STRATEGI PEMASARAN 48 PHOTOGRAPHY
ANGGI FAHMI MAULANA
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Komputer Indonesia [email protected]
Abstract. The author uses an analysis of marketing strategy planning that gets maximum marketing results. The marketing process should be planned through a good marketing strategy, done through 3 stages. Testing the current marketing situation includes opportunities, targeting, developing marketing strategies. Analysis of such marketing strategies helps the authors in the plans to build 48 Photography. The author uses the analysis to start a home-based photography business. among others, photographers photographing brochure advertising, posters, or photogra phers in the field of marriage. Prices need to take into account the cost of equipment, equipment, travel, and time. The easiest & lowest cost option is a single owner. however, creating a limited liability company will offer great protection against personal assets if a legal issue. Businesses that will run will become a brand image, so choose the appropriate name. need to obtain a business license or permit required by the city or region. If photography is a hobby, it may already have a lot of equipment you need, but must judge whether the quality is high enough for the service charge. Along with the camera, it also requires lens, flash, battery, photo editing software, quality photo paper & packaging used to send photos to clients. Along with a business cards, build a website. The key to success in the photography business is marketing. Unable to retrieve & get paid for photos if no one hires. Along with business cards, brochures & websites, use a professional private network to spread the word about the business.
Keywords: Photography, Marketing Strategy, Technology, Business.
Abstrak. Penulis menggunakan analisis perencanaan strategi pemasaran yang memperoleh hasil pemasaran yang maksimum. Proses pemasaran harus direncanakan melalui strategi pemasaran yang baik, dilakukan melalui 3 tahapan. Menguji situasi pemasaran saat ini menyertakan peluang, menentukan sasaran, mengembangkan strategi pemasaran. Analisis strategi pemasaran seperti ini membantu penulis dalam rencana membangun 48 Photography. Penulis menggunakan analisis untuk memulai bisnis fotografi berbasis rumahan. diantaranya, fotografer memotret iklan brosur, poster, atau fotografer di bidang pernikahan. Harga perlu memperhitungkan biaya peralatan, perlengkapan, perjalanan, serta waktu. Opsi biaya termudah & terendah yaitu pemilik tunggal. namun, menciptakan perseroan terbatas akan menawarkan perlindungan besar terhadap aset pribadi jika masalah hukum. Bisnis yang akan dijalankan akan menjadi brand image, jadi pilihlah nama yang sesuai. perlu memperoleh izin usaha atau izin yang dipersyaratkan oleh kota atau daerah. Jika fotografi adalah hobi, mungkin sudah memiliki banyak peralatan yang butuhkan, namun harus menilai apakah kualitasnya cukup tinggi untuk biaya layanan. Seiring dengan kamera, juga memerlukan lensa, lampu kilat, baterai, perangkat lunak pengedit foto, kertas foto berkualitas & kemasan yang digunakan untuk mengirimkan foto ke klien. Seiring dengan kartu nama & brosur, bangunlah sebuah website. Dapatkan izin dari subjek sebelum memposting foto mereka secara online. Juga, siapkan akun media sosial di jaringan target pasar. Misalnya, jika melakukan foto pernikahan. Kunci sukses dalam bisnis fotografi adalah pemasaran. Tidak dapat mengambil & mendapatkan bayaran untuk foto jika tidak ada yang mempekerjakan. Seiring dengan kartu nama, brosur & situs web, gunakan jaringan pribadi & profesional untuk menyebarkan berita tentang bisnis. Menghadiri pameran dagang & acara yang diarahkan ke pasar.
1. PENDAHULUAN
Pada era yang sudah modern saat ini, perkembangan teknologi sudah semakin canggih. Semua kalangan masyarakat sudah menggunakan teknologi tersebut, mulai dari remaja, dewasa, maupun anak-anak. Setiap individu memiliki caranya masing-masing dalam penggunaan teknologi ini baik untuk menjalankan usaha, memperluas wawasan, dan hal yang lainnya. Seiring berkembangnya kemajuan teknologi digital yang begitu cepat, banyak orang memanfaatkan hal ini untuk mengembangkan bisnis mereka. Baik untuk mengembangkannya atau bahkan memulai bisnis yang baru. Karena kecepatan orang-orang mendapatkan informasi dan kemudahan mendapatkannya pun, orang-orang mulai beralih menggunakan teknologi. Apa saja yang ada di dunia ini semua telah terkait dengan teknologi. Kita tidak dapat mengelak akan kemajuan teknologi saat ini. Segala bidang teknologi berkembang dengan pesat pada era sekarang, termasuk dalam bidang fotografi. Bidang fotografi di era sekarang ini sangat ditunjang dengan berbagai macam kamera yang berkualitas tinggi dengan harga yang cukup murah. Kamera ini digunakan oleh Individu maupun kelompok yang memiliki hobi memotret suatu hal yang bagus dan unik, seperti panorama, makanan, upacara adat, dan sebagainya. Kelompok atau individu yang memiliki kesukaan memotret biasanya tidak hanya untuk kesenangan saja namun juga untuk mendapatakan penghasilan.
Pendirian bisnis dibidang fotografi merupakan suatu usaha yang menjanjikan di era saat ini. Fotografi yaitu proses melukis dengan menggunakan media cahaya. Istilah fotografi ialah metode untuk menghasilkan sebuah gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada kertas atau media yang dapat peka terhadap cahaya. Alat yang paling populer yang dapat menangkap cahaya ialah kamera. Tanpa adanya cahaya, sebuah kamera tidak dapat menangkap atau memotret objek yang akan dibuat. Pada dasarnya, sebuah prinsip fotografi yaitu memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar media penangkap cahaya (kertas). Media yang telah
dibakar dengan ukuran luminitas cahaya dapat menghasilkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan selanjutnya yang biasa disebut lensa. Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat, diperlukan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran yang diinginkan dan mendapat pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA, diafragma (Aperture), dan kecepatan rana (Speed). Kombinasi antara ISO, diafragma dan kecepatan rana disebut sebagai exposure. Maka dari itu, kemampuan memotret seseorang merupakan suatu keterampilan yang perlu waktu yang cukup lama agar mendapatkan gambar yang baik.
industri bidang fotografi karena mereka telah dipaksa untuk tetap dapat mempertahankan bisnis fotografinya meskipun keadaan zaman yang sudah banyak berubah terutama dalam bisnis fotografi.
Penulis melihat peluang yang sangat digemari pada era sekarang ini serta dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan uang. Oleh karena itu, penulis membuat jurnal ilmiah tentang perusahaan yang bergerak di bidang Fotografi. Perusahaan 48 Photography adalah sebuah usaha yang akan dibangun oleh penulis saat ini. Maka dari itu 48 Photography perlu memikirkan dan membuat strategi-strategi pemasaran yang matang untuk membuka bisnis fotografi berbasis rumahan dan menghadapi segala kemungkinan yang terjadi. Agar dapat menemukan peluang dan mencapai tujuan dari bisnis fotografi ini.
Identifikasi masalah dalam jurnal imiah ini adalah keberhasilan dari 48 Photography dalam mencapai tujuan bisnis ini, khususnya tujuan pencapaian target pendapatan yang memuaskan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor salah satunya yaitu dengan pelaksanaan strategi pemasaran. Selanjutnya, dapat di buat perumusan masalah, yaitu bagaimana strategi pemasaran yang harus diterapkan oleh 48 Photography.
Jurnal ilmiah ini ditujukan untuk mengidentifikasi serta menganalisis strategi pemasaran 48 Photography berdasarkan analisis perencanaan strategi pemasaran.
2. METODE
Analisis Perencanaan Strategi Pemasaran
Mengutip dari buku Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto yang berjudul “Entrepreneurship Menjadi Pebisnis Ulung” menjelaskan bahwa perencanaan merupakan salah satu dari empat fungsi manajemen yang penting dan saling terkait satu sama lain.
Menurut Robbins dan Coulter (2002) dalam Erni dan Kurniawan (2005) mendefinisikan perencanaan adalah sebagai sebuah proses yang dimulai dari penetapan
tujuan organisasi, menentukan strategi untuk pencapaian tujuan organisasi tersebut secara menyeluruh, serta merumuskan sistem perencanaan yang menyeluruh untuk mengintegrasikan dan mengordinasikan seluruh pekerjaan organisasi hingga tercapainya tujuan organisasi. Sedangkan strategis adalah rencana komprehensif untuk mencapai tujuan organisasi. Tidak hanya sekedar mencapai akan tetapi dimaksudkan untuk mempertahankan keberlangsungan organisasi.
Dari pengertian-pengertian diatas, maka perencanaan strategi adalah suatu rencana jangka panjang yang bersifat menyeluruh, bagaimana perusahaan diarahkan, alokasi sumber daya yang akan digunakan untuk mencapai tujuan perusahaan dan cara menghadapi segala bentuk kemungkinan yang akan terjadi pada perusahaan. Untuk memperoleh hasil pemasaran yang maksimum, proses pemasaran harus direncanakan melalui strategi pemasaran yang baik, yang dilakukan melalui tiga tahapan. Dapat dilihat dalam gambar berikut ini.
Sumber Gambar: Soegoto 2014
Poin pertama yaitu menguji situasi pemasaran saat ini, yaitu dapat dikaji dengan meneliti bagaimana persaingan, menguji kekuatan dan kelemahan baik internal maupun eksternal. Untuk poin kedua yaitu menyertakan peluang dan menentukan sasaran, dapat digunakan dengan menyertakan produk dan target pasar dan menentukan target yang terukur dan spesifik. Untuk poin ketiga mengembangkan strategi pemasaran, yaitu
Mengembangkan strategi pemasaran Menyertakan peluang dan menentukan
sasaran
menentukan segmen pasar, memilih pasar sasaran, posisi produk dan mengembangkan bauran pasar yang terdiri dari gabungan empat elemen kunci pemasaran: produk, harga, distribusi, dan promosi yang digunakan untuk memasarkan produk.
Pertimbangan Dalam Membuat Strategi Pemasaran
Kebutuhan primer, yaitu kebutuhan terhadap produk itu sendiri. Sasaran strategi pemasaran untuk meningkatkan kebutuhan terhadap produk ini dapat berupa: (1) penambahan jumlah pemakai produk ini, artinya produsen harus berusaha meningkatkan pasar baru kepada konsumen. Seperti dengan meningkatkan keinginan konsumen untuk membeli produk dengan menunjukkan manfaat-manfaat yang sudah ada atau manfaat-manfaat baru yang ada. Cara lainnya juga dapat dengan meningkatkan kemampuan daya beli konsumen. Seperti strategi penetapan harga, strategi cara pembayaran, serta strategi efisiensi biaya sehingga harga dapat ditekankan dengan serendah mungkin. (2) meningkatkan loyalitas konsumen, artinya produsen berusaha meningkatkan tingkat konsumsi bagi konsumen yang telah menggunakan produk ini. Strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan loyalitas konsumen sangat bergantung pada kondisi pasar. Langkah-langkahnya dapat seperti: (a) meluaskan penggunaan produk, (b) meningkatkan jumlah konsumsi produk, (c) mendorong perubahan pemakan.
Kebutuhan selektif, yaitu kebutuhan terhadap merek yang ditampilkan. Tujuan memperhatikan kebutuhan selektif ini adalah untuk memperbaik posisi persaingan suatu produk, jasa atau kegiatan bisnis tertentu. hal-hal yang dapat dilakukan untuk meningkatan kebutuhan merek dapat berupa: (a) mempertahankan pelanggan yang ada. (b) menjaring pelanggan yang baru.
Enam Strategi Untuk Memenuhi Permintaan Dari Lingkungan Yang Bersaing:
(1) Berorientasi pada pelanggan. (2) kualitas, yaitu mengutamakan total quality management berupa kefektifan, kefisienan, dan ketepatan. (3) kenyamanan yang memfokuskan perhatian pada kesenangan hidup, kenyamanan, dan kenikmatan. (4) inovasi, harus berkonsentrasi untuk berinovasi dalam produk, jasa, maupun proses. (5) kecepatan, yaitu kecepatan untuk menempatkan produk baru dipasar dan memperpendek waktu untuk merespons keinginan dan kebutuhan pelanggan. (6) pelayanan dan kepuasan pelanggan.
Analisis Langkah-Langkah Untuk Memulai Bisnis Fotografi berbasis rumahan Mengutip dari artikel “How to Start a Home-Based Photography Business 8 Steps to Making Your Photography Pay” dari Leslie Truex menyatakan bahwa terdapat 8 langkah-langkah untuk memulai bisnis fotografi berbasis rumahan, diantaranya :
(1) tentukan jenis layanan fotografi yang akan Anda tawarkan. Disini, kita dianjurkan untuk menentukan jenis layanan fotografi seperti apa yang akan kita tawarkan sebagai jasa kita. Seperti, fotografer untuk memotret iklan brosur, poster, atau fotografer di bidang pernikahan, pesta. Atau bisa saja memberikan berbagai jenis layanan fotografi
(2) kembangkan rencana bisnis anda. Apa saja hal selanjutnya yang harus anda capai dengan menggunakan strategi pemasaran. Misalnya, jika Anda ingin menghasilkan $ 50.000 per tahun dan percayalah bahwa Anda dapat memesan 26 pernikahan per tahun, Anda harus membebankan hampir $ 2.000 per pernikahan. Harga Anda perlu memperhitungkan biaya peralatan, perlengkapan, dan perjalanan, serta waktu Anda.
(4) Buat nama bisnis. Bisnis yang akan anda jalankan akan menjadi brand image, jadi pilihlah nama yang sesuai dengan jenis fotografi yang ingin Anda lakukan.
(5) Izin resmi mendirikan bisnis Anda. Begitu Anda memiliki nama bisnis dan menyiapkan struktur bisnis Anda, Anda perlu memperoleh izin usaha atau izin yang dipersyaratkan oleh kota atau daerah Anda. (6) Kumpulkan perlengkapan dan perlengkapan yang dibutuhkan. Jika fotografi adalah hobi Anda, Anda mungkin sudah memiliki banyak peralatan yang Anda butuhkan, namun Anda harus menilai apakah kualitasnya cukup tinggi untuk biaya layanan. Seiring dengan kamera, Anda juga memerlukan lensa, lampu kilat, baterai, perangkat lunak pengedit foto, kertas foto berkualitas dan kemasan yang digunakan untuk mengirimkan foto ke klien.
(7) Buat materi pemasaran. Seiring dengan kartu nama dan brosur, bangunlah sebuah website. Dapatkan izin dari subjek Anda sebelum memposting foto mereka secara online. Juga, siapkan akun media sosial di jaringan target pasar Anda. Misalnya, jika Anda melakukan foto pernikahan, Anda harus memiliki halaman Pinterest.
(8) Pasar, pasar, pasar. Kunci sukses dalam bisnis fotografi adalah pemasaran. Anda tidak dapat mengambil dan mendapatkan bayaran untuk foto jika tidak ada yang mempekerjakan Anda. Seiring dengan kartu nama, brosur dan situs web, gunakan jaringan pribadi dan profesional Anda untuk menyebarkan berita tentang bisnis Anda. Menghadiri pameran dagang dan acara yang diarahkan ke pasar Anda.
3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Perencanaan Strategi Pemasaran
Menguji Situasi Pemasaran Saat Ini: 48 Photography harus mengkaji lebih dalam apa yang sedang menjadi perhatian dari dunia
fotografi di Indonesia setiap saat dan harus selalu mengikuti hal-hal terbaru dalam dunia fotografi. Hal tersebut dapat bersifat tempat yang sedang ramai dikunjungi, berbagai macam jenis efek yang banyak digemari oleh masyarakat.
Menyertakan Peluang dan Menentukan Sasaran, 48 Photography akan mencoba untuk membuka tempat di Kota Bandung, Jawa Barat. Sebagai salah satu kota ternyaman di Indonesia dengan berbagai macam objek wisata tentu dapat menjadi sebuah peluang yang sangat besar agar mendapatkan pasar. Menggunakan 48 Photography tentu setiap pelanggan akan merasakan pelayanan yang sangat menjanjikan dan disertai harga yang relevan dengan pemesanan pelanggannya. Peluang lainnya dapat dilihat dengan saingan-saingan perusahaan yang bergerak dibidang fotografi ini memang cukup banyak. Akan tetapi, setelah melihat hasil dari riset yang peneliti lakukan banyak pelanggan yang masih merasa kecewa dengan hasil foto yang pas-pasan dan harga yang sangat mahal. Maka dari itu, 48 Photography dapat menjadi sebuah solusi dari permasalahan tersebut. Hal yang paling ditekankan adalah perihal kepuasan pelanggan akan pelayanan yang disajikan. Dengan demikian, kedua belah pihak dapat mendapat keuntungan yang saling menguntungkan, bukan ada yang dirugikan.
Mengembangkan Strategi
Positioning: dilakukan melalui promosi, distribusi, dan harga untuk membedakan suatu yang baik dibanding pesaing-pesaing didalam pikiran dari pengguna yang prospektif. Karena, pelanggan biasanya melihat bagaimana fasilitas yang diberikan, bagaimana pelayanan yang diberikan, dan apa keuntungan yang didapat. Maka dari itu, 48 Photography dapat memberikan semua yang diinginkan para pengguna berdasarkan prospektif-prospetif tersebut.
Strategi Bauran Pemasaran: bauran pemasaran ada empat, yaitu: produk, harga, distribusi, dan promosi. 48 Photography merupakan jasa fotografi yang menyediakan jasa-jasa fotografi, maka hasilnya disini bisa diganti dengan jasa.
Strategi perluasan pemasaran produk ada tiga yaitu: (1) strategi penetrasi pasar, yaitu 48 Photography harus dapat mempertimbangkan apakah jasa fotografi mereka dapat menguasai pasar yang ada. (2) strategi pengembangan pasar, yaitu 48 Photography harus dapat mempertimbangkan apakah dapat menemukan atau mengembangkan pasar-pasar atau jasa baru untuk jasa-jasa yang mereka tawarkan saat ini. (3) strategi pengembangan produk, 48 Photography harus dapat mempertimbangkan apakah dapat mengembangkan tawaran jasa baru nanti karena adanya pengguna jasa potensial di pasaran. Kemudian 48 Photography akan meninjau ulang peluang untuk mengembangkan jasa fotografinya yang baru untuk pasar yang baru dengan strategi keragaman. Dapat dilihat dalam gambar berikut ini.
Sumber: Soegoto, 2014
Untuk bauran pemasaran pada harga, terdapat 3 tahap dalam strategi penetapan harga, yaitu: (1) skimming price: harga awal produk yang ditetapkan setinggi mungkin dengan tujuan bahwa produk atau jasa memiliki kualitas tinggi. Disini, 48 Photography memasang harga awal jasa yang ditawarkan setiap paketnya adalah harga yang relevan dengan paketnya dengan tujuan terbuka dengan pelanggan serta menjamin kualitas dan hasil yang paling terbaik. (2) penetration pricing: menetapkan harga yang serendah mungkin dengan tujuan untuk menguasai pasar. Maka dari itu, 48 Photography akan menetapkan harga serendah mungkin dari setiap paket-paket foto nya dengan tujuan menguasai pasar. (3) status quo pricing: harga menyesuaikan terhadap harga pesaing. Disini, 48 Photography harus memperhatikan pesaing untuk menetapkan harga yang akan diberikan.
Bagian dari bauran pemasaran yang mempertimbangkan cara penyampaian produk-produk dari produsen ke konsumen atau pelanggan. Faktor distribusi memberikan sarana pada pelanggan karena jasa tersebut mudah untuk didapat saat dibutuhkan. Hal yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan saluran distribusi adalah:
Tingkat kelangsungan saluran, terkait kondisi pasar (terkonsentrasi atau tersebar), atribut produk (besar atau kecil, mahal, berbahaya, tidak tahan lama), keunggulan biaya (banyak manfaat atau tanpa manfaat), atribut perusahaan (kekuatan finansial, usulan, pengalaman saluran, dan strategi pemasaran). Disini, 48 Photography adalah jasa fotografi yang menyediakan beragam jasa fotografi. Atribut jasa yang digunakan 48 Photography adalah cukup terjangkau paketnya untuk setiap paket yang ditawarkan. Keunggulan biaya dari 48 Photography adalah jasa foto yang menyediakan sejumlah fasilitas dan kemudahan serta kualitas dan hasil yang paling terbaik. Lalu atribut perusahaan 48 Photography harus benar-benar matang dari segi kekuatan finansial, Strategi diversivikasi
3. Strategi pengembangan produk/jasa 2. Strategi pengembangan pasar
usulan pengalaman saluran dan strategi pemasaran.
Jumlah anggota saluran: apakah intensif (pemilihan sebanyak mungkin peritel atau penjual grosir), selektif (tertentu saja sesuai kriteria), atau eksklusif (hanya memilih satu penjual grosir atau peritel). Disini, 48 Photography memilih intensif.
Kriteria dalam pemilihan anggota saluran: terkait reputasi atau jasa yang disediakan. 48 Photography memiliki fotografer-fotografer yang sudah sangat lihai dalam bidangnya. Hal ini menjadi nilai penting bagi 48 Photography.
Jumlah saluran: apakah satu saluran untuk satu pasar sasaran atau banyak sasaran, atau banyak saluran untuk satu pasar sasaran atau banyak pasar sasaran. 48 Photography memiliki banyak saluran untuk satu pasar sasaran, mengingat jumlah relasi yang harus dimiliki dan target pasar utama mereka adalah para pelanggan.
Untuk bauran pemasaran pada promosi, berkaitan dengan upaya untuk mengarahkan seseorang terhadap suatu produk atau jasa dan teknik-teknik mengkomunikasikan suatu produk yang digunakan oleh perusahaan untuk berinteraksi dengan target pasar mereka dan khalayak ramai.
Sarana komunikasi utama dalam bauran promosi meliputi:
Iklan, merupakan bentuk komunikasi nonpersonal yang biasanya terdapat di koran-koran, radio, TV, majalah atau internet. 48 Photography dapat menggunakan iklan di berbagai media sebagai bentuk promosinya untuk menarik minat para pelanggan yang menggemari bidang fotografi.
Promosi penjualan, biasanya berupa bujukan langsung kepada konsumen, seperti hadiah langsung, kupon, atau paket penyerta. Hal ini bertujuan untuk menarik perhatian, mengubah sifat pasif pembeli terhadap suatu produk atau jasa. 48 Photography adalah jasa yang bergerak pada bidang fotografi.
Pemasaran langsung, adalah promosi penjualan yang langsung ke pembeli. Disini, 48 Photography menggunakan promosi pemasaran langsung di tempat-tempat bazar sebagai pihak sponsorship. Jadi, 48 Photography akan membuka booth di bazar tersebut, untuk menawarkan jasa kepada pelanggan atau diperuntukkan bagi calon pengguna yang ingin mengetahui lebih lanjut tentang informasi tour yang tidak sempat datang ke kantor langsung.
Hubungan masyarakat, adalah semua bentuk komunikasi yang bertujuan untuk membentuk citra yang baik terhadap organisasi dan produk serta jasanya. 48 Photography menetapkan harusnya ada divisi hubungan masyarakat (public relation) untuk menjalin hubungan baik terhadap relasi kerja, masyarakat, dan memikirkan apa saja bentuk-bentuk promo, langkah-langkah kerja, dan strategi pemasaran yang seharusnya dilakukan untuk mencapai tujuan agen tour ini hingga terbentuknya citra positif di masyarakat.
Media Sosial, termasuk setiap sarana komunikasi yang mana para penggunanya dapat memainkan suatu peran yang aktif. 48 Photography dapat menggunakan media sosial sebagai salah satu bentuk promosinya. Membuat website dan akun Instagram resmi yaitu, www.48Photography.co.id dan 48Photography.
4. KESIMPULAN
Selanjutnya penulis menggunakan analisis langkah langkah untuk memulai bisnis fotografi berbasis rumahan, diantaranya :
(1) Seperti, fotografer untuk memotret iklan brosur, poster, atau fotografer di bidang pernikahan, pesta. Atau bisa saja memberikan berbagai jenis layanan fotografi
(2) jika Anda ingin menghasilkan $ 50.000 per tahun dan percayalah bahwa Anda dapat memesan 26 pernikahan per tahun, Anda harus membebankan hampir $ 2.000 per pernikahan. Harga Anda perlu memperhitungkan biaya peralatan, perlengkapan, dan perjalanan, serta waktu Anda.
(3) Opsi biaya termudah dan terendah adalah pemilik tunggal; Namun, menciptakan perseroan terbatas (LLC) akan menawarkan perlindungan lebih besar terhadap aset pribadi Anda jika Anda mengalami masalah hukum.
(4) Bisnis yang akan anda jalankan akan menjadi brand image, jadi pilihlah nama yang sesuai dengan jenis fotografi yang ingin Anda lakukan.
(5) Begitu Anda memiliki nama bisnis dan menyiapkan struktur bisnis Anda, Anda perlu memperoleh izin usaha atau izin yang dipersyaratkan oleh kota atau daerah Anda.
(6) Jika fotografi adalah hobi Anda, Anda mungkin sudah memiliki banyak peralatan yang Anda butuhkan, namun Anda harus menilai apakah kualitasnya cukup tinggi untuk biaya layanan. Seiring dengan kamera, Anda juga memerlukan lensa, lampu kilat, baterai, perangkat lunak pengedit foto, kertas foto berkualitas dan kemasan yang digunakan untuk mengirimkan foto ke klien.
(7) Seiring dengan kartu nama dan brosur, bangunlah sebuah website. Dapatkan izin dari subjek Anda sebelum memposting foto mereka secara online. Juga, siapkan akun media sosial di jaringan target pasar Anda. Misalnya, jika Anda melakukan foto pernikahan, Anda harus memiliki halaman Pinterest.
(8) Kunci sukses dalam bisnis fotografi adalah pemasaran. Anda tidak dapat mengambil dan mendapatkan bayaran untuk foto jika tidak
ada yang mempekerjakan Anda. Seiring dengan kartu nama, brosur dan situs web, gunakan jaringan pribadi dan profesional Anda untuk menyebarkan berita tentang bisnis Anda. Menghadiri pameran dagang dan acara yang diarahkan ke pasar Anda.
5. REFERENSI
Oberrecht Kenn, Del rosemary delucco-Alpert. 2010. How to start a home based photography business home-based business series. Rowman & Littlefield.
Soegoto, Dr. Ir. Eddy Soeryanto. 2014. Entrepreneurship: Menjadi Pebisnis Ulung. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Walter, Herdeg. 1986. Graphis Photo 86; the International Annual of Advertising and Editorial Photography. Perancis: Graphis Press.
Wuebben, Jon. 2017. Future Marketing: Winning in the Prosumer Age. Paperpack.