• Tidak ada hasil yang ditemukan

UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BIJI PINANG (Areca catechu L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "UJI AKTIVITAS EKSTRAK ETANOL BIJI PINANG (Areca catechu L.) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) JANTAN GALUR WISTAR"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel  2.  Hasil  Uji  Skrining  fitokimia  ekstrak  etanol  biji  pinang  (Areca)  (catechu L.)
Gambar 1. Luka hari ke-0 (dokumentasi pribadi)
Gambar  2.  Gambaran  makroskopik  luka  hari  ke-2  dari  kelima  kelompok  perlakuan
Gambar 5.  Gambaran makroskopik luka hari ke-10.  A) kontrol negatif,  B)  kontrol positif, C) ekstrak 1%, D) ekstrak 2%, E) ekstrak 4%
+2

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan bahwa ekstrak etanol buah Pinang yaki (Areca vestiaria ) tidak berpengaruh terhadap gambaran makroskopis organ

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek bahan bioaktif biji pinang yang terkandung dalam ekstrak biji pinang terhadap penurunan motilitas spermatozoa dalam

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol biji pinang ( Areca catechu L.) memiliki efek antelmintik pada semua konsentrasi dan yang mempunyai efek

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit jengkol dengan konsentrasi 60% memiliki hari kesembuhan yang sama dengan kontrol positif terhadap penyembuhan luka

Hasil analisa menunjukkan perbedaan yang bermakna rata-rata kadar glukosa kelompok kontrol (negatif dan positif) dengan kelompok dosis I, II dan III ekstrak etanol daun lidah

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa salep ekstrak etanol daun senggani ( Melastoma malabathricum L) dengan dosis 5% yang telah

Dari hasil analisis menggunakan ANOVA pada pengujian terhadap rata- rata waktu kematian cacing antar konsentrasi pada ekstrak etanol biji pinang menunjukkan hasil

Sedangkan pengujian aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus aureus, diameter daya hambat ekstrak biji pinang dengan konsentrasi 1,5% memberikan zona hambat sebesar 17,28