• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

27

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

3.1 PERENCANAAN PENELITIAN DAN TINJAUAN PUSTAKA

Langkah pertama dalam melakukan penelitan adalah dengan mengidentifikasi masalah yang ada dan menentukan tujuan dari penelitian ini. Pengidentifikasian dari masalah yang ada dan penentuan tujuan dari penelitian akan membuat penelitian menjadi lebih terfokus untuk memecahkan masalah yang ada dan mencapai tujuan yang diinginkan. Pembatasan hal-hal yang ingin diteliti juga diperlukan agar penelitian tidak terlalu melebar.

Setelah rencana penelitian dibuat, langkah selanjutnya adalah membaca literatur-literatur yang diperlukan untuk mendukung penelitian ini. Literatur ini akan digunakan sebagai dasar teori dari penelitian yang akan dilakukan. Literatur yang dicari terutama berkaitan dengan teknologi komunikasi satelit, metode Proter’s 5 Forces dan data-data pasar bisnis GSM dan backhaul GSM.

3.2 PENGUMPULAN DATA

Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah:

a. Data-data pelaku industri bisnis backhaul GSM menggunakan satelit b. Data-data pasar, untuk melihat bagaimana kondisi pasar dari bisnis

backhaul GSM menggunakan satelit

c. Data-data teknis, berguna untuk melihat ancaman-ancaman yang mungkin ditimbulkan oleh teknologi lain

Untuk mendapatkan data-data tersebut dilakukan berbagai cara, yaitu antara lain dengan melakukan wawancara dengan para stake holder yang berkecimpung dalam industri backhaul GSM melalui satelit yang terdiri dari para pejabat operator GSM, vendor dan sesama pemain penyedia layanan backhaul GSM melalui satelit dan membaca literatur yang terpercaya.

(2)

28 3.3 ANALISA LINGKUNGAN USAHA

Untuk melakukan analisa lingkungan usaha akan digunakan model 5

forces industrial analysis yang dikembangkan oleh Michael Porter. Analisa ini

akan meliputi tinjauan dari sisi produk dan jasa substitusi (substitutions), sisi pendatang baru (new entrants), sisi pembeli (buyers), sisi pemasok (suppliers), dan terakhir, sisi pemain bisnis yang sudah ada di pasar (industry rivalry). Analisa ini diperlukan untuk melihat apakah lingkungan usaha yang ada masih kondusif atau sudah tidak menarik lagi.

Teknologi backhaul satelit adalah teknologi yang sampai saat ini masih memiliki pasar tersendiri. Berbagai industri seperti industri seluler, banking, perminyak, pertambangan, perkebunan, broadcasting TV masih membutuhkan komunikasi melalui satelit. Hal ini disebabkan karena teknologi satelit dapat melayani wilayah yang luas, waktu instalasi yang cepat dan biaya investasi yang relatif lebih murah bila dibandingkan dengan teknologi telekomunikasi lainnya.

3.3.1 Sisi Pendatang Baru

Pendatang baru dalam suatu sistem ekonomi dan bisnis yang bersifat bebas dan terbuka akan menambah sisi persaingan. Ancaman persaingan dari pendatang baru banyak dipengaruhi oleh besarnya biaya yang harus dikeluarkan pendatang baru untuk masuk ke suatu pasar yang sudah ada. Regulasi yang ditetapkan Pemerintah akan mempengaruhi seberapa mudah pendatang baru dalam memasuki bisnis yang sudah ada. Hal-hal yang berhubungan dengan sisi pendatang baru adalah:

a. Skala ekonomi. Skala ekonomi ini akan berhubungan dengan biaya proses produksi. Tingkat skala ekonomi dapat memberatkan bagi pemain baru karena bila skala yang ada cukup besar maka akan muncul reaksi yang keras dari pemain lama, sedangkan bila skala cukup kecil maka perusahaan baru akan menghadapi kendala kerugian biaya.

(3)

29

b. Kebijakan Pemerintah. Pemerintah memegang peranan penting dalam bisnis ini untuk menentukan apakah diperbolehkannya pemain baru atau tidak, atau seberapa sulit untuk mendapatkan izin menjadi pemaian baru dalam industri. c. Diferensiasi produk. Diferensiasi produk berkaitan dengan kemudahan

pemain baru untuk memasuki pasar. Bila produk yang ada terdiferensiasi, akan mudah bagi pemain baru untuk memasukinya.

3.3.2 Sisi Pembeli

Hal yang mempengaruhi dari daya tawar pembeli salah satunya adalah tingkat pengeluaran pembeli dalam rutinitas konsumsi suatu produk. Semakin tinggi tingkat pengeluaran dalam suatu rutinitas, maka pembeli akan semakin sensitif terhadap harga.

Hal yang berpengaruh adalah ada atau tidaknya produk pengganti. Bila tidak ada produk pengganti, maka harga tidak akan menjadi sebuah masalah untuk setiap pembeli. Banyaknya informasi yang tersedia juga merupakan salah satu faktor kunci untuk pembeli. Semakin banyak informasi tentang suatu produk, maka pembeli akan semakin banyak memiliki pertimbangan dalam mengkonsumsi suatu produk. Pertimbangan-pertimbangan tersebut tentunya termasuk pertimbangan dalam hal harga. Pembeli akan semakin tertarik pada suatu produk bila harga yang ditawarkan lebih murah.

Pembeli akan memiliki kekuatan yang kuat bila:

a. Pembeli terkonsentrasi, hanya ada sedikit pembeli produk atau jasa b. Pembeli membeli produk dengan proporsi produksi yang besar c. Pembeli memiliki perjanjian tertentu

Sedangkan beberapa hal yang akan memperlemah posisi dari pembeli adalah: a. Pembeli memiliki biaya yang besar jika ingin berganti produk yang

digunakan (switching cost besar)

b. Pembeli terbagi-bagi sehingga tidak ada pembeli yang memiliki pengaruh khusus terhadap harga atau produk

(4)

30 3.3.3 Sisi Produk Substitusi

Produk substitusi adalah sebuah produk yang dapat memberikan manfaat yang sama dengan produk yang digantikannya. Produk substitusi ini akan berpengaruh pada tingkat harga dan besar penjualan. Bila terdapat banyak produk sustitusi dan kualitas dari produk substitusi itu lebih baik, maka produk yang ada akan mengalami penurunan harga kecuali produk yang ada tidak tergantikan oleh produk substitusi karena ada keterbatasan wilayah geografi, misalkan komunikasi satelit tidak bisa tergantikan oleh komuikasi fiber optik atau terestrial di wilayah remote.

3.3.4 Sisi Pemasok

Posisi tawar pemasok sangat menentukan harga jual suatu produk atau jasa dan menentukan seberapa besar laba yang akan diperoleh penjual. Bila barang atau jasa yang dipasok adalah umum, posisi pemasok lebih lemah dibandingkan dengan pihak pembeli. Hal sebaliknya akan terjadi pada barang atau jasa tertentu dimana sangat sedikit pemasok yang tersedia atau bahkan hanya satu pemasok. Dalam kondisi ini pihak pembeli menjadi pihak yang lemah.

Pemasok dapat berpengaruh dalam suatu bisnis dalam penentuan harga dan juga kualitas barang. Adanya dominasi atau monopoli dari pemasok akan membuat pemasok menjadi sebuah kekuatan yang sangat dominan dan dapat mengatur harga pasar dengan mudah. Bila pemasok sudah mendapatkan posisi yang sangat kuat, akan susah bagi perusahaan untuk melawannya kecuali dengan strategi-strategi tertentu seperti mencari produk substitusi sekuat tenaga.

Pemasok akan memiliki kekuatan yang tinggi bila terjadi hal-hal seperti di bawah ini:

a. Pemasok yang terkonsentrasi, pembeli banyak pemasok terbatas b. Tidak tersedia produk pengganti

c. Biaya yang tinggi untuk berpindah pemasok

Sedangkan pemasok akan berada dalam posisi yang lemah bila terjadi hal-hal berikut ini:

(5)

31

d. Banyak pemasok yang kompetitf karena adanya standardisasi produk e. Adanya perjanjian dengan pembeli

f. Pembeli yang terkonsentrasi

3.3.5 Sisi Persaingan Internal dalam Industri

Intensitas persaingan ini akan terjadi bila terdapat banyak pemain. Setiap pemain ini akan menjadi kompetitor bagi pemain lainnya. Kompetitor disini adalah pemain yang menjual produk atau jasa sejenis dan bersaing memperebutkan pasar yang sama. Pertumbuhan pasar yang lambat juga akan meningkatkan intensitas persaingan karena akan lebih banyak terjadi perebutan konsumen yang sudah ada dibandingkan dengan perebutan pasar yang baru muncul. Beberapa hal yang akan mempengaruhi persaingan dalam industri ini adalah sebagai berikut:

a. Jumlah pemain banyak. Banyaknya pemain dengan kekuatan masing-masing akan meningkatkan intensitas persaingan dalam kompetisi.

b. Pertumbuhan industri yang lambat. Pertumbuhan industri yang lambat membawa kompetisi kearah persaingan marketshare, dimana pertumbuhan demand yang rendah akan membuat pemain akan saling berebut pelanggan bukannya menciptakan peluang pasar baru.

c. Struktur biaya, industri yang memerlukan biaya tetap tinggi akan mendorong pemain untuk memproduksi dengan kapasitas penuh sehingga biaya per unit akan lebih murah.

d. Differensiasi produk, adalah sebagai upaya total yang dilakukan perusahaan untuk menciptakan perbedaan di antara pesaing dengan tujuan memberikan nilai yang terbaik untuk pembeli. e. kebijakan pemerintah. Kebijakan pemerintah dalam hal ini adalah

(6)

32 3.4 MANAGEMEN STRATEGI

Inti dari manajemen strategi adalah memenangkan persaingan. Karena manajemen strategi selalu berusaha memenangkan persaingan, maka mau tidak mau perusahaan harus senantiasa menganalisis diri dan memperbaiki diri agar tampil lebih baik dari perusahaan pesaing. strategi adalah rencana tindakan yang menjabarkan alokasi sumber daya dan aktivitas lain untuk menanggapi lingkungan dan membantu organisasi mencapai sasarannya. Manajemen strategi

(strategic management) adalah seperangkat keputusan dan tindakan yang

digunakan untuk memformulasikan dan mengimplementasikan strategi-strategi yang berdaya saing tinggi dan sesuai bagi perusahaan dan lingkungannya untuk mencapai sasaran organisasi.

3.4.1 Tujuan Manajemen Strategi

a. Melaksanakan dan mengevaluasi strategi yang dipilih secara efektif dan efisien.

b. Mengevaluasi kinerja, meninjau dan mengkaji ulang situasi serta melakukan berbagai penyesuaian dan koreksi jika terdapat penyimpangan di dalam pelaksanaan strategi.

c. Senantiasa memperbarui strategi yang dirumuskan agar sesuai dengan perkembangan lingkungan eksternal.

d. Senantiasa meninjau kembali kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman bisnis yang ada.

e. Senantiasa melakukan inovasi atas produk agar selalu sesuai dengan selera konsumen.

3.4.2 Tingkatan Strategi

Terdapat 3 tingkatan strategi dalam organisasi yaitu:

(7)

33

2. Strategi Tingkat Bisnis (Business Strategy) 3. Strategi Tingkat Fungsional (Functional Strategy) 1. Strategi Tingkat Perusahaan (Corporate Strategy)

a. Ditetapkan oleh tingkat manajemen tertinggi di dalam organisasi dan mengarah kepada bisnis apa yang akan dilakukan serta bagaimana sumber daya dialokasikan di antara bisnis tersebut.

b. Strategi korporasi secara umum melibatkan tujuan jangka panjang yang berhubungan dengan organisasi secara keseluruhan dan investasi keuangan secara langsung.

2. Strategi Tingkat Bisnis (Business Strategy)

a. Ditetapkan oleh masing-masing unit bisnis strategi (Strategy Business

Unit=SBU). Strategi bisnis biasanya diformulasikan oleh manajer

tingkat bisnis melalui negosiasi dengan manajer korporasi dan memusatkan kepada bagaimana cara bersaing dalam dunia bisnis yang ada.

b. Strategi bisnis harus melalui dan diperoleh serta didukung oleh strategi korporasi.

3. Strategi Tingkat Fungsional (Functional Strategy)

a. Mempunyai lingkup yang lebih sempit lagi dibandingkan strategi korporasi dan strategi bisnis.

b. Berhubungan dengan fungsi bisnis seperti fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi SDM, fungsi keuangan, fungsi riset dan pengembangan (R&D).

c. Strategi fungsional harus mengarah kepada strategi bisnis dan konsep yang paling utama adalah tergantung kepada hasil jawaban bagaimana cara menerapkannya.

(8)

Gambar 3. 1 Bagan

3.5 HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian ini diharapkan dapat teleh ditetapkan sebelumnya. P

situasi bisnis backhaul seluler melalui satelit dari

ancaman saat ini. Dengan mengetahui situasi bisnis selanjutnya dapat ditentukan strategi yang tepat bagi penyedia layanan backhaul seluler melalui satelit dapat memenangkan kompetisi dan tekanan dalam industri

dapat memperoleh pendapatan yang menguntungkan.

34

Bagan tingkatan managemen strategi

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memenuhi tujuan penelitian yang h ditetapkan sebelumnya. Penelitian ini akan berupa hasil analisa terhadap situasi bisnis backhaul seluler melalui satelit dari segi berbagai tekanan dan . Dengan mengetahui situasi bisnis selanjutnya dapat ditentukan

penyedia layanan backhaul seluler melalui satelit dapat memenangkan kompetisi dan tekanan dalam industri, sehingga perusahaan dapat memperoleh pendapatan yang menguntungkan.

uan penelitian yang analisa terhadap segi berbagai tekanan dan . Dengan mengetahui situasi bisnis selanjutnya dapat ditentukan agar ahaan

Gambar

Gambar 3. 1 Bagan

Referensi

Dokumen terkait

Hal itu disebabkan dari proses terjadinya Lusi yang dipicu karena pengeboran lapisan limestone pada kedalaman 2830 m di bawah permukaan (Davies, dkk. Area di sekitar Lusi yang

(2) Mutu pendidikan tinggi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal STIE MURA yang merupakan kegiatan sistemik

Skor hidung berair selama 8 minggu kelompok BCG dan kontrol Gambar 4 tampak skor gejala hidung berair juga terjadi penurunan dengan perbedaan bermakna baik pada kelompok BCG

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor

Adapun identifikasi masalah yang ada yaitu belum ada perancangan sign system dalam pembangunan Pasar Sarijadi; banyaknya fasilitas yang ditawarkan dan luas bangunan

Seksi Tata Ruang Wilayah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 40 ayat (1) huruf a mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan, pelaksanaan kebijakan,

Perilaku santri di Podok Pesantren Romlah Assomadiyah Cilongok dengan adanya pembelajaran seksualitas dan kesehatan reproduksi lewat kitab kuning dan pendidikan

Selain menghitung nilai Safety Integrity Level juga akan dilakukan analisa HAZOP untuk mengestimasi resiko dan analisis bahaya dari plant Regenerant Heater Section Pennex