Stasiun Meteorologi Kualanamu Jl. Tengku Heran No.119
0813 9797 4910 / (061) 7954 811 0813 9797 4910
IKHTISAR CUACA KNO BULAN
APRIL DAN PROSPEK MEI 2021
#SENJATA OPERASIONAL
NUMERICAL WEATHER PREDICTION
WAKTU TERBIT DAN TERBENAM MATAHARI
DI SUMATERA UTARA BULAN MEI 2021
#ARTIKEL UMUM
FENOMENA BENTUK AWAN
KATA PENGANTAR
TIM REDAKSI❑
PELINDUNG FACHKRURAZI, SP (Kepala Stasiun)❑
PENASEHATEKA YUDIANA, M.AP. (Ka. Subbag Tata Usaha) MEGA SIRAIT, SP
(Koordinator Bidang Data & Informasi) DARUL ANWAR, S.T., M.Si
(Koordinator Bidang Observasi)
❑
PEMIMPIN REDAKSIM. FACHRY, S.Tr.
❑
ANGGOTA REDAKSIANDI SYAFRIZAL, S.Sos
NENSY NINDY TAMBUNAN, S.S.T. ELLYA V. I. MANURUNG, S.Tr OCTO M. PASARIBU, S.Tr YOLANDA M. TONDANG, S.Kom JAMHARI, S.T.
ASTRI P. ARSA, S.Tr
CRISTINE W. SIMANUNGKALIT, S.Tr DEASSY E. D. DOLOK SARIBU, S.Si RAPTAMA SIBURIAN, S.Tr
FITRIANA LUBIS, M.Si
❑
EDITORM. NOVAL RAMBE, S.Kom IMMANUEL J. A. SARAGIH, S.Tr
P
uji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan YME atas berkat dan rahmat-Nya kami Tim Buletin Stasiun Meteorologi Kualanamu dapat menyelesaikan Buletin cuaca ini. Buletin ini dibuat mengingat pentingnya informasi cuaca dalam kehidupan masyarakat sekarang ini, terkhusus yang berkaitan langsung dengan bidang penerbangan. Informasi cuaca pada saat ini sudah tidak dapat dipisahkan lagi dengan bidang penerbangan. Keadaan cuaca sudah menjadi faktor penting dalam menjamin keselamatan penerbangan. Buletin cuaca ini diharapkan dalam membantu semua pihak yang terkait bidang penerbangan untuk lebih dekat dan mengetahui lagi tentang informasi cuaca khusiusnya di Bandara Kualanamu Deli Serdang.Akhir kata, kami tim buletin Stasiun Meteorologi Kualanamu berharap agar buletin ini bermanfaaat bagi kita semua khususnya pengguna jasa penerbangan dalam mendukung keselamatan penerbangan.
Deli Serdang, Mei 2021 Plh. Kepala Stasiun Meteorologi Kualanamu
EKA YUDIANA, M.AP
DAFTAR ISI
LEBARAN TIBA,
MUSIM HUJAN TIBA
IKHTISAR KONDISI CUACA
BULAN MARET 2021 &
PROSPEK APRIL 2021
SENJATA OPERASIONAL:
“NUMERICAL WEATHER
PREDICTION”
KEGIATAN KANTOR
BULAN APRIL 2021
DAFTAR KEJADIAN
BENCANA DI SUMUT
BULAN MARET 2021
WAKTU TERBIT DAN
TERBENAM MATAHARI
BULAN MEI 2021
ARTIKEL:
Oleh : Astri Paramitha Arsa, S.Tr
H
alo sobat BMKG, tidak terasa bulan Ramadhan sudah sebulan kita lalui dan Hari Raya Idul Fitri kini telah menjelang. Kondisi cuaca yang tidak menentu selama sebulan yang lalu menandakan bahwa wilayah Sumatera Utara sedang berada di musim peralihan dari musim kemarau ke musim hujan yang pertama. Lalu sampai kapan musim peralihan ini berlangsung? Kapan wilayah Sumatera Utara mulai memasuki musim hujan? Nah, untuk medapatkan jawabannya yuk kita lihat terlebih dahulu peta angin 3000 feet berikut.“Ketika tangan tak bisa saling menjabat, mata tak pula bisa saling menatap.
Maka melalui pesan singkat ini kami mengucap:
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Minal Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.”
Gambar 1. Peta garis angin/streamline
tanggal 5 Mei 2021
Pada peta garis angin/streamline lapisan 3000 feet (Gambar 1.), terlihat angin yang berhembus di wilayah Sumatera Utara sudah beralih menjadi angin dari arah barat daya. Hal ini menandakan monsun barat daya sudah mulai aktif. Aktifnya monsun barat daya serta posisi matahari yang berada di utara khatulistiwa ini akan mengakibatkan terbentuknya gangguan-gangguan atmosfer penyebab cuaca ekstrem di wilayah utara khatulistiwa sehingga menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah Sumatera Utara.
Berdasarkan hal tersebut, BMKG Kualanamu memperkirakan wilayah Sumatera Utara akan memasuki musim hujan pertama pada bulan Mei.
Berdasarkan peta prakiraan curah hujan bulan Mei 2021 dari Stasiun Klimatologi Deli Serdang (Gambar 2.), potensi curah hujan di wilayah Sumatera Utara pada umumnya berada dalam kategori menengah dan berkisar antara 101 - 300 mm.
Adapun daerah-daerah yang diprakirakan memiliki curah hujan kategori rendah meliputi sebagian kecil wilayah Kabupaten Langkat, Karo, Labuhan Batu Selatan, Samosir, Tapanuli Selatan dan Toba Samosir.
Gambar 2. Peta prakiraan curah hujan Mei
2021 wilayah Sumatera Utara
(sumber: Buletin Prakiraan Mei 2021 Stasiun Klimatologi Deli Serdang)
Oleh karena itu, diharapkan kepada masyarakat Sumatera Utara agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan longsor.
IKHTISAR KONDISI CUACA
BANDAR UDARA KUALANAMU
BULAN APRIL DAN PROSPEK
CUACA BULAN MEI 2021
Oleh : Nensy Nindi Tambunan, S.ST
ANALISIS CUACA MARET 2021
1. KONDISI ANGIN PERMUKAAN
Gambar 1. Windrose (a) dan Diagram Distribusi Kecepatan Angin (b)
di Stasiun Meteorologi Kualanamu bulan April 2021
(a) (b)
D
ata hasil pengamatan angin selama bulan April terlihat pada Gambar Diagram angin (Gambar 1) di atas.Gambar tersebut terdiri dari windrose yang menunjukkan arah dan keceptan angin (kiri) dan grafik kecepatan angin (kanan).
Dari gambar windrose (kiri) tersebut terlihat selama bulan April, arah angin paling banyak bergerak dari awah barat daya dan utara masing-masing sebesar 21% dan 18%. Untuk kecepatan angin (kanan). Kecepatan angin paling tinggi
yang terjadi selama bulan April yaitu berkisar 11-16 Knot dengan persentase sebesar 4%, kecepatan angin rata-rata paling banyak terjadi adalah 1-6 Knot sekitar 62,1% dan Angin Calm terjadi sebesar 6,0%.
2. KONDISI VISIBILITY
Berdasarkan grafik pada Gambar 2 terlihat bahwa jarak pandang mendatar yang terjadi sangat bervariasi mulai dari 0,9 km hingga 10 km.
Jarak pandang mendatar paling rendah terjadi dua kali sebesar 0,9 km. Rata-rata harian jarak pandang mendatar harian yang terjadi selama 30 hari dalam bulan April berkisar 5,1 – 9,4 km.
3. KONDISI TUTUPAN AWAN
Dilihat dari satelit cuaca untuk keadaan tutupan awan selama bulan April 2021 di wilayah Kualanamu, rata-rata jumlah awan berkisar antara FEW hingga BROKEN
dengan tinggi dasar awan 1500 hingga 1800 feet dan rata – rata lama penyinaran matahari sebanyak 5,4 jam. KONDISI TUTUPAN AWAN STAMET KUALANAMU BULAN APRIL 2021
JUMLAH AWAN TINGGI DASAR AWAN LAMA PENYINARAN MATAHARI RATA -RATA FEW
-BROKEN 1500-1800 FEET 5,4 JAM
4. KEADAAN CUACA
Berdasarkan Gambar 4, terlihat pada bulan April terjadi 12 hari hujan dimana terdapat 3 hari dengan curah hujan tertakar Tidak terukur (TTU). Pada dasarian I terjadi 4 hari hujan, dasarian II terjadi 3 hari hujan, dan dasarian III terjadi 5 hari hujan. Curah hujan terukur paling rendah terjadi pada tanggal 26 yaitu sebesar 2,5 mm dan curah hujan paling tinggi terjadi pada tanggal 25 yaitu sebesar 73,3 mm.
Berdasarkan grafik tersebut terlihat pada bulan April hujan hampir merata dari dasarian I, II, dan III, namun nilai curah hujan yang terukur lebih tinggi terjadi pada dasarian III. Selama bulan April, hujan banyak terjadi pada malam hari hingga dini hari.
5. SUHU UDARA PERMUKAAN
Pada bulan April 2021 Suhu udara yang terjadi di wilayah Kualanamu berkisar antara 22,1–34,3 °C. Suhu udara tertinggi terjadi pada tanggal 1 April yaitu sebesar 34,3 °C dan paling rendah terjadi pada tanggal 23 April yaitu sebesar 22,1 °C. Rata-rata suhu udara harian yang terjadi selama bulan April berkisar 25,5-29,4 °C.
Jika dibandingkan dengan bulan Juli, kondisi suhu di wilayah Kualanamu pada bulan April secara umum terlihat lebih tinggi.
Gambar 5. Distribusi suhu udara permukaan periode April 2021
6. TEKANAN UDARA PERMUKAAN
Pada bulan April tahun 2021 kondisi tekanan udara rata-rata harian di Stasiun Kualanamu menunjukkan bahwa rata-rata tekanan udara yang paling tinggi bernilai 1011,8 mb, sedangkan rata-rata tekanana udara harian terendah terjadi pada tanggal 1 April dengan nilai sebesar 1006,7 mb terjadi pada saat siang hari.
Secara umum kondisi tekanan udara pada bulan April terlihat bahwa pada dasarian II dan III nilai tekanan udara sudah semakin meningkat dibandingkan kondisi pada dasarian I.
Gambar 6. Distribusi tekanan udara permukaan periode April 2021
PROSPEK CUACA MEI 2021
Setelah mengetahui kondisi atmosfer dari beberapa parameter pada bulan April 2021, tentunya kita juga ingin mengetahui bagaimana prakiraan cuaca bulan Mei 2021.
Sehingga perlu diperhatikan beberapa parameter yang dapat menentukan kondisi cuaca pada bulan Mei 2021, seperti berikut ini.
MJO (Madden-Julian Oscillation)
Gambar 7.
Prakiraan penjalaran MJO bulan Mei 2021
(sumber :
https://www.cpc.ncep.noaa.gov/products /precip/CWlink/MJO/foregfs.shtml)
MJO adalah gangguan tropis yang merambat ke arah timur sepanjang daerah tropis dengan siklus MJO 30-60 hari yang menyebabkan peningkatan atau penurunan curah hujan pada wilayah tropis utamanya di Samudra Hindia dan Pasifik.
Berdasarkan diagram MJO diatas, untuk bulan Mei (garis hijau) fase MJO berada pada kuadran 1 hingga 3 dimana ketika mencapai kuadran 3, MJO memberikan pengaruh terhadap peningkatan curah hujan di Indonesia khususnya di Indonesia bagian barat termasuk Sumatera Utara.
IOD (Indian Ocean Dipole)
Gambar 8. Prakiraan IOD bulan Mei 2021
(sumber : http://www.bom.gov.au/climate/model-summary/#tabs=Indian-Ocean)
IOD adalah fenomena pergerakan massa udara di wilayah Samudera Hindia yang disebabkan oleh perbedaan anomali suhu permukaan laut antara Smudera Hindia bagian barat (sekitar wilayah Afrika) dan timur (sekitar wilayah Indonesia).
Nah, untuk wilayah Indonesia sendiri IOD aktif jika indeksnya bernilai negatif, yang menandakan pergerakan massa udara menuju wilayah Indonesia sehingga mengakibatkan peningkatan curah hujan.
Dari gambar diatas terlihat bahwa prakiraan IOD pada bulan Mei 2021 berada pada nilai netral, sehingga untuk bulan Mei diprakirakan IOD tidak mendukung dalam peningkatan curah hujan di wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera Utara.
Streamline
Gambar 9. Normal angin 3000 ft (kiri) dan prakiraan angin 3000 ft (kanan)
bulan Mei 2021
Berdasarkan gambar prakiraan angin bulan Mei, diprakirakan masih terjadi peralihan dari Monsun Timur Laut ke Monsun Barat Laut di sekitar wilayah Sumatera Utara. Di bagian pesisir timur, angin dominan bergerak dari arah timur laut hingga timur.
Gangguan tropis diperkirakan terjadi di perairan sebelah Barat Daya Sumatera dan utara Papua. Konvergensi banyak terjadi di wilayah utara Jawa, perairan sebelah selatan Kalimantan hingga Papua bagian selatan.
Kesimpulan
Berdasarkan analisis beberapa parameter cuaca pada bulan April 2021 dan prakiraan beberapa parameter cuaca untuk bulan Mei 2021, maka diambil kesimpulan untuk bulan Mei diprakirakan akan terjadi peningkatan curah hujan di wilayah Sumatera Utara baik di bagian pesisir barat maupun pesisir timur jika dibandingkan dengan bulan April.
Wilayah pesisir barat akan mendapat curah hujan lebih tinggi dibandingkan dengan wilayah pesisir timur yang diakibatkan oleh pengaruh gangguan tropis yang terbentuk di wilayah perairan barat daya Sumatera.
METEOPEDIA
❑ Angin
didefinisikan sebagai massa udara yang bergerak akibat perbedaan tekanan. Angin bergerak dari tekanan tinggi menuju tekanan yang lebih rendah.
❑ Presipitasi
segala bentuk jatuhan hidrometeor yang sampai ke permukaan bumi baik cair (hujan) atau padat (es, salju). Satu milimeter hujan berarti air hujan yang turun di wilayah seluas satu meter persegi akan memiliki ketinggian satu milimeter jika air hujan tidak meresap, mengalir, atau menguap.
Hai Sobat BMKG, bertemu lagi dalam artikel Senjata Operasional, nah kali ini kita akan bahas senjata operasional yang tidak berwujud. Wah maksudnya apa tuh? Maksudnya senjata opersaional ini dalam bentuk aplikasi/software. Senjata operaional ini digunakan untuk pembuatan prakiraan cuaca.
Sebelumnya kita bahas dulu sedikit bagaimana proses pembuatan prakiraan cuaca. Untuk membuat prakiraan cuaca tentunya seorang prakirawan harus memahami tentang atmosfer serta karakteristik cuaca di masing-masing tempat. Sebelum membuat prakiraan cuaca seorang prakirawan harus menganalisis kondisi dan parameter-parameter cuaca, analisis ini dilakukan terhadap fenomena yang sudah terjadi, dimana dari fenomena tersebut kita mencari tahu penyebab dan
peluangnya untuk terjadi kembali. Sehingga sangat diperlukan keahlian untuk menginterpretasikan peta-peta analisis cuaca dan dapat memfilosofikan tingkah laku cuaca berdasarkan kaidah ilmu meteorologi. Analisis cuaca tersebut dilakukan terhadap unsur cuaca seperti tekanan udara, arah dan kecepatan angin, kelembapan dan suhu udara, serta suhu muka laut, termasuk juga analisis data dari penginderaan jauh, seperti citra satelit cuaca atau radar cuaca, dan fenomena-fenomena atmosfer lainnya.
Nah Sobat, sesuai dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, pembuatan prakiraan cuaca juga dibantu dengan teknik pemodelan prediksi cuaca berbasis komputer yakni
Numerical Weather Prediction (NWP)
atau Prediksi Cuaca Numerik.
#Senjata Operasional
Numerical
Weather
Prediction
Prediksi cuaca numerik merupakan basis dari prediksi cuaca yang dilakukan sekarang ini. Prediksi cuaca numerik dilakukan dengan menyelesaikan persamaan-persamaan fisis yang menggambarkan tingkah laku dan kondisi atmosfer. Teknik ini telah diformulasikan pada sekitar awal abad ke-20, dan prediksi numerik pertama kali sukses dilakukan pada tahun 1950, dan saat ini Prediksi Cuaca Numerik merupakan salah satu kebutuhan utama untuk menghasilkan suatu produk prakiraan.
Namun sistem ini juga masih memiliki kelemahan dimana persamaan-persamaan yang digunakan oleh model biasanya tidak benar-benar menggambarkan keadaan atmosfer yang sebenarnya. Ditambah lagi terdapat kekosongan data untuk data
awal karena kita tidak mungkin melakukan observasi cuaca di setiap area baik di atas gunung ataupun lautan. Jika keadaan awal tidak diketahui dengan tepat dan lengkap, maka hasil prediksi juga tidak akan seluruhnya akurat. Namun dengan berbagai kemajuan teknik pada prediksi numerik, kekurangan ini dapat diminimalisasi sebisa mungkin.
Beberapa produk NWP yang sudah banyak dipakai antara lain ECMWF (European Centre for
Medium-Range Weather Forecasts) dari Eropa,
ARPEGE (Action de Recherche Petite
Echelle Grande Echelle) dari Meteo
France, GFS (Global Forecast System) dari NOAA Amerika. Dan saat ini BMKG juga sedang mengembangkan Permodelan Cuaca Numerik Nasional yang disebut InaNWP.
Selanjutnya kita akan lihat bagaimana outpout dari produk NWP. Output produk NWP biasanya di tuangkan dalam bentuk peta, gambar atau chart. Produk NWP juga sangat menarik karena dapat dikemas sedemikian rupa sehingga informatif dan mudah dipahami. Salah satu output NWP yang pada tahun 2019 lalu telah diluncurkan oleh BMKG menjadi suatu sistem informasi prakiraan yaitu BMKG Signature" (BMKG - System for Multi
Generations Weather Model Analysis and Impact Forecast), dimana pada sistem tersebut kita dapat melihat
prediksi dari berbagai macam unsur cuaca, diantaranya hujan, suhu, arah dan kecepatan angin, kelembapan dan cakupan awan. Selain itu sistem ini sudah dilengkapi dengan informasi berbasis dampak untuk sektor kebencanaan. Sistem ini akan mengidentifikasi wilayah mana di Indonesia yang berpotensi terjadi banjir yang diakibatkan oleh hujan lebat, yang nantinya akan menampilkan peta sesuai dengan tingkat ancaman. Tidak hanya prakirawan BMKG, tetapi informasi ini juga bisa diakses oleh publik pada halaman website signature.bmkg.go.id.
Daftar
Kejadian
Bencana
April
2021
Tgl Jenis Bencana Wilayah Keterangan Sumber Berits
07/04/ 2021
Banjir Medan, Sumatera Utara
Hujan deras mengguyur Kota Medan, Sumatera Utara. Akibatnya, ruas jalan di ibu kota Sumatera Utara itu terendam banjir. Hujan mulai mengguyur sekitar pukul 13.30 WIB, Rabu (7/4/2021). Hujan mulai berhenti sekitar pukul 16.30 WIB. Air hujan kemudian menggenangi ruas jalan STM, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor. Terlihat ketinggian air berkisar 30-50 cm. Parit yang berada di sekitar daerah itu pun penuh.
https://news.detik. com/
Tgl Jenis Bencana Wilayah Keterangan Sumber Berits
07/04/
2021 Angin putingbeliung Deli Serdang, Sumatera Utara
Sebanyak 45 unit rumah warga di Dusun I, Desa Amplas, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang rusak parah usai diterjang angin puting beliung, Rabu (7/4/2021). Rata-rata atap rumah warga hingga satu kubah masjid terlepas usai diterjang badai tersebut. "Ada 45 rumah yang berdampak. Saat ini kita masih melakukan gotong royong. Nantinya akan kita bantu perbaiki perlahan dengan bantuan swadaya masyarakat," kata Kepala Desa Amplas, Edu Purwanto, Kamis (8/4/2021). https://sumut.inew s.id/ 23/04/ 2021 Angin puting beliung Serdang Bedagai, Sumatera Utara
Puluhan rumah di 11 desa dalam enam kecamatan di Serdang Bedagai, Sumatera Utara (Sumut) rusak diterjang hujan deras yang disertai angin puting beliung. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (23/4/2021) malam sekira pukul 21.00 WIB. Data sementara, terdapat 59 unit rumah rusak berat dan ringan akibat diterpa angin puting beliung.
https://sumut.inew s.id/
Tgl Jenis Bencana Wilayah Keterangan Sumber Berits
25/04/
2021 Angin puting beliung Tebing Tinggi, Sumatera Utara
Empat rumah di Tebing Tinggi rusak diterjang hujan lebat disertai angin kencang minggu malam (25/4). Keempat rumah yang menjadi korban yakni milik Sofyan lubis, Norma Pane, Ali dan Hendra Satya Lubis. Dampak puting beliung terparah dialami rumah Sopian Lubis (52). Sebagian atap rumahnya berterbangan hingga menimpa rumah warga sekitar. Akibatnya beberapa rumah ikut rusak akibat tertimpa material. Ketika ditemui di lokasi kejadian, pemilik rumah Sopian Lubis mengatakan, pada malam itu hujan deras. Lalu tiba-tiba angin puting beliung berputar-putar di rumahnya. Tak lama kemudian, satu persatu bagian atap rumanya berterbangan.
https://sumut.anta ranews.com/
SERBA SERBI
BMKG KNO
BULAN APRIL 2021
Oleh : Yolanda Mutiara Tondang, S.Kom
VAKSINASI COVID-19 TAHAP II
Pada tanggal 28-30 April 2021 pimpinan, pegawai dan PPNPN Stasiun Meteorologi Kualanamu mengikuti kegiatan vaksinasi Covid-19 Tahap II di Gedung Serbaguna Angkasa Pura II Kualanamu. Kegiatan tersebut merupakan bagian mensukseskan program Vaksinasi Nasional untuk percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional.
Vaksinasi penting untuk menjaga kesehatn diri dan keluarga. Pemerintah menjamin vaksin yang digunakan sesuai dengan standar keamanan dan telah melewati uji klinis yang tepat. Dan setelah divaksin pun kita tetap harus jaga protokol kesehatan yah gaes.
REKONSILIASI DATA INTERNAL BULAN APRIL 2021
Pada hari Selasa-Rabu (06-07 April 2021) Stasiun Meteorologi Kualanamu melakukan kegiatan Rekonsiliasi Data Internal. Kegiatan ini dilakukan setiap 3 bulan sekali sebagai evaluasi dan pengecekan kelengkapan databse di Stasiun Meteorologi Kualanamu.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Stamet Kualanamu, Bpak Fachkrurazi, SP dan diikuti oleh seluruh tim database.
PENCANANGAN PEMBANGUNAN ZONA INTEGRITAS
MENUJU WBBM
Jumat (09/04/2021) Stasiun Meteorologi Kualanamu menggelar kegiatan Pencanangan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM). Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Stasiun Meteorologi Kualanamu diikuti oleh seluruh pimpinan, pegawai dan PPNPN secara fisik dan virtual.
Beberapa agenda kegiatan yang dilaksanakan adalah sosialisasi Pembangunan Zona Integritas menuju WBBM, dilanjutkan dengan Penandatanganan Pakta Integritas dan Deklarasi Komitmen Pembangunan Zona Integritas di Stasiun Meteorologi Kualanamu.
DISEMINASI BULETIN CUACA EDISI APRIL 2021
Selasa tanggal 13 April 2021 Stasiun Meteorologi Kualanamu melaksanakan diseminasi buletin Meteonet-Magz edisi April 2021
Buletin cuaca diberikan kepada kepada user, stakeholder dan komunitas masyarakat di Bandara Kualanamu. Kegiatan rutin bulanan ini merupakan salah satu bentuk sinergi oleh Stasiun Meteorologi Kualanamu untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Selain sebagai sarana informasi kondisi cuaca terkini, buletin Meteonet-Magz ditujukan untuk sarana edukasi masyarakat terkait cuaca dan iklim.
PEMELIRAHANAN PERALATAN
AWOS KATEGORI 1 KUTA CANE
Pada tanggal 07-09 April 2021 Tim Teknisi Stasiun Meteorologi Kualanamu, Reinhard Sinaga, S.Tr dan Rizky Cahyadi, S.Tr melakukan pemeliharaan peralatan AWOS kategori 1 di Kuta Cane.
Adapun agenda kegiatan tersebut adalah pemeliharaan peralatan operasional, pemindahan PC server dan client ke gedung baru.
KALIBRASI PERALATAN PENGAMATAN
DI STASIUN METEOROLOGI KUALANAMU
Pada tanggal 13-16 April 2021 Stasiun Meteorologi Kualanamu mendapat kunjungan dari Tim Rekanan Aerologi dan Tim Kalibrasi BBMKG Wilayah 1 Medan. Kunjungan rutin ini sangat dinanti-nantikan,
karena meremajakan kembali alat-alat pengamatan yang digunakan di Stasiun Meteorologi Kualanamu sehingga data yang dihasilkan terjaga akurasinya.
SEMINAR ONLINE METEONET-DISC #09
Pada hari Kamis tanggal 29 April 2021 Stasiun Meteorologi Kualanamu menyelenggarakan Seminar Online Meteonet-Disc #09 dengan tema “Perkembangan Teknologi Numerical Weather Prediction di Indonesia”. Kegiatan ini diikuti oleh 250 peserta secara Nasional, dari BMKG serta stakeholder dan masyarakat secara nasional melalui ZOOM Meeting dan Live YouTube BMKG Kualanamu.
Kegiatan diawali dengan pengantar dari Keapala Stamet Kualanamu, Fachkrurazi, SP yang memberikan paparan tentang inovasi “ Mercusuar” dan “Sinoptic”. Mercusuar dan Sinoptic merupakan produk Stasiun Meteorologi Kualanamu dalam rangka peningkatan pelayanan dan Pembangunan ZI menuju WBBM.
Kepala Puslitbang BMKG, Dr. Nelly Florida Riama dalam opening speech yang diberi judul “Excellant Research for Excellent Services of BMKG” menyebutkan pentingnya inovasi dilakukan di UPT BMKG unutk peningkatan pelayanan dan kedepannya Puslitbang akan melakukan pendampingan dan pembinaan agar inovasi sesuai dengan sasaran.
Narasumber yang dihadirkan dalam Meteonet-Disc #09 adalah Dr. Nurjanna Joko Trilaksono dari ITB dengan judul paparan “Tantangan dan Prospek Pengembangan Preediksi Cuaca Numerik di Indonesia”. Narasumber kedua adalah Wido Hanggoro, S.Si, M.Kom dari Puslitbang BMKG dengan judul paparan “ Perkembangan NWP di BMKG (Puslitbang BMKG).
RAPAT KOORDINASI TIM InaNWP
Selasa (27/04/2021) Stasiun Meteorologi Kualanamu mengikuti Rapat Koordinasi Tim InaNWP yang diadakan oleh Puslitbang BMKG. Hadir dalam pertemuan tersebut, Kepala Stasiun Meteorologi Kualanamu, Bapak Fachkrurazi, SP didampingi Kasubbag Tata Usaha, Koord Bidang Datin, Koord Bidang Observasi, dan Tim Meteorologist Stasiun Meteorologi Kualanamu.
Dalam rapat koordinasi tersebut, Stasiun Meteorologi Kualanamu diberikan kesempatan untuk menyampaikan Pemanfaatan InaNWP untuk Operasional NWP.
Mewakili Tim, Project Leader, Sdra. Immanuel Jhonson A. Saragih, S.Tr menyampaikan "Grand Design MERCUSUAR dan SINOPTIC" sebagai inovasi dalam rangka peningkatan pelayanan dan Pembangunan Zona Integritas Menuju WBBM di Stasiun Meteorologi Kualanamu.Kepala Stasiun Meteorologi Kualanamu juga menyampaikan apresiasi serta permohonan asistensi oleh Puslitbang BMKG, khususnya kepada Tim InaNWP dalam pengembangan MERCUSUAR dan SINOPTIC di Stasiun Meteorologi Kualanamu.
Sunset Sunrise
Mei 2021
Sunset Sunrise
Mei 2021
Sunset Sunrise
Mei 2021
Sunset Sunrise
Mei 2021
Sunset Sunrise
Mei 2021
Sunset Sunrise
Mei 2021
Fenomena
Bentuk
Awan
Oleh : Octo Mario Pasaribu, S.Tr
Secara ensiklopedis, dikutip dari buku Mikrofisika Awan Dan Hujan,
“Awan adalah kumpulan butiran air dan kristal es yang sangat kecil atau campuran keduanya dengan konsentrasi berorde 100 per centimeter kubik dan mempunyai radius sekitar 10 mikrometer. Awan terbentuk jika volume udara lembap mengalami pendinginan sampai di bawah temperatur titik embunnya. Dalam lapisan atmosfer di atas benua maritim Indonesia, pendinginan sangat sering disebabkan oleh ekspansi adiabatik udara yang naik melalui konveksi, orografi dan konvergensi. Jenis awan yang terbentuk disebut awan konvektif, awan orografik dan awan konvergensi. Pendinginan dapat juga disebabkan oleh proses radiatif atau percampuran udara yang berbeda temperatur dan kelembapannya.” (Bayong Tjasyono, 2007)
Jika diperhatikan sekilas, awan satu dengan yang lainnya memang terlihat sama. Padahal, ada banyak jenis-jenis awan dan pada setiap jenisnya mempunyai ciri yang berbeda pula. Berdasarkan ketinggiannya, jenis dan bentuk awan secara umum dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama yaitu: 1. Awan tinggi (Cirrus, Cirrostratus,
Cirrocumulus) memiliki ketinggian lebih dari 20.000 mdpl
2. Awan sedang (Altostratus, Altocumulus, Nimbostratus) memiliki ketinggian antara 6500 – 20000 mdpl dan
3. Awan rendah (Cumulus, Stratus, Stratocumulus, Cumulonimbus) memiliki ketinggian kurang dari 6500 mdpl.
Dari ketiga kelompok tersebut, awan juga mempunyai bentuk yang beragam. Awan sering menunjukkan keindahannya dengan berbagai bentuk-bentuk yang jarang terlihat. Perubahan bentuk awan ini sering menyerupai benda, hewan bahkan gelombang Tsunami.
Berikut dirangkum fenomena beberapa bentuk awan unik yang pernah terlihat di Indonesia serta penjelasannya:
awan yang sepintas terlihat seperti kapal selam itu cukup unik. Menurutnya, awan cumulus itu hanya kebetulan saja menyerupai kapal selam.
Awan berbentuk kapal selam
Awan yang muncul saat sunrise di Bali tersebut merupakan awan jenis Cumulus. Menurut Kepala Bidang Data dan Informasi Balai Besar BMKG Wilayah III Denpasar, Iman Faturahman mengatakan
Awan berbentuk gelombang
tsunami
Bentuk awan yang terlihat seperti gelombang tsunami di Meulaboh, Aceh, merupakan fenomena yang lazim terjadi dan tidak berpotensi menimbulkan gempa atau tsunami. Menurut Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto mengatakan “secara ilmiah dalam dunia meteorologi, fenomena awan tersebut dinamakan dengan awan arcus. Fitur awan arcus dapat ditemukan di antara jenis awan Cumulonimbus dan Cumulus”.
Fenomena awan arcus terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer di sepanjang pertemuan massa udara yang lebih dingin dengan massa udara yang lebih hangat serta lembab, sehingga membentuk tipe awan yang memiliki pola pembentukan horizontal memanjang. Fenomena awan ini juga bisa memicu terjadinya angin kencang serta hujan lebat di sekitar pertumbuhan awan.
. Nama “mammatus” berasal dari bahasa latin, “mamma” yang diterjemahkan menjadi "puting" atau "payudara".
Awan mammatus terjadi ketika udara dari lapisan awan turun ke udara jernih di bawah dan menguapnya tetesan awan mendinginkan udara dan membuatnya turun lebih cepat. Beberapa awan ikut terseret ke bawah sehingga membentuk sebuah kantong. Awan ini terbentuk dari dasar awan cumulonimbus. Jenis awan ini muncul saat terjadi perkembangan awan cumulonimbus. Awan cumulonimbus merupakan jenis awan yang dapat menyebabkan hujan lebat dan kejadian cuaca ekstrim. Adapun bentuk awan mammatus dapat bervariasi, bisa lonjong, bulat bahkan bentuknya acak bergantung pada friksi angin atau bisa juga disebut pola turbulensi kecil yang terjadi di bawah awan cumulonimbus.
Awan berbentuk gumpalan
Awan berbentuk gumpalan yang terlihat di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan tersebut adalah Awan Mammatus
Awan ini terbentuk akibat adanya gelombang gunung atau angin lapisan atas permukaan gunung yang cukup kuat. Gelombang yang terjadi di satu sisi kemudian membentur dinding pegunungan sehingga menimbulkan turbulensi di sisi gunung lainnya dan membentuk awan-awan bertingkat yang berputar seperti lensa.
Awan berbentuk UFO
Di beberapa gunung di Indonesia dapat terlihat fenomena awan yang unik yang menyerupai UFO. Seperti yang pernah terjadi dan terlihat di Gunung Arjuno, Malang, Jawa Timur. Awan ini disebut Awan Lenticularis. Awan-awan ini mengindikasikan adanya turbulensi atau putaran angin secara vertikal yang cukup kuat di sekitaran gunung, sehingga kemunculan awan ini juga berbahaya bagi penerbangan rendah seperti helikopter di sekitar awan.