• Tidak ada hasil yang ditemukan

TATA RIAS DAN BUSANA TARI PADMAMUSTIKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "TATA RIAS DAN BUSANA TARI PADMAMUSTIKA"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

TATA RIAS DAN BUSANA TARI PADMA MUSTIKANING KRIDHA OLEH: Pramularsih Wulansari

Tari ini dipentaskan pada acara peresmian GOR dan stadion atletik sepakbola UNY oleh

Presiden Republik Indonesia Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 22 Januari

2008.

Tari ini dipentaskan dalam bentuk kolosal melibatkan sejumlah seratus dua puluh penari

puteri karena mengingat arena GOR sangat luas sehingga diperlukan penari dalam jumlah

banyak.

Konsep: Mengingat luasnya arena GOR menyebabkan perpindahan penari harus dilakukan

dengan berlari, sehingga perancangan kostum harus menyesuaikan dengan kebutuhan,

keleluasaan, dan kenyamanan gerak penari. Pertimbangan lain dengan jumlah penari yang

cukup banyak lebih dari seratus orang maka diperlukan disain yang simple agar mudah dan

cepat dalam mengerjakannya. Apalagi peresmian dilaksanakan pada pagi hari tepatnya jam

9 pagi. Dalam jangka waktu yang terbatas dan jumlah penari yang banyak, disain yang

sederhana lebih sesuai digunakan untuk keperluan ini.

Disain Busana

Busana menggunakan baju model kebaya janggan dipadukan dengan celana ketat,

(2)

baju memakai perpaduan warna teatrikal, antara warna pink, hijau muda, dan orange.

Untuk celana dan sengkelat dibuat sama, yaitu menggunakan warna hitam agar tampak

kesatuan antara semua penari.

Disain Rias

Rias menggunakan rias panggung yang menonjolkan lekuk-lekuk wajah agar tampak lebih

cantik dan tidak pucat.

Disain Rambut

Tata rambut dirancang secara simple namun memberi kesan bersih dan rapi. Dalam

perancangan ini dipilih disain angka delapan berdiri, agar konsep tradisi masih kelihatan

namun dibuat penampilan yang member kesan lebih elegan.

Asesoris

Asesoris yang digunakan juga sederhana, antara lain kalung dan subang. Asesoris sanggul

diberi hiasan bunga yang besar sebagai titik pusat atau centre estetis, ditambah dengan

(3)

Referensi

Dokumen terkait

Langkah kerja dalam penelitian ini antara lain: Perencanaan yang meliputi menentukan sampel serta merancang instrumen yang akan digunakan untuk melakukan penelitian; pelaksanaan

Konsep busana prajurut sama dengan konsep busana untuk penari putera yaitu celana panji, kain batik model sapit urang, sabuk lonthong dan kamus timang kalung tali ulur,

Untuk mewujudkan karya tari tersebut diperlukan suatu kerjasama yang baik antara koreografer, penata iringan, penata rias dan busana, serta seluruh kru... produksi pendukung karya

Kompetensi guru merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan dalam proses pembelajaran. Guru yang berkompeten di bidangnya dipandang mampu melakukan

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui karakteristik tata rias pada tari lulo, 2) Untuk mengetahui kesesuaian penggunaan busana tari lulo dengan tata

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolis Tata Rias, Tata Busana dan Properti dalam Tari Jaranann Buto di Kabupaten Banyuwangi. Hasil

Untuk media pendukung satu dengan media pendukung lainnya tidak banyak yang berbeda, desian tersebut sengaja dirancang yang sesuai dengan konsep perancangan buku

Membubuhkan eye shadow, sipat mata, alis, pemerah pipi dan bibir dioleskan dengan sederhana untuk memperoleh corak alami, sesuai dengan sifat rias wajah