• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERUSAHAAN DAN LINGKUNGANNYA ipa bab

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PERUSAHAAN DAN LINGKUNGANNYA ipa bab "

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PERUSAHAAN DAN LINGKUNGANNYA

Y. Lilik Rudianto

Email: [email protected]

I. Perusahaan dan Masyarakat

Perusahaan secara garis besar mengarah kepada organisasi yang membuat barang atau menyediakan jasa untuk menghasilkan keuntungan. Sedangkan masyarakat adalah secara luas, mengarah ke kehidupan manusia dan struktur sosial yang tercipta secara kolektif. Sedangkan secara khusus, mengarah kepada segmen atau tingkat kemanusiaan seperti anggota dari suatu komunitas, negara atau kelompok kepentingan.

Hubungan perusahaan dengan masyarakat adalah bahwa perusahaan merupakan bagian dari masyarakat dan selalu berubah karena lingkungan eksternalnya. Perusahaan dan masyarakat sangat independen. Aktivitas perusahaan menimbulkan dampak kepada masyarakat, dan tindakan yang bermacam-macam dari masyarakat dan pemerintah berkelanjutan akan mempengaruhi perusahaan. Untuk mengatur independensi ini, perlu untuk memahami kunci hubungan perusahaan dengan masyarakat dan sistem ekonomi yang merupakan bagian yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh keputusannya.

II. Pandangan Sistem

Teori sistem secara umum mengatakan bahwa semua makhluk hidup terbuka untuk berhubungan dengan lingkungan disekitarnya. Dalam teori manajemen, konsep sistem menyatakan bahwa kekuatan bisnis melekat secara luas dalam struktur sosial yang berinteraksi secara terus menerus. Perusahaan akan selalu mengalami perubahan dikarenakan adanya pelanggan, pemerintah, pesaing, media, komunitas, dan masih banyak individu atau kelompok lainnya. Interaksi yang positif dengan masyarakat akan memberikan manfaat bagi kekuatan perusahaan pada umumnya.

Perusahaan harus beradaptasi dengan lingkungannya. Kunci utama bagi perusahaan untuk dapat bertahan lebih sering berdasarkan pada kemampuannya untuk beradaptasi acara efektif terhadap kondisi yang berubah-ubah. Dalam bisnis, teori sistem menyediakan alat yang sangat kuat untuk menolong pengkonseptualisasian manajer dalam hubungan antara perusahaannya dengan lingkungan eksternalnya. Teori sistem menolong kita untuk memahami bagaimana bisnis dan masyarakat berjalan bersama dalam sistem sosial yang bersifat interaktif.

Masing-masing saling membutuhkan satu dengan yang lainnya dan masing-masing mempengaruhi yang lain. Tindakan yang dilakukan oleh salah satu pihak akan mempengaruhi pihak lainnya. Mereka semua terpisah namun saling terhubung. Bisnis adalah bagian dari masyarakat dan masyarakat memberikan pengaruh yang besar dalam pengambilan keputusan bisnis.

Teori Kepemilikan Perusahaan

(2)

saham dan tidak memiliki kewajiban apa-apa selain yang ditetapkan oleh hukum. Kepentingan pemegang saham adalah yang paling utama dan mendahului dari kepentingan pihak lainnya.

Teori Stakeholder Perusahaan

Perusahaan harus memperhatikan kepentingan umum untuk menciptakan nilai bagi masyarakat. Perusahaan mempunyai banyak kewajiban dan semua kepentingan stakeholder harus ikut diperhitungkan oleh perusahaan. Sukses dalam bisnis yang beresiko tergantung dari cara memelihara kepercayaan dari para stakeholder.

Pendukung Teori Stakeholder Perusahaan membuat 3 argumentasi: 1. Descriptive Argument (Argumentasi Diskriptif)

Mengatakan bahwa mengelola stakeholder adalah melihat secara sederhana kenyataan mengenai bagaimana sebenarnya perusahaan itu bekerja. Tugas dari manajemen sangat kompleks. Untuk mempertahankan hasil yang konsisten, manajer harus: 1) lebih fokus kepada memproduksi produk yang berkualitas tinggi dan inovatif, serta 2) menyediakan pelayanan kepada pelanggan, 3) menarik dan mempertahankan para karyawan yang berbakat, dan 4) mematuhi peraturan pemerintah yang begitu banyak dan kompleks. Jadi, manajer harus memperhatikan kepentingan stakeholder disamping kepentingan pemilik perusahaan.

2. Instrumental Argument (Argumentasi Instrumen)

Mengatakan bahwa mengelola stakeholder lebih penting dari strategi perusahaan. Perusahaan yang mempertimbangkan kepentingan banyak pihak dapat bertahan lebih lama daripada yang tidak.

3. Normative Argument (Argumentasi Normatif)

Mengatakan bahwa mengelola stakeholder hanyalah semata-mata melakukan hal yang benar. Perusahaan mempunyai kekuatan dan kendali atas sumber daya, keutamaan dari tugas ini mengarah kepada pengaruhnya bagi tindakan perusahaan. Lebih jauh lagi, semua stakeholder tidak hanya pemilik, dan memberikan suatu kontribusi nilai kepada perusahaan. Contohnya: keahlian dari teknisi Microsoft untuk memecahkan masalah pemrograman yang rumit memberikan suatu investasi bagi perusahaan, bukan hanya investasi keuangan. Setiap orang atau kelompok yang memberikan kontribusi, mengambil resiko, dan yang mempunyai perilaku moral yang baik akan mendapatkan penghargaan dari perusahaan (Rewards, and Punishment).

III. Konsep Stakeholder

Stakeholder berbeda dengan stockholder. Stakeholder mengarah kepada orang-orang atau kelompok yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh keputusan-keputusan, kebijakan, dan kegiatan dari perusahaan, contohnya karyawan, konsumen, stockholder, media, pemerintah, asosiasi dagang, LSM, dan sebagainya. Sedangkan stockholder mengarah kepada individu-individu atau organisasi yang memiliki saham atas perusahaan. Stockholder adalah bagian dari stakeholder.

Menurut konsep stakeholder, manajer perusahaan dalam melakukan segala sesuatunya harus memperhatikan kepentingan dari para stakeholder disamping kepentingan para stockholder. Hal ini menyebabkan tugas dari manajer menjadi sangat kompleks, karena banyaknya pihak yang harus dipertimbangkan, dimana masing-masing pihak tersebut memiliki kepentingan masing-masing yang terkadang bisa sangat berlawanan.

Market dan Nonmarket Stakeholder

(3)

Market Stakeholder adalah stakeholder yang mempengaruhi perusahaan secara langsung dari segi ekonomi dan yang menjadi tujuan utama penyediaan barang dan jasa oleh perusahaan. Dengan alasan ini, market Stakeholder sering kali disebut primary stakeholder.

Setiap hubungan didasarkan pada sebuah transaksi yang unik atau pertukaran dua arah, contohnya :

- Stockholder berinvestasi dalam perusahaan dan mereka akan menerima deviden dan capital gain.

- Kreditur meminjamkan uang mereka dan memperoleh keuntungan berupa pembayaran bunga.

- Karyawan berkontribusi dalam hal keahlian dan pengetahuannya untuk mendapatkan upah, bonus, dan pengembangan profesionalisme.

- Suplier menyediakan bahan baku, energi, jasa, dan input lainnya mendapatkan keuntungan dari segala sesuatu yang disediakannya.

- Pedagang besar, distributor, dan pengecer membantu perusahaan untuk memindahkan barang dari pabrik kepada outlet penjualan dan kepada konsumen.

- Pelanggan sebagai pembeli barang dan jasa.

Mereka adalah interaksi pasar yang paling mendasar dalam tiap bisnis dengan masyarakat.

Nonmarket Stakeholder

Nonmarket Stakeholder adalah Stakeholder yang tidak mempengaruhi perusahaan secara langsung dari segi ekonomi dan bukan menjadi tujuan utama penyediaan barang dan jasa oleh perusahaan. Dengan alasan ini, nonmarket stakeholder sering kali disebut secondary stakeholder dan biasanya tidak diperhitungkan dalam stakeholder. Hal ini seringkali menimbulkan masalah yang sangat besar, contohnya: Shell oil yang menutup salah satu operasinya di Nigeria setelah terjadi protes dari masyarakat luas, lagi-lagi karena masalah lingkungan dan kebijakan sosial. Masyarakat memblokir usaha perusahaan dan perusahaan akhirnya tidak mempunyai hubungan dengan pasar. Nonmarket Stakeholder meliputi: komunitas, pemerintah, LSM, media, kelompok pendukung bisnis, dan masyarakat umum.

Klasifikasi pemerintah sebagai nonmarket stakeholder menimbulkan kontroversi. Pendukung nonmarket stakeholder berpendapat bahwa pemerintah tidak terlibat secara langsung dalam perdagangan (jual-beli). Uang yang masuk ke pemerintah berasal dari pembayaran pajak dan terkadang dari pemerintah kepada bisnis berupa subsidi dan insentif. Pendukung market stakeholder berpendapat bahwa pemerintah juga melakukan perdagangan (jual-beli) yaitu dengan membeli barang dan jasa secara langsung kepada pemborong.

Pendapat lain mengatakan bahwa beberapa orang atau kelompok mungkin memainkan beberapa peran dalam stakeholder. Beberapa teori menyebut fenomena ini dengan istilah “role set”. Contohnya: seseorang mungkin bekerja di perusahaan, namun dia juga hidup di sekitar komunitas, mempunyai saham dari perusahaan, dan seringkali membeli produk perusahaan dari waktu ke waktu.

IV. Analisis Stakeholder

Analisis stakeholder merupakan proses pengidentifikasian stakeholder yang relevan bagi perusahaan serta pemahaman akan hal-hal apa saja yang dapat bermanfaat untuk kepentingan perusahaan oleh manajer.

Empat pertanyaan kunci dalam analisis stakeholder : 1. Siapa stakeholder yang relevan tersebut?

Tidak semua stakeholder relevan bagi perusahaan.

(4)

memerlukan lebih dari sekedar mengidentifikasikan para stakeholder, namun lebih sering memerlukan pemahaman yang alami atas kepentingan, kekuatan, dan hubungan yang satu dengan lainnya.

2. Apa kepentingan dari tiap stakeholder?

Stockholder berkepentingan atas deviden karena penyertaan modalnya.

Pelanggan berkepentingan atas harga wajar dan kualitas atas barang dan jasa yang dibelinya. Suplier berkepentingan atas kompensasi karena produk dan jasa yang disediakan. Karyawan berkepentingan atas kompensasi dan peluang karir karena waktu dan pengorbanannya. Pemerintah dan masyarakat umum berkepentingan atas lingkungan, HAM, dan kepentingan sosial lainnya. Manajer perlu untuk memahami hal-hal yang kompleks ini dan juga pertentangan kepentingan para stakeholder.

3. Apa kekuatan dari tiap stakeholder?

Kekuatan stakeholder berarti kemampuan untuk menggunakan sumber daya, untuk membuat sesuatu terjadi, atau untuk mengamankan hasil yang diinginkan.

4 tipe kekuatan stakeholder: 1) Voting power.

Hak suara pemegang saham dimana proporsional dengan proporsi kepemilikan sahamnya.

2) Economic power.

Sebagai contoh pelanggan tidak mau membeli produk atau jasa perusahaan karena kebijakan perusahaan yang dinilai tidak pantas atau harga produknya mahal namun kualitasnya buruk dan tidak aman untuk digunakan. Suplier menolak untuk mensuplai pesanan dari perusahaan, karyawan mogok kerja. Economic power seringkali tergantung pada seberapa baik pengaturan dari kelompok stakeholder tersebut.

3) Political power.

Pemerintah melalui perundang-undangan, peraturan, dan tuntutan hukum. 4) Legal power.

Tuntutan hukum hari pelanggan, tenaga kerja, lingkungan, dan pihak-pihak lainnya atas pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan seperti polusi, kerusakan habitat/spesies, dan sebagainya.

4. Bagaimana bentuk koalisi atau kerjasamanya?

Dari segi lembaga, dapat berupa gabungan dari bermacam-macam lembaga seperti media, aktivis, dan lembaga lainnya. Dari segi wilayah, dapat berbentuk lokal, regional, nasional, dan internasional. Hal ini sangat mungkin untuk dilakukan karena adanya teknologi komunikasi yang sudah canggih seperti fax, HP, dan internet. Dengan bantuan alat-alat ini, kita memantau bagaimana perusahaan multinasional beroperasi di lokasi yang berbeda-beda di belahan dunia ini. Sekarang koalisi stakeholder sangat bervariasi dari setiap industri dan ha1ini sangat penting bagi perusahaan.

V.Perikatan Stakeholder

Seiring dengan berjalannya waktu, hubungan bisnis dengan stakeholder telah berubah menjadi sesuatu yang sangat penting. Beberapa ahli mengamati perubahan bentuk hubungan ini dari inactive menjadi reactive, menjadi proactive, dan terakhir menjadi interactive.

- Inactive.

Perusahaan tipe inactive seringkali mengabaikan para stakeholder. Mereka beranggapan bahwa mereka dalam membuat keputusan secara keseluruhan tanpa harus mempertimbangkan dampaknya bagi pihak lain.

(5)

menggunakan alat kontrasepsi ini yang mengalami infeksi panggul dan gangguan kesuburan karena alat kontrasepsi ini belum diuji tingkat kesterilannya. Ketika terjadi tuntutan hukum mengenai masalah ini, perusahaan dengan tanpa merasa bersalah menyangkal akan hal tersebut.

- Reactive.

Perusahaan tipe reactive hanya akan bertindak jika sudah terjadi masalah dan mereka cenderung menggunakan cara bertahan. Contoh: Perusahaan yang membuang limbah kimia ke sungai atau danau. Ketika terjadi tuntutan hukum kepada perusahaan tersebut, maka pihak perusahaan biasanya hanya melakukan tindakan pembelaan diri.

- Proactive.

Perusahaan tipe proactive mencoba untuk mengantisipasi kepentingan stakeholder dengan cara memberikan perhatian kepada stakeholder kunci. Biasanya perusahaan ini mempunyai departemen-departemen seperti untuk urusan publik, urusan pelanggan, humas, hubungan dengan pemerintah, untuk mengidentifikasikan hal-hal yang sedang atau mungkin terjadi yang berhubungan dengan para stakeholder. Perusahaan seperti ini biasanya jarang menghadapi krisis atau kejutan-kejutan lainnya yang bersifat negatif. - Interactive.

Perusahaan tipe interactive biasanya secara aktif meningkatkan hubungan yang saling menguntungkan, terbuka, dan memberi kepercayaan kepada stakeholder. Perusahaan yang menggunakan pendekatan ini memiliki hubungan yang positif dengan stakeholder yang merupakan sumber nilai dan competitive advantage bagi perusahaan. Hubungan yang bersifat interaktif dengan stakeholder, baik melalui dialog atau cara lainnya, dapat memberikan beberapa keuntungan potensial yaitu membantu perusahaan untuk mempelajari harapan masyarakat, mengambil pengalaman dari luar perusahaan, menciptakan solusi yang kreatif, dan mendapatkan dukungan dari stakeholder. Hal ini dapat mengurangi kritik dan meningkatkan reputasi perusahaan untuk mengambil langkah-langkah yang bersifat membangun. Hal yang sebaliknya akan terjadi pada perusahaan yang tidak melakukan hal ini.

VI. Lingkungan Bisnis yang Dinamis

Lingkungan eksternal bisnis adalah dinamis dan sering berubah. Bisnis dan para stakeholdernya tidak berinteraksi dalam keadaan terisolir. Pendapat lain mengatakan bahwa kebanyakan kegiatan perusahaan berputar sekitar masalah sosial, etika, global, politik, ekologi, dan teknologi yang menghasilkan peluang dan ancaman.

Terdapat enam hal yang sangat mempengaruhi bentuk hubungan bisnis dengan masyarakat: 1. Perubahan harapan masyarakat.

Dimanapun, harapan masyarakat atas bisnis selalu berubah. Beberapa orang berharap lebih bukan sekedar bisnis dan berharap menangani juga mengenai masalah-masalah sosial. Masyarakat sekarang cenderung meragukan ketulusan perusahaan dalam melakukan hal-hal yang benar. Robin Aram, kepala humas Shell oil menjelaskan perubahan bentuk dari dunia bisnis yang semula mengatakan “trust me” kemudian banyak orang yang mengatakan “tell me” dan meningkat menjadi “show me” atau “prove, it”.

2. Penekanan pertumbuhan pada nilai-nilai etika.

Masyarakat mengharapkan bisnis untuk menjadi lebih beretika dan menginginkan manajer perusahaan untuk menggunakan prinsip-prinsip etika, panduan tentang apa yang benar dan salah, wajar dan tidak wajar, dan benar secara moral dalam membuat keputusan.

3. Globalisasi.

(6)

ekonomi yang terjadi di suatu negara dapat berpengaruh terhadap perekonomian negara lain. Globalisasi lebih dari sekedar fenomena ekonomi, bagaimanapun juga, hal ini selalu melibatkan percepatan perubahan budaya, perpindahan penduduk, dan tekanan perubahan politik.

4. Perkembangan Undang-Undang Bisnis.

Peran pemerintah telah berubah secara dramatis dalam beberapa dekade terakhir ini. Pemerintah di seluruh dunia menetapkan banyak sekali kebijakan baru yang memfokuskan pada bagaimana bisnis harus berjalan. Kebijakan pemerintah atas bisnis secara periodik akan lebih diperketat. Deregulasi atas banyak industri seperti menciptakan peluang bisnis untuk masuk dalam pasar. Masalah batasan persaingan mengharuskan untuk mengubah UU industri tertentu seperti telekomunikasi dan energi. Terlalu sedikit persaingan akan mengakibatkan monopoli sehingga memerlukan intervensi yang cepat dari pemerintah. 5. Lingkungan alami yang dinamis. Terdapat dua macam sumber daya yang terdapat di alam

ini, yaitu sumber daya yang tidak dapat diperbaharui (minyak, batu bara, gas, dan sebagainya) dan sumber daya yang dapat diperbaharui (air bersih, pohon, ikan, dan sebagainya). Manajer dihadapkan pada masalah penyatuan pertimbangan ekologi dalam keputusannya karena hal itu akan berdampak pada bisnis dan hubungan dengan masyarakat.

6. Ledakan teknologi baru

Teknologi dalam industri dan perdagangan merupakan salah satu pengaruh yang paling kuat dalam mempengaruhi bisnis dan masyarakat. Teknologi modern merupakan alat bagi imajinasi manusia untuk menciptakan mesin baru, proses, software yang ditujukan untuk kebutuhan dan perhatian pada masyarakat modem. Teknologi modern dapat memberikan dampak kebaikan atau kehancuran bagi manusia.

Menciptakan Nilai Dalam Lingkungan Yang Dinamis

Referensi

Dokumen terkait

Dokumen untuk pembuatan produk Kebutuhan.. Berdasarkan keinginan pengguna tersebut kemudian disusun spesifikasi teknis produk yang selanjutnya akan dijadikan dasar fase

Berdasarkan paparan tersebut, pene- litian ini bertujuan untuk mengetahui ke- ragaan fisik unit penangkapan togo, menge- tahui produktivitas alat tangkap togo yang

Hal diatas sejalan dengan yang diungkapkan oleh Pramudia (2006) dalam jurnal yang menyatakan bahwa, tujuan dari kegiatan orientasi peserta didik baru antara lain agar

Jadi dalam paru-paru terjadi pertukaran zat antara oksigen yang ditarik dari udara masuk ke dalam darah dan CO2 dikeluarkan dari darah secara osmosis.. Seterusnya CO2 akan

Hasil pengukuran secara transversal dan sagital pada lengkung geligi rahang atas antara laki-laki dan perempuan berdasarkan kelompok umur menunjukkan bahwa rata-rata dimensi

Sales promotion merupakan salah satu kegiatan penyebarluasan informasi mengenai produk yang di hasilkan perusahaan untuk menarik perhatian calon pembeli, sehingga

direkomendasikan : Jika produk ini mengandung komponen dengan batas pemaparan, atmosfir tempat kerja pribadi atau pemantauan biologis mungkin akan diperlukan untuk