• Tidak ada hasil yang ditemukan

TIRANI PENDIDIKAN KARAKTER DI NEGERI SUL

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "TIRANI PENDIDIKAN KARAKTER DI NEGERI SUL"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

TIRANI PENDIDIKAN KARAKTER DI NEGERI SULAP

Secara faktual, data realistik menunjukkan bahwa moralitas maupun karakter bangsa saat in telah runtuh. Runtuhnya moralitas dan karakter bangsa tersebut telah mengundang berbagai musibah dan bencana di negeri ini. Musibah dan bencana tersebut meluas pada ranah sosial-budaya, hukum, ekonomi, politik bahkan pendidikan.

Musibah sosial-budaya dapat diamati pada hilangnya ETIKA kemanusiaan, sehingga penghormatan terhadap jabatan dianggap lebih penting daripada menghormati pribadi sebagai manusia. Goncangan hukum dan politik dapat dilihat pada kasus KORUPSI yang semakin merajalela di setiap meja instansi baik pusat maupun daerah. Gelombang krisis ekonomi dapat diamati pada paradok negeri SULAP ini, dimana terdapat kesenjangan yang sangat luar biasa dimana yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin.

Huru-hara hukum dan peradilan dapat dilihat pada makelar kasus Gayus Tambunan, “cicak vs buaya”, PNS muda KAYA RAYA, kasus sandal jepit dan sebagainya. Banjir bandang juga datang didalam dunia pendidikan dimana pelajar yang harusnya asik dengan belajar berdiskusi bersama, justru kini semakin dengan tawuran, mahasiswa melakukan aksi demo yang BRUTAL tanpa mengutamakan logika dan terkadang selalu berpersepsi apatis terhadap kemajuan kampus bukan mendukung kemajuan kampui nya, kecurangan ketika ujian di sekolah-sekolah idola, narkoba, pergaulan bebeas dan sebagainya.

Dari kejadian diatas, Kementrian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) mensinyalir bahwa sumber dari musibah dan bencana yang datang adalah terabaikanya pendidikan karakter bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Merujuk dari Fenomenologi yang terjadi, Kemendiknas mencanangkan Gerakan Nasional berupa pendidikan karakter (2010-2025) melalui keputusan pemerintah Republik Indonesia oleh Presiden Susilo bambang Yudhoyono pada tangaal 11 Mei 2010 tentang gerakan nasional pendidikan karakter.

Dalam pelaksanaanya, khususnya jalur pendidikan, pembangunan karakter bangsa dilakukan melalui rekonstruksi pendidikan moral yang sudah berlangsung sejak lamna di semua jenjang dengan nomenklatur baru yakni pendidikan karakter. Dan sampai sekarang, walaupun belum maksimal dalam hasil, gerakan nasional pendidikan karakter masih dilaksanakan dengan seksama.

Di Indonesia, pendidikan karakter telah dibahas secara tunta oleh Ki Hadjar Dewantara dalam kedua karya monumentalnya, pendidikan dan kebudayaan. Pendidikan karakter yang sekarang didengungkan-dengungkan oleh Kemendiknas sebenarnya hanya istilah dari Pendidikan Budi Pekerti yang sudah lama berada dalam gejolak pikiran Ki Hadjar Dewantara, 1968.

Diskursus pendidikan karakter mengalami perdebatan panjang yang tidak jelas ujung pangkalnya, akan tetapi pendidika karakter di Indonesia mengusung semangat baru dalam optimisme yang penuh untuk membangun karakter bangsa yang bermartabat. Oleh karena itu, konsep pendidikan karakter harus mengambil posisi yang jelas, bahwa karakteristik seseorang dapat dibentuk melalu pendidikan.

Dan titik krusial yang harus sangat diperhatikan memang di jalur pendidikan, baik pendidikan dasar sampai menengah bahkan pendidikan tinggi. Etimologi dari pendidikan sendiri adalah menjadikan manusia yang sempurna, insan yang kamil. Dan dengan pendidikan yang tepat, akan sangat mudah dalam memajukan suatu bangsa dalam segala sisi baik dari segi sosial-budaya, hukum, ekonomi, politik apalgi jika ditopang dengan karakter yang kuat.

Referensi

Dokumen terkait

Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan pada Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. ©Shafira Diar Utami 2016

Berdasarkan hasil overley peta zonasi dengan peta pewilayahan DAS peta kemiringan lereng, peta penutupan lahan dan peta curah hujan, dapat dijelaskan bahwa

Hasil perhitungan memberikan desain pipa yang digunakan adalah tipe Schedule 40 dengan diameter nominal 300 mm, dengan spesifikasi yang digunakan untuk pipeline adalah

Pada pengujian hipotesis pasar efisien dalam bentuk kuat dapat dilakukan.. dengan

Flavonoid adalah suatu kelompok senyawa fenol yang banyak terdapat di alam. Senyawa ini bertanggung jawab terhadap zat warna merah, ungu, biru dan sebagai zat warna

Departemen Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara lebih berorientasi pada pelayanan pendidikan yang bermutu dan berkualitas, melakukan penelitian-penelitian

Menurut Assauri (1999:4) mendefinisikan pemasaran: “Sebagai usaha menyediakan dan menyampaikan barang dan jasa yang tepat kepada orang-orang yang tepat pada tempat dan waktu

Adanya asimetri informasi antara manager dan pemegang saham akan menimbulkan masalah yang bisa merugikan para pemegang saham, tujuan dari penelitian ini adalah bagaimana tata