TUGAS REKAYASA TANAMAN 1
POLIMERI PADA TANAMAN HIAS
Kelompok 2 (Dua) :
Aziz Saputra
Dewi Zaenati
Gatotkurniadi
Julius Kristian
UNIVERSITAS NASIONAL
FAKULTAS PERTANIAN
PROGRAM STUDY AGROETEKNOLOGI
JAKARTA SELATAN
POLIMERI PADA TANAMAN HIAS
Hukum Pewarisan Mendel adalah hukum mengenai pewarisansifat pada organisme yang dijabarkan oleh Gregor Johann Mendel dalam karyanya“Percobaan mengenai Persilangan Tanaman”. Hukum ini terdiri dari dua bagian:
1. Hukum pemisahan (segregation ) dari Mendel, juga dikenal sebagai HukumPertama Mendel. Yang merupakan mengenai kaidah pemisahan alel pada waktu pembentukan gamet.
2. Hukum berpasangan secara bebas (independent assortment ) dari Mendel, juga dikenal sebagai Hukum Kedua Mendel. Menurut hukum ini, setiap gen / sifat dapat berpasangan secara bebas dengan gen / sifat lain. Hukum ini berlaku ketika pembentukan gamet pada persilangan dihibrid.
Pola pewarisan sifat dari induk pada keturunannya menurut hukum Mendel
1. Persilangan 1 sifat beda (Bb x Bb) akan menghasilkan rasio fenotip 3 : 1
2. Persilangan 2 sifat beda (BbTt x BbTt) akan menghasilkan rasio fenotip 9 : 3 : 3 : 1 3. 27: 9:9:9:3:3:3:1 Dimana :
27 yang mempunyai 3 gen dominan
9 yang mempunyai 2 gen dominan
3 yang mempunyai 1 gen dominan
1 yang mempunyai 0 gen dominan
PEMBAHASAN POLIMERI
Polimeri adalah suatu gejala dimana terdapat banyak gen bukan alel tetapi mempengaruhi karakter/sifat yang sama.ciri polimeri adalah makin banyak gen dominan, maka sifat karakternya makin kuat (Maqdisi, 2011)
Peristiwa polimeri ditemukan oleh Nelson Ehle, setelah melakukan percobaan dengan menyilangkan gandum berbiji merah dengan gandum berbiji putih. Persilangan itu menghasilkan keturunan heterozigot berwarna merah lebih muda bila dibandingkan dengan induknya yang homozigot (merah). Oleh karena itu, biji merah bersifat dominan tidak sempurna terhadap warna putih. Setelah generasi F1 disilangkan sesama, pada generasi F2 diperoleh perbandingan fenotip 3 merah : 1 putih (Wan, 2012).
Perhatikan peristiwa polimeri pada persilangan antara bunga Mawar (Rose) berwarna Merah dan berwarna putih.
Dari contoh peristiwa di atas diketahui bahwa gen M1 dan M2 bukan alel, tetapi peristiwa poligen atau bukan, perlu diperhatikan hal – hal sebagai berikut:
a. Masing – masing gen penghasil warna harus menghasilkan peristiwa yang sama, misalkan merah semua atau putih semua.
b. Pengaruh gen – gen tersebut bersifat kumulatif (bertambah), makin banyak gennya makin jelas pengaruhnya.
c. Tidak ada epistasis (karakter yang disingkirkan dalam pewarisan sifat) diantara gen.
d. Tidak terjadi pautan gen (kecenderungan alel-alel pada dua atau lebih lokus pada satu berkas kromosom yang sama untuk bersegregasi bersama-sama).
e. Tidak ada pengaruh lingkunga, apabila ada pengaruhnya di abaikan saja.
DAFTAR PUSTAKA
Maqdisi Y.A. 2011.Hukum Mendel. http://yhanis-almaqdisi.blogspot.com/2011/12/hukum-mendel.html [21 Oktober 2014]
Wan L. 2012. Penyimpangan Hukum Mendel.http://segerahamil.blogspot.com/2012/11 /penyimpangan-hukum-mendel.html [21 Oktober 2014]