• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penentuan Kadar Protein Pakan Ayam Petelur (Ransum) Dengan Metode Kjedahl

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penentuan Kadar Protein Pakan Ayam Petelur (Ransum) Dengan Metode Kjedahl"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

PENENTUAN KADAR PROTEIN PAKAN AYAM PETELUR (RANSUM) DENGAN METODE KJEDHAL

ABSTRAK

Telah dilakukan penentuan kadar protein pakan ayam petelur (ransum) dengan metode Kjedhal. Ransum merupakan butiran kasar berwarna coklat muda. Sampel yang dianalisa adalah Ransum dari PT.SUCOFINDO jl.Jendral Gatot Subroto. Analisa ransum menggunakan indikator methilen Red dengan perubahan warna dari merah muda menjadi kuning. Dari hasil penelitian diperoleh kadar protein pada sampel bungkil Kelapa(I) 24,22%, sampel sorgum (I)10,35%, sampel sorgum(II)10,56%, sampel jagung 9,15%, sampel bungkil kelapa (II) 20,01 sampel dedak(I) 13,26%, sampel dedak(II) 13,15%. Sesuai dengan syarat mutu pakan ayam petelur (ransum).

(2)

DETERMINING THE LEVELS OF PROTEIN FEED CHICKEN EGGS (RANSUM) WITH KJEDHAL METHOTH

ABTRACT

Has done determinating the levels of the protein at feed chicken eggs with kjedhal metodh. Ransum is rough kernels brown young. Sample that analisa in ransum of PT.SUCOFINDO jl.Jendral Gatot Subroto. Analisa of ransume using indicator mhetilen red with a change of color of the pink to be yellow. The results of research obtainedlevels pf the protein at sample bungkil cocount 24,22%, sorgum(I) 10,35%, sorgum(II)10,56 %, corn 9,15%, bungkil cocount 20,01%, mixture of rice and bran (I) 13,26%, mixture of rice and bran (II) 13,15%. In accordance with the condition of the quality of chicken feed eggg.

Referensi

Dokumen terkait

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian level protein pakan 16,58 dan 14,79% pada ayam betina hasil persilangan ayam kampung dan ayam ras petelur pada umur 0

Rata-rata produksi, berat, dan massa telur puyuh penelitian yang diberi perlakuan pemberian ransum komersil ayam petelur yang disubstitusi dengan bahan pakan campuran

Penelitian Fenita dkk., (2010) menyatakan bahwa perbedaan kandungan nutrisi dengan selisih kecil tidak mempengaruhi produktifitas ternak selama tingkat konsumsi ransum ayam

Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan sinbiotik sebagai aditif pakan ayam petelur tidak berpengaruh terhadap kandungan protein putih telur, lemak kuning telur, dan

Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan sinbiotik sebagai aditif pakan ayam petelur tidak berpengaruh terhadap kandungan protein putih telur, lemak

Simpulan penelitian, yaitu bahwa peningkatan level protein dari 12% sampai 16% pada ransum ayam Kedu petelur dapat meningkatkan bobot relatif

Hipotesis dari penelitian ini adalah pemberian tambahan sinbiotik sebagai zat aditif dalam ransum pakan ayam petelur akan memberikan pengaruh yang baik terhadap performans ayam petelur

Pemberian pakan ayam petelur secara otomatis menggunakan logika fuzzy untuk menghemat biaya pakan dan mengontrol produksi