i
PENGARUH INTELLECTUAL CAPITAL TERHADAP
KINERJA KEUANGAN DAN KINERJA PASAR
Oleh :
CHRISTANTO PRIYATNO NIM : 232011006
KERTAS KERJA
Diajukan kepada Fakultas Ekonomika dan Bisnis Guna Memenuhi Sebagian dari
Persyaratan – persyaratan untuk Mencapai Gelar Sarjana Ekonomi
FAKULTAS : EKONOMIKA DAN BISNIS PROGRAM STUDI : AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2016
vii MOTTO
“Pantang menyerah dan selalu berdoa dalam melakukan segala sesuatu”
“Apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya”
(Matius 21:22)
“Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 2:6)
“Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia”
(Roma 8:28)
“Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya”
viii Kata Pengantar
Intellectual capital adalah ukuran untuk melihat modal intelek yang dimiliki oleh sebuah perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Intellectual capital terhadap kinerja keuangan dan kinerja pasar. Objek pada penelitian ini adalah perusahaan perdagangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2013-2014. Penyusunan skripsi ini digunakan untuk memperoleh gelar sarjana atau jenjang strata I Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana. Penulis menyadari masih terdapat kekurangan dalam skripsi ini, oleh karenanya penulis mengharapkan kritik dan saran guna perbaikan penulisan dimasa yang akan datang dari pembaca. Akhir kata, penulis mengucapkan terimakasih, serta penulis berharap skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi peneliti selanjutnya dan juga pada pihak yang memnbutuhkan.
ix UCAPAN TERIMAKASIH
Segala puji syukur kepada Tuhan Yesus Kristus yang telah memberikan anugerah dan rahmat-Nya yang luar biasa kepada penulis mulai dari awal sampai akgir kuliah dan dalam pembuatan kertas kerja ini, sehingga penulis dapat menyelesaikan kuliah dan kertas kerja ini dengan baik. Penyusunan kertas kerja ini digunakan sebagai salah satu syarat untuk meraih gelar Sarjana Ekonomi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.
Penulis juga mengucapkan termakasih kepada seluruh pihak-pihak terkait yang telah membantu dan mendukung penulisbaik secara langsung maupun tidak langsung selama perkuliahan dan sampai akhirnya kertas kerja ini boleh selesai dengan baik. Untuk itu, penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Papa dan Mama yang telah memberikan kasih sayang, motivasi, dukunngan doa, dan telah bersusah payah dalam membiayai seluruh studi penulis dari TK, SD, SMP, SMA, hingga S1.
2. Ibu Like Soegiono, SE., M. Si selaku pembimbing I dan Bapak Hans Hananto Andreas SE., M. Si selaku pembimbing II yang telah memberikan waktu, tenaga, dan pikiran dalam membimbing penulis menyelesaikan kertas kerja ini. Terimkasih atas ide-ide, saran dan kritik yang membangun selama ini. Suatu kebanggaan bagi saya pernah dibimbing oleh Ibu dan Bapak.
3. Ibu Elisabeth Penti Kurniawati, SE., M. Ak selaku Wali Studi saya selama kuliah di FEB UKSW.
4. Seluruh dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang telah membagikan pengetahuan dan pengalaman yang sangat berharga demi kemajuan dan perkembangan akademik penulis
5. Staf Tata Usaha (TU) Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang telah membantu penulis selama kuliah di FEB UKSW.
6. Keluarga kos Turen 2 No 1 yang telah menjadi bagian dari keluarga kecil bagi penulis di Salatiga.
x
7. Sahabat-sahabat terbaik penulis selama menjalani studi di Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kristern Satya Wacana: Simeon, Ardian, Yonathan , Surya , Valentino , Yulius, Kornelius, Erik, Jati, Yudi, Evan, Yosua serta rekan seperjuangan seluruh angkatan 2011 Fakultas Ekonomika dan Bisnis yang tidak dapat disebutkan satu per satu.
xi DAFTAR ISI
Halaman Judul ... i
Halaman Persetujuan Skripsi ... v
Motto ... vii
Kata Pengantar ... viii
Ucapan Terima Kasih ... ix
Daftar Isi... xi
Daftar Lampiran ... xiii
Abstract ... xiv
Saripati ... xv
Pendahuluan ... 1
Tinjauan Teoritis & Perumusan Hipotesis ... 4
Teori Resource Base ... 4
Intellectual Capital ... 5
Kinerja Keuangan ... 6
Kinerja Pasar ... 6
Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan ... 7
Pengaruh Intelllectual Capital Terhadap Kinerja Pasar ... 8
Metode Penelitian... 9
Populasi Dan Sampel ... 9
Jenis Dan Sumber Data ... 9
Definisi Operasional Variabel ... 10
Teknik Analisis ... 10
xii
Hasil Dan Pembahasan ... 14
Pengambilan Sampel Penelitian ... 14
Statisitk Deskriptif ... 14
Pengujian Asumsi Klasik ... 15
Analisis ... 20
Pengujian Hipotesis IC Dan ROE ... 20
Pengujian Hipotesis IC Dan Tobin’s Q ... 21
Pembahasan ... 22
Intellectual Capital Terhadap ROE ... 22
Intelelctual Capital Terhadap Tobin’s Q ... 22
Penutup ... 23 Kesimpulan ... 23 Implikasi ... 23 Keterbatasan ... 23 Saran ... 24 Kerangka Penelitian ... 25 Daftar Pustaka ... 26 Lampiran ... 30
xiii DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Sampel Data dan Nama Perusahaan ... 30
Lampiran 2. Hasil Uji Statistik Deskritif ... 31
Lampiran 3. Hasil Uji Asumsi Klasik ROE ... 32
Lampiran 4. Hasil Uji Asumsi Klasik Tobin’s Q Sebelum Transformasi ... 34
Lampiran 5. Hasil Uji Asumsi Klasik Tobin’s Q Setelah Transformasi ... 36
Lampiran 6. Hasil Uji Hipotesis ROE ... 38
xiv Abstract
This study aimed to analyze the effect of Intellectual Capital on the performance of companies in a trading company listed on the Indonesia Stock Exchange in the period 2013-2014. This study examines whether there is influence of Intellectual Capital (IC) on the performance of companies in which the IC is measured by VAIC ™ (Value Added Intelelctual Capital), while the performance of the company are divided into financial performance as measured by Retrun On Equity (ROE) and market performance as measured by Tobin's Q. the samples in this study using purposive sampling and obtained 31 samples. While testing the hypothesis to test the effect of Intellectual Capital (IC) on the performance of the company, namely financial performance and market performance using simple linear analysis methods. These results indicate that the Intellectual Capital (IC) positive effect on financial performance. As for the effect of Intellectual Capital (IC) on the performance of the market has no effect or a negative effect.
Keywords : Intellectual Capital (IC), Value Added Intellectual Capital (VAIC ™), Returtn On Equity (ROE), Tobin's Q, the Company's Performance
xv Saripati
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Intellectual Capital terhadap kinerja perusahaan pada perusahaan perdagangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode 2013-2014. Penelitian ini menguji apakah ada pengaruh Intellectual Capital (IC) terhadap kinerja perusahaan dimana IC diukur dengan VAIC™ (Value Added Intelelctual Capital), sementara kinerja perusahaan yang dibagi menjadi kinerja keuangan yang diukur dengan Retrun On Equity (ROE) dan kinerja pasar yang diukur dengan Tobin’s Q. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling dan memperoleh 31 sampel. Sedangkan pengujian hipotesis untuk menguji pengaruh Intellectual Capital (IC) terhadap kinerja perusahaan, yaitu kinerja keuangan dan kinerja pasar menggunakan metoda analisis linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Intellectual Capital (IC) berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan. Sedangkan untuk pengaruh Intellectual Capital (IC) terhadap kinerja pasar tidak berpengaruh atau berpengaruh negatif.
Kata kunci : Intellectual Capital (IC), Value Added Intellectual Capital (VAIC™), Returtn On Equity (ROE), Tobin’s Q, Kinerja Perusahaan
1 PENDAHULUAN
Pengaruh persaingan bisnis digambarkan dengan cara sebuah perusahaan memanfaatkan modal semaksimal mungkin sehingga perusahaan mampu mempertahankan bisnisnya. Modal merupakan faktor yang penting untuk membangun, mengembangkan, dan mempertahankan berdirinnya sebuah perusahaan. Sehingga dapat mengantisipasi apabila ada kerugian dari perusahaan. Perkembangan bisnis yang pesat dan didorong oleh terbukanya peluang pasar, bisnis perdagangan terbagi dalam berbagai jenis yang beragam berdasarkan klasifikasinya menurut bentuk, ukuran dan tingkat modernitasnya. Penelitian IC menjadi sebuah tantangan yang patut dikembangkan. Oleh karena itu beberapa pemulis menyarankan untuk tidak membentuk sistem manajemen dan pelaporan yang akan meningkatkan kurang relevasian sistem karena sistem tersebut tidak dapat menyediakan eksekutif (direksi) informasi yang esensial untuk proses pengelolahan berdasarkan pengetahuan dan sumber tak berwujud (Bornemann dan Leitner 2002).
Intellectual Capital (IC) merupakan sumber daya tidak berwujud (intangible resource) yang mempunyai peran penting dalam sebuah perusahaan dan memberikan nilai tambah pada perusahaan dalam usaha untuk mempertahankan kelangsungan hidup suatu perusahaan. Tujuan dari intellectual capital adalah untuk meningkatkan kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan dapat dilihat dari harga yang dibayar oleh investor atas sahamnya. Penghargaan yang lebih atas suatu perusahaan dari para investor ini diyakini disebabkan oleh adanya intellectual capital yang dimiliki perusahaan (Chen et al., 2005). Selain itu jika modal intelektual merupakan sumber daya yang terukur untuk peningkatan keunggulan kompetitif, maka modal intelektual akan memberikan konstribusi terhadap kinerja perusahan (Abdolmohamadi 2005).
Di Indonesia intellectual capital mulai berkembang setelah munculnya PSAK No. 19 (revisi 2000) tentang aktiva tidak berwujud. Menurut PSAK No. 19, aktiva tidak berwujud adalah aktiva non-moneter yang dapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik serta dimiliki untuk digunakan dalam menghasilkan atau menyerahkan barang atau jasa, disewakan kepihak lainnya, atau untuk tujuan
2
administratif (IAI 2002). intellectual capital dapat dipandang sebagai pengetahuan, dalam pembentukan, kekayaan intellectual dan pengalaman yang dapat digunakan untuk menciptakan kekayaan (Stewart 1997). Menurut (Bontis et al., 2000) intellectual capital dikelompokan dalam tiga kategori, yaitu human capital, structural capital dan customer capital. Pentingnya Intellectual Capital dalam sebuah perusahaan adalah untuk mengetahui kekayaan intelek dalam sebuah perusahaan seperti struktur perusahaan, rutinitas dan aktivitas perusahaan, strategi perusahaan dalam menghasilkan sebuah laba, dan kekreatifan manajemen dalam mengelola sumber daya karyawan sehingga perusahaan bisa mendapatkan produk yang lebih maksimal. Perusahaan perdagangan juga lebih banyak menyerap tenaga kerja. Maka dari itu Intellectual Capital sangat penting bagi perusahaan.
Penelitian sebelumnya oleh Dwipayani (2014) yang meneliti pengaruh IC terhadap profitabilitas dan kinerja pasar dengan sampel perusahaan perdagangan dan jasa menemukan bahwa Intellectual Capital (IC) yaitu Structural Capital Efficiency (SCE) dan Capital Employed Efficiency (CEE) berpengaruh signifikan positif terhadap Return On Assets (ROA). Sementara itu kinerja pasar yang diproksikan dengan Market to Book Value (MtBV) menunjukkan bahwa Intellectual Capital (IC) yaitu Human Capital Efficiency (HCE) berpengaruh signifikan positif terhadap Market to Book Value (MtBV). Penelitian ini menggunakan sampel perusahaan perdagangan seperti penelitian Dwipayani (2014). Selain itu serta seiring dengan meningkatnya tuntutan jaman yang kini lebih dikendalikan oleh teknologi dan pengetahuan keberhasilan suatu perusahaan tidak lagi dinilai dari seberapa banyak perusahaan mampu menjual produknya, namun lebih ditentukan oleh kemampuan perusahaan dalam memproduksi dan menyediakan produk atau jasa yang dapat dijual (Mulyadi 2001). Menurut (Firer dan Williams 2003) telah membuktikan bahwa intellectual capital (VAIC) mempunyai pengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Penelitian Rambe (2012) menemukan hasil intellectual capital memiiki pengaruh positif terhadap kinerja keuangan perusahaan yang diwakili ROE. Penelitian Gozali dan Hatane (2014) menemukan hasil bahwa intellectual capital berpengaruh positif dan
3
signifikan baik terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan proxi ROE dan Tobins’Q.
Pengukuran intellectual capital menggunakan Value Added Intellectual Coefficient (VAIC™) yang dikembangkan oleh Pulic (1998). Sampel penelitian ini adalah perusahaan perdagangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2013-2014. Kinerja perusahaan yaitu kinerja keuangan akan diukur dengan rasio keuangan ROE sedangkan kinerja pasar akan diukur menggunakan rasio Tobin’s Q. Perbedaan dari penelitian sebelumnya adalah pada pemilihan populasi yang diambil dari perusahaan perdagangan yang terdaftar di BEI dan dari pengukuran kinerja perusahaan menggunakan rasio keuangan ROE dan rasio Tobins’Q. Persoalan penelitian yang diangkat dalam penelitian ini adalah apakah terdapat pengaruh VAIC™ (Value Added Intellectual Capital) terhadap kinerja keuangan dan kinerja pasar.
Adapun perbedaan dari penelitian ini dengan penelitina sebelumnya. Pertama penelitian menguji Value Added Intellectual Capital (VAIC™) terhadap kinerja keuangan yang diprosikan dengan Return On Equity (ROE) dan kinerja pasar yang diprosikan dengan Tobin’s Q. Kedua perusahaan yang dipilih sebagai sampeladalah perusahaan disketor perdagangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2012 sampai tahun 2013.
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Intellectual Capital yang diprosikan dengan VAIC™ (Value Added Intellectual Capital) terhadap kinerja perusahaan. Penelitian ini bermanfaat bagi para manajer untuk lebih mengendalikan dan mementingkan aset tidak berwujud (intangible asset), sehingga apabila para manajer bisa meningkatkan intellectual capital sebuah perusahaan dan mengelola intellectual capital dengan baik maka bisa meningkatkan kinerja dan nilai perusahaan. Penelitian ini juga bermanfaat bagi para pembaca untuk mengetahui betapa pentingnya aset tidak berwujud bagi sebuah perusahaan.
4 TINJAUAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
Teori Resourece Base
Teori resource base membahas mengenai sumber daya yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dan bagaimana perusahaan tersebut mengolah sumber daya yang dimilikinya. Resource base merupakan sumber daya yang heterogen dan tidak dapat ditransfer antar perusahaan tanpa biaya, sehingga sumber daya perusahaan akan berbeda sepanjang waktu (Sangakala 2006). Menurut Wernerfelt (1984) keberadaan sumber daya suatu perusahaan merupakan pemicu dibalik keunggulan dalam bersaing dan kinerja sebuah perusahaan, karena sumber daya dapat menentukan keunggulan yang kompetitif sebuah perusahaan apabila perusahaan tersebut memiliki kemampuan dalam mengolah dan mempertahankan sumber daya tersebut.
Menurut Juwita (2007) perusahaan adalah sebagai kumpulan sumber daya dan kemampuan. Sumber daya dianggap sebagai peran penting bagi perusahaan untuk melaksanakan kegiatan perusahaan. Apabila sebuah perusahaan tidak memperhatikan sumber dayanya maka kinerja perusahaan akan menurun. Sumber daya yang dimaksud dalam hal ini adalah intellectual capital yang terdiri dari human capital, structural capital dan customer capital. Apabila intellectual capital dapat dikelola dengan baik maka dapat menciptakan keunggulan kompetitif bagi perusahaan yang nantinya dapat menciptakan value added yang berguna untuk perusahaan sehingga dapat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan tersebut Putri (2013). Menurut Barney (1991) sumber daya sebuah organisasi yang sangat berharga, langka, susah ditiru dan tidak ada penggantinya adalah sumber utama keunggulan kompetitif yang berkelanjutan untuk kinerja perusahaan dan juga kriteria yang baik untuk mencapai keungguan yang kompetitif adalah valuable atau berharga, rare atau langka, imperfectly imitable atau susah ditiru dan non – suitable atau tidak ada barang pengganti.
Maka dengan demikian value, rare, impererfectly imitable dan non – suitable dapat memenuhi intellectual capital. Barney (1991) perusahaan dapat menciptakan suatu nilai yang tidak mudah ditiru oleh perusahaan lain dan tidak ada penggantinya.
5 Intellectual Capital
Pentingnya intellectual capital terhadap kinerja perusahaan dapat diukur dengan metoda pengukuran yang telah dikembangkan, oleh Pulic (1998) yaitu metoda Value Added Intellectual Coefficient (VAIC™). Apabila suatu perusahaan memiliki nilai VAIC™ yang tinggi, maka perusahaan tersebut dapat menunjukan bahwa perusahaan dapat mengombinasikan sumber daya yang dimiliki, seperti dana–dana keuangan, human capital, structural capital dan customer capital perkembangan ekonomi baru dikendalikan oleh inforamsi dan ilmu pengetahuan, sehingga membawa sebuah peningkatan perhatian pada modal intelektual atau intellectual capital (IC) Stewart (1997). Intellectual capital bisa disebut juga sebagai aset tidak berwujud (intangible asset). Bontis et al. (2000) menyatakan bahwa secara umum, para peneliti mengidentifikasi tiga konstruksi utama dari intellectual capital, yaitu: human capital (HC), structural capital (SC), dan customer capital (CC). Bontis et al.(2000) menjelaskan pengertian komponen intellectual capital (IC) sebagai berikut:
1. Human Capital (HC) adalah modal manusia yang mempresentasikan individual knowledge stcok suatu organisasi yang direpresentasikan oleh karyawannya. Human Capital HC merupakan kombinasi dari genetic inheritance; education; experience, and attitude tentang kehidupan dan bisnis. HC merupakan rasio dari VA terhadap HC. Hubungan ini mengindikasikan kemampuan modal manusia membuat nilai pada sebuah perusahaan, HC dapat diartikan juga sebagai kemampuan perusahaan menghasilkan nilai tambah setiap rupiah yang dikeluarkan oleh modal manusia. HC menunjuakn berapa banyak Value Adedd (VA) dapat dihasilkan dengan dana yang dikeluarkan untuk tenaga kerja (Ulum 2008). 2. Structual Capital (SC) adalah nilai tambah modal struktural meliputi
seluruh non-human storehouses of knowledge dalam organisasi. Termasuk dalam hal ini adalah database, organisational charts, process manuals, strategies, routines dan segala hal yang membuat nilai perusahaan lebih besar daripada nilai materialnya. SC merupakan rasio dari Structural
6
Capital (SC) terhadap VA. Rasio ini mengukur jumlah SC yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu rupiah dari VA dan merupakan indikasi bagaimana keberhasilan SC dalam menciptakan nilai (Tan et al 2007).
3. Capital Employed (CE) nilai tambah modal yang digunakan untuk pengetahuan yang melekat dalam marketing channels dan customers relationship dimana suatu organisasi mengembangkannya melalui jalan bisnis (Bontis et al., 2000) dalam (Ulum et al., 2008). CE merupakan rasio dari VA terhadap CE yang menggambarkan berapa banyak nilai tambah perushaan yang dihasilkan dari modal yang digunakan. CE yaitu kalkulasi dari kemampuan mengelola modal perusahaan (Imaningati 2007).
Kinerja Keuangan
Dalam sebuah perusahaan kinerja keuangan sangat berpengaruh terhadap untuk melihat keberhasilan sebuah perushaan untuk mendapatkan laba dan juga dapat dilihat sebagai hasil yang didapatkan dari berbagai aktivitas yang di lakukan oleh perusahaan. Kinerja keuangan juga digunakan untuk mengukur keadaan keuangan perusahaan. Apabila keadaan keuangan perusahaan tidak sehat maka akan mempengaruhi aktivitas perusahaan tersebut. Kinerja keuangan juga merupakan suatu pencapaian yang dilakukan oleh sebuah perusahaan pada suatu periode dan sebagai pengukuran dari profitabilitas sebuah perusahaan atau organisasi. Dalam sebuah perusahaan kinerja keuangan juga penting untuk dapat melihat keberhasilan suatu perusahaan dalam menghasilkan sebuah laba. Menurut Sucipto (2003) kinerja keuangan adalah penentuan ukuran-ukuran tertentu yang dapat mengukur keberhasilan suatu organisasi atau perusahaan dalam menghasilkan laba. Dalam peneltian ini pengukuran kinerja keuangan digunakan dengan proxi return on equiy (ROE).
Kinerja pasar
Kinerja pasar di sebuah perusahaan merupakan aktivitas perusahaan yang dilihat oleh para pemegang saham atau penanam modal dalam pasar mdoal, sehingga apabila dalam sebuah perusahaan kinerja pasar tidak sehat maka akan
7
mempengaruhi para pemegang saham. Kinerja pasar sebuah perusahaan juga dapat memberikan informasi tentang nilai perusahaan dalam pasar modal. Dari penelitian sebelumnnya yang dilakukan oleh Dwipayani (2014) bahwa Intellectual capital (IC) yaitu Humman capital (HC) berpangaruh tehadap nilai pasar atau kinerja pasar suatu perusahaan yang diukur dengan Market to Book Value (MtBV). Kinerja pasar suatu perusahaan dapat memberikan nilai seberapa baik suatu perusahaan di mata investor dan kinerja pasar berhubungan dengan nilai perusahaan di pasar modal.
Perumusan Hipotesis
Pengaruh Intellectual Capital Terhadap Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan merupakan pengurukuran laba dimana untuk mendapatkan laba yang tinggi perusahaan harus memperhatikan struktur organisasi, rutinitas dan aktivitas dalam perusahaan, dan kekreatifan kayawan. Penelitian (Gozali dan Hatane 2014) menemukan hasil bahwa intellectual capital berpengaruh positif dan signifikan baik terhadap kinerja keuangan perusahaan dengan returm on equity (ROE). Menurut Rambe (2012) perusahaan yang dijalankan dapat memperoleh kinerja keuangan yang bagus jika dapat mengelolah sumber daya yang dimilikinya secara efektif dan menghasilkan keunggulan yang kompetitif. Dengan menggunakan VAIC™ yang diformulasikan oleh Pulic (1998) sebagai ukuran kemampuan intelektual persuahaan (corporate intellectual ability). Peneliti menggunakan rasio keuangan ROE, karena Intellectual capital digunakan untuk menciptakan keuntungan perusahaan, maka juga akan mempengaruhi tingkat pengembalian modal perusahaan tersebut.
Dengan demikian berdasarkan penjelasan sebelumnya maka hipotesis pertama adalah sebagai berikut:
H1: Intellectual Capital berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan.
8
Kinerja pasar merupakan salah satu dari kinerja perusahaan suatu perusahaan. Dalam kinerja pasar suatu perusahaan sangat mempengaruhi bagi para investor untuk berinvestasi di suatu perushaaan. Rata-rata harga saham merupakan indikator dari kinerja pasar. (Purnomo 1998) harga saham memberikan indikasi perubahan harapan pemodal akibat perubahan kinerja keuangan. Dari penelitian (Pramelasari 2010) intellectual capital berpengaruh terhadap kinerja pasar. Menurut Pramelasari (2010) karyawan yang berkeahlian dan berketerampilan tinggi merupakan sumber daya kunci perusahaan yang dapat meningkatkan keunggulan kompetitif, sehingga perusahaan dapat bersaing dengan lawan bisnisnya dan berkelanjutan perusahaan akan terjamin dan jika keberlanjutan perusahaan terjamin maka persepsi pasar terhadap nilai perusahaan akan meningkat. Kinerja pasar perusahaan diukur dengan menggunakan Tobins’Q (Klapper dan Love 2002). Tobin’s Q merupakan rasio nilai pasar aset perusahaan yang diukur oleh nilai pasar dari jumlah saham beredar dan hutang (enterprise value) terhadap replacement cost dari aktiva perusahaan (Fiakas 2005).
Oleh karena itu dari penjelasan sebelumnya dapat ditarik hipotesis kedua sebagai berikut:
H2: Intellectual Capital berpengaruh positif terhadap kinerja pasar
9 Populasi dan Sampel
Populasi dari penelitian ini adalah seluruh perusahaan perdagangan yang go public di Bursa Efek Indonesia tahun 2013 dan 2014. Sampel dari penelitian ini adalah total dari perusahaan perdagangan yang dipilih secara purposive sampling, dimana sampel harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Perusahaan perdagangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan yang menerbitkan laporan keuanganya pada tahun 2013-2014.
2. Kelengkapan data penelitian, yaitu data keuangan dan data saham yaitu harga saham dan jumlah saham yang beredar.
3. Perusahaan perdagangan yang menggunakan laporan keuangan dalam nilai rupiah.
4. Laporan keuangan perusahaan dengan laba yang tidak rugi atau negatif dalam periode penelitian.
5. Laporan keuangan perusahaan yang memiliki ekuitas positif.
Jenis dan Sumber Data
Data dalam penelitian ini berupa data penjualan, beban pokok, beban penjualan, beban umum dan administrasi, beban karyawan (gaji, tunjangan, dan pelatihan), serta ekuitas, kewajiban, dan laba bersih. Data tersebut diperoleh dari laporan laba rugi dan neraca perusahaan yang terpilih menjadi sampel dari tahun 2013-2014. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan data harga saham dan jumlah saham beredar yang diperoleh dari laporan ringkasan kinerja perusahaan yang menjadi sampel dari tahun 2013-2014. Laporan keuangan dan laporan ringkasan kinerja perusahaan diperoleh dari website BEI.
10 Tabel 1
Definisi Opersaional Variabel
Teknik Analisis
Teknis analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier sederhana. Analisis regresi ini bertujuan untuk memperoleh tingkat hubungan antara variabel independen dan variabel dependen. Sebelum melakukan uji linier, metoda mensyaratkan untuk melakukan uji asumsi klasik untuk mendapatkan hasil yang terbaik (Ghozali 2005).
Langkah Analisis
1. Tahap pertama dalam perhitungan VAIC™ adalah sebagai berikut:
Variabel Definisi Operasional Pengukuran
VAIC™ (Value Added Intellectual Capital)
VAIC™ (Value Adedd Intellectual Coefficient) mengindikasikan kemampuan intelektual suatu organisasi. VAIC™ juga bisa dianggap sebagai BPI (Business Performance Indicator) pengukurannya dikembangkan oleh Pulic (1998) terdiri dari:
1. VA (Value Added dihitung melalui selisih output dan intput. Output adalah total penjualan dan input adalah beban dan biaya-biaya (selain beban karyawan).
2. VACA (Value Added Capital Employe) adalah indikator VA (Value Added) yang diciptakan oleh suatu unit dari phsycal capital. Rasio ini menunjukan konstribusi yang dibuat oleh setiap unit dari CE (Capital Employe) terhadap value added organisasi. 3. VAHU (Value Added Human Capital) menunjukan berapa banyak VA (Value Added) yang dapat dihasilkan dengan dana yang dikeluarkan untuk tenaga kerja. Rasio ini menunjukan konstribusi yang dibuat oleh setiap rupiah yang diinvestasikan dalam HC (Human Capital) terhadap value added organisasi. 4. STVA (Structural Capital Value Added) rasio SC (Structural
Capital) terhadap VA (Value Added). Rasio ini mengukur jumlah SC yang dibutuhkan untuk menghasilkan 1 rupiah dari VA (Valued Added) dan merupakan indikasi bagaimana keberhasilan SC dalam penciptaan nilai.
VAIC™
Kinerja Keuangan
Kinerja keuangan adalah mengukur keberhasilan sebuah perusahaan dalam menghasilkan laba. Pengukuran kinerja keuangan dapat dilakukan dengan penilaian analisis rasio dan analisis rasio sangat bermanfaat bagi manajemen untuk merencanakan dan mengevaluasi kinerja sebuah persuahaan.
ROE
Kinerja Pasar
Kinerja pasar adalah dimana merupakan ukuran suatu perusahaan dan mencerminkan seberapa baik sebuah perusahaan di mata investor.
11
Variabel IC merujuk pada nilai efisiensi penglolahan IC sebagaimana dinyatakan oleh Pulic (1998) dalam Prabowo dan Soegiono (2010). Pengukuran Intellectual Capital tersebut dengan menggunakan Value Added Intellectual Capital (VAIC™) dengan langkah sebagai berikut:
1. Menghitung Value Added
Value Added dihitung melalui selisih antara output dan input
VA = OUT - IN
Output = total penjualan atau total pendapatan
Input = beban pokok, beban penjualan, dan beban umum dan administrasi (selain beban karyawan)
VA = selisih antara output dan input
2. Menghitung Value Added Capital Employe (VACA)
VACA = VA / CE
VA = Value Added
CE = Capital Employed atau dana yang teresedia (ekuitas dan laba bersih)
VACA = Rasio dari VA terhadap CE.
3. Menghitung Value Added Human Capital (VAHU)
VAHU = VA / HC
VA = Value Added
HC = Human Capital (Beban Karyawan)
VAHU = Rasio dari VA terhadap HC
4. Menghitung Structural Capital Value Added (STVA)
STVA = SC / VA
SC = Structural Capital diperoleh dari VA-HC
VA = Value Added
STVA = rasio dari SC terhadap VA
5. Menghitung Value Added Intellectual Coefficient (VAIC)
VAIC = VACA + VAHU + STVA
VAIC = Value Added Intellectual Capital VACA = Value Added Capital Employe
12
VAHU = Value Added Human Capital STVA = Structural Capital Value Added
2. Tahap kedua adalah menghitung kinerja keuangan dengan langkah sebagai berikut:
1. Menghitng ROE dengan rumus
ROE = 𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐸𝑘𝑢𝑖𝑡𝑎𝑠
3. Tahap ketiga adalah menghitung kinerja pasar dengan langkah sebagai berikut: Tobin’s Q dihitung dengan menggunakan rumus menurut Herawaty (2008) dan Masyitoh (2010).
1. Menghitung Tobins’Q dengan rumus
Tobin’s Q = 𝑀𝑎𝑟𝑘𝑒𝑡 𝑉𝑎𝑙𝑢𝑒 𝑜𝑓 𝐸𝑞𝑢𝑖𝑡𝑦 + 𝐷𝑒𝑏𝑡
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑠𝑠𝑒𝑡𝑠
4. Tahap keempat adalah menanalisis dengan: 1. Analisis Deskriptif
Analisis stastistik deskriptif dugunakan untuk memberi suatu gambaran atau deskriptif dari variabel-variabel penelitian untuk memberikan informasi yang lebih jelas dan dilihat dari nilai rata-rata, minimum, maksimum, dan standar deviasi.
2. Uji normalitas
Uji normalitas adalah uji untuk melihat kewajaran distribusi data normal atau tidak data tersebut. Untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan uji Kolomgrov-Smirnov (K-S). Data berdistribusi normal apabila tingkat signifikansinya lebih dari 0,05.
13
Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji dan melihat suatu model regresi linier terdapat korelasi antara kesalahan pengganggu (residual). Model regresi yang baik apabila regresi bebas dari autokorelasi. Uji ini melihat dari uji Durbin Watson (DW).
4. Uji Heteroskedastisitas
Uji ini untuk melihat model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual dari satu pengamatan ke pengamatan yang lain dan uji ini melihat pada uji Glesjer.
5. Tahap kelima adalah pengujian hipotesis
Pengujian hipotesis dilakukan untuk menguji pengaruh Intelelctual Capital terhadap variabel dependen yaitu ROE dan Tobin’s Q pada perusahaan perdagangan di BEI tahun 2013-2014. Untuk uji hipotesis dapat dilihat pada Model Summary Sig F Change, apabila Sig F change < 0,05 maka hipotesis diterma sedangkan apabila Sig F Change > 0,05 maka hipotesis ditolak, untuk pengujian hipotesis menggunakan SPSS versi 16.
1. Meregresikan VAIC™ terhadap ROE
ROE = α + β . X + ε
2. Meregresikan VAIC™ terhadap Tobin’s Q
14 HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengambilan Sampel Penelitian
Dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah semua perusahaan perdagangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2013-2014.
Tabel 2
Pengambilan Sampel Penelitian
kriteria Jumlah
Jumlah perusahaan yang terdaftar di BEI 112
Perusahaan dengan data tidak lengkap 12
Perusahaan yang mengalami kerugian selama periode penelitian
24
Perusahaan yang menggunakan mata uang asing dalam pelaporan selama periode penelitian
14
Total sampel 62
Dari Tabel 2 sampel penelitian yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan adalah 31 perusahaan. Terdapat 6 perusahaan dengan data tidak lengkap yaitu tidak menyajikan laporan keuangan di website Bursa Efek Indonesia, kemudian terdapat 12 perusahaan yang mengalami kerugian dalam laba dan ekuitas dalam periode penelitian, dan terdapat 7 perusahaan yang menggunakan mata uang asing.
Statistik Deskriptif
Berdasarkan kriteria objek penelitian sebanyak 31 perusahaan sehingga total observasi menjadi 62 yaitu 31 perusahaan selama 2 tahun. Berikut adalah deskriptif variabel yang ditinjau dari nilai rata-rata, standar deviasi, nilai maksimun, dan nilai minimum.
15 Tabel 3
Statistik Deskriptif
N Minimum Maximum Mean Std Deviation VAIC 62 0,73 7,10 2,97 1,26288 ROE 62 0,43 41,75 12,68 7,33128 TobinsQ 62 0,52 4,77 1,61 0,81747 Valid N (listwise) 62
Sumber: Data sekunder diolah,2016
Dari Tabel 3 diketahui nilai rata-rata VAIC™ adalah sebesar 2,9750, standar deviasi 1,26288, kemudian nilai minimum sebesar 0,73 yaitu milik perusahaan Wahana Pronatural Tbk. pada tahun 2013 dan perusahaan Hero Supermaket Tbk. tahun 2014, dan nilai maksimum sebesar 7,10 yaitu milik United Tractors Tbk. pada tahun 2014.Nilai rata-rata ROE sebesar 12,68, untuk standar deviasi sebesar 7,33128, nilai minimum 0,43 yang dimiliki oleh perusahaan Leo Investments Tbk. Pada tahun 2014, dan nilai maksimum 41,75 yaitu perushaan Kokoh Inti Arebama Tbk. Pada tahun 2013. Kemudian nilai rata-rata Tobin’s Q adalah 1,61, standar deviasi 0,81747, nilai minimum 0,52 yang dimiliki oleh perusahaan Multi Indocitra Tbk. Pada tahun 2014, dan nilai maksimum 4,77 yang dimiliki oleh perushaan Ace Hadware Indonesia Tbk. pada tahun 2014.
Pengujian Asumsi Klasik Value Added Intelelctual Capital (VAIC™)
Pada uji normalitas pada variabel 1 dapat dilihat dari uji statistik non-parametik Kolmogrov-Smirnov (K-S), maka dapat ditarik kesimpulan bahwa model regresi tidak menyalahi asumsi normalitas. Dengan melihat hasil uji K-S didapat nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 0,737 dan nilai signifikansi pada 0,648 hal ini berarti H0 diterima yang berarti data residual terdistribusi normal.
Pada uji normalitas pada variabel 2 dapat dilihat dari uji statistik non-parametik Kolmogorov-Smirnov (K-S), Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa model regresi menyalahi asumsi normalitas. Dengan melihat hasil uji K-S didapat nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 1,487 dan signifikansi pada nilai 0,024, maka dalam hal ini berarti H0 ditolak yang berarti data residual terdistribusi tidak normal.
16
Setelah melakukan transfomasi data maka uji normalitas pada variabel 3 yang dilihat dari uji statistik non-parametik Kolmogorov-Smirnov (K-S), maka dapat ditarik kesimpulan bahwa model regresi tidak menyalahi normalitas. Dengan melihat hasil uji K-S didapat nilai Kolmogorov-Smirnov adalah 0,724 dan signifikansi pada 0,671 hal ini berati H0 diterima yang berati data residual
terdistribusi normal.
Tabel 4 Uji Normalitas
Variabel K-S Signifikansi Keterangan
1. ROE 0,737 0,648 Normal 2. Tobin’s Q 1,487 0,024 Tidak Normal 3. LnTobin’s Q 0,724 0,671 Normal
Pada hasil uji autokorelasi variabel 1 didapatkan nilai Durbin-Watson sebesar 2,023 nilai tersebut akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan nilai signifikasi 5%, dengan jumlah sampel observasi sebesar 62 (n) dan dengan jumlah variabel independen 1 (k=1), maka pada tabel Durbin Watson akan didapat nilai dL 1,5562 dan dU 1,6216. Oleh karena nilai DW 2,023 lebih kecil dari batas atas (dU) 1,6216 dan kurang dari 4-1,6216 (4-dU), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi positif atau negatif atau dapat disimpulkan tidak terdapat autokorelasi. Pada hasil uji autokorelasi variabel 2 nilai Durbin-Watson 2,319 nilai tersebut akan dibandingkan dengan nilai tabel dengan menggunakan nilai signifikasi 5%, dengan jumlah sampel observasi sebesar 62 (n) dengan jumlah variabel independen 1 (k=1), maka di tabel Durbin Watson akan didapat nilai dL 1,5562 dan nilai dU 1,6216 dan karena nilai DW 2,319 lebih kecil dari batas atas nilai dU 1,6216 dan kurang dari 4-1,6216 (4-dU), maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada autokorelasi positif atau negatif atau dapat disimpulkan tidak terdapat autokorelasi.
Setelah melakukan transformasi data pada variabel 3 uji autokorelasi maka nilai Durbin watson 2,193 berati bahwa uji autokorelasi sebelum dan sesudah transformasi tidak terdapat autokorelasi.
17 Tabel 5
Uji Autokorelasi
Variabel Durbin-Watson Keterangan
1. ROE 2,023 Tidak Terdapat Autokorelasi
2. Tobin’s Q 2,319 Tidak Terdapat Autokorelasi
3. LnTobin’s Q 2,193 Tidak Terdaapt Autokorelasi
Kemudian pada uji heteroskedastisitas pada ROE dapat dilihat ada dan tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplots, apabila ada pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk suatu pola tertentu yang teratur (bergelombang atau melebar kemudian menyempit), maka dapat mengindikasikan bahwa telah terjadi heteroskedastisitas, jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Dari grafik scatterplots terlihat bahwa titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur, maka telah mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
18
Uji heteroskedastisitas Tobin’s Q dapat dilihat ada dan tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplots, jika ada pola tertentu seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang atau melebar kemudian menyempit), maka dapat mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas, apabila tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Dari grafik scatterplots terlihat bahwa titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur, maka dapat diindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
Grafik 2 Uji heteoskedastisitas sebelum transformasi
Pada uji heteroskedastisitas LnTobin’s Q setelah transformasi dapat dilihat dari grafik Scatterplots terlihat bahwa titik-titik yang ada membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang melebar atau menyempit), maka mengindikasikan telat terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Dari grafik scatterplots terlihat bahwa titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur, maka dapat mengindikasiakn terjadi heteroskedastisitas.
19 Grafik 3 Uji heteroskedastisitas setelah transformasi
Regresi dengan metoda estimasi Ordinary Least Square (OLS) akan memberikan hasil yang Best Linear Unbiased Estimator (BLUE) jika memnuhi semua asmusi klasik. Setelah uji asumsi klasik pada model regresi liner sederhana ditemukan bahwa uji normalitas Pada Tobin’s Q tidak terpenuhi. Oleh karena itu peneliti akan mentransformasi variabel dependen dan variabel independen menjadi bentuk logaritma natural sehingga persamaan regresi linier sederhana menjadi berikut (Ghozali 2006:123): (1) Lntobins’q = b0 + b1 LnVAIC. Dengan kata lain
semua data variabel diubah ke bentuk logaritmanatural. Lalu uji kembali dengan uji asumsi klasik yang ada. Dengan melakukan pengujian kembali asumsi klasik, maka peneliti menemukan bahwa model tersebut telah memenuhi semua asumsi klasik.
20 Analisis
Intellectual Capital dan Return On Equity (ROE)
Pada tabel 6 dibawah ini menampilkan hasil dari pengujian regresi linier sederhana untuk persamaan Value Added Intelelctual Capital(VAIC™) terhadap Return On Equity (ROE).
Tabel 6
Ringkasan Hasil Uji Regresi Kinerja Keuangan
Variabel β T Sig Constant 6,863 3,013 0,004 VAIC™ 1,957 2,773 0,007
F = 7,690 Sig F = 0,007a AdjustR2 = 0,099
Sumber : Data Sekunder Diolah, 2016
Berdasarkan hasil output SPSS pada tabel 6 didapatkan koefisien determinasi (R2) atau R Square 0,099, hal ini menunjukan bahwa 9,9% variasi kinerja keuangan dapat dijelaskan oleh variasi dari variabel independen VAIC™. Sedangkan sisanya sebesar 90,1% dipengaruhi oleh sebab dan faktor yang lain diluar model. Nilai F hitung sebesar 7,690 dengan probabilitas 0,007, karena probabilitas lebih kecil dari 0,05, maka model regresi dapat digunakan untuk memprediksi kinerja keuangan atau dapat dikatakanVAIC™ berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Probabilitas signifikansi untuk VAIC™ sebesar 0,007 dan koefisien regresi sebesar 1,957, maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima atau
21 Intellectual Capital dan Tobin’s Q
Pada tabel 7 dibawah ini menampilkan hasil dari pengujian regresi linier sederhana untuk persamaan Value Added Intellectual Capital (VAIC™) terhadap Tobin’s Q yang telah ditransformasikan.
Tabel 7
Ringkasan Hasil Uji Regresi Kinerja Pasar
Variabel β T Sig Constant 0,208 1,604 0,114 VAIC™ 0,175 1,480 0,114
F = 2,190 Sig F = 0,114a AdjustR2 = 0,019
Sumber : Data Sekunder Diolah, 2016
Berdasarkan hasil output pada tabel 7 didapatkan determinasi (R2) atau R Square 0,019, hal ini menunjukan bahwa 1,9% variasi kinerja pasar dapat dijelaskan oleh variasi dari variabel independen VAIC™. Sedangkan sisannya sebesar 98,1% dipengaruhi oleh sebab dan faktor yang lain diluar model. Nilai F hitung sebesar 2,190 dengan probabilitas 0,144, karena probabilitas lebih besar dari 0,05, maka dengan kata lain bahwa VAIC™ tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar. Probabilitas untuk VAIC™ sebesar 0,114 dan koefisien regresi sebesar 0,175, maka dapat disimpulkan bahwa H2 dalam penelitian ini ditolak atau VAIC™ tidak
22 PEMBAHASAN
Intellectual Capital dan Return On Equity
Temuan penelitian ini menemukan hasil bahwa Intellectual capital berpengaruh signifikan terhadap Return On Equity. Karena semakin baik perusahaan mengelolah modal intelek maka akan semakin tinggi kinerja keuangan yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Chen et al .(2005). Dengan kata lain apabila sebuah perusahaan memperhatikan Intelelctual Capital maka akan bisa meningkatkan nilai tambah terhadap kinerja keuangan sebuah perussahaan atau semakin tinggi sebuah perusahaan memperhatikan Intellectual Captital maka akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.
Intellectual Capital dan Tobin’s Q
Temuan penelitian ini bertentangan dengan Gozali dan Hatane (2014) yang menunjukan adanya pengaruh signifikan VAIC™ terhdap Tobin’s Q. Tetapi hasil penelitian ini mendukung Yuniasih et al (2010) bahwa modal intelektual tidak berpengaruh pada kinerja pasar yang di ukur dengan Price To Book Value (PBV), hal ini berati pasar tidak memberikan penilaian yang lebih tinggi pada perusahaan yang memiliki modal intelektual yang lebih tinggi (Yuniasih et al., 2010). Seharusnya pasar memberikan nilai yang lebih tinggi atas modal intelektual perusahaan seperti hasil penelitian Belkaoui (2003). Dalam hal ini menunjukan bahwa Intellectual Capital sebuah perusahaan tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar, karena aset tidak berwujud tidak berpengaruh terhadap pasar modal dan tidak mempengaruhi harga saham dan saham beredar sebuah perusahaan. Menurut Wirawati (2008) pasar mungkin lebih menghargai faktor lain seperti laba dan faktor fundamental yang dicapai daripada modal intelektual yang dimiliki perusahaan. Perushaaan masih berfokus untuk meningkatkan kinerja keuangan yaitu ROE yang dilihat dari tingkat probabilitas berpengaruh signifikan, kemungkinan lain hal yang menyebabkan adalah pengukuran VAIC™ yang tidak tepat terhadap pengukuran kinerja pasar yang di ukur dengan Tobin’s Q.
23 PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian maka dapat diperoleh kesimpulan bahwa Intelelctual Capital berpengaruh positif signifikan pada kinerja perusahaan yaitu pada kinerja keuangan. Penelitian ini selaras dengan penelitian yang dilakukan oleh Rambe (2012). Sedangkan untuk pengaruh Intellectual Capital terhadap kinerja pasar tidak berpengaruh.
Implikasi
Berdasarkan hasil dari penelitian ini menemukan bahwa adanya pengaruh Intellectual Capital terhadap kinerja keuangan atau berpenagruh positif terhadap kinerja keuangan, serta dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan dan tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar. Hal ini menunjukan pentingnya Intellectual Capital (IC) dalam sebuah perusahaan, dapat meningkatkan nilai tambah bagi sebuah perusahaan dan dapat menghasilkan laba yang besar untuk perusahaan. Kemudian untuk manajemen perusahaan apabila tidak memperhatikan Intellectual capital maka akan memberikan dampak bagi perusahaan yaitu menurunnya nilai tambah bagi perusahaan. Oleh karena itu untuk meningkatkan kinerja keuangan perusahaan harus memperhatikan intellectual capital, namun intellectual capital tidak akan memberikan dampak pada kinerja pasar bagi perusahaa
Keterbatasan
Kemampuan variabel VAIC™ dalam menjelaskan variabel kinerja perusahaan sangat terbatas. Kemampuan ini ditunjukan oleh nilai koefisien determinasi (R2) atau R Square pada ROE sebesar 0,099, hal ini menunjukan bahwa hanya 9,9% variasi kinerja keuangan yang dijelaskan oleh VAIC™. Sedangkan terhadap Tobin’s Q determinasi (R2) atau R Square sebesar 0,019 hal ini menunjukan bahwa 1,9% variasi kinerja pasar yang dijelaskan oleh VAIC™. Kemudian keterbatasan dari beberapa indikator dari pengukur kinerja keuangan dan
24
kinerja pasar yang masih kurang mendukung, kemudian penggunaan data sekunder yang mengandung kelemahan tidak lengkapnya pengamatan Intellectual Capital dan dalam perhitungan VAIC™ yang cukup sulit terutama dalam komponen Structural Capital (SC) dimana harus melakukan observasi lapangan. Hal ini akan mempengaruhi akurasi dari nilai VAIC™ itu sendiri.
Saran
Dalam penelitian selanjutnya sebaiknya disarankan untuk dapat mempertimbangkan pengukuran terutama dalam Structural capital (SC) , serta menggunakan perusahaan selain disektor perdagangan atau penelitian dengan seluruh sub sektor perusahaan yang terdaftar di BEI. Saran bagi perusahaan tidak hanya untuk menghasilkan laba yang besar, namun juga harus memperhatikan nilai tambah dan harus memperhatikan intangible resource atau sumber daya tidak berwujud seperti rutinitas dan aktivitas dalam perusahaan yang mana nantinya akan meningkatkan laba perusahaan dan memperhatikan kinerja karyawan, karena apabila kinerja karyawan semakin baik, maka akan meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dan bagi manajemen perusahaan supaya lebih memperhatikan Intellectual Capital, karena semakin tinggi nilai IC maka nilai laba yang dihasilkan perusahaan juga semakin baik.
25 Kerangka Penelitian Kinerja pasar IC → KP Laporan Keuangan Neraca: Harga saham Jumlah saham beredar Kewajiban
Laporan keuangan
Laporan laba rugi:
Total penjualan atau total pendapatan Beban pokok
Beban penjualan
Beban karyawan (gaji, tunjangan, dan pelatihan karyawan) Neraca: Ekuitas Kewajiban Total aset HASIl VAIC™
Intellectual capital berpengaruh terhadap kinerja keuangan
Intellectual capital tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan
1. Margin ROE 2. Regresi VAIC™ → ROE Laporan Keuangan Neraca: Total ekuitas Total kewajiban 1. Margin Tobins’Q 2. Regresi VAIC™ → Tobins’Q
Intellectual capital berpengaruh terhadap kinerja pasar
Intellectual capital tidak berpengaruh terhadap kinerja pasar
Intellectual capital Kinerja keuangan
IC → KK Hasil VAIC™ Hasil VAIC™ VAIC™ 1. VA = OUT – IN 2. VACA = VA / CE 3. VAHU = VA / HC 4. STVA = SC / VA
26 Daftar Pustaka
Abdolmohamadi, M. J. 2005. Intellectual capital disclosure dan market capitalization. Journal of Intelecctual Capital, Vol.6 No.3: 397-416.
Barney, J. 1991. Firm resources dan sustained competitive advantage. Journal of Management 17 No. 1: 99-120.
Belkaoui, A. R. 2003. Intellectual capital dan firm performance of US multintional firms: A Study of The Resource Base dan Stakeholder Views. Journal of Intellctual Capital. Vol.4. No.2: 215-226.
Bontis, N., W. C. C. Keow, dan S. Richardson. 2000. Intellectual capital & business performance in Malaysian Industries. Journal of Intellectual Capital.
Bornemann, M dan K.H Leitner. 2002. Measuiring and reporting intellectual capital: The case of a research technology organization. Singapore Management Review. Vol.24, No.3, hal 7-19.
Chen, M. C., S. J. Cheng, dan Y. Hwang. 2005. An empirical investigation of the relationship between intellectual capital and firms market value and financial performance. Journal of Intellectual Capital. Vol.6 No.2: 159-176.
Dwipayani, C. C. 2014. Pengaruh intellectual capital terhadap profitabilitas dan kinerja pasar. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro. Tidak Dipublikasikan.
Fiakas, D. 2005. Tobin’s Q: Valuing Small Capitalization Companies. Available at http://www.articlesbase.com.
27
Firer, S dan Williams, M 2003. Intellectual Capital and traditional measures of corporate performance. Journal Of Intellectual Capital Vol.4. No.3: 348-360.
Ghozali, I. 2005. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. Semarang: Badan penerbit UNDIP.
Ghozali, I. H. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate dengan program SPSS. Semarang: Badan penerbit UNDIP.
Gozali, A dan Hatane, S. E. 2014. Pengaruh intellectual capital terhadap kinerja keuangan dan nilai perusahaan khusunya di industri keuangan dan industri pertambangan yang Terdaftar di BEI. Business Accounting Review, Vol.2, No.2. (Juli):208-217. Universitas Kristen Petra.
Herawaty, V. 2008. Peran Praktek Corporate Govermance Sebagai Moderating Variable dari Pengaruh Earnings Management Terhadap Nilai Perusahaan, Jakarta: Universitas Trisakti.
Ikatan Akuntan Indonesia. 2002. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan. No. 19.Jakarta: Salemba Empat.
Imaningati. 2007. Pengaruh intellectual capital pada nilai pasar perusahaan dan kinerja persuahaan. Skripsi. Program Studi Magister Akuntansi Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Juwita, S. P. dan Fivi A. 2007 .Pengaruh human capital terhadap business performance melalui customer capital (Studi Empiris Pada Perusahaan Komoditi Ekspor di Sumatra Barat). The 1st Accountng Conference Faculty of Economics Universitas Indonesia.
28
Klapper, L. F dan I. Love. 2002. Corporate Governace, Investor Protection and Performance in Emerging Markets. World Bank Policy Research Working Paper No. 2818.
Masyitoh, Rena Adi. 2010. Pengaruh penerapan corporate governance perception index terhadap tobin’s Q dan return on equity (ROE) pada perusahaan go public yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Skripsi. Surabaya: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perbanas.
Mulyadi. 2001. Balanced Scorecard: Alat Manajemen Kontemporer untuk Pelipatganda Kinerja Keuangan Perusahaan. Jakarta: Penerbit Salemba Empat.
Prabowo, R. dan Soegiono, L. 2010. Intellectual capital performance and govertment ownership: An analysis of Indonesia banks. Proceedings of the 7th international conference on intellectual capital, knowledge management and organitational learning. The Hongkong Polytechnic University. Hongkong. China.
Pramelasari, Y. M. 2010. Pengaruh intellectual capital terhadap nilai pasar dan kinerja keuangan. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro. Tidak Dipublikasikan.
Pulic, A. 1998. Measuring the performance of intellectual potential in knowledge economy. Paper presented at the 2nd McMaster Word Congress on Measuring and Manging Intellectual Capital by the Austrian Team for Intellectual Potential.
Purnomo, Y. 1998. Keterkaitan Kinerja Keuangan dan Harga Saham, Jakarta: BPFE UI.
29
Putri, A. A. 2013. Pengaruh intellectual capital terhadap kinerja perusahaan perbankan. Skripsi. Semarang: Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro. Tidak Dipublikasikan.
Rambe, R. F. 2012. Pengaruh intelelctual capital terhadap kinerja keuangan perusahaan perbankan yang terdaftar di BEI. Jurnal Keuangan dan Bisnis Vol.4. No.3. STIE Harpan Medan.
Sangakala. 2006. Intellectual Capital Management: Strategi Baru Membangun Daya Saing Perusahaan. Jakarta: Yapensi.
Stewart, T. A. 1997. Intellectual Capital: The New Wealth of Organization, Doubleday: Currency. New York.
Sucipto. 2003. Penilaian Kinerja Keuangan. Medan: Universitas Sumatera Utara.
Tan, H.P., D. Plowman, P. Hancock. 2007. Intellectual capital dan financial returns of companies. Journal of Intellectual Capital, Vol.8. No.1: 76-95.
Wernerfelt, B. 1984. A Resourced-Based View of The Firm. Strategic Management Journal. Vol.5: 171-180.
Wirawati, N. G. P. 2008. Pengaruh faktor fundamental perusahaan terhadap price to book value dalam penelitian saham di Bursa Efek Jakarta dalam Kondisi Krisis Moneter. Buletin Study Ekonomi. Vol.13. No.1: 90-99.
Yuniasih, W. N, Wirama, G. D. dan Badera, N. D. I. 2010. Eksplorasi kinerja pasar perusahaan: Kajian Berdasarkan Modal Intelektual. Simposium Nasional Akuntansi (SNA) Ke XIII Purwokerto. Universitas Jendral Soedirman Purwokerto.
30 Sampel Data VAIC™ (Value added Intelelctual Capital), ROE (Return On Equity), dan Tobin’s Q
No Kode
Saham Nama Perusahaan
2013 2014
VAIC ROE Tobins'Q VAIC ROE Tobins'Q
1 AKRA AKR Corporindo Tbk. 5,26 11,48 1,79 5,16 13,26 1,69 2 ACES Ace Hadware Indonesia Tbk. 2,90 26,26 4,31 2,88 23,24 4,77 3 AMRT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. 2,58 21,85 0,92 2,64 19,04 0,95 4 APII Arita Prima Indonesia Tbk. 3,15 13,17 1,19 3,34 15,06 1,57 5 CSAP Catur Sentosa Adiprana Tbk. 2,38 10,58 0,94 2,13 14,01 1,26 6 ECII Electronic City Indonesia Tbk. 4,09 12,27 2,00 2,50 7,28 0,84 7 EPMT Enseval Putra Megatrading Tbk. 3,11 15,28 2,41 2,89 14,39 1,65 8 ERAA Erajaya Swasembada Tbk. 3,52 12,66 1,03 2,85 7,11 1,02 9 GLOB Global Teleshop Tbk. 3,23 24,26 1,61 3,65 16,26 1,29 10 GOLD Golden Reatailindo Tbk. 2,20 8,51 1,33 1,35 3,73 1,08 11 HERO Hero Supermaket Tbk. 2,05 12,53 1,62 0,73 0,80 1,54 12 INTD Inter Delta Tbk. 1,98 18,24 1,40 1,13 13,24 1,35 13 ITTG Leo Investment Tbk. 1,21 1,66 1,23 3,21 0,43 1,22 14 JKON Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. 4,11 13,05 3,15 4,20 12,50 4,15 15 KOIN Kokoh inti Arabema Tbk. 3,23 41,75 1,54 2,73 23,16 1,61 16 LTLS Lautan Luas Tbk. 3,08 9,17 0,82 2,93 12,92 0,97 17 MAPI Mitra Adiperkasa Tbk. 2,69 13,50 1,86 2,37 2,81 1,67 18 MDRN Modern Internasional Tbk. 2,25 4,86 2,15 2,29 2,94 1,73 19 MICE Multi Indocitra Tbk. 2,73 9,25 0,60 2,50 7,91 0,52 20 MPMX Mitra Pinasthika Mustika Tbk. 3,66 12,83 1,01 3,19 9,75 0,88 21 MPPA Matahari Putra Prima Tbk. 2,26 13,50 2,08 2,66 19,45 3,33 22 RALS Ramayana Lestari Sentosa Tbk. 2,31 12,14 1,98 2,04 10,57 1,49 23 RANC Supra Boga Lestari Tbk. 1,77 8,38 1,89 1,46 2,32 1,37 24 SDPC Millenium Pharmacon International Tbk. 2,64 8,92 0,91 2,64 6,01 0,89 25 SONA Sona Topas Tourism Industry Tbk. 4,10 9,62 2,10 3,26 16,48 1,64 26 TELE Tiphone Mobile Indonesia Tbk. 5,97 21,27 1,56 5,11 12,19 1,61 27 TGKA Tigaraksa Satria Tbk. 3,32 20,88 1,86 3,24 22,56 1,78 28 TRIO Trikomsel Oke Tbk. 4,51 19,77 1,50 4,41 13,59 1,41 29 TURI Tunas Ridean Tbk. 2,10 15,48 1,28 1,62 11,80 1,31 30 UNTR United Tractors Tbk. 5,89 13,46 1,61 7,10 12,55 1,43 31 WAPO Wahana Pronatural Tbk. 0,73 0,98 1,14 1,23 1,47 1,17
31 Hasil Uji Stastistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std. Deviation
VAIC 62 .73 7.10 2.97 1.26288
ROE 62 .43 41.75 12.68 7.33128
TobinsQ 62 .52 4.77 1.61 .81747
Valid N (listwise) 62
32 Uji Asumsi Klasik
Hasil Uji Normalitas Untuk Persamaan Return On Equity (ROE)
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 62
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 6.90226800
Most Extreme Differences Absolute .094
Positive .094
Negative -.088
Kolmogorov-Smirnov Z .737
Asymp. Sig. (2-tailed) .648
a. Test distribution is Normal.
33 Model Summaryb Mod el R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics Durbin-Watson R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .337a .114 .099 6.95955 .114 7.690 1 60 .007 2.023
a. Predictors: (Constant), VAIC b. Dependent Variable: ROE
Hasil Uji Heterokedastisitas Untuk Persamaan Return On Equity (ROE)
34 Uji Asumsi Klasik
Hasil Uji Normalitas Untuk Tobin’s Q Sebelum Transformasi
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 62
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation .80734933
Most Extreme Differences Absolute .189
Positive .189
Negative -.127
Kolmogorov-Smirnov Z 1.487
Asymp. Sig. (2-tailed) .024
a. Test distribution is Normal.
35 Model Summaryb Mod el R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics Durbin-Watson R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .157a .025 .008 .81405 .025 1.514 1 60 .223 2.319
a. Predictors: (Constant), VAIC b. Dependent Variable: TobinsQ
Hasil Uji Heteroskedastisitas Untuk Persamaan Tobin’s Q Sebelum Transformasi
36 Uji Asumsi Klasik
Hasil Uji Normalitas Untuk Persamaan Tobin’s Q Setelah Transformasi
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 62
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation .41654018
Most Extreme Differences Absolute .092
Positive .092
Negative -.077
Kolmogorov-Smirnov Z .724
Asymp. Sig. (2-tailed) .671
a. Test distribution is Normal.
37 Model Summaryb Mod el R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics Durbin-Watson R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .188a .035 .019 .42000 .035 2.190 1 60 .144 2.193
a. Predictors: (Constant), lnVAIC b. Dependent Variable: lnTobinsQ
Hasil Uji Heteroskedastisitas Untuk Persamaan Tobin’s Q Setelah Transformasi
38 Pengujian Hipotesis
Hasil Uji Hipotesis Untuk Persamaan Return On Equity (ROE)
Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N ROE 12.6837 7.33128 62 VAIC 2.9750 1.26288 62 Correlations ROE VAIC
Pearson Correlation ROE 1.000 .337
VAIC .337 1.000
Sig. (1-tailed) ROE . .004
VAIC .004 . N ROE 62 62 VAIC 62 62 Variables Entered/Removedb Model Variables Entered Variables Removed Method 1 VAICa . Enter
a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: ROE
Model Summaryb Mod el R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics Durbin-Watson R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .337a .114 .099 6.95955 .114 7.690 1 60 .007 2.023
a. Predictors: (Constant), VAIC b. Dependent Variable: ROE
39 ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 372.485 1 372.485 7.690 .007a
Residual 2906.120 60 48.435
Total 3278.604 61
a. Predictors: (Constant), VAIC b. Dependent Variable: ROE
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 6.863 2.278 3.013 .004
VAIC 1.957 .706 .337 2.773 .007 1.000 1.000
40 Lampiran 7
Pengujian Hipotesis
Hasil Pengujian Hipotesis Untuk Persamaan Tobin’s Q
Descriptive Statistics Mean Std. Deviation N lnTobinsQ .3823 .42407 62 lnVAIC .9971 .45449 62 Correlations lnTobinsQ lnVAIC
Pearson Correlation lnTobinsQ 1.000 .188
lnVAIC .188 1.000
Sig. (1-tailed) lnTobinsQ . .072
lnVAIC .072 . N lnTobinsQ 62 62 lnVAIC 62 62 Variables Entered/Removedb Model Variables Entered Variables Removed Method 1 lnVAICa . Enter
a. All requested variables entered. b. Dependent Variable: lnTobinsQ
Model Summaryb Mod el R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics Durbin-Watson R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 .188a .035 .019 .42000 .035 2.190 1 60 .144 2.193
a. Predictors: (Constant), lnVAIC b. Dependent Variable: lnTobinsQ
41 ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression .386 1 .386 2.190 .144a
Residual 10.584 60 .176
Total 10.970 61
a. Predictors: (Constant), lnVAIC b. Dependent Variable: lnTobinsQ
Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) .208 .129 1.604 .114
lnVAIC .175 .118 .188 1.480 .144 1.000 1.000