Lampiran I:
KEPUTUSAN BUPATI BARITO KUALA NOMOR : 188.44/ 317 /KUM/2017
TANGGAL 4 SEPTEMBER 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN
BUPATI BARITO KUALA NOMOR
188.45/487/KUM/2014 TENTANG IZIN
LINGKUNGAN ATAS KEGIATAN
PERKEBUNAN KELAPA SAWIT LUAS 2.655
HA PT. AGRI BUMI SENTOSA, DI
KECAMATAN BARAMBAI DAN KECAMATAN
MARABAHAN KABUPATEN BARITO
KUALA.
MATRIKS TAMBAHAN
RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (RKL)N
Bentuk Pengelolaan Lingkungan Hidup
Lokasi an Hidup Komitmen Pengelolaan dan Pemantauan Kebakaran Lahan
1 Pencegahan Mengadakan sarana pemadaman kebakaran
lahan perkebunan sesuai dengan Surat Edarandari Direktur Jendral Perkebunan, Kementrian Pertanian dengan nomor 427/LB.130/E/3/2010 tentang Monitoring dan Evaluasi Sarana dan Prasarana Pencegahan Kebakaran Lahan dan Kebun, yang meliputi: a. Peralatan tangan
b. Perlengkapan perorangan c. Pompa air dan perlengkapanya d. Peralatan telekomunikasi e. Pompa bertekanan tinggi
Lahan perkebunan seluas Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki oleh PT. Agri Bumi Sentosa
Selama kegiatan tahap operasi berlangsung
a. Pelaks ana : b. Instan
f. Peralatan mekanis g. Peralatan transportasi
h. Peralatan logistik, medis dan SAR i. Ruang TKTD
Membuat sekat bakar seperti boundary danp arit – parit.
Membuat prosedur standar untuk mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaranlahan perkebunan yang terdiri dari Sistem Tanggap Darurat Kebakaran Lahan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Lahan.
Menyiapkan perangkat organisasi yang bertanggungjawab dalam mencegah dan menanggulangi terjadinya kebakaran lahan perkebunan.
Menyiapkan pelatihan penanggulangan kebakaran lahan secara berkala
Melakukan penyulihan dan berperanaktif dalam membantu masyarakat sekitar yang berbatasan dengan lahan perkebunan.
abupat en Barito Kuala c. Instan
Komitmen Pengelolaan dan Pemantauan Kebakaran Lahan 2 Pemadaman
- Lahan
Tidak terjadi kebakaran lahan
Melakukan deteksi terjadinya kebakaran lahan perkebunan
Mendayagunakan seluruh sumberdaya yang ada, baik sumberdaya manusia maupun sumber daya yang dipergunakan untuk proses pemadaman
Membuat sekat bakar untuk melokalisirapi
Memobilisasi masyarakat untuk mempercepat pemadaman
a. Pemadaman awal b. Pemadaman lanjutan c. Pemadamanman diri d. Pemadaman gabungan, dan e. Pemadaman dari udara
Lahan perkebunan seluasHak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki oleh PT. Agri Bumi Sentosa
Selama kegiatan tahap operasi berlangsung
a. Pelaks ana : b. Instan
si c. Instan
si
3 Penanganan Pasca Kebakaran
- Lahan
Tidak terjadi kebakaran lahan
Bila terjadi kebakaran lahan, maka akan dilakukan Inventarisasi data sebagaiberikut : a. Data dan informasi terjadinya kebakaran b. Data pengukuran dan skets alokasi
kebakaran
Lahan perkebunan seluas Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki oleh PT. Agri Bumi Sentosa
Selama kegiatantahap operasi berlangsung
c. Analisa tingkat kerusakan dan rekomendasi d. Rehabilitasi
Sentos aInsta nsiPen gawas : DLHK abupat en Barito Kuala b. Instan siPela poran : DLHK abupat en Barito Kuala
4 Lain – lain
- Lahan perkebu nan
Kebak aran lahan perkeb unan
Tidak terjadi kebakaran lahan
Membuat petalokasi kerja sesuai dengan HGU (Hak Guna Usaha) perusahaan
Membuat petawilayah kerja pengendalian kebakaran
Membuat atau menyiapkan sumberdaya air (embung / paritkanal)
Membuat rekaman pelaksanaan pencegahan dan penanggulangan kebakaran (Laporan) bila terjadi kebakaran lahan
Lahan perkebunan seluas Hak Guna Usaha (HGU) yang dimiliki oleh PT. Agri Bumi Sentosa
Selama kegiatan tahap operasi berlangsung
en Barito Kuala b. Instan
si Pelapo ran : DLHK abupat en Barito Kuala
BUPATI BARITO KUALA,
H. HASANUDDIN MURAD
KEPUTUSAN BUPATI BARITO KUALA
NOMOR : 188.44/ 317/KUM/2017
TANGGAL 4 SEPTEMBER 2017 TENTANG PERUBAHAN ATAS KEPUTUSAN
BUPATI BARITO KUALA NOMOR
188.45/487/KUM/2014 TENTANG IZIN
LINGKUNGAN ATAS KEGIATAN
PERKEBUNAN KELAPA SAWIT LUAS 2.655
HA PT. AGRI BUMI SENTOSA, DI
KECAMATAN BARAMBAI DAN KECAMATAN MARABAHAN KABUPATEN BARITO KUALA
MATRIKS TAMBAHAN RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP (RPL)
No
Dampak Lingkungan yang Dipantau Bentuk Pemantauan Lingkungan Institusi Pemantauan Lingkungan Hidup
JenisDampak DampakSumber Indikator /Parameter Metode PengumpulandanAnalisis Data PantauLokasi
Waktu danFrekue
nsi
Pelaksana Pengawas PenerimaLaporan
1 Pencegahan
- Lahan
perkebunan Kebakaranlahan perkebunan
Tidak terjadi kebakaran lahan
Memetakan titik – titik lokasi yang rawan / berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaranlahan, khususnya yang berbatasan langsung dengan lahan perusahaan Audit internal dan eksternal
program pencegahan dan penanggulangan kebakaran lahan yang berisi :
a. Audit kelengkapan sarana dan prasarana serta penanggulangan
kebakaranlahan sesuai
dengan SK Dirjenbun
dengan nomor
SK.427/LB.130/E/3/2010 pada tanggal 15 maret 2010.
b. Audit kesiapan personil tim kesiapsiagaan dan tanggap darurat (TKTD) meliputi jumlah, tugas dan pelatihanya.
c. Audit pelaksanaan Sistem Tanggap Darurat / SOP
Pencegahan dan
Penanggulangan Kebakaran Lahan
d. Audit program pelatihan berkala, baik untuk Internal (Tim Tanggap
Darurat) maupun
eksternal yang melibatkan stakeholder diluar perusahaan
e. Audit adanya program sosialisasi pencegahan kebakaran kemasyarakat
f. Audit adanya pelaporan berkala perusahaan dalam hal pencegahan serta penanggulangan
keinstansi terkait Komitmen Pengelolaan dan Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan 2 Pemadaman
- Lahan perkebunan
Kebakaran lahan perkebunan
Tidak terjadi kebakaran lahan
Jika terjadi kebakaran lahan, maka akan dilakukan :
a. Observasi seluruh proses
pemadaman yang
dilakukan oleh tim internal perusahaan
b. Observasi serta mengevaluasi kesiapan dan kesigapan personel Tim Tangap darurat
selama proses
pemadaaman berlangsung .
c. Observasi, melihat serta mengevaluasi kesiapan dan kelengkapan sarana
dan prasarana
penanggulangan kebakaran lahan
d. Memantau dan
mengevaluasi penggunaan semua sumberdaya untuk pemadaman
e. Memantau dan
mengevaluasi keterlibatan dan peran serta masyarakat selama proses pemadaman berlangsung
Lahan perkebunan seluas Hak Guna Barito Kuala
Penanganan Pasca Kebakaran 3 - Lahan
perkebunan
Kebakaran lahan perkebunan a
Tidak terjadi kebakaran lahan
Jika terjadi kebakaran lahan, maka akan dilakukan inventarisasi data yaitu :
a. Data da ninformasi terjadinya kebakaran khususnya sumber terjadinya kebakaran
b. Data pengukuran luas lahan eksterbakar dan sketsa lokasi kebakaran serta sumber asal api yang menyebabkan terjadinya kebakaran
c. Analisa tingkat kerusakan dan rekomendasi perbaikan atau pemulihan
d. Melakukan rehabilitasi
Lahan perkebunan seluas Hak Guna
Komitmen Pengelolaandan Pemantauan Kebakaran Hutan dan Lahan 4 Lain – lain
- Lahan
perkebunan Kebakaranlahan perkebunan
Tidak terjadi kebakaran lahan
a. Memetakan serta pengecekan lapangan terhadap titik – titik lokasi yang rawan / berpotensi menyebabkan terjadinya kebakaran lahan,
khususnya yang
berbatasan langsung dengan lahanperusahaan yang termuat di dalam Peta Wilayah Kerja
Pengendalian Kebakaran dalam suatu Peta Lokasi b. Pengecekan lapangan
terhadap pembung – embung / paritkanal yang telah dibuat sebagai suatu bentuk persiapan penyediaan sumber daya air ketika musim kering terjadi
c. Pemantauan terhadap rekaman pelaksanaan
pencegahan dan
penanggulangan
kebakaran (laporan) yang telah dibuat
BUPATI BARITO KUALA,