• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENUAAN DINI DAN DURABILITAS PERKERASAN LAPIS TIPIS BETON ASPAL LAPIS AUS (HRS-WC) YANG MENGGUNAKAN ROADCEL-50 | Mashuri | JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR 4822 15699 2 PB

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENUAAN DINI DAN DURABILITAS PERKERASAN LAPIS TIPIS BETON ASPAL LAPIS AUS (HRS-WC) YANG MENGGUNAKAN ROADCEL-50 | Mashuri | JOURNAL TEKNIK SIPIL DAN INFRASTRUKTUR 4822 15699 2 PB"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Spesifikasi campuran Lataston (HRS)
Gambar 1. Ikhtisar Penelitian (lanjutan)
Tabel 4. Nilai Kepadatan dengan Variasi Roadcel 50 Kondisi STOA dan Kondisi
Tabel 6. Nilai VMA dengan Variasi Roadcel 50 Kondisi STOA
+3

Referensi

Dokumen terkait

Hasil analisis eksperimen pengaruh Kadar aspal dan Kadar bahan aditif kapur sebagai variabel bebas terhadap nilai Stabilitas campuran Beton Aspal jenis AC-WC sebagai variabel tidak

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik campuran aspal beton lapis aus (AC-WC) pada kadar aspal optimum (KAO) dengan penambahan

Hasil analisis eksperimen pengaruh Kadar aspal dan Kadar bahan aditif kapur sebagai variabel bebas terhadap nilai Stabilitas campuran Beton Aspal jenis AC-WC sebagai variabel tidak

Bedasarkan nilai IRS campuran AC-WC seperti terlihat pada Gambar 2, diketahui bahwa penggunaan kapur sebesar 25% akan meningkatkan nilai IRS-nya dimana nilai IRS merupakan

Hasil pengujian yang diperoleh dari campuran LASTON untuk berbagai proporsi additive filler semen, seperti terlihat pada Tabel 5.4, dimana nilai flow 4,52 mm untuk

Dari hasil pemeriksaan daktilitas aspal karet alam diperoleh nilai daktilitas 110 cm dengan hasil tersebut maka nilai penetrasi aspal pertamina memenuhi spesifikasi yang

Hasil pengujian yang diperoleh dari campuran LASTON untuk berbagai proporsi additive filler semen, seperti terlihat pada Tabel 5.4, dimana nilai flow 4,52 mm untuk

Penentuan Kadar Aspal Rencana Nilai variasi kadar aspal lam campuran diperoleh berdasarkan per sentase penggunaan agregat kasar, agregat halus, dan filler dengan menggunakan Persamaan: