BPS PROVINSI JAWA TENGAH
No. 05/08/33/Th.III, 10 Agustus 2009
PERTUMBUHAN EKONOMI JAWA TENGAH
Perekonomian Jawa Tengah yang diukur berdasarkan besaran PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II tahun 2009 mencapai Rp 95.134,1 milyar, sedangkan PDRB atas dasar harga konstan 2000 adalah Rp 44.178,2 milyar.
Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan II tahun 2009 mencapai 1,8 persen dibandingkan triwulan I tahun 2009 (q-to-q) dan apabila dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun 2008 (y-on-y) mengalami pertumbuhan 4,5 persen. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I tahun 2009 dibandingkan dengan semester I tahun 2008 mencapai 4,4 persen.
Pertumbuhan tertinggi (q-to-q) dihasilkan oleh sektor listrik, gas dan air bersih sebesar 6,6 persen diikuti sektor industri pengolahan sebesar 3,6 persen dan sektor pertambangan dan penggalian sebesar 3,5 persen.
Di sisi penggunaan, pada triwulan II tahun 2009 semua komponen mengalami peningkatan yakni pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat sebesar 1,5 persen dibandingkan dengan triwulan I tahun 2009 (q-to-q), sedangkan pengeluaran konsumsi lembaga nirlaba mengalami pertumbuhan sebesar 0,3 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah meningkat 7,5 persen, pembentukan modal tetap bruto 1,2 persen, ekspor jasa 0,1 persen dan impor barang-jasa 18,4 persen.
Dibandingkan dengan triwulan II tahun 2008 (y-on-y), peningkatan terjadi pada hampir semua komponen penggunaan yakni: pengeluaran konsumsi rumah tangga meningkat 5,3 persen, pengeluaran konsumsi lembaga nirlaba sebesar 10,5 persen, pengeluaran konsumsi pemerintah 6,8 persen, pembentukan modal tetap bruto 5,0 persen dan impor barang-jasa meningkat sebesar 6,5 persen.
PDRB JAWA TENGAH TRIWULAN II TH 2009 TUMBUH 1,8 PERSEN
I. PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II TAHUN 2009
Kinerja perekonomian Jawa Tengah pada triwulan II tahun 2009 bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya (q-to-q), yang digambarkan oleh PDRB atas dasar harga konstan, mengalami peningkatan sebesar 1,8 persen. Nilai PDRB
Jawa Tengah pada triwulan I tahun 2009 atas dasar harga berlaku mencapai Rp 92.455,3 milyar, kemudian pada triwulan II tahun 2009 meningkat menjadi Rp 95.134,1 milyar. Atas dasar harga konstan 2000, PDRB triwulan I tahun 2009 sebesar Rp 43.404,1 milyar dan pada triwulan II tahun 2009 meningkat menjadi Rp 44.178,2 milyar.
Selama triwulan II tahun 2009, hampir semua sektor ekonomi mengalami pertumbuhan positif, kecuali sektor pertanian mengalami pertumbuhan negatif. Pertumbuhan tertinggi adalah sektor listrik, gas dan air bersih (6,6 persen), sektor industri pengolahan (3,6 persen), sektor pertambangan dan penggalian (3,5 persen), sektor jasa-jasa (2,1 persen), sektor perdagangan, hotel dan restoran (1,8 persen), sektor pengangkutan dan komunikasi (1,7 persen), sektor bangunan (0,7 persen), diikuti sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan (0,2 persen), dan sektor pertanian (-0,7 persen).
Setelah terjadi peningkatan tajam sebesar 30,2 persen pada triwulan I tahun 2009, sektor pertanian pada triwulan II tahun 2009 tumbuh minus 0,7 persen. Hal ini akibat masa panen yang sudah mulai berkurang. Jika dilihat menurut sub sektor, pada triwulan II ini hampir semua sub sektor mengalami pertumbuhan yang positif, bahkan sub sektor kehutanan tumbuh mencapai 153,5 persen. Pertumbuhan sub sektor yang lain berturut-turut adalah sub sektor tanaman perkebunan sebesar 8,0 persen, sub sektor ternak dan hasilnya sebesar 3,8 persen dan sub sektor perikanan sebesar 2,4 persen. Sedang sub sektor tabama mengalami pertumbuhan negatif,
Tabel 1
Nilai PDRB Tr. I 2009 & Tr.II 2009 (Milyar Rupiah) dan Laju Pertumbuhan Tr II 2009 Menurut Lapangan Usaha
Harga Berlaku Harga Konstan 2000 Laju
Pertumbuhan Andil Pertumbuhan Sektor Ekonomi/ Lapangan Usaha Tr I 2009*) Tr II 2009*) Tr I 2009*) Tr II 2009*) Tr II 2009 thd Tr I 2009 Tr II 2009 thd Tr I 2009 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1. Pertanian 20.522,8 20.805,2 9.464,7 9.403,6 -0,7 -0,1
2. Pertambangan dan Penggalian 900,9 944,6 464,8 481,2 3,5 0,0 3. Industri Pengolahan 25.929,5 27.201,7 12.925,6 13.397,9 3,6 1,1 4. Listrik dan Air Bersih 954,7 1.027,5 349,2 372,3 6,6 0,1
5. Bangunan 5.748,3 5.868,4 2.469,0 2.487,3 0,7 0,0
6. Perdagangan, Hotel & Restoran 18.775,6 19.245,0 9.193,9 9.361,2 1,8 0,4 7. Pengangkutan dan Komunikasi 5.886,8 5.992,8 2.248,7 2.287,1 1,7 0,1 8. Keuangan, Real Estat dan Jasa
Perusahaan 3.565,0 3.602,7 1.673,2 1.675,7 0,2 0,0
9. Jasa-jasa 10.171,7 10.446,2 4.615,0 4.711,9 2,1 0,2
Produk Domestik Regional Bruto 92.455,3 95.134,1 43.404,1 44.178,2 1,8 1,8
*) Angka sementara
PDRB Jawa Tengah pada triwulan II tahun 2009 bila dibandingkan dengan triwulan II tahun 2008 dapat mencerminkan kinerja perekonomian tanpa dipengaruhi faktor musim (y-on-y). Perbandingan kedua angka triwulan ini juga menunjukkan peningkatan pada seluruh sektor ekonomi. Secara total PDRB Jawa Tengah meningkat sebesar 4,5 persen. Sektor pertanian meningkat 4,7 persen, sektor pertambangan-penggalian 5,4 persen, sektor industri pengolahan 1,1 persen, sektor listrik-gas-air bersih 6,4 persen, sektor bangunan 6,6 persen, sektor perdagangan-hotel-restoran 5,8 persen, sektor pengangkutan-komunikasi 7,4 persen, sektor keuangan-persewaan-jasa perusahaan 8,8 persen serta sektor jasa-jasa 7,7 persen.
Tabel 2.
Laju Pertumbuhan PDRB Jawa Tengah Menurut Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha
(Persentase)
Triw II 2009 Triw II 2009 Semester I 2009 Terhadap Terhadap
Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha
Triw I 2009 Triw II 2008 Terhadap Semester I 2008 (1) (2) (3) (4) 7,2 1. Pertanian -0,7 4,7 5,2
2. Pertambangan dan Penggalian 3,5 5,4
-0,6
3. Industri Pengolahan 3,6 1,1
4,5
4. Listrik, Gas dan Air Bersih 6,6 6,4
7,1
5. Bangunan 0,7 6,6
5,2
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 1,8 5,8
7,2
7. Pengangkutan dan Komunikasi 1,7 7,4
9,4
8. Keuangan, Real Estate & Jasa Perusahaan 0,2 8,8
7,6
9. Jasa-jasa 2,1 7,7
Produk Domestik Regional Bruto 1,8 4,5 4,4
Grafik 1.
Laju Pertumbuhan PDRB Jawa Tengah Triwulan I th 2008 - Triwulan II 2009 -6.00 -4.00 -2.00 0.00 2.00 4.00 6.00 Tw I th 2008 Tw II th 2008 Tw III th 2008 Tw IV th 2008 Tw I th 2009 Tw II th 2009 Triwulan Pe rs en
II. STRUKTUR PDRB JAWA TENGAH MENURUT SEKTOR EKONOMI/LAPANGAN USAHA TAHUN TRIWULAN II TAHUN 2009
perdagangan, hotel dan restoran. Masing-masing sektor tersebut memberikan kontribusi 21,9 persen, 28,6 persen dan 20,2 persen terhadap PDRB. Jika dibandingkan dengan triwulan I tahun 2009, di antara tiga sektor tersebut sektor industri pengolahan triwulan II tahun 2009 mengalami peningkatan dari 28,0 persen menjadi 28,6 persen. Hal ini dikarenakan pada triwulan II tahun 2009 subsektor industri migas diperkirakan mengalami peningkatan produksi untuk beberapa komoditas migas. Jika dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2008, sektor pertanian yang mengalami peningkatan peranan dari 20,6 persen menjadi 21,9 persen, dan sektor perdagangan, hotel dan restoran mengalami peningkatan peranan dari 19,3 persen menjadi 20,2 persen.
Tabel 3.
Struktur PDRB Jawa Tengah Menurut Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha Triwulan I dan II Tahun 2008 – 2009
(Persentase)
2009
Sektor Ekonomi/Lapangan Usaha 2008
Triw I Triw II Triw I Triw II
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pertanian 20,1 20,6 22,2 21,9
2. Pertambangan dan Penggalian 0,9 0,9 1,0 1,0
3. Industri Pengolahan 34,2 33,9 28,0 28,6
4. Listrik dan Air Bersih 1,0 1,0 1,0 1,0
5. Bangunan 5,4 5,5 6,2 6,2
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran 19,5 19,3 20,3 20,2
7. Pengangkutan dan Komunikasi 5,7 5,7 6,4 6,3
8. Keuangan, Real Estate & Jasa Perusahaan 3,4 3,3 3,9 3,8
9. Jasa-jasa 9,8 9,8 11,0 11,00
Produk Domestik Regional Bruto 100,0 100,0 100,0 100,0
Grafik 2.
Distribusi Persentase PDRB Jawa Tengah Triwulan II th 2009
Pertanian
Pertambangan& Penggalian
Industri Pengolahan Listrik dan Air
Bersih Bangunan
Perdagangan, Hotel & Restoran
Jasa-jasa Pengangkutan & Komunikasi Keuangan, Real Estate & Js Perush
III. PDRB MENURUT PENGGUNAAN TRIWULAN II TAHUN 2009
Ditinjau dari sisi penggunaan atau permintaan, PDRB Jawa Tengah dipengaruhi oleh berbagai komponen permintaan, yaitu pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran konsumsi lembaga nirlaba, pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal atau investasi, dan ekspor - impor.
Pengeluaran konsumsi rumah tangga yang merupakan penyumbang terbesar diantara komponen pengeluaran lainnya, secara riil (atas dasar harga konstan 2000) meningkat sebesar 1,5 persen pada triwulan II tahun 2009 dibandingkan dengan triwulan I tahun 2009. Peningkatan pengeluaran konsumsi rumah tangga tersebut terutama terjadi pada komoditas bukan makanan sebesar 2,6 persen. Demikian juga pengeluaran konsumsi rumah tangga atas dasar harga berlaku naik dari Rp 62.198,3 milyar pada triwulan I tahun 2009 menjadi Rp 63.085,5 milyar pada triwulan II tahun 2009 atau naik sebesar 1,4 persen.
Sedangkan untuk pengeluaran konsumsi lembaga nirlaba tumbuh sebesar 0,3 persen pada triwulan II tahun 2009 dibandingkan dengan triwulan I tahun 2009. Demikian juga pengeluaran konsumsi lembaga nirlaba atas dasar harga berlaku naik dari Rp 1.490,4 milyar pada triwulan I tahun 2009 menjadi Rp 1.495,5 milyar pada triwulan II tahun 2009 atau naik sebesar 0,3 persen.
Pengeluaran konsumsi pemerintah pada triwulan II tahun 2009 mengalami peningkatan yang terutama disebabkan oleh kenaikan belanja barang pemerintah. Besarnya pengeluaran konsumsi pemerintah atas dasar harga berlaku naik dari Rp 12.182,0 milyar pada triwulan I tahun 2009 menjadi Rp 13.174,9 milyar pada triwulan II tahun 2009 atau naik sebesar 8,2 persen. Sementara pengeluaran konsumsi pemerintah atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan II tahun 2009 naik sebesar 7,5 persen.
TABEL 4
Nilai dan Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Penggunaan Triwulan I dan Triwulan II Tahun 2009
Atas Dasar Harga Berlaku (Milyar Rupiah) Atas Dasar Harga Konstan 2000 (Milyar Rupiah) Komponen Penggunaan Triw.I 2009 *) Triw. II 2009 *) Triw.I 2009 *) Triw. II 2009 *) Laju Pertumbu han Triw. II thd Triw. I 2009 (persen) Andil Pertumbu han Triw. II thd Triw I 2009 (persen) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Konsumsi Rumah Tangga 62.198,3 63.085,5 27.593,5 28.017,3 1,5 1,0 2. Konsumsi Lembaga Non
Profit 1.490,4 1.495,5 645,2 646,9 0,3 0,0
3. Konsumsi Pemerintah 12.182,1 13.174,9 5.448,3 5.858,0 7,5 0,9 4. Pembentukan Modal Tetap
Bruto 17.862,6 18.302,6 7.636,2 7.726,6 1,2 0,2 5. Perubahan Stok -6.992,3 1.419,5 -187,5 2.938,1 - - 6. Ekspor 43.480,7 43.697.4 20.138,9 20.149,5 0,1 0,0 7. Dikurangi: Impor 37.766,5 46.041,2 17.870,5 21.158,2 18,4 7,6 PDRB 92.455,3 95.134,2 43.404,1 44.178,2 1,8 1,8 *) Angka sementara
Pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan dari Rp 17.862,6 milyar pada triwulan I tahun 2009 menjadi Rp 18.302,6 milyar pada triwulan II tahun 2009 atau naik sebesar 2,5 persen. PMTB atas dasar harga konstan 2000 pada triwulan II tahun 2009 juga mengalami peningkatan sebesar 1,2 persen bila dibandingkan dengan triwulan I tahun 2009. Peningkatan PMTB atas dasar harga konstan 2000 tersebut terutama terjadi pada barang modal berupa bangunan dan alat angkutan.
TABEL 5
LAJU PERTUMBUHAN PDRB MENURUT PENGGUNAAN (Persentase) JENIS PENGGUNAAN Triw II 2009 Terhadap Triw I 2009 Triw II 2009 Terhadap Triw II 2008 Semester I 2009 Terhadap Semester I 2008 (1) (2) (3) (4)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2. Pengeluaran Konsumsi Lembaga Nirlaba 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 5. Ekspor Barang dan Jasa
6. Dikurangi Impor Barang dan Jasa
PDRB 1,5 0,3 7,5 1,2 0,1 18,4 1,8 5,3 10,5 6,8 5,0 -0,7 6,5 4,5 5,1 11,2 7,3 5,2 -5,7 -3,4 4,4
Nilai ekspor atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan dari Rp 43.480,7 milyar pada triwulan I tahun 2009 menjadi Rp 43.697,4 milyar pada triwulan II tahun 2009, atau tumbuh sebesar 0,5 persen. Begitu juga, jika dilihat atas dasar harga konstan mengalami kenaikan sebesar 0,1 persen. Akan tetapi jika dibandingkan dengan triwulan yang sama pada tahun 2008 (y-on-y), ekspor barang-jasa mengalami pertumbuhan negatif sebesar 0,7 persen.
Nilai impor Jawa Tengah atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan dari Rp 37.766,5 milyar pada triwulan I tahun 2009 menjadi Rp 46.041,3 milyar pada triwulan II tahun 2009, atau naik sebesar 21,91 persen. Peningkatan impor tersebut terjadi baik pada impor barang maupun jasa. Sementara itu nilai impor Jawa Tengah atas dasar harga konstan 2000 mengalami peningkatan sebesar 18,4 persen, dari Rp 17.870,5 milyar pada triwulan I tahun 2009 menjadi Rp 21.158,2 milyar pada triwulan II tahun 2009.
TABEL 6
DISTRIBUSI KOMPONEN-KOMPONEN PDRB PENGGUNAAN TRIWULAN I DAN TRIWULAN II TAHUN 2009
(Persentase)
Harga Berlaku Harga Konstan 2000
JENIS PENGGUNAAN
Tr I 2009 Tr II 2009 Tr I 2009 Tr II 2009
(1) (2) (3) (4) (5)
1. Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga 2. Pengeluaran Lembaga Non Profit 3. Pengeluaran Konsumsi Pemerintah 4. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 5. Perubahan Stok
6. Ekspor Barang dan Jasa
7. Dikurangi Impor Barang dan Jasa
PDRB 67,3 1,6 13,2 19,3 - 7,6 47,0 40,8 100,0 66,3 1,6 13,9 19,2 1,5 45,9 48,4 100,0 63,6 1,5 12,5 17,6 - 0,4 46,4 41,2 100,0 63,4 1,5 13,3 17,5 6,6 45,6 47,9 100,0
BADAN PUSAT STATISTIK
PROVINSI JAWA TENGAH
Jl. Menoreh Tengah X / 4 Semarang - 50236 Telp. (024) 86451840 – 2 Fax. (024) 86451844 Homepage : http://www.bps.go.id/~jateng, E-mail : [email protected]
Informasi lebih lanjut hubungi :
Syarifudin Nawie, S.Si, ME
Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Jawa Tengah