• Tidak ada hasil yang ditemukan

Respons Pertumbuhan Berbagai Bahan Tanam Setek Nilam (Pogostemon cablin Benth.)pada Berbagai Bahan Tanam dan Konsentrasi IBA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Respons Pertumbuhan Berbagai Bahan Tanam Setek Nilam (Pogostemon cablin Benth.)pada Berbagai Bahan Tanam dan Konsentrasi IBA"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRAK

RANGGI SUMANJAYA PURBA : Respons Pertumbuhan Berbagai Bahan Tanam Setek Nilam (Pogostemon cablinBenth.) Terhadap Pemberian IBA (Indole

Butyric Acid) dibimbing oleh JONIS GINTING dan

JONATAN GINTING.Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan yang berada ±25 di atas permukaan laut, dari bulan April sampai denganSeptember 2016. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah bahan tanam setek (setek batang atas, setek batang tengah dan setek batang bawah) dan faktor kedua yaitu konsentrasiIBA (0; 100; 200; dan 300 ppm).Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali. Peubah yang diamati yaitu persentase setek hidup, umur muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, bobot basah tajuk, bobot basah akar, volume akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Data dianalisis dengan menggunakan uji F 5% dan dilakukan uji lanjut dengan Duncan’s Multiple Range Test pada taraf α = 5%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bahan tanam setek berpengaruh nyata terhadap persentase setek hidup, umur muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas, bobot basah tajuk, bobot basah akar, volume akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar. Perlakuan konsentrasi IBA berpengaruh nyata terhadap persentase setek hidup, jumlah tunas, panjang tunas, bobot basah tajuk, bobot basah akar, volume akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar.Interaksi anatara kedua perlakuan tersebut berpengaruh nyata terhadap persentase setek hidup, bobot basah tajuk, bobot basah akar, volume akar, bobot kering tajuk dan bobot kering akar.

Kata kunci : nilam, bahan tanam setek, IBA

(2)

ABSTRACT

RANGGI SUMANJAYA PURBA : The growth response of planting material cuttings patchouli (Pogostemon cablin Benth.) to consentration of IBA (Indole Butyric Acid) supervised by JONIS GINTING and JONATAN GINTING.

The research was conducted at the experimental field Faculty of Agricultural, TheUniversity of Sumatera Utara, Medan about ±25m above sea level from April to September 2016. The design use randomized block design with 2 factors treatment. The first factor were planting material cuttings (stem basal cutting, stem middle cutting and stem apex cutting) and and the second factor was the concentration of IBA(0; 100; 200; dan 300 ppm). There were 12 combinations of treatments and each was repeated3 replications. The variable observed were percentage of cutting living,shoots appear time, shoots number, shoots length, crop fresh weight, root fresh weight, root volume, crop dry weight, and root dry weight. Data of research analyzed with analyze of variance using Ftest at 5% and continued with Duncan’s Multiple Range Test at α =5%.

The results showed that the planting material cuttings has significantly effect to the percentage of cutting living,shoots appear time, shoots number, shoots length, crop fresh weight, root fresh weight, root volume, crop dry weight, and root dry weight. The concentration of IBA showed significant effect to effect to the percentage of cutting living,shoots number, shoots length, crop fresh weight, root fresh weight, root volume, crop dry weight, and root dry weight.The interaction of both of treatment showed significant for the percentage of cutting living, shoots number, shoots length, root fresh weight, root volume, and root dry weight.

Keywords : patchouli, planting material cuttings, IBA

Referensi

Dokumen terkait

jurnlah cabang, bobot basah daun, bobot basah batang, panjang akar serta bobot. basah dan bobot

Berdasarkan hasil sidik ragam diketahui, perlakuan bahan tanam setek berpengaruh tidak nyata terhadap parameter waktu muncul tunas, persentase bertunas, panjang

Tabel 6 menunjukkan bobot kering tajuk bibit jeruk nipis pada umur 14 MST terberat diperoleh pada perlakuan bahan tanam setek batang dengan daun (B 2 ) yang

Hal ini sesuai dengan literatur Fahmi (2014) yang menyatakan bahwa auksin disintesis di pucuk batang dekat meristem pucuk, jaringan muda (misal daun muda) dan terutama bergerak

Data pengamatan jumlah tunas setek tanaman nilam dan sidik ragamnya pada umur 3-11 minggu setelah tanam (MST) dapat dilihat pada Lampiran 14-31 yang menunjukkan bahwa

Panjang tunas nyata lebih panjang 44,05 % pada konsentrasi IBA 300 ppm, dibandingkan konsentrasi 0, 100 dan 200 ppm, tetapi jumlah tunas, persentase setek

Panjang tunas nyata lebih panjang 44,05 % pada konsentrasi IBA 300 ppm, dibandingkan konsentrasi 0, 100 dan 200 ppm, tetapi jumlah tunas, persentase setek

Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi yang sangat nyata antara jumlah ruas setek dan dosis urea terhadap jumlah daun dan jumlah tunas setek nilam 60 hari