• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

40

BAB 3

METODOLOGI PENELITIAN

Tujuan penelitian ini adalah dapat mendapatkan hasil analisis minat, potensi, daya beli pasar terhadap produk APE berbasis metode Montessori untuk menentukan rencana pemasaran. Dan mendapatkan hasis analisis perlu tidaknya kelengkapan tambahan produk APE berbasis metode Montessori. Adapun tahap-tahap penelitian yang dilakukan dalam rangka penyusunan tugas akhir ini dapat dilihat dari diagram alir berikut:

Mulai

Identifikasi Masalah

Bagaimana kondisi persaingan dengan kompetitor, minat dan potensi pasar terhadap inovasi produk

Alat Peraga Edukatif (APE) berbasis Metode Montessori

Studi Pustaka

Materi : Metode Pendidikan berbasis metode Montessori, riset pasar, proses produksi , Alat Peraga

Edukatif (APE), Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) atau TK, metode pengajaran yang ada, kompetitor

sejenis

Sumber : Internet, artikel, jurnal, skripsi

Studi Lapangan

Obyek : Produk APE berbasis metode Montessori dan proses produksi dari produsen, serta kompetitor, metode pengajaran untuk PAUD dan TK

Tools : Observasi, Wawancara

Wawancara

Obyek :Syarat-syarat pembuatan APE, alternatif pasar potensial, keluhan produk kompetitor, dan mencari informasi tentang APE dan metode

Montessori

Menetapkan Target Customer

Rentang usia, jenis kelamin, jenis pekerjaan, karakteristik penting, keuntungan yang diperoleh

saat cutomer membeli produk

A

(2)

41 Penjabaran Kompetensi

Menjabarkan informasi tentang customer dan kompetensi yang dimiliki untuk bersaing

Menetapkan Hipotesis

Produk ini akan diminati oleh orang tua dan pendidik yang peduli/ tertarik mendalami metode Montessori, dan dapat dibeli dengan kisaran harga Rp. 200.000 (eceran) dengan kelengkapan buku panduan dan

katalog produk.

Membuat Pertanyaan Dasar

Membuat daftar pertanyaan dasar berdasarkan keraguan atau ketidaktahuan yang muncul dari

hipotesis yang dibuat

Pengumpulan Data Sekunder

Statistik demografi, data studi ilmiah, informasi paten dan merk dagang, informasi legal, daftar alamat dan

nomor telepon, harga dan spesifikasi produk

Membuat Pertanyaan Tambahan

Membuat daftar pertanyaan tambahan berdasarkan keraguan atau ketidaktahuan yang muncul dari data

sekunder yang diperoleh

Memeriksa Hipotesis

Memeriksa hipotesis yang dibuat apakah masih valid, perlu adanya penelitian tambahan, atau revisi terhadap hipotesis berdasarkan data sekunder yang

diperoleh A Apakah Hipotesis Valid? Tidak Ya Penjabaran Kompetisi

Menjabarkan situasi dan kondisi kompetisi baik secara umum maupun khusus pada kompetitor –

kompetitor yang ada

B

(3)

42

Pembuatan Kuesioner

Pembuatan kuesioner berdasarkan hasil wawancara, data sekunder, dan daftar pertanyaan yang ada

Analisis Data dan Pembahasan

Menganalisis data yang diperoleh dari kuesioner yang telah disebar

Penyebaran Kuesioner

Responden: Orang tua anak usia dini, Guru PAUD atau TK pada sekolah reguler, Guru PAUD atau

TK pada sekolah berbasis metode Montessori Area: Jawa Tengah dan Yogyakarta

B Apakah Kuesioner Valid? Ya Tidak Validasi Kuesioner

Tiap pertanyaan diperiksa berdasarkan kesesuaian isi pertanyaan pada kuesioner terhadap lembar kerja.

Uji Hipotesis

Pemeriksaan hipotesis menggunakan data primer yang telah diperoleh

Apakah Hipotesis Valid? A Tidak Ya Kesimpulan

Hasil akhir dari penilitian ini adalah penarikan kesimpulan dari analisis data yang diperoleh.

Selesai

Action Plan

Dari hasil analisis dibuat rencana pemasaran produk, sebagai langkah awal dari penerapan hasil penelitian.

(4)

43

3.1. Identifikasi Masalah

Masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah metode pendidikan Montessori juga masih tergolong baru di Indonesia dan harga alat peraga Montessori yang relatif mahal Hal tersebut menyebabkan ketidaktahuan akan potensi pasar saat ini, jenis dari produk yang diminati dan ketidaktahuan akan kelengkapan tambahan produk serta tidak diketahuinya harga jual yang sesuai dengan daya beli pasar. Karena kondisi tersebut resiko kerugian produk yang dihasilkan menjadi tidak laku sangat mungkin terjadi. Riset pasar merupakan suatu metode yang digunakan untuk membantu mengetahui bagaimana kondisi persaingan, minat dan potensi pasar terhadap produk alat peraga Montessori. Serta mengetahui perlu tidaknya kelengkapan tambahan produk yang direncanakan untuk memenuhi kebutukan pasar.

3.2. Studi Pustaka

Kegiatan ini dilakukan untuk mendapatkan referensi mengenai data awal, dasar teori dan metode yang mendukung penelitian. Referensi tersebut didapatkan dari buku, artikel, jurnal, skripsi, internet dan sumber lain yang memungkinkan.

3.3. Studi Lapangan

Studi lapangan dilakukan dengan mencari informasi dengan menggunakan media Internet dan secara langsung mendatangi pihak-pihak yang bersangkutan, dengan Alat Peraga Edukatif berbasis metode Montessori, maupun yang berkaitan metode pendidikan Montessori sendiri. Pihak yang bersangkutan tersebut antara lain: pendidik (dosen atau trainer) yang mengajarkan metode Montessori, tenaga kependidikan TK atau PAUD, dan pelaku usaha Alat Peraga Edukatif sejenis. Informasi yang akan dicari meliputi spesifikasi produk, standart produk, proses produksi, dan harga Alat Peraga Edukatif berbasis metode Montessori yang ada saat ini. Data-data tersebut diperoleh melalui proses observasi dan wawancara. Hal ini dilakukan sebagai penelitian pendahulu untuk menyusun kuesioner.

3.4. Wawancara

Wawancara dilakukan untuk mencari informasi mengenai metode pendidikan Montessori dan produk Alat Peraga Edukatif berbasis metode Montessori yang

(5)

44

akan diproduksi. Sehingga produk yang dihasilkan sesuai metode pendidikan Montessori dan alternatif pasar potensial yang dapat menerima produk tersebut. Informasi tersebut diperoleh melaui proses wawancara dengan pihak-pihak yang bersangkutan. Pihak yang dimaksud adalah tenaga kependidikan TK atau PAUD dan pendidik (dosen atau trainer) yang mengajarkan metode Montessori.

3.5. Menetapkan Target Customer

Target customer ditetapkan berdasarkan alternatif pasar potensial hasil dari wawancara. Target customer dijabarkan dalam beberapa kriteria spesifik, sehingga menjadi jelas siapa target customer yang dimaksud.

3.6. Menetapkan Hipotesis

Setelah serangkaian tahapan dilakukan sebagai penelitian pendahulu, hipotesis awal ditetapkan sebagai dasar dari riset pasar ini dan akan diuji kebenarannya dalam tahap selanjutnya.

3.7. Menyusun Pertanyaan Dasar

Pertanyaan dibuat berdasarkan keraguan dan ketidaktahuan yang muncul atas hipotesis awal yang telah ditetapkan. Pertanyaan dasar ini akan coba dijawab dengan data sekunder yang diperoleh pada tahap selanjutnya. Nantinya, pertanyaan-pertanyaan dasar yang belum terjawab akan digunakan sebagai dasar untuk menyusun kuesioner.

3.8. Pencarian Data Sekunder

Tahapan selanjutnya adalah mencari data sekunder yang dapat mendukung proses perencanaan riset pasar dan untuk menguji hipotesis awal. Data sekunder yang dibutuhkan antara lain data statistik demografi penduduk di kota Semarang dan kota Yogyakarta, kompetitior Alat Peraga Edukatif berbasis metode Montessori, panduan metode Montessori untuk guru dan orangtua, jenis bahan baku, harga bahan baku, dan lain-lain. Data sekunder didapatkan melalui wawancara, pencarian di dinas-dinas terkait, melalui website resmi, dan lain sebagainya.

(6)

45

3.9. Menyusun Pertanyaan Tambahan

Data sekunder yang diperoleh pada tahap sebelumnya dianalisis untuk menjawab pertanyaan dasar yang ada. Kemudian jika masih ada pertanyaan yang belum terjawab atau muncul pertanyaan baru dari data sekunder maka setiap pertanyaan tersebut disusun dan dimasukkan di dalam kuesioner ataupun digunakan sebagai dasar melakukan penelitian lanjutan.

3.10. Memeriksa Hipotesis

Hipotesis awal akan diperiksa menggunakan data-data yang diperoleh dari pencarian data sekunder. Hasil pemeriksaan ini menunjukkan apakah hipotesis awal yang dibuat masih valid atau tidak. Jika masih valid, maka hipotesis awal masih dapat digunakan pada tahap selanjutnya sampai akhir proses riset. Jika tidak valid, maka perlu ditetapkan hipotesis baru dalam proses riset pasar.

3.11. Penjabaran Kompetensi

Penjabaran kompetensi bermanfaat untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan dari gagasan untuk memperkenalkan dan memasarkan produk Alat Peraga Edukatif berbasis Metode Montessori serta rencana kelengkapan tambahan terhadap produk yang akan dilakukan secara umum. Pengetahuan yang diperoleh dari riset dapat digunakan untuk memberikan penjelasan lebih kepada responden.

3.12. Penjabaran Kompetisi

Pada tahap ini dijabarkan bagaimana kondisi persaingan atau kompetisi secara umum dan kondisi maupun data kompetitor-kompetitor yang sudah ada dan bagaimana rencana yang dipakai. Hal ini dilakukan agar dapat menetapkan posisi dari gagasan kelengkapan tambahan produk yang diriset dalam pasar yang sudah ada saat ini dan menetapkan rencana yang nantinya dapat diterapkan pada gagasan kelengkapan tambahan produk yang diriset.

3.13. Penyusunan Kuesioner

Kuesioner disusun sesuai dengan tujuan penelitan atau hal yang ingin didapatkan dari riset yang dilakukan. Pertanyaan pada kuesioner disusun berdasarkan pada pertanyaan-pertanyaan yang ada setelah data sekunder

(7)

46

dianalisis, baik pertanyaan dasar maupun pertanyaan tambahan. Kuesioner disusun mengikuti metode penyusunan kuesioner yang baik.

3.14. Memeriksa Isi Kuesioner

Tiap pertanyaan diperiksa berdasarkan kesesuaian isi pertanyaan pada kuesioner terhadap lembar kerja, yang mana sebagai dasar pembuatan tiap pertanyaan pada kuesioner. Hasil pemeriksaan ini menunjukkan apakah pertanyaan yang dibuat valid atau tidak. Jika masih valid, maka pertanyaan dapat digunakan pada tahap selanjutnya sampai akhir proses riset. Jika tidak valid, maka perlu ditetapkan pertanyaan baru.

3.15. Penyebaran Kuesioner

Proses ini merupakan proses yang akan menghasilkan data primer yang didapatkan dari responden. Responden yang dipilih adalah orang tua anak usia dini, praktisi atau guru TK/ PAUD dengan area penyabaran yang telah ditentukan.

3.16. Analisis Data

Data yang didapatkan kemudian dianalisis untuk mendapatkan hasil analisis yang dibutuhkan.

3.17. Uji Hipotesis

Hipotesis yang telah diperiksa menggunakan data sekunder pada tahap sebelumnya, akan di uji menggunakn data primer yang diperoleh. Hasil pemeriksaan ini menunjukkan apakah hipotesis tersebut masih valid atau tidak. Jika masih valid, maka hipotesis dapat digunakan pada tahap akhir proses riset. Jika tidak valid, maka perlu ditetapkan hipotesis baru dalam proses riset pasar.

3.18. Action Plan

Memberikan penjelasan bagaimana rencana awal produk dipasarkan, tahapan apa saja yang akan dilakukan untuk memasarkan produk.

3.19. Kesimpulan

Hasil akhir dari penilitian ini adalah penarikan kesimpulan dari analisis data primer dan data sekunder yang telah didapatkan.

Gambar

Gambar 3.1. Tahapan Metodologi Penelitian
Gambar 3.2. Tahapan Metodologi Penelitian (Lanjutan A)
Gambar 3.3. Tahapan Metodologi Penelitian (Lanjutan B)

Referensi

Dokumen terkait

 Kemampuan perawat melakukan komunikasi Kemampuan perawat melakukan komunikasi verbal akan menentukan kualitas asuhan yang. verbal akan menentukan kualitas

Parameter diameter tajuk memiliki pengaruh nyata terhadap sumber benih hanya pada minggu ke-2 saja sedangkan minggu 0, 4, 6, dan 8 tidak berpengaruh nyata dan

Sistem Informasi Ujian Secara Online Pada Perguruan Tinggi AMIK Dian Cipta Cendikia dapat diakses dengan web browser dan berdasarkan pengujian terhadap aplikasi

Tason jokainen suora a jakaa tason muut pisteet täsmälleen kahteen joukkoon, joilla on seuraavat ominaisuudet: i Jos pisteet A ja B, jotka eivät kuulu suoraan a, kuuluvat

Komunikasi adalah hal yang paling utama dalam kegiatan fundraising, dengan komunikasi lahirlah kampanye-kampanye terkait isu-isu tertentu dimana setiap tahunya ada

Dengan demikian maka dapat di simpulkan bahwa hipotesis penelitian yang menyatakan ada pengaruh pijat oksitosin terhadap onset laktasi pada ibu postpartum di RSU

budaya yang ramah lingkungan Rencana Pelaksanaan ⚫ Mempromosikan lingkungan : sistem pertanian hijau ramah lingkungan ⚫ Stimulate lingkungan : industri hijau ramah

1) Putra dkk (2017) meneliti” penerapan metode pembelajaran mandiri dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik” dan hasilnya gambaran proses pembelajaran