2) (3) (4) (5) 01. MASSULOWALIE 9.34 3 18 2 02. LANGNGA 5.72 1 16 1 03. PALLAMEANG 2.96 2 18 1 04. MATTOMBONG 10.68 2 14 2 05. PATOBONG 18.22 3 13 1 06. SAMAENRE 10.17 4 12 3 07. MAT. TONGANG 11.99 5 14 3 08. SIWOLONG POLONG 14.40 6 15 3 09. MATTIRO TASI 13.51 12 23 1 JUMLAH 96.99 X X X

Kecamatan Mattiro Sompe adalah kecamatan yang terletak di arah barat Kabupaten Pinrang. Jarak rata-rata kecamatan ini dari ibukota kabupaten adalah 15,9 km. Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Cempa, Mattiro Bulu dan Watang Sawitto, sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Mattiro Bulu dan Lanrisang, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Lanrisang, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Selat Makassar.

Ibukota Kecamatan Mattiro Sompe adalah Kelurahan Langnga. Kecamatan ini memiliki luas wilayah 96,99 km2. Wilayah terluas adalah Desa Patobong dengan luas 18,22 km2. Sedangkan wilayah paling sempit adalah Kelurahan Pallameang dengan luas wilayahnya 2,96 km2. Sebagian besar wilayahnya terletak di dataran rendah dengan ketinggian 2 meter dari permukaan laut. Di kecamatan ini terdapat 4 ( empat ) desa/kel yang berbatasan langsung dengan laut, yaitu : Desa Patobong, Desa Mattiro Tasi, Kelurahan Langnga dan Kelurahan Pallameang.

Peta Wilayah Kecamatan Mattiro Sompe

Luas, Jarak dari Ibukota, dan Ketinggian Desa/Kelurahan dari Permukaan Air Laut Keadaan Akhir

Tahun 2015

(7)

http://pinrangkab.bps.go.id

Statistik Daerah Kecamatan Mattiro Sompe 2016

2

Kecamatan Mattiro Sompe terdiri dari 2 kelurahan dan7 desa.

Semua kelurahan/desa di Kecamatan Mattiro Sompe

merupakan kelurahan swasembada.

KELURAHAN/DESA

PEMBAGIAN WILAYAH

KLASIFIKASI

LINGKUNGAN DUSUN SWADAYA SWAKARYA SWASEMBADA

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

01. MASSULOWALIE

-

2

-

-

1

02. LANGNGA

2

-

-

-

1

03. PALLAMEANG

2

-

1

04. MATTOMBONG

-

5

-

1

05. PATOBONG

-

3

-

-

1

06. SAMAENRE

-

2

-

-

1

07. MAT TONGANG

-

2

-

-

1

08. SW POLONG

-

2

-

-

1

09. MATTIRO TASI

-

3

-

-

1

J U M L A H

4

19

-

9

Pembagian Wilayah dan Klasifikasi Desa/Kelurahan di Kecamatan Mattiro

Sompe, Keadaan Akhir Tahun 2016

Sumber: Mattiro Sompe Dalam Angka, 2016

Secara administrasi, Kecamatan Mattiro Sompe terdiri dari 7 desa yang terbagi menjadi 19 dusun dan 2 kelurahan yang terbagi menjadi 4 lingkungan. Menurut status hukum desa, keseluruhan desa dan kelurahan di Kecamatan Mattiro Sompe berstatus definitif, tidak ada yang berstatus desa persiapan maupun UPT (Unit Permukiman Transmigrasi). Di desa/kelurahan telah ada lembaga-lembaga ketahanan, pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kreativitas. Lembaga-lembaga desa yang ada di Kecamatan Mattiro Sompe antara lain LKK/LKD (Lembaga Ketahanan Kelurahan/ Lembaga Ketahanan Desa), Pemuda dan Olah Raga.

Jenis desa/ kelurahan diklasifikasikan menjadi 3, yaitu desa swadaya atau desa terbelakang, desa swakarya atau desa berkembang, dan desa swasembada atau desa maju.

Desa swadaya merupakan desa yang kekurangan SDM atau tenaga kerja dan kekurangan dana sehingga tidak mampu memanfaatkan potensi desanya. Biasanya terletak di wilayah terpencil, jauh dari kota, taraf kehidupan miskin dan tradisional serta tidak memiliki sarana prasarana penunjang yang mencukupi. Di Kecamatan Mattiro Sompe tidak terdapat kelurahan yang merupakan kategori ini.

Desa swakarya adalah desa yang mulai menggunakan dan memanfaatkan potensi fisik dan nonfisik yang dimilikinya tetapi masih kekurangan sumber keuangan atau dana. Desa swakarya belum banyak memiliki sarana dan prasarana.

(8)

http://pinrangkab.bps.go.id

Kecamatan Mattiro Sompe terdiri dari 2 kelurahan dan7 desa.

Semua kelurahan/desa di Kecamatan Mattiro Sompe

merupakan kelurahan swasembada.

.

Biasanya terletak di daerah peralihan desa terpencil dan kota. Masyarakat pedesaan swakarya masih sedikit yang berpendidikan tinggi.Sebagian besar masyarakatnya masih bermata pencaharian utama sebagai petani di pertanian saja. Kecamatan Mattiro Sompe bukan merupakan kelurahan swakarya atau berkembang.

Desa maju atau swasembada adalah desa yang berkecukupan dalam hal SDM dan modal sehingga sudah dapat memanfaatkan dan menggunakan segala potensi fisik desa secara maksimal. Kehidupan desa swasembada sudah mirip kota yang modern dengan mata pencaharian yang beraneka ragam serta sarana dan prasarana yang cukup lengkap untuk menunjang kehidupan masyarakat. Setiap Desa/Kelurahan yang ada di Kecematan Mattiro Sompe sudah termasuk Desa/Kecematan Swasembada

Instansi-instansi pemerintah dan BUMN menjalankan program-program pemerintah di Kecamatan Mattiro Sompe. Adapun distribusi pegawai di beberapa instansi pemerintah dan BUMN dapat dilihat pada gambar 2. Pegawai banyak terkonsentrasi pada Polsek, Koramil, Kantor Camat, juga Puskesmas.

Banyaknya Pegawai pada Instansi Pemerintah dan BUMN di Kecamatan

Mattiro Sompe, Keadaan Akhir Tahun 2015

(9)

http://pinrangkab.bps.go.id

Statistik Daerah Kecamatan Mattiro Sompe 2016

4

Banyaknya Rumah Tangga, Penduduk, Luas dan Kepadatan Penduduk, Dirinci Tiap Kelurahan/Desa, Keadaan Akhir Tahun 2015

KELURAHAN/DESA TANGGA RUMAH PENDUDUK (Jiwa) LUAS KEPADATAN (Km2) (Jiwa/Km2) (1) (2) (3) (4) (5) MASSULOWALIE 568 2435 9,34 261 LANGNGA 1180 5054 5,72 884 PALLAMEANG 1088 4659 2,96 1574 MATTOMBONG 804 3445 10,68 223 PATOBONG 590 2533 18,22 139 SAMAENRE 723 3098 10,17 302 MATTONGAN-TONGANG 548 2350 11,99 196 SIWOLONG POLONG 567 2431 14,4 169 MATTIRO TASI 494 2121 13,51 157 J U M L A H 6562 28126 96,99 290

Sumber: Mattiro Sompe Dalam Angka, 2016

Kelahiran dan Kematian Penduduk menurut Jenis Kelamin di Kecamatan Mattiro Sompe,

Keadaan Akhir Tahun 2015

KELURAHAN/DESA L A H I R M A T I LAKI-LAKI PEREM-PUAN JML LAKI-LAKI PEREM-PUAN JML (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) MASSULOWALIE 15 21 36 10 6 16 LANGNGA 46 51 97 13 18 31 PALLAMEANG 47 53 100 10 14 24 MATTOMBONG 33 27 60 8 12 20 PATOBONG 20 26 46 10 10 20 SAMAENRE 22 33 55 8 6 14 MATTONGAN-TONGANG 20 23 43 9 7 16 SIWOLONG POLONG 20 18 38 6 11 17 MATTIRO TASI 17 22 39 6 10 16 J U M L A H 240 274 514 80 94 174

Sumber: Mattiro Sompe Dalam Angka, 2016

Kecamatan Mattiro Sompe memiliki jumlah penduduk 28.126 jiwa dengan kepadatan penduduk 290 jiwa/km2. Kelurahan Pallameang merupakan desa/kelurahan yang paling padat penduduknya, dimana desa ini memiliki penduduk terbanyak kedua setelah Kelurahan Langnga. Jumlah penduduk Kecamatan Mattiro Sompe antara laki-laki dan perempuan cukup sebanding yaitu 13.570 orang laki-laki dan 14.556 orang perempuan, yang seluruhnya merupakan Warga Negara Indonesia asli.

Menurut keadaan akhir 2015, kelahiran di Mattiro Sompe lebih besar daripada kematian, dimana bayi yang lahir adalah sebanyak 514 dan penduduk yang meninggal berjumlah 174 orang. Dengan demikian angka kelahiran kasar atau

Crude Birth Rate (CBR) adalah 18.27

yang berarti bahwa pada setiap 1000 orang penduduk ada 18 kelahiran bayi dalam waktu 1 tahun.

Angka kematian kasar atau

Crude Death Rate (CDR) adalah 6.19

yang berarti bahwa pada setiap 1000 orang penduduk ada 6 orang yang meninggal dalam waktu 1 tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat kesehatan masyarakat Kecamatan Mattiro Sompe secara umum sudah cukup baik. Apabila dilihat menurut jenis kelamin, jumlah kelahiran bayi laki-laki yaitu 240 sedangkan kelahiran bayi perempuan 274. Namun jumlah kematian penduduk perempuan lebih banyak yaitu 94 sedangkan kematian penduduk laki-laki 80.

(10)

http://pinrangkab.bps.go.id

Angka kematian yang lebih kecil daripada angka kelahiran merupakan salah satu sebab terus meningkatnya jumlah penduduk Kecamatan Mattiro Sompe dari tahun ke tahun. Hal ini tentu saja sesuai dengan harapan pemerintah dimana kesehatan masyarakat lebih baik sehingga dapat mengurangi angka kematian. Namun demikian, laju pertumbuhan penduduk menurun dari tahun ke tahun. Hal ini pun sesuai dengan harapan pemerintah dalam upaya menekan laju pertumbuhan penduduk.

Perpindahan penduduk masuk dan keluar Kecamatan Mattiro Sompe yaitu 117 orang datang dan 209 orang pergi. Bila dirinci menurut jenis kelamin, penduduk laki-laki yang pergi 105 orang, lebih banyak dari pada yang datang yaitu 61 orang. Hal ini dimungkinkan karena tanggung jawab sebagai laki-laki menuntut mereka untuk keluar daerah dengan alasan pekerjaan atau pendidikan. Sedangkan penduduk perempuan yang pergi 104 orang dan yang datang, yaitu 56 orang.

Jumlah Penduduk Kecamatan Mattiro Sompe Tahun 2012-2015

Sumber: Mattiro Sompe Dalam Angka, 2016

Banyaknya Penduduk Datang dan Pindah menurut Jenis Kelamin di Kecamatan Mattiro Sompe, Keadaan

Akhir Tahun 2015

(11)

http://pinrangkab.bps.go.id

Statistik Daerah Kecamatan Mattiro Sompe 2016

5

Piramida Penduduk Kecamatan Mattiro Sompe Tahun 2015

Sumber: Mattiro Sompe Dalam Angka, 2016

Dari grafik piramida penduduk terlihat bahwa jumlah penduduk cenderung makin sedikit pada usia yang semakin tua. Namun pemerintah telah berhasil menekan pertumbuhan penduduk yang terlihat pada penduduk usia 0-4 tahun jumlahnya lebih sedikit. Penduduk usia kerja atau penduduk produktif (15-64 tahun) di Kecamatan Mattiro Sompe adalah sebanyak 64.15 persen dari seluruh penduduk. Sedangkan rasio ketergantungan penduduk Kecamatan Mattiro Sompe adalah 55,8 yang berarti bahwa setiap 100 orang penduduk usia produktif menanggung 55-56 orang usia tidak produktif.

Dari piramida penduduk 2015 usia 20-24 tahun, penduduk perempuan mengalami penurunan disebabkan beberapa hal seperti banyaknya perempuan yang keluar karena bekerja atau melanjutkan pendidikan diluar kecamatan.

(12)

http://pinrangkab.bps.go.id

Dalam bidang pendidikan, Kecamatan Mattiro Sompe sudah memiliki fasilitas yang cukup dimana terdapat 28 SD/MI, 5 SMP/MTs, dan 2 SMA. Jumlah guru SD/MI adalah 333 Dengan ketersediaan guru tersebut, perbandingan guru dengan murid adalah 1:10. Jumlah guru SMP/MTs adalah 107, sehingga perbandingan antara guru dengan murid di SMP/MTs adalah 1:13. Adapun jumlah guru SMA/SMK/MA adalah 51 orang, sehingga perbandingan antara guru dengan murid di SMA adalah 1:15. Pada akhir tahun 2015 jumlah guru ini memiliki tren meningkat, walaupun pada tahun-tahun tertentu ada yang mengalami penurunan.

Namun demikian, penduduk di Kecamatan Mattiro Sompe yang buta aksara yang berusia 15-45 Tahun yang menjadi sasaran Program Pemberantasan Buta Aksara oleh Dinas Pendidikan Nasional Kab Pinrang telah tuntas pada tahun 2015.

Banyaknya Sekolah, Guru, dan Murid di SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA di Kecamatan Mattiro Sompe, Tahun 2015

(13)

http://pinrangkab.bps.go.id

Statistik Daerah Kecamatan Mattiro Sompe 2016

8

Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Mattiro Sompe 2015

Sumber: Mattiro Sompe Dalam Angka, 2016

Banyaknya Fasilitas Olah Raga di Kecamatan Mattiro Sompe, Keadaan

Akhir Tahun 2015

Sumber: Mattiro Sompe Dalam Angka, 2016

Dalam bidang kesehatan, di Kecamatan Mattiro Sompe sudah terdapat beberapa fasilitas kesehatan serta tenaga kesehatan. Di Kecamatan ini terdapat 5 Puskesmas Pembantu, 5 Pos Kesehatan Desa (Poskesdes), dan 23 Posyandu. Tenaga kesehatan yang telah ada di Mattiro Sompe antara lain 3 orang dokter umum, 17 orang perawat, 1 orang perawat gigi, 13 orang bidan, 1 Dokter gigi.

Bidang olah raga cukup mendapat perhatian di masyarakat Kecamatan Mattiro Sompe, terlihat dengan adanya bermacam-macam fasilitas olah raga di setiap desa/kelurahan. Fasilitas olah raga yang tersedia antara lain sepak bola, bola voly, tenis lapangan, bulu tangkis, dan tenis meja. Hal ini juga menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap olah raga cukup baik.

Sarana olah raga ini selain bermanfaat bagi kesehatan fisik juga dapat menjadi sarana hiburan dan kegiatan tambahan bagi masyarakat. Diharapkan pula aktivitas olah raga ini dapat menjadi ajang untuk mengukir prestasi.

(14)

http://pinrangkab.bps.go.id

Lahan di kecamatan Mattiro Sompe berupa lahan sawah seluas 4823,33 dan lahan kering seluas 4875,67. Semua sawah di kecamatan Mattiro Sompe berpengairan secara teknis. Dengan demikian pertanian padi sawah sebagian besar tidak tergantung pada musim penghujan. Adapun tanaman pertanian di Kecamatan Mattiro Sompe antara lain padi/palawija, sayur-sayuran, buah-buahan, serta tanaman perkebunan. Baik lahan yang ditanami maupun dipanen, yang terluas adalah untuk padi sawah.

Produksi pertanian tanaman pangan terbesar adalah padi sawah adalah 57537 Ton/ Tahun. Rata-rata produksi tanaman pertanian ini jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya tidak jauh berbeda.

Selain tanaman pangan dan sayur-sayuran, buah-buahan merupakan salah satu komoditas yang dihasilkan di Mattiro Sompe. Produksi buah terbesar adalah mangga, yaitu 243,00 ton. Jenis buah-buahan lain adalah jeruk besar, pisang, nanas, pepaya, kedondong, dan nangka. Tanaman perkebunan seperti coklat dan kelapa dalam pun menjadi penyumbang pendapatan daerah Kecamatan Mattiro Sompe.

Di sektor perikanan Kecamatan Mattiro Sompe merupakan daerah potensial sebagai penghasil udang dan ikan bandeng dengan luas tambak 3163,42 Ha dengan produksi udang 581 ton dan ikan bandeng 4441 ton pada tahun 2015. Di perikanan tangkap Kecamatan Mattiro Sompe menghasilkan ikan sebanyak 2951 ton.

Rata-Rata Produksi Padi/Palawija dan Sayur-Sayuran menurut Jenis Tanaman

di Kecamatan Mattiro Sompe, Selama Tahun 2015

(15)

http://pinrangkab.bps.go.id

Statistik Daerah Kecamatan Mattiro Sompe 2016

10

Banyaknya Industri di Kecamatan Mattiro Sompe, keadaan Akhir

Tahun 2012-2015

Sumber: Mattiro Sompe Dalam Angka, 2016

Banyaknya Industri di Setiap Desa di Kecamatan Mattiro Sompe Tahun 2015

Sumber: Mattiro Sompe Dalam Angka, ,2016

Hampir seluruh kegiatan perindustrian di Kecamatan Mattiro Sompe adalah industri rumah tangga, yaitu sebanyak 120 industri yang tersebar di semua desa/kelurahan. Industri rumah tangga terbanyak terdapat di kelurahan Langnga, yaitu 27 industri rumah tangga. Industri rumah tangga terbanyak kedua ada di Kelurahan Pallameang, yaitu 18 unit usaha.

Keberadaan industri di Kecamatan Mattiro Sompe cukup stabil, artinya dapat bertahan dengan baik. Pada tahun 2010 sempat terjadi penambahan jumlah industri rumah tangga, dari 112 industri pada tahun sebelumnya menjadi 119 industri pada tahun 2011. Selain itu industri kecil bertambah dari 2 industri pada tahun 2009 menjadi 4 industri pada tahun 2010. Banyaknya tenaga kerja yang terserap pun meningkat seiring meningkatnya usaha industri.

Industri kecil di Desa Massulowalie, Samaenre, Mattombong dan Mattongang tongang masing-masing ada 1 unit usaha. Sehingga keseluruhan industri kecil di Mattiro Sompe ada 4 unit usaha. Sedangkan industri sedang ada di Desa Massulowalie, Samaenre dan Mattongang tongang masing-masing 1 unit usaha.

Menurut skala industri, tenaga kerja yang berhasil diserap dari industri rumah tangga berjumlah 292 orang. Karena banyaknya industri rumah tangga di Kelurahan Langnga, maka banyak pula tenaga kerja industri rumah tangga di daerah ini, yaitu 74 orang.

(16)

http://pinrangkab.bps.go.id

Perdagangan merupakan kegiatan yang sangat vital dalam perekonomian, di mana barang-barang yang dihasilkan oleh produsen sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkannya melalui perdagangan. Perdagangan ini dapat dilakukan di mana saja, namun ada tempat-tempat yang menjadi pusat perdagangan seperti pasar, toko, ataupun tempat lelang. Di Kecamatan Mattiro Sompe, ada 4 unit pasar umum tempat masyarakat melakukan kegiatan jual beli. Keempat pasar itu antara lain terdapat di Desa Massulowalie, Kelurahan Pallameang, Desa Patobong dan Desa Mattongang tongang.

Usaha perdagangan yang ada terbagi menjadi perdagangan besar, perdagangan eceran dan usaha warung/rumah makan. Sektor perdagangan yang paling mendominasi adalah perdagangan eceran. Di Kecamatan Mattiro Sompe, terdapa 569 pedagang eceran. Selain perdagangan, di Mattiro Sompe juga terdapat usaha rumah makan sebanyak 41 unit usaha. Baik usaha perdagangan besar, perdagangan eceran, maupun rumah makan cenderung meningkat dari tahun ke tahun.

Banyaknya Tenaga Kerja Industri Rumah Tangga di Kecamatan Mattiro

Sompe, Dirinci menurut Desa/Kelurahan Tahun 2015

1

1

1 1

PASAR DI MATTIRO SOMPE

MASULOWALIE

PALLAMEANG

PATOBONG

MATTONGANG-TONGANG

Sumber: Mattiro Sompe Dalam Angka, 2016

Banyaknya Kegiatan Usaha Perdagangan dan Rumah Makan di Kecamatan Mattiro Sompe Dirinci Tiap

Kelurahan/ Desa, Keadaan Akhir 2015

(17)

http://pinrangkab.bps.go.id

12

Statistik Daerah Kecamatan Mattiro Sompe 2016

Perkembangan Harga Sembilan Bahan Pokok Di Kecamatan Mattiro Sompe,

Tahun 2015

Sumber: Mattiro Sompe Dalam Angka, 2016

Harga bahan-bahan pokok dari awal hingga akhir tahun 2015 cenderung stabil atau tidak signifikan berubah. Hanya Ikan Teri yang sedikit terlihat kenaikan harganya. Harga Ikan Teri pada bulan Maret 2015 adalah 67.000 rupiah menjadi 70.000 rupiah pada bulan Desember 2015. Beras kualitas medium merupakan komoditas yang ,mengalami peningkatan, kendati Kec. Mattiro Sompe merupakan daerah yang potensial sebagai penghasil beras. Harga beras kualitas medium adalan Rp 8250,- per kilogram.

(18)

http://pinrangkab.bps.go.id

Sarana komunikasi dan transportasi merupakan faktor yang cukup menentukan kemajuan suatu daerah. Dengan adanya sarana komunikasi dan transportasi tentunya akses suatu daerah dengan daerah lain menjadi mudah, termasuk kegiatan ekonomi yang merupakan aktivitas vital masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Sarana komunikasi yang ada di Kecamatan Mattiro Sompe antara lain televisi, radio, dan telepon. Sedangkan kantor pos ada 1 di kecamatan ini.

Jumlah televisi di Kecamatan ini sebanyak 4828 buah. Jika dibandingkan dengan jumlah rumah tangga, sekitar 70,9 persen rumah tangga di Kecamatan Mattiro Sompe memiliki televisi.

Di sektor komunikasi seiring dengan perkembangan IT keberadaan HP dan Tablet PC semakin memudahkan masyarakat dalam berkomunikasi, sehingga keberadaan Warung Internet (Warnet) tidak terlalu banyak. Warnet hanya terdapat di Pallameang 2 unit, Samaenre dan Patobong masing-masing 1 Unit.

Di sektor angkutan jalan raya, angkutan yang dominan adalah mikrolet (pete-pete), yaitu sebanyak 33 unit. Bus/panther 20 buah, dan truck 40 buah.

Jumlah Warnet di Kecamatan Mattiro Sompe Tahun 2015

Sumber: Mattiro Sompe Dalam Angka, 2016

(19)

http://pinrangkab.bps.go.id

13

Statistik Daerah Kecamatan Mattiro Sompe 2016

Banyaknya Kegiatan Ekonomi di Sektor Angkutan dan Komunikasi menurut

Kelurahan/ Desa, Keadaan Akhir Tahun 2015

Sumber: Mattiro Sompe Dalam Angka, 2016

Dilihat perkembangan dari tahun ke tahun, jumlah kendaraan mengalami peningkatan. Jumlah bus/panther 17 pada tahun 2014 menjadi 20 pada akhir tahun 2015. Jumlah kendaraan truk merupakan kendaraan yang mengalami peningkatan yang drastis dikarenakan banyaknya mobil pemanen padi yang dimiliki masyarakat. Mobil truk yang dijadikan sebagai alat angkut mobil pemanen padi tersebut. Jumlah truk tahun 2014 adalah 43 unit menjadi 40 unit di tahun 2015.

Untuk mikrolet terbanyak ada di Desa Langnga , yaitu 8 buah. Angkutan truck terbanyak ada di Kelurahan Langnga, yaitu 12 unit. Bus/ panther terbanyak ada di Kel Langnga yaitu 7 Mobil, kebanyakan mobil bus/ panther ini digunakan sebagai alat angkut penumpang dan barang antar kota dalam propinsi. Dengan demikian, dari segi transportasi, Kelurahan Langnga, merupakan wilayah yang sarana transportasinya paling memadai.

(20)

http://pinrangkab.bps.go.id

Perkembangan pengelolaan keuangan masyarakat dilakukan dengan memberdayakan lembaga keuangan yang ada di Kecamatan Mattiro Sompe. Dana dihimpun dari masyarakat dan disalurkan untuk usaha sehingga dapat mengurangi masalah keterbatasan modal bagi masyarakat pedesaan. Lembaga keuangan yang ada yaitu Bank BRI unit di Kelurahan Pallameang, keberadaan Bank BRI dirasakan masyarakat sangat membantu untuk mengembangkan usaha karena adanya kemudangan kredit yang diberikan dengan bunga yang rendah. Selain bank lembaga keuangan lain yang ada adalah Pegadaian di Kelurahan Pallameang , seperti halnya BRI, Pegadaian keberadaannya juga sangat membantu masyarakat dalam pengembangan usaha baik disektor pertanian maupun sektor jasa dan sektor lainnya.

Lembaga keuangan lainnya adalah Baitul Maal Wat Tanwil yang ada di Kelurahan Langnga dan Lembaga Keuangan Mikro ‘Wira Mandiri’ di Desa Siwolong Polong, sangat membantu masyarakat dalam hal pengadaan modal usaha yang dilakukan

Banyaknya lembaga keuangan menurut Desa/Kelurahan, Keadaan Akhir

Tahun 2015

(21)

http://pinrangkab.bps.go.id

16

Statistik Daerah Kecamatan Mattiro Sompe 2016

Banyaknya Kegiatan Ekonomi di Sektor Jasa Reparasi dan Jasa Lainnya di

Kecamatan Mattiro Sompe, Keadaan Akhir 2015

Sumber: Mattiro Sompe Dalam Angka, 2016

Jasa-jasa di Kecamatan Mattiro Sompe antara lain jasa reparasi TV dan Radio, reparasi HP, reparasi kulkas, sepeda, sepeda motor, tukang jahit, tukang pijat, tukang gigi dan tukang las. Meskipun jumlahnya masih terbatas dan tidak tersebar di semua desa/kelurahan, keberadaan usaha jasa tersebut cukup memberi kontribusi terhadap perekonomian Kecamatan Mattiro Sompe dalam hal pendapatan maupun penyerapan tenaga kerja.

Dirinci menurut jenis usaha, usaha jasa terbanyak di Kecamatan Mattiro Sompe adalah penjahit yaitu sejumlah 67 usaha. Dilihat dari prospeknya, usaha penjahitan cukup menjanjikan karena kebutuhan akan sandang ada pada masyarakat di semua kalangan dan usia. Usaha jasa yang masih sedikit adalah reparasi kulkas dan reparasi HP yaitu masing-masing 2 usaha. Kegiatan usaha jasa yang dirinci per desa dan jenis usaha ternyata paling menonjol adalah Kelurahan Pallameang dengan 26 usaha. Setelah itu Kelurahan Langnga dengan jumlah usaha sebanyak 21 usaha.

Karena sarana transportasi cukup memadai di daerah-daerah ini, maka usaha jasa pun lebih berkembang. Jasa persewaan yang ada di kecamatan Mattiro Sompe adalah jasa pesewaan alat pesta, sedangkan jasa kursus yang ada adalah jasa kursus Bahasa Inggris, dan kursus menjahit.

(22)

http://pinrangkab.bps.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK

KABUPATEN PINRANG

Jln. Andi Isa No.18, Pinrang 91211

Telp, Fax (0421) 921021

E-mail: [email protected]

D A T A

Gambar

Gambar Kulit:

Referensi

Dokumen terkait

Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Karangmoncol 2015 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Purbalingga berisi berbagai data dan informasi terpilih seputar

Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Wonosari 2015 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Bondowoso berisi berbagai data dan informasi terpilih seputar Kecamatan

ublikasi Statistik Daerah Kecamatan Panggungrejo 2016 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Blitar berisi berbagai data dan informasi terpilih

Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Selorejo diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Blitar berisi berbagai data dan informasi terpilih seputar

Publikasi Statistik Daerah Kecamatan Mrebet 2015 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Purbalingga berisi berbagai data dan informasi terpilih seputar Keca-

Publikasi KECAMATAN RUMBAI PESISIR DALAM ANGKA 2016 ini merupakan usaha kami sebagai Koordinator Statistik Kecamatan Rumbai Pesisir dalam upaya melengkapi

Penerbitan publikasi Statistik Daerah Kecamatan Jambi Selatan 2012 dimaksudkan untuk melengkapi publikasi Kecamatan Jambi Selatan Dalam Angka yang telah terbit secara

Sosialisasi kegiatan kepada aparat pe- merintah Sekretaris Daerah Kabupaten Pinrang, Camat Mattiro Sompe, dan Lurah Pallameang, tokoh masyarakat, kepala sekolah UPT SDN 54 dan UPT SDN