• Tidak ada hasil yang ditemukan

bab 6 buku dasar2 ilmu politik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "bab 6 buku dasar2 ilmu politik"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

WAffixAN

Wwwwew

PAIITAI

POLITIK

A. PENGERTIAN PARTAI POTITIK

Leon

o.

Epstein, mendefinisikan partai

politik

sebagai satu kelompok pengejar kedudukan pemerintahan yang secara bersama

terikat pada identitas atau label yang dimilikinya. sedangkan sigmund

Neumann, menyatakan partai poritik adarah organisasi artikuratif yang

terdiri dari pelaku-peraku poritik yang aktif daram masyarakat yaitu

mereka memusatkan perhatiannya pada pengendarian kekuasaan

pemerintahan

dan

bersaing

untuk

memperoreh dukungan

rakyat dengan beberapa kelompok lain yang mempunyai pandangan berbeda.

Ramlan Surbakti (1992:116) mendefinisikan partai secara rebih

konkrit dan operasionar dengan menyatakan bahwa partai poritik

merupakan kelompok anggota yang terorganisasi secara rapi dan

stabil yang dipersatukan dan dimotivasi dengan ideologi tertentu,

dan yang berusaha mencari dan mempertahankan kekuasaan melalui

pemilihan umum guna melaksanakan alternatif keb.rjakan umum

yang mereka susun.

B. ASAL.USUI PARTAI POLITIK

Partai politik jika dirihat dari asar-usurnya, paring tidak dapat

dijelaskan melalui tiga teori yaitu: kelembagaan, situasi historik dan

pembangunan (Surbakti, 1992: :-]-3-1.L41.

a.

Teori Kelembagaan. Teori

ini,

merihat ada hubungan antara

parlemen awal dan timbulnya partai politik. Kalangan anggota

parlemen (yang diangkat) karena kebutuhan untuk

membina

111

,,;; I

(2)

l.t'1{'l"t'!'1t1, M'5'i f/ Fl;lslwan ' M'31

dukungan

dari

masyarakat' maka dibentuktah

partai politik'

contohnya antara lain partai Buruh di rnggris dan Australia.

.

Teori

Situasi Historis'

Teori

ini'

menjelaskan timbulnya

partai karena situasi perubahan

dari

masyarakat tradisional

(strukturnya sederhana) ke masyarakat modern

(strukturnya

lebih kompleks)' Perubahan

itu

menimbulkan

tiga krisis' yaitu

legitimasi, integrasi' dan partisipasi' Untuk mengatasi

ketiga

krisis tersebut, maka dibentuklah partai

politik'

c.

Teori Pembangunan' Teori pembangunan' melihat

timbulnya

partai politik

sebagai produk modernisasi sosial

ekonomi'

Modernisasi sosial ekonomi, melahirkan berbagai

peningkatan

dalam kehidupan' misalnya pendidikan dan

industrialisasi' Juga

pembentukan kelompok kepentingan dan organisasi profesi'

Kondisi

ini

mendorong untuk perlu dibentuknya

partai potitik

untuk memadukan dan memperiuangkan aspirasi mereka'

C. FUNGSI PARTAI POLITIK

Fungsi utama partai politik adalah mencaridan

mempertahankan

kekuasaan

guna

mewujudkan program-progrzlmmla

yang disusun

berdasarkan ideologi tertentu' Jika suatu

partai gagal untuk memerintah

karena tidak memperoleh suara mayoritas dalam pemilu'

maka dapat

menjalankan fungsi oposisi. Di samping

itu partai poiitik juga memiliki

berbagaifungsi antara lain sebagai berikut:

sosialisasi politik' rekrutmen

politik, partisipasi politik' pemadu kepentingan' komunikasi

politik'

pengendalian konflik' dan kontrol politik (Surbakti'

L992: 1LG-L21)'

Gabriel

A'

Almond (dalam Mas'oed' dan MacAndrews'

1981)

mengemukakan fungsi

partai politik

meliputi:

sosialisasi politik'

partisipasi

politik''un'ut'"n

politik'

komunikasi

politik'

artikulasi

kepentingan, agregasi kepentingan' dan

pembuatan kebiiakan' Roy

c.Macridis (Amal led.], 1gg6: 26) melihat fungsi partai

politik secara

(3)

t:t tlli l+F.-l) AliA* I t M "J i! i_)i..it i,!.

L!mum meliputi: representasi (perwakilan), konversi dan agregasi,

integrasi

(partisipasi, sosialisasi, mobilisasi), persuasi, represi,

rekrutmen (pengangkatan tenaga-tenaga

baru),

dan

pemilihan

pemimpin, pertimba ngan-pertimbangan dan peru musan kebijakan,

serta kontrol terhadap pemerintah.

lni berarti di samping fungsi-fungsi di atas, dapat ditambahkan

lagi fungsi partai

politik

yang

tidak

disebutkan dalam pendapat

sebeiumnya yaitu fungsi persuasi dan fungsi represi. Uraian mengenai

fungsi-fu ngsi parta i politik sebagai berikut.

a.

Sosialisasi Politik. Sosiaiisasi polltik, yaitu proses pembentukan

sikap dan orientasi politik. Niiai-nilai politik yang disosialisasikan

adalah

yang

berkembang

dalam

kehidupan masyarakat.

Sedangkan metode penyampaiannya dapat dilakukan dengan

pendidikan politik dan indoktrinasi politik.

b.

Rekrutmen

Politik.

Rekrutmen

politik

yakni

seleksi dan

pengangkatan seseorang atau kelompok untuk melaksanakan

sejumlah peran dalam sistem

politik

pada umumnya dan

pemerintahan pada khususnya.

c.

Parlisipasi Politik. Partisipasi politik ialah kegiatan warga negara biasa dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan

kebijaksanaan umum dan dalam ikut menentukan pemimpin pemerintahan.

d.

Artikulasi

Kepentingan.

Artikulasi

kepentingan

(interest

articulationl merupakan kegiatan partai politik untuk membuat

dan

menyampaikan tuntutan-tuntutan kepada pemerintah"

Misalnya, partai bertemu atau mengundang berbagai kelompok kepentingan untuk menyatakan tuntutan dan keinginan mereka

berkaiatan dengan suatu kebijakan publik.

e.

Pemadu

Kepentingan.

Pemadu

kepgntingan

(interest

aggregation) merupakan

cara

bagaimana tuntutan-tuntutan

Referensi

Dokumen terkait

dengan melakukan penelitian tentang peran dan posisi militer dalam kehidupan politik di lndonesia pada era Orde Lama, era Orde Baru serta peran militer pada era

raling menonjol adalah pemilikan kekuasaan yang sangat besar 8€berapa pandangan tentang negara sebagai konsep politik antaaa 3in dikemukakan oleh Plato, Aristoteles,

Partai politik secara umum dikatakan sebagai satu kelompok yang terorganisir yang didalamnya diisi oleh anggota-anggota yang mempunyai orientasi, nilai-nilai dan cita-cita

Partai politik dalam era modern dimaknai sebagai suatu kelompok yang. terorganisir yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai,

Miriam Budiardjo: Partai Politik adalah suatu kelompok yang terorganisir. yang anggota-anggotanya mempunyai orientasi, nilai-nilai

pemerintahan, dan sebagainya. Sedangkan ilmu politik menyelidiki dan menguraikan hidup negara itu, sikap dan tindak tanduknya dalam kehidupan warganya serta dalam pergaulan

pemerintahan, dan sebagainya. Sedangkan ilmu politik menyelidiki dan menguraikan hidup negara itu, sikap dan tindak tanduknya dalam kehidupan warganya serta dalam pergaulan

Peran UMNO yang menentukan berjalannya pemerintahan di Malaysia dikarenakan Presiden UMNO sebagai presiden dari partai politik yang merupakan pemenang pilihan raya ataupun