A. Pendahuluan
Waktu merupakan sebuah wadah terpenting yang dikaruniakan Allah kepada manusia pada saat penciptaan. Konsep waktu dalam kekristenan dibedakan menjadi tiga yaitu Kronos, Aion dan Kairos. Kronos adalah siklus waktu yang biasa dipakai berhubungan dengan jam, bulan, dan tahun contohnya “Waktu yang lama” (Luk. 8: 27). Aion dipakai untuk menunjukkan waktu yang tak terbatas atau waktu kekekalan (Ef. 1: 21) dan Kairos yaitu waktu yang bermakna yang berbicara tentang kesempatan yang ada pada waktu tertentu dan jikalau waktu itu terlewatkan maka tidak dapat terulang kembali (Rm. 5:6) [CITATION Kri \l 1033 ].
Ruang dan waktu yang saling berinteraksi menciptakan aktivitas-aktivitas yang menjadi fondasi dari terciptanya sebuah peristiwa. Suatu peristiwa pada kurun waktu yang telah terlewati dan memiliki dampak pada perubahan kehidupan manusia baik perubahan yang signifikan maupun konvensional disebut peristiwa sejarah. Peristiwa sejarah dan kehidupan manusia merupakan sebuah kesatuan dengan manusia sebagai subyek dan obyek sejarah itu sendiri[ CITATION Ali05 \l 1033 ]. Salah satu peristiwa sejarah yang terus dikenang sepanjang masa adalah supremasi Jerman yang tidak terlepas dari pengaruh rezim Nazi (Nationalis Socialism) di bawah pimpinan Adolf Hitler sebagai Panglima Tertingi Wehrmach pada Perang Dunia ke-II [CITATION Bal07 \l 1033 ]. Paper ini akan membahas mengenai kekuatan Jerman yang mampu menyulut Perang Dunia ke-II (PD-II) dan sejarah PD-II dipandang melalui perspektif Kristen.
B.
Pembahasan
a. Kronologi Perang Dunia ke-II Ditinjau dari Pihak Jerman
PD-II merupakan perang terdahsyat dan yang mengerikan sepanjang sejarah
umat manusia dengan perkiraan jumlah korban yang tewas adalah mencapai 50 juta
jiwa. Perang ini resmi bergejolak pada tanggal 1 September 1939 dan berakhir pada
(Axis) yang terdiri dari Jerman, Jepang dan Italia dengan blok Sekutu (Allies) terdiri dari
negara-negara persemakmuran Inggris, negara yang wilayahnya diduduki oleh Jerman,
Amerika Serikat dan Uni Soviet.
Lahirnya ideologi totaliter Nazi sebagai wujud ketidakterimaan bangsa Jerman atas perlakuan bangsa lain terhadap bangsanya serta penekanan dari berbagai aspek kehidupan setelah penandatanganan perjanjian Versailles pada PD-I. Hal ini yang menjadi dorongan munculnya gagasan lebensraum atau perluasan kekuasaan dan menyebarkan paham bahwa dunia akan baik jika dipimpin oleh orang-orang Jerman [CITATION Ado09 \t \l 1033 ]. Oleh karena itu, blok Poros yang dipelopori oleh Jerman berusaha memperluas wilayah mereka dengan menduduki negara-negara lain berdasarkan paham superioritas ras dan etnis, sedangkan blok Sekutu yang dipimpin oleh Inggris, AS dan Soviet menentang aksi pendudukan blok Poros terhadap negara-negara merdeka di Eropa. [ CITATION Liz97 \l 1033 ].
Invasi Jerman ke Polandia pada 1 September 1939 adalah titik awal dimulainya
PD-II [ CITATION Amb14 \l 1033 ]. Namun dikarenakan Polandia terlebih dahulu
menandatangani perjanjian dengan Inggris dan Prancis untuk saling menjaga kedaulatan
masing-masing, maka ketika Jerman menyerang Polandia, Inggris dan Prancis segera
menyatakan perang kepada Jerman pada tanggal 3 September 1939[CITATION Per10 \l
1033 ]. Pada tahun 1940, Jerman menyerang negara-negara di Eropa Barat dan berhasil
menduduki enam negara Eropa Barat yaitu Denmark, Norwegia, Belanda, Belgia,
Luxemburg dan Prancis. Serangan ini dikenal sebagai Blietzkrig (perang kilat) karena
hanya terjadi dalam kurun waktu dua bulan [ CITATION Hen02 \l 1033 ].
pimpinan Winston Churchill. Setelah kalah dalam perang udara dengan Inggris, Hitler mulai berpaling ke Selatan dan Timur. Ia mengirim pasukan ke Afrika utara, ke wilayah Balkan dan ke Uni Soviet[ CITATION Nur09 \l 1033 ]. Juni 1941, Jerman membuka serangan ke Uni Soviet, yang dikenal sejarah dengan Operasi Barbarossa. Operasi militer ini adalah operasi besar-besaran untuk menginvasi Moskow, Rusia dan dicatat sebagai salah satu operasi militer yang paling keji[ CITATION Sar12 \l 1033 ].
Di Eropa Timur, rejim Nazi Hitler mendirikan kamp-kamp penampungan salah satunya di Auschwitz-Birkenau. Pada kamp penampungan tersebut terjadi tragedi yang disebut sebagai Holocaust yaitu aksi pembasmian besar-besaran etnis Yahudi yang dilakukan Nazi yang menewaskan lebih dari enam juta orang tewas. Mereka ditembak, dibunuh dengan gas, atau mati karena kelaparan dan sakit [ CITATION HSB11 \l 1033 ]. Semangat anti Semit atau anti-Yahudi yang merambat di seluruh Jerman disebabkan oleh dendam dan kebencian yang mendalam terhadap kepemimpinan Yahudi, Roza Luxemburg beserta para pendukung Yahudinya dari partai Komunis Jerman yang berkhianat kepada Jerman dan membuat kekacauan dalam jajaran angkatan bersenjata Jerman sehingga Jerman mengalami kerugian yang besar dalam perang. Hal ini membuat Jerman membuka pintu bagi fanatisme ras, dan menghidupkan kembali teori superioritas yang memunculkan Hitler dan paham Nazismenya[ CITATION Car13 \l 1033 ].
mempersingkat PD-II lebih dari dua tahun serta telah menyelamatkan lebih dari empat belas juta jiwa [ CITATION And14 \l 1033 ].
Kekalahan Jerman ditandai dengan berkibarnya bendera Uni Soviet di atas gedung pemerintahan Nazi. Hitler mati bunuh diri di bunker perlindungan bawah tanah pada 30 April 1945 dan pada tanggal 8 Mei 1945 panglima perang Jerman, Jendral Wilhelm Keitel, menandatangani kapitulasi tanpa syarat di Berlin[ CITATION Ale14 \l 1033 ]. Dengan menyerahnya Jerman, kekuatan blok Poros semakin melemah sehingga menyebabkan Jepang yang pada akhirnya takluk kepada kekuatan Sekutu dan menandakan akhir dari PD-II.
b. Perang Dunia ke-II dari segi Perspektif Kristen
Melalui PD-II kita mampu melihat bagaimana konspirasi Iblis dengan menjadikan manusia sebagai boneka untuk mencapai tujuan mereka yaitu memorak-porandakan dan membawa penderitaan bagi manusia. Oleh karena itu, sebagai orang Kristen kita diingatkan oleh Paulus bahwa perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara (Ef. 6: 12).
sendiri seperti yang tertulis dalam Galatia 6: 7 bahwa “Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya.”
Perang tidak dapat dihindarkan dikarenakan dunia ini penuh dengan orang-orang yang berdosa (Rm. 3: 10-12). Meskipun sisi gelap dari efek PD-II tidak dapat kita pungkiri, tetapi kita masih dapat melihat sisi positif dari PD-II yaitu kita dapat melihat dengan jelas bagaimana pemeliharaan Allah yang menghadirkan orang-orang yang memiliki peranan untuk mengakhiri PD-II yang tak terhindarkan. Selain itu, banyaknya penemuan-penemuan oleh para ilmuwan selama PD-II yang menjadi fondasi utama perkembangan IPTEK secara global.
Referensi
Ali, R. M. (2005). Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia. Yogyakarta: LKIS.
Ambisi Hitler dan Perang Dunia II. (2014, September 4). Diambil kembali dari Berita Satu: http://sp.beritasatu.com/home/ambisi-hitler-dan-perang-dunia-ii/63863
Ballack, L. (2007). Tokoh kunci Nazi: Penentu sejarah Jerman & penyebab perang dunia II.
Jakarta: Visimedia.
Baratha, H. S. (2011). Kisah pembantaian 6 juta orang Yahudi strategi "Penyelesaian Akhir" Nazi. Yogyakarta: Lukita.
Carr, W. G. (2013). Pawn in the game. USA: Dauphin Publication Inc.
Commager, H. S., & Miller, D. L. (2002). The story of world war II: Revised, expanded, and updated from the original text. New York City: Simon & Schuster.
Drechsel, A. (2014, September 1). Hitler dan Perang Dunia II. Diambil kembali dari Deutsche Welle: http://www.dw.com/id/hitler-dan-perang-dunia-ii/g-17893004
Hitler, A. (2009). Mein Kampf (Pengakuan). Yogyakarta: Narasi.
Hodges, A. (2014). Alan turing: The Enigma. New Jersey: Princeton University Press.
Kristian, G. (2006, Maret 18). Tiga Macam Waktu Tuhan. Diambil kembali dari Artikel Sabda: http://artikel.sabda.org/tiga_macam_waktu_tuhan
Nurhadi, Saleh, B. A., Badri, D. A., & Susanti, P. (2009). Jelajah Cakrawala Sosial untuk Kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Perang Dunia II di Eropa. (2010, September 28). Diambil kembali dari Holocaust: Situs Pembelajaran Bagi Siswa: https://www.ushmm.org/outreach/id/article.php? ModuleId=10007681
Saragih, A. (2012). Peranan militer dalam pemerintahan fasisme Jerman. Jurnal Dinamika Politik, 1, 7-12.