• Tidak ada hasil yang ditemukan

DISAIN TATA RIAS DAN BUSANA TARI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "DISAIN TATA RIAS DAN BUSANA TARI"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

DISAIN TATA RIAS DAN BUSANA TARI

SINOPSIS: Tari ini menceritakan A. DISAIN RIAS

Tata rias penari putra maupun putri yang digunakan adalah rias panggung yaitu menonjolkan lekuk-lekuk dan garis-garis wajah agar tampak segar dan cantik. Rias putra menggunakan rias yang membuat wajah segar dan tidak kelihatan pucat.

B. DISAI BUSANA A1. PENARI PUTERI 1. Penari Bedayan.

Penari bedayan adalah penari pokok berjumlah 4 orang, yang bertugas menari di depan penonton maupun para senat UNY. Pola gerak rampak dengan menyelipkan pesan atau cerita tertentu.

Keempat penari ini menggunakan setelan blus dan celana panji, dengan kain penutup polos. Bahan blus dipilih tipe organdi motif, dengan model busana kebaya janggan. Kain organdi yang transparan akan menampakkan warna kuning dari kamisol sehingga tampak kontras dengan warna blus hijau lumut. Sengaja dipilih tipe organdi dengan motif garis yang dimaksudkan sebagai tiruan motif lurik, yaitu jenis motif kain tradisional Jawa. Kain penutup disain bawah sudah dalam bentuk jadi, dengan menggunakan warna kuning yang diberi variasi plisir kain batik.

Disain secara keseluruhan berkesan dominan warna kuning, hal ini sesuai dengan warna kebangsaan Fakultas Ilmu Kaolahragaan sebagai fakultas pengunduh atau yang punya hajat menangani dies UNY ke 47.

Kelengkapan kostum pada bagian piggang menggunakan sampur berwarna kuning dan ditutip dengan sengkelat hitam yang diberi pemanis warna keemasan. Asesoris yang digunakan adalah gelang, kalung, dan subang.

(2)

Disain rambut menggunakan model gelung angka delapan berdiri, dengan asesoris utama bulu berwarna hijau dan kuning, dilengkapi sirkam yang difungsikan sebagai mahkota kecil di depan sanggul. Ditambah bros sebagai pemanis sanggul bagian belakang diselipkannya bulu-bulu.

2. Penari Ombyong

Penari ombyong dilakukan oleh limabelas penari puteri. Yang bertugas menari di lajur-lajur sela-sela penonton, yang dibagi menjadi tiga lajur.

Busana untuk penari ombyong menggunakan busana model janggan berwarna jingga tua berlengan panjang. Celana panji dan sengkelat warna hitam, Kain motif batik dengan pemakaian model sapit urang.

Kelengakapan yang lain menggunakan kalung ulur dari tali dengan senggetan. Asesoris yang digunakan gelang, kalung, subang.

(3)

A2. PENARI PUTERA

Penari putera berjumlah empat orang, bertugas menari di depan penonton dan senat sama kedudukannya dengan penari bedayan, sehingga busana penari putera menggunakan model kain surjan dengan pemilihan bahan berkarakter lurik. Warna disesuaikan dengan nuansa penari bedayan. Menggunakan celana panji dan kain penutup sama bentuk dengan penari bedayan.

Referensi

Dokumen terkait

Latar belakang masalah yaitu untuk mengetahui makna simbolis tata rias dan tata busana Tari Prajuritan di Desa Candi Garon Kecamatan Sumowono Kabupaten Semarang dengan

Untuk mewujudkan karya tari tersebut diperlukan suatu kerjasama yang baik antara koreografer, penata iringan, penata rias dan busana, serta seluruh kru... produksi pendukung karya

Guru Taman Kanak-kanan dalam pembelajaran seni tari, disamping harus menguasai bentuk-bentuk tarian dan ketrampilan dalam

Dalam merancang busana panggung untuk tata rias karakter dan tata rias fantasi, penggunaan unsur meliputi: garis, arah, ukuran, bentuk, nilai gelap terang, warna dan

Tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk mengetahui karakteristik tata rias pada tari lulo, 2) Untuk mengetahui kesesuaian penggunaan busana tari lulo dengan tata

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna simbolis Tata Rias, Tata Busana dan Properti dalam Tari Jaranann Buto di Kabupaten Banyuwangi. Hasil

Abstrak: Rias dan busana adalah aspek visual dalam unsur elemen tari yang berarti berias atau dandan dan berbusana yang bertujuan untuk mengundang perhatian penonton untuk

PENCIPTAAN TATA RIAS DAN BUSANA DALAM PEMENTASAN LAKON SWAN LAKEi. KARYA