BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN. No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa Jumlah Persentase 1 Tuntas % 2 Belum Tuntas % Jumlah %

Teks penuh

(1)

20 4.1 Deskripsi Kondisi Awal

Pembelajaran pra siklus dilaksanakan pada Hari Senin, 11 Oktober 2012 di kelas VI SDN Tegalharjo 01 tentang materi pangkat tiga dan akar pangkat tiga, yang hasilnya terlihat pada hasil belajar siswa. Pada evaluasi penulis mengukur hasil belajar siswa dengan tes tertulis. Masih banyak siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM atau kurang dari 70. Hasil ketuntasan belajar siswa dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 4.1

Hasil ketuntasan belajar matematika pada pra siklus siswa kelas VI SDN Tegalharjo 01 semester I 2012/2013

No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa

Jumlah Persentase

1 Tuntas 15 36 %

2 Belum Tuntas 24 64 %

Jumlah 39 100 %

Dari tabel 4.1 di atas dapat kita ketahui bahwa siswa yang mencapai ketuntasan atau yang mendapatkan nilai 70 ke atas baru 15 orang siswa. Sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan atau yang mempunyai nilai di bawah nilai kurang dari 75 adalah 24 orang siswa. Untuk lebih jelasnya tingkat ketuntasan siswa dapat kita lihat dalam diagram berikut:

(2)

Gambar 4.1. Diagram Ketuntasan Belajar Pra Siklus

Apabila kita menganalisa nilai pra siklus berdasarkan nilai tertinggi, terendah, dan nilai rata-rata dapat kita lihat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 4.2

Perolehan Nilai Tes Pra siklus

No Uraian Nilai

1 Nilai Tertinggi 90

2 Nilai Terendah 40

3 Nilai Rata-rata 62

Untuk memperjelas hasil nilai tertinggi, terendah, maupun rata-rata dari tabel 4.2 dapat di gambarkan dalam diagram batang berikut ini:

(3)

Gambar 4.2. Grafik Perolehan Nilai Hasil Belajar Prasiklus

Hasil belajar yang kita lihat pada tabel dan diagram di atas disebabkan karena metode pembelajaran yang dipergunakan oleh guru masih konvensional, yaitu metode ceramah yang masih dominan. Dengan adanya ceramah yang dominan menjadikan siswa menjadi pasif, kurang semngat, dan cenderung tidak memperhatikan penjelasan dari guru. Setiap diberi pertanyaan siswa tidak berkonsentrasi. Siswa kurang memahami materi pelajaran yang diajarkan. Padahal materi akar pangkat tiga membutuhkan konsep dasar berhitung yang kuat agar siswa dapat menghitung akar pangkat tiga dengan baik.

4.2 Deskripsi Hasil Siklus I 4.2.1 Perencanaan Tindakan

Siklus I terdiri dari dua pertemuan yang dilaksanakan pada hari Selasa 23 Oktober 2012 dan Kamis tanggal 25 Oktober 2012. Persiapan yang dilaksanakan peneliti sebelum pelaksanaan Siklus I adalah:

1. Meminta ijin kepada kepala sekolah untuk melaksanakan penelitian.

2. Menunjuk teman sejawat untuk menjadi observer dalam pelaksanaan pembelajaran. 3. membuat RPP dengan format sebagai berikut:

1) Kegiatan awal

(4)

b) Melakukan presensi pada siswa. c) Menyampaikan tujuan pembelajaran. d) Melakukan appersepsi.

2) Kegiatan inti Eksplorasi

a) Guru memberikan pertanyaan tentang penggunaan bilangan kubik dan akar pangkat tiga dalam kehidupan sehari-hari.

b) Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok. Elaborasi

a) Secara klasikal guru memberikan penjelasan di papan tulis tentang cara menghitung akar pangkat tiga.

b) Guru membagikan lembar kerja.

c) Siswa mengerjakan lembar kerja dalam kelompok masing-masing sesuai dengan petunjuk

Konfirmasi

a) Wakil dari kelompok siswa menyampaikan hasil diskusinya. b) Guru memberikan tes formatif.

c) Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

d) Bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan.

3) Kegiatan penutup

a) Memberikan kesimpulan.

b) Memberikan tindak lanjut berupa pekerjaan rumah.

4.2.2 Pelaksanaan Tindakan

Tindakan yang dilaksanakan sesuai dengan perencanaan yaitu: 1) Membuka pelajaran

Guru membuka pelajaran dengan mengucapkan salam dan mengabsen siswa. 2) Apersepsi

(5)

Pada tahap ini guru memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi, guru menunjukkan contoh kongkrit penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari.

3) Pembentukan kelompok

Setelah guru memberikan penjelasan singkat, guru membentuk kelompok siswa untuk mempersiapkan diskusi dengan metode Group Investigation. Dengan kelompok inilah nantinya akan membahas permasalahan dalam Lembar Kerja Siswa yang telah dipersiapkan oleh guru.

4) Tes Evaluasi

Pada akhir kegiatan diadakan tes formatif untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran yang telah diajarkan oleh guru. Siswa secara individu mengerjakan soal tersebut, dan guru atau peneliti mengoreksi hasil pekerjaan siswa.

Gambaran sekilas pelaksanaan siklus I adalah guru tidak lagi mendominasi pembelajaran, metode ceramah tidak lagi kelihatan dominan. Siswa tampak aktif berdiskusi dalam kelompok masing-masing. Suasana pembelajaran nampak lebih meriah dan siswa sangat antusias mengikuti pelajaran.

4.2.3 Hasil Pengamatan

Pengamatan pada siklus I dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan oleh teman sejawat yang telah ditunjuk oleh peneliti yaitu Bapak Anto, S. Pd. Observer mengikuti seluruh proses yang dilaksanakan di kelas VI SDN Tegalharjo 01.

Hasil pengamatan terhadap pelaksanakan pembelajaran yang difokuskan pada aktifitas siswa siklus I adalah sebagai berikut:

1. Kesiapan dalam belajar seluruh siswa sudah meningkat.

2. Dalam menjawab pertanyaan belum semua siswa mampu menjawab.

3. Dalam merumuskan masalah sementara ada beberapa siswa yang telah mampu melaksanakan dengan baik.

4. Hampir semua siswa telah aktif dalam diskusi. 5. Kedisiplinan siswa dalam pembelajaran sudah baik. 6. Siswa telah melaksanakan diskusi kelompok dengan baik.

(6)

7. Kelompok siswa telah melaporkan hasil diskusinya.

8. Penyimpulan hasil diskusi dilakukan oleh siswa namun masih perlu bantuan dari guru.

9. Ada beberapa siswa yang mengajukan pertanyaan.

Hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer yaitu Bapak Anto, S. Pd. Sudah menunjukkan kriteria penilaian yang baik. Adapun hasilnya dapat kita lihat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 4.3

Hasil Pengamatan Aktifitas Siswa Kelas VI Siklus I

No Nama Siswa Indikator

Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 S D S 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 2 A N A. 3 3 2 3 3 4 2 3 3 26 3 D P U. 1 2 2 3 2 2 3 2 2 19 4 L F 2 2 2 3 3 2 2 3 2 21 5 Y S 1 2 2 3 2 2 3 2 2 19 6 D A 2 2 2 3 3 2 2 3 2 21 7 D Z 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 8 D F S 2 3 3 3 4 4 3 3 3 28 9 D A 3 3 3 3 4 4 4 3 3 30 10 K 1 2 2 3 2 2 3 2 2 19 11 M R 2 3 3 3 4 4 3 3 3 28 12 M A 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 13 R A 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 14 A I 1 2 2 2 3 3 2 2 2 19 15 A A M 2 3 3 3 4 4 3 3 3 28 16 B P 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 17 D N M. 1 2 2 2 3 3 2 2 2 19 18 D T 2 3 3 3 4 4 3 3 3 28 19 D S 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 20 D S A. 3 3 3 3 4 4 4 3 3 30 21 F A A 1 2 2 2 3 3 2 2 2 19 22 J W 2 3 3 3 4 4 3 3 3 28 23 K M 1 2 2 2 3 3 2 2 2 19 24 M A 1 2 2 2 3 3 2 2 2 19 25 M Q 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 26 M H 2 3 3 3 4 4 3 4 3 29 27 N 2 3 3 3 4 4 3 4 3 29 28 N s 1 2 2 2 3 3 2 2 2 19 29 P M 1 2 2 2 3 3 2 2 2 19 30 R 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27

(7)

31 R N I 3 3 3 3 4 4 4 3 3 30 32 R A S 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 33 R L 2 3 3 3 4 4 3 4 3 29 34 S P 2 2 2 3 2 2 3 3 2 21 35 S 3 3 3 3 4 4 4 3 3 30 36 T S 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 37 T N C 2 2 2 3 2 2 3 3 2 21 38 Y S 3 3 3 3 4 4 4 3 3 30 39 H I M. 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27

Berdasarkan hasil penilaian pada tes formatif diperoleh data nilai siswa. Dari data tersebut menunjukkan bahwa siswa yang mencapai ketuntasan belajar baru 64 %, sedangkan yang belum tuntas masih 36 %. Data ketuntasan dapat kita lihat pada tabel 4.3 berikut:

Tabel 4.4

Hasil ketuntasan belajar matematika pada siklus I siswa kelas VI SDN Tegalharjo 01 semester I 2012/2013

No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa

Jumlah Persentase

1 Tuntas 25 64 %

2 Belum Tuntas 14 36 %

Jumlah 39 100 %

Dari tabel 4.3 di atas dapat kita ketahui bahwa siswa yang mencapai ketuntasan atau yang mendapatkan nilai 70 ke atas baru 25 orang siswa. Sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan atau yang mempunyai nilai di bawah nilai kurang dari 70 adalah 14 orang siswa. Untuk lebih jelasnya tingkat ketuntasan siswa dapat kita lihat dalam diagram berikut:

(8)

Gambar 4.3

Diagram Ketuntasan Belajar Siklus I

Apabila kita menganalisa nilai Siklus I berdasarkan nilai tertinggi, terendah, dan nilai rata-rata dapat kita lihat dalam tabel di bawah ini:

Tabel 4.5

Perolehan Nilai Tes Siklus I

No Uraian Nilai

1 Nilai Tertinggi 90

2 Nilai Terendah 50

3 Nilai Rata-rata 70

Berdasarkan tabel 4.4 dapat digambarkan dengan diagram batang sebagai berikut:

(9)

Hasil pengamatan terhadap kinerja guru dalam proses pembelajaran menunjukkan hasil yang cukup baik. Adapun hasilnya terlampir dalam penelitian ini.

Hasil observasi dapat digunakan sebagai bahan refleksi untuk pelaksanaan pembelajaran pada Siklus II. Guru memutuskan untuk melanjutkan penelitian pada siklus II karena pelaksanaan pembelajaran pada siklus I belum memenuhi indikator kinerja.

4.2.4 Evaluasi dan Refleksi

Berdasarkan hasil evaluasi tes formatif pada Pra Siklus dan Siklus I dapat dilihat adanya peningkatan. Perbandingan ketuntasan hasil belajar siswa dapat dilihat pada tabel 4.5 berikut:

Tabel 4.6

Perbandingan Ketuntasan Belajar Kondisi Awal dan Siklus I No Ketuntasan

Belajar

Kondisi Awal Siklus I

Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

1 Tuntas 15 36 % 25 64 %

2 Belum Tuntas 24 64 % 14 36 %

Jumlah 39 100 % 39 100 %

Data perbandingan ketuntasan belajar pada tabel 4.5 dapat diperjelas pada diagram 4.5 sebagai berikut:

(10)

Berdasarkan data-data di atas terlihat bahwa pembelajaran menggunakan metode Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika tentang pangkat tiga dan akar pangkat tiga. Terjadi kenaikan rata-rata nilai dari 62 menjadi 70. Namun kenaikan tersebut belum sesuai harapan karena persentase ketuntasan baru mencapai 64 % dari minimal 75 % yang diharapkan.

Hasil refleksi dari proses pembelajaran pada siklus I adalah sebagai berikut:

1) Guru belum melakukan bimbingan terhadap seluruh kelompok siswa dengan baik. 2) Ada beberapa siswa yang belum mengerti maksud dari diskusi.

3) Pertanyaan siswa belum terjawab dengan baik.

4) Guru belum merangsang terjadinya interaksi antara siswa dengan siswa sehingga diskusi terkesan belum kompak.

Berdasarkan refleksi dari siklus I akan dijadikan bahan kajian untuk perbaikan pada siklus II. Perbaikan itu antara lain adalah:

1) Guru akan melakukan bimbingan terhadap seluruh kelompok siswa dengan baik. 2) Guru akan memandu pelaksanaan diskusi.

3) Guru akan lebih responsif terhadap pertanyaan siswa.

4) Guru akan lebih mengintensifkan interaksi antara siswa dengan siswa sehingga diskusi terkesan kompak.

4.3 Deskripsi Hasil Perbaikan Siklus II 4.3.1 Perencanaan Tindakan

Siklus II terdiri dari dua pertemuan yang dilaksanakan pada hari Selasa,  30  Oktober 2012 dan Kamis, 01 November 2012. Persiapan yang dilaksanakan peneliti sebelum pelaksanaan Siklus II adalah:

1. Meminta ijin kepada kepala sekolah untuk melaksanakan penelitian.

2. Menunjuk teman sejawat untuk menjadi observer dalam pelaksanaan pembelajaran.

3. Membuat RPP dengan format sebagai berikut: 1) Kegiatan awal

(11)

b) Melakukan presensi pada siswa. c) Menyampaikan tujuan pembelajaran. d) Melakukan appersepsi.

2) Kegiatan inti Eksplorasi

a) Guru memberikan pertanyaan tentang penggunaan bilangan kubik dan akar pangkat tiga dalam kehidupan sehari-hari.

b) Guru membagi siswa dalam beberapa kelompok.

Elaborasi

a) Secara klasikal guru memberikan penjelasan di papan tulis tentang cara menghitung akar pangkat tiga.

b) Guru membagikan lembar kerja.

c) Siswa mengerjakan lembar kerja dalam kelompok masing-masing sesuai dengan petunjuk

Konfirmasi

a) Wakil dari kelompok siswa menyampaikan hasil diskusinya. b) Guru memberikan tes formatif.

c) Guru bertanya jawab tentang hal-hal yang belum diketahui siswa

d) Bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan.

3) Kegiatan penutup

a) Memberikan kesimpulan.

b) Memberikan tindak lanjut berupa pekerjaan rumah.  

4.3.2 Pelaksanaan Tindakan

Secara umum tindakan yang dilaksanakan sesuai dengan perencanaan sebelum pelaksanaan siklus II yaitu:

1) Membuka pelajaran

(12)

2) Apersepsi

Pada tahap ini guru memberikan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan materi, guru menunjukkan contoh kongkrit penggunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari.

3) Pembentukan kelompok

Setelah guru memberikan penjelasan singkat, guru membentuk kelompok siswa untuk mempersiapkan diskusi. Dengan kelompok inilah nantinya akan membahas permasalahan dalam Lembar Kerja Siswa yang telah dipersiapkan oleh guru.

4) Tes Evaluasi

Pada akhir kegiatan pada Siklus II diadakan tes formatif untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi pelajaran yang telah diajarkan oleh guru. Siswa secara individu mengerjakan soal tersebut, dan guru atau peneliti mengoreksi hasil pekerjaan siswa.

Gambaran sekilas pelaksanaan siklus II adalah guru tidak lagi mendominasi pembelajaran, metode ceramah tidak lagi kelihatan dominan. Siswa tampak aktif berdiskusi dalam kelompok masing. Suasana pembelajaran nampak lebih meriah dan siswa sangat antusias mengikuti pelajaran. Dengan adanya penjelasan guru dalam menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan akar pangkat tiga menggunakan berbagai cara anak akan membandingkan dan dipilih yang paling mudah. Interaksi antar siswa juga sudah berjalan dengan baik, mereka juga telah bekerjasama dengan baik.

4.3.3 Hasil Pengamatan

Pengamatan pada siklus II dilaksanakan pada saat pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan oleh teman sejawat yang telah ditunjuk oleh peneliti yaitu Bapak Anto, S. Pd. Observer mengikuti seluruh proses yang dilaksanakan di kelas VI SDN Tegalharjo 01.

Hasil pengamatan terhadap pelaksanakan pembelajaran pada siklus I adalah sebagai berikut:

1) Guru sudah membuka pelajaran dengan salam dan melakukan presensi pada siswa. 2) Guru telah merumuskan tujuan pembelajaran dengan baik.

(13)

4) Siswa telah siap mengikuti pelajaran dengan baik. 5) Siswa telah mampu merumuskan hasil diskusi.

6) Kedisiplinan dalam mengikuti pelajaran telah meningkat. 7) Siswa telah berani tampil untuk menerangkan hasil diskusinya. 8) Siswa telah mampu membuat kesimpulan.

9) Hasil belajar siswa telah memenuhi indikator kinerja.

Hasil pengamatan yang dilakukan oleh observer yaitu Bapak Anto, S. Pd. Sudah menunjukkan kriteria penilaian yang sangat baik. Adapun hasilnya dapat kita lihat pada tabel berikut:

Tabel 4.7

Hasil Pengamatan Aktifitas Siswa Kelas VI Siklus II

No Nama Siswa Indikator

Jumlah 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 S D S 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 2 A N A. 3 3 2 3 3 4 2 3 3 26 3 D P U. 1 2 2 3 2 2 3 2 2 19 4 L F 2 2 2 3 3 2 2 3 2 21 5 Y S 1 2 2 3 2 2 3 2 2 19 6 D A 2 2 2 3 3 2 2 3 2 21 7 D Z 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 8 D F S 2 3 3 3 4 4 3 3 3 28 9 D A 3 3 3 3 4 4 4 3 3 30 10 K 1 2 2 3 2 2 3 2 2 19 11 M R 2 3 3 3 4 4 3 3 3 28 12 M A 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 13 R A 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 14 A I 1 2 2 2 3 3 2 2 2 19 15 A A M 2 3 3 3 4 4 3 3 3 28 16 B P 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 17 D N M. 1 2 2 2 3 3 2 2 2 19 18 D T 2 3 3 3 4 4 3 3 3 28 19 D S 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 20 D S A. 3 3 3 3 4 4 4 3 3 30 21 F A A 1 2 2 2 3 3 2 2 2 19 22 J W 2 3 3 3 4 4 3 3 3 28 23 K M 1 2 2 2 3 3 2 2 2 19 24 M A 1 2 2 2 3 3 2 2 2 19 25 M Q 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 26 M H 2 3 3 3 4 4 3 4 3 29

(14)

27 N 2 3 3 3 4 4 3 4 3 29 28 N s 1 2 2 2 3 3 2 2 2 19 29 P M 1 2 2 2 3 3 2 2 2 19 30 R 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 31 R N I 3 3 3 3 4 4 4 3 3 30 32 R A S 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 33 R L 2 3 3 3 4 4 3 4 3 29 34 S P 2 2 2 3 2 2 3 3 2 21 35 S 3 3 3 3 4 4 4 3 3 30 36 T S 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27 37 T N C 2 2 2 3 2 2 3 3 2 21 38 Y S 3 3 3 3 4 4 4 3 3 30 39 H I M. 3 3 2 3 3 4 3 3 3 27

Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa siswa yang mencapai ketuntasan belajar talah mencapai 95 %, sedangkan yang belum tuntas tinggal 5 %. Data ketuntasan dapat kita lihat pada tabel 4.6 berikut:

Tabel 4.8

Hasil ketuntasan belajar matematika pada siklus II siswa kelas VI SDN Tegalharjo 01 semester I 2012/2013

No Ketuntasan Belajar Jumlah Siswa

Jumlah Persentase

1 Tuntas 37 95 %

2 Belum Tuntas 2 5 %

Jumlah 39 100 %

Dari tabel 4.6 di atas dapat kita ketahui bahwa siswa yang mencapai ketuntasan atau yang mendapatkan nilai 70 ke atas 37 orang siswa. Sedangkan siswa yang belum mencapai ketuntasan atau yang mempunyai nilai di bawah nilai kurang dari 70 hanya 2 orang siswa. Untuk lebih jelasnya tingkat ketuntasan siswa dapat kita lihat dalam diagram berikut:

(15)

Gambar 4.6. Diagram Ketuntasan Belajar Siklus II

Berdasarkan analisa tentang ketuntasan belajar tersebut dapat diketahui bahwa dari jumlah siswa kelas VI sebanyak 39 orang yang telah tuntas sebanyak 95 % dan yang belum tuntas hanya 5 % atau 2 orang siswa.

Apabila kita menganalisa nilai Siklus II berdasarkan nilai tertinggi, terendah, dan nilai rata-rata dapat kita lihat dalam tabel 4.7 di bawah ini:

Tabel 4.9

Perolehan Nilai Tes Siklus II

No Uraian Nilai

1 Nilai Tertinggi 100

2 Nilai Terendah 60

3 Nilai Rata-rata 78

Berdasarkan tabel 4.7 dapat digambarkan dengan diagram batang sebagai berikut:

(16)

Gambar 4.7. Grafik Perolehan Nilai Hasil Belajar Siklus II

Hasil pengamatan terhadap kinerja guru dan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran menunjukkan hasil yang sangat baik. Adapun hasilnya terlampir dalam penelitian ini.

4.3.4 Evaluasi dan Refleksi

Berdasarkan hasil evaluasi tes formatif pada Siklus I dan Siklus II dapat dilihat adanya peningkatan. Perbandingan hasil belajar siswa dapat dilihat pada ketuntasan belajar siswa yang dapat ditunjukkan perbandingannya pada tabel berikut:

Tabel 4.10

Perbandingan Ketuntasan Belajar Kondisi Awal dan Siklus I

No Ketuntasan

Siklus I Siklus II

Frekuensi Persentase Frekuensi Persentase

1 Tuntas 25 64 % 37 95 %

2 Belum Tuntas 14 36 % 2 5 %

(17)

Data perbandingan ketuntasan belajar pada tabel 4.8 dapat diperjelas pada diagram 4.8 sebagai berikut:

Gambar 4.8. Grafik Perbandingan Ketuntasan Belajar Siklus I dan Siklus II

Berdasarkan data-data di atas terlihat bahwa pembelajaran menggunakan metode Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika tentang pangkat tiga atau bilangan kubik dan akar pangkat tiga , terjadi kenaikan rata-rata nilai dari 70 menjadi 78. Ketuntasan telah mencapai 96 % atau lebih dari lebih dari 75 % sehingga peneliti tidak perlu lagi melaksanakan siklus berikutnya.

4.4 Pembahasan Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil penelitian dan tindakan yang telah dilaksanakan dapat dinyatakan bahwa pembelajaran melalui pengunaan metode Group Investigation dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI semester I tahun 2012/2013. Hal tersebut akan dianalisis dalam pembahasan berukut.

4.4.1 Pembahasan Pra Siklus a) Proses Pembelajaran

Proses pembelajaran pra siklus menunjukkan bahwa siswa merasa bosan karena pembelajaran yang monoton. Guru cenderung lebih aktif dengan metode

(18)

ceramahnya. Pada keadaan yang demikian siswa terlihat asyik bermain sendiri dan tidak memperhatikan pelajaran.

b) Hasil Belajar

Pada awalnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi pangkat tiga atau bilangan kubik dan akar pangkat tiga masih rendah. Hal ini disebabkan karena guru masih menggunakan metode yang konvensional. Ketuntasan belajar siswa baru mencapai 36 % atau 15 dari jumlah 39 orang siswa. Yang belum tuntas mencapai 24 orang siswa atau 64 %. Sedangkan nilai tertinggi hanya 80 dan nilai rata-rata kelas adalah 62.

4.4.2 Pembahasan Siklus I

Hasil tindakan pembelajaran pada pembelajaran siklus I berupa hasil tes formatif. Berdasarkan hasil observasi akan diperoleh keterangan sebagai berikut:

a) Proses Pembelajaran Siklus I

Pada proses pembelajaran siklus I guru dalam menerapkan metode Group Investigation guru sudah melakukan dengan baik. Namun dalam prosesnya masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan. Sudah ada perubahan pada prilaku siswa walaupun belum semua siswa terlibat aktif.

Dari hasil observasi terhadap siswa terdapat temuan-temuan yang bersifat positif yaitu antara lain terjadi peningkatan motivasi belajar siswa. Persaingan antar kelompok juga sudah terjadi karena masing-masing kelompok ingin menjadi yang terbaik.

b) Hasil Belajar

Hasil nilai tes formatif menunjukkan bahwa siswa yang mendapat nilai 70 keatas adalah 25 orang siswa atau 64 %, 14 orang siswa atau 36 % mendapat nilai dibawah 70.

Berdasarkan data di atas menunjukkan bahwa siswa yang mencapai ketuntasan belajar baru 64 %, sedangkan yang belum tuntas masih 36 %. Terhadap siswa yang belum mengalami ketuntasan akan diberikan penjelasan ulang pada siklus II yang nilainya akan dipergunakan untuk memperbaiki nilai formatif.

Berdasarkan refleksi dari siklus I terjadi peningkatan hasil beajar siswa melalui penerapan metode Group Investigation. Terjadi peningkatan ketuntasan belajar siswa

(19)

yang semula hanya 36 % menjadi 64 %. Belum semua siswa mencapai ketuntasan seperti yang diharapkan karena ada sebagian siswa yang belum memahami materi pelajaran.

Pada siklus ini dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran belum berhasil Karena ketuntasan belajar belum mencapai 75 %. Hal ini disebabkan karena proses pembelajaran yang dilakukan oleh peneliti belum maksimal.

4.4.3 Pembahasan Siklus II

Hasil tindakan pembelajaran pada pembelajaran siklus II berupa hasil tes formatif. Berdasarkan hasil observasi akan diperoleh keterangan sebagai berikut:

a) Proses Pembelajaran Siklus I

Segala kekurangan yang terjadi pada siklus I telah diperbaiki pada siklus II. Hasil pembelajaran yang telah dilakukan guru dalam menerapkan metode Group Investigation pada mata pelajaran matematika materi pangkat tiga atau bilangan kubik dan akar pangkat tiga sudah menunjukkan adanya perubahan. Siswa telah aktif dalam berdiskusi. Sebagian siswa juga sudah aktif bertanya jika mengalami kesulitan.

b) Hasil Belajar

Hasil tes dari siklus II menunjukkan bahwa siswa yang mendapat nilai 70 keatas adalah 37 orang siswa atau 95 %, dan siswa yang mendapat nilai kurang dari 70 hanya tinggal 2 orang saja.

Berdasarkan data di atas dapat dilihat bahwa siswa yang mencapai ketuntasan belajar talah mencapai 95 %, sedangkan yang belum tuntas tinggal 5 %. Terhadap 2 siswa yang belum mencapai ketuntasan diberikan program remidial yang nantinya akan dipergunakan untuk memperbaiki nilai tes formatif.

Hasil dari siklus I dan siklus II terjadi perubahan yang signifikan baik dari ketuntasan belajar maupun hasil rata-rata nilai formatif siswa. Terhadap 2 siswa yang belum mencapai ketuntasan tersebut diberikan penanganan khusus yaitu pemberian tugas tambahan berupa soal. Hasil ketuntasan belajar siswa ada peningkatan sekitar 31 % dibandingkan silklus I.

(20)

4.5 Pembahasan

Berdasarkan hasil tindakan dapat diketahui telah terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Matematika khususnya pada materi pangkat tiga atau bilangan kubik dan akar pangkat tiga di kelas VI SDN Tegalharjo 01Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati semester I Tahun pelajaran 2012/2013. Peningkatan nilai rata-rata yaitu 62 pada kondisi awal menjadi 70 pada Siklus I dan menjadi 78 pada Siklus II. Hasil belajar siswa dari kondisi awal sampai dengan siklus II dapat ditunjukkan pada tabel 4.11 berikut:

Tabel 4.11

Hasil Belajar Siswa pada Kondisi Awal, Siklus I dan Siklus II

No Ketuntasan Pra Siklus Siklus I Siklus II

Frekuensi % Frekuensi % Frekuensi %

1 Tuntas 15 36 % 25 64 % 37 95 %

2 Belum Tuntas 24 64 % 14 36 % 2 5 %

Peningkatan hasil belajar siswa dari kondisi awal sampai akhir siklus II dapat ditunjukkan pada tabel 4.12 berikut:

Tabel 4.12

Peningkatan Hasil Belajar Siswa pada Kondisi Awal sampai akhir

No Hasil Belajar Siswa Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dari Kondisi Awal

ke Siklus I

Dari Siklus I ke Siklus II

Dari Kondisi Awal ke Siklus II

1 Nilai Rata-rata 8 % 8 % 16 %

2 Ketuntasan Belajar 28 % 31 % 59 %

Berdasarkan hasil pengamatan terhadap hasil belajar siswa dapat peneliti simpulkan bahwa penggunaan metode Group Investigation dapat meningkatkan hasil

(21)

belajar siswa. Kekurangan-kekurangan yang ada pada siklus I telah peneliti perbaiki pada siklus II antara lain:

1) Guru telah merumuskan tujuan pembelajaran dengan baik, sudah diperinci secara spesifik.

2) Guru belum membimbing siswa secara merata dari masing-masing kelompok. 3) Guru sudah memberi kesempatan kepada siswa untuk melaporkan hasil diskusi. 4) Guru sudah merangsang adanya interaksi positif antar siswa sehingga terjadi

pembelajaran yang efektif dan menyenangkan.

Metode Pembelajaran Group Investigation mampu membangkitkan minat belajar siswa dalam menghitung pangkat tiga dan akar pangkat tiga atau bilangan kubik. Dengan adanya penjelasan guru tentang beberapa cara yang berbeda, maka anak akan tertantang untuk mencobanya. Cara yang paling mudah dan praktis akan dipilih oleh siswa.

Figur

Gambar 4.1. Diagram Ketuntasan Belajar Pra Siklus

Gambar 4.1.

Diagram Ketuntasan Belajar Pra Siklus p.2
Gambar 4.2. Grafik Perolehan Nilai Hasil Belajar Prasiklus

Gambar 4.2.

Grafik Perolehan Nilai Hasil Belajar Prasiklus p.3
Gambar 4.6. Diagram Ketuntasan Belajar Siklus II

Gambar 4.6.

Diagram Ketuntasan Belajar Siklus II p.15
Gambar 4.7. Grafik Perolehan Nilai Hasil Belajar Siklus II

Gambar 4.7.

Grafik Perolehan Nilai Hasil Belajar Siklus II p.16
Gambar 4.8. Grafik Perbandingan Ketuntasan Belajar Siklus I dan Siklus II

Gambar 4.8.

Grafik Perbandingan Ketuntasan Belajar Siklus I dan Siklus II p.17

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :