• Tidak ada hasil yang ditemukan

Strategi Rebranding Datsun dalam Memasuki Pasar Low Cost Green Car (LCGC) (Studi pada PT.Wahana Trans Lestari Medan Indomobil Nissan-Datsun Gatot Subroto) Chapter III V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Strategi Rebranding Datsun dalam Memasuki Pasar Low Cost Green Car (LCGC) (Studi pada PT.Wahana Trans Lestari Medan Indomobil Nissan-Datsun Gatot Subroto) Chapter III V"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Metode Penelitian

Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif karena peneliti akan mengkaji Bagaimana strategi Rebranding yang dilakukan Pihak Nissan terhadap brand Datsun dalam memasuki pasar Low Cost Green Car (LCGC). Penelitian kualitatif ini merupakan paradigma penelitian yang menekankan pada pemahaman menegenai masalah-masalah dalam kehidupan sosial berdasarkan kondisi realitas, kompleks dan rinci ( Erlina, 2011).

Metode penelitian deskriptif adalah penelitian terhadap fenomena tertentu yang diperoleh oleh peneliti dari subjek beberapa individu, organisasi, industri atau perspektif yang lain. Penelitian deskriptif ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan tentang : siapa, apa, kapan, dimana, dan bagaiamana yang berkaitan dengan karakteristik fenomena tersebut (Erlina, 2011). Tujuan dari metode penelitian deskriptif adalah untuk menggambarkan secara sistematik dan akurat fakta atau karakteristik mengenai bidang tertentu.Penelitian ini berusaha menggambarkan situasi dan kejadian.

3.2 Lokasi Penelitian

(2)

3.3 Subjek Penelitian (Narasumber)

Dalam penelitian ini narasumber yang dipilih merupakan narasumber yang memiliki kedekatan dalam kegiatan marketing untuk brand Datsun. narasumber yang dipilih merupakan narasumber yang berkecimpung langsung dalam memasarkan brand Datsun selain itu narasumber yang diambil memiliki jabatan yang dapat dipertanggung jawabkan serta mengetahui sejarah datsun dan juga perkembangan yang terjadi sekarang ini. Hal ini dilakukan agar peneliti dapat mendapatkan data yang selengkap-lengkapnya untuk keperluan penelitian yang dilakukan serta untuk dapat mempertanggung jawabkan hasil data yang dipaparkan. Narasumber yang diambil sebanyak tiga orang yang mempunyai jabatan Marketing Manager , HRGA Manager dan Sales Executive.

3.4 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan suatu proses pengadaan data untuk memenuhi keperluan penelitian. Jenis data yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah data primer dan juga data sekunder.Teknik pengumpulan data yang peneliti gunakan untuk mendapatkan data primer adalah wawancara mendalam (Indepth Interview).data sekunder merupakan data yang tidak diberikan langsung kepada pengumpul data. Contonya adalah dokumen, rekaman, catatan, dan lainlain.Untuk memenuhi data sekunder penulis menggunakan studi dokumentasi dan juga studi kepustakaan.

(3)

Wawancara menurut Mulyana (2003) adalah bentuk komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seseorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan pertanyaan dengan tujuan tertentu.Wawancara mendalam sendiri mirip dengan percakapan seperti biasanya.Metode ini sendiri bertujuan untuk memperoleh bentuk-bentuk tertentu informasi dari semua responden, tetapi susunan kata dan urutannya disesuaikan dengan ciri-ciri setiap respondennya (Mulyana, 2003: 180-181). Menurut (Moleong, 2005:186) wawancara mendalam merupakan proses menggali informasi secara mendalam, terbuka, dan bebas dengan masalah dan fokus penelitian dan diarahkan pada pusat penelitian.

Tujuan dari wawancara sendiri adalah untuk mengkontruksikan mengenai orang, kejadian, kegiatan, organisasi, perasaan, motivasi, tuntuan, kepedulian, dan lainnya, kebulatan; merekonstruksikan kebulatan-kebulatan sebagai yang telah diharapkan untuk dialami masa yang akan datang; memverifikasi, mengubah, dan memperluas informasi yang diperoleh dari orang lain, mengubah dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai pengecekan.

(4)

mempunyai jabatan Marketing manager , HRGA manager dan Sales Executive.

2. Studi Kepustakaan

Studi ini dilakukan dengan cara membaca literature serta data-data yang ada baik itu berbentuk dokumen, artikel, dan sebagainya yang berkaitan mengenai Nissan Datsun dan juga yang berkaitan dengan Rebranding yang dilakukan oleh pihak Nissan Datsun sendiri. Peneliti juga menggunakan sumber buku sebagai pedoman di dalam penulisan penelitian.

3.4 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data adalah sebuah proses mencari dan juga menyusun data secara sistematis yang diperoleh dari hasil wawancara, dokumentasi serta, catatan-catatan ketika berada di lapangan sehingga dapat ditemukan tema pada pembahasan dan pemaparan kegiatan dari penelitian yang telah berlangsung. Menurut Nasution tidak ada cara tertentu yang dapat diikuti untuk mengadakan analisis,sehingga setiap peneliti harus mencari sendiri metode yang dirasakan cocok dengan sifat penelitiannya (dalam sugiyono, 2012: 88).

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yaitu data yang diperoleh dari hasil wawancara, dokumen-dokumen dan hasil observasi dalam penelitian ini dihimpun dan dideskripsikan.Tahap-tahap analisis data, yaitu sebagai berikut:

1. Reduksi data

(5)

selama pelaksanaan penelitian dan dalam kegiatan ini data yang tidak berguna atau tidak diperlukan untuk kepentingan kegiatan analisis akan dibuang. Peneliti dalam kegiatan analisisnya akan selalu melakukan reduksi data dari sebelum pengumpulan data di lapangan sampai proses verifikasi selesai dan tidak membutuhkan data baru lagi. Reduksi juga bisa dinyatakan sebagai bagian dari proses analisis yang mempertegas, memperpendek, membuat fokus, mengurangi hal-hal yang tidak penting dan mengatur datasedemikian rupa sehingga simpulan akhir dapat dilaksanakan. 2. Penyajian data

Sajian data merupakan suatu rakitan organisasi informasi, gambaran dalam bentuk narasi lengkap yang untuk selanjutnya memungkinkan simpulan penelitian dapat dilakukan. Sajian data disusun berdasarkan pokok-pokok yang terdapat dalam reduksi data, dan disajikan dengan menggunakan kalimat dan bahasa peneliti yang merupakan rakitan kalimat yang disusun secara logis dan sistematis, sehingga bila dibaca, akan bisa mudah dipahami. Sajian data dalam penelitian ini selain dalam bentuk narasi kalimat, juga dapat meliputi berbagai jenis matriks, gambar/skema, jaringan kerja, kaitan kegiatan serta tabel sebagai pendukung narasinya.Semuanya itu dirancang guna merakit informasi secara teratur supaya mudah dilihat dan dapat lebih dimengerti dalam bentuknya yang lebih kompak.

3. Penarikan kesimpulan

(6)
(7)

BAB IV

HASIL PENELITIAN

4.1 Deskripsi Objek Penelitian

4.1.1 Sejarah Umum Perusahaan

Nissan Motor Co., Ltd., atau Nissan Motors atau cukup disingkat Nissan, adalah sebuah industri otomotif Jepang yang dulunya memasarkan produk dengan merek Datsun sampai 1983. Kantor utamanya terletak di wilayah Ginza dari Chūō-ku, Tokyo tetapi Nissan merencanakan akan memindahkan kantor utama

mereka ke Yokohama, Kanagawapada 2010, dimana konstruksi sudah dimulai pada 2007.

Nissan nama lengkap Nissan Motor Co, Ltd. (日産自動車株式会社

,Nissan Jidōsha Kabushiki-gaisha) (TYO: 7201, NASDAQ: NSANY) adalah

perusahaan otomotif terbesar kedua di Jepang setelah Toyota dan merupakan salah satu dari tiga penyaing utama Asia di Amerika Serikat.

(8)

DAT', yang kemudian menjadi 'Datsun'. Tercatat 20 juta mobil Datsun telah terjual ke-190 negara sampai brand Datsun dihapus pada tahun 1980

Gambar 4.1 Pendiri Datsun

Sumber : www.datsun.co.id

Insinyur Jepang Masujiro Hashimoto berhasil membuat Perusahaan Kwaishinsha di distrik Azabu-Hiroo Tokyo.

Gambar 4.2

Produk Datsun Tahun 1914

Sumber : www.datsun.co.id

(9)

tiga perusahaan investornya yang secara harfiah berarti “Secepat kilat”, DAT juga menjadi panduan perusahaan: Durable (Tangguh). Attractive (Menarik).dan Trustworthy (Terpercaya)

Gambar 4.3

Produk DatsunTahun 1919

Sumber : www.datsun.co.id

Di Osaka, Jitsuyo Jidosha Seizo Kaisha (Perusahaan Manufaktur Kendaraan Praktis) didirikan, manufaktur kendaraan roda tiga yang dirancang oleh insinyur Amerika William Gorham, seorang tokoh penting untuk masa depan Nissan

Motor. Pada Tahun 1926Hashimoto Kwaishinsha Co bergabung dengan Jitsuyo Jidosha untuk membentuk perusahaan DAT Jidosha Seizo dan menciptakan pengecoran blok mesin empat silinder perdananya

Gambar 4.4

(10)

Sumber : www.datsun.co.id

DAT Jidosha Seizo berafiliasi dengan Tobata Foundry Co. dan me-visikan “mobilitas untuk semua” dimana sang pemilik, Yoshisuke Aikawa mendesain sebuah mobil baru yang ekonomis, berbobot ringan, namun tangguh. Dibuat dengan teknik lokal dan untuk produksi massal, dinamai “DAT-Son” atau “anak DAT”.Nama ini kemudian berubah menjadi Datsun.

Gambar 4.5

Produk Datsun Tahun 1934

Sumber : www.datsun.co.id

Jidosha Seizo Co. berubah menjadi Nissan Motor Co., Ltd, yang diambil dari nama singkatan perusahaan induknya "Nihon Sangyo," atau "Japan Industries." Datsun mulai diekspor ke negara-negara Asia, Australia, Amerika Latin dan negara-negara lain.

Gambar 4.6

Produk Datsun Tahun 1935

(11)

Nissan Motor resmi membuat Jepang sebagai pabrik produksi massal pertama untuk pembuatan mobil di Yokohama, dan Model Datsun 14 diluncurkan pada hari yang sama. Produksi massal tidak hanya mengubah Nissan, tetapi juga cara pembuatan kendaraan di Jepang dan di seluruh dunia, yang juga memiliki efek lebih dalam pada ekonomi Jepang.

Gambar 4.7

Produk Datsun Tahun 1955

Sumber : www.datsun.co.id

Datsun 110 - mobil penumpang pertama yang diproduksi sejak akhir perang - menjadi debut, dan memenangkan Mainichi Industrial Design Award.

Gambar 4.8

(12)

Datsun 1000 (Model 210) diluncurkan, menampilkan teknologi baru yang diadopsi melalui kerjasama dengan Austin Motor Co., dari Inggris.210 mulai di ekspor ke AS setahun kemudian.

Gambar 4.9

Produk Datsun Tahun 1958

Sumber : www.datsun.co.id

Untuk membuktikan daya tahan dari Datsun, kepala pemasaran Yutaka Katayama memasukkani 210 di reli ketahanan terberat saat itu - Kejuaraan Rally Australia. Memenangkan terbaik di kelasnya dan membuka pintu untuk menunjukkan performa Datsun dan menjadikannya legenda reli di seluruh dunia

Gambar 4.10

Produk Datsun Tahun 1959

(13)

Pertama Datsun Bluebird 310 diluncurkan. Sebuah mobil penumpang yang benar-benar baru, modelnya ikonik untuk menetapkan standar dunia di sisi penjualan, efisiensi bahan bakar dan emisi, yang kemudian membantu pasar Jepang dari kendaraanarmada menjadi kendaraan pribadi

Gambar 4.11 Produk DatsunTahun 1961

Sumber : www.datsun.co.id

Datsun mulai memperluas penjualannya ke pasar global diawali beroperasinya Oppama Plant di Jepang dan menetapkan pembuatan Nissan Mexicana S.A. de C.V.

Gambar 4.12 Produk DatsunTahun 1966

(14)

Datsun Sunny B10 diluncurkan - namanya diambil dari 8,5 juta saran dari masyarakat. Sesuai dengan prinsip-prinsip pendirinya 'menciptakan ekonomi melalui produksi lokal, Datsun memulai produksi lokalnya untuk penduduk setempat di seluruh dunia, termasuk Thailand, Taiwan, Afrika Selatan, Meksiko dan Australia setelah 1966.

Pada Tahun 1981Setelah menjual 20 juta mobil di 190 negara di seluruh dunia, merek Datsun kemudian dihapus dan nama Nissan digunakan untuk membuat perusahaan menjadi lebih berkembang secara global.

Gambar 4.13 Logo DatsunTahun 2013

Sumber

Gambar 4.14 Produk Datsun Terbaru

(15)

Nissan mengumumkan pada bulan Maret tentang kembalinya merek Datsun.Pada tanggal 17 September, Datsun kemudian diumumkan di Indonesia.

4.1.2 Prinsip Datsun

Prinsip utama untuk semua yang kami lakukan adalah menjadi Badge of the risers. Mempersilakan Risers membuat jejak mereka sendiri dengan rasa percaya diri, penuh kebanggaan dengan cara mudah. Dan untuk mewujudkan keyakinan tersebut, inilah tiga pilar kunci kami - Dream - Mimpi, Access - Akses, dan Trust – Percaya

Dream - MIMPI

Mengubah investasi menjadi investasi terbaik (kami menyebutnya: inBestment). Untuk memungkinkan para risers mencintai apa yang mereka butuhkan, terutama investasi pada mobil pertamanya, kami akan membuat segalanya menjadi solusi modern dan tidak dibatasi hal-hal konvensional (cara pembelian, servis, kepemilikan).

Access - AKSES

Risers membutuhkan akses menuju peluang yang mendorong mereka meraih impian. Oleh karena itu kami memastikan segalanya menjadi lebih ramah, menarik, sekaligus mudah; mulai dari proses pembelian sampai kepemilikan. Tidak sekadar memberi harga yang terjangkau.

Trust – PERCAYA

(16)

4.1.3Logo Datsun Terdahulu dan Sekarang

Gambar 4.15

Logo Datsun Sebelum dan Sesudah

Sumber : www.datsun.co.id

4.2 Deskripsi Data Penelitian

4.2.1 Alasan Rebranding Datsun yang dilakukan Pihak Nissan di Indonesia

Melakukan segmentasi pasar merupakan sebuah hal yang penting didalam pemasaran. Pada dekade 70-80 an dimana ada sebuah brand yang berkecimpung di dunia otomotif tepatnya kendaraan roda empat yang bernama Datsun. Untuk diketahui Datsun sendiri merupakan sebuah brand yang terbilang sudah lama di Indonesia. Brand ini terdahulunya memiliki banyak tipe, seperti Pick up, Jeep dan sedan. Mobil-mobil besutan Datsun bisa dikatakan memiliki citra yang baik di masyarakat serta memiliki citra sebagai mobil yang kuat ataupun mobil yang memiliki kebanggan tersendiri saat memakainya. Berikut kutipan wawancara dengan bapakDeddy susilo :

(17)

merek Datsun itu seperti Toyota lah saat ini tenarnya. Jadi sekarang Nissan tuh coba kembali hidupkan brand Datsun itu.”

Dari penjelasan yang didapat dengan bapak Mulyana, didapatkan informasi bahwa Brand Datsun sendiri sudah ada sudah sejak lama dan memiliki citra yang baik di Indonesia.Seperti yang diketahui bahwa brand Datsun sendiri bisa dikatakan mati suri dikarenakan sudah tidak diproduksi lagi sejak tahun 1989 dan akhirnya hanya brand Nissan yang dijual di Indonesia. Namun pada tahun 2014 pihak Nissan melakukan rebranding terhadap brand Datsun dengan memunculkan kembali di pasaran otomotif Indonesia.

(18)

kebetulan semata, melainkan adanya alasan alasan yang kuat dibalik kemunculan brand Datsun.

4.2.1.1 Faktor Rebranding Datsun

Sebuah Brand ibarat sebuah wajah dari perusahaan.Brand mempresentasikan seperti apakah perusahaan tersebut. Pemilihan nama merek pastinya melewati fase pemikiran panjang, perusahaan pastinya menghadapi situasi untuk memilih nama brand untuk sebuah produk yang ataupun jasa. Didalam kasus ini, pihak Nissan tidak menggunakan brandbaru , pihak Nissan menggunakan brand mereka miliki yaitu Datsun. Pihak Nissan melakukan Rebranding dengan memunculkan kembali brand Datsun dengan atribut baru untuk memasuki segmen pasar LCGC.

Dari analisis yang dilakukan hasil penelitian dan model proses rebranding didapatkan bahwa ada beberapa fakor yang melatar belakangi pihak Nissan melakukan Rebranding terhadap brand Datsun, antara lain :

1. Faktor Strategi Perusahaan

Melihat Kemunculan brand Datsun ke pasaran otomotif bukanlah sebuah kebetulan semata, melainkan adanya alasan alasan yang kuat dibalik kemunculan brand Datsun. Berikut kutipan wawancara dengan bapak Deddy Susilo :

(19)

kalangan menengah sampai menengah kebawah.Pihak Nissan merasa bahwa mereka ikut ambil bagian dengan masuk ke dalam kelas tersebut. Dari wawancara yang didapatkan, brand Datsun dimunculkan kembali akibat adanya pasar LCGC. Akan tetapi Pihak Nissan terbatasi oleh peraturan peraturan pemerintah yang mengharuskan sebuah brand harus menggunakan brand baru atau menggunakan parent name mengenai produk-produk yang ikut ke dalam kelas pasar LCGC. Pada Akhirnya pihak Nissan berpikir bahwa pihak Nissan masih memiliki brand terdahulu yang sudah lama mati yang memiliki reputasi baik di kalangan masyarakat, maka Pihak Nissan memunculkan brand Datsun kembali untuk memasuki pasar LCGC di Indonesia.

2. Faktor Lingkungan Eksternal

Brand sendiri merupakan salah satu asset organisasi paling berharga mengingat bagi produsen brand memiliki peran sebagai wahana identifikasi produk dan bentuk perusahaan, bentuk proteksi hukum, signal jaminan kualitas, sarana menciptakan keunggulan kompetitif. Berikut kutipan wawancara dengan ibu Hani Wijaya :

“Kalau masuknya ke dalam LCGC itu sendiri karena Nissan sudah punya segemennya sendiri yaitu menengah keatas, yang secara ga mungkin kita usik dan Nissan gamau juga kedalam segmen tersebut sebab masyrakat sudah memandang bahwa Nissan tuh bukan mobil kelas menengah ke bawah gitu melainkan di kelas menengah ke atas. Kira kira begitulah citranya di masyaraka. Nah Nissan itu sendiri pada dasarnya punya brand yang sudah lama ga dipakai lagi yaitu Datsun, akhirnya mereka hidupkanlah brand itu untuk masuk di pasar LCGC, intinya adalah Nissan disini nyoba buat ngincer pasar baru dengan menggunakan brand Nissan”.

(20)

Brand Nissan memiliki sebuah image sebagai brand otomotif untuk kalangan menengah ke atas. Atas dasar hal tersebut pihak Nissan tidak ingin ingin merusakbrand image Nissan di mata konsumen dengan ikut memasuki kelas pasar LCGC, atas dasar alasan itu pula pihak Nissan tidak ingin brand image Nissan berubah dari sebelumnya yang segmentasi nya untuk kalangan menengah keatas menjadi berubah segmentasi untuk kalangan menengah ke bawah. Faktor tersebutlah yang membuat Pihak Nissan akhirnya memunculkan brand Datsun untuk ikut memasuki pasar LCGC disisi lain mereka ingin terus mempertahankan image Brand Nissan namun pihak Nissan tetap dapat melebarkan sayap bisnis PT.Nissan.

4.2.1.2 Tujuan Rebranding Datsun

Faktor-faktor yang telah dijelaskan diatas menjadi sebuah landasan untuk menciptakan tujuan yang di dapat dari kebijakan Rebranding Datsun yang dilakukan oleh pihak Nissan. Setelah melewati penentuan faktor-faktor pihak Nissan untuk melakukan Rebranding Datsun tersebut, perusahaan beranjak ke tahap selanjutnya yaitu menentukan tujuan dari Rebranding yang dilakukan yang memiliki tujuan untuk mendapatkan identitas baru.

Pihak Nissan ingin memberikan identitas baru yang sesuai dengan prinsip-prinsip Datsun serta melakukan pelebaran sayap bisnis pihak Nissan, Adapun identitas baru yang ingin dibentuk Pihak Nissan untuk brand Datsun adalah sebagai berikut :

(21)

Datsun memposisikan produknya pada segementasi kelas menengah bawah dalam pasar LCGC yang juga untuk para konsumen pengguna baru yang ingin mempunai kendaraan roda empat pertamanya.The Risers sendiri seperti yang sudah dibahas sebelumnya adalah konsumen kalangan muda yang tinggal di pasar pertumbuhan perekonomian yang tinggi dan konsumen tersebut menginginkan suatu kesempatan untuk memiliki kendaraan yang bisa mendorong dan memudahkan kariernya serta masa depannya. Dengan strategi harga yang terjangkau yang disesuaikan dengan kelas pasar LCGC diharapkan para risers dapat dimudahkan untuk memiliki kendaraan Datsun.

2. Trust

Kepercayaan adalah modal utama yang ingin disampaikan Pihak Datsun kepada para konsumen dan calon konsumen, Pihak Datsun ingin menjalin hubungan baik dengan konsumen melalui cara-cara memberikan informasi secara jelas serta memberikan pelayanan yang baik untuk para konsumen dan calon konsumen melalui mengandalkan daya tahan serta kualitas dari produk yang ditawarkan pihak Datsun.

3. Modern

(22)

lingkaran luar yang mengkilap seperti berbahan krum yang memberikan aksen modern pada logo brand Datsun terkini.

Adapun maksud dan tujuan dari mengambil warisan bentuk tulisan serta logo Datsun terdahulunya untuk mempertahankan warisan semangat yang ada dari Datsun terdahulu di sisi lain pula penambahan logo yang memiliki tujuan untuk menyampaikan ketahanan produk yang modern serta kepercayaan diri untuk berhasil di dunia pasar otomotif masa kini. Selain daripada itu produk dari mobil Datsun sekarang ini di desain sedemikian rupa serta diberikan fitur-fitur yang bisa memberikan kemudahan pada konsumen yang tentu saja mengikuti perkembangan zaman.

4.2.2 Aspek yang di Rebranding oleh pihak Nissan terhadap brand Datsun

Rebranding merupakan suatu hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan apa saja. Dari wawancara yang didapatkan dari bapak Deddy Susilo, beliau mengatakan bahwa strategi rebranding sendiri perlu dilakukan untuk membuat penyegaran terhadap suatu brand.Rebranding sendiri dilakukan untuk menyadarkan masyarakat dan juga memberikan penyegaran di masyarakat bahwa suatu brand tersebut masih ada dan masih berjaya.Berikut penjelasan yang didapatkan dari wawancara yang dilakukan dengan bapak Gatot Bramantyo.

(23)

Produk Datsun melakukan rebranding secara keseluruhan yang dimulai dari aspek visual Datsun seperti logo dan karakteristik mobil hingga strategi pemasaran Datsun. Berikut penjelasan dari bapak Gatot Bramantyo:

“Kalau itu sebenarnya ya banyak dimulai dari logo, segmentasi pasar, bentuk mobil karena intinya sih secara keseluruhan sudah banyak di lakukan Rebranding”.

Dari penjelasan narasumber diatas dikatakan produk Datsun telah mengalami rebranding secara keseluruhan yang dimulai dari aspek visual seperti logo dan bentuk karakteristik mobil hingga melakukan pada strategi pemasaran Datsun, Hal itu berkaitan dalam kaitannya memasuki pasar otomotif baru di Indonesia yaitu pasar LCGC.

4.2.2.1 Aspek Visual yang di rebranding

Pada zaman terdahulunya logo Nissan dan Datsun ialah sama. Namun logo Datsun pada saat ini melakukan perubahan ke arah lebih modern dan juga futurustik yang tentunya mengikuti bentuk mobil buatan produk Datsun sendiri.Berikut penjelasan dari bapak Deddy Susilo.

(24)

Logo Datsun sendiri mengikuti dari bentuk grill yang ada pada produk Datsun.Logo Datsun sekarang juga terlihat lebih hexagonal dan juga mengikuti bentuk mobil Produk Datsun.Rebranding dari segi logo yang dilakukan oleh pihak Nissan terhadap Datsun, Pihak Nissan mereka membuat logo yang lebih modern disesuaikan keadaan masyarakat sekarang ini.

Penciptaan desain logo yang menarik dan sesuai dengan perekembangan jaman akan menjadi sebuah kelebihan bagi sebuah brand. Logo juga mempresentasikan sebuah brand di pasaran. Sekarang ini Datsun membedakan logo mereka dengan logo Nissan dengan cara Datsun menambahkan elemen baru yang lebih mencerminkan Datsun sekarang ini. Namun mereka tetap mempertahankan logo fontbrand Datsun sebelumnya hanya mereka menambahkan elemen yang membuat logo ini terlihat lebih modern.

Mengenai logo seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa Datsun mengalami pergantian logo namun tetap mengambil beberapa elemen dari logo sebelumnya. Berikut ini adalah perbandingan logo brand Datsun terdahulu dengan logo Datsun sekarang

Gambar 4.16

Logo Datsun Sebelum dan Sesudah

(25)

Terlihat logo brand Datsun saat ini memiliki desain yang lebih modern mengikuti perkembangan zaman, Selain itu pula perubahan logo dari brand Datsun sendiri lebih dapat menerima keadaan saat ini, sebab mengingat tidak mungkin brand Datsun mempertahankan logo terdahulunya di tengah kemajuan jaman sekarang ini. Konsumen sudah memasuki lebih modern dan pastinya konsumen akan menilai hal tersebut.

Perubahan logo yang dilakukan pada brand Datsun membuat perubahan besar pada produk Datsun itu sendiri, Produk Datsun apabila kita melihat secara lebih teliti merupakan gambaran dari logo brand itu sendiri. Hal tersebut dapat kita lihat desain produk Datsun sekarang ini mengikuti bentuk logo yang ada. Dengan cara mereka menarik garis dari logo sehingga terbentuklah produk Datsun sekarang ini mengikuti bentuk logo yang ada. Contoh kasat matanya adalah Grill depan mobil Datsun yang kita amati bentuknya sebenarnya sama dengan logo brand Datsun sekarang ini. Body mobil pada produk Datsun sekarang ini juga mengikuti logo Datsun yang sekarang.

(26)

2014 setelah sekian lama brand Datsun berhenti beroperasi brand Datsun muncul kembali di pasaran otomotif tetapi di kelas berbeda yaitu di kelas LCGC.

4.2.2.2 Strategi Pemasaran Datsun

Rebranding yang dilakukan oleh Datsun tidak hanya dari segi aspek visual mengenai logo namun juga dari segi strategi pemasaran Datsun yang tujuannya untuk mendapatkan perhatian dari masyarakat. Salah satu contohnya yaitu dengan cara-cara pemasaran langsung yang biasanya dilakukan dengan memberikan souvenir-souvenir ataupun merchandise yang dibagikan secara gratis terhadap calon konsumennya. Pihak Datsun melakukan Strategi pemasaran tersebut tidak serta merta tertuju pada fokus calon konsumen yang harus langsung membeli produk mobil Datsun tetapi juga untuk memberikan kesadaran masyarakat mengenal brand Datsun yang dengan memberikan souvenir-souvenir ataupun merchandise yang diberikan tim pemasaran Datsun saat melakukan pemasaran langsung.

(27)

memungkinkan perusahaan untuk menjadi lebih baik dibandingkan pesaingnya. Strategi merupakan filosofi dari perusahaan serta komitmen dalam membangun suatu cara yang akan memiliki pengaruh signifikan di pasar sasarannya Datsun memiliki Strategi pemasaran. Adapun Strategi pemasaran yang Rebranding yang oleh Datsun melalui penentuan dari Segmenting, Targetting, Positioning, serta Differenting.Melalui wawancara yang didapatkan mereka juga menentukan bauran pemasaran untuk produk yang dipasarkannya. Berikut ini akan dibahas mengenai strategi yang diterapkan Datsun untuk produk yang diluncurkannya. 1. Segmenting

Segmentasi pasar yakni mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli yang terpisah-pisah yang mungkin membutuhkan produk dan/atau aturan pemasaran tersendiri. Pada dasarnya, segmentasi pasar adalah proses membagi pasar keseluruhan suatu produk atau jasa yang bersifat heterogen ke dalam beberapa segmen, Mensegmentasi pasar merupakan sebuah kegiatan penting untuk menyaring konsumen berdasarkan ruang lingkupnya. Ada empat variabel utama di dalam segmentasi pasar yaitu Segmentasi Geografis, Demografis, Psikografis, dan Perilaku. Berikut kutipan wawancara dengan Ibu Hani Wijaya,MM.

“Datsun itu segmennya di pasar kelas menengah ke bawah kalau kita biasa menyebut dengan sebutan New risers. terutama masyarakat yang berada di daerah daerah. Sedangkan Nissan lebih ke segmentasi menengah ke atas”.

(28)
(29)

2. Targetting

Targetting sendiri merupakan tahap lanjutan dari Segmenting, setelah menentukan segmen pasar, selanjutnya pihak Datsun menentukan pasar sasarannya. Datsun lebih condong menggunakan konsentrasi segment tunggal.Konsentrasi segmen tunggal sendiri merupakan segmentasi yang hanya berkonsentrasi pada segmen tertentu. Hal tersebut dijelaskan oleh bapak Deddy susilo

“Datsun itu segmennya di pasar kelas menengah ke bawah kalau kita biasa menyebut dengan sebutan New risers. Nah identifikasi new risers sendiri maksudnya adalah pasar sasarannya dek, kalau dikita adalah orang yang baru beranjak naik gitu karirnya orang yang dari yang punya kendaraan tadinya dia pakai kendaraan roda dua beralih pengen ke roda empat gitu, orang orang yang baru beranjak karirnya. Selain itu ya yang baru-baru menikah juga yang sekiranya punya penghasilan 6-12 juta rupiah per bulan atau kisaran umur 25-35 tahun lah ”

(30)

Brand Datsun mentargetkan pasarnya untuk para calon konsumen usia muda berkisar 25-35 tahun. Para jenjang umur tersebut bisa dikatakan bahwa para calon konsumennya merupakan calon konsumen yang baru menyelesaikan sekolahnya,yang baru mendapat kenaikan di kariernya ataupun juga yang bisnisnya sudah cukup berkembang dan sudah cukup mapan untuk beralih dari menggunakan kendaraan roda dua ke roda empat. Melalui wawancara yang didapatkan diketahui bahwa segmentasi yang dipilih oleh Datsun adalah orang-orang menengah kebawah yang memiliki pendapatan perbulan sekitar 6-12 juta.Dengan perhitungan pendapatan sekitar 6-12 juta perbulan. Para calon konsumen nantinya bisa mencicil mobil tersebut dengan setidaknya mengalokasikan dana 30-35% dari pendapatannya untuk mencicil mobil tersebut. Mereka masih bisa mengalokasikan dana untuk mengkredit mobil Datsun dan masih mempunyai tabungan untuk dialokasikan dana untuk mengkredit mobil Datsun dan masih mempunyai tabungan untuk dialokasikan ke keperluan lainnya. 3. Positioning

(31)

Positioning yang baik akan melekat dibenak para konsumennnya. Positioning sendiri adalah salah satu strategi yang dilakukan untuk membuat pasar sasaran dapat mengingat produk tersebut.Dari wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan pihak Datsun, Mereka beranggapan bahwa mereka memposisikan brand mereka sebagai brand untuk New Riser.Mereka melakukan spesialisasai produk mereka ke anak muda yang baru beranjak dalam karier dan ingin menggunakan mobil baru.

Menurut mereka positioning yang dilakukan memiliki maksud untuk menaikkan prestige sosial dari pengguna mobil Datsun tersebut terutama untuk anak muda itu sendiri.Positioning yang dilakukan oleh Datsun lebih kearah penentuan dan spesialisasi segmen pasar yaitu New Riser.Datsun memberikan kesan bahwa produk Datsun merupakan produk yang dibuat untuk kalangan muda.Mereka memiliki tujuan untuk memposisikan produk yang mereka miliki khusus untuk anak-anak muda, mobil murah untuk anak muda ya Datsun.Itu adalah slogan yang sekiranya ingin didapatkan Datsun dari segmen yang dipihnya.

(32)

positioning yang dilakukan disesuaikan dengan keadaan keadaan pasar yang ada.Strategi-strategi, khususnya strategi komunikasi untuk memasarkan Datsun ke masyarakat memiliki perbedaan.

Di dalam ilmu pemasaran kita mengenal istilah bauran pemasaran yaitu Product, Price, Place dan Promotion.Strategi bauran pemasaran yang dilakukan oleh pihak Datsun mengingat dari positioning utamanya adalah untuk New Riser.Datsun pastinya memiliki strategi tersendiri untuk menarik minat dari New Riser tersebut.Salah satu caranya adalah menggunakan bauran pemasaran. Datsun menentukan strategi produk, harga, tempat penjualan, serta promosi yang diharapkan dapat memenuhi keinginan dari New Riser tersebut berikut ini adalah analisis strategi pemasaran Datsun melalui strategi bauran pemasaran.

a. Product

Produk yang dimunculkan Datsun bisa dibilang berbeda dengan produk yang lainnya. Mereka memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri yang membedakannya denga produk lain. Mereka memiliki perbedaan dari segi bentuk,ukuran,kapasitas mesin,dan juga piranti yang lebih memudahkan penggunaan nantinya.

(33)

nama 5+2 sendiri dapat dikatakan adalah sebuah strategi branding yang dilakukan oleh pihak Datsun. Datsun tidak hanya memiliki satu produk saja, ia memiliki varian produk lain yaitu Datsun Go. Perbedaan antara varian Datsun Go dan Datsun Go+ adalah jumlah tempat duduk dan dimensi kendaraannya. Datsun Go memiliki 5 tempat duduk (5 seater). Mereka memiliki alasan tersendiri mengapa mereka mengeluarkan Datsun Go+ terlebih dahulu ketimbang Datsun Go.Alasan pengeluaran Datsun Go+ terlebih dahulu adalah karena pasar di Indonesia merupakan pasar kendaraan MPV (Multi Purphose Vehicle) atau mobil-mobil keluarga.

(34)

Selain dari segi tersebut Datsun juga membuat perbedaan lainnya seperti dari segi accessories untuk Datsun Go+.Accessories untuk Datsun bisa dibilang lebih banyak dibuat dibandingkan untuk Nissan.Brand Datsun sendiri lebih diperuntukkan untuk anak muda yang baru beranjak dari yang tadinya menggunakan motor beralih jadi menggunakan mobil. Pihak Nissan sebagai Parent Brand dari Datsun berfikiran bahwa, para anak muda yang menggunakan mobil seringkali memodifikasi mobilnya agar lebih terlihat semenarik mungkin.Berawal dari situlah pihak Datsun membuat suatu strategi untuk memperbanyak penjualan accessories untuk Datsun sehingga para pengguna Datsun tidak bingung ketika ingin memodifikasi Datsunnya. Selain dari segi accessories yang di fasilitasi pihak Datsun, mobil Datsun sendiri memiliki kapasitas mesin dan juga fitur-fitur yang akan memudahkan konsumen dan bisa dibilang memanjakan pemakainya. Datsun sendiri menggunakan kapasitas mesin 1200cc dan yang lain seperti brio dan agya hanya memiliki kapasitas mesin 1000cc. Selain itu pula ada fitur tambahan yaitu fitur follow me home. Fitur ini sendiri tidak terdapat di kompetitor lainnya.

(35)

murahan.Datsun melengkapi produknya fitur-fitur serta penambahan lainnya. Walaupun produknya masuk ke dalam kelas menengah kebawah akan tetapi pihak Datsun membuat produknya menjadi yang terbaik di kelasnya dengan cara mementingkan kepuasan dan kemudahan untuk customernya.

2. Price

(36)

dikatakan lebih murah dibanding kompetitor barunya yaitu Dihatsu Sigra dan Toyota Calya yang dihargai sebesar 150 juta rupiah . Hal ini juga merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki Datsun dibandingkan dengan kompetitornya.Kelebihan dari segi penentun harga ini juga didukung oleh kelebihan produk Datsun. Target pasar sendiri juga menentukan Datsun dalam penentuan harga, target market mereka adalah orang-orang yang berada di umur 25-35 tahun, mereka yang baru mendapatkan pekerjaan dan baru mapan dalam dunia bisnis, dan mereka yang tadinya menggunakan motor namun ingin beralih menjadi pengguna kendaraan roda empat, maka dari itu Datsun tidak mematok harga tinggi untuk produk yang dijualnya. Strategi harga yang dilakukan Datsun menuai respon positif dari masyarakat.Dari strategi dalam Datsun dalam penentuan harga mereka mendapatkan umpan balik yang cukup baik dari masyarakat, masyarakat menerima baik dan tertarik dengan produk Datsun ini.Ketertarikan masyarakat sendiri tak lepas dari faktor perbandingan mobil LCGC lainnya.Harga dari mobil Datsun yang memiliki spesifikasi paling lengkap masih dibawah dari kompetitor lainnya seperti Daihatsu, Honda, maupun Toyota.Keuntungan dari Datsun sendiri adalah mereka masih duduk dibawah kompetitornya karena faktor harga tersebut.Namun Datsun sendiri hanya berada di bawah pada soal harga produk, namun tidak pada teknologi yang melengkapinya, hal ini merupakan sebuah kelebihan Datsun.

(37)

Datsun tetap mendapatkan rintangan, yaitu gengsi yang dimililiki oleh masyarakat. Masyarakat Indonesia sendiri bisa dibilang merupakan masyarakat yang memiliki gengsi yang cukup tinggi, mereka berpikiran bahwa daripada mereka harus membeli mobil yang notebenenya sudah diketahui sebagai mobil murah, mereka akan lebih memilih mobil yang memiliki harga yang sama namun dengan tahun yang berbeda. Mereka akan memilih mobil bekas dari tahun yang lebih tua dengan merek yang sudah terkenal dan diketahui masyarakat, daripada membeli mobil baru yang masuk kedalam kelas mobil murah. Namun hal tersebut tidak berlaku kepada New Riser atau orang-orang yang baru beralih dari roda dua ke roda empat.Mereka pasti menginginkan mobil yang baru walaupun itu mobil yang murah.Dan sekali lagi Datsun kembali menang dari kompetisi lainnya dari harga yang memang berbeda jauh dengan kompetitor lainnya.

3. Place

(38)

Konsumen di daerah lebih mementingkan gengsi mempunyai mobil baru daripada mobil-mobil bekas yang sebenarnya mempunyai harga yang sekelas dengan mobil brand Datsun ini. Hal ini bisa jadi merupakan salah satu faktor kenapa dimunculkan LCGC di Indonesia.Dilihat dari kasus yang ada bahwa LCGC sendiri dimunculkan untuk menjangkau orang-orang yang berada di daerah, yang mungkin memilikim pendapatan menengah kebawah namun memiliki gengsi yang cukup untuk tinggi untuk memiliki mobil baru. Masyarakat daerah bisa menjadi salah satu pendapatan tertinggi dari Datsun melihat dari gengsi masyarakat daerah sendiri serta pemberian harga yang dilakukan oleh Datsun dirasa akan sesuai dengan pendapatan pada masyarakat yang ada di daerah-daerah.

(39)

segi bisnis, mengapa dikatakan demikian. Dikarenakan kalau membuat stock mobil, pastinya akan mempunyai inventory dan tantangannya adalah bagaimana kita bisa menjual habis inventory yang kita punya. Namun dengan strategi built to order ini bisnis akan lebih ramping dan tidak akan terjadi over capacity atau kelebihan inventory yang kita miliki nanti. Namun diseimbangi pula dengan kepuasan konsumennya.

Strategi ini merupakan sebuah langkah baru yang dilakukan oleh Nissan untuk Datsun, mungkin juga terbilang sebuah strategi baru di industri otomotif yang ada. Dengan system build to order masyarakat bisa memiliki kendaraan seperti yang mereka minta, mereka bisa menyesuaikan mobil yang mereka inginkan dengan keuangan mereka miliki. Dan sebuah keuntungan pula untuk Datsun karena dengan adanya strategi ini Datsun menjadi tidak men-stok unit dan memikirkan bagaimana caranya untuk menghabiskan stok mobil yang ada.Pihak Nissan juga mempunyai strategi Buffer Stock yang apabila ada konsumen yang membutuhkan mobil Datsun secara cepat pihak Nissan memberikan mobil Datsun yang sudah ready stock. Mereka memiliki stock yang sudah tersedia, jadi mereka mempunyai dua strategi yaitu by request dan juga buffer stock. Namun hampir 80% mereka lebih mengandalkan strategi build to order tersebut.

4. Promotion

(40)

kalangan menengah ke bawah dan pasar sasarannya adalah New Risers atau bisa di sebut juga pengguna baru oleh pihak Datsun. Namun New Risers yang merupakan segmen yang dipilih oleh Datsun sekarang ini lebih kepada pengguna baru atau anak anak muda yang sebagian besar tidak mengetahui mengenai informasi terkait Datsun karena mereka tidak hidup disaaat brand Datsun yang muncul terdahulu. Banyak konsumen yang belum mengetahui bahwa brand Datsun itu sebenarnya masih satu perusahaan dengan perusahaan Nissan, kualitasnya sama dengan Nissan, Berikut penjelasan dari bapak DeddySusilo :

“Kalau strategi Datsun tuh kita yang pasti kan yang kamu tahu kan pasti Datsun banyak yang belum mengetahui.Datsun tuh apaan yah? Banyakan kan begituh. Lebih banyak yang gatau disbanding tau. Satu hal yang pasti mereka gatau Datsun itu adalah Nissan, Nissan adalah Datsun, begitu dek.”

(41)

dan sebagainya sangat amat diperlukan untuk menarik perhatian dari masyarakat.

Selain strategi promosi dengan media yang dilakukan oleh pihak Datsun, mereka juga menggunakan strategi promosi lainnya yaitu dengan menggunakan metode pemasaran pull method. Pull method adalah sebuah strategi dimana pihak Datsun lebih menarik konsumennya dengan cara memberikan informasi mengenai produk Datsun, memberikan gambaran secara jelas mengenai produk yang ada tanpa memaksakan konsumen untuk membeli produk tersebut, pihak Datsun menginginkan agar customer dapat memahami dengan baik terlebih dahulu mengenai produk Datsun.

Berbeda dengan brand Nissan, Nissan menggunakan metode push method mereka lebih cenderung mendorong para konsumennya untuk membeli produk yang dijual oleh Nissan. Ada alasan tersendiri mengapa metode tersebut diterapkan untuk Datsun. Dikarenakan pada dasarnya, Datsun sendiri bisa dikatakan sebagai sebuah merek baru yang beredar dunia otomotif sekarang ini, terlepas dari adanya Datsun pada tahun terdahulunya, dan oleh karena pihak Nissan menganggap masih banyak masyarakat yang mengetahui secara jelas tentang Datsun, terlebih dengan segmentasinya sekarang yang lebih mengincar ke anak-anak muda. Atas dasar alasan itulah metode pull method diterapkan.

(42)

langsung mengenai produk Datsun. Hal ini sudah dilakukan oleh tenaga marketing pihak Datsun ,mereka langsung menyambangi customernya secara door to door untuk memberikan informasi mengenai produk. Pada saat menyambangi kediaman konsumen pihak Datsun juga biasanya membawa unit kendaraan Datsun agar para customernya bisa langsung mencoba dari pihak Datsun sudah juga menyiapkan tenaga marketing di dealernya.Mereka disiapkan untuk menyambut para konsumen serta memberikan informasi secara lengkap dengan mengenai produk yang ada. Selain didatangi langsung oleh tim Datsun para konsumennnya dapat langsung datang ke dealer terdekat.

(43)

Selain mendatangi langsung para customernya, mereka juga memasarkan Datsun dengan cara menawarkan kerjasama dengan perusahaan-perusahaan. Pihak Datsun menawarkan produk mereka untuk menjadi kendaraan niaga di perusahaan apabila ingin melakukan kunjungan. Bukan dalam bentuk sponsor, pihak perusahaan tetap membeli produk tersebut. Dengan dilakukannya strategi promosi ini setidaknya makin banyak produk Datsun yang beredar dijalanan, mobil Datsun sendiri akan lebih sering dilihat oleh masyarakat dan masyarakat akan mengetahui dan akan mencari informasi lebih jauh mengenai produk Datsun ini. Dikarenakan apabila nantinya sudah menjadi mobil niaga, produk dari Datsun akan menjadi mobil Dinas yang akan pergi ke berbagai tempat.

Dari berbagai macam stategi yang dilakukan oleh pihak Datsun baik itu strategi harga,promosi,dan diferensiasi produknya. Datsun mendapatkan respon yang cukup baik contohnya dari strategi harga .Strategi pemberian harga Datsun bisa dibilang diterima baik oleh masyarakat. Harga Datsun yang lebih murah dan memiliki spesifikasi yang lebih baik dari kompetitornya membuat Datsun dapat duduk manis dibawah kompetitor yang ada.

(44)
(45)

salesnya.Contohnya apabila kita berhadapan langsung dengan customer service yang ada di bank.

Namun kenyataannya dilapangan berbanding terbalik.Pengalaman dan pengetahuan di bidang otomotif ternyata sangat amat diperlukan untuk mendukung pekerjaan yang mereka lakukan. Karena strategi yang dilakukan tidak berhasil,pada akhirnya Datsun membalik konsep mereka yaitu dengan cara merekrut orang-orang yang memiliki latar belakang otomotif, dan mereka sudah diberikan pembekalan mengenai customer service.

4. Differentiating

Differensiasi sendiri meruapakan sebuah strategi marketing yang dilakukan oleh sebuah perusahaan untuk membuat produk yang ditawarkannya baik itu sebuah barang maupun jasa, dapat memiliki perbedaan dengan para

pesaingnya. Konten sendiri adalah dimensi diferensiasi yang merujuk kepada

(46)

teknologi, kapasitas sdm, dan kepemilikan fasilitas untuk mendukung penciptaan diferensiasi konten dan konteks. Berikut ini akan dipaparkan analisis mengenai diferensiasi yang dilakukan Datsun untuk produk yang ditawarkannya,berdasarkan tiga pembagiannya :

1. Diferensiasi Konten

Diferensiasi konten sendiri lebih mengarah kepada value atau apa yang bisa ditawarkan Datsun kepada pelanggannya. Diferensiasi konten yang dilakukan oleh Datsun lebih kepada membedakan produknya dengan produk sejenis yang ada di pasaran.Seperti yang sudah dijelaskan diatas pada bauran pemasaran bahwa Datsun memiliki strategi produk dan juga harga yang berbeda dengan yang lainnya. Produknya yang dikeluarkannya memiliki kapasitas penumpang yang berbeda dengan produk kendaraan yang ditawarkan oleh para pesaingnya yaitu 5+2 atau bisa sampai memuat 7 orang. Selain itu pula kapasitas mesin yang ditawarkan Datsun juga berbeda dengan yang lainnya, sampai 1200cc .Dari segi bentuk mobil pun mereka menyesuaikan dengan keadaan pasar saat ini yang menginginkan bentuk mobil modern dan futuristik.

(47)

produk yang ditawarkannya juga jauh dengan produk yang ada di pasaran.Dapat dikatakan bahwa dengan spesifikasi produk untuk produk yang ditawarkannya, Datsun memiliki harga yang jauh lebih murah ketimbang para pesaingnya.Dengan harga yang ditawarkan oleh Datsun, para pelanggan dapat mendapatkan yang tidak bisa mereka dapatkan pada produk yang ditawarkan oleh pesaing.Beberapa hal tersebutlah yang menjadi diferensiasi utama yang dimiliki Datsun dari segi konten yang ditawarkan.

2. Diferensiasi Konteks

Diferensiasi konteks lebih mengacu pada bagaimanakah cara untuk menawarkan value kepada pelanggan. Hal ini berkaitan dengan promosi yang dilakukan oleh pihak Datsun. Sudah dijelaskan diatas bahwa Datsun memiliki cara tersendiri dalam mempromosikan produk yang mereka miliki. Pada awal kemunculannya melakukan hal yang sama dengan produsen mobil lainnya yaitu dengan membuat pameran atau ikut melakukan pameran-pameran yang ada.

(48)

menjual produknya, mereka menyebutnya dengan pull method atau mereka lebih berusaha menarik konsumennya untuk membeli sebuah produk dibandingkan mendorong pelanggan untuk membeli produk yang ditawarkan. Datsun sendiri lebih memberikan informasi kepada para pelanggannya mengenai produk Datsun ketimbang hanya menawarkan produk tersebut.Pihak Datsun ingin bahwa pelanggan memahami secara baik produk yang mereka miliki. Mereka menerapkan strategi ini dengan cara para konsumen dapat membuat sendiri seperti apakah mobil yang diinginkannya karena Datsun memiliki system build to order untuk memuaskan pelanggannya serta menghemat stock yang dimiliki perusahaan. Selain itu strategi pemasaran lain juga dilakukan oleh pihak Datsun, mereka membuat pameran mobil Datsun namun dilakukan perumahaan. Pameran dilakukan di perumahan-perumahan yang sekiranya sesuai dengan segmentasi produk mereka yaitu lebih kepada menengah kebawah. Tidak hanya sekedar pameran mereka juga memberikan test drive serta , merchandise ketika pameran tersebut dilakukan.

3. Diferensiasi Infrastruktur

(49)

diketahui bahwa Nissan merupakan sebuah produsen kendaraan bermotor besar yang sudah lama ada di Indonesia.Nissan dan Datsun merupakan satu kesatuan yang bernaung dalam satu perusahaan.Sehingga para pelanggan bisa berhubungan dengan Datsun melalui Nissan.

Selain itu sudah dijelaskan diatas bahwa Datsun sendiri memiliki cara tersendiri dalam merekrut tenaga marketingnya. Pada awalnya pihak Datsun mulai mencoba untuk merekrut pekerja yang memiliki latar belakang di bidang customer service namun hasil yang didapatkan kurang memuaskan dikarenakan mereka tetap membutuhkan pengalaman serta pengetahuan yang lebih pada bidang otomotif.Pada akhirnya pihak Datsun merekrut para tenaga marketingnya yang memiliki latar belakang otomotif yang kuat namun mereka membekalinya dengan ilmu-ilmu yang ada pada customer service.

4.2.3 Proses Rebranding Datsun oleh pihak Nissan

(50)

hal ini bisa dijadikan salah satu tolak ukur dalam keberhasilan strategi rebranding dari brand Datsun.

Sebelum terjun ke pihak konsumen pihak Datsun dalam prakteknya, menanamkan product knowledge terhadap karyawan perusahaan terlebih dahulu dibekali pengetahuan lengkap mengenai produk Datsun agar kedepannya calon konsumen dapat memahami informasi mengenai produk Datsun secara lengkap dan jelas.Pada awalnya Datsun memakai strategi recruitment untuk tenaga marketing. Perusahaan memilih orang-orang yang mempunyai pengalaman di bidang customer service seperti tenaga kerja yang berasal dari bank, pramugari, account officier dan lain-lain, dengan maksud awalnya pihak Nissan melalui Datsun menginginkan kedepannya konsumen dapat merasa terlayani dengan sangai baik seperti para customer service melayani customernya.

(51)

Rebranding merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan perusahaan.Rebranding adalah suatu upaya atau usaha yang dilakukan oleh perusahaan atau lembaga untuk memperbaharui sebuah brand yang telah ada agar menjadilebih baik, dengan tidak mengabaikan tujuan awal perusahaan. Berbicara mengenai fase utama dalam proses Rebranding yang dilakukan oleh pihak Nissan terhadap brand Datsun melewati tujuh tahap yaitu triggering, analyzing, and decision making, planning, preparing, implementing, evaluating dan continuing. Peneliti akan membahas mengenai ke tujuh proses rebranding tersebut berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan dari rebrandingDatsun :

1. Triggering

(52)

lama mati dan ingatan masyarakat terkait brand tersebut sudah kurang baik. Melakukan keputusan rebranding untuk brand Datsun dinilai paling tepat untuk memperkenalkan kembali brand ini kepada konsumen.

2. Analyzing and Decision Making

Pada tahap kedua pihak Nissan mulai menganalisis situasi yang ada di sekitar produknya ataupun melihat pesaing-pesaing yang bisa dikatakan menjadi ancaman di sekeliling brand. Melalui Rebranding yang dilakukan pihak Nissan pada brand Datsun , Pihak Nissan pastinya akan memikirkan mengenai kekuatan Datsun dari ancaman pesaing-pesaingnya. Perusahaan juga sudah terlebih dahulu memikirkan kelemahan yang akan muncul dari strategi rebranding yang dilakukan. Datsun memiliki kelebihan dan kelemahan tersendiri kelebihan Datsun dalam segi produk dari segi fitur yang lebih baik dan harga yang lebih terjangkau dibanding pesaing-pesaing, di sisi lain kelemahan nya terletak pada segi brand. Datsun yang dimana masih banyak konsumen ataupun calon konsumen yang belum mengetahui mengenai brand ini dan masih belum bisa mempersepsikan brand Datsun terkait dengan brand Nissan. Pihak Nissan berharap dengan dimunculkan brand ini di pasar otomotif khususnya dalam pasar kelas LCGC, konsumen memiliki opsi lebih dalam memilih kendaraan roda empat.Selain itu pula dapat meramaikan industri mobil yang ada di Indonesia sekarang ini.

3. Planning

(53)

kemunculan brand Datsun nantinya, Mengenai perencanaan merek Nissan melakukan perencanaan akan dijelaskan uraiannya.

a. Nama merek ( Brand )

Brand merupakan produk atau jasa yang dimensinya melakukan diferiansiasi brand tersebut dengan beberapa cara dari produk atau jasa lannya yang dirancang untuk memuaskan kebutuhan yang sama. Pihak Nissan dalam kasus ini tetap menggunakan brand Datsun untuk dimunculkan kembali atas dasar nama besar yang dahulu dimilikinya. Brand Datsun sendiri sebenarnya masih sayup-sayup terdengar di masyarakat dengan menggunakan kembali brand Datsun setidaknya pihak Nissan tidak harus memulai dari awal dikarenakan brand Datsun memiliki sejarah yang baik khususnya di bidang otomotif. Selain itu brand Datsun merupakan brand yang secara penuh milik pihak Nissan sehingga pihak Nissan tidak harus meluncurkan brand baru.

b. Brand Positioning

(54)

konsumen cepat dalam menganalisa ketika melihat atau mendengar statement-statement yang berasal dari sebuah brand.

c. Slogan

Slogan sendiri merupakan kumpulan kata yang dapat mewakili sebuah brand yang dimunculkan di pasaran.Sebuah slogan harus mudah diingat oleh para konsumen slogan juga dapat dimasukkan ke dalam positioning yang dilakukan perusahaan agar para konsumennya dapat mengingat brand yang dimunculkan dengan baik.

d. Logo

Penciptaan desain logo yang menarik dan sesuai dengan perekembangan jaman akan menjadi sebuah kelebihan bagi sebuah brand. Logo juga mempresentasikan sebuah brand di pasaran. Brand Datsun terdahulu memiliki logo yang sama dengan Nissan yaitu dengan tulisan warna putih serta dikelilingi lingkaran dengan warna merah dan biru. Logo terdahulunya memiliki jenis font yang sama dengan logo yang dimiliki Nissan. Namun sekarang ini Datsun membedakan logo mereka dengan logo Nissan dengan cara Datsun menambahkan elemen baru yang lebih mencerminkan Datsun sekarang ini. Namun mereka tetap mempertahankan logo fontbrand Datsun sebelumnya hanya mereka menambahkan elemen yang membuat logo ini terlihat lebih modern.

e. Target Pasar

(55)

seluruh usaha pemasaran (marketing mix) diarahkan. Pemilihan pasar sasaran juga akan menentukan bagaimana melakukan alokasi sumber daya perusahaan yang diarahkan untuk program pemasaran, Setelah melakukan segmentasi, pemasar dapat memilih target yang sesuai dengan tahap segmentasi tersebut.

Disesuaikan dengan tujuan rebranding sendiri, Pihak Nissan ingin melakukan pelebaran sayap bisnisnya dengan cara memasuki target baru yang berada di kelas LCGC dan dengan memiliki pasar yang tepat dengan kelebihan-kelebihan brand yang dimunculkan maka konsumen nantinya akan lebih responsive dan memberikan umpan balik yang positif yang dapat dibuktikan dengan peningkatan penjualan produk.

4. Preparing

Mengacu pada tahapan sebelumnya.Sejumlah perencanaan diatas dituangkan ke dalam beberapa bentuk persiapan. Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan kebutuhan-kebutuhan dari rebranding yang dilakukan oleh pihak Nissan terhadap brand Datsun.

(56)

terbukti sebagai mobil yang kuat, dikarenakan pada tahun terdahulunya mobil Datsun banyak digunakan sebagai mobil niaga ataupun pengangkut barang selain digunakan untuk kendaraan sehari-hari.

Selain beberapa hal tersebut, Pihak Nissan mempunyai alasan tersendiri mengapa pihak Nissan tidak menggunakan brand Nissan seperti yang telah dijelaskan sebelumnya yang bahwa alasan utamanya selain peraturan pemerintah adalah perbedaan segmen antara brand Datsun dengan brand Nissan yang tidak memungkin brand Nissan untuk masuk ke segmen pasar LCGC.

Hal kedua adalah brand positioning.Brand sendiri merupakan sebuah hal penting dalam positioning dikarenakan brand sendiri adalah alat untuk mempromosikan produk dalam benak konsumen, Merujuk pada analisa yang telah dilakukan sebelumnya, dapat terlihat bahwa Datsun menginginkan positioning brand Datsun sebagai brand dengan produk untuk The risers atau disebut juga kaum muda. Untuk menciptakan brand positioning yang kuat, pihak Datsun harus konsisten dan jelas dalam hal penyampaian serta penetapan tujuan.

(57)

brand Datsun diibaratkan sebuah oase yang menjembatani para pengguna kendaraan yang ingin beralih dari pengguna kendaraan roda dua dan ingin memiliki kendaraan roda empat sebagai kendaraan pertamanya. Dengan slogan yang dimilikinya Datsun berharap bahwa konsumen dapat mengambil pesan pesan makna dibalik slogan tersebut yaitu mereka bisa beranjak lebih maju dengan menggunakan kendaraan Datsun.

Mengenai logo seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa Datsun mengalami pergantian logo namun tetap mengambil beberapa elemen dari logo sebelumnya. Perubahan logo yang dilakukan pada brand Datsun membuat perubahan besar pada produk Datsun itu sendiri, Produk Datsun apabila kita melihat secara lebih teliti merupakan gambaran dari logo brand itu sendiri. Hal tersebut dapat kita lihat desain produk Datsun sekarang ini mengikuti bentuk logo yang ada. Dengan cara mereka menarik garis dari logo sehingga terbentuklah produk Datsun sekarang ini mengikuti bentuk logo yang ada. Contoh kasat matanya adalah Grill depan mobil Datsun yang kita amati bentuknya sebenarnya sama dengan logo brand Datsun sekarang ini. Body mobil pada produk Datsun sekarang ini juga mengikuti logo Datsun yang sekarang.

(58)

ini juga menentukan brand Datsun sebagai sebuah brand untuk kaum muda yang memiliki mobilitas tinggi dan bisa diperuntukkan kaum keluarga muda.

Brand Datsun juga mempersiapkan motto baru yang daiambil dari huruf Datsun yaitu D A T (Dream Acces Trust) pihak Datsun ingin calon konsumen nantinya memiliki mimpi dan dan kecintaan akan kebutuhan konsumen. Datsun sendiri menempatkan dirinya sebagai sebuah merek yang kendaraan otomotif yang digunakan oleh The Risers.Datsun ingin menciptakan image kepada The Risers tersebut bahwa mereka telah mendapatkan impiannya dengan dapat membeli dan menggunakan produk yang diproduksi oleh pihak Datsun itulah yang dimaksudkan dari kata Dream.

Access mempunyai maksud yang nantinya para pengguna brand Datsun akan lebih mudah dalam mendapatkan apa yang mereka inginkan dari Datsun. Dimulai dari proses pembelian sampai kepemilikan, Datsun akan terus memandu konsumen dan akan terus memberikan pelayanan serta kemudahaan-kemudahan lainnya agar para konsumennya merasa puas. Hal tersebut semata mata betujuan untuk membangun kepercayaan antara konsumen dengan brand Datsun.

(59)

dikatakan hampir menyerupai dengan logonya dari tarikan garis semodel dengan bentuk mobil Datsun terkini. Intinya bentuk body mobil Datsun sekarang dapat mempresentasikan logo Datsun sekarang

Selain itu pula Datsun sekarang ini mempunyai tagline terbarunya.Yaitu New Riser. New Risers sendiri adalah orang-orang yang notebenenya adalah anak muda yang tinggal di pasar perekonomian yang tinggi yang mereka ingin menggunakan mobil baru dengan harga yang murah dan sesuai dengan kemampuan mereka dan berharap mobil tersebut akan menunjang aktivitas mereka.

Datsun sekarang ini juga mempunyai motto baru yang diambil dari brand huruf Datsun yaitu D A T ( Dream Access Trust) mereka ingin bahwa customer nantinya memiliki mimpi (Dream) dan kecintaan akan kebutuhan mereka, Brand Datsun sendiri disini menempatkan dirinya sebagai sebuah merk yang pertama kali akan dipakai oleh New Risers. Produk Datsun adalah kendaraan pertama untuk mereka, dan Datsun ingin menciptakan image kepada New Risers tersebut bahwa mereka telah mendapatkan impiannya dengan dapat membeli dan menggunakan produk yang di produksi oleh Pihak Datsun.

(60)

Hal tersebut semata-mata dilakukan untuk membangun kepercayaan (Trust) antar konsumen dengan pihak Datsun.

Selain dari segi perubahan logo mereka juga tentu merubah desain mobilnya disesuaikan dengan minat pasar sekarang ini, masyarakat pastinya lebih menyukai mobil dengan model yang modern daripada mobil dengan model terdahulunya. Model Datsun sekarang pun mengikuti bentuk logo yang dipakai Datsun sekarang. Ide utama dalam pembuatan mobil ini adalah bentuk logo yang dipakainya sekarang.Bentuk mobil Datsun bisa dikatakan hampir serupa dengan logonya, mereka menarik garis dari logo sehingga membentuk mobil Datsun, memang tidak semuanya namun bentuk yang dipakai mempresentasikan logo Datsun. Contohnya adalah grill pada Datsun apabila diperhatikan grillnya mengikuti logo Datsun sekarang ini.

(61)

Dari hasil perencanaan dan persiapan yang sudah diuraikan diatas, tentunya perencanaan dan persiapan tersebut harus dikomunikasikan kepada pihak eksternal yaitu pada konsumennya.Dari analisis data yang dilakukan dan juga sebagian sudah dipaparkan diatas oleh peneliti.Ditemukan bahwa Datsun menggunakan saluran-saluran komunikasi pemasaran yang cukup bervariasi. Kegiatan marketing yang dilakukan oleh pihak Datsun sendiri memiliki fokus untuk memperkenalkan terlebih dahulu produk yang dimiliki oleh Datsun mereka ingin memberikan pengetahuan yang lengkap untuk masyarakat. Agar masyarakat tidak hanya sekedar membeli produk tetapi juga mengetahui produk yang mereka gunakan. Strategi-Strategi ini diwujudkan dalam beberapa cara antara lain :

a. Pemasaran Langsung

Strategi pemasaran yang dilakukan terhadap konsumen yang tujuannya memberikan informasi yang lengkap, Pemasaran ini dilakukan dengan cara Tim Datsun langsung menyambangi calon konsumennya. Tim Datsun menyambangi konsumen dengan berusaha menjelaskan se detail-detailnya informasi mengenai produk Datsun.

Selain memberikan informasi sedetail mungkin untuk calon konsumennya, tim Datsun juga biasanya membawa unit kendaraan nya agar calon konsumen dapat menerima informasi lebih jelas lagi dan dapat kesempatan test drive untuk calon konsumennya tersebut.

(62)

Strategi marketing yang berbeda dilakukan oleh Datsun. Pameran-pameran yang dilakukan di berbagai acara besar dalam industri otomotif merupakan sebuah hal yang biasa dilakukan. Namun hal yang berbeda dilakukan oleh Datsun mereka mengadakan pameran di perumahan warga . Seperti yang sudah dijelaskan diatas bahwa mereka mengadakan pameran di perumahan yang sekiranya sesuai dengan target pasar mereka. Perumahaan yang dijadikan tempat pameran biasanya adalah perumahan-perumahan kecil dan cluster-cluster.

Pada acara tersebut mereka tidak hanya memberikan informasi mengenai produk Datsun melainkan mereka memberikan test drive dan juga memberikan merchandise untuk para konsumennya.

c. Media Massa

Selain pemasaran langsung yang dilakukan oleh Datsun, mereka juga melakukan kegiatan marketing seperti yang dilakukan produsen otomotif lainnya mereka memasang iklan brand Datsun di Televisi ,mengikuti pameran memasang iklan di Koran serta memasang iklan di radio. Hal tersebut biasa dilakukan di dunia otomotif terlebih untuk produk yang baru muncul kepasaran.

d. Media Digital

(63)

sosial untuk mempublikasikan produknya. Yakni website (Datsun.co.id) ,facebook, youtube, twitter, dan sebagainya. Datsun sendiri seperti yang sudah dijelaskan diatas mempunyai system pemesanan built to order, pemesanan sendiri bisa dilakukan melalui website Datsun para customernya bisa membuat pesanan mobil Datsun sesuai dengan mereka inginkan.

Media sosial merupakan media yang sedang trendy sekarang ini, Perputaran informasi di media sosial berlangsung dengan cepat, berita-berita yang ada bisa tersebar dengan cepat dengan menggunakan media sosial. Selain itu para pengguna bisa langsung memberikan feedback sesegera mungkin dari berita yang beredar. Hal tersebut bisa menjadi sebuah hal yang positif untuk Datsun karena mereka bisa langsung mengetahui respon masyarakat berita yang mereka sebarkan di media sosial.

6. Evaluating

(64)

7. Continuing

Guna meningkatkan kualitas yang diberikan oleh perusahaan dari segi pelayanan dan pemenuhan kebutuhan konsumen.Datsun tetap memberikan pelayanan terbaik dan juga tetap harus memberikan informasi yang lengkap kepada para customernya.Dan sekarang Datsun mulai menambahkan produknya yaitu dengan meluncurkan Datsun Go yang mempunyai kapasitas penumpang 5 orang.Mereka terus berkreasi untuk tetap mempertahankan eksistensinya di masyarakat.

Berbagai aktivitas yang dilakukan oleh pihak internal perusahaan diatas, semata-mata dilakukan untuk mendapatkan perhatian dari khalayan keksternalakan strategi rebranding yang mereka lakukan.Terlebih lagi Datsun merupakan brand yang baru dimunculkan kembali ditengah-tengah masyarakat. Strategi yang dilakukan Datsun sendiri sekarang ini memiliki tujuan untuk memperkenalkan produk mereka kepada masyarakat luas ,serta membangun relasi positif antar brand dengan pelanggan atau calon konsumennya.

4.2.4 Efek Rebranding Datsun

(65)

dilakukan oleh pihak Nissan banyak masyarakat yang langsung pada saat itu juga membuat spk (suratpesanankendaaran).

Datsun sendiri memiliki target penjualan dalam setiap bulannya. Berikut ini adalah Daftar harga Datsun dan tabel penjualan Datsun terhitung sejak bulan Februari 2014 hingga Januari 2016

Tabel 4.17

Daftar harga Datsun

DAFTAR HARGA DATSUN 2014

No TYPE PRICE

1 Datsun GO+ A Rp. 85.000.000

2 Datsun GO+ D Rp. 93.000.000

3 Datsun GO+ T Rp. 103.000.000

4 Datsun GO+ T Option Rp. 103.500.000 Sumber : www.datsun.co.id

Tabel 4.18

Daftar harga Datsun

DAFTAR HARGA DATSUN 2015

DATSUN (GO +) PANCA – MPV

1

TYPE& Varian PRICE

Type D 87.900.000

(66)

Type T Option 106.000.000

2

DATSUN GO PANCA –Hatchback

Type T 99.050.000

Type T Option 99.550.000

Type T-Active 102.950.000

Sumber : www.datsun.co.id Tabel 4.19

Daftar harga Datsun

DAFTAR HARGA DATSUN 2016

DATSUN (GO +) PANCA – MPV

1

TYPE& Varian PRICE

Type D 97.500.000

Type A 104.500.000

Type T Option 117.550.000

Type T-Stye 123.150.000

2

DATSUN GO PANCA –Hatchback

Type T 108.050.000

Type T Option 109.550.000

Type T-Active 119.150.000

Sumber : www.datsun.co.id Gambar 4.20

(67)

Sedikit penjelasan bahwa Tahun 2014, Datsun baru melakukan soft launching. Mereka tidak memperkenalkan produknya kepasaran secara besar-besaran. Terhitung sejak bulan Februari 2014 brand Datsun memiliki penjualan Datsun yang mulai diperkenalkan pada awal 2014 hingga akhir tahun 2014 dapat menjual sebanyak 4.219 unit mengalami peningkatan penjualan tahun 2015 dapat menjual sebesar 8.750 unit pada tahun 2016 tercatat penjualan sebesar 9.270 unit pada produk Datsun Go+ type MPV. Pihak Datsun telah memperkenalkan produknya kemasyarakat luas dengan strategi-strategi promosi yang telah diuraikan diatas. Pada tahun 2015 brand Datsun mulai meluncurkan produk dengan tipe yang berbeda Datsun Go Hatchback. Datsun Go juga mendapat respon positif juga dari konsumen dibuktikan dengan penjualan yang dicapai cukup baik pada tahun 2015 sejak diperkenalkan ke pasaran otomotif mencatat angka penjualan sebesar 6.560 unit hingga tahun 2016 mengalami peningkatan dengan angka penjualan sebesar 7.450 unit.

0 2000 4000 6000 8000 10000 12000

Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016

DATA PENJUALAN DATSUN

(68)
(69)

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

1. Brand Datsun dimunculkan kembali ke pasaran otomotif Indonesia dikarenakan munculnya pasar otomotif di Indonesia yaitu pasar LCGC. Adapun persyaratan oleh pemerintah untuk masuk ke dalam pasar LCGC yaitu untuk masuk ke dalam pasar LCGC setidaknya sebuah brand harus menggunakan brand atau menggunakan parent name nya dan akhirnya melalui strategi yang matang pihak Nissan memilih untuk memunculkan brand Datsun yang telah lama mati. Selain mengenai persyaratan pemerintah, Strategi Rebranding Datsun dilakukan dengan bertujuan melebarkan sayap bisnis pihak Nissan. Segmentasi pasar yang berbeda dengan brand Nissan juga mendasari dimunculkan kembalinya brand Datsun dikarenakan produk brand Nissan lebih diperuntukkan untuk kalangan menengah keatas sementara brand Datsun diperuntukkan pada kalangan menengah ke bawah.

(70)

3. Mengenai pelaksanaan strategi rebranding Datsun yang dilakukan pihak Nissan adalah dengan melakukan rebranding terhadap aspek visual yaitu logo Datsun yang mengalami perubahan dari logo Datsun terdahulunya, kemudian Datsun melakukan perubahan terhadap strategi pemasaran yang dilakukan melalui langkah-langkah memperbarui Segmenting Targetting, Positioning dan Differiantating. Perubahan Segmenting yang dilakukan adalah dengan menyasar para konsumen menengah ke bawah.Targetting yaitu dengan mentargetkan pasarnya untuk para calon konsumen usia muda berkisar 25-30 tahun, Positioning dengan melakukan perubahan produk desain mobil dari kendaraan niaga terdahulunya menjadi kendaraan passenger car, Differiantating membuat keunggulan-keunggulan produk yang dimiliki Datsun. Semua hal tersebut dikombinasikan dalam strategi pemasaran dengan melakukan strategi promosi pull method untuk menarik minat konsumen. 5.2 Saran

1. Atas dasar strategi Rebranding yang telah dilakukan hendaknya strategi komunikasi pemasaran dilakukan lebih intens lagi agar konsumen lebih mengerti tentang produk Datsun, yang dikarenakan konsumen masih banyak mengetahui seputar brand Datsun dan konsumen belum bisa mengaitkan brand Nissan dengan brand Datsun.

Gambar

Gambar 4.2 Produk Datsun Tahun 1914
Gambar 4.3 Produk DatsunTahun 1919
Gambar 4.5 Produk Datsun Tahun 1934
Gambar 4.7 Produk Datsun Tahun 1955
+6

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukut saya panjatkan kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat, taufiq dan hidayah-Nya sehingga saya mampu menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “EKSPERIMEN

Masyarakat di sekitar hutan di Desa Ciwalen, kecamatan Dayeuh Luhur, kabupaten Cilacap, provinsi Jawa Tengah, telah membentuk Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH)

Suatu pertanyaan akan menjadi masalah hanya jika pertanyaan itu menunjukan adanya suatu tantangan (challenge) yang tidak dapat dipecahkan oleh suatu prosedur rutin

Dalam penelitian ini akan diteliti pengaruh penambahan FeMn sebanyak 0,5, 1, 3, 5, dan 10 (wt%) sebagai aditif terhadap sifat fisis, mikrostruktur, dan sifat magnet

pada penelitian terkait hubungan perilaku merokok dengan harga.

Dalam mekanik milling serbuk akan dicampur dalam suatu chamber (ruangan) dan dikenai energi tinggi terjadi deformasi yang berulang – ulang sehingga terjadi

Penulis menyampaikan banyak terima kasih kepada Bapak atas segala ilmu yang sudah diberikan, meskipun kadang dimarahi tetapi penulis tahu bahwa bapak sudah

Ada beberapa hal yang mempengaruhi keberhasilan berwirausaha di kalangan mahasiswa, antara lain pendidikan, kemampuan memahami lingkungan usaha atau bisnis, kreatifitas,