PENGARUH PEMBERIAN HORMON 2,4-D DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN KALUS JERUK KASTURI (Citrus microcarpa)
Teks penuh
Dokumen terkait
Gambar 4 di atas menunjukkan bahwa pemberian hormon dengan konsentrasi 80 mg/lmemberikan pengaruh pertumbuhan kalus yang tercepat dibandingkan liana lainnya.Pada
Hal ini sesuai dengan literatur Rahardja (2012) yang menyatakan bahwa penambahan 2,4-D dalam media akan merangsang pembelahan dan pembesaran sel pada eksplan sehingga dapat
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara BAP dan 2,4-D terhadap pertumbuhan eksplan bawang putih, mendapatkan konsentrasi 2,4-D yang tepat untuk mendukung
Parameter yang diukur meliputi presentase tumbuh kalus, tipe kalus, berat kering serta berat basah kalus kedelai.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian hormon 2,4-D dan BAP
Hasil pengamatan rata-rata jumlah tunas (buah) stek jeruk nipis tanpa biji pada pemberian hormon atonik, rootone-F, dan diameter stek di sajikan pada Tabel 2.. Rata-rata
Dalam teknik ini, dilakukan percobaan menggunakan eksplan yang berasal dari stek mikro tanaman mabai yang kemudian diinduksi untuk membentuk kalus pada media
Biji tetap dapat tumbuh meskipun tanpa penambahan ZPT (2,4-D 0 mg/l dan BAP 0 mg/l), hal tersebut karena didalam biji tersebut sudah memiliki hormon endogen, namun dalam
Tunas yang terbentuk pada perlakuan T3B1 diduga karena adanya perimbangan zpt endogen dengan sitokinin dan auksin dari BAP dan ekstrak tomat yang ditambahkan dalam media kultur,