SKPL
SPESIFIKASI KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK
SILIPI
(SISTEM INFORMASI LISTRIK PINTAR)
Untuk :
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Dipersiapkan oleh :
Yohanes Dwiki Witman Gusti Made
140707748
Program Studi Teknik Informatika Fakultas
Teknologi Industri
Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Nomor Dokumen Halaman
SKPL - SILIPI 1/45
Program Studi Teknik Informatika Revisi B DAFTAR PERUBAHAN
Revisi Deskripsi
A
Aktor Petugas Lapangan dihapus di use case diagram desktop dan di arsitektur perangkat lunak SILIPI. Petugas Lapangan dihapus dari fungsi login desktop.
Fungsi pemasangan
sambungan / perubahan daya listrik pintar diganti
oleh Petugas Loket
.B
Fungsi Login Web dan Pelaporan Web dihapus. Pengecekan tagihan di web hanya menginputkan nomor pelanggan saja. Perbaikan actor dan fungsinya di gambar use case web. Bagian ERD terjadi penambahan tabel baru, penambahan atribut dan relasi baru di tabel tarif, pendaftaran permohonan, tambah daya, dan tagihan permohonan.
C D
E
F
INDEX TANGGAL A B C D E F G
Ditulis oleh DW 1/3/2017 8/3/2017
Diperiksa oleh YP 1/3/2017 8/3/2017
Daftar Halaman Perubahan
Halaman Revisi Halaman Revisi
11 Petugas Lapangan dihapus dari Arsitektur Perangkat Lunak SILIPI. 23
Aktor hanya ada dua: member dan visitor web, di gambar use case web. Gambar fungsi
pelaporan web dihapus. 12
Petugas Lapangan
dihapus dari
fungsi login
desktop.
41, 42 Pelaporan Web dihilangkan. Kesepakatan dosen, fungsi CEO seperti laporan pemasangan baru untuk 5 tahundan sebagainya dihapus. Laporan di desktop tetap.
15
Fungsi
pemasangan
sambungan /
perubahan daya
listrik pintar
dilakukan oleh
Petugas Loket.
42Fungsi Login Web dihapus. Pengecekan tagihan
di web hanya menginputkan nomor pelanggan saja. 22 Petugas Lapangan dihapus di Use Case Diagram untuk Desktop. Use case
pemasangan
sambungan /
perubahan daya
listrik pintar
dilakukan oleh
aktor Petugas
Loket.
45 Penambahan tabel baru, penambahan atribut, dan relasi baru ditabel tarif, pendaftaran permohonan, tambah
DAFTAR ISI
1. Pendahuluan...5
1.1 Tujuan...5
1.2 Lingkup Masalah...5
1.3 Definisi, Akronim dan Singkatan...6
1.4 Referensi...9
1.5 Deskripsi Umum (overview) ...9
2. Deskripsi Kebutuhan... 10
2.1 Perspektif Produk ... 10
2.2 Fungsi Produk ... 12
2.3 Karakteristik Pengguna ... 18
2.4 Batasan - Batasan...18
2.5 Asumsi dan Ketergantungan ... 18
3. Kebutuhan Khusus... 19
3.1 Kebutuhan Antarmuka Eksternal ... 19
3.1.1 Antarmuka Pemakai ... 19
3.1.2 Antarmuka Perangkat Keras ...19
3.1.3 Antarmuka Perangkat Lunak ... 20
3.1.4 Antarmuka Komunikasi ...21
3.2 Kebutuhan Fungsionalitas Perangkat Lunak...22
4. Spesifikasi Rinci Kebutuhan...24
DAFTAR GAMBAR
Arsitektur Perangkat Lunak SILIPI...11
Use Case Diagram Desktop...22
Use Case Diagram Web...23
1.
Pendahuluan
1.1
Tujuan
Dokumen Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL) ini merupakan dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak SILIPI (Sistem Informasi Listrik Pintar). Dokumen ini digunakan sebagai acuan teknis pengembangan perangkat lunak PT. Electric Indonesia yang meliputi (1) antarmuka eksternal (antarmuka antara sistem dengan sistem lain, perangkat keras, dan pengguna); (2) atribut (feature-feature tambahan yang dimiliki sistem); (3) pendefinisian fungsi perangkat lunak; serta (4) pendefinisian batasan perancangan perangkat lunak.
1.2
Lingkup Masalah
Perangkat Lunak SILIPI dikembangkan dengan tujuan :
1. Layanan teknologi informasi pada lingkungan desktop, yang meliputi sistem login, pengelolaan data member, pengelolaan data pegawai, pengelolaan tarif listrik pintar, penambahan daya listrik pintar, pemasangan baru listrik pintar, billing listrik pintar, pemasangan sambungan baru /perubahan daya listrik pintar, dan pelaporan perusahaan.
2. Layanan teknologi informasi pada lingkungan web, yang meliputi pengecekan tagihan listrik pintar, tampil tarif pemasangan baru dan penambahan daya listrik pintar, dan pembelian token listrik pintar.
1.3 Definisi, Akronim, dan Singkatan
Daftar definisi akronim dan singkatan:
Keyword / Phrase
Definisi
SKPL Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak. Dokumen hasil analisis yang berisi spesifikasi kebutuhan klien yang digunakan sebagai acuan teknis pengembangan perangkat lunak.
SILIPI Sistem Informasi Listrik Pintar. Perangkat lunak sistem informasi PT. Electric Indonesia yang berjalan di lingkungan desktop dan web.
Internet Interconnection-Networking.
Istilah umum yang menunjukan jaringan global, terdiri dari komputer dan layanan servis dengan sekitar 30 sampai 50 juta pemakai computer dan puluhan layanan informasi termasuk e-mail, FTP, dan World Wide Web.
Server Komputer yang menyediakan sumber daya bagi klien yang terhubung melalui jaringan.
Calon Member Orang yang belum terdaftar dan akan menjadi anggota Listrik Pintar di PT. Electric Indonesia melalui formulir permohonan pemasangan listrik pintar.
Online Terhubungnya pengguna ke internet atau suatu jaringan.
Desktop Lingkungan aplikasi yang berjalan pada komputer secara independen, biasanya diletakkan di atas meja dan bisa dipergunakan tanpa harus terkoneksi ke internet.
Web Lingkungan aplikasi yang berjalan secara online, melalui halaman situs sistem informasi yang diakses menggunakan web browser.
SKPL-SILIPI-XXX
Kode yang merupakan representasi dari kebutuhan perangkat lunak SILIPI, di mana XXX merupakan nomor fungsi produk.
PT. Electric Indonesia
Perusahaan swasta yang bergerak di bidang distribusi listrik di Indonesia.
CEO Pemimpin tertinggi perusahaan.
Manajer Operasional (MO)
Pemimpin operasional perusahaan.
Petugas Loket Orang yang menerima formulir, memvalidasi formulir, serta mencetak resi penerimaan permohonan dan memberikannya ke calon pelanggan .
Petugas Lapangan
Orang yang melakukan pencatatan daya terpakai dari rumah ke rumah.
Visitor Web Orang yang mengunjungi halaman web PT.
1.4 Referensi
Referensi yang digunakan pada perangkat lunak tersebut adalah:
1. Toni Indrawan / 130707552, Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL) ILUSI, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
2. Schmidt Kartono / 6301200345, Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL) SISTA, Telkom University.
1.5 Deskripsi Umum (Overview)
Dokumen SKPL ini terbagi menjadi 5 bagian utama, yaitu (1) Pendahuluan; (2) Deskripsi Kebutuhan; (3) Kebutuhan Khusus; (4) Spesifikasi Rinci Kebutuhan; dan terakhir (5) Lampiran gambar.
Bagian pertama berisi penjelasan umum tentang tujuan pembuatan SKPL-SILIPI, ruang lingkup masalah dan batasan pengembangan SILIPI, singkatan dan definisi yang ditemui di SKPL ini, referensi pembuatan SKPL-SILIPI, serta deskripsi umum struktur dokumen ini.
Bagian kedua berisi penjelasan deskriptif tentang kebutuhan perangkat lunak SILIPI, mencakup perspektif produk yang akan dikembangkan, fungsi produk perangkat lunak SILIPI sesuai dengan analisis kebutuhan listrik pintar PT. Electric Indonesia, karakteristik pengguna, batasan - batasan terhadap perangkat keras dan perangkat lunak SILIPI, dan asumsi yang muncul dalam pengembangan perangkat lunak SILIPI.
Bagian ketiga berisi penjelasan lebih lanjut tentang kebutuhan perangkat lunak SILIPI di bagian kedua, mencangkup kebutuhan antarmuka eksternal, antarmuka pemakai, antarmuka perangkat keras, antarmuka perangkat lunak, antarmuka komunikasi, dan kebutuhan fungsionalitas perangkat lunak.
Bagian keempat berisi penjelasan secara lebih rinci tentang spesifikasi kebutuhan fungsionalitas perangkat lunak SILIPI yang akan dikembangkan.
2. Deskripsi Kebutuhan 2.1 Perspektif Produk
SILIPI merupakan perangkat lunak yang dikembangkan untuk membantu meningkatkan kualitas layanan sistem informasi kepada semua stakeholder
listrik pintar PT. Electric Indonesia, yaitu CEO, manajer operasional, petugas loket, petugas lapangan, member dan calon member, serta visitor web. Berdasarkan lingkungan aplikasinya, perangkat lunak SILIPI akan terbagi menjadi dua macam, yaitu lingkungan desktop dan web.
Lingkungan aplikasi desktop digunakan oleh semua pihak internal PT. Electric Indonesia. Aplikasi ini menangani sistem login, pengelolaan data member, pengelolaan data pegawai, pengelolaan tarif listrik pintar, penambahan daya listrik pintar, pemasangan baru listrik pintar, billing listrik pintar, pemasangan sambungan baru / perubahan daya listrik pintar, dan pelaporan perusahaan.
Kemudian di lingkungan aplikasi web digunakan oleh pihak internal (CEO dan manajer operasional) dan pihak eksternal (member dan calon member) PT. Electric Indonesia. Aplikasi ini menangani sistem pengecekan tagihan listrik pintar, tampil tarif pemasangan baru dan penambahan daya listrik pintar, dan pembelian token listrik pintar.
Pelaporan kegiatan operasional perusahaan digunakan oleh manajer operasional dan CEO PT. Electric Indonesia berdasarkan waktu tertentu. Laporan tersebut meliputi laporan pemasangan sambungan baru beserta status pemasangan, laporan penambahan daya, dan laporan transaksi bulanan. Laporan ini bisa dilihat oleh manajer operasional dan CEO melalui web.
Perangkat lunak desktop SILIPI berjalan pada platform Windows, sementara pada sistem web harus bergantung dengan web browser google chrome. Bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun aplikasi desktop SILIPI adalah Microsoft Visual C#, menggunakan software pemrograman Microsoft Visual Studio 2012. Database yang akan dipergunakan adalah Microsoft SQL Server 2012.
dan dikombinasikan dengan bahasa pemrograman lainnya, yaitu HTML, CSS, javascript, dan jQuery. Semua program, baik yang berjalan di lingkungan desktop dan web akan terintegrasi, dengan mengacu pada database yang sama dengan aplikasi yang berjalan di lingkungan desktop.
Gambar 1. Arsitektur Perangkat Lunak SILIPI
2.2 Fungsi Produk
Fungsi produk perangkat lunak SILIPI adalah sebagai berikut :
Aplikasi Desktop
1. Fungsi Login (SKPLSILIPI001)
Merupakan fungsi yang digunakan oleh administrator, petugas
loket, manager operasional, dan CEO untuk memberikan akses
ke dalam perangkat lunak desktop SILIPI.
2. Fungsi Pengelolaan Data Member (SKPLSILIPI002)
Merupakan fungsi yang digunakan oleh administrator untuk
mengelola data member dengan perangkat lunak SILIPI.
a. Fungsi Entri Member (SKPLSILIPI00201)
Merupakan fungsi registrasi awal menjadi seorang member
(tanpa biaya) dan disimpan ke database.
b. Fungsi Edit Data Member (SKPLSILIPI00202)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk mengubah data
member yang tersimpan di database.
c. Fungsi Tampil Data Member (SKPLSILIPI00203)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menampilkan data
member yang tersimpan di database.
d. Fungsi Hapus Data Pegawai (SKPLSILIPI00204)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menghapus data
pegawai yang tersimpan di database.
Merupakan fungsi yang digunakan untuk mencari data member
yang tersimpan di database sesuai dengan ID atau nama
member yang dimasukkan.
3. Fungsi Pengelolaan Data Pegawai (SKPLSILIPI003)
Merupakan fungsi yang digunakan oleh administrator untuk
mengelola data petugas lapangan, petugas loket, dan manager
operasional dengan perangkat lunak SILIPI.
a. Fungsi Entri Data Pegawai (SKPLSILIPI00301)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menambahkan data
pegawai ke dalam database.
b. Fungsi Edit Data Pegawai (SKPLSILIPI00302)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk mengubah data
pegawai yang tersimpan di database.
c. Fungsi Tampil Data Pegawai (SKPLSILIPI00303)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menampilkan data
pegawai yang tersimpan di database.
d. Fungsi Hapus Data Pegawai (SKPLSILIPI00304)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menghapus data
pegawai yang tersimpan di database.
e. Fungsi Cari Data Pegawai (SKPLSILIPI00305)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk mencari data
pegawai yang tersimpan di database sesuai dengan ID atau
nama pegawai yang dimasukkan.
4. Fungsi Pengelolaan Tarif Listrik Pintar (SKPLSILIPI004)
Merupakan fungsi yang digunakan administrator untuk
mengelola tarif listrik pintar dengan perangkat lunak
SILIPI.
a. Fungsi Entri Tarif Listrik (SKPLSILIPI00401)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menambahkan tarif
listrik ke dalam database.
Merupakan fungsi yang digunakan untuk merubah tarif
listrik yang tersimpan di database.
c. Fungsi Tampil Tarif Listrik (SKPLSILIPI00403)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menampilkan tarif
listrik yang tersimpan di database.
d. Fungsi Hapus Tarif Listrik (SKPLSILIPI00404)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menghapus tarif
listrik yang tersimpan di database.
5. Fungsi Pemasangan Baru Listrik Pintar (SKPLSILIPI005)
Merupakan fungsi yang digunakan petugas loket untuk
melakukan pemasangan baru listrik pintar dengan perangkat
lunak SILIPI.
a. Fungsi Entri Permohonan Pemasangan Baru (SKPLSILIPI005
01)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menambahkan data
pemasangan baru listrik pintar ke dalam database.
b. Fungsi Pemeriksaan Permohonan Pemasangan Baru (SKPL
SILIPI00502)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk memeriksa dan
memutuskan diterima atau tidaknya permohonan pemasangan
baru listrik pintar secara otomatis oleh sistem.
c. Fungsi Cetak Struk Tagihan Pemasangan Baru (SKPLSILIPI
00503)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk mencetak struk
tagihan dari pemasangan baru listrik pintar.
d. Fungsi Pembayaran Tagihan Pemasangan Baru (SKPLSILIPI
00504)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menerima pembayaran
tagihan dari pemasangan baru listrik pintar.
e. Fungsi Entri Data Daya Listrik Yang Terpakai(SKPLSILIPI
00505)
f. Fungsi Cetak Kartu Member (SKPLSILIPI00506)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk mencetak kartu
member.
6. Fungsi Penambahan Daya Listrik Pintar (SKPLSILIPI006)
Merupakan fungsi yang digunakan petugas loket untuk
melakukan penambahan daya listrik pintar dengan perangkat
lunak SILIPI.
a. Fungsi Entri Permohonan Penambahan Daya (SKPLSILIPI006
01)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menambahkan data
penambahan daya listrik pintar ke dalam database.
b. Fungsi Pemeriksaan Permohonan Penambahan Daya (SKPL
SILIPI00602)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk memeriksa dan
memutuskan diterima atau tidaknya permohonan penambahan
daya listrik pintar secara otomatis oleh sistem.
c. Fungsi Cetak Struk Tagihan Penambahan Daya (SKPLSILIPI
00603)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk mencetak struk
tagihan dari penambahan daya listrik pintar.
d. Fungsi Pembayaran Tagihan Penambahan Daya (SKPLSILIPI
00604)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menerima pembayaran
tagihan dari penambahan daya listrik pintar.
e. Fungsi Tambah Daya Listrik (SKPLSILIPI00605)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menambah daya
listrik pintar untuk pemasangan lama.
7. Fungsi Billing Listrik Pintar (SKPLSILIPI007)
Merupakan fungsi yang digunakan petugas loket untuk
melakukan billing listrik pintar dengan perangkat lunak
SILIPI.
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menampilkan billing
bulanan member pascabayar berdasarkan id member yang
tersimpan di database.
b. Fungsi Entri Pembayaran Billing Bulanan (SKPLSILIPI007
02)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menambahkan data
pembayaran billing bulanan member pascabayar ke dalam
database.
c. Fungsi Pembelian Token Listrik Pintar (SKPLSILIPI007
03)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk pembelian pulsa
listrik dengan menggenerate token listrik pintar bagi
member prabayar.
d. Fungsi Cetak Struk Pembelian Token Listrik Pintar (SKPL
SILIPI00704)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk mencetak struk
pembayaran listrik pintar untuk member prabayar.
8. Fungsi Pemasangan Sambungan Baru / Perubahan Daya Listrik
Pintar (SKPLSILIPI008)
Merupakan fungsi yang digunakan petugas loket untuk
memasukkan data pemasangan sambungan baru / perubahan daya
listrik pintar dari pencatatan petugas lapangan dengan
perangkat lunak SILIPI.
a. Fungsi Entri Pemasangan Sambungan Baru Listrik Pintar
(SKPLSILIPI00801)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menambahkan data
pemasangan sambungan baru listrik pintar ke dalam
database, berupa nomor kwh meter, daya, dan statusnya.
b. Fungsi Entri Pemakaian Listrik Bulanan (SKPLSILIPI008
02)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menambahkan data
pemakaian listrik (kwh) member pascabayar setiap bulan.
Merupakan fungsi yang digunakan oleh manager operasional dan
CEO untuk menampilkan laporan operasional listrik pintar PT.
Electronic Indonesia melalui desktop.
a. Fungsi Laporan Pemasangan Sambungan Baru Beserta Status
Pemasangan (SKPLSILIPI0901)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menampilkan laporan
pemasangan sambungan baru listrik pintar beserta status
pemasangan.
b. Fungsi Laporan Penambahan Daya (SKPLSILIPI0902)
Merupakan fungsi yang digunakan untuk menampilkan laporan
permohonan penambahan daya listrik pintar.
c. Fungsi Laporan Transaksi Bulanan (SKPLSILIPI0903)
Aplikasi Web
10. Fungsi Tampil Tarif Pemasangan Baru dan Penambahan Daya
Listrik Pintar (SKPLSILIPI010)
Merupakan fungsi yang digunakan oleh member untuk menampilkan
informasi tarif pemasangan baru dan penambahan daya listrik
pintar yang tersimpan di database melalui web.
11. Fungsi Pengecekan Tagihan Listrik Pintar (SKPLSILIPI011)
Merupakan fungsi yang digunakan oleh member untuk mengecek
informasi tagihan listrik pada bulan tertentu melalui web
dengan memasukkan nomor pelanggan.
12. Fungsi Pembelian Token Listrik Pintar (SKPLSILIPI012)
2.3 Karakteristik Pengguna
Karakteristik dari pengguna perangkat lunak SILIPI adalah sebagai berikut:
1. Memahami penggunaan aplikasi desktop dan web SILIPI. 2. Memahami tentang internet dan web.
3. Memahami pengoperasian komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows.
2.4 Batasan-batasan
Batasan-batasan dalam pengembangan perangkat lunak SILIPI tersebut adalah:
1. Kebijaksanaan Umum
Berpedoman pada tujuan dari pengembangan perangkat lunak SILIPI. Pengguna yang mengakses sistem SILIPI pun harus melakukan proses authorisasi.
2. Keterbatasan perangkat keras
Dapat diketahui kemudian setelah sistem ini berjalan (sesuai dengan kebutuhan).
3. Keterbatasan Perangkat Lunak
Perangkat lunak yang dikembangkan harus menggunakan DBMS SQL Server. Kebijakan TIK di UAJY mensyaratkan bahwa pengembangan sistem informasi harus menggunakan paradigma berorientasi objek.
2.5 Asumsi dan Ketergantungan
3.Kebutuhan khusus
3.1 Kebutuhan antarmuka eksternal
Kebutuhan antar muka eksternal pada perangkat lunak SILIPI meliputi kebutuhan antarmuka pemakai, antarmuka perangkat keras, antarmuka perangkat lunak, antarmuka komunikasi.
3.1.1 Antarmuka pemakai
Pengguna berinteraksi dengan antar muka yang ditampilkan dalam bentuk formulir.
3.1.2 Antar muka perangkat keras
Antar muka perangkat keras yang digunakan dalam perangkat lunak SILIPI adalah:
1. Perangkat Desktop
Spesifikasi perangkat desktop adalah sebagai berikut: - RAM sebesar 4GB
- Processor Intel i3
2. Perangkat Database Server
Spesifikasi perangkat database server adalah sebagai berikut: - RAM sebesar 4GB
- Processor Intel i3
3 . Perangkat Web Server
Spesifikasi perangkat web server adalah sebagai berikut: - RAM sebesar 4GB
3.1.3 Antar muka perangkat lunak
Perangkat lunak yang dibutuhkan untuk mengoperasikan perangkat lunak SILIPI adalah sebagai berikut:
1. Nama: SQL Server 2012 Sumber: Microsoft
Sebagai database management sistem (DBMS) yang digunakan untuk menyimpan data di sisi server.
2. Nama: Windows 7 32bit Sumber: Microsoft
Sebagai sistem operasi untuk perangkat desktop.
3. Nama: Google Chrome Sumber: Google
Sebagai web browser untuk membuka sistem web.
4. Nama: IIS
Sumber: Microsoft Sebagai web server.
5. Nama: Windows 7 32 bit Sumber: Microsoft
Sebagai sistem operasi untuk web server.
6. Nama: Crystal Report Sumber: Microsoft.
Sebagai aplikasi untuk membuat laporan.
7. Nama: .NET Framework 4 Sumber: Microsoft.
8. Nama: PHP
Sumber: Apache.
Sebagai aplikasi framework back-end untuk menjalankan aplikasi web SILIPI.
9.Nama: HTML
Sumber: World Wide Web (W3) Consortium.
Sebagai aplikasi framework front-end untuk menjalankan aplikasi web SILIPI.
10.Nama: CSS
Sumber: World Wide Web (W3) Consortium.
Sebagai aplikasi framework front-end untuk menjalankan aplikasi web SILIPI.
11.Nama: javascript
Sumber: Netscape Communications Corporation, Mozilla Foundation. Sebagai aplikasi framework front-end untuk menjalankan aplikasi web SILIPI.
12.Nama: jQuery Sumber: jQuery.
Sebagai aplikasi framework front-end untuk menjalankan aplikasi web SILIPI.
13.Nama: Bootstrap
Sumber: Twitter Bootstrap.
Sebagai aplikasi framework front-end untuk menjalankan aplikasi web SILIPI.
3.1.4 Antarmuka Komunikasi
3.2 Kebutuhan Fungsionalitas Perangkat Lunak
Use Case Diagram
Use case Desktop
Use case Web
4.Spesifikasi Rinci Kebutuhan
4.1 Spesifikasi Kebutuhan Fungsionalitas
APLIKASI DEKSTOP
2
Use case Spesification : Login
1. Brief Description
Use case ini digunakan oleh Aktor untuk masuk ke perangkat lunak SILIPI dengan memasukkan username dan password sesuai dengan data yang ada di database.
2. Primary Actor
1. Administrator 2. Petugas Loket
3. Manajer Operasional
3. Supporting Actor None.
4. Basic Flow
1. Use case dimulai ketika aktor memilih untuk masuk ke dalam perangkat lunak SILIPI.
2. Sistem akan menampilkan formulir username dan password.
3. Aktor mengisi username dan password, kemudian menekan tombol login atau OK.
4. Sistem mengotentifikasi username dan password yang telah dimasukan oleh aktor.
E1 Username atau password yang dimasukan oleh Aktor salah. 5. Aktor masuk ke dalam sistem SILIPI.
6. Use case selesai.
5. Alternative Flow None.
6. Error Flow
E-1 Username atau password yang dimasukan oleh aktor salah
1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa username atau password yang dimasukan oleh aktor salah.
2.
Kembali ke Basic Flow Langkah ke 3.7. PreConditions
1. Username dan password terdaftar di database dan dimiliki oleh aktor.
8. Post Condition
3
Use case Spesification : Pengelolaan Data Member
1.
Brief DescriptionUse case ini digunakan oleh aktor untuk mengelola data member. Aktor dapat melakukan registrasi member, edit data member, tampil data member, Hapus data member (berdasarkan id member), dan cari data member (bedasarkan id atau nama member), dan tampil data member.
2.
Primary Actor1.
Administrator3.
Supporting Actor1.
Member.4.
Basic Flow1. Use Case ini dimulai ketika aktor memilih untuk melakukan pengelolaan data member.
2. Sistem menampilkan pilihan registrasi member, edit data member, tampil data member, Hapus data member (berdasarkan ID member), dan cari data member (bedasarkan ID atau nama member).
3. Aktor memilih fungsi registrasi member.
A-1 Aktor memilih fungsi edit data member. A-2 Aktor memilih fungsi tampil data member. A-3 Aktor memilih fungsi hapus data member. A-4 Aktor memilih fungsi cari data member.
4. Aktor mengisi data member melalui formulir digital SILIPI.
5. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data member yang telah dimasukkan aktor.
6. Sistem mengecek data member yang telah dimasukkan aktor. E-1 Data member yang dimasukkan oleh aktor salah.
7. Sistem menyimpan data member ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.
8. Use Case selesai.
5.
Alternative FlowA-1 Aktor memilih untuk melakukan edit data member 1. Sistem menampilkan data member.
2. Aktor memilih data member yang akan diedit. 3. Aktor mengedit data member yang sudah dipilih.
4. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data member yang telah diedit.
5. Sistem melakukan pengecekan terhadap data member yang telah diedit.
E-2 Data member yang dimasukan aktor salah.
6. Sistem meyimpan data member yang telah diedit ke database. 7. Sistem menampilkan pesan bahwa data telah berhasil diedit. 8. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.
A-2 Aktor memilih untuk melakukan tampil data member. 1. Sistem menampilkan semua data member.
A-3 Aktor memilih untuk melakukan hapus data member 1. Sistem menampilkan data member.
2. Aktor memilih data member yang akan diHapus.
3.
Aktor meminta sistem untuk menghapus data member yang dipilih.4.
Sistem menampilkan peringatan untuk meminta konfirmasi ke aktor akan data member yang dipilih.5.
Aktor mengkonfirmasi data member yang akan diHapus.6.
Sistem menghapus data member yang dipilih.7.
Sistem menampilkan pesan bahwa data member telah berhasil diHapus.8.
Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.A-4 Aktor memilih untuk melakukan cari data member 1. Sistem menampilkan semua data member.
2. Aktor memasukan ID atau nama member yang hendak dicari. 3. Sistem menampilkan data member yang dicari oleh aktor. 4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.
6.
Error FlowE-1 Data member yang dimasukan oleh aktor salah.
1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data member yang dimasukan salah.
2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 4. E-2 Data member yang dimasukan actor salah.
1.
Kembali ke Basic Flow Langkah ke 4.2.
Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data member yang dimasukan actor salah.3.
Kembali ke Alternative Flow A-1 Langkah ke 3.7.
Preconditions1. Use Case Login telah dilakukan. 2. Aktor telah memasuki sistem.
8.
Postconditions4
Use case Spesification : Pengelolaan Data Pegawai
1.
Brief DescriptionUse case ini digunakan oleh aktor untuk mengelola data pegawai. Aktor dapat melakukan entri data pegawai, edit data pegawai, tampil data pegawai, Hapus data pegawai (berdasarkan ID pegawai), dan cari data pegawai (bedasarkan ID atau nama pegawai).
2.
Primary Actor1. Manajer Operasional.
3.
Supporting Actor1. Pegawai (Instruktur Senam dan Kasir).
4.
Basic Flow1. Use Case ini dimulai ketika aktor memilih pengelolaan data pegawai.
2. Sistem menampilkan pilihan entri data pegawai, edit data pegawai, tampil data pegawai, Hapus data pegawai (berdasarkan ID pegawai),dan cari data pegawai (bedasarkan ID atau nama pegawai).
3. Aktor memilih fungsi entri data pegawai.
A-1 Aktor memilih fungsi edit data pegawai. A-2 Aktor memilih fungsi tampil data pegawai. A-3 Aktor memilih fungsi Hapus data pegawai. A-4 Aktor memilih fungsi cari data pegawai.
4. Aktor mengisi data pegawai melalui formulir digital SILIPI.
5. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data pegawai yang telah dimasukkan aktor.
6. Sistem mengecek data pegawai yang dimasukkan aktor. E-1 Data pegawai yang dimasukkan oleh aktor salah.
7. Sistem menyimpan data pegawai ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.
8. Use Case selesai.
5.
Alternative FlowA-1 Aktor memilih untuk melakukan edit data pegawai 1. Sistem menampilkan data pegawai.
2. Aktor memilih data pegawai yang akan diedit. 3. Aktor mengedit data pegawai yang sudah dipilih.
4. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data pegawai yang telah diedit.
5. Sistem melakukan pengecekan terhadap data pegawai yang telah diedit.
E-2 Data pegawai yang dimasukan aktor salah.
6. Sistem meyimpan data pegawai yang telah diedit ke database. 7. Sistem menampilkan pesan bahwa data telah berhasil diedit. 8. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.
A-2 Aktor memilih untuk melakukan tampil data pegawai.
2.
Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.A-3 Aktor memilih untuk melakukan Hapus data pegawai 1. Sistem menampilkan data pegawai.
2. Aktor memilih data pegawai yang akan diHapus.
3. Aktor meminta sistem untuk menghapus data pegawai yang sudah dipilih.
4. Sistem menampilkan peringatan untuk meminta konfirmasi ke aktor akan data member yang dipilih.
5. Aktor mengkonfirmasi data member yang akan diHapus. 6. Sistem menghapus data pegawai yang dipilih.
7. Sistem menampilkan pesan bahwa data pegawai telah berhasil diHapus.
8. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.
A-4 Aktor memilih untuk melakukan cari data pegawai 1. Sistem menampilkan semua data pegawai.
2. Aktor memasukan ID atau nama pegawai yang hendak dicari. 3. Sistem menampilkan data pegawai yang dicari oleh aktor. 4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.
6.
Error FlowE-1 Data pegawai yang dimasukan oleh aktor salah.
1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data pegawai yang dimasukan salah.
2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 4. E-2 Data pegawai yang dimasukan actor salah.
1.
Kembali ke Basic Flow Langkah ke 4.2.
Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data pegawai yang dimasukan actor salah.3.
Kembali ke Alternative Flow A-1 Langkah ke 3.7.
Preconditions1. Use Case Login telah dilakukan. 2. Aktor telah memasuki sistem.
8.
Postconditions5
Use case Spesification : Pengelolaan Tarif Listrik
Pintar
1.
Brief DescriptionUse case ini digunakan oleh aktor untuk mengelola tarif listrik. Aktor dapat melakukan entri tarif listrik, edit tarif listrik, tampil tarif listrik, hapus tarif listrik (berdasarkan ID tarif listrik), dan cari tarif listrik (bedasarkan ID atau nama tarif listrik).
2.
Primary Actor1.
Administrator.3.
Supporting Actor None4.
Basic Flow1. Use Case ini dimulai ketika aktor memilih pengelolaan tarif listrik.
2. Sistem menampilkan pilihan entri tarif listrik, edit tarif listrik, tampil tarif listrik, hapus tarif listrik (berdasarkan ID tarif listrik), dan cari tarif listrik (bedasarkan ID atau nama tarif listrik).
3. Aktor memilih fungsi entri data pegawai.
A-1 Aktor memilih fungsi edit tarif listrik. A-2 Aktor memilih fungsi tampil tarif listrik. A-3 Aktor memilih fungsi hapus tarif listrik. A-4 Aktor memilih fungsi cari tarif listrik.
4. Aktor mengisi data tarif listrik melalui formulir digital SILIPI. 5. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data tarif listrik yang
telah dimasukkan aktor.
6. Sistem mengecek data tarif listrik yang dimasukkan aktor. E-1 Data tarif listrik yang dimasukkan oleh aktor salah.
7. Sistem menyimpan data tarif listrik ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.
8. Use Case selesai.
5.
Alternative FlowA-1 Aktor memilih untuk melakukan edit data tarif listrik 1. Sistem menampilkan data tarif listrik.
2. Aktor memilih data tarif listrik yang akan diedit. 3. Aktor mengedit data tarif listrik yang sudah dipilih.
4. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data tarif listrik yang telah diedit.
5. Sistem melakukan pengecekan terhadap data tarif listrik yang telah diedit.
E-2 Data tarif listrik yang dimasukan aktor salah.
6. Sistem meyimpan data tarif listrik yang telah diedit ke database.
8. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.
A-2 Aktor memilih untuk melakukan tampil data tarif listrik.
1.
Sistem menampilkan semua data tarif listrik.2.
Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.A-3 Aktor memilih untuk melakukan hapus data tarif listrik 1. Sistem menampilkan data tarif listrik.
2. Aktor memilih data tarif listrik yang akan diHapus.
3. Aktor meminta sistem untuk menghapus data tarif listrik yang sudah dipilih.
4. Sistem menampilkan peringatan untuk meminta konfirmasi ke aktor akan data tarif listrik yang dipilih.
5. Aktor mengkonfirmasi data tarif listrik yang akan dihapus. 6. Sistem menghapus data tarif listrik yang dipilih.
7. Sistem menampilkan pesan bahwa data tarif listrik telah berhasil dihapus.
8. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.
A-4 Aktor memilih untuk melakukan cari data tarif listrik 1. Sistem menampilkan semua data tarif listrik.
2. Aktor memasukan ID atau nama pegawai yang hendak dicari. 3. Sistem menampilkan data tarif listrik yang dicari oleh aktor. 4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.
6.
Error FlowE-1 Data tarif listrik yang dimasukan oleh aktor salah.
1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data tarif listrik yang dimasukan salah.
2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 4.
E-2 Data tarif listrik yang dimasukan actor salah.
1.
Kembali ke Basic Flow Langkah ke 4.2.
Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data tarif listrik yang dimasukan actor salah.3.
Kembali ke Alternative Flow A-1 Langkah ke 3.7.
Preconditions1. Use Case Login telah dilakukan. 2. Aktor telah memasuki sistem.
8.
Postconditions6
Use case Spesification : Pemasangan Baru Listrik
Pintar
1.
Brief DescriptionUse case ini digunakan oleh aktor untuk mengurus permohonan pemasangan baru listrik pintar. Aktor dapat melakukan entri permohonan pemasangan baru, pemeriksaan permohonan pemasangan baru, cetak struk tagihan pemasangan baru, pembayaran tagihan pemasangan baru, entri data daya listrik yang terpakai, dan cetak kartu member.
2.
Primary Actor1.
Petugas Loket3.
Supporting Actor 1. Calon Member4.
Basic Flow1. Use Case ini dimulai ketika supporting actor telah mengisi dan menyerahkan formulir permohonan.
2. Aktor memilih layanan pemasangan baru listrik pintar.
3. Sistem menampilkan pilihan entri permohonan pemasangan baru, pemeriksaan permohonan pemasangan baru, cetak struk tagihan pemasangan baru, pembayaran tagihan pemasangan baru, entri data daya listrik yang terpakai, dan cetak kartu member.
4. Aktor memilih fungsi entri permohonan pemasangan baru.
A-1 Aktor memilih fungsi pemeriksaan permohonan pemasangan baru.
A-2 Aktor memilih fungsi cetak struk tagihan pemasangan baru. A-3 Aktor memilih fungsi pembayaran tagihan pemasangan baru. A-4 Aktor memilih fungsi entri data daya listrik yang terpakai.
A-5 Aktor memilih fungsi cetak kartu member.
5. Aktor mengisi data permohonan pemasangan baru melalui formulir digital SILIPI.
6. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data permohonan pemasangan baru yang telah dimasukkan aktor.
7. Sistem mengecek data permohonan pemasangan baru yang dimasukkan oleh aktor.
E-1 Data permohonan pemasangan baru yang dimasukkan oleh aktor salah.
8. Sistem menyimpan data permohonan pemasangan baru ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.
9. Use Case selesai.
5.
Alternative FlowA-1 Aktor memilih untuk melakukan pemeriksaan permohonan pemasangan baru
2. Aktor meminta nomor permohonan atau nama pemohon, kemudian memasukkan nomor tersebut ke pencarian sistem.
3. Sistem mengecek permohonan di database. Sistem mengecek ketersediaan daya listrik di wilayah pemohon dan melakukan verifikasi permohonan.
E-2 Permohonan tidak ditemukan di database.
4. Sistem membuat resi persetujuan / penolakan permohonan secara otomatis dan mengupdate database.
5. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.
A-2 Aktor memilih untuk melakukan cetak struk tagihan pemasangan baru
1. Sistem menampilkan layanan cetak struk tagihan pemasangan baru.
2. Aktor meminta nomor permohonan atau nama pemohon dan memasukkannya ke pencarian sistem.
3. Sistem mengecek permohonan di database.
E-3 Permohonan tidak ditemukan di database.
4. Sistem mengecek resi persetujuan / penolakan pemohon.
E-4 Resi persetujuan / penolakan pemohon tidak ada di database.
5. Aktor melakukan cetak struk tagihan pemasangan baru jika terdapat resi persetujuan di database. Jika terdapat resi penolakan, maka actor akan melakukan cetak resi penolakan. 6. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.
A-3 Aktor memilih untuk melakukan pembayaran tagihan pemasangan baru 1. Sistem menampilkan layanan pembayaran tagihan pemasangan baru. 2. Aktor meminta sejumlah uang ke calon member.
E-5 Uang kurang.
3. Sistem menyimpan transaksi pembayaran ke database. 4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.
A-4 Aktor memilih untuk melakukan entri data daya listrik yang terpakai
1. Sistem menampilkan layanan entri data daya listrik yang terpakai.
2. Aktor mengisi data daya listrik yang terpakai setelah pemasangan baru selesai (data dari pencatatan petugas lapangan) melalui formulir digital SILIPI.
3. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data daya listrik yang telah dimasukkan aktor.
4. Sistem mengecek data daya listrik yang dimasukkan oleh aktor. E-6 Data daya listrik terpakai yang dimasukkan oleh aktor salah
5. Sistem menyimpan data tersebut ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.
A-5 Aktor memilih untuk melakukan cetak kartu member 1. Sistem menampilkan layanan cetak kartu member.
2. Aktor memilih calon member yang kartunya akan dicetak. 3. Sistem mencetak struk member.
4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.
6.
Error FlowE-1 Data permohonan pemasangan baru yang dimasukkan oleh aktor salah.
1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data permohonan pemasangan baru yang dimasukan aktor salah.
2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 5. E-2 Permohonan tidak ditemukan di database.
1.
Sistem memberikan pesan peringatan bahwa permohonan tidak ditemukan di database.2.
Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2. E-3 Permohonan tidak ditemukan di database.1.
Sistem memberikan pesan peringatan bahwa permohonan tidak ditemukan di database.2.
Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2.E-4 Resi persetujuan / penolakan pemohon tidak ditemukan di database.
1.
Sistem memberikan pesan peringatan bahwa resi persetujuan / penolakan pemohon tidak ada di database.2.
Sistem harus membuat terlebih dahulu resi persetujuan / penolakan pemohon. Lakukan verifikasi permohonan dengan kembali ke Basic Flow Langkah ke 4 dan memilih Alternative Flow Langkah ke 1 (A-1).E-5 Uang kurang.
1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa uang yang diberikan member kurang dari uang yang seharusnya dibayarkan.
2. Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2.
E-6 Data daya listrik terpakai yang dimasukkan oleh aktor salah. 1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data daya listrik
terpakai yang dimasukkan oleh aktor salah. 2. Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2.
7.
Preconditions1. Use Case Login telah dilakukan. 2. Aktor telah memasuki sistem.
8.
Postconditions7
Use case Spesification : Penambahan Daya Listrik
Pintar
1. Brief Description
Use case ini digunakan oleh aktor untuk mengurus permohonan
penambahan daya listrik pintar. Aktor dapat melakukan entri permohonan penambahan daya, pemeriksaan permohonan penambahan daya, cetak struk tagihan penambahan daya, pembayaran tagihan penambahan daya, dan tambah daya listrik.
2. Primary Actor
1. Petugas Loket.
3. Supporting Actor 1. Member.
4. Basic Flow
1. Use Case ini dimulai ketika member telah mengisi dan menyerahkan formulir permohonan penambahan daya listrik pintar.
2. Aktor memilih layanan penambahan daya listrik pintar.
3. Sistem menampilkan pilihan entri permohonan penambahan daya, cetak struk tagihan, pembayaran tagihan, dan tambah daya listrik.
4. Aktor memilih fungsi entri permohonan penambahan daya.
A-1 Aktor memilih fungsi pemeriksaan permohonan penambahan daya.
A-2 Aktor memilih fungsi cetak struk tagihan penambahan daya. A-3 Aktor memilih fungsi pembayaran tagihan penambahan daya. A-4 Aktor memilih fungsi tambah daya listrik.
5. Aktor mengisi data entri permohonan penambahan daya melalui formulir digital SILIPI.
6. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data entri permohonan penambahan daya yang telah dimasukkan aktor.
7. Sistem mengecek data entri permohonan penambahan daya yang dimasukkan oleh aktor.
E-1 Data permohonan penambahan daya yang dimasukkan oleh aktor salah.
8. Sistem menyimpan data entri permohonan penambahan daya ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.
9. Use Case selesai.
5. Alternative Flow
A-1 Aktor memilih untuk melakukan pemeriksaan permohonan penambahan daya
1. Sistem menampilkan layanan pemeriksaan permohonan penambahan daya.
3. Sistem mengecek permohonan di database. Sistem mengecek ketersediaan daya listrik di wilayah pemohon dan melakukan verifikasi permohonan.
E-2 Permohonan tidak ditemukan di database.
4. Sistem membuat resi persetujuan / penolakan permohonan secara otomatis dan mengupdate database.
5. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.
A-2 Aktor memilih untuk melakukan cetak struk tagihan 1. Sistem menampilkan layanan cetak struk member.
2. Aktor nomor permohonan atau nama pemohon dan memasukkannya ke pencarian sistem.
3. Sistem mengecek permohonan di database.
E-3 Permohonan tidak ditemukan di database.
4. Sistem mengecek resi persetujuan / penolakan pemohon
.
E-4 Resi persetujuan / penolakan pemohon tidak ada di database
.
5. Aktor melakukan cetak struk tagihan penambahan daya jika terdapat resi persetujuan di database. Jika terdapat resi penolakan, maka aktor akan melakukan cetak resi penolakan. 6. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.
A-3 Aktor memilih untuk melakukan pembayaran tagihan 1. Sistem menampilkan layanan pembayaran tagihan. 2. Aktor meminta uang ke member.
E-5 Uang kurang.
3. Sistem menyimpan transaksi pembayaran ke database. 4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.
A-4 Aktor memilih untuk melakukan tambah daya listrik 1. Sistem menampilkan layanan tambah daya listrik lama.
2. Aktor mengisi data tambah daya listrik baru melalui formulir digital SILIPI.
3. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data tambah daya listrik lama yang telah dimasukkan aktor.
4. Sistem mengecek data tambah daya listrik yang dimasukkan oleh aktor.
E-6 Data tambah daya listrik yang dimasukkan oleh aktor salah.
5. Sistem menyimpan tambah daya listrik ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.
6. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.
6. Error Flow
E-1 Data permohonan penambahan daya yang dimasukkan oleh aktor salah.
2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 5. E-2 Permohonan tidak ditemukan di database.
1.
Sistem memberikan pesan peringatan bahwa permohonan tidak ditemukan di database.2.
Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2. E-3 Permohonan tidak ditemukan di database.1.
Sistem memberikan pesan peringatan bahwa permohonan tidak ditemukan di database.2.
Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2.E-4 Resi persetujuan / penolakan pemohon tidak ada di database.
1.
Sistem memberikan pesan peringatan bahwa resi persetujuan / penolakan pemohon tidak ada di database.2.
Sistem harus membuat terlebih dahulu resi persetujuan / penolakan pemohon. Lakukan verifikasi permohonan dengan kembali ke Basic Flow Langkah ke 4 dan memilih Alternative Flow Langkah ke 1 (A-1).E-5 Uang kurang.
1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa uang yang diberikan member kurang dari uang yang seharusnya dibayarkan.
2. Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2.
E-6 Data tambah daya listrik yang dimasukkan oleh aktor salah.
1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data tambah daya listrik yang dimasukkan oleh aktor salah.
2. Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2.
7. Preconditions
1. Use Case Login telah dilakukan. 2. Aktor telah memasuki sistem.
8. Postconditions
8
Use case Spesification : Billing Listrik Pintar
1.
Brief DescriptionUse case ini digunakan oleh petugas loket untuk melakukan billing listrik pintar. Aktor dapat melakukan entri pembayaran bulanan, tampil billing bulanan, generate token listrik pintar, dan cetak struk pembayaran.
2.
Primary Actor1.
Petugas Loket.3.
Supporting Actor1.
Member.4.
Basic Flow1. Use Case ini dimulai ketika aktor memilih melakukan billing listrik pintar.
2. Aktor memilih fungsi entri pembayaran bulanan. A-2 Aktor memilih fungsi tampil billing bulanan.
A-3 Aktor memilih fungsi generate token listrik pintar. A-4 Aktor memilih fungsi cetak struk pembayaran.
3. Aktor meminta kartu member dan memasukkan nomor pelanggan ke pencarian sistem.
E-1 Nomor pelanggan salah.
4. Sistem menampilkan pembayaran bulanan yang harus dibayar member. 5. Aktor meminta uang ke member.
E-2 Uang kurang.
6. Aktor menambahkan data transaksi seperti data member, tanggal transaksi, jenis pembayaran (tunai / kartu kredit), dan total pembayaran.
7. Aktor meminta sistem untuk menyimpan transaksi pembayaran member. 8. Sistem mengecek data transaksi yang dimasukkan oleh aktor.
E-3 Data transaksi yang dimasukkan oleh aktor salah.
9. Sistem menyimpan transaksi member ke database dan mengupdate rekening tagihan member.
10. Sistem menampilkan pesan bahwa data transaksi berhasil disimpan. 11. Use Case selesai.
5.
Alternative FlowA-1 Aktor memilih untuk melakukan tampil billing bulanan 1. Sistem menampilkan layanan tampil billing bulanan.
2. Aktor meminta kartu member dan memasukkan nomor pelanggan ke pencarian sistem.
E-1 Nomor pelanggan salah.
3. Sistem mengecek rekening tagihan member dan menampilkannya. 4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 11.
A-2 Aktor memilih untuk melakukan generate token listrik pintar 1. Sistem menampilkan layanan generate token listrik pintar.
3. Aktor meminta nominal pulsa yang akan dibeli member. 4. Sistem menampilkan total uang yang harus dibayar member. 5. Aktor meminta uang ke member.
E-2 Uang kurang.
6. Sistem menggenerate token listrik pintar secara otomatis dan mengupdate database.
7. Aktor mencetak struk pembelian token listrik member. 8. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 11.
A-4 Aktor memilih untuk melakukan cetak struk pembayaran 1. Sistem menampilkan layanan cetak struk pembayaran.
2. Aktor meminta kartu member dan memasukkan nomor pelanggan ke pencarian sistem.
E-1 Nomor pelanggan salah.
3. Aktor memilih transaksi pembayaran member yang akan dicetak. 4. Sistem mencetak struk member.
5. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 11.
6.
Error FlowE-1 Nomor pelanggan salah.
1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa nomor pelanggan salah.
2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 3. E-2 Uang kurang.
1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa uang yang diberikan member kurang dari uang yang seharusnya dibayarkan.
2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 5.
E-3 Data transaksi yang dimasukkan oleh aktor salah.
1.
Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data transaksi yang dimasukan actor salah.2.
Kembali ke Basic Flow Langkah ke 6.7.
Preconditions1. Use Case Login telah dilakukan. 2. Aktor telah memasuki sistem.
8.
Postconditions9
Use case Spesification : Pemasangan Sambungan Baru /
Perubahan Daya Listrik Pintar
1.
Brief DescriptionUse case ini digunakan oleh aktor untuk melakukan untuk memasukkan data pemasangan sambungan baru / perubahan daya listrik pintar yang dicatat oleh petugas lapangan. Aktor dapat melakukan entri
pemasangan sambungan baru dan entri pemakaian listrik bulanan.
2.
Primary Actor1.
Petugas Loket.3.
Supporting Actor 1. Petugas Lapangan.4.
Basic Flow1. Use Case ini dimulai ketika petugas lapangan menyerahkan formulir pencatatan pemasangan sambungan baru / perubahan daya listrik pintar ke aktor.
2. Aktor memilih fungsi pemasangan sambungan baru / perubahan daya listrik pintar.
3. Sistem menampilkan pilihan entri pemasangan sambungan baru dan entri pemakaian listrik bulanan.
4. Aktor memilih fungsi entri pemasangan sambungan baru.
A-1 Aktor memilih fungsi entri pemakaian listrik bulanan.
5. Aktor mengisi data entri pemasangan sambungan baru melalui formulir digital SILIPI.
6. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data entri pemasangan sambungan baru yang telah dimasukkan aktor.
7. Sistem mengecek data pemasangan sambungan baru yang dimasukkan oleh aktor.
E-1 Data pemasangan sambungan baru yang dimasukkan oleh aktor salah.
8. Sistem menyimpan data pemasangan sambungan baru listrik pintar ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.
9. Use Case selesai.
5.
Alternative FlowA-1 Aktor memilih untuk melakukan entri pemakaian listrik bulanan 1. Sistem menampilkan layanan entri pemakaian listrik bulanan. 2. Aktor mengisi data pemakaian listrik bulanan melalui formulir
digital SILIPI.
3. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data pemakaian listrik bulanan yang telah dimasukkan aktor.
4. Sistem mengecek data pemakaian listrik bulanan yang dimasukkan oleh aktor.
5. Sistem menyimpan data pemakaian listrik bulanan ke database, mengupdate rekening tagihan member, dan menampilkan pesan berhasil disimpan.
6. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.
6.
Error FlowE-1 Data pemasangan sambungan baru yang dimasukkan oleh aktor salah. 1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data entri pemasangan
sambungan baru yang dimasukkan oleh aktor salah. 2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 5.
E-2 Data pemakaian listrik bulanan yang dimasukkan oleh aktor salah.
1.
Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data pemakaian listrik bulanan yang dimasukkan oleh aktor salah.2.
Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2.7.
Preconditions1. Use Case Login telah dilakukan.
2. Aktor telah memasuki sistem.
3. Petugas Lapangan telah mencatat data pemasangan sambungan baru / perubahan daya listrik melalui formulir pencatatan fisik.
8.
Postconditions10
Use case Spesification : Pelaporan Desktop
1.
Brief DescriptionUse case ini digunakan oleh aktor untuk menampilkan laporan operasional listrik pintar PT. Electric Indonesia melalui dekstop. Aktor dapat melihat laporan pemasangan sambungan baru beserta status pemasangan, laporan penambahan daya, dan laporan transaksi bulanan.
2.
Primary Actor1.
CEO.2.
Manajer Operasional.3.
Supporting Actor None.4.
Basic Flow1. Use Case ini dimulai ketika aktor memilih menampilkan laporan. 2. Sistem memberikan pilihan untuk menampilkan laporan pemasangan
sambungan baru beserta status pemasangan, laporan penambahan daya, dan laporan transaksi bulanan.
3. Aktor memilih fungsi laporan pemasangan sambungan baru beserta status pemasangan.
A-1 Aktor memilih fungsi laporan penambahan daya. A-2 Aktor memilih fungsi laporan transaksi bulanan.
4. Sistem menampilkan laporan pemasangan sambungan baru beserta status pemasangan ke actor.
5. Use Case selesai.
5.
Alternative FlowA-1 Aktor memilih untuk menampilkan laporan penambahan daya
1. Sistem menampilkan laporan penambahan daya. 2. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 5.
A-2 Aktor memilih untuk menampilkan laporan transaksi bulanan
1. Sistem menampilkan pilihan laporan transaksi bulanan. 2. Aktor meminta laporan transaksi per bulan.
3. Sistem menampilkan laporan transaksi sesuai permintaan aktor. 4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 5.
6.
Error Flow None7.
Preconditions1. Use Case Login telah dilakukan. 2. Aktor telah memasuki sistem.
8.
PostconditionsAPLIKASI WEB
11
Use case Spesification: Pembelian Token Listrik Pintar
1. Brief Description
Use case ini digunakan oleh aktor untuk melakukan pembelian token listrik pintar melalui web.
2. Primary Actor
1. Member.
2. Visitor Web. 3. Supporting Actor
None
4. Basic Flow
1. Use Case dimulai ketika aktor memilih untuk melakukan pembelian token listrik.
2. Sistem menampilkan halaman pembelian token listrik ke web browser.
3. Sistem menampilkan nominal pulsa yang tersedia untuk dijual ke aktor.
4. Aktor menentukan nominal pulsa yang mau dibeli.
5. Sistem menampilkan total uang yang harus dibayar aktor.
6. Aktor melakukan pembayaran (melalui online).
A-1 Aktor melakukan pembayaran di bank (transfer tunai).
E1 Uang kurang
7. Sistem menggenerate token listrik pintar secara otomatis dan mengupdate data ke database.
8. Sistem menampilkan halaman bukti pembelian token listrik beserta nomor token listrik ke halaman web browser aktor.
9. Use Case selesai. 5. Alternative Flow
A-1 Aktor melakukan pembayaran di bank (transfer tunai) 1. Sistem menampilkan layanan pembayaran di bank. 2. Sistem menampilkan beberapa bank ke web browser. 3. Aktor memilih bank.
4. Sistem membuat nomor tagihan dan menampilkan tagihan tersebut ke halaman web browser.
5. Aktor mencatat nomor tagihan dan melakukan pembayaran di bank. 6. Sistem menggenerate token listrik pintar secara otomatis dan
mengupdate data ke database.
7. Aktor kembali mengakses halaman web SILIPI dan memilih halaman verifikasi pembayaran.
8. Sistem meminta nomor tagihan yang sudah dibayar. 9. Aktor memasukkan nomor tagihan.
E2 Nomor tagihan tidak ditemukan. 10. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 8.
6. Error Flow E-1 Uang kurang
1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa uang yang ditransfer aktor kurang dari uang yang seharusnya dibayarkan.
E-2 Nomor tagihan tidak ditemukan
1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa nomor tagihan yang dimasukkan aktor tidak ditemukan.
2. Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 9.
7. Preconditions
1. Aktor memiliki kartu kredit atau rekening bank yang akan dilakukan pembayaran.
8. Postconditions
1. Aktor berhasil melakukan pembelian token listrik melalui web.
2. Transaksi pembelian token listrik di database telah terupdate.
12
Use case Spesification: Pengecekan Tagihan Listrik
Pintar
1. Brief Description
Use case ini digunakan oleh aktor untuk melakukan pengecekan tagihan listrik pintar yang belum dibayar oleh aktor.
2. Primary Actor
1. Member.
3. Supporting Actor None
4. Basic Flow
1. Use Case ini dimulai ketika aktor memilih untuk melakukan pengecekan tagihan listrik pintar melalui web.
2. Sistem menampilkan halaman pengecekan tagihan listrik ke web browser aktor.
3. Sistem meminta nomor pelanggan.
4. Aktor memasukkan nomor pelanggan listrik pintarnya.
5. Sistem menampilkan halaman tagihan yang belum dibayar aktor.
6. Aktor mengecek tagihan yang belum dibayar (total biaya tagihan dan tanggal jatuh tempo).
7. Use Case selesai. 5. Alternative Flow
None
6. Error Flow None
7. Preconditions
1. Use Case Login telah dilakukan.
2. Aktor telah memasuki sistem. 8. Postconditions
13
Use case Spesification : Tampil Tarif Pemasangan Baru
dan Penambahan Daya Listrik Pintar
1.
Brief DescriptionUse case ini digunakan oleh aktor untuk menampilkan tarif pemasangan baru dan penambahan daya listrik pintar.
2.
Primary Actor1. Member.
2. Visitor Web.
3.
Supporting Actor None4.
Basic Flow1. Use Case ini dimulai ketika aktor memilih untuk menampilkan tarif pemasangan baru dan penambahan daya listrik pintar melalui web. 2. Sistem menampilkan halaman tarif pemasangan baru dan penambahan
daya ke web browser aktor.
3. Aktor mengecek informasi tarif pemasangan baru dan penambahan daya listrik pintar.
4. Use Case selesai.
5.
Alternative Flow None6.
Error Flow None7.
Preconditions None8.
Postconditions