1 BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting bagi perkembangan individu, terutama bagi pembangunan bangsa dan negara. Kemajuan suatu Pendidikan tergantung kepada cara mengenali, menghargai, dan memanfaatkan sumber daya manusia dan hal ini berkaitan dengan kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa. Dengan adanya kemajuan zaman siswa dituntut berfikir kreatif. Demikian juga di sekolah, siswa ditanamkan berfikir kreatif melalui proses pembelajaran sehari-hari, sehingga diharapkan ketika terjun ke masyarakat siswa dapat barsaing dalam perkembangan zaman.
Setiap individu pada hakikatnya memiliki kreativitas dan dapat dikembangkan. Pengembangan kreativitas individu perlu dikembangkan sejak dini, sebagaimana yang di ungkapkan oleh Utami Munandar (2009: 31) ada empat alasan mengapa kreativitas sangat perlu dipupuk sejak dini, antara lain: Pertama, karena dengan berkreasi orang dapat mewujudkan (mengaktualisasi) dirinya. Kreativitas merupakan manivestasi dari diri individu yang berfungsi sepenuhnya. Kedua, kreativitas atau berfikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat berbagai penyelesaian dari sebuah masalah, merupakan bentuk pemikiran yang sampai saat ini kurang mendapatkan perhatian dalam dunia pendidikan (Guilfrod dalam Utami Munandar, 2009:31). Di sekolah perlu dilatih yaitu penerimaan pengetahuan, ingatan,dan penalaran. Ketiga, bersibuk diri dengan kreatif bukan hanya akan bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan, namun juga memberi kepuasan kepada individu. Keempat, dengan kreativitas memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam era pembangunan ini dibutuhkan pemikiran pemikiran baru,penemuan penemuan baru, dan teknologi baru. Untuk mencapai hal tersebuat perlu dipupuk dengan sikap, pemikiran, dan perilaku kreatif sejak dini.
Pengembangkan kreativitas siswa diperlukan peranan seorang guru sebagai seorang pendidik. Dalam kondisi lingkungan belajar yang kondusif sangat diperlukan, hal ini dapat mewujudkan dengan perencanaan dan pelaksanaan proses pembelajaran yang efektif. Di era globalisasi guru seharusnya membekali siswa dengan kreativitas agar dapat menemukan strategi yang tepat untuk menghadapi masalah masalah dalam kehidupan.Oleh karena itu, guru seharusnya memiliki kreativitas dalam menciptakan suasana lingkungan kelas yang dapat merangsang kreatifitas siswa untuk belajar kreatif sehingga akan mencapai tujuan yang diharapkan.
Ilmu Pengetahuan Alam merupakan suatu cabang ilmu pengetahuan yang mampu memahami suatu perkembangan zaman melalui pola pikir yang secara rasional dan alamiah dimana kemampuan yang dimiliki oleh setiap individu yang berbeda beda dalam berfikir secara kritis, aktif, dan kreatif. Menurut Utami Munandar (2009:70) terdapat empat aspek untuk mengukur kemampuan berfikir kreatif, antara lain kelacaran (fluency), kelenturan (flexibilitas), orisinalitas (orisinality), dan elaborasi (elaboration).Keempat aspek tersebut dapat digunakan dalam mengukur kreativitas siswa. Adapun ciri-ciri kreativitas yang dimiliki seseorang, menurut Utami Munandar (2009: 71) terdapat sepuluh ciri-ciri kreativitas , antara lain rasa ingin tahu yang luas ,sering mengajukan pertanyaan yang baik,memberikan banyak gagasan atau usul terhadap suatu masalah , bebas dalam menyatakan pendapat, mempunyai rasa keindahan yang dalam,menanjol dalam salah satu bidang seni, mampu melihat masalah dari berbagai sudut pandang, mempunyai rasa humor yang luas, memiliki daya imajinasi, dan orisinal dalam ungkapan gagasan dan dalam pemecahan masalah. Kesepuluh ciri tersebut dapat digali dan dikembangkan melalui pembelajaran disekolah cantohnya pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang merupakan penkumpulan pengetahuan yang tidak hanya produk saja tetapi juga mencakup pengetahuan seperti keterampilan dalam hal melaksanakan penyelidikan ilmiah atau proses serta sikap. Proses ilmiah yang dimaksud misalnya melalui pengamatan, eksperimen dan analisis yang bersifat rasional. sedangkan sikap ilmiah misalnya
objektif dan jujur dalam mengumpulkan data yang diperoleh penemuan-penemuan atau prodak yang berupa fakta, konsep, prinsip, dan teori (Sulistyanto, 2008:7).
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan guru dan siswa di kelas V SD Negeri Klero 02 terdapat beberapa persoalan berkaitan dengan pelaksanaan dalam pembelajaran IPA, antara lain rasa ingin tahu siswa tergolong masih begitu kurang hal ini dibuktikan saat guru menjelaskan terdapat beberapa siswa yang tidak memperhatikan guru dan sibuk berbicara dengan temannya sendiri, ketika ada materi yang belum dipahami siswa, mengakibatkan siswa saat diberi tugas dengan materi yang telah diajarkan terdapat siswa yang kesusahan untuk menjawab. Selain itu, siswa belum bisa memberikan banyak gagasan terhadap suatu masalah, hal ini terlihat dari ketika guru mengajukan pertanyaan,siswa tidak dapat memberikan gagasan tentang masalah yang diberikan oleh guru. Hal tersebut juga mengungkapkan bahwa daya orisinalitas siswa masih rendah, karena siswa belum bisa menghasilkan sesuatu yang baru sesuai dengan hasil pemikirannya. Rendahnya aspek kreativitas dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas V SD Negeri Klero 02 ini disebabkan oleh pembelajaran yang terpusat pada guru.Selain itu metode pembelajaran yang digunakan guru kurang variatif. Ada beberapa cara yang dapat meningkatkan kreatifitas siswa ,salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru dalam proses pembelajaran yaitu dengan menggunakan metode Mind Mapping,. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Petra Suci Indayani pada tahun 2013 yang berjudul upaya peningkatan kreativitas dan hasil belajar IPA materi energi dan perubahannya melalui pembelajaran Mind Mapping, siswa kelas IV SD Negeri Tambakboyo 02. Disimpulkan ada peningkatan kreativitas siswa yang sangat baik oleh karena itu pembelajaran Mind Mapping mengembangkan potensi kerja otak kiri dengan otak kanan,selain itu Mind Mapping bertujuan untuk membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu memperkuat ingatan tentang informasi yang telah dipelajari. Penggunaan Mind Mapping juga memiliki kelebihan .
Berdasarkan latar belakang masalah melakukan penelitian dengan judul “Penerapan Pembelajaran Mind Mapping untuk meningkatkan Kreativitas Siswa
kelas V SD Negeri Klero 02 kecamatan Tengaran kababupaten Semarang Semester II Tahun Ajaran 2017/2018”
1.2 Identifikasi masalah
Berdasarkan hasil wawancara dengan guru dan pengamatan peserta didik pada proses pembelajaran dikelas, maka penulis dapat mengidentifikasi masalah sebagai berikut:
1. Kurangnya kreativitas dalam kegiatan pembelajaran anatara lain:
a. Rasa ingin tahu siswa masih tergolong rendah, terutama dalam pembelajaran IPA.
b. Siswa belum dapat memberikan berbagai macam gagasan terhadap masalah yang diberikan oleh guru.
c. Daya imajinasi siswa rendah.
d. Penggunaan metode pembelajaran yang kurang menciptakan kreativitas siswa, dibutuhkan metode pembelajaran yang dapat merangsang kreativitas siswa, seperti metode Mind Mapping.
2. Metode pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran IPA kurang variatif.
3. Kurangnya antusias siswa dalam proses pemelajarannya. 4. Tidak ada kesadaran siswa untuk serius belajar IPA.
5. Siswa kesulitan untuk mengingat materi yang begitu banyak.
6. Siswa terlihat bermain sendiri dan kurang memperhatikan pelajaran.
7. Tidak adanya umpan balik antara guru dengan siswa sehingga proses pembalajaran menjadi pasif
8. Guru lebih aktif di bandingkan siswanya 9. Karakteristik siswa yang berbeda beda. 1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah di uraikan maka rumusan masalahnya dalam penelitian ini apakah penggunan metode pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan kreativitas siswa pada mata pelajaran IPA pada materi pesawat
sederhana pada kelas V SD Negeri Klero 02 kecamatan Tengaran kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2017/2018 ?
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kreativitas siswa dalam pembelajaran IPA melalui penerapan metode Mind Mapping pada kelasV SD Negeri Klero 02 kecamatan Tengaran kabupaten Semarang Tahun Ajaran 2017/2018.
1.5 Manfaat penelitian
Adapun manfaat yang diharapkan dari penelitian adalah: a) Manfaat teoritis
Hasil penelitian dapat digunakan sebagai acuan, referensi ataupun rujukan bagi peneliti yang akan datang dalam menggunakan dasar implementasi di SD untuk meningkatkan kreativitas siswa dengan menggunakan metode Mind Mapping di SD.
b) Manfaat praktis 1. Bagi siswa
- Menumbuhkan kreativitas siswa saat proses pembelajaran
- Mempermudah peserta didik untuk mengingat materi pelajaran, karena mind mapping sangatlah baik digunakan disekolah terutama dalam pembelajaran dikelas tinggi. Hal ini dikarenakan Mind Mapping memperbolehkan siswa untuk menuangkan idenya mengenai satu topik tulisan. Siswa menuliskan beberapa kata kunci dan beberapa simbol gambar sebelum kegiatan menulis dimulai. Hasil dari mind mapping akan lebih baik ketika berdiskusi secara bersama-sama karena dengan cara berdiskusi siswa dapat memperoleh ide yang banyak sehingga dapat merangsang kreativitas siswa.
2. Bagi guru
- Memperkaya metode pembelajaran guru dikelas agar dapat meningkatkan kraetivitas.
3. Bagi sekolah
Meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah untuk peningkatan kreativitas peseta didik dengan metode pembelajaran Mind Mapping.