• Tidak ada hasil yang ditemukan

SKPL SISTEM INFORMASI LISTRIK PINTAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SKPL SISTEM INFORMASI LISTRIK PINTAR"

Copied!
49
0
0

Teks penuh

(1)

SKPL

SPESIFIKASI KEBUTUHAN PERANGKAT LUNAK

SILIPI

(SISTEM INFORMASI LISTRIK PINTAR)

 Untuk :

Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Dipersiapkan oleh :

Yohanes Dwiki Witman Gusti Made

140707748

Program Studi Teknik Informatika ­ Fakultas 

Teknologi Industri

Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Nomor Dokumen Halaman

(2)

SKPL - SILIPI 1/45

Program Studi Teknik Informatika Revisi B DAFTAR PERUBAHAN

Revisi Deskripsi

A

Aktor Petugas Lapangan dihapus di use case diagram desktop dan di arsitektur perangkat lunak SILIPI. Petugas Lapangan dihapus dari fungsi login desktop.

Fungsi  pemasangan

sambungan   /   perubahan   daya   listrik   pintar  diganti

oleh Petugas Loket

.

B

Fungsi Login Web dan Pelaporan Web dihapus. Pengecekan tagihan di web hanya menginputkan nomor pelanggan saja. Perbaikan actor dan fungsinya di gambar use case web. Bagian ERD terjadi penambahan tabel baru, penambahan atribut dan relasi baru di tabel tarif, pendaftaran permohonan, tambah daya, dan tagihan permohonan.

C D

E

F

INDEX TANGGAL A B C D E F G

Ditulis oleh DW 1/3/2017 8/3/2017

Diperiksa oleh YP 1/3/2017 8/3/2017

(3)

Daftar Halaman Perubahan

Halaman Revisi Halaman Revisi

11 Petugas Lapangan dihapus dari Arsitektur Perangkat Lunak SILIPI. 23

Aktor hanya ada dua: member dan visitor web, di gambar use case web. Gambar fungsi

pelaporan web dihapus. 12

Petugas Lapangan

dihapus dari

fungsi login

desktop.

41, 42 Pelaporan Web dihilangkan. Kesepakatan dosen, fungsi CEO seperti laporan pemasangan baru untuk 5 tahun

dan sebagainya dihapus. Laporan di desktop tetap.

15

Fungsi

pemasangan

sambungan /

perubahan daya

listrik pintar

dilakukan oleh

Petugas Loket.

42

Fungsi Login Web dihapus. Pengecekan tagihan

di web hanya menginputkan nomor pelanggan saja. 22 Petugas Lapangan dihapus di Use Case Diagram untuk Desktop. Use case

pemasangan

sambungan /

perubahan daya

listrik pintar

dilakukan oleh

aktor Petugas

Loket.

45 Penambahan tabel baru, penambahan atribut, dan relasi baru di

tabel tarif, pendaftaran permohonan, tambah

(4)

DAFTAR ISI

1. Pendahuluan...5

1.1 Tujuan...5

1.2 Lingkup Masalah...5

1.3 Definisi, Akronim dan Singkatan...6

1.4 Referensi...9

1.5 Deskripsi Umum (overview) ...9

2. Deskripsi Kebutuhan... 10

2.1 Perspektif Produk ... 10

2.2 Fungsi Produk ... 12

2.3 Karakteristik Pengguna ... 18

2.4 Batasan - Batasan...18

2.5 Asumsi dan Ketergantungan ... 18

3. Kebutuhan Khusus... 19

3.1 Kebutuhan Antarmuka Eksternal ... 19

3.1.1 Antarmuka Pemakai ... 19

3.1.2 Antarmuka Perangkat Keras ...19

3.1.3 Antarmuka Perangkat Lunak ... 20

3.1.4 Antarmuka Komunikasi ...21

3.2 Kebutuhan Fungsionalitas Perangkat Lunak...22

4. Spesifikasi Rinci Kebutuhan...24

(5)

DAFTAR GAMBAR

Arsitektur Perangkat Lunak SILIPI...11

Use Case Diagram Desktop...22

Use Case Diagram Web...23

(6)
(7)

1.

Pendahuluan

1.1

Tujuan

Dokumen Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL) ini merupakan dokumen spesifikasi kebutuhan perangkat lunak SILIPI (Sistem Informasi Listrik Pintar). Dokumen ini digunakan sebagai acuan teknis pengembangan perangkat lunak PT. Electric Indonesia yang meliputi (1) antarmuka eksternal (antarmuka antara sistem dengan sistem lain, perangkat keras, dan pengguna); (2) atribut (feature-feature tambahan yang dimiliki sistem); (3) pendefinisian fungsi perangkat lunak; serta (4) pendefinisian batasan perancangan perangkat lunak.

1.2

Lingkup Masalah

Perangkat Lunak SILIPI dikembangkan dengan tujuan :

1. Layanan teknologi informasi pada lingkungan desktop, yang meliputi sistem login, pengelolaan data member, pengelolaan data pegawai, pengelolaan tarif listrik pintar, penambahan daya listrik pintar, pemasangan baru listrik pintar, billing listrik pintar, pemasangan sambungan baru /perubahan daya listrik pintar, dan pelaporan perusahaan.

2. Layanan teknologi informasi pada lingkungan web, yang meliputi pengecekan tagihan listrik pintar, tampil tarif pemasangan baru dan penambahan daya listrik pintar, dan pembelian token listrik pintar.

(8)

1.3 Definisi, Akronim, dan Singkatan

Daftar definisi akronim dan singkatan:

Keyword / Phrase

Definisi

SKPL Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak. Dokumen hasil analisis yang berisi spesifikasi kebutuhan klien yang digunakan sebagai acuan teknis pengembangan perangkat lunak.

SILIPI Sistem Informasi Listrik Pintar. Perangkat lunak sistem informasi PT. Electric   Indonesia  yang berjalan di lingkungan desktop dan web.

Internet Interconnection-Networking.

Istilah umum yang menunjukan jaringan global, terdiri dari komputer dan layanan servis dengan sekitar 30 sampai 50 juta pemakai computer dan puluhan layanan informasi termasuk e-mail, FTP, dan World Wide Web.

Server Komputer yang menyediakan sumber daya bagi klien yang terhubung melalui jaringan.

(9)

Calon Member Orang yang belum terdaftar dan akan menjadi anggota Listrik Pintar di PT. Electric Indonesia melalui formulir permohonan pemasangan listrik pintar.

Online Terhubungnya pengguna ke internet atau suatu jaringan.

Desktop Lingkungan aplikasi yang berjalan pada komputer secara independen, biasanya diletakkan di atas meja dan bisa dipergunakan tanpa harus terkoneksi ke internet.

Web Lingkungan aplikasi yang berjalan secara online, melalui halaman situs sistem informasi yang diakses menggunakan web browser.

SKPL-SILIPI-XXX

Kode yang merupakan representasi dari kebutuhan perangkat lunak SILIPI, di mana XXX merupakan nomor fungsi produk.

PT. Electric  Indonesia

Perusahaan swasta yang bergerak di bidang distribusi listrik di Indonesia.

CEO Pemimpin tertinggi perusahaan.

Manajer Operasional (MO)

Pemimpin operasional perusahaan.

(10)

Petugas Loket Orang yang menerima formulir, memvalidasi formulir, serta mencetak resi penerimaan permohonan dan memberikannya ke calon pelanggan .

Petugas Lapangan

Orang yang melakukan pencatatan daya terpakai dari rumah ke rumah.

Visitor Web Orang yang mengunjungi halaman web PT.

(11)

1.4 Referensi

Referensi yang digunakan pada perangkat lunak tersebut adalah:

1. Toni Indrawan / 130707552, Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL) ILUSI, Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

2. Schmidt Kartono / 6301200345, Spesifikasi Kebutuhan Perangkat Lunak (SKPL) SISTA, Telkom University.

1.5 Deskripsi Umum (Overview)

Dokumen SKPL ini terbagi menjadi 5 bagian utama, yaitu (1) Pendahuluan; (2) Deskripsi Kebutuhan; (3) Kebutuhan Khusus; (4) Spesifikasi Rinci Kebutuhan; dan terakhir (5) Lampiran gambar.

Bagian pertama berisi penjelasan umum tentang tujuan pembuatan SKPL-SILIPI, ruang lingkup masalah dan batasan pengembangan SILIPI, singkatan dan definisi yang ditemui di SKPL ini, referensi pembuatan SKPL-SILIPI, serta deskripsi umum struktur dokumen ini.

Bagian kedua berisi penjelasan deskriptif tentang kebutuhan perangkat lunak SILIPI, mencakup perspektif produk yang akan dikembangkan, fungsi produk perangkat lunak SILIPI sesuai dengan analisis kebutuhan listrik pintar PT. Electric Indonesia, karakteristik pengguna, batasan - batasan terhadap perangkat keras dan perangkat lunak SILIPI, dan asumsi yang muncul dalam pengembangan perangkat lunak SILIPI.

Bagian ketiga berisi penjelasan lebih lanjut tentang kebutuhan perangkat lunak SILIPI di bagian kedua, mencangkup kebutuhan antarmuka eksternal, antarmuka pemakai, antarmuka perangkat keras, antarmuka perangkat lunak, antarmuka komunikasi, dan kebutuhan fungsionalitas perangkat lunak.

Bagian keempat berisi penjelasan secara lebih rinci tentang spesifikasi kebutuhan fungsionalitas perangkat lunak SILIPI yang akan dikembangkan.

(12)

2. Deskripsi Kebutuhan 2.1 Perspektif Produk

SILIPI merupakan perangkat lunak yang dikembangkan untuk membantu meningkatkan kualitas layanan sistem informasi kepada semua stakeholder

listrik pintar PT. Electric Indonesia, yaitu CEO, manajer operasional, petugas loket, petugas lapangan, member dan calon member, serta visitor web. Berdasarkan lingkungan aplikasinya, perangkat lunak SILIPI akan terbagi menjadi dua macam, yaitu lingkungan desktop dan web.

Lingkungan aplikasi desktop digunakan oleh semua pihak internal PT. Electric Indonesia. Aplikasi ini menangani sistem login, pengelolaan data member, pengelolaan data pegawai, pengelolaan tarif listrik pintar, penambahan daya listrik pintar, pemasangan baru listrik pintar, billing listrik pintar, pemasangan sambungan baru / perubahan daya listrik pintar, dan pelaporan perusahaan.

Kemudian di lingkungan aplikasi web digunakan oleh pihak internal (CEO dan manajer operasional) dan pihak eksternal (member dan calon member) PT. Electric Indonesia. Aplikasi ini menangani sistem pengecekan tagihan listrik pintar, tampil tarif pemasangan baru dan penambahan daya listrik pintar, dan pembelian token listrik pintar.

Pelaporan kegiatan operasional perusahaan digunakan oleh manajer operasional dan CEO PT. Electric Indonesia berdasarkan waktu tertentu. Laporan tersebut meliputi laporan pemasangan sambungan baru beserta status pemasangan, laporan penambahan daya, dan laporan transaksi bulanan. Laporan ini bisa dilihat oleh manajer operasional dan CEO melalui web.

Perangkat lunak desktop SILIPI berjalan pada platform Windows, sementara pada sistem web harus bergantung dengan web browser google chrome. Bahasa pemrograman yang digunakan untuk membangun aplikasi desktop SILIPI adalah Microsoft Visual C#, menggunakan software pemrograman Microsoft Visual Studio 2012. Database yang akan dipergunakan adalah Microsoft SQL Server 2012.

(13)

dan dikombinasikan dengan bahasa pemrograman lainnya, yaitu HTML, CSS, javascript, dan jQuery. Semua program, baik yang berjalan di lingkungan desktop dan web akan terintegrasi, dengan mengacu pada database yang sama dengan aplikasi yang berjalan di lingkungan desktop.

Gambar 1. Arsitektur Perangkat Lunak SILIPI

(14)

2.2 Fungsi Produk

Fungsi produk perangkat lunak SILIPI adalah sebagai berikut :

Aplikasi Desktop

1. Fungsi Login (SKPL­SILIPI­001)

Merupakan fungsi yang digunakan oleh administrator, petugas

loket, manager operasional, dan CEO untuk memberikan akses

ke dalam perangkat lunak desktop SILIPI.

2. Fungsi Pengelolaan Data Member (SKPL­SILIPI­002)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   oleh   administrator   untuk

mengelola data member dengan perangkat lunak SILIPI.

a. Fungsi Entri Member (SKPL­SILIPI­002­01)

Merupakan   fungsi   registrasi   awal   menjadi   seorang   member

(tanpa biaya) dan disimpan ke database.

b. Fungsi Edit Data Member (SKPL­SILIPI­002­02)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   mengubah   data

member yang tersimpan di database.

c. Fungsi Tampil Data Member (SKPL­SILIPI­002­03)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   menampilkan   data

member yang tersimpan di database.

d. Fungsi Hapus Data Pegawai (SKPL­SILIPI­002­04)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   menghapus   data

pegawai yang tersimpan di database.

(15)

Merupakan fungsi yang digunakan untuk mencari data member

yang   tersimpan   di   database   sesuai   dengan   ID   atau   nama

member yang dimasukkan.

3. Fungsi Pengelolaan Data Pegawai (SKPL­SILIPI­003)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   oleh   administrator   untuk

mengelola data petugas lapangan, petugas loket, dan manager

operasional dengan perangkat lunak SILIPI.

a. Fungsi Entri Data Pegawai (SKPL­SILIPI­003­01)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   menambahkan   data

pegawai ke dalam database.

b. Fungsi Edit Data Pegawai (SKPL­SILIPI­003­02)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   mengubah   data

pegawai yang tersimpan di database.

c. Fungsi Tampil Data Pegawai (SKPL­SILIPI­003­03)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   menampilkan   data

pegawai yang tersimpan di database.

d. Fungsi Hapus Data Pegawai (SKPL­SILIPI­003­04)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   menghapus   data

pegawai yang tersimpan di database.

e. Fungsi Cari Data Pegawai (SKPL­SILIPI­003­05)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   mencari   data

pegawai yang tersimpan di database sesuai dengan ID atau

nama pegawai yang dimasukkan.

4. Fungsi Pengelolaan Tarif Listrik Pintar (SKPL­SILIPI­004)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan  administrator   untuk

mengelola   tarif   listrik   pintar   dengan   perangkat   lunak

SILIPI.

a. Fungsi Entri Tarif Listrik (SKPL­SILIPI­004­01)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   menambahkan   tarif

listrik ke dalam database.

(16)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   merubah   tarif

listrik yang tersimpan di database.

c. Fungsi Tampil Tarif Listrik (SKPL­SILIPI­004­03)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   menampilkan   tarif

listrik yang tersimpan di database.

d. Fungsi Hapus Tarif Listrik (SKPL­SILIPI­004­04)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   menghapus   tarif

listrik yang tersimpan di database.

5. Fungsi Pemasangan Baru Listrik Pintar (SKPL­SILIPI­005)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan  petugas   loket   untuk

melakukan   pemasangan   baru   listrik   pintar   dengan   perangkat

lunak SILIPI.

a. Fungsi Entri Permohonan Pemasangan Baru (SKPL­SILIPI­005­

01)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   menambahkan   data

pemasangan baru listrik pintar ke dalam database.

b. Fungsi Pemeriksaan Permohonan Pemasangan Baru (SKPL­

SILIPI­005­02)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   memeriksa   dan

memutuskan   diterima   atau   tidaknya   permohonan   pemasangan

baru listrik pintar secara otomatis oleh sistem.

c. Fungsi Cetak Struk Tagihan Pemasangan Baru (SKPL­SILIPI­

005­03)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk  mencetak   struk

tagihan dari pemasangan baru listrik pintar.

d. Fungsi Pembayaran Tagihan Pemasangan Baru (SKPL­SILIPI­

005­04)

Merupakan fungsi yang digunakan untuk menerima pembayaran

tagihan dari pemasangan baru listrik pintar.

e. Fungsi Entri Data Daya Listrik Yang Terpakai(SKPL­SILIPI­

005­05)

(17)

f. Fungsi Cetak Kartu Member (SKPL­SILIPI­005­06)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   mencetak   kartu

member.

6. Fungsi Penambahan Daya Listrik Pintar (SKPL­SILIPI­006)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan  petugas   loket   untuk

melakukan   penambahan   daya   listrik   pintar   dengan   perangkat

lunak SILIPI.

a. Fungsi Entri Permohonan Penambahan Daya (SKPL­SILIPI­006­

01)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   menambahkan   data

penambahan daya listrik pintar ke dalam database.

b. Fungsi   Pemeriksaan   Permohonan   Penambahan   Daya   (SKPL­

SILIPI­006­02)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   memeriksa   dan

memutuskan   diterima   atau   tidaknya   permohonan   penambahan

daya listrik pintar secara otomatis oleh sistem.

c. Fungsi Cetak Struk Tagihan Penambahan Daya (SKPL­SILIPI­

006­03)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk  mencetak   struk

tagihan dari penambahan daya listrik pintar.

d. Fungsi Pembayaran Tagihan Penambahan Daya (SKPL­SILIPI­

006­04)

Merupakan fungsi yang digunakan untuk menerima pembayaran

tagihan dari penambahan daya listrik pintar.

e. Fungsi Tambah Daya Listrik (SKPL­SILIPI­006­05)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   menambah   daya

listrik pintar untuk pemasangan lama.

7. Fungsi Billing Listrik Pintar (SKPL­SILIPI­007)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan  petugas   loket   untuk

melakukan   billing   listrik   pintar   dengan   perangkat   lunak

SILIPI.

(18)

Merupakan fungsi yang digunakan untuk menampilkan billing

bulanan   member   pascabayar   berdasarkan   id   member  yang

tersimpan di database.

b. Fungsi Entri Pembayaran Billing Bulanan (SKPL­SILIPI­007­

02)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   menambahkan   data

pembayaran   billing   bulanan   member   pascabayar  ke   dalam

database.

c. Fungsi Pembelian Token Listrik Pintar (SKPL­SILIPI­007­

03)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   pembelian   pulsa

listrik   dengan  menggenerate   token   listrik   pintar   bagi

member prabayar.

d. Fungsi Cetak Struk Pembelian Token Listrik Pintar (SKPL­

SILIPI­007­04)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk  mencetak   struk

pembayaran listrik pintar untuk member prabayar.

8. Fungsi Pemasangan Sambungan Baru / Perubahan Daya Listrik 

Pintar (SKPL­SILIPI­008)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan  petugas   loket   untuk

memasukkan data pemasangan sambungan baru / perubahan daya

listrik   pintar   dari   pencatatan   petugas   lapangan   dengan

perangkat lunak SILIPI.

a. Fungsi Entri Pemasangan Sambungan Baru Listrik Pintar 

(SKPL­SILIPI­008­01)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   menambahkan   data

pemasangan   sambungan   baru   listrik   pintar  ke   dalam

database, berupa nomor kwh meter, daya, dan statusnya.

b. Fungsi Entri Pemakaian Listrik Bulanan (SKPL­SILIPI­008­

02)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   untuk   menambahkan   data

pemakaian listrik (kwh) member pascabayar setiap bulan.

(19)

Merupakan   fungsi  yang   digunakan  oleh   manager  operasional   dan

CEO   untuk  menampilkan   laporan  operasional  listrik  pintar   PT.

Electronic Indonesia melalui desktop. 

a. Fungsi Laporan Pemasangan Sambungan Baru Beserta Status 

Pemasangan (SKPL­SILIPI­09­01)

Merupakan fungsi yang digunakan untuk menampilkan laporan

pemasangan   sambungan   baru   listrik   pintar   beserta   status

pemasangan.

b. Fungsi Laporan Penambahan Daya (SKPL­SILIPI­09­02)

Merupakan fungsi yang digunakan untuk menampilkan laporan

permohonan penambahan daya listrik pintar.

c. Fungsi Laporan Transaksi Bulanan (SKPL­SILIPI­09­03)

(20)

Aplikasi Web

10. Fungsi Tampil Tarif Pemasangan Baru dan Penambahan Daya 

Listrik Pintar (SKPL­SILIPI­010)

Merupakan fungsi yang digunakan oleh member untuk menampilkan

informasi   tarif   pemasangan   baru   dan   penambahan   daya   listrik

pintar yang tersimpan di database melalui web.

11. Fungsi Pengecekan Tagihan Listrik Pintar (SKPL­SILIPI­011)

Merupakan   fungsi   yang   digunakan   oleh   member   untuk   mengecek

informasi   tagihan   listrik   pada   bulan   tertentu   melalui   web

dengan memasukkan nomor pelanggan.

12. Fungsi Pembelian Token Listrik Pintar (SKPL­SILIPI­012)

(21)

2.3 Karakteristik Pengguna

Karakteristik dari pengguna perangkat lunak SILIPI adalah sebagai berikut:

1. Memahami penggunaan aplikasi desktop dan web SILIPI. 2. Memahami tentang internet dan web.

3. Memahami pengoperasian komputer dengan sistem operasi Microsoft Windows.

2.4 Batasan-batasan

Batasan-batasan dalam pengembangan perangkat lunak SILIPI tersebut adalah:

1. Kebijaksanaan Umum

Berpedoman pada tujuan dari pengembangan perangkat lunak SILIPI. Pengguna yang mengakses sistem SILIPI pun harus melakukan proses authorisasi.

2. Keterbatasan perangkat keras

Dapat diketahui kemudian setelah sistem ini berjalan (sesuai dengan kebutuhan).

3. Keterbatasan Perangkat Lunak

Perangkat lunak yang dikembangkan harus menggunakan DBMS SQL Server. Kebijakan TIK di UAJY mensyaratkan bahwa pengembangan sistem informasi harus menggunakan paradigma berorientasi objek.

2.5 Asumsi dan Ketergantungan

(22)

3.Kebutuhan khusus

3.1 Kebutuhan antarmuka eksternal

Kebutuhan antar muka eksternal pada perangkat lunak SILIPI meliputi kebutuhan antarmuka pemakai, antarmuka perangkat keras, antarmuka perangkat lunak, antarmuka komunikasi.

3.1.1 Antarmuka pemakai

Pengguna berinteraksi dengan antar muka yang ditampilkan dalam bentuk formulir.

3.1.2 Antar muka perangkat keras

Antar muka perangkat keras yang digunakan dalam perangkat lunak SILIPI adalah:

1. Perangkat Desktop

Spesifikasi perangkat desktop adalah sebagai berikut: - RAM sebesar 4GB

- Processor Intel i3

2. Perangkat Database Server

Spesifikasi perangkat database server adalah sebagai berikut: - RAM sebesar 4GB

- Processor Intel i3

3 . Perangkat Web Server

Spesifikasi perangkat web server adalah sebagai berikut: - RAM sebesar 4GB

(23)

3.1.3 Antar muka perangkat lunak

Perangkat lunak yang dibutuhkan untuk mengoperasikan perangkat lunak SILIPI adalah sebagai berikut:

1. Nama: SQL Server 2012 Sumber: Microsoft

Sebagai database management sistem (DBMS) yang digunakan untuk menyimpan data di sisi server.

2. Nama: Windows 7 32bit Sumber: Microsoft

Sebagai sistem operasi untuk perangkat desktop.

3. Nama: Google Chrome Sumber: Google

Sebagai web browser untuk membuka sistem web.

4. Nama: IIS

Sumber: Microsoft Sebagai web server.

5. Nama: Windows 7 32 bit Sumber: Microsoft

Sebagai sistem operasi untuk web server.

6. Nama: Crystal Report Sumber: Microsoft.

Sebagai aplikasi untuk membuat laporan.

7. Nama: .NET Framework 4 Sumber: Microsoft.

(24)

8. Nama: PHP

Sumber: Apache.

Sebagai aplikasi framework back-end untuk menjalankan aplikasi web SILIPI.

9.Nama: HTML

Sumber: World Wide Web (W3) Consortium.

Sebagai aplikasi framework front-end untuk menjalankan aplikasi web SILIPI.

10.Nama: CSS

Sumber: World Wide Web (W3) Consortium.

Sebagai aplikasi framework front-end untuk menjalankan aplikasi web SILIPI.

11.Nama: javascript

Sumber: Netscape Communications Corporation, Mozilla Foundation. Sebagai aplikasi framework front-end untuk menjalankan aplikasi web SILIPI.

12.Nama: jQuery Sumber: jQuery.

Sebagai aplikasi framework front-end untuk menjalankan aplikasi web SILIPI.

13.Nama: Bootstrap

Sumber: Twitter Bootstrap.

Sebagai aplikasi framework front-end untuk menjalankan aplikasi web SILIPI.

3.1.4 Antarmuka Komunikasi

(25)

3.2 Kebutuhan Fungsionalitas Perangkat Lunak

Use Case Diagram

   Use case Desktop

(26)

Use case Web

(27)

4.Spesifikasi Rinci Kebutuhan

4.1 Spesifikasi Kebutuhan Fungsionalitas

APLIKASI DEKSTOP

2

Use case Spesification : Login

1. Brief Description

Use case ini digunakan oleh Aktor untuk masuk ke perangkat lunak SILIPI dengan memasukkan username dan password sesuai dengan data yang ada di database.

2. Primary Actor

1. Administrator 2. Petugas Loket

3. Manajer Operasional 

3. Supporting Actor None.

4. Basic Flow

1. Use   case   dimulai   ketika   aktor   memilih   untuk   masuk   ke   dalam perangkat lunak SILIPI.

2. Sistem akan menampilkan formulir username dan password.

3. Aktor   mengisi  username   dan  password,   kemudian  menekan   tombol login atau OK.

4. Sistem   mengotentifikasi   username   dan   password   yang   telah dimasukan oleh aktor.

E­1 Username atau password yang dimasukan oleh Aktor salah. 5. Aktor masuk ke dalam sistem SILIPI.

6. Use case selesai.

5. Alternative Flow None.

6. Error Flow

E-1 Username atau password yang dimasukan oleh aktor salah

1. Sistem   memberikan   pesan   peringatan   bahwa   username   atau password yang dimasukan oleh aktor salah.

2.

Kembali ke Basic Flow Langkah ke 3.

7. PreConditions

1. Username dan password terdaftar di database dan dimiliki oleh aktor.

8. Post Condition

(28)

3

Use case Spesification : Pengelolaan Data Member

1.

Brief Description

Use case ini digunakan oleh aktor untuk mengelola data member. Aktor dapat melakukan registrasi member, edit data member, tampil data member, Hapus data member (berdasarkan id member), dan cari data member (bedasarkan id atau nama member), dan tampil data member.

2.

Primary Actor

1.

Administrator

3.

Supporting Actor

1.

Member.

4.

Basic Flow

1. Use Case ini dimulai ketika aktor memilih untuk melakukan pengelolaan data member.

2. Sistem menampilkan pilihan registrasi member, edit data member, tampil data member, Hapus data member (berdasarkan ID member), dan cari data member (bedasarkan ID atau nama member).

3. Aktor memilih fungsi registrasi member.

A-1 Aktor memilih fungsi edit data member. A-2 Aktor memilih fungsi tampil data member. A-3 Aktor memilih fungsi hapus data member. A-4 Aktor memilih fungsi cari data member.

4. Aktor mengisi data member melalui formulir digital SILIPI.

5. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data member yang telah dimasukkan aktor.

6. Sistem mengecek data member yang telah dimasukkan aktor. E-1 Data member yang dimasukkan oleh aktor salah.

7. Sistem menyimpan data member ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.

8. Use Case selesai.

5.

Alternative Flow

A-1 Aktor memilih untuk melakukan edit data member 1. Sistem menampilkan data member.

2. Aktor memilih data member yang akan diedit. 3. Aktor mengedit data member yang sudah dipilih.

4. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data member yang telah diedit.

5. Sistem melakukan pengecekan terhadap data member yang telah diedit.

E-2 Data member yang dimasukan aktor salah.

6. Sistem meyimpan data member yang telah diedit ke database. 7. Sistem menampilkan pesan bahwa data telah berhasil diedit. 8. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.

A-2 Aktor memilih untuk melakukan tampil data member. 1. Sistem menampilkan semua data member.

(29)

A-3 Aktor memilih untuk melakukan hapus data member 1. Sistem menampilkan data member.

2. Aktor memilih data member yang akan diHapus.

3.

Aktor meminta sistem untuk menghapus data member yang dipilih.

4.

Sistem menampilkan peringatan untuk meminta konfirmasi ke aktor akan data member yang dipilih.

5.

Aktor mengkonfirmasi data member yang akan diHapus.

6.

Sistem menghapus data member yang dipilih.

7.

Sistem menampilkan pesan bahwa data member telah berhasil diHapus.

8.

Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.

A-4 Aktor memilih untuk melakukan cari data member 1. Sistem menampilkan semua data member.

2. Aktor memasukan ID atau nama member yang hendak dicari. 3. Sistem menampilkan data member yang dicari oleh aktor. 4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.

6.

Error Flow

E-1 Data member yang dimasukan oleh aktor salah.

1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data member yang dimasukan salah.

2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 4. E-2 Data member yang dimasukan actor salah.

1.

Kembali ke Basic Flow Langkah ke 4.

2.

Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data member yang dimasukan actor salah.

3.

Kembali ke Alternative Flow A-1 Langkah ke 3.

7.

Preconditions

1. Use Case Login telah dilakukan. 2. Aktor telah memasuki sistem.

8.

Postconditions
(30)

4

Use case Spesification : Pengelolaan Data Pegawai

1.

Brief Description

Use case ini digunakan oleh aktor untuk mengelola data pegawai. Aktor dapat melakukan entri data pegawai, edit data pegawai, tampil data pegawai, Hapus data pegawai (berdasarkan ID pegawai), dan cari data pegawai (bedasarkan ID atau nama pegawai).

2.

Primary Actor

1. Manajer Operasional.

3.

Supporting Actor

1. Pegawai (Instruktur Senam dan Kasir).

4.

Basic Flow

1. Use Case ini dimulai ketika aktor memilih pengelolaan data pegawai.

2. Sistem menampilkan pilihan entri data pegawai, edit data pegawai, tampil data pegawai, Hapus data pegawai (berdasarkan ID pegawai),dan cari data pegawai (bedasarkan ID atau nama pegawai).

3. Aktor memilih fungsi entri data pegawai.

A-1 Aktor memilih fungsi edit data pegawai. A-2 Aktor memilih fungsi tampil data pegawai. A-3 Aktor memilih fungsi Hapus data pegawai. A-4 Aktor memilih fungsi cari data pegawai.

4. Aktor mengisi data pegawai melalui formulir digital SILIPI.

5. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data pegawai yang telah dimasukkan aktor.

6. Sistem mengecek data pegawai yang dimasukkan aktor. E-1 Data pegawai yang dimasukkan oleh aktor salah.

7. Sistem menyimpan data pegawai ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.

8. Use Case selesai.

5.

Alternative Flow

A-1 Aktor memilih untuk melakukan edit data pegawai 1. Sistem menampilkan data pegawai.

2. Aktor memilih data pegawai yang akan diedit. 3. Aktor mengedit data pegawai yang sudah dipilih.

4. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data pegawai yang telah diedit.

5. Sistem melakukan pengecekan terhadap data pegawai yang telah diedit.

E-2 Data pegawai yang dimasukan aktor salah.

6. Sistem meyimpan data pegawai yang telah diedit ke database. 7. Sistem menampilkan pesan bahwa data telah berhasil diedit. 8. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.

A-2 Aktor memilih untuk melakukan tampil data pegawai.

(31)

2.

Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.

A-3 Aktor memilih untuk melakukan Hapus data pegawai 1. Sistem menampilkan data pegawai.

2. Aktor memilih data pegawai yang akan diHapus.

3. Aktor meminta sistem untuk menghapus data pegawai yang sudah dipilih.

4. Sistem menampilkan peringatan untuk meminta konfirmasi ke aktor akan data member yang dipilih.

5. Aktor mengkonfirmasi data member yang akan diHapus. 6. Sistem menghapus data pegawai yang dipilih.

7. Sistem menampilkan pesan bahwa data pegawai telah berhasil diHapus.

8. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.

A-4 Aktor memilih untuk melakukan cari data pegawai 1. Sistem menampilkan semua data pegawai.

2. Aktor memasukan ID atau nama pegawai yang hendak dicari. 3. Sistem menampilkan data pegawai yang dicari oleh aktor. 4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.

6.

Error Flow

E-1 Data pegawai yang dimasukan oleh aktor salah.

1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data pegawai yang dimasukan salah.

2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 4. E-2 Data pegawai yang dimasukan actor salah.

1.

Kembali ke Basic Flow Langkah ke 4.

2.

Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data pegawai yang dimasukan actor salah.

3.

Kembali ke Alternative Flow A-1 Langkah ke 3.

7.

Preconditions

1. Use Case Login telah dilakukan. 2. Aktor telah memasuki sistem.

8.

Postconditions
(32)

5

Use case Spesification : Pengelolaan Tarif Listrik

Pintar

1.

Brief Description

Use case ini digunakan oleh aktor untuk mengelola tarif listrik. Aktor dapat melakukan entri tarif listrik, edit tarif listrik, tampil tarif listrik, hapus tarif listrik (berdasarkan ID tarif listrik), dan cari tarif listrik (bedasarkan ID atau nama tarif listrik).

2.

Primary Actor

1.

Administrator.

3.

Supporting Actor None

4.

Basic Flow

1. Use Case ini dimulai ketika aktor memilih pengelolaan tarif listrik.

2. Sistem menampilkan pilihan entri tarif listrik, edit tarif listrik, tampil tarif listrik, hapus tarif listrik (berdasarkan ID tarif listrik), dan cari tarif listrik (bedasarkan ID atau nama tarif listrik).

3. Aktor memilih fungsi entri data pegawai.

A-1 Aktor memilih fungsi edit tarif listrik. A-2 Aktor memilih fungsi tampil tarif listrik. A-3 Aktor memilih fungsi hapus tarif listrik. A-4 Aktor memilih fungsi cari tarif listrik.

4. Aktor mengisi data tarif listrik melalui formulir digital SILIPI. 5. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data tarif listrik yang

telah dimasukkan aktor.

6. Sistem mengecek data tarif listrik yang dimasukkan aktor. E-1 Data tarif listrik yang dimasukkan oleh aktor salah.

7. Sistem menyimpan data tarif listrik ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.

8. Use Case selesai.

5.

Alternative Flow

A-1 Aktor memilih untuk melakukan edit data tarif listrik 1. Sistem menampilkan data tarif listrik.

2. Aktor memilih data tarif listrik yang akan diedit. 3. Aktor mengedit data tarif listrik yang sudah dipilih.

4. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data tarif listrik yang telah diedit.

5. Sistem melakukan pengecekan terhadap data tarif listrik yang telah diedit.

E-2 Data tarif listrik yang dimasukan aktor salah.

6. Sistem meyimpan data tarif listrik yang telah diedit ke database.

(33)

8. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.

A-2 Aktor memilih untuk melakukan tampil data tarif listrik.

1.

Sistem menampilkan semua data tarif listrik.

2.

Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.

A-3 Aktor memilih untuk melakukan hapus data tarif listrik 1. Sistem menampilkan data tarif listrik.

2. Aktor memilih data tarif listrik yang akan diHapus.

3. Aktor meminta sistem untuk menghapus data tarif listrik yang sudah dipilih.

4. Sistem menampilkan peringatan untuk meminta konfirmasi ke aktor akan data tarif listrik yang dipilih.

5. Aktor mengkonfirmasi data tarif listrik yang akan dihapus. 6. Sistem menghapus data tarif listrik yang dipilih.

7. Sistem menampilkan pesan bahwa data tarif listrik telah berhasil dihapus.

8. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.

A-4 Aktor memilih untuk melakukan cari data tarif listrik 1. Sistem menampilkan semua data tarif listrik.

2. Aktor memasukan ID atau nama pegawai yang hendak dicari. 3. Sistem menampilkan data tarif listrik yang dicari oleh aktor. 4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 8.

6.

Error Flow

E-1 Data tarif listrik yang dimasukan oleh aktor salah.

1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data tarif listrik yang dimasukan salah.

2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 4.

E-2 Data tarif listrik yang dimasukan actor salah.

1.

Kembali ke Basic Flow Langkah ke 4.

2.

Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data tarif listrik yang dimasukan actor salah.

3.

Kembali ke Alternative Flow A-1 Langkah ke 3.

7.

Preconditions

1. Use Case Login telah dilakukan. 2. Aktor telah memasuki sistem.

8.

Postconditions
(34)

6

Use case Spesification : Pemasangan Baru Listrik

Pintar

1.

Brief Description

Use case ini digunakan oleh aktor untuk mengurus permohonan pemasangan baru listrik pintar. Aktor dapat melakukan entri permohonan pemasangan baru, pemeriksaan permohonan pemasangan baru, cetak struk tagihan pemasangan baru, pembayaran tagihan pemasangan baru, entri data daya listrik yang terpakai, dan cetak kartu member.

2.

Primary Actor

1.

Petugas Loket

3.

Supporting Actor 1. Calon Member

4.

Basic Flow

1. Use Case ini dimulai ketika supporting actor telah mengisi dan menyerahkan formulir permohonan.

2. Aktor memilih layanan pemasangan baru listrik pintar.

3. Sistem menampilkan pilihan entri permohonan pemasangan baru, pemeriksaan permohonan pemasangan baru, cetak struk tagihan pemasangan baru, pembayaran tagihan pemasangan baru, entri data daya listrik yang terpakai, dan cetak kartu member.

4. Aktor memilih fungsi entri permohonan pemasangan baru.

A-1 Aktor memilih fungsi pemeriksaan permohonan pemasangan baru.

A-2 Aktor memilih fungsi cetak struk tagihan pemasangan baru. A-3 Aktor memilih fungsi pembayaran tagihan pemasangan baru. A-4 Aktor memilih fungsi entri data daya listrik yang terpakai.

A-5 Aktor memilih fungsi cetak kartu member.

5. Aktor mengisi data permohonan pemasangan baru melalui formulir digital SILIPI.

6. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data permohonan pemasangan baru yang telah dimasukkan aktor.

7. Sistem mengecek data permohonan pemasangan baru yang dimasukkan oleh aktor.

E-1 Data permohonan pemasangan baru yang dimasukkan oleh aktor salah.

8. Sistem menyimpan data permohonan pemasangan baru ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.

9. Use Case selesai.

5.

Alternative Flow

A-1 Aktor memilih untuk melakukan pemeriksaan permohonan pemasangan baru

(35)

2. Aktor meminta nomor permohonan atau nama pemohon, kemudian memasukkan nomor tersebut ke pencarian sistem.

3. Sistem mengecek permohonan di database. Sistem mengecek ketersediaan daya listrik di wilayah pemohon dan melakukan verifikasi permohonan.

E-2 Permohonan tidak ditemukan di database.

4. Sistem membuat resi persetujuan / penolakan permohonan secara otomatis dan mengupdate database.

5. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.

A-2 Aktor memilih untuk melakukan cetak struk tagihan pemasangan baru

1. Sistem menampilkan layanan cetak struk tagihan pemasangan baru.

2. Aktor meminta nomor permohonan atau nama pemohon dan memasukkannya ke pencarian sistem.

3. Sistem mengecek permohonan di database.

E-3 Permohonan tidak ditemukan di database.

4. Sistem mengecek resi persetujuan / penolakan pemohon.

E-4 Resi persetujuan / penolakan pemohon tidak ada di database.

5. Aktor melakukan cetak struk tagihan pemasangan baru jika terdapat resi persetujuan di database. Jika terdapat resi penolakan, maka actor akan melakukan cetak resi penolakan. 6. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.

A-3 Aktor memilih untuk melakukan pembayaran tagihan pemasangan baru 1. Sistem menampilkan layanan pembayaran tagihan pemasangan baru. 2. Aktor meminta sejumlah uang ke calon member.

E-5 Uang kurang.

3. Sistem menyimpan transaksi pembayaran ke database. 4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.

A-4 Aktor memilih untuk melakukan entri data daya listrik yang terpakai

1. Sistem menampilkan layanan entri data daya listrik yang terpakai.

2. Aktor mengisi data daya listrik yang terpakai setelah pemasangan baru selesai (data dari pencatatan petugas lapangan) melalui formulir digital SILIPI.

3. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data daya listrik yang telah dimasukkan aktor.

4. Sistem mengecek data daya listrik yang dimasukkan oleh aktor. E-6 Data daya listrik terpakai yang dimasukkan oleh aktor salah

5. Sistem menyimpan data tersebut ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.

(36)

A-5 Aktor memilih untuk melakukan cetak kartu member 1. Sistem menampilkan layanan cetak kartu member.

2. Aktor memilih calon member yang kartunya akan dicetak. 3. Sistem mencetak struk member.

4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.

6.

Error Flow

E-1 Data permohonan pemasangan baru yang dimasukkan oleh aktor salah.

1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data permohonan pemasangan baru yang dimasukan aktor salah.

2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 5. E-2 Permohonan tidak ditemukan di database.

1.

Sistem memberikan pesan peringatan bahwa permohonan tidak ditemukan di database.

2.

Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2. E-3 Permohonan tidak ditemukan di database.

1.

Sistem memberikan pesan peringatan bahwa permohonan tidak ditemukan di database.

2.

Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2.

E-4 Resi persetujuan / penolakan pemohon tidak ditemukan di database.

1.

Sistem memberikan pesan peringatan bahwa resi persetujuan / penolakan pemohon tidak ada di database.

2.

Sistem harus membuat terlebih dahulu resi persetujuan / penolakan pemohon. Lakukan verifikasi permohonan dengan kembali ke Basic Flow Langkah ke 4 dan memilih Alternative Flow Langkah ke 1 (A-1).

E-5 Uang kurang.

1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa uang yang diberikan member kurang dari uang yang seharusnya dibayarkan.

2. Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2.

E-6 Data daya listrik terpakai yang dimasukkan oleh aktor salah. 1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data daya listrik

terpakai yang dimasukkan oleh aktor salah. 2. Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2.

7.

Preconditions

1. Use Case Login telah dilakukan. 2. Aktor telah memasuki sistem.

8.

Postconditions
(37)

7

Use case Spesification : Penambahan Daya Listrik

Pintar

1. Brief Description

Use case ini digunakan oleh aktor untuk mengurus permohonan

penambahan   daya   listrik   pintar. Aktor dapat melakukan entri permohonan penambahan daya, pemeriksaan permohonan penambahan daya, cetak struk tagihan penambahan daya, pembayaran tagihan penambahan daya, dan tambah daya listrik.

2. Primary Actor

1. Petugas Loket.

3. Supporting Actor 1. Member.

4. Basic Flow

1. Use Case ini dimulai ketika member telah mengisi dan menyerahkan formulir permohonan penambahan daya listrik pintar.

2. Aktor memilih layanan penambahan daya listrik pintar.

3. Sistem menampilkan pilihan entri permohonan penambahan daya, cetak struk tagihan, pembayaran tagihan, dan tambah daya listrik.

4. Aktor memilih fungsi entri permohonan penambahan daya.

A-1 Aktor memilih fungsi pemeriksaan permohonan penambahan daya.

A-2 Aktor memilih fungsi cetak struk tagihan penambahan daya. A-3 Aktor memilih fungsi pembayaran tagihan penambahan daya. A-4 Aktor memilih fungsi tambah daya listrik.

5. Aktor mengisi data entri permohonan penambahan daya melalui formulir digital SILIPI.

6. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data entri permohonan penambahan daya yang telah dimasukkan aktor.

7. Sistem mengecek data entri permohonan penambahan daya yang dimasukkan oleh aktor.

E-1 Data permohonan penambahan daya yang dimasukkan oleh aktor salah.

8. Sistem menyimpan data entri permohonan penambahan daya ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.

9. Use Case selesai.

5. Alternative Flow

A-1 Aktor memilih untuk melakukan pemeriksaan permohonan penambahan daya

1. Sistem menampilkan layanan pemeriksaan permohonan penambahan daya.

(38)

3. Sistem mengecek permohonan di database. Sistem mengecek ketersediaan daya listrik di wilayah pemohon dan melakukan verifikasi permohonan.

E-2 Permohonan tidak ditemukan di database.

4. Sistem membuat resi persetujuan / penolakan permohonan secara otomatis dan mengupdate database.

5. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.

A-2 Aktor memilih untuk melakukan cetak struk tagihan 1. Sistem menampilkan layanan cetak struk member.

2. Aktor nomor permohonan atau nama pemohon dan memasukkannya ke pencarian sistem.

3. Sistem mengecek permohonan di database.

E-3 Permohonan tidak ditemukan di database.

4. Sistem mengecek resi persetujuan / penolakan pemohon

.

   

E-4 Resi persetujuan / penolakan pemohon tidak ada di database

.

5. Aktor melakukan cetak struk tagihan penambahan daya jika terdapat resi persetujuan di database. Jika terdapat resi penolakan, maka aktor akan melakukan cetak resi penolakan. 6. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.

A-3 Aktor memilih untuk melakukan pembayaran tagihan 1. Sistem menampilkan layanan pembayaran tagihan. 2. Aktor meminta uang ke member.

E-5 Uang kurang.

3. Sistem menyimpan transaksi pembayaran ke database. 4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.

A-4 Aktor memilih untuk melakukan tambah daya listrik 1. Sistem menampilkan layanan tambah daya listrik lama.

2. Aktor mengisi data tambah daya listrik baru melalui formulir digital SILIPI.

3. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data tambah daya listrik lama yang telah dimasukkan aktor.

4. Sistem mengecek data tambah daya listrik yang dimasukkan oleh aktor.

E-6 Data tambah daya listrik yang dimasukkan oleh aktor salah.

5. Sistem menyimpan tambah daya listrik ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.

6. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.

6. Error Flow

E-1 Data permohonan penambahan daya yang dimasukkan oleh aktor salah.

(39)

2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 5. E-2 Permohonan tidak ditemukan di database.

1.

Sistem memberikan pesan peringatan bahwa permohonan tidak ditemukan di database.

2.

Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2. E-3 Permohonan tidak ditemukan di database.

1.

Sistem memberikan pesan peringatan bahwa permohonan tidak ditemukan di database.

2.

Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2.

E-4 Resi persetujuan / penolakan pemohon tidak ada di database.

1.

Sistem memberikan pesan peringatan bahwa resi persetujuan / penolakan pemohon tidak ada di database.

2.

Sistem harus membuat terlebih dahulu resi persetujuan / penolakan pemohon. Lakukan verifikasi permohonan dengan kembali ke Basic Flow Langkah ke 4 dan memilih Alternative Flow Langkah ke 1 (A-1).

E-5 Uang kurang.

1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa uang yang diberikan member kurang dari uang yang seharusnya dibayarkan.

2. Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2.

E-6 Data tambah daya listrik yang dimasukkan oleh aktor salah.

1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data tambah daya listrik yang dimasukkan oleh aktor salah.

2. Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2.

7. Preconditions

1. Use Case Login telah dilakukan. 2. Aktor telah memasuki sistem.

8. Postconditions

(40)

8

Use case Spesification : Billing Listrik Pintar

1.

Brief Description

Use case ini digunakan oleh petugas loket untuk melakukan   billing listrik   pintar. Aktor dapat melakukan entri pembayaran bulanan, tampil billing bulanan, generate token listrik pintar, dan cetak struk pembayaran.

2.

Primary Actor

1.

Petugas Loket.

3.

Supporting Actor

1.

Member.

4.

Basic Flow

1. Use Case ini dimulai ketika aktor memilih melakukan billing listrik pintar.

2. Aktor memilih fungsi entri pembayaran bulanan. A-2 Aktor memilih fungsi tampil billing bulanan.

A-3 Aktor memilih fungsi generate token listrik pintar. A-4 Aktor memilih fungsi cetak struk pembayaran.

3. Aktor meminta kartu member dan memasukkan nomor pelanggan ke pencarian sistem.

E-1 Nomor pelanggan salah.

4. Sistem menampilkan pembayaran bulanan yang harus dibayar member. 5. Aktor meminta uang ke member.

E-2 Uang kurang.

6. Aktor menambahkan data transaksi seperti data member, tanggal transaksi, jenis pembayaran (tunai / kartu kredit), dan total pembayaran.

7. Aktor meminta sistem untuk menyimpan transaksi pembayaran member. 8. Sistem mengecek data transaksi yang dimasukkan oleh aktor.

E-3 Data transaksi yang dimasukkan oleh aktor salah.

9. Sistem menyimpan transaksi member ke database dan mengupdate rekening tagihan member.

10. Sistem menampilkan pesan bahwa data transaksi berhasil disimpan. 11. Use Case selesai.

5.

Alternative Flow

A-1 Aktor memilih untuk melakukan tampil billing bulanan 1. Sistem menampilkan layanan tampil billing bulanan.

2. Aktor meminta kartu member dan memasukkan nomor pelanggan ke pencarian sistem.

E-1 Nomor pelanggan salah.

3. Sistem mengecek rekening tagihan member dan menampilkannya. 4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 11.

A-2 Aktor memilih untuk melakukan generate token listrik pintar 1. Sistem menampilkan layanan generate token listrik pintar.

(41)

3. Aktor meminta nominal pulsa yang akan dibeli member. 4. Sistem menampilkan total uang yang harus dibayar member. 5. Aktor meminta uang ke member.

E-2 Uang kurang.

6. Sistem menggenerate token listrik pintar secara otomatis dan mengupdate database.

7. Aktor mencetak struk pembelian token listrik member. 8. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 11.

A-4 Aktor memilih untuk melakukan cetak struk pembayaran 1. Sistem menampilkan layanan cetak struk pembayaran.

2. Aktor meminta kartu member dan memasukkan nomor pelanggan ke pencarian sistem.

E-1 Nomor pelanggan salah.

3. Aktor memilih transaksi pembayaran member yang akan dicetak. 4. Sistem mencetak struk member.

5. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 11.

6.

Error Flow

E-1 Nomor pelanggan salah.

1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa nomor pelanggan salah.

2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 3. E-2 Uang kurang.

1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa uang yang diberikan member kurang dari uang yang seharusnya dibayarkan.

2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 5.

E-3 Data transaksi yang dimasukkan oleh aktor salah.

1.

Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data transaksi yang dimasukan actor salah.

2.

Kembali ke Basic Flow Langkah ke 6.

7.

Preconditions

1. Use Case Login telah dilakukan. 2. Aktor telah memasuki sistem.

8.

Postconditions
(42)

9

Use case Spesification : Pemasangan Sambungan Baru /

Perubahan Daya Listrik Pintar

1.

Brief Description

Use case ini digunakan oleh aktor untuk melakukan untuk memasukkan data pemasangan sambungan baru / perubahan daya listrik pintar yang dicatat   oleh   petugas   lapangan. Aktor dapat melakukan entri

pemasangan sambungan baru dan entri pemakaian listrik bulanan.

2.

Primary Actor

1.

Petugas Loket.

3.

Supporting Actor 1. Petugas Lapangan.

4.

Basic Flow

1. Use Case ini dimulai ketika petugas lapangan menyerahkan formulir pencatatan pemasangan   sambungan   baru   /   perubahan   daya   listrik pintar ke aktor.

2. Aktor memilih fungsi pemasangan sambungan baru / perubahan daya listrik pintar.

3. Sistem menampilkan pilihan entri pemasangan   sambungan   baru dan entri pemakaian listrik bulanan.

4. Aktor memilih fungsi entri pemasangan sambungan baru.

A-1 Aktor memilih fungsi entri pemakaian listrik bulanan.

5. Aktor mengisi data entri pemasangan   sambungan   baru melalui formulir digital SILIPI.

6. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data entri pemasangan sambungan baru yang telah dimasukkan aktor.

7. Sistem mengecek data pemasangan   sambungan   baru yang dimasukkan oleh aktor.

E-1 Data pemasangan sambungan baru yang dimasukkan oleh aktor salah.

8. Sistem menyimpan data pemasangan sambungan baru listrik pintar ke database dan menampilkan pesan berhasil disimpan.

9. Use Case selesai.

5.

Alternative Flow

A-1 Aktor memilih untuk melakukan entri pemakaian listrik bulanan 1. Sistem menampilkan layanan entri pemakaian listrik bulanan. 2. Aktor mengisi data pemakaian listrik bulanan melalui formulir

digital SILIPI.

3. Aktor meminta sistem untuk menyimpan data pemakaian listrik bulanan yang telah dimasukkan aktor.

4. Sistem mengecek data pemakaian listrik bulanan yang dimasukkan oleh aktor.

(43)

5. Sistem menyimpan data pemakaian listrik bulanan ke database, mengupdate rekening tagihan member, dan menampilkan pesan berhasil disimpan.

6. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 9.

6.

Error Flow

E-1 Data pemasangan sambungan baru yang dimasukkan oleh aktor salah. 1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data entri pemasangan

sambungan baru yang dimasukkan oleh aktor salah. 2. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 5.

E-2 Data pemakaian listrik bulanan yang dimasukkan oleh aktor salah.

1.

Sistem memberikan pesan peringatan bahwa data pemakaian listrik bulanan yang dimasukkan oleh aktor salah.

2.

Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 2.

7.

Preconditions

1. Use Case Login telah dilakukan.

2. Aktor telah memasuki sistem.

3. Petugas Lapangan telah mencatat data pemasangan sambungan baru / perubahan daya listrik melalui formulir pencatatan fisik.

8.

Postconditions
(44)

10

Use case Spesification : Pelaporan Desktop

1.

Brief Description

Use case ini digunakan oleh aktor untuk menampilkan laporan operasional listrik pintar PT. Electric Indonesia melalui dekstop. Aktor dapat melihat laporan pemasangan sambungan baru beserta status pemasangan, laporan penambahan daya, dan laporan transaksi bulanan.

2.

Primary Actor

1.

CEO.

2.

Manajer Operasional.

3.

Supporting Actor None.

4.

Basic Flow

1. Use Case ini dimulai ketika aktor memilih menampilkan laporan. 2. Sistem memberikan pilihan untuk menampilkan laporan pemasangan

sambungan   baru   beserta   status   pemasangan, laporan   penambahan daya, dan laporan transaksi bulanan.

3. Aktor memilih fungsi laporan pemasangan   sambungan   baru   beserta status pemasangan.

A-1 Aktor memilih fungsi laporan penambahan daya. A-2 Aktor memilih fungsi laporan transaksi bulanan.

4. Sistem menampilkan laporan pemasangan   sambungan   baru   beserta status pemasangan ke actor.

5. Use Case selesai.

5.

Alternative Flow

A-1 Aktor memilih untuk menampilkan laporan penambahan daya

1. Sistem menampilkan laporan penambahan daya. 2. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 5.

A-2 Aktor memilih untuk menampilkan laporan transaksi bulanan 

1. Sistem menampilkan pilihan laporan transaksi bulanan. 2. Aktor meminta laporan transaksi per bulan.

3. Sistem menampilkan laporan transaksi sesuai permintaan aktor. 4. Berlanjut ke Basic Flow langkah ke 5.

6.

Error Flow None

7.

Preconditions

1. Use Case Login telah dilakukan. 2. Aktor telah memasuki sistem.

8.

Postconditions
(45)

APLIKASI WEB

11

Use case Spesification: Pembelian Token Listrik Pintar

1. Brief Description

Use case ini digunakan oleh aktor untuk melakukan pembelian token listrik pintar melalui web.

2. Primary Actor

1. Member.

2. Visitor Web. 3. Supporting Actor

None

4. Basic Flow

1. Use Case dimulai ketika aktor memilih untuk melakukan pembelian token listrik.

2. Sistem menampilkan halaman pembelian token listrik ke web browser.

3. Sistem menampilkan nominal pulsa yang tersedia untuk dijual ke aktor.

4. Aktor menentukan nominal pulsa yang mau dibeli.

5. Sistem menampilkan total uang yang harus dibayar aktor.

6. Aktor melakukan pembayaran (melalui online).

A-1 Aktor melakukan pembayaran di bank (transfer tunai).

E­1 Uang kurang

7. Sistem menggenerate token listrik pintar secara otomatis dan mengupdate data ke database.

8. Sistem menampilkan halaman bukti pembelian token listrik beserta nomor token listrik ke halaman web browser aktor.

9. Use Case selesai. 5. Alternative Flow

A-1 Aktor melakukan pembayaran di bank (transfer tunai) 1. Sistem menampilkan layanan pembayaran di bank. 2. Sistem menampilkan beberapa bank ke web browser. 3. Aktor memilih bank.

4. Sistem membuat nomor tagihan dan menampilkan tagihan tersebut ke halaman web browser.

5. Aktor mencatat nomor tagihan dan melakukan pembayaran di bank. 6. Sistem menggenerate token listrik pintar secara otomatis dan

mengupdate data ke database.

7. Aktor kembali mengakses halaman web SILIPI dan memilih halaman verifikasi pembayaran.

8. Sistem meminta nomor tagihan yang sudah dibayar. 9. Aktor memasukkan nomor tagihan.

   E­2 Nomor tagihan tidak ditemukan. 10. Kembali ke Basic Flow Langkah ke 8.

6. Error Flow E-1 Uang kurang

1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa uang yang ditransfer aktor kurang dari uang yang seharusnya dibayarkan.

(46)

E-2 Nomor tagihan tidak ditemukan

1. Sistem memberikan pesan peringatan bahwa nomor tagihan yang dimasukkan aktor tidak ditemukan.

2. Kembali ke Alternative Flow Langkah ke 9.

7. Preconditions

1. Aktor memiliki kartu kredit atau rekening bank yang akan dilakukan pembayaran.

8. Postconditions

1. Aktor berhasil melakukan pembelian token listrik melalui web.

2. Transaksi pembelian token listrik di database telah terupdate.

12

Use case Spesification: Pengecekan Tagihan Listrik

Pintar

1. Brief Description

Use case ini digunakan oleh aktor untuk melakukan pengecekan tagihan listrik pintar yang belum dibayar oleh aktor.

2. Primary Actor

1. Member.

3. Supporting Actor None

4. Basic Flow

1. Use Case ini dimulai ketika aktor memilih untuk melakukan pengecekan tagihan listrik pintar melalui web.

2. Sistem menampilkan halaman pengecekan tagihan listrik ke web browser aktor.

3. Sistem meminta nomor pelanggan.

4. Aktor memasukkan nomor pelanggan listrik pintarnya.

5. Sistem menampilkan halaman tagihan yang belum dibayar aktor.

6. Aktor mengecek tagihan yang belum dibayar (total biaya tagihan dan tanggal jatuh tempo).

7. Use Case selesai. 5. Alternative Flow

None

6. Error Flow None

7. Preconditions

1. Use Case Login telah dilakukan.

2. Aktor telah memasuki sistem. 8. Postconditions

(47)

13

Use case Spesification : Tampil Tarif Pemasangan Baru

dan Penambahan Daya Listrik Pintar

1.

Brief Description

Use case ini digunakan oleh aktor untuk menampilkan tarif pemasangan baru dan penambahan daya listrik pintar.

2.

Primary Actor

1. Member.

2. Visitor Web.

3.

Supporting Actor None

4.

Basic Flow

1. Use Case ini dimulai ketika aktor memilih untuk menampilkan tarif pemasangan baru dan penambahan daya listrik pintar melalui web. 2. Sistem menampilkan halaman tarif pemasangan baru dan penambahan

daya ke web browser aktor.

3. Aktor mengecek informasi tarif pemasangan baru dan penambahan daya listrik pintar.

4. Use Case selesai.

5.

Alternative Flow None

6.

Error Flow None

7.

Preconditions None

8.

Postconditions
(48)
(49)

Gambar

tabel tarif,pendaftaranpermohonan, tambah
Gambar 1. Arsitektur Perangkat Lunak SILIPI
Gambar 3. Use Case Diagram untuk Web

Referensi

Dokumen terkait

Pada sequence diagram use case lihat laporan realisasi, aktor Kepala seksi operator mengirimkan pesan memilih menu realisasi anggaran ke objek realisasi, kemudian objek realisasi

<p>bersama ini kami sampaikan Peringatan Pertama beserta Penetapan Sanksi </p> <p>Denda terhadap pelanggaran Penertiban Pemakaian Tenaga

Prototipe sistem monitoring pengunaan daya listrik 3 fasa menggunakan sensor arus berbasis Arduino ini dirancang untuk mendapatkan informasi pemakaian daya listrik

Panel LVSB-I-3B ini akan mendistribusikan tenaga listrik ke compressor dan cooling tower dari mesin margarine, panel ini juga akan menyuplai tenaga listrik ke

8 Pesan informasi proses tambah data peminjam berhasil .... 9 Pesan peringatan kelebihan

Prototipe sistem monitoring pengunaan daya listrik 3 fasa menggunakan sensor arus berbasis Arduino ini dirancang untuk mendapatkan informasi pemakaian daya listrik

DEFINISI Teknik Tenaga Listrik ialah ilmu yang mempelajari konsep dasar kelistrikan dan pemakaian perangkat yang operasi kerjanya berdasarlan sistem ketenagalistrikan berdaya

Sedangkan untuk refrigeran MC-134 pada menit ke-20 sebesar 341 watt dan akan selalu turun juga seiring dengan lama waktu pemakaian Dari kedua jenis refrigeran, konsumsi energi listrik