BAB II
ANALISIS SITUASI A. Lingkungan
1. Keadaan dan Kondisi Geografis
a. Wilayah kerja terdiri dari 4 kelurahan (lepo- lepo, wundudopi, baruga, watubangga) yang merupakan wilayah administratif kecamtan baruga. b. Luas wilayah kerja : 13.130 Ha
c. Batas – batas wilayah:
1) Sebelah utara : Kecamatan wua-wua dan kecamatan kandia 2) Sebelah timur : Kecamatan poasia
3) Sebelah selatan : Kecamatan konda (kab. konsel)
4) Sebelah barat : Kecamatan ranomeeto (kab Konsel) dan Kecamatan mandonga kota kendari
d. Keadaan Alam : 80% daratan dan 20% perbukitan
e. Prasarana Transportasi : 60% jalan aspal dan 40% jalan berbatu dan tanah
2. Keadaan Penduduk
Jumlah penduduk di Wilayah kerja Puskesmas Lepo-lepo pada tahun 2014 sebanyak 20363 yang tersebar di 4 kelurahan ( Lepo-lepo, Wundudopi, Baruga, Watubangga).
Distribusi penduduk per kelurahan disajikan pada tabel.
No Nama Kelurahan Jumlah KK Jumlah Jiwa
1 Lepo- lepo 995 4.476
2 Wundudopi 645 3.290
3 Baruga 1592 7.844
4 Watubangga 1182 4.753
Jumlah 20.363
Tabel 1. Jumlah dan keadaan penduduk per kelurahan tahun 2014
B. Input
1. Sumber Daya Manusia
Dalam menjalankan fungsinya sebagai Pusat Kesehatan Masyarakat, Puskesmas lepo-lepo memiliki beberapa sebagai pelaksana tugasnya yang masing-masing bekerja sesuia dengan bidang tugasnya masing-masing.
Jumlah tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas lepo-lepo pada tahun 2014 sebanyak orang dengan uraian sebagai berikut:
No Jenis Tenaga Status Jumlah
PNS Honor Sukarela
1 Dokter Umum 3 - - 3
2 Dokter Gigi 1 - - 1
3 Sarjan Keperawatan 8 1 - 9
4 Sarjana Kesehatan Masyarakat 19 - 1 11
5 Sarjana Kebidanan 3 - - 3
6 Sarjana Kesehatan lingkungan 1 - - 1
7 Apoteker 2 - - 2
8 Ahli Madya Keperawatan 17 1 - 18
9 Ahli Madya Kebidanan 16 - 9 25
10 Ahli Madya Gizi 3 - 3 6
11 Ahli Kesehatan Lingkungan 1 - 1 2
12 Ahli madya Analisi Kesehatan 1 - 4 5
13 Perawat 7 - - 7
19 Tenaga Administrasi 1 1 - 2
20 Sopir 1 - - 1
21 Petugas Kebersihan - 1 - 1
22 Tukang Masak da Tukang Cuci - 2 - 2
23 SMU - 1 - 1
Jumlah 93 7 18 109
Tabel 2. Jumlah tenaga kesehatan yang bertugas di Puskesmas lepo-lepo pada tahun 2014
analisis Kesahatan yang berstatus sukarela sebagian besar ditempatkan pada pelayanan Unit Gawat Daryrat dan Laboratorium, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk dalam wilayah baruga (20.363) maka rasio dokter umum 1: 61089 jiwa , dokter gigi 1 : 20363 jiwa rasio perawat dan jumlah penduduk adalah 1 : 702 jiwa dan rasio perawat gigi 1: 1018 jiwa penduduk.
2. Saran dan Prasarana a) Sarana Transpostasi
Sarana transportasi yang digunakan di Puskesmas lepo-lepo adalah kendaraan roda 4 yang berjumlah 2, 1 unit ambulance dan 1 unit nya dipersiapkan untuk kegiatan luar gedung apabila ambulance lag tidak ditempat.
b) Sarana Sosial
Sarana pendidikan yang ada di Wilayah kerja Kecamatan Baruga terdiri dari :
1) Taman Kanak- kanak berjumlah 9 unit
2) Sekolah Dasar berjumlah 9 unit, yang berlokasi di kelurahan lepo-lepo 2 unit, di kelurahan Baruga 3 unit, kelurahan Watubangga1 unit dan di kelurahan Wundudopi 2 unit
3) Sekolah Menengah Pertama berjumlah 4 unit, yang berlokasi di kelurahan baruga 3 unit dan di kelurahan Wundudopi 1 unit
4) Sekolah Menengah Umum berjumlah 4 unit, yang berlokasi di kelurahan lepo-lepo 1 unit, dikelurahan Watubangga 1 unit dan di kelurahan Baruga 2 unit
5) Perguruan Tinggi berjumalh 3 unit, berlokasi di kelurahan Wundudopi 1 unit dan kelurahan Baruga 2 unit
6) Sarana sosial berupa panti asuhan berjumlah 2 unit, yang berlokasi di kelurahan Baruga 1 unit dan kelurahan Watubangga 1 unit
7) Lembaga Permasyarakat 1 unit, berlokasi di kelurahan Baruga c) Sarana Kesehatan
a. Puskesmas Induk : 1 unit yang merupakan Puskesmas Perawatan (menyelenggarakan rawat jalan, rawat inap umum dan kebidanan serta Unit Gawat Darurat 24 jam) , berlokasi di kelurahan lepo-lepo
b. Puskesmas Pembantu : 2 unit masing-masing terletak di kelurahan Watubangga dan Kelurahan Baruga
c. Poskeskel: 2 unit , masing-masing terletak di kelurahan Baruga dan Kelurahan Watubangga dan keduannya sudah berfungsi 2. Sarana Kesehatan Swasta
a. Rumah Bersalin : 2 unit, yang berlokasi di kelurahan Wundudopi dan kelurahan Baruga
b. Praktek dokter berkelompok: 1unit , berlokasi di kelurahan Wundudopi
c. Praktek dokter perorangan ; 2 unit
d) Sarana Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat
a. Posyandu : 18 unit , berlokasi di kelurahan lepo-lepo 4 unit , di kelurahan Baruga 4 unit, di kelurahan Watubangga 6 unit, dan di kelurahan Wundudopi 4 unit
b. Pos Lansia : 3 unit , berlokasi di kelurahan Lepo-lepo 1 unit , di kelurahan Baruga 1 unit dan di kelurahan Watubangga 1 unit
3. Pendanaan
Definisi pembiayaan kesehatan adalah besarnya dana yang harus disediakan oleh pemerintah maupun masyarakat untuk menyediakan dan memanfaatkan berbagai upaya kesehatan yang diperlukan perseorangan, keluarga, kelompok maupun masyarakat. Di negara berkembang seperti Indonesia beaya pelayanan kesehatan masih belum bisa lepas dari campur tangan pemerintah baik dalam penyelenggaraan maupun pemanfaatannya. Sumber pembiayaan upaya pelayanan kesehatanantara lain:
b. Sebagian ditanggung masyarakat
c. Sepenuhnya ditanggung oleh pihak ketiga baik itu swasta maupun bantuan luar negeri
Pada era desentralisasi, fungsi pembiayaan usaha pelayanan kesehatan yang dilakukan pemerintah memiliki pembagian yang terperinci antara pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Puskesmas memiliki sumber pembiayaan antara lain:
a. Pemerintah pusat, provinsi, kabupaten maupun kota
b. Pendapatan puskesmas melalui retribusi yang besarnya ditentukan pemerintah kabupaten atau kota setempat
c. Sumber lain dari BPJS Kesehatan.
Sesuai dengan azas desentralisasi, sumber pembiayaan pemerintah datang dari APBD.Selain itu Puskesmas juga menerima pendanaan dari alokasi APBD provinsi dan APBN (Biaya Operasional Kesehatan/BOK). Dana yang disediakan oleh pemerintah dibedakan atas dua macam, yakni dana anggaran pembangunan yang mencakup dana pembangunan gedung, pengadaan peralatan serta pengadaan obat, dan dana anggaran rutin yang mencakup gaji karyawan, pemeliharaan gedung dan peralatan, pembelian barang habis pakai serta biaya operasional.
beberapa mata anggaran tertentu, misalkan pengadaan obat dan pembangunan gedung serta pengadaan alat, anggaran tersebut dikelola langsung oleh dinas kesehatan kabupaten/kota atau oleh pemerintah kabupaten/kota.
Penanggungjawab penggunaan anggaran yang diterima Puskesmas adalah kepala Puskesmas sedangkan administrasi keuangan dilakukan oleh pemegang keuangan Puskesmas yakni staf yang ditetapkan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota atas usulan kepala Puskesmas. Penggunaan dana sesuai dengan usulan kegiatan yang telah disetujui dengan memperhatikan berbagai ketentuan peraturan perundang-undangan yang belaku.
Sesuai dengan kebijakan pemeritah, masyarakat dikenakan kewajiban membiayai upaya kesehatan perorangan yang dimanfaatkannya, dan besar biaya (retribusi) ditentukan oleh masing-masing pemerintah daerah. Pendapatan asli daerah (PAD) yang bersumber dari retribusi pelayanan kesehatan pada kesehatan pada puskesmas lepo-lepo tahun 2014 berjumlah Rp. 245.929439,- (105%) dari target pendapatan yang direncanakan tahun 2010 sebesar Rp. 233.800.
C. Metode
1.Perencanaan Tingkat Puskesmas (PTP)
secara sistematik untuk menghasilkan luaran puskesmas yang efektif dan efisien.Manajemen puskesmas tersebut terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengendalian serta pengawasan dan pertanggung jawaban.Seluruh kegiatan diatas merupakan suatu kesatuan yang saling terkait dan berkesinambungan.
Perencanaan tingkat puskesmas diartikan sebagai proses penyusunan rencana kegiatan puskesmas pada tahun yang akan datang yang dilakukan secara sistematis untuk mengatasi masalah atau sebagian masalah kesehatan masyarakat diwilayah kerjanya. Perencanaan tingkat puskesmas disusun untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada diwilayah kerjanya, baik upaya kesehatan wajib, upaya lesehatan pengembangan maupun upaya kesehatan penunjang.Perencanaan puskesmas ini disusun untuk kebutuhan satu tahun agar puskesmas mampu melaksanakannya secara efektif, efisien dan dapat dipertanggung jawabkan.Perencanaan tingkat puskesmas disusun melalui 4 tahap yaitu:
1. Tahap Persiapan
Pada tahap ini mempersiapkan staf puskesmas yang terlibat dalam proses penyusunan perencanaan tingkat puskesmas agar memperoleh kesamaan pandangan dan pengetahuan untuk melaksanakan tahap-tahap perencanaan.
2. Tahap Analisa Situasi
pengumpulan data.Terdapat dua data yang perlu dikumpulkan yaitu data umum dan data khusus.Data umum berupa peta wilayah kerja serta fasilitas pelayanan, data sumberdaya, data peran serta masyarakat, data penduduk dan sasaran program, data sekolah, data kesehatan lingkungan.Data khusus berupa status kesehatan, kejadian luar biasa, cakupan program pelayanan kesehatan, hasil survey.
Analisis situasi akan menghasilkan rumusan masalah dan berbagai faktor yang berkaitan dengan masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas serta potensi sumber daya Puskesmas yang dapat digunakan untuk melakukan intervensi. Langkah ini dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data atau fakta yang berkaitan dengan masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas.
3. Tahap Penyusunan Rencana Usulan Kegiatan
Penyusunan usulan kegiatan terdiri dari dua langkah yaitu analisis masalah dan penyusunan rencana kegiatan. Penyusunan RUK dilaksanakan dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
a.Menyusun RUK bertujuaan untuk mempertahankan kegiatan yang sudah dicapai pada periode sebelumnya dan memperbaiki program yang masih bermasalah. b.Menyusuk rencana kegiatan baru yang disesuaikan
dengan kondisi kesehatan diwilayah tersebut dan kemampuan puskesmas.
4. Tahap Penyusunan Rencana Pelaksanaan Kegiatan (RPK)
Tahap penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan baik untuk upaya kesehatan wajib, upaya kesehatan pengembangan, upaya kesehatan penunjang maupun upaya kesehatan inovasi dilaksanakan secara bersama, terpadu dan terintegrasi. Langkah-langkah penyusunan RPK adalah:
a. Mempelajari alokasi kegiatan dan biaya yang sudah disetujui.
b. Membandingkan alokasi kegiatan yang telah disetujui dengan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) yang diusulkan dan situasi pada saat oenyusunan RPK.
d. Mengadakan lokakarya mini tahunan untuk membahsa kesepakatan RPK
e. Membuat RPK yang telah disusun dalam bentuk matriks.
2.Penggerakan Dan Pelaksanaan (P2)
Sesuai dengan yang tersebut dalam Sistem Kesehatan Nasional (SKN) 2004 bahwa puskesmas merupakan unit pelaksana pelayanan kesehatan tingkat pertama.Puskesmas mempunyai kewenangan untuk melakukan pengelolaan program kegiatannya, untuk itu perlu didukung kemampuan manejeman yang baik.Manejemen puskesmas merupakan suatu rangkaian kegiatan yang bekerja secara sinergik yang meliputi perencanaan, penggerakan pelaksanaan serta pengendalian, pengawasan dan penilaian.Penerapan manejemen penggerakaan pelaksanaan dalam bentuk forum pertemuan yang dikenal dengan Lokakarya Mini.
Lokakarya Mini Puskesmas merupakan suatu pertemuan antar petugas Puskesmas dan petugas Puskesmas dengan sektor terkait (lintas sektoral) untuk meningkatkan kerjasama tim, memantau cakupan pelayanan Puskesmas serta membina peran serta masyarakat secara terpadu agar dapat meningkatkan fungsi Puskesmas. Adapun tujuan dilaksanakannya lokakarya mini adalah :
1.Tujuan umum
bulan lalu dari setiap petugas dengan hasil kegiatannya dan membandingkan cakupan kegiatan dari daerah binaan dengan targentnya serta tersusunnya rencana kerja bulan berikutnya.
2.Tujuan khusus
a.Diketahuinya hasil kegiatan puskesmas bulan lalu
b.Disampaikannya hasil rapat dari kabupaten/kota, kecamatan dan berbagai kebijakan serta program
c.Diketahuinya hambatan/masalah dalam pelaksanaan kegiatan bulan lalu
d.Ditemukannya cara pemecahan masalah
e.Disusunnya rencana kerja bulan baru.
Lokakarya mini bulanan puskesmas diselenggarakan dalam dua tahap yaitu:
1.Lokakarya Mini bulanan yang pertama
Lokakarya mini bulanan yang pertama merupakan lokakarya penggalangan tim diselenggarakan dalam rangka pengorganisasian untuk dapat terlaksananya rencana kegiatan puskesmas (RPK). Pelaksanaan lokakarya mini bulanan yang pertama adalah sebagai berikut:
a.Masukan
2) Informasi tentang kebijakan, program dan konsep baru berkaitan dengan puskesmas
3) Informasi tentan tata cara penyusunan kegiatan (Plan Of Action = POA) puskesmas
b.Proses
1) Inventarisasi kegiatan puskesmas termasuk kegiatan lapangan/daerah binaan
2) Analisis beban kerja tiap petugas
3) Pembinaan tugas baru termasuk pembagian tanggung jawab daerah binaan
4) Penyusunan POA puskesmas tahunan berdasarkan RPK
c.Keluaran
1) Rencana kegiatan (POA) puskesmas tahunan
2) Kesepakatan bersama untuk pelaksanaan kegiatan sesuai dengan POA
3) Matriks pembagian tugas dan daerah binaan
2.Lokakarya Mini bulanan rutin
a. Masukan
1) Laporan kegiatan bulan lalu
2) Informasi tentang hasil rapat di kabupaten/kota
3) Informasi tentang hasil rapat di kecamatan
4) Informasi tentang kebijakan, program dan konsep baru
b. Proses
1) Analisis hambatan dan masalah antara lain dengan menggunakan PWS
2) Analisis sebab masalah, khusus untuk mutu dikaitkan dengan kepatuhan terhadap standar pelayanan
3) Merumuskan alternative pemecahan masalah
c. Keluaran
1) Kesepakatan untuk melaksanakan kegiatan
2) Rencana kerja bulanan yang baru
Lokakarya mini tribulanan lintas sector
Adapun tujuan dilaksanakannya lokakarya mini tribulanan lintas sector adalah
1. Tujuan umum
sektoral dan tersusunnya rencana kerja tribulanan berikutnya.
2. Tujuan khusus
a. Dibahas dan dipecahkan secara bersama lintas sektoral masalah dan hambatan yang dihadapi
b. Dirumuskannya mekanisme/rencana kerja lintas sektoral yang baru
Lokakarya mini tribulanan lintas sector dilaksanakan dalam dua tahap yaitu:
1. Lokakarya mini tribulanan yang pertama
Lokakarya mini tribulanan yang pertama merupakan lokakarya penggalangan tim diselenggarakan dalam rangka pengorganisasian. Pengorganisasian dilaksanakan sebagai penentu penanggung jawab dan pelaksanan setiap kegiatan untuk satuan wilayah kerja. Pelaksanaan lokakarya mini tribulanan adalah sebagai berikut:
a. Masukan
1) Penggalangan tim yang dilakukan melalui dinamika kelompok
2) Informasi tentang program lintas sector
3) Informasi tentang program kesehatan
4) Informasi tentang kebijakan, program dan konsep baru
b. Proses
2) Analisis masalah peran bantu dari masing-masing sector
3) Pembagian peran dan tigas masing-masing sector
c. Keluaran
1) Kesepakatan tertulis lintas sector terkait dalam mendukung program kesehatan
2) Rencana kegiata masing-masing sector
2. Lokakarya mini tribulanan rutin
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari lokakarya penggalangan kerjasama lintas sektoral yang telah dilakukan dan selanjutnya dilakukan setiap tribulan secara tetap.Penyelenggaraan dilakukan oleh camat dibantu sector terkait dikecamatan. Lokakarya tribulanan lintas sector dilaksanakan sebagai berikut:
a. Masukan
1) Laporan kegiatan pelaksanaan program kesehatan dan dukungan sector terkait
2) Inventarisasi masalah/hambatan dari masing-masing sector dalam pelaksanaan program kesehatan
3) Pemberian iformasi baru
1) Analisis hambatan dan masalah pelaksanaan program kesehatan
2) Analisis hambatan dan masalah dukungan dari masing-masing sector
3) Merumuskan cara penyelesaian masalah
4) Menyusun rencana kerja dan menyepakati kegiatan untuk tribulan baru
c. Keluaran
1) Rencana kerja tribulanan yang baru
2) Kesepakatan bersama
3.Pengawasan, Pengendalian Dan Penilaian (P3)
Penilaian kinerja puskesmas adalah suatu upaya untuk melakukan penilaian hasil kerja / prestasi puskesmas.Adapun aspek penilaian meliputi pencapaian cakupan dan manajemen kegiatan termasuk mutu pelayanan puskesmas atas perhitungan seluruh puskesmas.Ruang lingkup penilaian kinerja puskesmas meliputi penilaian penvapaian hasil pelaksanaan kesehatan, manajemen puskesmas, dan mutu pelayanan. Secara garis besar lingkup penilaian kinerja puskesmas tersebut berdasarkan upaya-upaya puskesmas dalam menyelenggarakan:
1. Pelayanan kesehatan yang meliputi:
b. Upaya kesehatan pengembangan antara lain penambahan upaya kesehatan atau penerapan pendekatan baru upaya kesehatan dalam pelaksanaan pengembangan program kesehatan yang dilaksanakan dipuskesmas.
2. Pelaksanaan manajemen puskesmas dalam menyelenggarakan kegiatan, meliputi:
a. Proses penyusunan perencanaan, pelaksanaan lokakarya mini dan pelaksanaan penilaian kinerja
b. Manajemen sumber daya termasuk manajemen alat, obat, keuangan, dll.
3. Mutu pelayanan puskesmas, meliputi:
a. Penilaian input pelayanan berdasarkan standar yang ditetapkan
b. Penilaian proses pelayanan dengan menilai tingkat kepauhan terhadap standar pelayanan yang telah ditetapkan
c. Penilaian out-put pelayanan berdasarkan upaya kesehatan yang diselenggarakan. Dimana masing-masing program mempunyai indicator tersendiri
d. Penilaian out-come pelayanan
puskesmas, pustu, bidan desa serta berbagai UKBM dan upaya pemberdayaan masyarakat lainnya. Adapun pelaksanaan penilain kinerja puskesmas adalah sebagai berikut:
1. Penetapan target puskesmas
Target puskesmas yaitu tolak ukur dalam bentuk angka nominal atau persentase yangakan dicapai pada akhir tahun. Penetapan besar target bersifat spesifik dan berlaku untuk puskesmas yang bersangkutan berdasarkan pembahasan bersama antara dinas kesehatan kabupaten/kota dengan puskesmas pada saat penyusunan rencana kegiatan puskesmas. Penetapan target puskesmas dengan mempertimbangkan:
a. Besarnya masalah yang dihadapi oleh masing-masing puskesmas
b. Besarnya masalah yang dihadapi kabupaten/kota
c. Keberhasilan tahun lalu dalam menghadapi masalah
d. Kendala-kendala maupun masalah dalam penanganannya
e. Ketersediaan sumberdaya
f. Lingkungan baik fisik maupun non fisik
g. Target puskesmas yang sebenarnya
2. Pengumpulan data hasil kegiatan
keliling dan bidan desa serta pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.Hasil kegiatan yang diperhitungkan adalah hasil kegiatan pada periode waktu tertentu. Penetapan periode ini ditentukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota bersama puskesmas.