• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Servant Leadership terhadap Perilaku Inovatif Karyawan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Servant Leadership terhadap Perilaku Inovatif Karyawan"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada era globalisasi seperti sekarang ini, banyak perusahaan-perusahaan baru yang terbentuk, terutama perusahaan-perusahaan yang memproduksi suatu produk, jasa maupun layanan. Karena hal itu, perusahaan-perusahaan tersebut harus bersaing agar tetap dapat mempertahankan eksistensinya di dunia pasar. Perusahaan dituntut untuk selalu memahami apa saja yang menjadi keinginan konsumen, serta berbagai perubahan yang ada di lingkungan bisnisnya sehingga mampu untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya (Pitaloka & Widyawati, 2015).

(2)

mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Salah satu contohnya adalah Nokia. Nokia mengalami kegagalan karena terlalu lama membenamkan sistem operasi Symbian, yang dengan mudah dikalahkan oleh sistem Android dan iOS (Yusuf, 2013). Kegagalan yang dialami oleh Nokia dikarenakan Nokia lambat melakukan inovasi untuk merespon perubahan pasar. Keterlambatan tersebut membuat Nokia harus mengurangi karyawan sebanyak 14% (Kristo, 2016).

(3)

adanya ide yang kreatif, dan suatu ide kreatif dapat menjadi realitas dengan adanya keberanian untuk mengambil resiko (Byrd & Brown, 2003). Jadi, dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perilaku inovatif adalah faktor kunci dari suatu inovasi. Inovasi berfokus pada adanya suatu ide untuk menciptakan atau mengkombinasikan menjadi suatu hal yang baru. Sedangkan perilaku inovatif adalah keseluruhan tindakan-tindakan untuk mewujudkan inovasi tersebut.

Jadi, setiap karyawan harus memiliki perilaku inovatif agar dapat membantu perusahaan untuk terus berinovasi dan memajukan perusahaan. Salah satu contoh perusahaan yang terus berinovasi adalah Apple Inc. Karyawan-karyawan yang berada di Apple Inc memiliki perilaku inovatif dengan mengeluarkan ide-ide kreatif, mempelajari lebih lanjut mengenai ide tersebut, menguji coba ide-ide tersebut, menyempurnakan ide, dan merealisasikan ide tersebut (Hidayat, 2013). Perilaku inovatif yang dimilki karyawan Apple Inc. membuat Apple Inc. dapat terus mengeluarkan berbagai bentuk gadget setiap tahunnya, seperti iPod, iPad, iPhone

(4)

Pentingnya perilaku inovatif dalam suatu perusahaan membuat perusahaan-perusahaan ingin agar setiap karyawannya memiliki perilaku inovatif. Namun, perilaku inovatif tidak dapat muncul dengan begitu saja, tetapi harus ada faktor-faktor yang mendorong untuk munculnya perilaku inovatif tersebut (Hutahaean, 2005). Menurut Etikariena & Muluk (2014) terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi munculnya perilaku inovatif, yaitu faktor eksternal dan faktor internal. Beberapa bentuk faktor eksternal, yaitu kepemimpinan, dukungan untuk berinovasi, tuntutan dalam pekerjaan, dan iklim psikologis. Sedangkan beberapa bentuk faktor internal, yaitu tipe kepribadian dan gaya individu dalam memecahkan masalah.

Kepemimpinan adalah salah satu faktor yang dianggap penting dalam mempengaruhi suatu perilaku inovatif (De Jong & Den Hartog, 2007). Hal ini dapat terjadi karena perilaku inovatif merupakan proses sosial, oleh sebab itu pemimpin memiliki pengaruh yang kuat dalam menciptakan suatu perilaku inovatif (Rank, dkk. dalam Kresnandito & Fajrianthi, 2012). Kepemimpinan dapat diartikan sebagai suatu kegiatan untuk mempengaruhi perilaku orang-orang agar dapat bekerja bersama-sama untuk menuju pada suatu tujuan tertentu yang diinginkan bersama (Siagian, 1999). Jadi, suatu perusahaan dapat berhasil atau gagal sebagian besar ditentukan oleh kepemimpinan (Astohar, 2012).

(5)

leadership adalah kepemimpinan yang mengutamakan pelayanan kepada pihak lain, baik kepada karyawan, perusahaan, pelanggan, maupun kepada masyarakat sekitar. Model kepemimpinan ini mencoba untuk meningkatkan pertumbuhan personal dari para pekerja dan memperbaiki kualitas pelayanan dari perusahaan melalui kombinasi kerjasama tim dan pengembangan perusahaan, keterlibatan personal dalam proses pembuatan keputusan serta perilaku yang peduli dan etis (Greenleaf dalam Heristi & Handoyo, 2011).

Servant leadership memiliki delapan dimensi yang merupakan gabungan dimensi yang dikembangkan oleh Barbuto dan Wheeler (2006) serta Wong dan Page (2003) yang dituliskan dalam penelitian yang dilakukan oleh Handoyo (2010). Delapan dimensinya, yaitu : Altruistic calling, emotional healing, wisdom, persuasive mapping, organizational stewardship, humility, vision, dan service.

(6)

Salah satu model kepemimpinan yang dapat berhasil dalam mempengaruhi perubahan organisasi adalah Servant leadership (Handoyo, 2010). Dengan kata lain, apabila seorang pemimpin suatu perusahaan menggunakan model servant leadership, maka hal tersebut akan mempengaruhi pembentukan perilaku inovatif pada karyawan sehingga suatu perusahaan dapat menciptakan hal baru dan mampu bersaing dengan perusahaan-perusahaan lainnya. Sejalan dengan ha tersebut, Sendjaya (2015) menemukan bahwa servant leadership dapat mempengaruhi kreatifitas individu dan team innovation.

(7)

“Setiap karyawan yang di PT. Telkom ini selalu diminta untuk mengeluarkan perilaku inovatif mereka. Biasanya setiap minggu mereka diminta untuk menulis ide-ide mereka untuk untuk mengembangkan maupun untuk memperbaharui apa yang sudah ada. Kami tidak membatasi divisi. Setiap divisi boleh untuk mengeluarkan ide-ide mereka nanti kalau ide-ide tersebut dirasa baik, kami akan mencoba untuk menerapkan ide-ide itu.”

(Komunikasi personal, 10 Maret 2016)

Namun, tidak semua karyawan dapat mengeluarkan perilaku inovatif bergitu saja. Beberapa karyawan membutuhkan faktor-faktor pendorong untuk dapat memunculkan perilaku inovatif agar dapat terus mengembangkan perusahaan sehingga perusahaan tidak mengalami kebangkrutan. Maka dari itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor yang mempengaruhi perilaku inovatif pada karyawan. Sesuai dengan penjelasan diatas, maka penelitian tertarik untuk melihat pengaruh servant leadership terhadap perilaku inovatif .

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang diatas maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah servant leadership memiliki pengaruh terhadap perilaku inovatif karyawan?

C. Tujuan Penelitian

(8)

D. Manfaat penelitian

1. Manfaat Teoritis

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk memperluas bidang ilmu pengetahuan khususnya di bidang Psikologi Industri dan Organisasi dalam hal yang terkait dengan perilaku inovatif dan servant leadership.

2. Manfaat Praktis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan bukti empiris kepada perusahaan terkait dengan frekuensi perilaku inovatif, tingkat servant leadership yang dipersepsikan karyawan, serta pengaruh

servant leadership terhadap perilaku inovatif karyawan.

E. Sistematika Penulisan

BAB I : Pendahuluan

Bab ini berisikan uraian singkat mengenai latar belakang masalah khususnya mengenai perilaku inovatif dan servant leadership, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan.

BAB II : Landasan Teori

(9)

servant leadership, seperti definisi dan dimensi servant leadership. Disertai juga dengan dinamika antar kedua variabel penelitian, yaitu perilaku inovatif dan servant leadership dan hipotesa penelitian.

BAB III : Metodologi Penelitian

Bab ini berisikan identifikasi variabel, definisi operasional, populasi dan sampling, alat ukur, metode pengambilan data, dan metode analisis data.

BAB IV : Analisis Data dan Pembahasan

Bab ini berisikan uraian hasil analisis data yang disertai dengan pembahasan. Hasil analisis data berupa gambaran subjek penelitian, hasil penelitian, dan pembahasan mengenai hasil penelitian.

BAB V : Kesimpulan dan Saran

Referensi

Dokumen terkait

servant leadership yang juga merupakan salah satu dari gaya kepemimpinan, secara. teoritis mampu menciptakan motivasi kinerja

Pengaruh Servant Leadership dan Lingkungan Kerja terhadap Loyalitas Guru Honorer di Sekolah-sekolah pada Yayasan Persekolahan Kristen kota Ambon diitnjau dari

Penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan servant leadership memberikan pengaruh signifikan terhadap upaya perusahaan dalam membangun hubungan yang kuat dengan

Pada penelitian ini menunjukkan karakteristik servant leadership yang mampu untuk membangun komitmen karyawan terhadap visi organisasi dengan cara mengajak setiap

Pada penelitian ini menunjukkan karakteristik servant leadership yang mampu untuk membangun komitmen karyawan terhadap visi organisasi dengan cara mengajak setiap

kinerja bawahan atau karyawan, hal tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Tatilu (2014) menyebutkan bahwa penerapan servant leadership memiliki

Berdasarkan hal tersebut, penulis berasumsi bahwa perilaku inovatif pegawai Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Padang belum optimal kemungkinan disebabkan oleh empowering leadership atau

Hasil penelitian dari data yang telah diolah, menunjukkan bahwa secara langsung empowering leadership secara positif menyebabkan perilaku kerja inovatif bawahan.. Variabel empowering