KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas segala karunia dan rahmat-Nya kami dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab di bidang pengawasan obat dan makanan dalam rangka menjamin obat dan makanan yang aman, bermutu dan berkhasiat.
Laporan tahunan ini merupakan gambaran hasil kinerja Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah selama tahun 2019 dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat dari Produk Obat dan Makanan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan khasiat. Pengawasan dilakukan melalui kegiatan sampling dan pengujian, pemeriksaan sarana produksi dan distribusi, intensifikasi pangan, aksi pembersihan pasar dari kosmetik ilegal dan mengandung bahan berbahaya, pengawasan PJAS, penindakan perkara Obat dan Makanan, pembinaan UMKM serta pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan KIE dengan cara pemberian informasi secara langsung dan melalui media elektronik agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan valid.
Kegiatan koordinasi dengan lintas sektor terkait tetap dilaksanakan melalui kegiatan bersama dengan instansi pemerintah daerah seperti Dinas Kesehatan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dan Pimpinan Daerah terkait. Sebagai wujud peningkatan koordinasi pengawasan obat dan makanan maka telah dibentuk Tim Efektifitas Pengawasan Obat dan Makanan di beberapa kabupaten.
Laporan Tahunan ini diharapkan dapat memberi informasi pencapaian yang telah dilakukan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah serta menjadi salah satu indikator penilaian akuntabilitas kegiatan dan anggaran yang transparan dan akuntable.
Akhir kata, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pimpinan Badan POM RI yang telah memberikan arahan dan bimbingan serta berbagai pihak yang telah memberikan bantuan sehingga kegiatan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah dapat terlaksana dengan baik.
Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh.
Banda Aceh, April 2020
Kepala Loka POM di Kab. Aceh Tengah
Sri Wardono, M.Si., Apt. Nip. 197901142005011001
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... 1 DAFTAR ISI ... 2 DAFTAR TABEL ... 4 BAB I PENDAHULUAN 1. Gambaran Umum... 51.1 Tugas Pokok dan Fungsi ... 5
1.2 Visi dan Misi ... 5
1.3 Budaya Organisasi ... 6
1.4 Kegiatan Umum ... 7
1.5 Kegiatan Prioritas Tahun 2019 ... 7
BAB II KEADAAN UMUM DAN LINGKUNGAN 1. Data Umum Wilayah Kerja ... 9
2. Jumlah Sasaran Pengawasan ... 10
3. Lingkungan Internal ... 12
4. Ruang Lingkup dan Peta Kemampuan Pengujian ... 15
5. Sumber Anggaran... 15
BAB III HASIL KEGIATAN PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN 3.1 Pengawasan Keamanan, Mutu, Dan Kemanfaatan Produk Terapetik ... 17
3.2 Pengawasan Keamanan, Mutu, Dan Kemanfaatan Produk Obat Tradisional .. 20
3.3 Pengawasan Keamanan, Mutu, Dan Kemanfaatan Produk Kosmetik ... 21
3.4 Pengawasan Mutu dan Keamanan Produk Pangan ... 22
3.5 Pengawasan Pangan Jajanan ... 25
3.6 Penyebaran Informasi ... 25
3.7 Registrasi Produk Pangan Olahan ... 28
3.8 Penanganan Kasus Keracunan ... 28
3.9 Koordinasi dan Pembentukan Komitmen Pemerintah Daerah ... 29
3.10 Pemantauan Iklan dan Label/Kemasan ... 30
3.11 Penindakan ... 30
3.12 Realisasi Anggaran ... 31
BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan ... 32
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Kegiatan Prioritas Tahun 2019 ... 7
Tabel 2. Daftar Sarana Produksi Obat Pangan………. 10
Tabel 3. Daftar Sarana Kefarmasian, Distribusi Pangan dan Kosmetik ... 11
Tabel 4. Sebaran sekolah ... 11
Tabel 5. Jumlah pegawai berdasarkan Status Kepegawaian dan Pendidikan .. 13
Tabel 6. Jumlah pegawai berdasarkan Jabatan Struktural dan Fungsional ... 13
Tabel 7. Jumlah pegawai berdasarkan Kompetensi ... 13
Tabel 8. Jumlah pegawai berdasarkan Kelompok Usia ... 14
Tabel 9. Peralatan Laboaratorium ... 15
Tabel 10. Sebaran Sarana Pengawasan Saryanfar 2019 ... 16
Tabel 11. Hasil Pemeriksaan Sarana Kosmetik 2019 ... 20
Tabel 12. Hasil Pemeriksaan Sarana Pangan 2019 ... 22
Tabel 13. Hasil Pengujian Pangan Jajanan 2019 ... 24
Tabel 14. Rekapitulasi Laporan Pelaksanaan Kegiatan Penyebaran Informasi Tahun 2019 ... 26
Tabel 15. Data Sarana Produksi Pangan yang mendapatkan Registrasi MD . 27 Tabel 16. Data KLB – KP di Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah ... 28
Tabel 17. Data KLB – KP di Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah ... 29
BAB I PENDAHULUAN
1. Gambaran Umum
Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah terbentuk berdasarkan Peraturan Kepala Badan POM RI Nomor 12 Tahun 2018 yang telah diubah dengan Peraturan Badan POM Nomor 29 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan POM. Berdasarkan peraturan tersebut dibentuk 40 Loka POM di seluruh Indonesia sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Badan POM dimana salah satunya adalah pembentukan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah. UPT Badan POM adalah satuan kerja yang bersifat mandiri yang melaksanakan tugas teknis operasional tertentu dan/atau tugas teknis penunjang tertentu di bidang pengawasan obat dan makanan.
1.1. Tugas Pokok dan Fungsi
Sesuai Peraturan Badan POM RI Nomor 29 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan Badan Pengawas Obat dan Makanan maka Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah mempunyai tugas pokok yaitu :
1. melakukan inspeksi dan sertifikasi sarana/fasilitas produksi dan/atau distribusi Obat dan Makanan dan sarana/fasilitas pelayanan kefarmasian, 2. sertifikasi produk, pengambilan contoh (sampling),
3. pengujian kimia dan mikrobiologi, intelijen dan penyidikan pada wilayah kerja masing-masing,
4. pengelolaan komunikasi, informasi, edukasi, pengaduan masyarakat, dan 5. kerja sama di bidang pengawasan Obat dan Makanan,
6. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga.
1.2.Visi dan Misi
Dalam menjalankan tugas dan fungsinya Loka POM di Kabupaten berpedoman pada Visi dan Misi Badan POM yaitu :
Visi :
Obat dan Makanan Aman Meningkatkan Kesehatan Masyarakat Dan Daya Saing Bangsa
1.3. Budaya Organisasi
Budaya organisasi merupakan nilai-nilai luhur yang diyakini dan harus dihayati dan diamalkan oleh seluruh anggota organisasi dalam melaksanakan tugas. Nilai-nilai luhur yang hidup dan tumbuh berkembang dalam organisasi menjadi semangat bagi seluruh anggota organisasi dalam berkarsa dan berkarya.
1. Profesional
Menegakkan profesionalisme dengan integritas, objektifitas, ketekunan dan komitmen yang tinggi.
2. Integritas
Konsistensi dan keteguhan yang tak tergoyahkan dalam menjunjung tinggi nilai-nilai luhur.
3. Kredibilitas
Dapat dipercaya, dan diakui oleh masyarakat luas, nasional dan internasional
4. Kerjasama Tim
Mengutamakan keterbukaan, saling percaya dan komunikasi yang baik. 5. Inovatif
Mampu melakukan pembaruan sesuai ilmu pengetahuan dan teknologi terkini.
6. Responsif/ Cepat Tanggap
Antisipatif dan responsif dalam mengatasi masalah. Misi :
1. Meningkatkan sistem pengawasan Obat dan Makanan berbasis resiko untuk melindungi masyarakat
2. Mendorong kapasitas dan komitmen pelaku usaha dalam memberikan jaminan keamanan Obat dan Makanan serta memperkuat kemitraan dengan pemangku kepentingan
1.4. Kegiatan Utama
Indikator Kinerja Utama BPOM selama 5 (lima) tahun ke depan (2015-2019) adalah:
1. Persentase Obat yang memenuhi syarat;
2. Persentase Obat Tradisional yang memenuhi syarat 3. Persentase Kosmetika yang memenuhi syarat
4. Persentase Suplemen Kesehatan yang memenuhi syarat 5. Persentase Makanan yang memenuhi syarat
6. Tingkat kepuasan masyarakat
1.5. Kegiatan Prioritas Tahun 2019
Untuk Tahun 2019 ini Loka POM belum memiliki Kegiatan Prioritas yang tertuang dalam Perjanjian Kinerja. Kegiatan prioritas disusun berdasarkan Kegiatan Utama diatas dengan uraian sebagai berikut :
Tabel Kegiatan Prioritas
Sasaran Strategis Indator Kinerja
1. Terwujudnya Obat dan Makanan yang memenuhi syarat di wilayah kerja Loka POM di Aceh Tengah
1.1 Persentase obat yang memenuhi syarat 1.2 Persentase obat tradisional yang memenuhi syarat
1.3 Persentase suplemen kesehatan yang memenuhi syarat
1.5 Persentase kosmetik yang memenuhi syarat 1.5 Persentase makanan yang memenuhi syarat 2. Meningkatnya sarana produksi dan
distribusi Obat dan Makanan yang memenuhi ketentuan
2.1 Persentase sarana produksi Obat dan Makanan yang memenuhi ketentuan
2.2 Persentase sarana distribusi Obat yang memenuhi ketentuan
3. Meningkatnya efektivitas
pemersaan sarana obat dan makanan serta pelayanan publ di wilayah kerja Loka POM di Aceh Tengah
3.1 Persentase keputusan/rekomendasi hasil Inspeksi sarana produksi dan distribusi yang diilaksanakan 3.2 Persentase keputusan/rekomendasi hasil inspeksi yang ditindaklanjuti oleh stakeholder
3.3 Persentase keputusan penilaian sertifasi yang diselesaikan tepat waktu
4. Meningkatnya efektivitas komunikasi, informasi, edukasi (KIE) Obat dan Makanan
5. Meningkatnya efektivitas pemeriksaan produk Obat dan Makanan di wilayah kerja Loka POM di Aceh Tengah
5.1 Persentase sampel Obat yang diperiksa dan diuji sesuai standar
5.2 Persentase sampel Makanan yang diperiksa dan diuji sesuai standar
6. Meningkatnya efektivitas penindakan tindak pidana Obat dan Makanan di wilayah kerja Loka POM di Aceh Tengah
6.1 Tingkat keberhasilan penindakan kejahatan di bidang Obat dan Makanan
7. Terwujudnya organisasi Loka POM di Aceh Tengah yang efektif
7.1 Persentase pegawai yang mengimplementasikan manajemen kinerja di Loka POM
7.2 Sertifikat ISO 9001:2015
7. 3 Jumlah dokumen perencanaan, penganggaran, dan monitoring evaluasi yang dilaporkan tepat waktu 8. Terwujudnya SDM Loka POM di
Aceh Tengah yang berkinerja optimal
8.1 Indeks Profesionalitas ASN Loka POM di Aceh Tengah
9. Terbangunnya Sistem Operasional dan TIK Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah yang terintegrasi dan adaftif
9.1 Persentase pemanfaatan sistem informasi BPOM
10.Terkelolanya keuangan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah secara akuntabel
10.1 Tingkat Efisiensi Penggunaan Anggaran Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
BAB II
KEADAAN UMUM DAN LINGKUNGAN
1. Data Umum Wilayah Kerja
Penguatan kelembagaan BPOM melalui pembentukan UPT BPOM di Kabupaten/Kota yang tertuang dalam Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 29 Tahun 2019 tentang perubahan atas Peraturan Badan Pengawas Obat Dan Makanan Nomor 12 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan BPOM dan pembentukan 40 UPT yang tersebar diseluruh Indonesia. Kantor Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah merupakan salah satu UPT yang telah dibentuk dan beralamat di Jl. Abdul Wahab No. 151, Kecamatan Kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah. Adapun organisasinya adalah sesuai gambar struktur berikut:
Gambar 1. Struktur Organisasi Kantor POM di Kabupaten Aceh Tengah
Kantor POM di Kabupaten Aceh Tengah memiliki luas wilayah kerja 25.156,91 km2 yang terdiri atas empat kabupaten di Provinsi Aceh. Empat kabupaten tersebut adalah: (a) Kabupaten Bener Meriah seluas 1.919,69 km2 dengan 10 kecamatan, 233 desa; (b) Kabupaten Aceh Tengah seluas 4.318,39 km2 dengan 14 kecamatan, 295 desa; (c) Kabupaten Gayo Lues seluas 5.719,58 km2 dengan 11 kecamatan, 136 desa; (d) Kabupaten Aceh Tenggara seluas 4.242,04 km2 dengan 16 kecamatan, 385 desa.
Pola transportasi yang digunakan untuk menjangkau wilayah kerja menggunakan transportasi darat dengan lama perjalanan antara 1 jam sampai dengan 12 jam. Wilayah kerja seluruhnya merupakan daratan dengan topografi dataran tinggi yang
bergunung. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk berada bekerja di satu wilayah kerja antara 1 sampai dengan 4 hari.
Secara keseluruhan jumlah penduduk di wilayah kerja Loka POM Kabupaten Aceh Tengah sebanyak 588.241 jiwa. Jumlah penduduk tersebar dengan rincian di Kabupaten Bener Meriah sebanyak 139.890 jiwa, Kabupaten Aceh Tengah sebanyak 204.273 jiwa, Kabupaten Gayo Lues sebanyak 91.024 jiwa, dan Kabupaten Aceh Tenggara sebanyak 153.054 jiwa.
2. Jumlah Sasaran Pengawasan
Jumlah sarana Obat dan Makanan di wilayah Loka POM Aceh Tengah yang menjadi sasaran pengawasan terdiri dari :
1. Sarana produksi Obat Makanan terdiri dari 7 sarana AMDK (Registrasi MD), 4 sarana produksi kopi (Registrasi MD) dan 134 sarana IRTP dengan rincian berikut :
Tabel Daftar Sarana Produksi Pangan Jenis Sarana Aceh
Tengah Bener Meriah Gayo Lues Aceh Tenggara Jumlah Air Minum Dalam
Kemasana (AMDK) 0 3 1 3 7
Industri Rumah
Tangga Pangan (IRTP) 108 7 1 18 134
2. Sarana kefarmasian dan distribusi Obat Makanan terdiri dari 4 Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK), 7 Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS), 52 Puskesmas, 65 Apotek, dan 144 Toko Obat Berizin serta sejumlah 240 sarana distribusi pangan dan 111 sarana kosmetik.
Tabel Daftar Sarana Kefarmasian, Distribusi Pangan dan Kosmetik Jenis Sarana Aceh
Tengah Bener Meriah Gayo Lues Aceh Tenggara Jumlah Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) 1 1 1 1 4 Instalasi Farmasi
Rumah Sakit (IFRS) 2 2 1 2 7
Puskesmas 17 13 11 11 52 Apotek 21 10 10 24 65 Toko Obat 31 55 22 36 144 Sarana Distribusi/Ritel Pangan 103 78 31 28 240 Sarana Distribusi/Ritel Kosmetik 28 28 21 34 111
3. Jumlah sebaran sekolah
Tabel Sebaran Sekolah Jenis Sarana Aceh
Tengah Bener Meriah Gayo Lues Aceh Tenggara Jumlah Sekolah Dasar/MI sederajat 227 155 100 203 685 SLTP/MTs sederajat 73 71 47 94 285 SMU/SMK/MA sederajat 41 40 20 59 160 Perguruan Tinggi 7 2 2 9 20
4. Di wilayah Loka POM Kabupaten Aceh Tengah tidak terdapat sarana Industri Farmasi, Unit Transfusi Darah, Industri Obat Tradisional, Usaha Kecil Obat Tradisional, Usaha Mikro Obat Tradisional, dan Pedagang Besar Farmasi.
3. Lingkungan Internal
Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah saat ini menempati satu unit gedung dengan status pinjam pakai yang terletak di Kompleks Dinas Kesehatan beralamat di Jalan Abdul Wahab No.151, Desa Gunung Bukit, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah. Telah memperoleh Tanah Hibah dari Pemda Aceh Tengah seluas 1.507 m2 dengan Nomor Sertifikat : 01.09.12.14.4.00006. Sertifikat Tanah telah dibalik nama atas nama Badan POM dan telah diregistrasi dalam aplikasi BMN BBPOM di Banda Aceh tahun 2019. Loka POM juga memiliki rumah dinas untuk operasional Kepala Loka dengan status sewa.
Kendaraan operasional yang dimiliki sebanyak empat buah dengan rincian dua buah kendaraan roda empat jenis mini bus dengan status sewa, satu buah kendaraan dinas roda dua, dan satu buah mobil laboratorium keliling. Alat pengolah data yang dimiliki adalah tiga buah laptop, empat buah PC komputer, empat buah printer, satu buah printer scanner, dan satu buah pesawat telepon/fax.
Sumber energi menggunakan listrik PLN milik Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tengah serta memiliki mesin generator dengan kapasitas 7.500 Watt. Sebagai sumber air mempergunakan jaringan PAM milik Dinas Kesehatan Aceh Tengah. Sarana komunikasi yang dimiliki adalah Telepon/SMS/WA dengan nomor 08116877377 dan Telp/Fax 0643-2627189 serta email dengan alamat [email protected]
Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki saat ini adalah 5 PNS, 11 CPNS dan 8 Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN). Profil dan kualifikasi SDM pegawai Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah dapat dilihat pada tabel di bawah ini:
Tabel Jumlah pegawai berdasarkan Status Kepegawaian dan Pendidikan
No. Jabatan
Pendidikan
Jumlah S2
Apoteker Apoteker S1 DIII
SLTA/ Sederajat 1 PNS 1 3 - - 1 5 2 CPNS - 2 8 1 - 11 3 PPNPN - 1 2 1 5 9 Total 1 6 10 2 5 25
Tabel Jumlah pegawai berdasarkan Jabatan Struktural dan Fungsional
No. Jabatan PNS Jumlah
1 Kepala Loka 1 2 PFM Ahli Muda 2 3 PFM Ahli Pertama 10 4 Fungsional Terampil 1 5 Fungsional Lainnya 2 Total 16
Tabel Jumlah pegawai berdasarkan Kompetensi
No. Kompetensi Jumlah
1 PPNS 1 2 Inspektur Pangan 1 3 Inspektur OT SK 2 4 Inspektur Obat 2 5 Pelatihan Intelijen 1 Total 7
Tabel Jumlah pegawai berdasarkan Kelompok Usia
No. Kelompok Usia PNS Jumlah
1 Baby Boomers (lahir < 1959) -
2 Gen X (lahir 1960 -1979) 2
3 Gen Y (lahir 1980 – 1994) 11
4 Gen Z (lahir > 1994) 3
Total 16
Struktur organisasi Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah sesuai Peraturan Badan Pengawas Obat dan Makanan Nomor 29 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Lingkungan BPOM. Organisasi Loka POM secara teknis adalah sebagai berikut :
Sedangkan organisasi Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah secara rinci sebagai berikut :
4. Ruang Lingkup dan Peta Kemampuan Pengujian
Kantor POM di Kabupaten Aceh Tengah saat ini belum memiliki laboratorium. Pengujian yang dapat dilakukan saat ini adalah pengujian di lokasi sarana berupa pengujian sederhana mempergunakan test kit Boraks, Formalin, Rhodamine B, dan Methanil Yellow. Sedangkan pengujian sampel rutin dilakukan di Laboratorium BBPOM Banda Aceh. Peralatan yang dimiliki berupa alat gelas dengan rincian sebagai berikut :
Tabel Daftar Alat Gelas
No Nama Barang Jumlah (Pcs)
1 Beaker glass 100 ml 3
2 Beaker glass 2000 ml 3
3 Botol Reagen 2000 mll with up pp screw cap 5
4 Botol Reagen tutup ulir 100 ml 15
5 Gelas ukur 5 ml 4 6 Labu ukur 20 ml 8 7 Labu ukur 25 ml 10 8 Pipet plastik 3 ml 87 9 Pipet ukur 2 ml 2 10 Pipet volume 20 ml 2 5. Sumber Anggaran
Anggaran Kantor BPOM Aceh Tengah bersumber dari APBN yang masuk ke dalam DIPA anggaran BBPOM di Banda Aceh tahun 2019 No. SP DIPA-063.01.2.432790/2019 yang diterbitkan pada tanggal 5 Desember 2018.
BAB III
HASIL KEGIATAN PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN
3.1.Pengawasan Keamanan, Mutu, Dan Kemanfaatan Produk Terapetik
Pengawasan sarana distribusi dan saryanfar obat sebanyak 112 sarana yang terdiri dari pemeriksaan sarana Apotek 32 sarana, Toko Obat Berizin sebanyak 32 sarana, Instalasi Farmasi Kabupaten sebanyak 4 sarana, Instalasi Farmasi Rumah Sakit 4 sarana, dan Puskesmas sebanyak 40 sarana. Rincian hasil pengawasan dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel Sebaran Sarana Pengawasan Saryanfar 2019
No Sarana Aceh Tengah Bener Meriah Gayo Lues Aceh Tenggara Jumlah Total MK TMK 1 Apotek 13 3 1 15 32 10 22 2 TOB 14 8 1 9 32 8 24 3 IFK 1 1 1 1 4 1 3 4 IFRS 2 1 0 1 4 3 1 5 Puskesmas 19 7 6 8 40 16 24 TOTAL 49 20 9 34 112 38 74
Jumlah pemeriksaan sarana Apotik sebanyak 32 pemeriksaan sarana menunjukkan bahwa 10 sarana (31%) memenuhi ketentuan, sedangkan 22 sarana (69%) ditemukan pelanggaran atau tidak memenuhi ketentuan.
69% 31%
Hasil Pemeriksaan Sarana Apotik
TMK (69%) MK (31%)
Temuan penyimpangan yang sering ditemukan adalah : 1. Tidak memiliki kartu stok penyimpanan obat 2. Kartu stock tidak difungsikan dengan baik
3. Arsip faktur pembelian dan surat pesanan tidak ditemukan 4. Ditemukan produk obat tradisional Tanpa Izin Edar
5. Izin Apotek habis masa berlaku
6. Adanya selisih jumlah obat, Napza dan OOT
Terhadap sarana yang melanggar telah ditindaklanjuti dengan pemberian sanksi peringatan dan peringatan keras. Terhadap sarana yang memenuhi ketentuan dan temuan minor diberikan tindaklanjut berupa pembinaan ditempat.
Pemeriksaan sarana Toko Obat Berizin sebanyak 32 sarana menunjukan bahwa 8 sarana (25%) sesuai dengan ketentuan, sedangkan 24 sarana (75%) ditemukan pelanggaran atau tidak memenuhi ketentuan.
Temuan penyimpangan yang sering ditemukan adalah : 1. Menyimpan dan menjual obat keras atau daftar G. 2. Tidak memiliki izin atau izin belum diperbaharui. 3. Ditemukan obat kedaluarsa yang masih dipajang. 4. Ditemukan obat tradisional tanpa ijin edar.
Terhadap sarana yang melanggar telah ditindaklanjuti dengan diberikan sanksi peringatan dan peringatan keras. Terhadap sarana yang memenuhi ketentuan diberikan tindaklanjut berupa pembinaan.
25%
75%
Hasil Pemeriksaan Sarana Toko Obat Berizin
MK (25%) TMK (75%)
Pemeriksaan Sarana Pelayanan Kefarmasian dilakukan pada 44 sarana yang terdiri dari 44 sarana Puskesmas dan pemeriksaan 4 sarana IFRS. Hasil pemeriksaan terhadap 40 sarana Puskesmas diperoleh hasil 16 sarana (40%) memenuhi ketentuan dan 24 sarana (60%) ditemukan pelanggaran atau tidak memenuhi ketentuan.
Temuan penyimpangan yang sering ditemukan adalah : 1. Kartu stock tidak difungsikan dengan baik
2. Ruang penyimpanan obat tidak memenuhi ketentuan 3. Mutasi obat tidak dapat ditelusur.
4. Tidak memiliki catatan pendistribusian obat
Terhadap sarana yang melanggar telah ditindaklanjuti dengan diberikan sanksi peringatan dan sanksi peringatan keras. Terhadap sarana yang memenuhi ketentuan diberikan tindaklanjut berupa pembinaan.
Hasil pemeriksaan sarana IFRS menunjukkan sebanyak 3 sarana (75%) memenuhi ketentuan dan 1 sarana (25%) ditemukan pelanggaran atau tidak memenuhi ketentuan.
40% 60%
Hasil Pemeriksaan Sarana Puskesmas
MK (40%) TMK (60%)
75% 25%
Hasil Pemeriksaan Sarana IFRS
MK (75%) TMK (25%)
Temuan penyimpangan yang ditemukan adalah : 1. Kartu stock tidak difungsikan dengan baik
2. Pengelolaan obat kadaluarsa belum ditangani dengan baik
Terhadap sarana yang melanggar telah ditindaklanjuti dengan diberikan pembinaan agar pengelolaan obat dilaksanakan sesuai ketentuan.
Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah juga telah melakukan sampling obat dengan realisasi 75 sampel (100%) sesuai target. Pengujian sampel obat dilakukan di laboratorium BBPOM Banda Aceh.
3.2. Pengawasan Keamanan, Mutu, Dan Kemanfaatan Produk Obat Tradisional
Pengawasan sarana distribusi produk Obat Tradisional selama tahun 2019 sebanyak 30 sarana dengan hasil pemeriksaan 8 (23%) sarana memenuhi ketentuan sedangkan 22 (67%) sarana tidak memenuhi ketentuan yang berlaku.
Temuan penyimpangan yang ditemukan adalah :
1. Ditemukan Obat Tradisional yang Tanpa Izin Edar.
2. Ditemukan Obat Tradisional yang mengandung Bahan Kimia Obat. 3. Ditemukan Obat keras daftar G.
Terhadap sarana yang tidak memenuhi ketentuan telah diberikan tindak lanjut berupa pemusnahan produk TIE oleh pemilik barang, pemberian peringatan dan pembinaan. Surat tindak lanjut juga ditembuskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten setempat.
26%
74%
Hasil Pemeriksaan Sarana Distribusi Obat Tradisional
MK (23%) TMK (67%)
Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah juga telah melakukan sampling obat tradisional sebanyak 68 sampel (100% dari target sampling). Sedangkan sampel Suplemen Makanan yang disampling sebanyak 22 sampel (100% dari target sampling). Pengujian sampel obat tradisional dan suplemen kesehatan dilakukan di laboratorium BBPOM Banda Aceh.
3.3. Pengawasan Keamanan, Mutu, Dan Kemanfaatan Produk Kosmetik
Pengawasan sarana distribusi produk kosmetik dilakukan melalui dua kegiatan yaitu pemeriksaan rutin dan aksi penertiban pasar. Pemeriksaan rutin sarana distribusi kosmetik dilakukan pada 30 sarana dengan hasil pemeriksaan 12 (40%) sarana memenuhi ketentuan dan 18 (60%) sarana tidak memenuhi ketentuan. Sedangkan kegiatan aksi penertiban pasar dari kosmetik TIE dan mengandung bahan berbahaya dilakukan pada 37 sarana dengan hasil 6 (16%) sarana memenuhi ketentuan dan 31 (84%) tidak memenuhi ketetentuan dengan nilai temuan sebesar Rp. 114.963.000. Jenis temuan terutama kosmetik TIE, rusak dan kadaluarsa. Terhadap sarana yang tidak memenuhi ketentuan telah diberikan tindak lanjut berupa pemusnahan produk TIE oleh pemilik barang, pemberian peringatan dan pembinaan. Surat tindak lanjut juga ditembuskan ke Dinas Kesehatan Kabupaten setempat. Rincian hasil pemeriksaan sarana kosmetik dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel Hasil Pemeriksaan Sarana Kosmetik 2019
No Kegiatan Bener Meriah Aceh Tengah Aceh Tenggara Gayo Lues Jumlah Total MK TMK 1 Pemeriksaan Rutin Sarana Kosmetik 5 5 12 8 30 12 18 2 Aksi Penertiban Pasar 11 17 4 5 37 6 31 Jumlah 16 22 16 16 67 18 49
Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah juga telah melakukan sampling kosmetik sebanyak 135 sampel (100% daritarget sampling). Pengujian sampel kosmetik dilakukan di laboratorium BBPOM Banda Aceh.
3.4. Pengawasan Mutu dan Keamanan Produk Pangan
Pengawasan sarana pangan terdiri dari pemeriksaan sarana produksi pangan dan pemeriksaan sarana distribusi dan ritel pangan. Pemeriksaan sarana produksi dilakukan dengan melakukan inspeksi ke sarana produksi Air Minum Dalam Kemasan dan IRTP. Pemeriksaan terhadap sarana AMDK sejumlah 10 sarana dengan hasil 6 sarana MK dan 4 sarana TMK. Sedangkan pemeriksaan sarana IRTP sejumlah 20 sarana dengan hasil 12 sarana MK dan 8 sarana TMK. Tindak lanjut terhadap sarana yang belum memenuhi ketentuan berupa peringatan, perintah perbaikan yang dievaluasi dalam bentuk CAPA (Corrective Action and Preventive Action). Jenis temuan di sarana AMDK berupa ketidaksesuaian bangunan, sanitasi
60% 40%
Hasil Pemeriksaan Rutin Sarana Kosmetik
TMK (60%) MK (40%)
84% 16%
Aksi Penertiban Pasar Dari Kosmetik Ilegal dan Mengandung Bahan Berbahaya
TMK (84%) MK (16%)
higienitas yang belum memenuhi standar, pengujian laboratorium belum beroperasi secara aktif, dan temuan cemaran di produk pangan. Sedangkan temuan di sarana IRTP berupa temuan administratif, registrasi P-IRT produk, dan sanitasi higienitas sarana yang belum sesuai standar, dan kemasan produk yang tidak sesuai ketentuan.
Pemeriksaan sarana distribusi dan ritel pangan dilakukan melalui dua kegiatan yaitu pemeriksaan rutin dan intensifikasi pangan menjelang lebaran, natal dan tahun baru. Pemeriksaan rutin dilakukan pada 59 sarana distribusi dan ritel pangan dengan hasil 43 (73%) memenuhi ketentuan dan sebanyak 16 (27%) tidak memenuhi ketentuan. Jenis pelanggaran yang ditemukan yaitu temuan pangan rusak, kadaluarsa dan pangan TIE.
Kegiatan intensifikasi pangan dilaksanakan pada sarana distribusi, ritel dan penjual parsel saat menjelang lebaran, natal dan tahun baru. Pemeriksaan dilakukan pada 153 sarana dengan hasil sebanyak 96 (63%) tidak memenuhi ketentuan dan 57 (37%) tidak memenuhi ketentuan. Jenis pelanggaran yaitu temuan pangan rusak, kadaluarsa, dan pangan TIE. Jumlah temuan intensifikasi pangan senilai Rp. 19.058.000. Terhadap sarana yang tidak memenuhi ketentuan telah diberikan tindak lanjut berupa pemusnahan produk TIE oleh pemilik barang, pemberian peringatan dan pembinaan. Rincian hasil pemeriksaan sarana pangan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel Hasil Pemeriksaan Sarana Pangan 2019
No Sarana Pangan Bener Meriah Aceh Tengah Aceh Tenggara Gayo Lues Jumlah Total MK TMK 1 Produksi Pangan AMDK 4 0 4 2 10 4 6 2 Produksi Pangan IRTP 1 16 3 0 20 12 8 3 Pemeriksaan Rutin 31 16 1 11 59 43 16 4 Instensifikasi Pangan 47 91 11 4 153 96 57 JUMLAH 83 123 19 17 242 155 87
Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah juga telah melakukan sampling produk pangan 130 sampel (100% target sampling). Pengujian sampel pangan dilakukan di laboratorium BBPOM Banda Aceh.
35% 65%
Pemeriksaaan Sarana Produksi Pangan AMDK
TMK (60%) MK (40%)
60% 40%
Pemeriksaaan Sarana Produksi Pangan IRTP
TMK 60%) MK (40%)
27% 73%
Pemeriksaaan Pangan Rutin
TMK (27%) MK (73%) 37% 63% Instensifikasi Pangan TMK (37%) MK (63%)
3.5. Pengawasan Pangan Jajanan
Pengawasan pangan jajanan dilakukan oleh Kantor BPOM Aceh Tengah dengan cara melakukan sampling dan pengujian terhadap pangan jajanan anak sekolah di kantin dan seputaran sekolah, pangan berbuka puasa (takjil), dan pangan jajanan yang diproduksi di pasar seperti bakso, mie dan siomay. Pengujian menggunakan test kit dengan parameter uji boraks, formalin, metanil yellow, dan rhodamin B. Dari hasil pengawasan yang dilakukan diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel Hasil Pengujian Pangan Jajanan 2019
No Daerah Pengawasan Uraian Sampel % TMS Bahan berbahaya Kategori Pangan TMS Jumlah Sampel MS TMS
1 Aceh Tengah 320 302 18 6% Boraks Bakso,
batagor, mie
2 Bener Meriah 239 229 10 4% Boraks Lontong,
bakso, mie
3 Gayo Lues 49 47 2 4% Boraks Kerupuk
4 Aceh
Tenggara 74 74 0 0% - -
JUMLAH 682 652 30 4%
Hasil pengawasan terhadap 682 sampel menunjukkan masih terdapat pangan jajanan yang mengandung bahan berbahaya yaitu mengandung boraks sejumlah 30 sampel (4%). Kepada pelaku usaha telah dilakukan tindak lanjut berupa pembinaan dan pemusnahan boraks yang ditemukan serta pemusnahan pangan yang positif mengandung boraks.
3.6. Penyebaran Informasi
Kegiatan penyebaran informasi dilakukan sebanyak 11 kali kegiatan (110%) dari target sebanyak 10 kegiatan. Penyebaran informasi dilaksanakan di empat kabupaten dengan cara KIE melalui pertemuan dan menjadi narasumber di media elektronik radio. Kegiatan penyebaran informasi melibatkan berbagai stake holder terkait seperti Pimpinan Daerah, Sekretariat Daerah, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan,
Keamanan Obat dan Makanan, Cara Memilih Kosmetik Yang Aman, dan Penggunaan Obat Yang Benar. Peserta penyebaran informasi terdiri dari komponen sekolah yang bertanggung jawab terhadap mutu jajanan sekolah seperti Guru UKS, pengelola kantin dan para siswa, serta masyarakat yang terdiri dari ibu rumah tangga, anggota PKK dan tokoh masyarakat. Pelaksanaan penyebaran informasi diharapkan mampu meningkatkan kesadaran para pelaku usaha dan masyarakat luas khususnya yang ada di wilayah kerja agar lebih peduli tentang mutu, keamanan dan kemanfaatan produk pangan, obat serta kosmetik.
Kegiatan penyebaran informasi juga dilakukan melalui media sosial seperti facebook dan instagram. Selain itu dilakukan juga kegiatan layanan pengaduan konsumen melalui Unit Layanan Pengaduan secara langsung dan media elektronik.
Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah juga telah membentuk Kader Cilik Keamanan Pangan Sekolah (Keciks) yang dibentuk di lima SD/MI yang terdiri dari 30 siswa dan 5 guru pembina. Pelantikan Kader Cilik Keamanan Pangan Sekolah dilakukan oleh Bupati Aceh Tengah dan dihadiri oleh unsur SKPD seperti Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kantor Kementerian Agama Aceh Tengah, Ketua PKK dan komunitas sekolah.
Tabel Rekapitulasi Laporan Pelaksanaan Kegiatan Penyebaran Informasi Tahun 2019
NO. TANGGAL
KEGIATAN
TEMPAT
PELAKSANAAN KEGIATAN PESERTA
STAKE HOLDER TERKAIT 1. 29 Januari
2019
Bener Meriah Penyuluhan Keamanan Pangan Kepada Pelaku Usaha Pelaku Usaha sejumlah 40 orang
Dinas Kesehatan Bener Meriah
2. 07 Februari 2019
Takengon Penyuluhan Keamanan Pangan dan Cara Memilih
Kosmetika Yang Baik Kepada Tim Penggerak Pembina Kesejahteraan Keluarga (TP PKK)
Anggota TP PKK Aceh Tengah
Tim Pembina PKK
3. 28 Februari 2019
Kutacane Penyuluhan Keamanan Pangan Kepada Pelaku Usaha Pelaku Usaha sejumlah 40 orang
Dinas Kesehatan Aceh Tenggara
4. 14 April 2019 RRI Takengon KIE di RRI dengan tema Keamanan Pangan dan KLB
Pemirsa RRI Takengon Dinas Kesehatan Aceh Tengah dan RRI Takengon
5. 22 Juli 2019 Bener Meriah Penyuluhan Keamanan Pangan Kepada Komunitas
Sekolah
Komunitas Sekolah sejumlah 40 orang
Dinas Kesehatan Bener Meriah
6. 01 Agustus 2019
Gayo Lues Penyuluhan Keamanan Pangan Kepada Komunitas
Sekolah
Komunitas Sekolah sejumlah 40 orang
Dinas Kesehatan Gayo Lues
7. 31 Agustus 2019
Aceh Tengah Penyebaran Informasi Keamanan Obat dan Makanan Pada Pramuka Kwarcab
Anggota Pramuka sejumlah 80 orang
Kwarcab Pramuka Aceh Tengah
8. 11 September 2019
Aceh Tengah Pengawasan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) dengan Mobil Laboratorium Keliling
Komunitas Sekolah Komunitas Sekolah, TP
PKK Aceh Tengah 9. 03 Oktober
2019
Aceh Tengah Penyebaran Informasi Keamanan Pangan dan
Pembentukan Kader Cilik Keamanan Pangan Sekolah (KECIKS)
Komunitas Sekolah Dinas Pendidikan, Dinas
Kesehatan, Kemenag Aceh Tengah
10. 17 Oktober 2019
Aceh Tengah Penyebaran Informasi Keamanan Pangan dan
Pembentukan Kader Cilik Keamanan Pangan Sekolah
30 Kader Cilik dan 5 Guru Pembina
Komunitas Sekolah 08 November
2019
Aceh Tengah Pelantikan Kader Cilik Keamanan Pangan Sekolah (KECIKS)
30 Kader Cilik dan 5 Guru Pembina serta Komunitas Sekolah
Bupati, TP PKK, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kemenag
3.7.Registrasi Produk Pangan Olahan
Kegiatan audit sarana dalam rangka registrasi produk obat dan makanan telah dilaksanakan pada 4 sarana produksi pangan kategori kopi yang berada di wilayah Kabupaten Aceh Tengah dengan rindan yang telah mendapatkan registrasi MD adalah :
Tabel 7. Data Sarana Produksi Pangan yang mendapatkan Registrasi MD
No Nama Sarana Merk
Dagang
Kategori
Pangan Alamat Nomor Registrasi
1 Bumi Aceh Coffe Bumi
Aceh Kopi Bubuk Arabika JL. Lebe Kader, Sp. Bebesen MD868701001066
2 UD. Agro ASA Kopi Bubuk Jln. Tan Saril Blang
Gele
MD668701001056
3 UD. Aman Kuba
Coffee
Aman Kuba
Kopi Bubuk Jl. Lebe Kader Kp. Simpang Empat
MD668701001052
4 UD. Kampung Kupi
Roastery
Loeak Kopi Luwak Jalan Lebe Kader, Kel. Kemili
MD868701001075
3.8. Penanganan Kasus Keracunan
Sesuai PP No. 28 Tahun 2014 tentang Keamanan, Mutu Dan Gizi Pangan pada Pasal 25 Ayat 3 disebutkan bahwa Badan POM melakukan pemeriksaan/penyelidikan dan pengujian laboratorium terhadap contoh pangan untuk menentukan penyebab keracunan. Pelaksanaan kegiatan operasionalisasi Sentra Informasi Keracunan (SIKer) pada tahun 2019 dilaksanakan menggunakan aplikasi SPIMKer dengan menginput insiden data keracunan pangan dan kasus KLB Keracunan Pangan. Data-data kasus keracunan tahun 2019 diperoleh dari laporan Dinas Kesehatan Kabupaten setempat. Hasil pengujian disampaikan kepada Dinas Kesehatan di Kabupaten tempat terjadinya KLB - Keracunan Pangan.
Selama tahun 2019 KLB Keracunan Pangan yang dilaporkan ke Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah tercatat sebanyak 3 Kasus dengan jumlah korban 134 orang menderita sakit dan dirawat serta tidak ada yang meninggal dunia. Kasus keracunan semuanya ditangani oleh tenaga kesehatan yang terdekat dengan lokasi kejadian.
Tabel 8. Data KLB – KP di Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
No Kabupaten Lokasi KLB-KP
Tanggal
KLB-KP Penyebab Gejala Sampel
Jumlah Korban 1 Bener Meriah SDN Lampahan 30 Juni 2019
Mie Pusing, muntah, nyeri perut, dan diare disertai demam
Mie, saus dan cumi 32 Orang 2 Bener Meriah Simpang Antara 31 Agustus 2019 - Muntah, sakit perut, lemas, dan demam Mie, saos, kecap, bihun, agar-agar, kuah miso 96 Orang 3 Kutacane Desa Sedam Awal 22 Sept. 2019
Mie sakit perut, lemas, dan demam
- 6
Orang
3.9 Koordinasi dan Pembentukan Komitmen Pemerintah Daerah
Dalam rangka meningkatkan efektifitas pengawasan di bidang obat dan makanan maka dibutuhkan advokasi dan koordinasi ke Pemerintah Daerah. Sesuai amanat Inpres No. 3 Tahun 2017 tentang Peningkatan Efektifitas Pengawasan Obat Makanan dan Permendagri No. 41 Tahun 2018 tentang Peningkatan Efektifitas Pengawasan Obat Makanan maka kepada Pemerintah Kabupaten/Kota diminta membentuk Tim Koordinasi Peningkatan Pengawasan Obat Makanan di setiap kabupaten. Sebagai tindak lanjut peraturan tersebut Kantor BPOM Aceh Tengah telah melakukan koordinasi dan meminta komitmen pemerintah daerah untuk bersinergi dalam pengawasan obat dan makanan. Pemerintah kabupaten yang telah menunjukkan komitmennya dan membentuk tim dimaksud adalah :
1. Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah 2. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah 3. Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara
Sebagai tindak lanjut pembentukan tim tersebut telah melakukan pengawasan bersama pemeriksaan sarana apotek dan toko obat serta pemeriksaan sarana distribusi pangan menjelang lebaran yang dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tengah.
3.10. Pemantauan Iklan dan Label/Kemasan
Pengawasan media promosi produk obat dan makanan telah dilakukan oleh Kantor BPOM Aceh Tengah dengan melakukan pengawasan iklan produk obat, obat tradisional, suplemen kesehatan, kosmetik di media cetak dan elektronik. Sedangkan pengawasan label/kemasan mutu produk obat dan makanan dilakukan dengan pemeriksaan label/kemasan sampel obat dan makanan yang akan diuji. Pengawasan iklan dan label pangan berfungsi memastikan informasi yang disampaikan oleh produsen objektif dan tidak menyesatkan sehingga masyarakat dapat mengetahui klaim mutu dan khasiat produk yang dikonsumsi. Rincian pengawasan iklan dan label/kemasan dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 9. Data KLB – KP di Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
No Jenis Pengawasan Jumlah MK TMK
1 Penandaan Label/Kemasan Obat Tradisional 67 66 1
2 Pengawasan Iklan Obat Tradisional 55 53 2
3 Penandaan Label/Kemasan Suplemen
Kesehatan 24 24 0
4 Pengawasan Iklan Suplemen Kesehatan 20 20 0
5 Penandaan Label/Kemasan Kosmetik 67 66 1
6 Pengawasan Iklan Kosmetik 55 53 2
7 Penandaan Label/Kemasanan Pangan 137 83 54
JUMLAH 425 365 60
3.11. Penindakan
Kegiatan penindakan dilaksanakan sebanyak satu kali penanganan perkara dengan temuan obat tradisional ilegal dan mengandung bahan kimia obat. Nilai temuan sebesar Rp. 352.970.000., yang ditemukan di sarana distribusi obat tradisional di wilayah Aceh Tenggara. Penanganan penindakan dan penyelesaian berkas perkara dibantu oleh PPNS Balai Besar POM Banda Aceh.
3.12. Realisasi Anggaran
Realisasi anggaran Loka POM Kabupaten Aceh Tengah sebesar Rp. 1.265.884.360 (97,4 %) dari anggaran sebesar Rp. 1.299.777.000.
Uraian Kegiatan Nilai Anggaran Realisasi Anggaran
% Realisasi Anggaran
Perkara di Bidang Penyidikan Obat dan Makanan 132.059.000 125.375.718 94,9%
Sampel Makanan yang Diperiksa Sesuai Standar 33.470.000 31.823.775 95,1%
Pemeriksaan Sarana Produksi Obat dan Makanan 20.840.000 17.994.600 86,3%
Pemeriksaan Sarana Distribusi Obat dan Makanan
250.680.000 247.629.822
98,8% Sampel Obat, Obat Bahan Alam, Kosmetik dan
Suplemen 64.096.000 58.062.900 90,6%
Penguatan Kelembagaan Pengawasan Obat dan
Makanan di Kabupaten/Kota 593.072.000 591.720.235 99,8%
KIE Obat dan Makanan 205.560.000 193.277.310 94,0%
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
1. Kesimpulan
Kegiatan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah tahun 2019 telah melaksanakan fungsi pengawasan Obat dan Makanan melalui berbagai kegiatan teknis yang meliputi :
1. Pengawasan sarana distribusi dan kefarmasian obat obat sebanyak 112 sarana dengan hasil pemeriksaan sebanyak 38 sarana (34%) memenuhi ketentuan sedangkan 74 sarana (66%) tidak memenuhi ketentuan.
2. Pengawasan sarana distribusi obat tradisional sebanyak 30 sarana dengan hasil pemeriksaan 8 sarana (23%) sarana memenuhi ketentuan sedangkan 22 sarana (67%) tidak memenuhi ketentuan.
3. Pemeriksaan rutin sarana distribusi kosmetik dilakukan pada 30 sarana dengan hasil pemeriksaan 12 sarana (40%) sarana memenuhi ketentuan dan 18 sarana (60%) tidak memenuhi ketentuan.
4. Pemeriksaan sarana produksi dan distribusi pangan dilakukan pada 242 sarana dengan hasil 155 sarana (64%) memenuhi ketentuan dan sebanyak 85 sarana (36%) tidak memenuhi ketentuan.
5. Pemeriksaan Pangan Jajan Sekolah sebanyak 682 sampel dengan hasil ditemukan pangan jajanan yang mengandung bahan berbahaya yaitu sebanyak 30 sampel (4%) mengandung boraks.
6. Penindakan dilakukan dengan penyelesaian satu perkara tindak pidana terkait obat tradisional TIE dan mengandung bahan berbahaya.
7. Kegiatan sampling Obat dan Makanan telah dilakukan sesuai pedoman sampling dengan realisasi 100%. Sedangkan kegiatan pengujian dilaksanakan di Laboratorium BBPOM Banda Aceh.
8. Kegiatan penyebaran informasi telah dilakukan berupa kegiatan KIE ke masyarakat, melalui media elektronik radio, media sosial dan Unit Layanan Pengaduan.
9. Kegiatan pembinaan dan sertifikasi telah dilakukan dengan melakukan audit sarana dan memfasilitasi perolehan registrasi empat produk pangan.
10. Telah diperoleh tanah hibah dari Pemda Kabupaten Aceh Tengah seluas 1.507 m2 yang telah disertifikasi atas nama Badan POM diregistrasi di BMN BBPOM Banda Aceh.
11. Koordinasi lintas sektor telah dilaksanakan kepada pemerintah daerah dan instansi terkait serta telah dibentuk Tim Efektifitas Pengawasan Obat dan Makanan pada 3 kabupaten di wilayah kerja.
12. Realisasi penyerapan anggaran Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah sampai dengan 31 Desember 2019 berjumlah atau 97,4 % pagu anggaran.
2. Saran
Untuk peningkatan kinerja ke depan dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut: 1. Meningkatkan kompetensi petugas melalui pendidikan dan pelatihan terutama
untuk petugas yang baru diangkat sebagai PNS.
2. Meningkatkan pemenuhan sarana prasarana kantor yang disesuaikan dengan jumlah pegawai PNS yang bertambah serta pembangunan gedung kantor di atas tanah yang telah dihibahkan.
Tabel 1A
Sampling dan Pengujian Rutin Obat dan Makanan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019
No Komoditi Metode
Sampling Nama UPT Satuan
Target 1 tahun sesuai pedoman sampling Jumlah Sampling Jumlah Sampel diperiksa Sesuai Standar 1 2 3 4 5 6 7 8 1 Obat
Targeted Loka POM di Kab.
Aceh Tengah sampel 0 0 0
Random Loka POM di Kab.
Aceh Tengah sampel 75 75 75
2 Obat
Tradisional
Targeted Loka POM di Kab.
Aceh Tengah sampel 0 0 0
Random Loka POM di Kab.
Aceh Tengah sampel 68 68 68
3 Suplemen
Kesehatan
Targeted Loka POM di Kab.
Aceh Tengah sampel 0 0 0
Random Loka POM di Kab.
Aceh Tengah sampel 22 22 22
4 Kosmetik
Targeted Loka POM di Kab.
Aceh Tengah sampel 0 0 0
Random Loka POM di Kab.
Aceh Tengah sampel 135 135 135
5 Pangan
Targeted Loka POM di Kab.
Aceh Tengah sampel 0 0 0
Random Loka POM di Kab.
Aceh Tengah sampel 130 130 130
6 Kemasan
Pangan
SNI wajib Loka POM di Kab.
Aceh Tengah sampel 0 0 0
lainnya Loka POM di Kab.
Aceh Tengah sampel 0 0 0
TOTAL TARGETED sampel 0 0 0
TOTAL RANDOM sampel 430 430 430
Tabel 1B
Sampling dan Pengujian Non Rutin Obat dan Makanan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019
No Komoditi Nama UPT
Jenis Peng ujian Satuan Jumlah Sampel Jumlah Sampel Yang Diuji TMS MS 1 2 3 4 5 6 7=8+9 8 9
1 Obat Loka POM di Kab.
Aceh Tengah
N I H I L 2 Obat
Tradisional
Loka POM di Kab. Aceh Tengah
3 Suplemen
Kesehatan
Loka POM di Kab. Aceh Tengah
4 Kosmetik Loka POM di Kab.
Aceh Tengah
5 Pangan Loka POM di Kab.
Aceh Tengah
TOTAL sampel 0 0 0 0
Keterangan:
Jenis Pengujian: Pengujian Non Rutin terdiri dari Pengujian Investigasi/Penyidikan, Pihak Ketiga dalam rangka Pelayanan Publik, Program Nasional
Tabel 1C
Sampling dan Pengujian Sederhana Obat dan Makanan Dengan Rapid Test Kit Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019
No Komoditi Nama UPT Satuan Jumlah
Sampel Jumlah Sampel Yang Diuji TMS MS 1 2 3 4 5 6=7+8 7 8
1 Obat Loka POM di Kab. Aceh
Tengah sampel 0 0 0 0
2 Pangan Loka POM di Kab. Aceh
Tengah sampel 682 682 652 30
Tabel 2A
Hasil Pengujian Obat Menurut Parameter Uji Loka POM di Kab. Aceh Tengah
Tahun 2019
NO JENIS PARAMETER UJI JUMLAH
HASIL PENGUJIAN MS TMS 1 2 3=4+5 4 5 1 Fisika : ▪ pH N I H I L N I H I L N I H I L ▪ Waktu hancur ▪ Disolusi ▪ Kadar abu ▪ Susut pengeringan ▪ Volume terpindahkan ▪ Isi minimum ▪ Indeks Bias 2 Kimia : ▪ Identifikasi
▪ Penetapan kadar zat aktif
Tabel 2B
Hasil Pengujian Obat Tradisional Menurut Parameter Uji Loka POM di Kab. Aceh Tengah
Tahun 2019
NO JENIS PARAMETER UJI JUMLAH
HASIL PENGUJIAN MS TMS 1 2 3=4+5 4 5 1 Fisika : ▪ pH N I H I L N I H I L N I H I L ▪ Kadar air ▪ Kadar abu ▪ Keseragaman bobot/isi ▪ Waktu hancur 2 Kimia :
▪ Cemaran logam berat
▪ Cemaran bahan organik asing ▪ Cemaran pestisida
▪ Kadar etanol dan methanol ▪ Zat tambahan yang diizinkan Pewarna, Pengawet dan Pemanis buatan
▪ Bahan kimia obat
▪ Lain-lain (sebutkan)
Tabel 2C
Hasil Pengujian Suplemen Kesehatan Menurut Parameter Uji Loka POM di Kab. Aceh Tengah
Tahun 2019
NO JENIS PARAMETER UJI JUMLAH
HASIL PENGUJIAN MS TMS 1 2 3=4+5 4 5 1 Fisika : ▪ pH 0 0 0 ▪ Waktu hancur 0 0 0 ▪ Disolusi 0 0 0 ▪ Kadar abu 0 0 0 ▪ Susut pengeringan 0 0 0 ▪ Volume terpindahkan 0 0 0 ▪ Isi minimum 0 0 0 ▪ Indeks Bias 0 0 0 2 Kimia : ▪ Identifikasi 0 0 0
▪ Penetapan kadar zat aktif 0 0 0
Tabel 2D
Hasil Pengujian Kosmetik Menurut Parameter Uji Loka POM di Kab. Aceh Tengah
Tahun 2019
NO JENIS PARAMETER UJI JUMLAH
HASIL PENGUJIAN MS TMS 1 2 3=4+5 4 5 1 Fisika : ▪ pH 0 0 0 ▪ Kadar air 0 0 0 ▪ Kadar abu 0 0 0 ▪ Keseragaman bobot/isi 0 0 0 2 Kimia : ▪ Identifikasi Pewarna 0 0 0 ▪ Identifikasi Pengawet 0 0 0 ▪ PK. Pengawet 0 0 0 ▪ PK Tabir Surya 0 0 0
▪ PK Etanol dan Metanol 0 0 0
▪ Lain-lain (sebutkan) 0 0 0
Tabel 2E
Hasil Pengujian Pangan Menurut Parameter Uji Loka POM di Kab. Aceh Tengah
Tahun 2019
NO
JENIS PARAMETER UJI
JUMLAH HASIL PENGUJIAN MS TMS 1 2 3=4+5 4 5 1 Fisika : ▪ pH 0 0 0 ▪ Indeks bias 0 0 0 ▪ Kadar abu 0 0 0 ▪ Kadar air 0 0 0 ▪ Padatan total 0 0 0 2 Kimia : ▪ PK. Lemak 0 0 0 ▪ PK. Protein 0 0 0 ▪ PK. Vitamin 0 0 0
▪ PK.Mineral (Ca, Zn, Na, K, P, Fe, Mg) 0 0 0
▪ PK. Gula 0 0 0 ▪ PK. Karbohidrat 0 0 0 ▪ PK. Mikotoksin 0 0 0 ▪ PK. pemanis buatan 0 0 0 ▪ PK. Pengawet 0 0 0 ▪ PK. Kloramfenikol 0 0 0 ▪ PK. Sianida 0 0 0
▪ PK. Hidroksi metil furfural 0 0 0
▪ PK. sulfur dioksida 0 0 0
▪ PK. Kesadahan 0 0 0
▪ PK. zat organic 0 0 0
▪ PK. Senyawa (NO2, NO3,CN, Cl2) 0 0 0
▪ PK. Kofein 0 0 0
▪ PK. Theina 0 0 0
▪ PK. etanol & methanol 0 0 0
▪ PK. natrium klorida 0 0 0
▪ PK. kalium iodat 0 0 0
▪ PK Bil. asam, iodium dan peroksida 0 0 0
▪ Pewarna Sintetik 0 0 0 ▪ Identifikasi histamine 0 0 0 ▪ Identifikasi boraks 0 0 0 ▪ Cemaran logam 0 0 0 ▪ Residu pestisida 0 0 0 ▪ Identifikasi arsen 0 0 0 ▪ Identifikasi formalin 0 0 0 ▪ Lain-lain 0 0 0
Tabel 2F
Hasil Pengujian Mikrobiologi Menurut Parameter Uji Loka POM di Kab. Aceh Tengah
Tahun 2019
NO JENIS PARAMETER UJI JUMLAH
HASIL PENGUJIAN MS TMS 1 2 3=4+5 4 5 1 Obat : ▪ A L T 0 0 0
▪ Uji batas cemaran 0 0 0
▪ Uji Sterilitas 0 0 0
▪ Uji Potensi 0 0 0
▪ Uji Koefisien Fenol 0 0 0
▪ Bebas Escherichia coli 0 0 0
▪ Escherichia coli 0 0 0 ▪ Salmonella sp 0 0 0 ▪ Salmonella aureus 0 0 0 ▪ Pseudomonas aeruginosa 0 0 0 2 Obat Tradisional : ▪ A L T 0 0 0 ▪ Angka Kapang 0 0 0 ▪ Angka Khamir 0 0 0 ▪ Escherichia coli 0 0 0 ▪ Salmonella sp 0 0 0 ▪ Staphylococcus aureus 0 0 0 ▪ Pseudomonas aeruginosa 0 0 0 ▪ Candida albicans 0 0 0 ▪ Clostridium perfringens 0 0 0 ▪ Clostridium tetani 0 0 0 ▪ Bacillus anthraxis 0 0 0 3 Suplemen Kesehatan : ▪ A L T 0 0 0 ▪ Angka Kapang 0 0 0 ▪ Angka Khamir 0 0 0 ▪ Candida Albicans 0 0 0 ▪ Shigella 0 0 0 ▪ Staphylococcus Aureus 0 0 0 ▪ Escherichia Coli 0 0 0 ▪ Pseudomonas Aeruginosa 0 0 0 ▪ Salmonella Sp 0 0 0
4 Kosmetik : ▪ A L T 0 0 0 ▪ A K K 0 0 0 ▪ Staphylococcus aureus 0 0 0 ▪ Candida albicans 0 0 0 ▪ Pseudomonas aeruginosa 0 0 0 5 Pangan : ▪ ALT 0 0 0
▪ ALT Pembentuk spora 0 0 0
▪ MPN Coliform 0 0 0
▪ Angka Kapang 0 0 0
▪ Angka Khamir 0 0 0
▪ Angka Salmonella aureus 0 0 0
▪ Angka Clostridium perfringens 0 0 0
▪ Angka Enterococci 0 0 0 ▪ Angka Coliform 0 0 0 ▪ Escherichia coli 0 0 0 ▪ Salmonella aureus 0 0 0 ▪ Salmonella sp 0 0 0 ▪ Enterococci 0 0 0 ▪ Vibrio cholerae 0 0 0 ▪ Vibrio parahaemolyticus 0 0 0 ▪ Clostridium perfringens 0 0 0 TOTAL 0 0 0
Tabel 3A
Jenis Bahan Kimia Obat (BKO) dalam Sampel Obat Tradisional Loka POM di Kab. Aceh Tengah
Tahun 2019
No Nama Obat
Tradisional Nama BKO Jumlah
1 2 3 4
1 TIDAK DILAKUKAN PENGUJIAN
NIHIL
Tabel 3B
Jenis Bahan Berbahaya/Dilarang Dalam Sampel Kosmetik Loka POM di Kab. Aceh Tengah
Tahun 2019
No Nama Obat
Tradisional Nama BKO Jumlah
1 2 3 4
1 TIDAK DILAKUKAN PENGUJIAN
NIHIL
Tabel 3C
Jenis Kandungan Bahan Berbahaya dalam Sampel Pangan Loka POM di Kab. Aceh Tengah
Tahun 2019
No Nama Obat
Tradisional Nama BKO Jumlah
1 2 3 4
1 TIDAK DILAKUKAN PENGUJIAN
NIHIL
Tabel 4A
Evaluasi Umum Prioritas Sampling Obat Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2019
No. Jenis Sampel (sesuai
prioritas sampling) Rencana Tahunan Realisasi % Pencapaian
1 2 3 4 5=(4/3 x 100%)
Tabel 4B
Evaluasi Umum Prioritas Sampling Obat Tradisional Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019
No. Jenis Sampel (sesuai
prioritas sampling)
Rencana
Tahunan Realisasi % Pencapaian
1 2 3 4 5=(4/3 x 100%)
Tabel 4C
Evaluasi Umum Prioritas Sampling Suplemen Kesehatan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019
No. Jenis Sampel (sesuai
prioritas sampling)
Rencana
Tahunan Realisasi % Pencapaian
1 2 3 4 5=(4/3 x 100%)
Tabel 4D
Evaluasi Umum Prioritas Sampling Kosmetik Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2019
No. Jenis Sampel (sesuai prioritas sampling)
Rencana
Tahunan Realisasi % Pencapaian
1 2 3 4 5=(4/3 x 100%)
Tabel 4E
Evaluasi Umum Prioritas Sampling Pangan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2019
No. Jenis Sampel (sesuai
prioritas sampling) Rencana Tahunan Realisasi % Pencapaian
1 2 3 4 5=(4/3 x 100%)
Tabel 5
Hasil Pengujian Barang Bukti Kasus Di Bidang Narkotika dan Psikotropika Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019 J u m la h S a m p el Hasil Pengujian
Narkotika Psikotropika Negatif
H er o in /P u ta w G a n ja K o d ei n Mo rf in J u m la h MD MA /E k st a si Me ta m fe ta m in / S h a b u A m fe ta m in D ia ze p a m B ro m a ze p a m N it ra ze p a m P h en o b a rb it a l L a in -2 J u m la h T ri h ek si p h en id il L a in -l a in J u m la h 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18
TIDAK DILAKUKAN PENGUJIAN N I H I L
Tabel 6A
Hasil Pemeriksaan Fasilitas Produksi Obat Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2019
No Kabupaten/Kota Satuan
Industri Farmasi (IF)
Fasilitas Bahan Baku Obat/ Produk Biologi/Sarana Khusus (Unit Transfusi Darah, Radiofarmaka, Lab
Sel Punca) Jumlah IF yang ada Jumlah IF yang diperiksa MK TM K Jumlah fasilitas yang ada Jumlah fasilitas yang diperiksa M K TMK 1 2 3 4 5=6+7 6 7 8 9=10+11 10 11
A Loka POM di Kab. Aceh
Tengah sarana
1 Kabupaten Aceh Tengah sarana
N I H I L
2 Kabupaten Bener Meriah sarana
3 Kabupaten Gayo Lues sarana
4 Kabupaten Aceh Tenggara sarana
Tabel 6B
Hasil Pemeriksaan Fasilitas Produksi Obat Tradisional Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019
No
Kabupaten/ Kota
Satuan
Industri Obat Tradisional
(IOT) Industri Ekstrak Bahan Alam (IEBA)
Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT)
Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT) Jumlah IOT yang ada Jumlah IOT yang diperiks a M K T M K Jumlah IEBA yang ada Jumlah IEBA yang diperiksa M K T M K Jumlah UKOT yang ada Jumlah UKOT yang di periksa M K T M K Jumlah UMOT yang ada Jumlah UMOT yang diperiksa M K T M K 1 2 3 4 5=6+7 6 7 8 9=10+11 10 11 12 13=14+15 14 15 16 17=18+19 18 19
A Loka POM di Kab.
Aceh Tengah sarana
N I H I L 1 Kabupaten Aceh Tengah sarana 2 Kabupaten Bener Meriah sarana 3 Kabupaten Gayo Lues sarana 4 Kabupaten Aceh Tenggara sarana TOTAL sarana
Tabel 6C
Hasil Pemeriksaan Fasilitas Produksi Suplemen Kesehatan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019
N o
Kabupaten
Satuan
Industri Farmasi (IF) yang memproduksi Suplemen Kesehatan
Industri Obat Tradisional (IOT) yang memproduksi Suplemen
Kesehatan
Industri Pangan (IP) yang memproduksi Suplemen Kesehatan Jumlah IF yang ada Jumlah IF yang diperiksa M K T M K Jumlah IOT yang ada Jumlah IOT yang diperiksa M K T M K Jumlah IP yang ada Jumlah IP yang diperiksa M K T M K 1 2 3 4 5=6+7 6 7 8 9=10+11 10 11 12 13=14+15 14 15 A Loka POM di
Kab. Aceh Tengah sarana
N I H I L 1 Kabupaten Aceh Tengah sarana 2 Kabupaten Bener Meriah sarana 3 Kabupaten Gayo Lues sarana 4 Kabupaten Aceh Tenggara sarana TOTAL sarana
Tabel 6D
Hasil Pemeriksaan Fasilitas Produksi Kosmetik Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019 No Kabupaten/Kota Satuan Industri Kosmetik Jumlah Industri Kosmetik yang ada
Jumlah Industri
Kosmetik yang diperiksa MK TMK
1 2 3 4 5=6+7 6 7
A Loka POM di Kab. Aceh Tengah sarana
N I H I L
1 Kabupaten Aceh Tengah sarana
2 Kabupaten Bener Meriah sarana
3 Kabupaten Gayo Lues sarana
4 Kabupaten Aceh Tenggara sarana
Tabel 6E
Hasil Pemeriksaan Fasilitas Produksi Pangan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah Tahun 2019
No Kabupaten/Kota Satuan
Industri Pangan Industri Rumah Tangga Pangan
(IRTP) Jumlah Industri Pangan yang ada Jumlah Industri Pangan yang diperiksa MK TMK Jumlah IRTP yang ada Jumlah IRTP yang diperiksa MK TMK 1 2 3 4 5=6+7 6 7 8 9=10+11 10 11
A Loka POM di Kab. Aceh Tengah Jumlah
Sarana 7 10 6 4 132 20 12 8
1 Kabupaten Aceh Tengah sarana 0 0 0 0 106 16 9 7
2 Kabupaten Bener Meriah sarana 3 4 2 2 7 1 0 1
3 Kabupaten Gayo Lues sarana 1 2 1 1 1 0 0 0
Tabel 7A
Hasil Pemeriksaan Fasilitas Distribusi Obat dan Fasilitas Pelayanan Kefarmasian Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019
N o
Kabupaten/Kot
a Satuan
Pedagang Besar Farmasi (PBF) Apotek Toko Obat
Instalasi Sediaan Farmasi/Instalasi Farmasi Pemerintah (IFP)
Jumlah PBF yang ada Jumlah PBF yang di periksa M K T M K Jumlah Apotek yang ada Jumlah Apotek yang di periksa M K T M K Jumlah Toko Obat yang ada Jumlah Toko Obat yang di periksa M K T M K Jumlah IFP yang ada Jumlah IFP yang di periksa M K T M K 1 2 3 4 5=6+7 6 7 8 9=10+1 1 10 11 12 13=14+ 15 14 15 16 17=18+1 9 18 19 A Loka POM di Kab. Aceh Tengah Jumlah Sarana 0 0 0 0 63 32 10 22 104 32 8 24 4 4 1 3
1 Aceh Tengah sarana 0 0 0 0 21 13 5 8 18 14 4 10 1 1 0 1
2 Bener Meriah sarana 0 0 0 0 5 3 1 2 49 8 0 8 1 1 0 1
3 Gayo Lues sarana 0 0 0 0 5 1 0 1 13 1 0 1 1 1 1 0
Tabel 7A (lanjutan)
Hasil Pemeriksaan Fasilitas Distribusi Obat dan Fasilitas Pelayanan Kefarmasian Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019
No Kabupaten/
Kota Satuan
Rumah Sakit (RS) Puskemas Klinik Lain-lain (Praktek Dokter dan
Bidan) Jumlah RS yang ada Jumlah RS yang di periksa M K T M K Jumlah Puskes mas yang ada Jumlah Puskes mas yang di periksa M K T M K Jumlah Klinik yang ada Jumlah Klinik yang di periksa M K T M K Jumlah Lain-lain yang ada Jumlah Lain-lain yang di periksa M K T M K 1 2 3 4 5=6+7 6 7 8 9=10+11 10 11 12 13=14+15 14 15 16 17=18+19 18 19 A Loka POM di Kab. Aceh Tengah sarana 7 4 3 1 59 40 16 24 1 1 1 0 0 0 0 0
1 Aceh Tengah sarana 2 2 2 0 17 19 14 5 1 1 1 0 0 0 0 0
2 Bener
Meriah sarana 2 1 0 1 12 7 1 6 0 0 0 0 0 0 0 0
3 Gayo Lues sarana 1 0 0 0 15 6 1 5 0 0 0 0 0 0 0 0
4 Aceh
Tabel 8
Tindak Lanjut Hasil Pengawasan Obat dan Makanan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019
Keterangan :
Definisi Operasional Tahun 2019
a. Tindak lanjut hasil pengawasan yang dilakukan oleh BPOM, yang meliputi hasil pemeriksaan sarana produksi dan sarana distribusi, hasil pengawasan iklan dan label, hasil pengujian produk, penanganan kasus, pangaduan konsumen
Tabel 9
Sertifikasi Produk dan Fasilitas Produksi dan/ atau Distribusi Obat dan Makanan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019
No Rekomendasi/ sertifikasi Satuan UPT Jumlah
1 2 3 4 5
1 Surat Keterangan Impor (SKI) surat keterangan Loka POM di Kab. Aceh
Tengah 0
2 Surat Keterangan Ekspor (SKE) surat keterangan Loka POM di Kab. Aceh
Tengah 0
3 Rekomendasi CPOB, CDOB, CPOTB
Bertahap, CPKB, dan CPPOB rekomendasi
Loka POM di Kab. Aceh
Tengah 4
Tabel 10
Pengawasan Iklan Sediaan Farmasi Dan Makanan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019
No Produk UPT Jenis Media Jumlah Diawasi
Tanggapan BPOM
Jumlah MK TMK
1 2 3 4 5=6+7 6 7 8
1 Obat Loka POM diKab.
Aceh Tengah
- Media Cetak 0 0 0
0
- Media Elektronik 0 0 0
- Media Luar Ruang 0 0 0
2 Obat
Tradisional
Loka POM diKab. Aceh Tengah
- Media Cetak 0 0 0
12
- Media Elektronik 55 53 2
- Media Luar Ruang 0 0 0
- Leaflet / Brosur 0 0 0
3 Suplemen
Kesehatan
Loka POM diKab. Aceh Tengah
- Media Cetak 0 0 0
12
- Media Elektronik 20 20 0
- Media Luar Ruang 0 0 0
- Leaflet / Brosur 0 0 0
4 Kosmetik Loka POM diKab.
Aceh Tengah
- Media Cetak 0 0 0
12
- Media Elektronik 55 53 2
- Media Luar Ruang 0 0 0
- Media Digital 0 0 0
5 Pangan Loka POM diKab.
Aceh Tengah
- Media Cetak 0 0 0
0
- Media Elektronik 0 0 0
- Media Luar Ruang 0 0 0
- Leaflet / Brosur 0 0 0
6 Rokok Loka POM diKab.
Aceh Tengah
- Media Cetak 0 0 0
0
- Media Penyiaran 0 0 0
- Media Luar Ruang 0 0 0
- Media Teknologi
Informasi 0 0 0
Tabel 11
Pengawasan Label/Penandaan Sediaan Farmasi Dan Makanan Loka POM di Kabupaten Aceh Tengah
Tahun 2019
NO. PRODUK UPT JUMLAH YANG DIAWASI
Jumlah MK TMK
1 2 3 4 5 6
1 Obat Loka POM di Kab. Aceh Tengah 75 75 0
2 Obat Tradisional Loka POM di Kab. Aceh Tengah 67 66 1
3 Suplemen Kesehatan Loka POM di Kab. Aceh Tengah 24 24 0
4 Kosmetik Loka POM di Kab. Aceh Tengah 67 66 1
5 Pangan Loka POM di Kab. Aceh Tengah 137 83 54