• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROPOSAL PENELITIAN MENINGKATKAN HASIL B

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROPOSAL PENELITIAN MENINGKATKAN HASIL B"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

(1)

PROPOSAL PENELITIAN

MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA

PADA MAPEL SOSIOLOGI

MELALUI METODE ANALISIS MEDIA MASA

KELAS VIII B SEMESTER 1 SMP 1 SUKOHARJO

KAB. WONOSOBO

TAHUN PELAJARAN 2013/2014

Disususn Oleh;

IKHSANTO, S.Pd NIP. 19810421 200903 1 002

Guru IPS

PEMERINTAH KABUPATEN WONOSOBO DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA

(2)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah.

Keberhasilan atau kegagalan suatu pendidikan pada dasarnya dapat dilihat dari perubahan sikap dan tingkah laku atau dari prestasi hasil pembelajaran yang dicapai oleh anak didik yang telah mendapat proses pembelajaran. Tetapi tidak semua kegiatan belajar mengajar bisa mendapatkan hasil yang optimal sesuai yang diinginkan oleh guru dalam mencapai KKM yang telah ditetapkan.

Dalam kurikukum 2004, IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) berubah menjadi IPS Terpadu yang terdiri dari materi geografi, sejarah, ekonomi dan sosiologi yang disampaikan secara sistematis, terpadu dan komprehensif. Dengan banyaknya materi yang harus dikuasai oleh siswa dalam materi IPS Terpadu dibandingkan dengan materi mata pelajaran lain yang hanya satu materi (misal PKn), hal ini mengakibatkan 47% siswa yang mendapatkan hasil belajar yang tidak maksimal dan kurang dari KKM. Apalagi kalau guru dalam menyampaikan materi tidak pandai memanfaatkan media atau alat peraga dan menggunakan metode yang masih konvensional, bisa dipastikan kegiatan belajar mengajar di kelas akan membosankandan konsep dasar yang akan disampaikan ke anak didik akan mengambang/tidak mengena.

(3)

sosiologi di SMP termasuk baru dibanding materi geografi, sejarah dan ekonomi, sehingga siswa kesulitan untuk memahami konsep yang ada, disamping itu guru dalam menyampaikan materi masih menggunakan metode yang konvensional yaitu ceramah.Hal ini dapat dilihat dari hasil ulangan harian pertama pada Standart Kompetensi “Memahami masalah penyimpangan sosial”, nilai yang dicapai oleh siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) hanya 15 siswa dari 36 siswa di kelas VIII B atau 41,66%, batas ketuntasan untuk mata pelajaran IPS yang ditetapkan dalam kurikulum sekolah adalah 60, sehingga terdapat kesenjangan 18.34%.Pada ulangan remidi dari 21 anak yang belum tuntas, yang kemudian mencapai KKM hanya 6 anak, secara keseluruhan jumlah anak yang mencapai KKM 21 siswa dari 36 siswa atau 58,33% sehingga belum memenuhi ketuntasan secara klasikal.Fakta rendahnya hasil belajar sosiologi tersebut perlu diperbaiki sebab sosiologi termasuk mata pelajaran inti selain sejarah, ekonomi dan sgeografi dari Ilmu Pengetahuan Sosial. Jadi apabila nilai sosiologi rendah akan mempengaruhi nilai IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial)

(4)

Berdasarkan uraian di atas nampak adanya kesenjangan antara kondisi nyata dan harapan.Kesenjangan pokok dari subyek yakni pada kondisi awal hasil belajar sosiologi yang rendah sedangkan kondisi akhir yang diharapkan hasil belajar sosiologi meningkat.Kesenjangan pokok dari peneliti yakni pada kondisi awal peneliti masih menyampaikan materi dengan menggunakan pembelajaran konvensional, sedangkan kondisi akhir peneliti harus menggunakan alat peraga media masa.

Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pergaulan hidup antaraseseorang dengan seseorang, perseorangan dengan golongan atau golongan dengan golongan.Dengan demikian terdapat dua unsur pokok dalam sosiologi, yaitu manusia dan hubungan sosial (masyarakat), menurut Wawan Hernawan dalam bukunya Pengantar Sosiologi.Dengan demikian Sosiologi merupakan ilmu terapan yang bisa dilakukan oleh siswa lewat melihat, mendengar dan merasakan sendiri sebagai pengalaman pribadi.

Media masa penulis pilih sebagai metode untuk menganalisis kasus nyata yang terjadi dalam masyarakat dan dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga penulis punya harapan, apabila siswa menganalisis suatu berita di media masa, yang penulis pilih adalah surat kabar siswa akan terlibat langsung dengan kasus yang sedang terjadi dalam berita di surat kabar tersebut. Dan siswa akan lebih memahami pemecahan kasus tersebut mulai dari penyebab, akibat, pencegahan dan teori yang diterapkan sesuai dengan kasus yang ada. Disamping itu penulis memanfaatkan perpustakaan sekolah sebagai sumber belajar, karena surat kabar yang dipakai oleh siswa disediakan oleh sekolah. Sehingga harapan penulis dengan melaluianalisis media massadapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran sosiologi siswa kelas VIIIE semester 1 SMP Negeri 1 Sukoharjo Kabupaten Wonosobotahun pelajaran 2010/2013 dapat terwujud.

(5)

Berdasarkan hasil evaluasi dan pengamatan peneliti dalam proses pembelajaran bidang studi IPS Terpadu bidang studi sosiologi, terungkap bahwa banyak siswa yang belum mencapai hasil belajar yang sesuai dengan KKM yang telah di tentukan karena faktor belum mengenanya konsep yang diberikan oleh guru. Sedangkan guru sebagai tenaga professional dituntut untuk bisa meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menerapkan media yang tepat agar siswa bisa memahami konsep yang disampaikan oleh guru. Berangkat dari realita di atas, maka dirumuskan permasalahan sebagai berikut:

‘Apakah dengan melalui analisis media masa dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII B semester 1 SMP Negeri 1 Sukoharjo Kabupaten Wonosobo tahun pelajaran 2013/2014?’

C. Tujuan Penelitian

Bertolak dari permasalahan tersebut diatas, maka penelitian tindakan kelas ini bertujuan: 1. Tujuan Umum

Untuk peningkatan mutu proses pembelajaran pendidikan IPS Terpadu di SMP Negeri 1 Sukoharjo.

2. Tujuan Khusus

Untuk meningkatkan hasil belajar sosiologi melalui analisis media massa bagi siswa kelas VIII B semester 1 Sekolah Menengah Pertama 1 Sukoharjo tahun pelajaran 2013/2014.

D. Manfaat Penelitian 1. Teoritis

Secara teoritis penelitian ini bermanfaat untuk memperluas teori yang sudah ada, dengan menumbuhkan minat belajar siswa terhadap maple sosiologi melalui metode analisis media masa dapat meningkatkan kriteria ketuntasan minimal

(6)

1. Memberikan pengalaman belajar yang bermakna pada proses pembelajaran IPS-Sosiologi

2. Meningkatkan minat belajar peserta didik. 3. Meningkatkan hasil belajar peserta didik.

B. Bagi Guru

1. Memilih model pembelajaran alternative yang sesuai pada kompetensi dasar Memahami penyimpangan sosial.

2. Meningkatkan kinerja guru.

3. Membudayakan penelitian tindakan kelas untuk memecahkan permasalahan berkaitan dengan kegiatan proses pembelajaran.

C. Bagi Sekolah

1. Meningkatkan mutu pendidikan khususnya mata pelajaran IPS Sosiologi di sekolah.

2. Memberikan sumbangan yang positif dalam kegiatan pembelajaran di sekolah.

(7)

BAB II

KAJIAN TEORI DAN HIPOTESIS TINDAKAN A. Kajian Teori

1. Pengertian Hasil Belajar

Pengertian hasil belajar dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia adalah hasil yang telah dicapai dari yang telah dilakukan, dikerjakan, dan sebagainya . Seorang guru akan kecewa bila hasil belajar yang dicapai oleh peserta didiknya tidak sesuai dengan target kurikulum. Dalam kaitannya dengan belajar, hasil berarti penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh guru melalui mata pelajaran, yang lazimnya ditunjukan dengan nilai test atau angka nilai yang diberikan oleh guru.

Jadi hasil bermakna pada keberhasilan seseorang dalam belajar atau dalam bekerja atau aktivitas lainnya. Munandar mengatakan bahwa, ”hasil itu merupakan perwujudan dari bakat dan Profesionalisme. Hasil yang menonjol pada salah satu bidang mencerminkan bakat yang unggul dalam bidang tersebut .

(8)

maupun eksternal. Secara spesifik faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar siswa adalah sebagai berikut:

a. Faktor Psikologis

Belajar yang merupakan proses kegiatan untuk mengubah tingkah laku peserta didik, ternyata banyak faktor yang mempengaruhinya. Di antara faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar siswa adalah faktor-faktor psikologis. Menurut Sardiman (1990: 30) bahwa, “Faktor-faktor psikologis yang dikatakan memiliki peranan penting dalam aktivitas belajar, karena dipandang sebagai cara-cara berfungsinya pikiran siswa dalam hubungan dengan pemahaman bahan pelajaran, sehingga penguasaan terhadap bahan pelajaran yang disajikan lebih mudah efektif” . Dengan demikian suatu aktivitas belajar akan berjalan baik jika didukung oleh faktor-faktor psikologis anak didik (siswa). Secara spesifik faktor-faktor-faktor-faktor yang mempengaruhi aktivitas belajar adalah sebagai berikut:

1) Motivasi

Seseorang itu akan berhasil dalam belajar atau melakukan aktivitas belajar dengan baik kalau pada dirinya sendiri ada keinginan untuk belajar. Menurut Sardiman (1990:42) bahwa motivasi yang berkaitan dengan aktivitas belajar yaitu: (1) mengetahui apa yang akan dipelajari, dan (2) memahami mengapa hal tersebut harus dipelajari”.

2) Konsentrasi

Konsentrasi dimaksudkan memutuskan segenap kekuatan perhatian pada suatu situasi belajar. Unsur motivasi dalam hal ini sangat membantu tumbuhnya proses pemutusan perhatian. Di dalam konsentrasi ini keterlibatan mental secara detail sangat diperlukan.

(9)

dilakukan akan memenuhi sasaran untuk mencapai tujuan belajar itu sendiri. 3) Reaksi

Di dalam kegiatan belajar diperlukan keterlibatan unsur fisik maupun mental, sebagai wujud reaksi. Dengan adanya diri siswa, maka proses belajar mengajar akan menjadi hidup, karena siswa tidak hanya sebagai obyek tetapi subyek dalam belajar. b. Faktor Eksternal

Selain faktor-faktor yang telah disebutkan di atas, juga terdapat faktor eksternal yang mempengaruhi aktivitas belajar siswa, yaitu:

a. Lingkungan Keluarga

Lingkungan keluarga yang kondusif terhadap aktiviatas belajar siswa, maka memungkinkan siswa untuk aktif belajar. Misalnya, orang tua mendisiplinkan diri pada setiap habis maghrib untuk membaca buku bersama nak-anak. Kebiasaan ini tentu saja akan berpengaruh terhadap pengalaman belajar anak selanjutnya, baik di sekolah maupun di perpustakaan.

b. Lingkungan Masyarakat

Masyarakat merupakan bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan anak-anak usia sekolah, dalam lingkungan masyarakat yang disiplin dalam menjaga anak-anak untuk belajar secara intensif, maka akan berpengaruh pada aktivitas belajar siswa.

c. Lingkungan Sekolah

Kondisi sekolah yang mampu menumbuhkan persaingan positif bagi siswa akan dapat memberikan nilai yang memungkinkan siswa untuk belajar secara aktif, misalkan sekolah memberikan hadiah bagi yang aktif belajar di sekolah, dengan aktivitasnya itu mampu berhasil.

(10)

berperan dalam keberhasilan belajar itu sendiri juga usaha keras siswa untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

2. Pengertian Sosiologi

Berikut ini definisi-definisi sosiologi yang dikemukakan beberapa ahli: 1. Emile Durkheim

Sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari fakta-fakta sosial, yakni fakta yang mengandung cara bertindak, berpikir, berperasaan yang berada di luar individu di mana fakta-fakta tersebut memiliki kekuatan untuk mengendalikan individu.

2. Selo Sumardjan dan Soelaeman Soemardi

Sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang mempelajari struktur sosial dan proses-proses sosial termasuk perubahan sosial.

3. Soejono Sukamto

Sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada segi-segi kemasyarakatan yang bersifat umum dan berusaha untuk mendapatkan pola-pola umum kehidupan masyarakat. 4. William Kornblum

Sosiologi adalah suatu upaya ilmiah untuk mempelajari masyarakat dan perilaku sosial anggotanya dan menjadikan masyarakat yang bersangkutan dalam berbagai kelompok dan kondisi.

5. Allan Jhonson

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari kehidupan dan perilaku, terutama dalam kaitannya dengan suatu sistem sosial dan bagaimana sistem tersebut mempengaruhi orang dan bagaimana pula orang yang terlibat didalamnya mempengaruhi sistem tersebut.

6. Roucek & Waren,

sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dengan kelompok sosial.

7. Soerjono Soekanto, sosiologi adalah ilmu yang kategoris, murni, abstrak, berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris, serta bersifat umum.

8. Pitirim Sorokin

(11)

sosial dengan gejala non-sosial, dan yang terakhir, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri umum semua jenis gejala-gejala sosial lain. Dari berbagai definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara individu dengan individu, individu dengan masyarakat, dan masyarakat dengan masyarakat. Selain itu, Sosiologi adalah ilmu yang membicarakan apa yang sedang terjadi saat ini, khususnya pola-pola hubungan dalam masyarakat serta berusaha mencari pengertian-pengertian umum, rasional, empiris serta bersifat umum.

3. Pengertian Metode Analisis/Inquiry

Metode inquiry adalah metode yang mampu menggiring peserta didik untuk menyadari apa yang telah didapatkan selama belajar. Inquiry menempatkan peserta didik sebagai subyek belajar yang aktif (Mulyasa , 2003:234).

(12)

Langkah-langkah dalam proses inquiry adalah menyadarkan keingintahuan terhadap sesuatu, mempradugakan suatu jawaban, serta menarik kesimpulan dan membuat keputusan yang valid untuk menjawab permasalahan yang didukung oleh bukti-bukti. Berikutnya adalah menggunakan kesimpulan untuk menganalisis data yang baru (Mulyasa, 2005:235). Strategi pelaksanaan inquiry adalah:

(1) Guru memberikan penjelasan, instruksi atau pertanyaan terhadap materi yang akan diajarkan.

(2) Memberikan tugas kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan, yang jawabannya bisa didapatkan pada proses pembelajaran yang dialami siswa.

(3) Guru memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang mungkin membingungkan peserta didik.

(4) Resitasi untuk menanamkan fakta-fakta yang telah dipelajari sebelumnya.

(5) Siswa merangkum dalam bentuk rumusan sebagai kesimpulan yang dapat dipertanggungjawabkan (Mulyasa, 2005:236).

(13)

Guru menggunakan teknik bila mempunyai tujuan agar siswa terangsang oleh tugas, dan aktif mencari serta meneliti sendiri pemecahan masalah itu. Mencari sumber sendiri, dan mereka belajar bersama dalam kelompoknya. Diharapkan siswa juga mampu mengemukakan pendapatnya dan merumuskan kesimpulan nantinya. Juga mereka diharapkan dapat berdebat, menyanggah dan mempertahankan pendapatnya. Inquiry mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, seperti merumuskan masalah, merencanakan eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa data, menarik kesimpulan. Pada metode inquiry dapat ditumbuhkan sikap obyektif, jujur, hasrat ingin tahu, terbuka, dan sebagainya. Akhirnya dapat mencapai kesimpulan yang disetujui bersama. Bila siswa melakukan semua kegiatan di atas berarti siswa sedang melakukan inquiry. Teknik inquiry ini memiliki keunggulan yaitu :

(a) Dapat membentuk dan mengembangkan konsep dasar kepada siswa, sehingga siswa dapat mengerti tentang konsep dasar ide-ide dengan lebih baik.

(b) Membantu dalam menggunakan ingatan dan transfer pada situasi proses belajar yang baru.

(c) mendorong siswa untuk berfikir dan bekerja atas inisiatifnya sendiri, bersifat jujur, obyektif, dan terbuka.

(d) Mendorong siswa untuk berpikir intuitif dan merumuskan hipotesanya sendiri. (e) Memberi kepuasan yang bersifat intrinsik.

(f) Situasi pembelajaran lebih menggairahkan.

(g) Dapat mengembangkan bakat atau kecakapan Individu. (h) Memberi kebebasan siswa untuk belajar sendiri.

(14)

(j) Dapat memberikan waktu kepada siswa secukupnya sehingga mereka dapat mengasimilasi dan mengakomodasi informasi.

Metode inquiry menurut Suryosubroto (2002:192) adalah perluasan proses discovery yang digunakan lebih mendalam. Artinya proses inqury mengandung proses-proses mental yang lebih tinggi tingkatannya, misalnya merumuskan problema, merancang eksperimen, melakukan eksperimen, mengumpulkan dan menganalisa data, menarik kesimpulan, dan sebagainya.

Kesimpulannya, metode analisis yang akan digunakan dalam PTK ini identik dengan metode inquiri walaupun metode ini lebih cocok untuk digunakan pada mapel IPA, tetapi dengan argument yang penulis miliki bahwa metode ini layak digunakan juga untuk mapel IPS khususnya Sosiologi agar siswa dapat meningkatkan hasil belajarnya dengan melihat hasil belajar sosiologi yang lebih rendah dibanding sub mapel lain dalam IPS.

4. Pengertian Media Massa

Media massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media.

Definisi Komunikasi Massa

Komunikasi dapat dipahami sebagai proses penyampaian pesan, ide, atau informasi kepada orang lain dengan menggunaka sarana tertentu guna mempengaruhi atau mengubah perilaku penerima pesan.

(15)

menggunakan sarana media. Media massa sendiri ringkasan dari media atau sarana komunikasi massa.

B.Kerangka Berpikir.

Seperti diketahui bahwa kondisi siswa SMP Negeri 1 Sukoharjo, Kabupaten Wonosobo pada umumnya, hasil belajar mapel IPS Sosiologi KD “Penyimpangan Sosial” masih rendah. Hal ini berarti perlu diupayakan pemecahannya, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat apalagi sekarang nilai raport merupakan salah satu indikator penentuan kelulusan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pembelajaran dengan menggunakan analisis media massa. Dalam metode pembelajaran ini diharapkan tingkat keberhasilan belajar siswa menjadi lebih baik. Hal ini didasarkan atas kerangka berfikir sebagai berikut:

KONDISI AWAL

TINDAKAN

GURU: Belum menggunakan Metode analisis media massa

SISWA:

Hasil belajar IPS Sosiologi rendah

SIKLUS I

SIKLUS II

Menggunaka

(16)

C. HIPOTESIS TINDAKAN

Berdasarkan kajian reflektif yang didasarkan sharing idea antarguru mata pelajaran sejenis yang tergabung dalam MGMP IPS dan kajian teori dalam penelitian tindakan kelas ini ditetapkan hipotesis tindakan sebagai berikut:

“Melalui Penggunaan metode analisis media massa dalam pembelajaran mapel IPS

Sosiologi materi Penyimpangan Sosial dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII

B semester 1 SMP Negeri 1 Sukoharjo Tahun Pelajaran 2013/2014.

BAB III KONDISI

AKHIR

(17)

METODOLOGI PENELITIAN A. Setting Penelitian

Penelitian dilakukan di SMPN 1 Sukoharjo Kabupaten Wonosobo kelas VIII B selama 6 bulan yaitu antara bulan September 2013 sampai dengan bulan Februari 2014. Penyusunan proposal mulai bulan September 2013, bulan Oktober 2013 menyusun instrumen penelitian, bulan November 2013 mengumpulkan data dengan melaksanakan tindakan kelas, bulan Desember 2013 menganalisis data, bulan Januari 2014 membahas hasil analisa data yang diperoleh dan laporan hasil penelitian dilaksanakan bulan Februari 2014.

B. Sumber Data

Penelitian ini menggunakan dua sumber data yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer diperoleh dari siswa yang berperan sebagai subyek penelitian. Sedangkan sumber data sekunder diperoleh dari data observasi yang dikumpulkan peneliti selama tindakan berlangsung.

C. Tehnik dan Alat Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan dua tehnik pengumpulan data yaitu tehnik observasi untuk mengamati proses menganalisa siswa, baik secara kelompok maupun individu, terutama tentang kemampuan siswa dalam menganasila suatu kasus yang ada di media massa. Dan tehnik angket dipakai untuk mengetahui tanggapan siswa terhadap metode analisa yang diterapkan oleh guru.

(18)

D. Validasi Data

Karena penelitian ini berupa proses pembelajaran maka validitas data yang diperoleh dari sumber data dengan menggunakan tehnik validasi trianggulasi dari hasil observasi peneliti. Adapun indikator yang dipakai dalam penelitian ada 3 indikator, dimana indikator ini terbagi dalam indikator yang lebih terperinci, yaitu :

1. Intersitas /frekuensi berpendapat. 2. Kualitas isi analisis

3. Sikap dalam menganalisis

E. Analisa Data

Dalam menganalisis data, peneliti tidak menggunakan uji statistik tetapi menggunakan analisis deskriptif kualitatif berdasarkan hasil observasi dan referensi.

F. Indikator Kinerja

Dengan penerapan metode analisis ini peneliti berharap :

(19)

SMP N 1 Sukoharjo Kabupaten Wonosobo, setiap kali mengawali pembelajaran dan selama proses pembelajaran siswa yang dapat menjawab pertanyaan materi baru ( Pretest ) dan mengerjakan tugas dengan baik hanya sekitar 5 dari 39 anak atau 12,82%, rendahnya minat baca mengerjakan tugas sangat memprihatinkan dan peneliti menyimpulkan permasalahan tersebut mendesak untuk dientaskan

Dengan penerapan metode analisis ini peneliti berharap siswa dapat meningkatkan hasil belajar terutama mata pelajaran “sosiologi” melalui media massa, sehingga siswa dapat mengambil pelajaran hidup untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

G. Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Langkah-langkah dari tiap siklus terdiri dari perencanaan (Planning), pelaksanaan tindakan (Acting), pengamatan (Observing) dan refleksi (Reflecting)

H. Hasil Penelitian Dan Pembahasan Deskripsi Kondisi Awal

(20)

LEMBAR OBSERVASI AKTIVITAS SISWA SIKLUS :

Petunjuk :

Tuliskan nomor absen siswa dari masing-masing kelompok !

Berilah tanda jika siswa melakukan kegiatan sesuai dengan rubric penilaian !

No Aspek yang dinilai No. Absensi

Kelompok … . Kelompok … .

1. Membawa buku referensi. 2. Duduk dengan tenang.

3. Memperhatikan penjelasan guru 4. Membuat catatan materi pelajaran 5. Melakukan kegiatan pengamatan

media

. Menjawab pertanyaan teman saatdiskusi kelas 11

(21)

. berkaitan dengan proses pembelajaran

Jumlah Keterangan :

Skor 1 : aspek yang dilakukan siswa (Ya)

Skor 0 : aspek yang tidak dilakukan siswa (Tidak) Skor maksimal : 12

Tuliskan nomor absen siswa dari masing-masing kelompok !

Berilah tanda jika siswa melakukan kegiatan sesuai dengan rubric penilaian !

No Aspek yang dinilai No. Absensi

Kelompok … . Kelompok … .

1. Membawa buku referensi. 2. Duduk dengan tenang.

3. Memperhatikan penjelasan guru 4. Membuat catatan materi pelajaran 5. Melakukan kegiatan pengamatan

(22)

9. Mengemukakan

pendapat/pertanyaan saat diskusi kelas

10

. Menjawab pertanyaan teman saatdiskusi kelas 11

. Tidak serius dalam kegiatanpengamatan/ diskusi 12

. Melakukan kegiatan lain yang tidakberkaitan dengan proses pembelajaran

Jumlah Keterangan :

Skor 1 : aspek yang dilakukan siswa (Ya)

Skor 0 : aspek yang tidak dilakukan siswa (Tidak) Skor maksimal : 12

Pekalongan,

Observer,

Rubrik Kinerja Guru dalam Pembelajaran

Nama Sekolah :

Standar Kompetensi :

Kelas/semester :

No Aspek yang Diamati Sko

r

1. Pendahuluan

a. Memotivasi siswa

1) Memberi contoh fenomena, demonstrasi fenomena, tanya

jawab, mudah dipahami

2) Memberi contoh fenomena, tanya jawab, mudah dipahami

3) Memberi contoh fenomena, mudah dipahami 4) Memberi contoh fenomena, kurang dapat dipahami

b. Menyampaikan tujuan pembelajaran

(23)

jelas

2) pada awal pembelajaran, menyebutkan tujuan 3) menyebutkan tujuan

4) menyebutkan tujuan, kurang jelas 2. Kegiatan inti

a. Memberi informasi tentang kegiatan 1) rinci, runtut, jelas, tepat waktu 2) rinci, runtut, jelas

3) rinci, jelas

4) rinci, kurang jelas b. Membentuk kelompok

1) tegas, pemberian nama kelompok, efisien waktu, tidak gaduh

2) tegas, pemberian nama kelompok, efisien waktu 3) tegas, pemberian nama kelompok

4) kurang tegas

c. Membagi LKS dan member penjelasan

1) lengkap, efisien waktu, menjelaskan isi, memberi kesempatan siswa bertanya,

Menjawab pertanyaan siswa

2) lengkap, efisien waktu, menjelaskan isi, 3) lengkap, menjelaskan isi,

4) lengkap, informasi kurang jelas d. Membimbing diskusi kelompok

1) efisiensi waktu, membantu kelompok, membantu individu,

menjawab pertanyaan siswa, dapat dipahami siswa

2) efisiensi waktu, membantu kelompok, menjawab pertanyaan

siswa, dapat dipahami siswa

3) efisiensi waktu, membantu kelompok, dapat dipahami siswa

4) membantu kelompok tidak efisiensi waktu e. Memberi kesempatan kelompok presentasi 1) tegas, bergilir, efisiensi waktu

2) tegas, bergilir 3) tegas, tidak bergilir

4) tidak tegas, tidak bergilir

f. Memberi tanggapan kelompok presentasi

1) obyektif, mudah dipahami, member penghargaan 2) obyektif, mudah dipahami

(24)

g. Membimbing siswa menarik simpulan 1) mengarahkan siswa, sesuai tujuan, dapat dipahami siswa,

efisiensi waktu

2) mengarahkan siswa, sesuai tujuan, dapat dipahami siswa

3) mengarahkan siswa, sesuai tujuan, kurang dapat dipahami siswa

4) menyuruh siswa menyimpulkan sindiri

h. Memberi penegasan konsep-konsep esensial 1) mengulangi konsep-konsep esensial, jelas, member contoh

2) mengulangi konsep-konsep esensial, jelas

3) mengulangi konsep-konsep esensial, kurang jelas 4) mengulangi konsep-konsep yang tidak esensial

3. Penutup

a. Membimbing siswa melakukan refleksi

1) Memberi kesempatan siswa memahami kembali, membuat

hubungan antar konsep, menuliskan pengalaman belajar,

efisien waktu

2) memberi kesempatan siswa memahami kembali, menuliskan

pengalaman belajar, efisien waktu

3) member kesempatan siswa memahami kembali, efisien waktu

4) memberi kesempatan siswa memahami kembali, tidak efisien

waktu

b. Memberi kesempatan siswa mencatat

1) efisien waktu, memberi pemahaman yang harus dicatat,

menjawab pertanyaan siswa

2) efisien waktu, siswa mencatat sendiri, menjawab pertanyaan

siswa

3) efisien waktu, siswa mencatat sendiri 4) tidak efisien waktu, tidak membimbing c. Melakukan feed back pertanyaan atau tes

1) jelas, berkaitan dengan materi, pengembangan materi,

pertanyaan individual

(25)

3) jelas, berkaitan dengan materi, pertanyaan klasikal

4) berkaitan dengan materi, kurang jelas d. Memberi tugas

1) jelas, berkaitan dengan materi, pengembangan materi, tugas

individual

2) jelas, berkaitan dengan materi, tugas individual 3) jelas, berkaitan dengan materi, tugas

klasikal/kelompok

4) berkaitan dengan materi, kurang jelas

Nama Guru yang diamati :

Mata Pelajaran :

Semester :

Pekalongan,

Observer,

(26)

LEMBAR PENGAMATAN INDIVIDUAL SISWA

NAMA SISWA : ………...…

(27)

N

o Kriteria Skor

1. Perhatikan siswa terhadap penjelasan guru a. memperhatikan, menyimak, mencatat b. mencatat

c. memperhatikan d. kurang perhatian

2. Aktivitas siswa dalam diskusi kelompok

a. dapat bekerja sama, mengemukakan ide, menjawab pertanyaan

teman, dan menghargai pendapat teman b. dapat bekerja sama, mengemukakan ide c. dapat bekerja sama

d. tidak beraktivitas

3. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat

a. responsif, runtut, mudah dipahami, disertai contoh b. responsif, runtut, mudah dipahami, disertai contoh c. responsif, runtut

d. tidak berpendapat

4. Kemampuan siswa mengkaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari

a. relevan, menyebutkan contoh, penjelasan contoh, memiliki ide

pemecahan masalah sehari-hari

b. relevan, menyebutkan contoh, penjelasan contoh c. relevan, menyebutkan contoh

d. tidak dapat mengaitkan

5. Kemampuan siswa memanfaatkan waktu

a. datang tepat waktu, siap mengikuti pelajaran, dapat menyelesaikan

tugas tepat waktu

b. datang tepat waktu, dapat menyelesaikan tugas tepat waktu

c. datang tepat waktu atau dapat menyelesaikan tugas tepat waktu

d. tidak dapat memanfaatkan waktu 6. Kemampuan siswa membangun ide

a. memahami meteri, mengorganisasikan ide, mengaitkan dengan

keseharian, menyampaikan ide

b. memahami materi, mengorganisasikan ide c. memahami materi

d. belum mampu mengembangkan ide 7. Kemampuan siswa menarik kesimpulan

(28)

b. kesimpulan logis, sesuai tujuan pembelajaran c. kesimpulan logis

(29)

ANGKET MINAT BELAJAR SISWA 1. Pembelajaran IPS Sosiologi dilaksanakan

dengan analisis membuat saya memiliki kemauan yang tinggi untuk mengikuti pelajaran

2. Pembelajaran IPS Sosiologi dilaksanakan dengan analisis sangat menarik dan tidak membosankan

3. Pembelajaran IPS Sosiologi dilaksanakan dengan analisis maka konsep, prinsip, dan penerapan lebih cepat saya pahami

4. Pembelajaran IPS Sosiologi dilaksanakan dengan analisis dapat memotivasi saya untuk berprestasi

5. Pembelajaran IPS Sosiologi dilaksanakan dengan analisis dapat membantu saya menyelesaikan masalah

6. Pembelajaran IPS Sosiologi dilaksanakan dengan analisis dapat meningkatkan

penalaran saya dalam mempelajari materi pelajaran

7. Pembelajaran IPS Sosiologi dilaksanakan dengan analisis dapat membantu saya berpikir lebih kritis

(30)

dengan analisis maka saya memiliki keberanian mengeluarkan pendapat 9. Pembelajaran IPS Sosiologi dilaksanakan

dengan analisis membuat saya merasa lebih dihargai dalam mengeluarkan pendapat

10

. Pembelajaran IPS Sosiologi dilaksanakan dengan analisis dapat memanfaatkan waktu belajar dengan baik

Keterangan : Kategori

1-1 : STS (Sangat Tidak Setuju) 10-20 : Tidak berminat 2-2 : TS (Tidak Setuju) 21-30 : Kurang berminat 3-3 : RR (Ragu-ragu) 31-40 : Cukup berminat

4-4 : S (Setuju) 41-50 : Berminat

5-5 : SS (Sangat Setuju)

Pekalongan, 1 Oktober 2009

Siswa,

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, guru dalam menyampaikan materi khususnya dalam menentukan media pembelajaran harus memahami bagaimana karakter siswa tersebut agar dapat lebih mengerti dan

kesulitan dalam pelajaran IPA khususnya pada materi pesawat sederhana. Disamping itu terdapat 100% yang merasa senang dengan penggunaan media pembelajaran power point

Hasil penelitian tentang gambaran kinerja guru SDN 71/I Kembang Seri tentang mengalami kesulitan dalam memahami dan membawakan materi pelajaran dalam pembelajaran adalah

Berdasarkan hasil diskusi dengan guru mata pelajaran banyak siswa yang masih mengalami kesulitan dalam memahami materi kalor diantaranya siswa masih sulit menentukan

Dengan memberikan metode yang cocok dan sesuai untuk menerangkan bimbingan pada siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami pelajaran fikih yaitu materi kaifiat

dalam mengikuti materi ajar dan siswa belum dapat menyampaikan pendapatnya pada saat materi pelajaran diajarkan atau pada saat siswa mengalami kesulitan dalam

Tindakan yang dilaksanakan pada siklus I menunjukkan bahwa tingkat hasil belajar siswa dalam memahami materi penyesuaian diri tumbuhan mulai.. menunjukkan

NCU Penggunaan Media Edu Kwartet untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas IV Materi Sejarah Kerajaan Indonesia 10 untuk menyampaikan pendapat, saran atau pertanyaan atau