1
HONDA SUPRA X 125 CC TAHUN 2013 SEBAGAI BAHAN AJAR TEKNIK SEPEDA MOTOR
Riky Irawan, C. Sudibyo & Ngatou Rohman
Prodi Pendidikan Teknik Mesin , Jurusan Pendidikan Teknik dan Kejuruan, FKIP, UNS Kampus UNS Pabelan, Jl. Ahmad Yani 200, Surakarta, Tlp/Fax (0271) 718419/ 716266
Email : [email protected]
ABSTRACT
The aims of this research are : (1) To investigate the effect of using electrolyzer with
variety of condensator capacity to engine power of Honda Supra X 125 cc in 2013. (2)To
investigate the effect of using electrolyzer with variety number of stainless steel plate to
engine power of Honda Supra X 125 cc in 2013. (3)To investigate the effect of interaction
variety condensator capacity and using electrolyzer with variety number of stainless steel
plate to engine power of Honda Supra X 125 cc in 2013. This research was quantitative
research with experimental method. This research was conducted at Mototech Motocourse
Technology, Ringroad Selatan, Kemasan, Singosaren, Banguntapan, Bantul, Jogjakarta.The
equipment that was used to measure engine power was Sportdyno V3.3. The population of
this research was Honda Supra X 125 cc in 2013 andthe sample of this research was Honda
Supra X 125 cc in 2013 with JB91E3233452 engine number. This research was analyzed
two-way analysis of variance. This research was using variety of condensator capacity :
1,000 �F, 2,200 �F, 3,300 �F and variety of stainless steel plates number : 8 plates, 10
plates, 12 plates. Based on this research the conclusion were : (1) There was an effect of
condensator capacityelectrolyzer to engine power of Honda Supra X 125 cc in 2013. It was
showed in the result of analysis test that statedFe = 5more bigger than Ft = 3.55 (Fe > Ft)in
5% significancy. (2) There was an effect of electrolyzer stainless steel plate number to
engine power of Honda Supra X 125 cc in 2013. It was showed in the result of analysis test
that statedFe = 5more bigger thanFt = 3.55 (Fe > Ft)in 5% significancy. (3)There was an
interaction of condensator capacity and number of electrolyzer stainless steel plate to engine
power of Honda Supra X 125 cc in 2013. It was showed in the result of analysis test that
stated Fe= 4 more bigger than Ft = 2.93 (Fe> Ft) in 5% significancy. (4) Maximum engine
power ofHonda Supra X 125 cc in 2013as big as 9.1 HP from using 3,300 �F condensator
and 12 plateselectrolyzer.
Keywords: condensator capacity, number of electrolyzer stainless steel plate, electrolyzer, engine power
A. PENDAHULUAN
Penggunaan sepeda motor secara terus menerus akan mengakibatkan adanya keausan dari komponen sepeda motor. Akibatnya daya yang dihasilkan akan menurun. Salah satu cara untuk meningkatkan daya mesin adalah dengan memberikan bahan bakar yang berkualitas
baik, caranya dengan menyatukan bahan bakar dengan gas hidrogen.
anoda dan katoda, agar proses elektrolisis berlangsung harus terjadi perpindahan elektron dari anoda ke katoda. Anoda yang baik adalah logam yang sulit teroksidasi agar tidak mudah rusak, karena pada anoda terjadi proses oksidasi H2O menjadi ion H+ dan terjadi pelepasan gas O2. Sedangkan katoda tereduksi menjadi gas H2 dan ion hidroksida (OH-) (Sumber : Urip Sudirman, 2008 : 7). Elektroda dalam elektroliser secara langsung akan berinteraksi dengan air, sehingga dibutuhkan elektroda yang bersifat tahan korosi yaitu stainless steel.
Semakin banyak luas yang menyentuh elektrolit maka semakin mempermudah suatu elektrolit untuk mentransfer elektronnya. Maka dalam penelitian ini akan menggunakan elektroda berbentuk plat dengan menvariasikan jumlah plat untuk mengetahui jumlah plat yang paling banyak menghasilkan gas hidrogen. Variasi jumlah plat yang digunakan dalam penelitian ini adalah 8 plat, 10 plat, dan 12 plat.
Elektroliser seharusnya dicatu oleh suplai arus searah DC (Direct Current) yang stabil. Baterai adalah sumber catu daya DC yang paling baik, namun untuk aplikasi yang membutuhkan catu daya yang besar, sumber dari baterai tidak cukup. Untuk itu penggunaan elektroliser pada sepeda motor menggunakan arus yang berasal dari regulator, karena arus yang dihasilkan oleh regulator adalah arus searah (DC).
Output DC yang dihasilkan oleh
rangkaian penyearah regulator masih berbentuk gelombang naik-turun (pulsing). Agar penyearahan gelombang AC lebih rata dan menjadi DC maka dipasang filter kondensator pada bagian output rangkaian penyearah. Kondensator yang digunakan biasanya adalah kondensator elektrolisis aluminium dan memiliki nilai kapasitansi sebesar 1000 �F atau lebih (Owen Bishop, 2004:59). Variasi kondensator yang digunakan pada penelitian adalah 1000 �F, 2200 �F dan 3300 �F.
Sepeda motor yang digunakan untuk penelitian ini adalah Honda Supra X 125 cc tahun 2013. Data dari Astra Honda Motor menyatakan daya maksimum Honda Supra X 125 cc adalah 9,3 PS/7.500 rpm. Dengan mengaplikasikan elektroliser diharapkan dapat meningkatkan daya Honda Supra X 125 cc tahun 2013.
Kegiatan belajar mengajar memerlukan adanya suatu media atau sumber belajar yang akan membantu mahasiswa untuk memahami materi pelajaran. kurangnya bahan ajar yang up to date tentang mata kuliah Teknik Sepeda Motor sehingga perlu adanya pembuatan bahan ajar agar kompetensi dasar yang diinginkan dapat tercapai dengan maksimal.
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menyelidiki pengaruh penggunaan elektroliser dengan variasi kapasitas kondensator terhadap daya Honda Supra X 125 cc Tahun 2013. (2) Menyelidiki pengaruh penggunaan elektroliser dengan variasi jumlah plat stainless steel terhadap daya Honda Supra X 125 cc Tahun 2013. (3) Menyelidiki pengaruh bersama penggunaan elektroliser dengan variasi kapasitas kondensator dan jumlah plat
stainless steel terhadap daya Honda Supra
X 125 cc Tahun 2013.
B. METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dan merupakan penelitian kuantitatif yaitu memaparkan secara jelas hasil eksperimen di laboratorium.
Penelitian ini dilakukan dengan alat
Sportdyno V3.3 untuk mengukur daya
mesin di Mototech Motocourse
Technology. Jalan Ringroad Selatan,
Kemasan, Singosaren, Banguntapan, Bantul, Jogjakarta.
Gambar 1. Tahap Eksperimen Sampel yang digunakan pada
penelitian ini adalah sepeda motor Honda Supra X 125 cc Tahun 2013 dengan nomor mesin JB91E3233452. Data pengukuran daya mesin diperoleh dengan cara memvariasikan kapasitas kondensator dan jumlah plat stainless steel elektroliser.
C. PELAKSANAAN PENELITIAN 1. Persiapan Penelitian
Tahap persiapan penelitian meliputi persiapan alat dan bahan yang digunakan dalam pelaksanaan eksperimen.
a. Alat Penelitian
Alat yang digunakan adalah elektroliser dan SportdynoV3.3. b. Bahan Penelitian
Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Honda Supra X 125 cc Tahun 2013 dan kondensator.
2. Pelaksanaan Eksperimen a. Persiapan Pengukuran
harus dilakukan dalam persiapan ini adalah:
1) Mempersiapkan alat dan bahan penelitian.
2) Memeriksa kondisi busi.
3) Memeriksa oli pelumas mesin bila sudah kotor dan volumenya berkurang harus diganti.
4) Memeriksa gerak bebas rantai. 5) Menghidupkan kipas angin
sebagai pendingin mesin.
b. Langkah Pengukuran Daya dengan Sportdyno V3.3
1) Menempatkan sepeda motor pada alat Sportdyno V3.3.
2) Memposisikan roda depan tepat pada pengunci dan roda belakang pada roller Sportdyno V3.3. 3) Memasang sabuk pengikat pada
rangka depan sepeda motor. 4) Penumpang atau peneliti menaiki
sepeda motor.
5) Melakukan pengukuran daya mesin. Pengukuran dilakukan pada gigi 3 dengan menghidupkan mesin dari putaran rendah hingga putaran tinggi (limiter) tanpa beban kelistrikan aksesoris.
6) Hasil pengukuran daya mesin akan terbaca pada monitor Sportdyno V3.3.
7) Mencetak hasil pengukuran yang telah dilakukan.
c. Langkah Eksperimen
1) Menggunakan Kondensator I (1000 �F)
a) Mempersiapkan alat dan bahan penelitian.
b)Memasang Kondensator. c) Memasang Elektroliser I (8
plat) mengukur daya mesinnya.
d)Memasang Elektroliser II (10 plat) mengukur daya mesinnya.
e) Memasang Elektroliser III (12 plat) mengukur daya mesinnya.
2) Menggunakan Kondensator II (2200 �F)
a) Mempersiapkan alat dan bahan penelitian.
b)Memasang Kondensator. c) Memasang Elektroliser I (8
plat) mengukur daya mesinnya.
d)Memasang Elektroliser II (10 plat) mengukur daya mesinnya.
e) Memasang Elektroliser III (12 plat) mengukur daya mesinnya.
3) Menggunakan Kondensator III (3300 �F)
a) Mempersiapkan alat dan bahan penelitian.
b) Memasang Kondensator. c) Memasang Elektroliser I (8
plat) mengukur daya mesinnya.
d) Memasang Elektroliser II (10 plat) mengukur daya mesinnya.
e) Memasang Elektroliser III (12 plat) mengukur daya mesinnya.
D. HASIL PENELITIAN
Data hasil pengukuran daya Honda Supra X 125 cc Tahun 2013 dengan pemasangan elektroliser dengan variasi
kapasitas kondensator dan jumlah plat stainless steel.
Tabel 1. Hasil Pengukuran Daya Honda Supra X 125 cc Tahun 2013 dengan Variasi Kapasitas Kondensator dan Jumlah Plat Stainless Steel pada Elektroliser dalam satuan HP
A
B Faktor B (Variasi Jumlah Plat)
8 Plat 10 Plat 12 Plat
F
aktor A
(V
aria
si Kond
ensa
tor)
1000 �F
9 9 9
9 9 9
9,1 9 9
∑x 27,1 27 27
�̅ 9,03 9 9
2200 �F
9 9,1 9
9 9 9
9 9,1 9,1
∑x 27 27,2 27,1
�̅ 9 9,06 9,03
3300 �F
9 9 9,1
9 9 9,1
9 9,1 9,1
∑x 27 27,1 27,3
�̅ 9 9,03 9,1
Gambar 2. Grafik Pengaruh Kapasitas Kondensator dan Jumlah Plat Stainless Steel Elektroliser terhadap Daya Honda Supra X 125 cc Tahun 2013
8.98 9 9.02 9.04 9.06 9.08 9.1 9.12
0 500 1000 1500 2000 2500 3000 3500
D
aya
(HP
)
Kapasitas Kondensator (µF)
Gambar 3. Grafik Daya pada Penggunaan Kondensator 1000 �F
Gambar 4. Grafik Daya pada Penggunaan Kondensator 2200 �F
Gambar 5. Grafik Daya pada Penggunaan Kondensator 3300 �F 4
4.5 5 5.5 6 6.5 7 7.5 8 8.5 9 9.5
3000 4000 5000 6000 7000 8000 9000 10000 11000
Day
a (H
P
)
Putaran Mesin (RPM)
8 plat 10 plat 12 plat
4 4.5 5 5.5 6 6.5 7 7.5 8 8.5 9 9.5
3000 4000 5000 6000 7000 8000 9000 10000 11000
Daya (
HP
)
Putaran Mesin (RPM)
8 plat 10 plat 12 plat
4 4.5 5 5.5 6 6.5 7 7.5 8 8.5 9 9.5
3000 4000 5000 6000 7000 8000 9000 10000 11000
Daya (
HP
)
Putaran Mesin (RPM)
Data yang tersaji pada Tabel 1 dijelaskan bahwa hasil pengukuran daya Honda Supra X 125 cc Tahun 2013 yang telah diberi perlakuan variasi kapasitas kondensator 1000 �F didapat daya terendah sebesar 9 HP pada 10 dan 12 plat, daya tertinggi sebesar 9,03 HP pada 8 plat. Untuk kapasitas kondensator 2200 �F didapat daya terendah sebesar 9 HP pada 8 plat, daya tertinggi sebesar 9,06 HP pada 10 plat. Sedangkan kapasitas kondensator 3300 �F didapat daya terendah sebesar 9 HP pada 8 plat, daya tertinggi sebesar 9,1 HP pada 12 plat.
Variasi jumlah plat yang digunakan mempengaruhi volume brown gas yang dihasilkan hal ini dapat dilihat dari daya yang semakin tinggi jika dilihat dari jumlah plat. Variasi kapasitas kondensator yang digunakan mempengaruhi rata dan stabilnya arus yang menyuplai elektroliser, semakin besar kapasitasnya semakin stabil pula arus yang dikeluarkannya.
Terjadinya kenaikan daya mesin karena adanya brown gas yang ditambahkan kedalam campuran udara dan bahan bakar. Penambahan brown gas dapat meningkatkan nilai oktan bahan bakar (Hidayatullah & Mustari, 2008: 38). Selain itu juga memperkaya campuran bahan bakar. Dengan bertambahnya nilai oktan bahan bakar dan campuran bahan bakar, maka daya mesin akan meningkat.
Arus yang dikeluarkan kondensator 3300 �F lebih baik dan stabil dibandingkan arus yang dikeluarkan kondensator 1000 �F dan 2200 �F. Hal ini ditunjukkan dengan pengamatan nyala lampu indikator. Nyala lampu indikator saat menggunakan kondensator 3300 �F lebih terang dibandingkan dengan penggunaan kondensator 1000 �F dan 2200 �F. Demikian pula karakteristik elektroliser 12 plat juga membutuhkan arus yang lebih besar dibandingkan elektroliser 8 dan 10 plat. Hal ini berarti kedalam intake manifold. Penambahan
brown gas dalam campuran bahan bakar
dan udara dapat meningkatkan nilai oktan, selain itu juga memperkaya campuran bahan bakar. Dengan bertambahnya nilai oktan dan campuran bahan bakar proses pembakaran menjadi sempurna maka daya mesin akan meningkat.
E. SIMPULAN DAN SARAN 1. SIMPULAN
Berdasarkan hasil pembahasan maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut : (1) Terdapat pengaruh kapasitas kondensator pada elektroliser terhadap daya Honda Supra X 125 cc tahun 2013. (2) Terdapat pengaruh jumlah plat stainless steel elektroliser terhadap daya Honda Supra X 125 cc tahun 2013. (3) Ada pengaruh bersama (interaksi) kapasitas kondensator dan jumlah plat
stainless steel pada elektroliser terhadap
daya Honda Supra X 125 cc tahun 2013. 2. SARAN
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan implikasinya, maka dapat disampaikan saran-saran sebagai berikut: a. Bagi pengguna Honda Supra X 125 cc
Tahun 2013 yang ingin
mengaplikasikan elektroliser, disarankan menggunakan kondensator 3300 �F dan jumlah plat 12.
b. Penggunaan elektroliser dalam jangka panjang akan mengganggu baterai dan sistem kelistrikan karena adanya percabangan arus. Sebaiknya memperbesar sumber pembangkit arusnya salah satu caranya dengan memperbesar diameter lilitan alternator. c. Daya tertinggi penggunaan elektroliser
masih dibawah daya standar spesifikasi sepeda motor, sebab dalam penelitian masih terjadi knocking dan backfiring, sehingga perlu adanya penelitian mengenai waktu pengapian yang tepat. d. Penggunaan tabung elektroliser harus
ledakan pada tabung elektroliser akan berbahaya.
e. Penggunaan kabel kelistrikan elektroliser sebaiknya menggunakan kabel khusus untuk kelistrikan bodi sepeda motor bukan kabel untuk elektronika.
f. Perlu identifikasi stainless steel yang digunakan sebagai elektroda elektroliser.
g. Perlu pengukuran tekanan kompresi standar sebelum penelitian dilakukan.
F. DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. (2006). Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta : Rineka Cipta.
Bishop, O. (2004). Dasar-Dasar
Elektronika. Jakarta: Erlangga.
Budiyono. (2004). Statistika Dasar untuk
Penelitian. Surakarta : UNS Press.
Boentarto. (1993). Cara Pemeriksaan Penyetelan dan Perawatan Sepeda
Motor. Yogyakarta: Andi offset.
Boentarto. (2002). Menghemat Bensin
Sepeda Motor. Semarang: Effhar.
Cahyono, Nurbudi. (2013). Pengaruh Variasi Jumlah Plat Stainless Steel dan Variasi Pemasangan Saluran
Brown Gas pada Elektroliser
terhadap Torsi dan Daya Sepeda Jakarta: PT Bumi Aksara.
Departemen Teknik Kimia ITB. (2009). Modul Elektrolisis Air. Diperoleh 25 Februari 2014, dari http://akademik.che.itb.ac.id/labtek
/wp- content/uploads/2009/02/modul-108-elektrolisis-air.pdf.
Djudin, Tomo. (2013). Statistika
Parametrik. Yogyakarta : Tiara
Wacana.
Farid R. R, Muhammad. (2012). Perancangan dan Pembuatan alat Pemrodukasi Gas Brown dengan Metode Elektrolisis Berskala Laboratorium. Diperoleh 17
Januari 2014 dari
digilib.its.ac.id/public/ITS-paper-22397-2408100036-Paper.pdf. Hidayatullah, P. & Mustari, F. (2008).
Rahasia Bahan Bakar Air. Jakarta:
PT Cahaya Insan Suci.
Kusumaningrum, P.P. (2013). Pengaruh Variasi Jumlah Plat Stainless Steel dan Variasi Pemasangan Saluran
Brown Gas pada Elektroliser
terhadap Konsumsi Bahan Bakar Sepeda Motor Supra-X 125R CW
Tahun 2010. Skripsi Tidak
Dipublikasikan, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Lestari, Ika. (2013). Pengembangan Bahan
Ajar Berbasis Kompetensi. Padang
: Akademia.
Mahrous, M. (2011). Experimental Investigation of the Operating Parameters Affecting Hydrogen
Production Process through
Alkaline Water Electrolysis.
Marsudi. (2013). Teknisi Otodidak Sepeda
Motor Bebek. Yogyakarta: Andi
offset.
Nurachmad ,Ghifari. (2012). Penelitian Optimalisasi Produksi Hidrogen melalui Elektrolisis Air sebagai Sumber Energi. Diperoleh 4 Maret
2014, dari
http://digilib.ump.ac.id/files/disk1/ 23/jhptump-ump-gdl-ghifarinur-1114-1-c.3.pdf.
Setiawan, A.B. (2010). Rancang Bangun
Alkaline Fuell Cell (AFC) dengan
Elektroda Stainless Steel,
Aluminium, Besi dan Seng.
Diperoleh 27 Februari 2014 dari http://digilib.its.ac.id/Public/ITS-NonDegree-10329-Abstract_id.pdf. Sudaryono. (2011). Statistik Deskriptif for
IT. Yogyakarta : Andi offset. Sudirman, U. (2008). Hemat BBM dengan
Air. Jakarta: PT Kawan Pustaka. Sugiyono. (2009). Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung : Alfabeta.
Suratman. (2003). Servis dan Teknik
Reparasi Sepeda Motor. Bandung:
Pustaka Grafika.
Suryono, Hasan. (2009). Statistik Pedoman
Teori dan Aplikasi. Surakarta :
UNS Press.
Tim Skripsi Fakultas. Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan. (2012). Pedoman Penulisan
Skripsi. Universitas Sebelas Maret
Surakarta.
Toyota New Step 1. (1994). Jakarta : PT.
Toyota Astra Motor.
Toyota Technician. (2007). Jakarta : PT.
Toyota Astra Motor.
Unggul, Sudarmo. (2006). Kimia untuk
SMA Kelas XII. Jakarta : Erlangga.
Witono. (2013). Dioda. Diperoleh 25
Februari 2014 dari
https://docs.google.com/document/
d/1A4wRVtb5f83wfYecm- yE5gn9JjfCB59gNi_F0wETs-s/mobilebasic?hl=en&pli=1. Yusep. (2010). Teknik-Teknik Mudah
Merawat & Memperbaiki Sepeda